Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini :
Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan Edisi Pertama
Tim Penulis : Rizka, S.E., M.Si.
Nurfiani Syamsuddin, S.E., M.Si.
Fahmi Arfan, S.Sos.I., M.Pd.
Dr. Abubakar, M.Si.
Editor :
Dr. Usman Effendi, S.Sos., M.M.
Drs. Anwar, S.Pd., M.Pd.
Dr. Dian Aswita, S.Pd., M.Pd.
Penerbit K-Media Yogyakarta, 2021
ii
Copyright © 2021 by Penerbit K-Media All rights reserved
Hak Cipta dilindungi Undang-Undang No 19 Tahun 2002.
Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, baik secara elektris maupun mekanis, termasuk memfotocopy, merekam atau dengan sistem penyimpanan lainnya, tanpa
izin tertulis dari Penulis dan Penerbit.
Isi di luar tanggung jawab percetakan
Penerbit K-Media
Anggota IKAPI No.106/DIY/2018 Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.
e-mail: [email protected] MEMBANGKITKAN SEMANGAT ENTREPRENEURSHIP SEJAK USIA DINI : KIAT SUKSES DENGAN SEMANGAT NILAI-NILAI KE-ACEHAN; Edisi Pertama
xii + 74 hlm.; 18 x 25 cm
ISBN: 978-623-316-284-5
Penulis : Rizka,…[et al.]
Editor : Usman Effendi, Anwar, Dian Aswita Tata Letak : Uki.
Desain Sampul : Nur Huda A.
Cetakan 1 : September 2021
iii
RINGKASAN
Pendidikan merupakan upaya memberikan pengalaman dalam menumbuhkembangkan semangat dan jiwa sesuai dengan kepentingan strategis nasional dan berbasis lokalnya. Dengan demikian dalam pendidikan diperlukan pengkajian-pengkajian yang memadai untuk memugkinkan tersedia materi-materi sesuai dengan harapan tersebut dalam berbagai pendidikan dan tingkat. Salah satu semangat penting yang telah menjadi perhatian dunia sejak satu dekade yang lalu adalah kewirausahaan/entrepreneurship.
Maju tidaknya suatu bangsa ditandai oleh banyaknya jumlah pengusaha, Saat ini Indonesia hanya memiliki 1,56 persen wirausaha dari total penduduknya, sehingga Indonesia masih masuk dalam Negara miskin dan belum berkembang, pada umumnya Negara akan menjadi berkembang apabila jumlah pengusahan minimal 2% dari jumlah penduduknya.
Oleh sebab itu semua sector termasuk lembaga pendidikan harus berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita tersebut, sehingga setiap lulusan tidak hanya bercita-cita menjadi PNS tetapi harus bercita-cita bagaimana menjadi pengusaha dan kaya raya. Untuk itu kurikulum dan materi ajar harus mendapat perhatian yang serius, maka dalam kesempatan ini sebagai langkah awal kami menganalisis bagaimana pengaruh materi pembelajaran ekonomi dan semangat entrepreneurship, usaha-usaha serta kendala apa saja yang dihadapi dalam meningkatkan semangat entrepreneurship pada siswa SMP Kota Banda Aceh.
Populasi penelitian seluruh guru mata pelajaran IPS Terpadu serta siswa SMP Kota Banda Aceh. Sampel ditentukan dengan sistem Purposive-sampling, sampel pada siswa akan dipilih berdasrkan pendekatan stratified-random-sampling, Wawancara (Deeply-interview).
Pengolahan data menggunakan pendekatan korelasi sederhana, dan uji signifikansi korelasi sederhana dengan tingkat kesalahan 5%. Pengaruh mataeri pembelajaran ekonomi dan semangat entrepreneurship pada siswa SMP Kota Banda Aceh.
iv
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang siknifikan pembelajaran materi kewirausahaan dan semangat inteprineurship siswa. Besarnya pengaruh masih sangat kecil, nilai r dalam product moment hanya sebesar 0,2, dengan demikian pengharuhnya hanya 20% saja, dalam artian pembelajaran materi kewirausahaan belum mampu mendorong semangat entrepreneurship pada siswa SMP Kota Banda Aceh..
Pada umumnya ada beberapa usaha yang dilakukan guru dan sekolah dalam mendorongan semangat entrepreneurship dan karakter siswa antara lain: Kantin Kejujuran, dalam budaya masyarakat Aceh jujur dianggap sebagai modal, dengan jujur maka dukungan dan kepercayaan selulu akan diberikan, namun kalau tidak jujur akan menjadi petaka/aib (kanjai) baginya, sebagai terlihat dalam berbagai hadih maja yang berlaku sebagai adat Aceh yaitu bek sulet keupangkai bek kanjai keu laba, artinya: Jangan bohong jadi modal jangan malu jadi untungnya, Pale’h ureung tuha geuboh tungkat, paleh ureung malem geuboh ayat, paleh otoh geuboh seunipat, paleh ureung meukat geuboh keurira artinya:
Jahat orang tua membuang tongkatnya atau penopangnya, jahat orang ulama membuang ayat Al-Quran dan hadis, Jahat tukang dalam bekerja tidak pakai alat ukur, jahat pedagang tidak mempergunakan hitungan.
Kantin kejujuran di sekolah adalah upaya terencana yang memiliki multifungsi, di satu pihak membentuk dan membiasakan karakter kejujuran, anti korupsi, dipihak lain juga berfungsi membangun semangat entrepreneurship sejak dini pada siswa.
Upaya lain adalah Market day termasuk salah satu usaha penting dalam pengembangan semangat entrepreneurship siswa, market day adalah suatu pembelajaran penting, dengan aksi nyata para siswa akan termotivasi dalam membuka usaha, market day yang baik dengan mengikutsertan para pengusaha sukses sekitarnya, termasuk para alumni mareka sendiri, sehingga terjadi komunikasi dan silaturahmi yang baik sesamanya,
Terdapat dua sumber kendala dalam membangkitkan semangat entrepreneurship pada siswa, yaitu kendala dari luar dan dari diri siswa. Kendala dari luar diri siswa adalah keterbatasan waktu dan
v
materi pembelajaran. Pembelajaran materi kewirausahaan adalah bahagian dari pembelajaran IPS terpadu yang di dalamnya terpaut beberapa materi lainnya. Dengan waktu yang tersedia minim, tidak mungkin guru dapat mengembangkan materi pembelajaran dan model yang lebih sempurna, dan tidak mungkin pula para guru memasukkan materi local yang bersifat ke-Acehan dalam pembelajarannya.
