1
April 2021
DITERBITKAN BERDASARKAN SURAT KEPUTUSAN SEKRETARIS DAERAH
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Pelindung :
Gubernur Kalimantan Tengah Penasehat :
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Pengarah :
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah
Sekda Prov. Kalteng Penanggung Jawab:
Kepala Biro Adminitrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah
Pemimpin Redaksi:
Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan pada Biro Adminitrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi
Kalimantan Tengah Sekretaris Redaksi:
Kepala Sub Bagian Dokumentasi Pimpinan pada Biro Adminitrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi
Kalimantan Tengah Wakil Sekretaris Redaksi:
Kepala Sub Bagian Komunikasi Pimpinan pada Biro Adminitrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi
Kalimantan Tengah Koordinator Distribusi :
Kepala Sub Bagian Penyiapan Materi Pimpinan pada Biro Adminitrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi
Kalimantan Tengah Redaktur :
Setya Sri Saryanta, Noriko Yunanto Penyedia Bahan :
Rani Diah Anggraini Staf Redaksi : Dewi Yulianti, Dina Meitriana, Winda Paskanova, Renny Patrisia, Nova Anggreni, Sophia Fitra Djangkan.
Fotografer :
Boy Irawan, Efendy, Eka Supriyaningsih, Joko Prabowo.
Layout : Benito Zuares Operator Komputer : Kamala Sri Yadikawati Rasan.
Alamat Redaksi :
Jl. RTA Milono No. 1 Palangka Raya Telp/Fax (0536) 4200241
Ijin Penerbitan Khusus No. 2114/SK/Dirjen PPG/STT/1995
Redaksi menerima naskah tulisan dari Dinas, Badan, Instansi, Biro dan Kantor Unit Satuan Kerja baik berupa Artikel, Feature maupun Foto yang menunjang kemajuan Buletin Isen Mulang dan Redaksi berhak mengedit Naskah yang masuk. Kiriman Naskah Tulisan maupun Foto disampaikan ke Biro Adminidtrasi Pimpinan Setda Prov Kalteng Jl. RTA Milono No.1 Palangka Raya, Telp/Fax (0536) 4200241
DAFTAR ISI ;
Website : http://biroadpim.kalteng.go.id/
Facebook : http://www.facebook.com/SetdaProvKalteng/
Twitter : http://www.twitter.com/setda_kalteng Instragram : @sekretariat.daerah.kalteng
email : [email protected]
DAMPINGI KUNKER MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANJAITAN, GUBERNUR NYATAKAN OPTIMISME KEBERHASILAN FOOD ESTATE________________________3 GUBERNUR SUGIANTO SABRAN LANTIK BAMBANG ARI SETIONO SEBAGAI KEPALA PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALTENG_____________________________________4 WAGUB HABIB ISMAIL HADIRI PUNCAK PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH XXV TAHUN 2021 MELALUI KONFERENSI VIDEO____________________________________5 SEKDA SAMPAIKAN MATERI PADA PELATIHAN KEPEMIMPINAN ADMINISTRATOR____________________7 SEKDA FAHRIZAL FITRI BUKA SECARA RESMI ACARA DIKLAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH__________________________________________________7 PEMPROV KALTENG GELAR PELANTIKAN 41
PEJABAT FUNGSIONAL DAN PENGAMBILAN SUMPAH/
JANJI 42 PNS____________________________________________8 WAGUB DAN JAJARAN PEMPROV KALTENG TERIMA KUNJUNGAN KERJA KOMISI II DPR RI________________9 PEMPROV KALTENG GELAR MUSYAWARAH
PERENCANAAN PEMBANGUNAN, BAHAS PENYUSUNAN RKPD TAHUN 2022___________________________________10 SEKDA PIMPIN RAPAT PENYUSUNAN
PERUBAHANSTANDARD HARGA SATUAN PEMPROV KALTENG ______________________________________________11 GUBERNUR SAMPAIKAN JAWABAN ATAS
PEMANDANGAN UMUM FRAKSI PENDUKUNG DPRD PROVINSI KALTENG _________________________________12 SEKDA SAKSIKAN PENYERAHAN HASIL EVALUASI SAKIP _________________________________________________13 GUBERNUR: TINGKATKAN KOORDINASI, KOMUNIKASI ANTAR INSTANSI, SERTA PERKUAT SINERGITAS PEMERINTAH DAERAH DALAM UPAYA CEGAH DAN BERANTAS KORUPSI DI KALTENG___________________14 PEMPROV KALTENG BERSAMA TP PKK GELAR WEBINAR PERINGATAN HARI KARTINI KE-142________________15 ANTISIPASI LONJAKAN KASUS COVID-19 DI BULAN RAMADHAN DAN MUDIK IDUL FITRI, SEKDA KALTENG HADIRI RAPAT KOORDINASI TERBATAS TINGKAT MENTERI_______________________________________________16 PEMPROV KALTENG GELAR SOSIALISASI SURAT EDARAN GUBERNUR MENGENAI PEMBATASAN PERJALANAN PADA MASA PANDEMI COVID-19___________________________17 WAGUB AMBIL BAGIAN DALAM PENANAMAN POHON DI PANTAI UJUNG PANDARAN BERSAMA OJK DAN LJK KALTENG ______________________________________________18 FOTO-FOTO KEGIATAN PEMPROV. KALTENG_______19
3
April 2021
DADAHUP – BIRO ADPIM. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan ke lokasi Food Estate di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Selasa (06/04/2021).