Dengan kondisi seperti itu maka model pembelajaran yang digunakan pada umumnya adalah dengan ceramah saja, sehingga minat siswa dalam mengikuti pelajaran materi tersebut juga berkurang, akan menyebabkan minimnya serapan pengetahuan yang diterima siswa. Materi kewirausahaan hanya bahagian dari suatu mata pelajaran yang di dalamnya terdapat materi penting lainnya, dengan demikian tujuan yang diharapkan dalam mata pelajaran tersebut sangat umum tidak spesifik pada hal-hal yang berkaitan dengan insterprineurship.
Minimnya Kemampuan Teknologi Informasi, termasuk kendala yang bersumber dari luar siswa yang juga memiliki peranan penting menumbuhkembangkan materi yang lebih menarik dan semangat yang diharapkan, pada umunya para guru belum memiliki kemampuan maksimal sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, seharusnya dengan memiliki kemampuan tersebut lebih mudah dalam mendesain media pembelajaran sehingga lebih mudah diterima oleh siswa di zaman melinium ini.
Sebahagian besar guru pengasuh belum memanfaat fasilitas teknologi tersebut dalam merangcang pembelajaran menjadi faktor penyebab materi dan pembelajarantidak menarik dan tidak mendorong semangat siswa sebagai pesertanya.
Guru belum mampu menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan kognitif siswa setingkat sekolah menengah pertama. Guru belum mampu memberikan materi pembelajaran baik yang kompleks maupun yang lebih sederhana secara bersama-sama untuk mendukung para siswa dengan tingkat kognitif yang berbeda-beda.
Kendala yang berasal dari diri siswa adalah belum ada sikap positif terhadap pelajaran materi kewirausahaan akan berimplikasi pada dimensi kognitif, afektif maupun psikomotorik siswa. Dari segi
vi
kognitif siswa belum memiliki penilaian positif terhadap pelajaran kewirausahaan, untuk apa pengetahuan tersebut mareka pelajari, kebanyakan mareka menganggap materi kewirausahaan merupakan pelajaran yang bernilai biasa sebagaimana pengetahuan lainnya dalam pelajaran IPS tidak berimplikasi dalam kehidupan sosial, apalagi sebagai bekal untuk kehidupan mareka nantinya, untuk menjadi interpreneur handal, itu sesuatu yang belum dipikirkan sekarang. Yang penting sekarang prestasi baik saja sudah cukup, rasa percaya diri mareka untuk menjadi pengusaha belum maksimal dan ketakutan terhadap kegagalan masih tinggi.
Dari segi afektif guru belum berusaha mendorong semangat siswa untuk menjadi penguasaha sukses, sehingga siswa belum memiliki sikap yang kuat untuk menjadi pengusaha yang dapat mencegah dari kemiskinan di kemudian hari, mareka belum memiliki sikap kemandirian dan peduli lingkungan mengurangi pengangguran.
vii
PRAKATA
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena berkat kudrah dan iradah-Nyalah kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk melaksanakan berbagai tugas sebagai khalik di muka bumi ini, di samping itu tidak lupa juga selawat dan salam kita sampaikan keharibaan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Karena berkat perjuagan beliaulah telah sampai kita pada zaman yang penuh dengan ilmu pengetauan dan kenikmatan seperti sekarang ini, salah satu nikmat yang tiada tara adalah nikmat iman dan Islam yang kita yakini sekarang ini.
Sejalan dengan pentingnya pengembangan kewirausahaan pada generasi muda saat ini, karena maju tidaknya suatu negara sangat ditentukan oleh banyak tidaknya pengusaha dalam negara tersebut, maka arah menuju pada kondisi tersebut perlu disinergikan pada semua elemen sesuai dengan SKB No. 02/SKB/MENEG/VI/2000 dan No. 4/U/SKB/2000 tertanggal 29 Juni 2000 tentang Pendidikan Perkoperasian dan Kewirausahaan, Instruksi presiden dan RPJP Aceh 2021 sampai tahun 2032. Dengan demikian peningkatan semangat entrepreneurship adalah suatu kewajiban, termasuk dalam dunia pendidikan.
Penelitian ini merupakan kajian dasar untuk melihat bagaimana pembelajaran materi kewirausahaan dan semangat entrepreneurship siswa selesai mengikuti pelajaran, di samping itu juga menganalisis bagaimana usaha dan kendala-kendala yang dihadapi dalam membangkitkan semangat tersebut menuju kondisi yang diinginkan oleh semua pihak sesuai dengan berbagai instrumen yang ada terutama pada siswa Kota Banda Aceh.
Penulis sadar, tentu saja hasil penelitian ini belumlah maksimal sebagaimana yang kita harapkan, oleh sebab itu dalam kesempatan ini penulis membuka diri kepada seluruh pembaca untuk memberikan kritikan yang bersifat konstruktif, dengan harapan segala sesuatu yang penulis lakukan terutama sekali menyangkut dengan permasalahan yang di kaji ini akan lebih sempurna di masa-masa yang akan datang.
viii
Namun demikian paling tidak, penulis merasa bangga berkat kerja sama tim ini telah menghasilkan laporan, yang komprehensif, sehingga bahagian tertentu diangkat menjadi materi buku ajar ini sehingga dapat di baca oleh banyak pihak meskipun masih sangat sederhana, ini sumbangsih sebagai wujud peran serta penulis dalam mewujudkan semangat kewirausahaan pada generasi muda, misi ini adalah idaman kita semua, semoga menjadi ibadah kami sebagai insan akademika.
Disamping itu penulis tidak lupa mengucapkan terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu penelitian ini, terutama sekali kepada Ristek Brin Kemendikbud RI yang telah membiayai penelitian ini, semoga menjadi pendorong untuk penelitian- penelitian berikutnya.
Segala bantuan dan kerja sama yang baik dari berbagai pihak selama ini sangat berarti bagi penulis dalam penyelesaian penelitian dan buku ini, itu semua akan penulis serahkan kepada Allah SWT.
Sehingga mendapat pahala yang berlipat ganda sebagai amal bhaktinya di hari kelak. Amin Yarabbal Alamin...
Banda Aceh, 10 September 2021 Tim Penulis,
Ketua,
Rizka, S.E., M.Si.
ix
DAFTAR ISI
RINGKASAN ... iii
PRAKATA ... vii
DAFTAR ISI ...ix
DAFTAR GAMBAR ...xi
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
A. Permasalahan Peningkatan Semangat Entrepreneurship ... 2
B. Pentingnya Membangun Semangat Entrepreneurship pada Usia Dini ... 3
BAB 2 KONSEP MENJADI ENTREPRENEUR DAN MEREKA YANG SUKSES MULAI DARI NOL ... 5
A. Sejarah Singkat Usaha Nabi Sukses ... 5
B. Pengertian Entrepreneurship dan Kewirausahaan ... 8
C. Sifat-sifat Entrepreneurship dan Prinsip Sukses Menurut Entrepreneur Aceh ... 9
1. Percaya Diri ... 10
2. Berorientasi Pada Tugas dan Hasil ... 10
3. Pengambilan Resiko ... 10
4. Kepemimpinan ... 11
5. Keorisinilan ... 11
6. Berorientasi kepada Masa Depan ... 11
7. Kreativitas dan Inovasi ... 12
D. Mengapa Siswa Harus Bercita-cita Berwirausaha ... 12
E. Tahapan Manjadi Entrepreneurship ... 14
F. Pendidikan Sekolah dan Semangat Sukses Beberapa Wirausaha Aceh ... 18
G. Analisis Sosiologis budaya dan Kiat Sukses Usaha Masyarakat Perkotaan Banda Aceh ... 26
H. Konsep Sukses Usaha Menurut Kearifan Lokal Aceh... 33
x
BAB 3 LANDASAN PENGEMBANGAN SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN BERBASIS NILAI-NILAI
MASYARAKAT ACEH ... 41
A. Wirausaha dan Kemakmuran Bangsa ... 41
B. RPJPN Landasan Pendidikan Kewirausahaan Indonesia ... 44
C. Rencana Pembangunan Aceh Sampai 2032 ... 51
BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN ... 61
A. Kesimpulan ... 61
B. Saran-Saran ... 65
DAFTAR PUSTAKA ... 66
RIWAYAT PENULIS ... 73
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Puncak Menara Dari Emas Murni Sumbangan
Pengusaha Sukses T. Markam Putra Aceh ... 22
Gambar 2. Salah satu Hotel bintang 5, Milik Surya Paloh Pengusaha Sukses Aceh ... 23
Gambar 3. Amel Convention Center dan Amel Hotel ... 24
Gambar 4. Salah satu Toko Fantasi di Kota Banda Aceh ... 25
Gambar 5. Salah Satu Aktivitas Usaha Bimbel ... 29
Gambar 6. Salah Usaha Kuliner Khas Aceh ... 31
Gambar 7. Salah Satu Usaha Pisang Goreng P, Sen Kota Banda Aceh ... 32
Gambar 8. 15 Unggulan Sasaran Pembangunan Aceh Sampai 2022... 58
xii
Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : 1
Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
BAB 1
PENDAHULUAN
Pembelajaran ekonomi merupakan upaya memberikan pengalaman dalam menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurship pada siswa sesuai dengan isu strategis nasional saat ini. Hal ini sesuai pula dengan RPJP pemerintah provinsi Aceh dalam berbagai program mewujudkan pembangunan Aceh jaya 2032 [Azhari, 2018].
Pendidikan dan pembelajaran harus disesuaikan dgn semangat entrepreneurship yang berkembang saat ini, baik melalui isu-isu strategis pemerintah pusat, maupun yang telah dituangkan dalam RPJP pemerintah daerah, dengan demikian diperlukan pengkajian- pengkajian yang memadai untuk memugkinkan tersedia materi-materi yang dengan harapan tersebut dalam berbagai pendidikan dan tingkat.
Maju tidaknya suatu bangsa ditandai oleh banyaknya jumlah pengusaha, Saat ini Indonesia hanya memiliki 1,56 persen wirausaha dari total penduduknya. "Amerika sekitar 12 persen, Jepang 10 persen, Singapura 7 persen. Kita masih jauh [Dani Jumadil Akhir, 2019]
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim juga mendorong mahasiswa untuk bercita-cita menjadi wirausahawan.
Bukan hanya berambisi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). "Cita-cita saya seluruh mahasiswa Indonesia tidak lagi sebagai pencari kerja.
Harusnya mereka jadi pengusaha. Program ini yang harus dimulai ketika mereka di dalam lembaga pendidikan (Sri Wahyuni, 2013).
Kalau itu semua sudah menjadi cita-cita dan masalah yang sedang dihadapi bangsa Indonesia untuk maju, maka sudah seharusnya berbagai fokus kajian perlu juga diarahkan pada berbagai unsur pembangunan, dan yang terpenting adalah semangat entrepreneurship sudah terbangun sejak usia dini melalui peran strategis berbagai lembaga pendidikan, sehingga cita-cita menjadi entrepreneur sudah tertaman dalam dirinya, bukan seperti selama ini menjadi pengusaha karena gagal jadi PNS.
2 Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
A. Permasalahan Peningkatan Semangat Entrepreneurship
Masalah kewirausahaan termasuk masalah yang sulit dari masalah sosial lainnya, karena kewirausahaan terkait langsung dengan ekonomi, politik, agama, psikologi, pendidikan dan budaya masyarakatnya, bahkan kewirausahaan terkait langsung dengan maju mundurnya suatu bangsa. Sulitnya masalah tersebut berkorelasi juga pada penyelesaiannya, sehingga membicarakan masalah kewirausahaan juga berbicara dengan elemen lainnya pada berbagai tingkat.
Pendidikan sekolah menengah pertama merupakan salah satu tingkat pendidikan yang di dalam memiliki sumber daya yang masih belia, di mana pada masa ini adalah masa-masa yang sangat sensitive dalam membentuk karakter dan jati dirinya (Ermira Qosja and Ertila Druga, 2015). Oleh sebab itu, mencermati permasalahan tersebut, maka pada tingkat sekolah menengah pertama juga diperlukan konsep pembelajaran yang baik, untuk membangkitkan semangat mareka sejak dini.
Pada zaman dahulu sampai dengan sekarang, kalau anak-anak setingkat SD dan SMP ditanya, mau jadi apa kalau dewasa nanti, pada umumnya mareka menjawab mau menjadi dokter. Ini menandakan sosialisasi kesehatan dan jabatan kedoktoran berhasil menyentuh mareka pada usia dini.
Kalau dilanjutkan pertanyaannya mengapa ingin menjadi dokter, jawaban mareka supaya bisa mengobatin atau merawat mama dan papa kalau sakit atau supaya banyak duit dan sebagainya. Semangat yang muncul pada usia dini tersebut menjadi modal yang kuat, untuk mareka belajar dan berusaha dalam sekolahnya.
Banyak anak-anak yang menarik pada program ekstra kurikulum sekolah seperti dokter cilik, polisi cilik dan sebagainya, ini tak terlepas dari konsep kurikulum dan sosialiasi yang berhasil, makanya di sekolahpun program pengusaha cilik harus disosialisasikan dengan baik sebagaimana yang dilakukan pada program ke dokteran.
Melalui sosialisasi dan pembelajaran yang terarah menjadi pengusaha akan menjadi sasaran mareka pada umumnya di kemudian hari. Sebagai langkah awal pengusaha harus digerakkan sejak dini
Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : 3
Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
masuk kampung bertemu dengan kalangan belia sebagaimana yang telah dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam sosialisasi kesehatan dan jabatan kedoktoran di masyarakat.