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan didampingi sejumlah menteri, antara lain Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, serta jajaran pejabat dari kementerian terkait.
Seluruh rombongan tiba di Bandara Tjilik Riwut dari Jakarta sekitar pukul 12.00 WIB serta disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri dan Forkopimda. Usai santap siang di ruang VIP Bandara Tjilik Riwut, rombongan bertolak ke lokasi Food Estate, tepatnya di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.
Tiba sekitar pukul 13.45 WIB di helipad Blok A Desa Dadahup, rombongan disambut oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran beserta Bupati Kapuas Ben Brahim S. Bahat, Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo, Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedy Prasetyo, dan Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Purwo Sudaryanto.
Sejurus kemudian, rombongan singgah ke bengkel Alat Mesin Pertanian (Alsintan) yang letaknya tak jauh dari helipad. Selanjutnya, Menko Marves Luhut Panjaitan dan sejumlah menteri lainnya menuju titik lokasi lahan penanaman dan infrastruktur irigasi di Blok A Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup.
Di lokasi Blok A, Menko Luhut melakukan briefi ng singkat bersama para menteri tentang kemajuan yang telah dicapai oleh masing-masing kementerian terkait, antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, dan Kemendes PDTT, serta tim ahli. Kemudian, rombongan meninjau para petani Dadahup yang tengah menanam padi.
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, dalam sambutan singkatnya menyatakan optimismenya, “Saya yakin dan optimis Food Estate yang dipercayakan pemerintah pusat kepada Kalimantan Tengah optimis berhasil. Hal itu didukung beberapa faktor, antara lain ada tenaga ahli, ada Pokja di Universitas Palangka Raya.
Yang penting, izinkan saya ada komunikasi yang intens antara Kementerian dan Pemda, baik Provinsi maupun Kabupaten. Di mana, kekompakan ada pasti akan ada ending yang bagus nantinya,” ungkap Gubernur.
DAMPINGI KUNKER MENKO MARVES LUHUT
BINSAR PANJAITAN, GUBERNUR NYATAKAN OPTIMISME KEBERHASILAN
FOOD ESTATE
Di samping itu, Gubernur menekankan pentingnya status lahan di daerah Dadahup. “Harus ada kepastian dari Kementerian ATR, dipastikan karena sudah 15 tahun (lahannya) terlantar, harus dikembalikan kepada negara. Kepastian hukum dari pemerintah lebih penting,”
lanjutnya.
Sementara itu, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memberikan arahan singkat, “Presiden perintahkan kami, ini (Food Estate) harus jadi. Peran Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, dan Kemendes PDTT harus bersinergi untuk menuntaskan ini semua,” tegas Luhut.
Selain itu, penting pula, menurut Luhut, kolaborasi tenaga ahli dalam bidang Food Estate dan bioteknologi dengan Universitas Palangka Raya. “Kita membuka diri saling mengoreksi dan membuka diri, sehingga terjadi pencapaian yang baik,” imbuhnya.
Implementasi teknologi informasi dan komunikasi juga merupakan faktor dukung yang mengemuka saat ini dalam sarana produksi dan pasca produksi, selain penggunaaan satelit penginderaan jarak jauh dalam panen.