Mareka sudah bergerak sejak mareka bayi pada saat imunisasi dalam program posyandu, di samping bertemu langsung dengan masyarakat, orang tua, mareka juga bertemu langsung dengan anak- anak balita yang menjadi sasarannya, makanya banyak diantara anak- anak sejak SD dan SMP pada umunya sudah bercita-cita menjadi dokter karena mareka telah melihat doctor sejak balita, dan disosialisasikan lagi oleh orang tuanya di rumah.
B. Pentingnya Membangun Semangat Entrepreneurship pada Usia Dini
Kualitas sumber daya manusia yang memiliki semangat entrepreneurship dipengaruhi oleh pengalamannya sejak kecil, hal itu digambarkan oleh kualitas materi dan tujuan pendidikan saat ini.
Pendidikan adalah salah satu factor yang menentukan bagaimana generasi berikutnya, generasi yang sesuai dengan harapan bangsa saat ini harus memiliki mental entrepreneur sejak masih kanak- kanak adalah hal yang penting. Seperti kita ketahui salah satu pendorong peningkatan ekonomi satu negara adalah banyaknya pengusaha (Dani Jumadil Akhir, 2019].
Apabila semangat ini tidak diperkenal pada siswa sejak dini pada setiap jenjang pendidikan, mareka dewasa nantinya hanya menjadi penganggur tanpa aktivitas dan kreativitas yang sesuai dengan perkembangan dunia yang semakin global, dan pada akhir terjerumus dalam berbagai kejahatan social.
Indonesia butuh banyak pengusaha, untuk mendorong supaya jumlah wirausaha Indonesia bisa mencapai 2 persen harus ada program dukungan yang khusus dan fokus mendorong upaya ini, demikian harapan Menteri Koperasi dan UKM (Beritasatu.com 2016).
Oleh sebab itu penelitian ini memiliki urgensi yang kuat untuk kesuksesan wirausaha, sebagai landasan materi dan kurikulum pembelajaran ekonomi yang dapat memberikan semangat interpreneur
4 Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
pada siswa sesuai tingkat perkembangan dan kepentingan pemerintah dan zaman saat ini yang berbasis nilai local ke-Acehan.
Masalah entrepreneurship adalah masalah kesejahteraan bangsa, bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki jumlah pengusaha yang banyak, hal itu menjadi permasalahan kita semua. Wirausaha seakan-akan menjadi harga mati bagi negara manapun di dunia ini yang ingin naik ke level yang lebih tinggi sebagai negara maju. Maju tidaknya suatu bangsa atau sejahtra tidaknya suatu masyarakat sangat tergantung pada kuantitas dan kualitas pengusahanya. Sosiolog David McClelland dalam kajiannya menyimpulkan batas dua persen dari total jumlah penduduk haruslah pengusaha agar suatu negara bisa disebut sebagai negara maju (Win Konadi & Dandan Irawan, 2012).
Dengan demikian berbagai usaha yang mengarah kepada peningkatan semangat interprineruship sejak dini dipandang memiliki kontribusi yang tepat menyelesaikan masalah kesejahteraan dan kemiskinan bangsa pada umumnya.
Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : 5
Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
BAB 2
KONSEP MENJADI ENTREPRENEUR DAN MEREKA YANG SUKSES MULAI DARI NOL
A. Sejarah Singkat Usaha Nabi Sukses
Nabi Muhammad SAW merupakan sosok luar biasa yang menarik untuk dipelajari dan menjadi contoh teladan dalam perjalanan hidupnya sejak kecil sampai dewasa, yang secara umum dapat diduplikasi oleh siapapun, termasuk untuk menduplikasi kesuksesan Nabi SAW dalam berdagang atau berintrepreneur.
Sebagai seorang anak yatim, Rasulullah hanya bisa menikmati kasih sayang seorang Ibu hanya sebentar. Sebab Siti Aminah sang Ibunda tercinta juga meninggal dunia ketika Nabi berusia 6 tahun, padahal pada saat seperti anak-anak lain umumnya sedang sangat butuh kasih saying dan belaian bundanya.
Ketiadaan orang tua dalam kehidupannya membuat Nabi Muhammad kecil mau tak mau menjadi orang yang mandiri. Inilah cara Allah SWT mendidik Nabi menjadi pribadi yang tidak suka bergantung pada kemurahan hati orang lain. Semenjak saat itu Muhammad kecil menjadi penggembala kambing sebagai cara untuk mandiri, bisa dibayangkan bahwa anak sekecil itu harus mencari kehidupannya sendiri
Pada usia 8 tahun merupakan awal pertama kalinya Rasulullah mengenal dunia bisnis sebagai pengembala kambing untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Baginda Rasul mendapat upah beberapa qiraat dari penduduk Makkah sebagai jasa mengembala kambingnya.
Kemudian Nabi mulai belajar berdagang bersama pamannya Abu Thalib untuk menjajakan dan sebaliknya memberi barang-barang yang diperlukan masyarakat Makkah sampai ke Negeri Syiam. Beratnya medan untuk anak-anak seusia beliau tidak menjadi halangan baginya untuk sebuah proses kesuksesan.
Sejarah membuktikan bahwa Nabi Muhammad SAW mengawali semua kesuksesannya dari nol, bukan karena warisan ataupun
Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : 61
Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
BAB 4
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan di atas maka dalam meningkat semangat inteprineurship anak usia dini peranan pendidikan sangat strategis apabila dapat dikelola dengan baik sesuai dengan visi dan misi nasional dan daerah.
Pemanfaatan materi pembelajaran untuk mendorong semangat entrepreneurship adalah usaha penting di setiap lembaga pendidikan untuk memberikan pengalaman yang baik menciptakan calon-calon entrepreneur yang handal di kemudian hari sesuai dengan potensi- potensi ekonomi yang ada di sekitarnya.
Untuk itu kami sebagai akademisi telah melakukan penelitian sebagai landasan untuk berbagai lainnya dalam memperbaiki pembelajaran yang diperlukan dalam mendukung tujuan, visi, misi Negara dan daerah sebagaimana yang telah dibicarakan dimuka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang siknifikan pembelajaran materi kewirausahaan dan semangat inteprineurship pada siswa. Besarnya pengaruh hanya 20% hal ini dapat dilihat berdasarkan nilai r dalam product moment sebesar 0,2, ini berarti tingkat pengaruh materi pembelajaran kewirausahaan terhadap semangat entrepreneurship pada siswa SMP Negeri Kota Banda Aceh tidak signifikan
1. Usaha-usaha apa saja yang dilakukan dalam meningkatkan semangat entrepreneurship pada siswa SMP Kota Banda Aceh Pada umumnya ada beberapa usaha yang dilakukan guru dan sekolah dalam mendorong semangat entrepreneurship dan karakter siswa, misalnya dengan membuat kantin kejujuran.