“Selain itu, kita ingin meningkatkan alat dan mesin pertanian (Alsintan), lebih murah dan lebih mudah pengoperasiannya. Produksi Alsintan dalam negeri wajib digunakan di sini. Pemeliharaannya tadi saya lihat baru jalan, ditingkatkan ke depan,” kata Luhut.
Luhut pun meminta untuk memperkuat program pendampingan, baik pemerintah maupun off taker pada petani. “Universitas Palangka Raya mainkan peran (pendampingan) ini, Gubernur bantu sinergitas ini agar Univesitas Palangka Raya terlibat langsung dalam Food Estate,” ujar Luhut.
“Kita bangsa besar tapi harus satu. Spirit ini kita pegang. Jangan main-main di sini, harus serius, transparan, sekarang zaman digital, tidak ada yang rahasia lagi ke depan,” pungkasnya.
Usai memberi arahan, Menko Luhut beserta para menteri lainnya menyempatkan berdialog dengan beberapa petani di saung pinggir persawahan dan kembali bertolak ke Palangka Raya dengan helikopter untuk kembali ke Jakarta. (dew/sop/eka/dmr).
PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran melantik Bambang Ari Setiono sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalteng, bertempat di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (19/04/2021). Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala BPKP Nomor: KEP-226/K/SU/2021 tanggal 8 April 2021 tentang Pengangkatan dan Pemindahan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas di Lingkungan BPKP.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menyampaikan pergantian Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalteng ini adalah momentum strategis bagi segenap jajaran BPKP karena di samping sebagai pengembangan karir aparatur, juga merupakan salah satu upaya untuk senantiasa meningkatkan kinerja dan memantapkan koordinasi tugas dengan seluruh instansi di wilayah kerja.
Gubernur Sugianto Sabran juga mengutarakan bahwa pergantian pimpinan organisasi birokrasi adalah suatu proses alamiah dan bagian dari dinamika organisasi. “Institusi birokrasi yang terbuka dan dinamis, salah satunya memang berimplikasi pada adanya proses pergantian pimpinan secara periodik dan berkesinambungan,” ungkapnya.
Gubernur juga menyampaikan penghargaan kepada Perwakilan BPKP Provinsi Kalteng yang selama ini telah berperan penting dalam membantu meningkatkan kinerja Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalteng dalam pengelolaan keuangan daerah, antara lain dalam penyusunan APBD, penyusunan laporan keuangan, penataan aset daerah, serta penyajian laporan lainnya, seperti LKPJ dan LPPD.
Demikian pula upaya preventif dan represif, telah dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas laporan keuangan, sebagai wujud tanggung jawab dalam meningkatkan kredibilitas pemerintah melalui pengelolaan keuangan negara atau keuangan daerah secara transparan, akuntabel, dan auditabel.
Gubernur Kalteng juga berharap, di bawah pimpinan yang baru, BPKP Kalteng dapat berperan
GUBERNUR SUGIANTO SABRAN LANTIK BAMBANG ARI SETIONO SEBAGAI KEPALA PERWAKILAN BPKP PROVINSI KALTENG
sebagai “auditor sekaligus partner” Pemerintah Provinsi dalam mengawal penyelenggaraan keuangan negara dan daerah melalui pemantapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
Pemerintah Provinsi Kalteng sendiri, di bawah kepemimpinan Sugianto Sabran-Habib Ismail Bin Yahya, telah berhasil meraih opini WTP empat kali berturut-turut. Gubernur berharap LKPD tahun 2021 tidak turun. Untuk itu, pendampingan dan masukan dari BPKP sangat diperlukan. “Saya juga meminta peran optimal dari BPKP dalam mendorong kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota dalam mengelola keuangan dan administrasinya agar seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota di Kalimantan Tengah dapat meraih opini WTP. Harapan yang sama juga saya sampaikan kepada penyelenggara Pemerintah Daerah di Kalimantan Tengah agar meningkatkan kinerja dan akuntabilitas untuk mencapai prestasi bersama. Namun, yang lebih penting dari itu semua adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” tegas Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.
Pada akhir sambutannya, Gubernur Kalteng berharap kepada mantan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalteng Setia Pria Husada agar bisa bertugas dengan baik di tempat yang baru. Gubernur juga mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan kerjasamanya selama ini. Selanjutnya, untuk Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalteng yang baru Bambang Ari Setiono, Gubernur menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas. “Saya yakin dan percaya bahwa Saudara akan mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan oleh BPKP dengan sebaik-baiknya, sesuai bekal pengalaman yang Saudara miliki selama ini,” tandas Gubernur Sugianto Sabran.