Dalam budaya masyarakat Aceh jujur dianggap sebagai modal, dengan modal tersebut mereka dapat berpartisipasi dalam berbagai
62 Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
kegiatan yang dapat membuka berbagai peluang atau kesempatan dalam berbagai kegiatan ekonomi, politik dan keagamaan.
Dengan jujur maka dukungan dan kepercayaan selulu akan diberikan, namun kalau tidak jujur akan menjadi petaka/aib (kanjai) baginya. Itulah sebabnya sejak dahulu masyarakat membudayakan malee meusuleet menjadi adatnya, sebagaimana dapat kita lihat dalam hadih maja berikut : bek sulet keupangkai bek kanjai keu laba, artinya: Jangan bohong jadi modal jangan malu jadi untungnya, Pale’h ureung tuha geuboh tungkat, paleh ureung malem geuboh ayat, paleh otoh geuboh seunipat, paleh ureung meukat geuboh keurira artinya: Jahat orang tua membuang tongkatnya atau penopangnya, jahat orang ulama membuang ayat Al- Quran dan hadis, Jahat tukang dalam bekerja tidak pakai alat ukur, jahat pedagang tidak mempergunakan hitungan.
Kantin kejujuran di sekolah adalah upaya terencana yang memiliki multifungsi, disatu pihak membentuk dan membiasakan karakter kejujuran, anti korupsi, di pihak lain juga berfungsi membangun semangat entrepreneurship sejak dini pada siswa.
Usaha lainnya Market day adalah termasuk salah satu upaya penting dalam pengembangan semangat entrepreneurship secara nyata, dengan aksi nyata para siswa akan termotivasi dalam membuka usaha.
Market day yang baik dengan mengikutsertan para pengusaha sukses sekitarnya, termasuk para alumni mareka sendiri, sehingga terjadi komunikasi dan silaturahmi yang baik sesamanya,
Namun demikian dalam penyelenggaraan market day ada beberapa kendala yang dihadapi antara lain :
a. Minimnya dukungan kemitraan pengusaha sukses, karena hal ini dianggap sebagai even kecil kurang menguntungkan
b. Sekolah memiliki jadwal yang padat termasuk dalam penyelenggaraan ekstrakurikuler, sehingga penyelenggaraannya tidak maksimal
c. Minimnya minat beli dan partisipasi warga sekolah dalam bertransaksi membuat partisipan market day kurang menarik.
d. Usia yang masih kecil siswa belum percaya diri malu untuk menawarkan dagangannya.
Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : 63
Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
e. Karena program market day adalah program yang temporer, sekolah memiliki keterbatasan tenaga dalam menggelar evennya, karena biasanya bebenturan dengan penyelesaian tugas administrasi sekolah lainnya
2. Kendala-Kendala Dalam Pembelajran Materi Kewirausahaan Terdapat dua sumber kendala utama dalam pembelajaran kewirausahaan dan membagkitkan semangat entrepreneurship siswa SMP di Kota Banda Aceh, yaitu kendala yang bersumber dari diri siswa dan dari luar diri siswa.
a. Kendala Dari Luar Diri Siswa
Kendala yang bersumber dari luar diri siswa adalah segala sesuatu yang berasal dari luar diri siswa seperti keterbatasan waktu dan materi pembelajaran. Pembelajaran materi kewirausahaan adalah bahagian dari pembelajaran IPS terpadu yang di dalamnya terpaut beberapa materi lainnya.
Pembelajaran kewirausahaan di mulai pada kelas dua, selama dua kali pertemuan dalam satu semester, minimnya waktu yang tersedia menyebabkan keterbatasan gerak para guru dalam memaksimalkan pembelajaran, waktu yang ada hanya memenuhi beberapa ruang lingkup materi saja sebagaimana yang terdapat dalam buku pembelajaran secara nasional. Dengan waktu yang minim, tidak mungkin guru dapat mengembangkan materi pembelajaran dan model yang lebih sempurna sehingga tidak mungkin memasukkan materi local yang bersifat ke-Acehan dalam pembelajarannya.
Dengan kondisi seperti itu maka model pembelajaran yang digunakan pada umumnya adalah dengan ceramah saja, sehingga minat siswa dalam mengikuti pelajaran materi tersebut juga berkurang, menyebabkan minimnya serapan pengetahuan yang diterima siswa.
Materi kewirausahaan hanya bahagian dari suatu mata pelajaran yang di dalamnya terdapat materi penting lainnya, dengan demikian tujuan yang diharapkan dalam mata pelajaran tersebut sangat umum tidak spesifik pada hal-hal yang berkaitan dengan insterprineurship.
64 Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
Minimnya Kemampuan Teknologi Informasi, termasuk kendala yang bersumber dari luar siswa yang juga memiliki peranan penting menumbuhkembangkan materi yang lebih menarik dan semangat yang diharapkan, pada umunya para guru belum memiliki kemampuan maksimal sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan kondisi tersebut guru belum mahir dalam mendesain media pembelajaran yang menarik sehingga sulit dipahami oleh siswa di zaman melinium ini.
Guru belum mampu menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan kognitif siswa setingkat sekolah menengah pertama. Guru belum mampu memberikan materi pembelajaran baik yang kompleks maupun yang lebih sederhana secara bersama-sama untuk mendukung para siswa dengan tingkat kognitif yang berbeda-beda.
b. Kendala yang Berasal Dari Diri Siswa
Di samping hambatan umum yang berasal dari luar diri siswa, pembelajaran kewirausahaan juga menghadapi kendala dari pihak siswa itu sendiri, kendala ini sebenarnya juga memiliki hubungan yang kuat dengan kendala dari luar diri siswa. Salah kendala utama adalah minim sikap positif siswa terhadap pelajaran materi kewirausahaan akan berimplikasi pada dimensi kognitif, afektif maupun koqnetif siswa tersebut.
Kebanyakan mareka menganggap materi kewirausahaan merupakan pelajaran yang bernilai biasa sebagaimana pengetahuan lainnya dalam pelajaran IPS tidak berimplikasi dalam kehidupan sosial, apalagi sebagai bekal untuk kehidupan mareka nantinya.
Menjadi interpreneur handal itu sesuatu yang belum dipikirkan sekarang, yang penting sekarang prestasi baik saja sudah cukup, rasa percaya diri mareka untuk menjadi pengusaha belum maksimal dan ketakutan terhadap kegagalan masih tinggi.
Dari segi afektif guru belum berusaha mendorong semangat siswa untuk menjadi penguasaha sukses, sehingga siswa belum memiliki sikap yang kuat untuk menjadi pengusaha yang dapat
Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : 65
Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
mencegah dari kemiskinan di kemudian hari, mareka belum memiliki sikap kemandirian dan peduli lingkungan mengurangi pengangguran.
B. Saran-Saran
Sehubungan dengan hasil penelitian tersebut, maka perlu kiranya disampaikan beberapa saran atau rekomendasi dalam perbaikan pembelajaran kewirausahaan guna meningkatkan semangat entrepreneurship pada siswa guna mendorong lahirnya pengusaha- pengusaha baru di masa yang akan datang.
1. Pembelajaran kewirausahaan seharusnya menjadi satu pelajaran khusus yang bersifat nasional atau muatan local, dengan menjadi satu mata pelajaran maka guru memiliki waktu dan ruang yang memadai dalam menyusun dan mendesain secara khusus model- model pembelajaran yang lebih menarik. Sehingga siwsa memiliki konsentrasi yang penuh dalam pemahaman materinya.
2. Materi-materi pembelajaran kewirausahaan wajib mengadopsi nilai-nilai kearifan local masyarakat Aceh, dengan demikian materi yang disampaikan menjadi nyata dan rill karena bisa diamati dan dikembangkan langsung oleh siswa itu sendiri.
Dengan demikian tingkat koqnetif siswa tidak mudah hilang karena selalu bisa dilihat dalam berbagai kesempatan.
3. Pembelajaran kewirausahaan perlu melibatkan pengusaha local yang berada di sekitar lingkungan pendidikan sehingga motivasi dan materi yang diperoleh menjadi lebih menarik karena diperoleh langsung dari pengusaha-pengusaha yang sukses di di lingkungannya. Hal itu dapat juga dilakukan dengan pembelajaran fiel trip ke perusahaan-perusahaan di sekitar pendidikan yang sukses dan bertemu langsung dengan pemiliknya, sehingga pengalaman nyata mengenai perjuangan dan perkembangan dapat secara langsung di peroleh dari sumber primer oleh siswanya. Di mana pemilik perusahaan dapat memaparkan kendala keuntungan yang diperoleh dengan berusaha.
66 Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
DAFTAR PUSTAKA
Amat Jaedun, V. Lilik Hariyanto, dan Nuryadin Eko Raharjo, 2017, Pengembangan Model Pembelajaran Produktif Bermuatan Kewirausahaan, Jurnal Kependidikan, Volume 1, Nomor 1, Juni 2017, p. 125-138
Ana Noor Andriana dan Finnah Fourqoniah, 2020, Pengembangan Jiwa Entrepreneur Dalam Meningkatkan Jumlah Wirausaha Muda JURNAL PLAKAT, Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat, Volume 2 No.1 Juni 2020, hal. 43-51
Anas Sudijiono, 2019, Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,
Anonim, 2020. Pemerintah Aceh Tetapkan Enam Prioritas RAPBA Tahun 2020
Anonim. 2020. Permendikbud No 3 Tahun 2020, Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Kemendikbud RI
Arminda do Paço & Maria João Palinhas, 2011, Teaching entrepreneurship to children: a case study, Journal of Vocational
Education and Training, (63)4,
http://www.tandfonline.com/loi/rjve20, p. 594-608
Arum Sutrisni Putri, 2020, Kompas.com, 2020. dengan judul "Mengenal
Provinsi Aceh", Klik untuk baca:
https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/11/160000569/
mengenal-provinsi-aceh?page=all.
Azhari, 2018, Arah Kebijakan dan Prioritas Pembangunan Aceh, Disampaikan Pada Seminar Sinergi Membangun Aceh, Tanggal 29 Oktober 2018, Banda Aceh.
BPS 2020, Sensus Penduduk Tahun 2020, diakses pada link https://bit.ly/3wd0Xt9, Maret 2020
Dani Jumadil Akhir, 2019, Syarat Jadi Negara Maju: Jumlah Pengusaha 14% dari Rasio Penduduk. OkeFinansial, Dapat diunduh pada link:
https://economy.okezone.com/read/2019/04/09/320/2040896/
Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : 67
Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
syarat-jadi-negara-maju-jumlah- pengusaha-14-dari-rasio- penduduk
Detik Vinance, 2020, Surya Paloh, Putra Aceh yang Sukses di Bisnis Catering hingga Media, https://finance.detik.com/berita- ekonomi-bisnis/d-5267509/surya-paloh-putra-aceh-yang-sukses- di-bisnis-catering-hingga-media, diakses Maret 2021
Dewi Andriani, 2020, 10 Langkah Penting Dalam Memulai Bisnis", Klik
selengkapnya di sini:
https://entrepreneur.bisnis.com/read/20200506/88/1237343/10 -langkah-penting-dalam-memulai-bisnis. Akses 1 Juni 021
Endang Sudarsih dan Muchammad Nurif 2011, Metode Pembelajaran Entrepreneurship Untuk Guru SMK Di Kabupaten Lamongan, JSH Jurnal Sosial Humaniora, Vol 4 No.1, Juni 2011, p. 40-51 Ermira Qosja and Ertila Druga, 2015, Entrepreneurial spirit and factors
affecting it: Case study based on the students of the European University of Tirana, International Journal of Social Sciences and Education Research, Volume: 1(3), 2015. P. 680-691
Ermira Qosja dan Ertila Drug, 2015, Entrepreneurial spirit and factors affecting it: Case study based on the students, Of the European University of Tirana, International Journal of Social Sciences and Education Research, Volume: 1(3), pp. 680-691
Fahmi Abidin 2016, Menyusuri Kisah Sukses Bisnis Nabi Muhammad SAW Sejak Kecil, https://www.idxchannel.com/market- news/menyusuri-kisah-sukses-bisnis-nabi-muhammad-saw- sejak-kecil. Diakses 5 Juni 2021
Faiz Amiruddin, 2017. Meneladani Rasulullah Sebagai Entrepreneur Sukses. https://www.ipmafa.ac.id/meneladani-rasulullah- sebagai-entrepreneur-sukses/. Diakses 5 Juni 2021
Fikar W Eda, 2019, Milyader Asal Aceh Utara Ini Punya Perusahaan Hingga ke Australia, Bikin Jenderal TNI Terpukau, link : https://aceh.tribunnews.com/2019/07/27/milyader-asal-aceh- utara-ini-punya-perusahaan-hingga-ke-australia-bikin-jenderal- tni-terpukau. Diakses Maret 2019.
Galih Mairefa Framanta, 2020, Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Kepribadian Anak, JURNAL PENDIDIKAN dan
68 Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
KONSELING Research & Learning in Primary Education Volume (2)1, p. 126-129
Ganefri dkk. 2018. Perangkat Pembelajaran Pedagogi Entrepreneurship Dengan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Produk Di Pendidikan Vokasi, Seminar Nasional Edusaintek, UNIMUS 2018.