Pelantikan dan Serah Terima Jabatan disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD Kalteng H. Abdul Razak, Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri, Forkopimda Provinsi Kalteng, serta Kepala Badan/
Dinas/Instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng. (may/nov/eka).
5
April 2021
PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya menghadiri Puncak Peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) XXV Tahun 2021 melalui konferensi video dari Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur, Senin (26/4/2021).
Hadir mendampingi Wagub Habib Ismail dalam peringatan bertema “Bangun Semangat Kerja dan Tingkatkan Gotong Royong di Masa Pandemi Covid-19 untuk Masyarakat Sehat, Ekonomi Daerah Bangkit, dan Indonesia Maju” ini, antara lain Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Ida Oetari, Kepala Staf Korem (Kasrem) 102/Pjg Kolonel Czi Wakhyono, Koordinator Bidang Intelijen Kejati Kalteng Ujang Sutisna, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri.
Peringatan Hari OTDA yang dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden (Wapres) RI K.H. Ma’ruf Amin ini, antara lain dihadiri oleh Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) H. Muhammad Tito Karnavian, serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan. Peringatan, antara lain dihadiri oleh sejumlah Pimpinan Lembaga Tinggi Negara dan Kepala Lembaga Non Kementerian, serta Gubernur, Bupati, Wali Kota, dan anggota Forkopimda se- Indonesia atau yang mewakili.
Mengawali sambutannya, Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan apresiasi kepada Kemendagri, para kepala daerah, perangkat daerah, penyelenggara Pilkada, dan masyarakat atas kontribusinya dalam pelaksanaan Pilkada pada tanggal 9 Desember 2020 di 270 daerah, dengan tingkat partisipasi 76,09%, yang secara keseluruhan berjalan aman, lancar, tertib, dan terkendali walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19.
“Keberhasilan tersebut menjadi satu bukti bahwa melalui kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang ketat, maka roda pemerintahan tetap berjalan dan produktif, sehingga Pilkada yang merupakan agenda utama pembangunan demokrasi dan mandat konstitusi tetap dapat dilaksanakan sesuai rencana,”
ucap Wapres dalam sambutan pembukaan Peringatan Hari OTDA tahun ini.
Wapres menilai peringatan Hari OTDA saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melihat kembali dinamika dan tantangan yang dihadapi pemerintahan daerah di masa yang akan datang.
WAGUB HABIB ISMAIL HADIRI PUNCAK PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH XXV
TAHUN 2021 MELALUI KONFERENSI VIDEO
“Pelaksanaan otonomi daerah yang berkualitas membutuhkan kepemimpinan adaptif, pemimpin yang mampu menghadapi berbagai situasi, cepat dan tepat dalam bertindak, berorientasi pada pemecahan masalah, dan selalu menyesuaikan dirinya dengan perubahan dan keadaan baru,” tegas Wapres Ma’ruf Amin.
Lebih lanjut, Wapres menyampaikan beberapa referensi indikator nasional dan internasional yang dapat dicermati untuk melihat kinerja perjalanan otonomi daerah dalam kurun waktu 25 tahun terakhir ini. Pertama, laporan Indeks Demokrasi Dunia yang dirilis The Economist Intelligence Unit (The EIU), dengan 5 indikator, yakni proses Pemilu dan pluralisme, fungsi dan kinerja pemerintah, partisipasi politik, budaya politik, serta kebebasan sipil pada tahun 2019 dan 2020, di mana Indonesia menduduki peringkat ke-64 dunia dengan skor 6,3. Posisi Indonesia di lingkungan Asia Tenggara berada di posisi 4 di bawah Malaysia, Timor Leste, dan Filipina.
Kedua, laporan Human Development Index (HDI) yang dirilis Program Pembangunan PBB, UNDP, dengan 3 indikator, yakni harapan hidup, pendidikan, dan perekonomian, di mana Indonesia pada tahun 2020 berada pada peringkat ke-107 dengan skor 71,8 atau tumbuh sekitar 0,03% dibandingkan dengan capaian tahun 2019. Posisi Indonesia ini masih di bawah Malaysia dan Thailand.