Hafasnudin Pembentukan Jiwa Bisnis Orang Pidie, ( BAGIAN PERTAMA DARI DUA TULISAN, disadur dari Serambi Indonesia Rabu, 17 Mei 1995 hlm. 4), diakses tanggal 20 Mei 021.
https://tambeh.wordpress.com/2014/12/16/jiwa-bisnis-orang- pidie/
Harwanto Bimo Pranoto, 2014, Sebab jumlah wirausaha Indonesia sulit bertumbuh, Maredeka.com. dapat diunduh https://www.merdeka.com/uang/4-sebab-jumlah-wirausaha- indonesia-sulit-bertumbuh.html
Husaini Usman - Purnomo Setiady Akbar, 2006. Metodologi Penelitian Sosial, Jakarta: PT Bumi Aksara.
Joko Widodo, 2020, Kewiraswastaan Dalam Perspektif Teoritis, Prog.
Studi Ekonomi FKIP UNEJ, diakses Maret 020
Jokowi, 2018. Jumlah Entrepreneur di Indonesia Jauh di Bawah Negara Maju, Kompas.com, dapat diunduh pada link;
https://nasional.kompas.com/read/2018/04/05/17261391/juml ah- entrepreneur-di-indonesia-jauh-di-bawah-negara-maju-ini- kata-jokowi
Journal Intepreneur, 2021, Pelayanan Prima: Tujuan, Konsep, dan Tipsnya, https://www.jurnal.id/id/blog/pelayanan-prima/, diakses tanggal 24 Mei 021
Kadek Agus Suarmawan, dkk, 2015, Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Usaha Mikro Dan Kecil (Studi Pada Usaha Kerajinan Ingka Di Desa Bulian, Kec. Kubutambahan), Jurnal Jurusan Pendidikan Ekonomi (JJPE) (5)1, p. 1-10
Kemendiknas, 2010, Pengembangan Pendidikan Kewirausahaan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum, Kemendiknas, Jakarta.
Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : 69
Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
Kementrian Pendidikan Nasional, 2010. Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya untuk meningkatkan Daya Saing dan Karakter Bangsa, Badan Penelitian dan Pengembangan PUsat Kurikulum Kemndiknas RI
Khoirul Anam Iis Devi Sakiyati, 2019, Kantin Kejujuran Sebagai Upaya Dalam Pembentukan Karakter, Al-Qalam : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, (13)1, p. 21-32
Komari, 2020, Analisis Perilaku Pedagang Pasar Tradisional Dalam Etika Bisnis Islam, AT-TUJJAR, Vol. 08 No. 01, Maret 2020, p. 15- 26
Kukuh Lukiyanto, Pentingnya Pendidikan Entrepreneurship Sejak Dini, https://binus.ac.id/malang/2017/08/pentingnya-pendidikan- entrepreneurship-sejak-dini/. Binus University
Lelahester Rina, Wiedy Murtini, Mintasih Indriayu, 2019, Entrepreneurship Education: Is it Important for Middle School Students?, Jurnal Dinamika Pendidikan, 14 (1) (2019) 47-59
Lestari Moerdijat, 2019. Tantangan Perekonomian dan Sasaran Ekonomi
Makro 2020-2024.
https://www.slideshare.net/LestariMoerdijat/tantangan- perekonomian-dan-sasaran-ekonomi-makro-20202024
Manish Kumar Gautam, and Sunil Kumar Singh, 2015, Entrepreneurship Education: Concept, Characteristics And Implications For Teacher Education, Shaikshik Parisamvad (An International Journal of Education) Vol. 5, No. 1, 2015, pp - 21-35 Muchlisin Riadi, 2020, Entrepreneurship (Pengertian, Sifat, Manfaat dan
Tahapan), Kajian Pustaka.com,
https://www.kajianpustaka.com/2020/01/entrepreneurship- pengertian-sifat-manfaat-dan-tahapan.html, diakses maret 020.
Muchlisin Riadi, 2020. Entrepreneurship (Pengertian, Sifat, Manfaat dan
Tahapan), dapat diunduh pada link.
https://www.kajianpustaka.com/2020/01/entrepreneurship- pengertian-sifat-manfaat- dan-tahapan.html
Muhammad Idris, 2020."Ingat Petuah Bob Sadino: Bisnis Itu Dilaksanakan, Bukan Didiskusikan!", https://money.kompas.com/read/2020/02/04/105300426/ingat
70 Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
-petuah-bob-sadino--bisnis-itu-dilaksanakan-bukan- didiskusikan-?page=all, diakses 15 Mei 021
Muhammad Taufik, 2012. Monas (5): Merekam jejak keluarga Markam, dapat diakses di https://www.merdeka.com/khas/monas-5- merekam-jejak-keluarga-markam.html, diunduh 3. Juni 2021 Muhammad Yusri Ali dkk, 2017, Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan
Bisnis Pada Perusahaan Mitra Jaya Abadi Performa: Jurnal Manajemen dan Start-Up Bisnis, (2)1, p. 125-131
Mujianto Solichin, Upaya Pengembangan Pendidikan Entrepreneurship Berbasis Pendidikan Karakter pada Kurikulum Madrasah
Nizam, 2020. Kata Sambutan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.
Buku Panduan Mardeka Belajar, Kampus Mardeka, Kemendikbud
Nur Ulwiyah, Integrasi Nilai-nilai Entrepreneurship Dalam Proses Pembelajaran di Kelas Guna Menciptakan Academic
Entrepreneur Berkarakter, Conference Nasional.
https://www.neliti.com/publications/171821/integrasi-nilai- nilai-entrepreneurship-dalam-proses- pembelajaran-di-kelas- guna-m
Patricia dan Christian Silangen 2016, The Effect Of Entrepreneurship Education On Entrepreneurial Intention In Indonesia, DeReMa Jurnal Manajemen, Vol. 11 No. 1, Mei 2016, page 67-86.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 Prakoso, 2016. Indonesia Butuh Lebih Banyak Wirausaha Baru,
BeritaSatu.com, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM.
https://www.beritasatu.com/beritasatu/nasional/365893/indon esia-butuh-lebih-banyak- wirausaha-baru
Putri Rahmi, 2019, Mengembangkan Kecerdasan Sosial Dan Emosinal Anak Usia Dini, Volume VI. Nomor 2. Juli-Desember 2019lume VI. Nomor 2. Juli-Desember 2019, p. 19-44, https://jurnal.ar- raniry.ac.id/index.php/bunayya/article/download/7275/4264 Qanun Aceh Nomor 9 Tahun, 2012, Tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Aceh Tahun 2012-2032, Pemda Aceh
Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : 71
Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
Qanun Nomor 1 tahun 2019 Tentang Rencana Pembangunan Aceh 2017- 2022, Pemda Aceh
Rapita Ulan Sari, Rusdarti dan Rodia Syamwil 2017. Pengembangan Model Pembelajaran Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal di Sekolah Kejuruan Wilayah Kalimantan Barat. Journal of Vocational and Career Education, Uness, JVCE 2 (2) (2017), p. 88- 95
Rosmha Widiyani, 2020, Didoakan Rasulullah, Ini Manfaat Bangun Pagi dan Tak Tidur Usai Subuh, detikNews, Jumat, 03 Jan 2020 04:45 WIB, diunduh 20 Mei 2021
Rudy Haryanto, 2017, Menumbuhkan Semangat Wirausaha Menuju Kemandirian Ekonomi Umat Berbasis Pesantren (Studi Kasus Di PP Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan) Nuansa, Vol. 14 No. 1 Januari – Juni 2017, p. 187-212
Saiful Akmal, 2011, Pidie, “Cina Hitam“ di Aceh, https://repository.ar- raniry.ac.id/id/eprint/11846/1/Pidie%2C%20%27Cina%20Hita m%27%20di%20Aceh.pdf, Serambi Indonesia, 10/4/2011.
Diakses 20 Mei 2021
Siti Hadijah, 2019, Indomaret, Bisnis Mini Market Raksasa di Indonesia, https://www.cermati.com/artikel/indomaret-bisnis-mini-
market-raksasa-di-indonesia, diakses 8 Juni 021
Siti Nur Azizah, 2013, Pengaruh Motivasi Usaha Dan Kemampuan Usaha Dalam Meningkatkan Keberhasilan Usaha Pada Usaha Mikro Pedagang Sate Di Desa Candiwulan Kecamatan Adimulyo Kebumen, Jurnal Fokus Bisnis Vol.12 No.1, Juli 2013, page 1-16 Siti Nur Azizah, Muhfiatun, 2017, Pengembangan Ekonomi Kreatif
Berbasis Kearifan Lokal Pandanus Handicraft dalam Menghadapi Pasar Modern Perspektif Ekonomi Syariah (Study Case di Pandanus Nusa Sambisari Yogyakarta), APLIKASIA: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Volume 17, Nomor 2, 2017 | Page: 63- 78
Sri Wahyuni, 2013, Wamendikbud ajak mahasiswa jadi wirausahawan, bukan PNS, https://www.merdeka.com/uang/wamendikbud- ajak-mahasiswa-jadi-wirausaha-bukan-pns.html, diunduh, 26, Maret 021.
72 Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R & D, Bandung: Alfabeta
Thornberg, Robert & Oguz, Ebru, (2013). Teachers' views on values education: A qualitative study in Sweden and Turkey, 2013, International Journal of Educational Research, (59), 1, 49-56.
http://dx.doi.org/10.1016/j.ijer.2013.03.005 , Copyright: Elsevier Trading Economic, 2020, Daftar Negara-Negara Pengangguran
Terbanyak, https://id.tradingeconomics.com/country- list/unemployment-rate diakses Maret 2020.
Ulfah Fajarini, 2014. Peranan Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Karakter, Sosio Didaktika: Jakarta: Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah (1),2, hlm. 223-230.
Win Konadi & Dandan Irawan, 2012, Tinjauan Konseptual Kewirausahaan Dalam Bisnis Pembentukan Wirausaha Baru Untuk Mengatasi Pengangguran. Jurnal ekonomika (III)5, p. 62-75)
Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : 73
Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
RIWAYAT PENULIS
Rizka, S.E., M.Si., dilahirkan di Banda Aceh Provinsi Aceh tahun 1980. Menyelesaikan kuliah S- 1 di jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Syiah kuala dan pada tahun 2010-2014 melanjutkan studi di Program Pasca sarjana bidang ilmu Akuntansi Universitas Syiah kuala. Kini aktif di Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Serambi Mekkah dengan menjadi dosen mata kuliah Pengantar Akuntansi, Akuntansi lanjutan, Akuntansi biaya dan Akutansi koperasi di program S1 serta mengajar pada mata kuliah Demografi, Koperasi Indonesia dan Pembangunan Pedesaan & Perkotaan. Pernah bekerja sebagai staf pada RTI Internasional development program USAID DBE-1 tahun 2004, dan USAID Prioritas sebagai akuntan hingga tahun 2017. Saat ini aktif sebagai pengurus ADAI DPW Aceh, Pernah menulis buku Akuntansi Keuangan Menengah: Sesuai PSAK dan IFRS yang diterbitkan MADENATERA tahun 2020.
Nurfiani Syamsuddin, S.E., M.Si., Lahir di Banda Aceh, Pendidikan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Jurusan Ekonomi Pembangunan ditahun 2010 melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Ekonomi di Pascasarjana Universitas Syiah Kuala dan Lulus Tahun 2013. Sekarang Aktif sebagai Dosen Tetap di Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh sebagai dosen tersetifikasi.
Beberapa publikasi ilmiah antara lain: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Impor Beras di Indonesia, Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Kinerja Terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Syari'at Islam Banda Aceh, dan Optimalisasi Sistem Informasi Debitur dalam Menekan Pembiayaan Bermasalah di Bank Pembiayaan Rakyat Syariat Aceh.
74 Membangkitkan Semangat Entrepreneurship Sejak Usia Dini : Kiat Sukses dengan Semangat Nilai-Nilai Ke-Acehan
Fahmi Arfan, S.Sos.I., M.Pd., lahir di Aceh pada 5 januari 1983, Pendidikan S1 di Program Studi Manajemen Dakwah Fakutas Dakwah, IAIN AR- Raniry, lulus pada tahun 2008, S2 Pasca Sarjana, Program Studi Aministrasi Pendidikan pada Universitas Syiah Kuala tahun 2015. Kegiatan Pendidikan lainnya mengikuti program belajar (AKTA IV) pada Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Banda Aceh tamat pada tahun 2008, selanjutnya menerima beasiswa program S1-AKTA IV PAI Fakultas Tarbiyah IAIN AR-Raniry Banda Aceh tamat pada tahun 2009. Selama kuliah aktif berorganisasi di Ikatan Siswa Kader Dakwah Aceh (ISKADA) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Saat ini adalah dosen tetap Program Studi Sejarah pada Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Serambi Mekkah.
Dr. Abubakar, M.Si.
Penulis lulus S1 pada Universitas Syiah Kuala tahun 1990, dan melanjutkan studi S2 pada PPs Universitas Gadjah Mada dan selesai tahun 1999.
Program Doktoral ditempuh pada PPs Uin Ar- Raniry Banda Aceh, selesai tahun 2019 dengan kajian riset mengenai kearifan lokal masyarakat Aceh.
Penulis aktif melibatkan diri dalam berbagai penelitian dengan kajian mengenai kearifan lokal Aceh dan pendidikan karakter. Beberapa publikasi yang dihasilkan penulis adalah Internalisasi Nilai-Nilai Spiritual Islami dalam Kegiatan Pendidikan;
Learning Materials in Character Education; Peran Lembaga Adat Keujreun Blang dalam Peningkatan Kesejahteraan Petani Sawah di Kabupaten Bireueun; dan lainnya.
Saat ini penulis adalah dosen LLDIKTI Wil. 13 Aceh diperbantukan pada Universitas Serambi Mekkah Aceh.