Ketiga, laporan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang dirilis Transparansi Internasional tahun 2020, di mana Indonesia berada pada peringkat ke-102 dengan skor 37, turun dari capaian tahun 2019 yang berada pada peringkat ke-85 dengan skor 40. Posisi Indonesia ini berada di bawah Singapura yang menduduki peringkat ke-3 dengan skor 85, Brunei di peringkat ke-35 dengan skor 60, dan Malaysia di peringkat ke-57 dengan skor 51.
Keempat, laporan Ease of Doing Business Index yang dirilis World Bank, dengan 14 indikator, di mana pada tahun 2020 Indonesia termasuk dalam klasifi kasi “Easy”
atau mudah berusaha namun masih di bawah Malaysia, Singapura, dan Thailand dengan klasifi kasi “Very Easy”.
Mengacu pada keempat rujukan indikator tersebut, maka penyelenggaraan urusan pemerintahan konkuren, khususnya pada sektor-sektor pembangunan ekonomi, dianggap sebagai penentu tingkatan, kuantitas, dan kualitas layanan pemerintahan.
“Semakin tinggi capaian kinerja daerah dalam urusan pemerintahan konkuren, maka akan semakin baik pula kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah
yang selanjutnya akan berkontribusi terhadap capaian peningkatan indeks-indeks pembangunan kesejahteraan masyarakat,” jelas Wapres.
Dengan semangat instrospeksi dan perbaikan ke depan, Wapres pun menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, termasuk pada masa pandemi Covid-19. Pertama, perlunya mengubah paradigma pemerintahan dan pembangunan yang masih berorientasi pada Business as Usual (BaU) atau rutinitas, menjadi berbasis inovasi dan teknologi informasi dengan memanfaatkan modal budaya, SDM Unggul, SDA, teknologi informasi, dan kearifan lokal sesuai karakteristik daerah masing-masing.
Kedua, perlunya sinergi dan koordinasi pemerintahan secara kolaboratif, baik antar daerah, antara pusat dan daerah, antara pemerintah dengan swasta, maupun melalui kapitalisasi modal sosial secara gotong royong yang akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dan sosial masyarakat.
Ketiga, pemetaan masalah kapasitas pemerintahan daerah berbasis data sebagai dasar pembuatan kebijakan. Pandemi Covid-19 menjadi contoh pentingnya ketersediaan, kelengkapan, dan akses data bagi respon cepat pemerintah dan Pemda dalam menghadapi krisis. Proses digitalisasi di seluruh proses layanan pemerintahan dan pembangunan sebagaimana kerangka open government di tingkat daerah semakin relevan. Pendekatan triangulasi kepentingan antara pemerintah dan Pemda serta sektor swasta dan masyarakat perlu diperkuat sebagai bagian dari tahapan dari transformasi kapasitas pemerintahan daerah.
Keempat, penguatan otonomi daerah dilaksanakan melalui mekanisme pembinaan, pengawasan, pemberdayaan, serta sanksi yg jelas dan tegas.
Sinergi antara Binwas (pembinaan dan pengawasan) umum oleh Kemendagri dengan Binwas teknis oleh kementerian sektoral akan memberdayakan daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah.
Demikian pula Binwas daerah kabupaten/kota, memerlukan kewenangan yang jelas dan tegas dari gubernur sebagai wakil pemerintah pusat.
Kelima, perbaikan pola penyelenggaraan pemerintahan daerah ke arah yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan korektif. Hal ini dapat dilakukan secara sinergi antara pemerintah daerah dengan DPRD sebagai mitra sejajar, mewujudkan harmonisasi melalui sinkronisasi perencanaan penganggaran, pelaporan, dan pengendalian urusan pemerintahan konkuren yang berpedoman pada Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat yang tujuannya agar kualitas dan kuantitas layanan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Keenam, pelaksanaan reformasi birokrasi yang menyeluruh. Organisasi perangkat daerah sebagai agen perubahan unsur pelaksana kebijakan perlu di- review agar lebih sederhana, fl eksibel, inovatif, efektif, dan efi sien untuk melaksanakan kewajiban urusan pemerintahan konkuren secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Ketujuh, konsisten dalam implementasi deregulasi kebijakan sehubungan dengan telah terbitnya Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja,
di mana penyesuaian produk hukum terkait di daerah tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang- undangan yang lebih tinggi tingkatannya sesuai dengan hierarki peraturan perundang-undangan serta tidak bertentangan dengan kepentingan umum.
“Saya minta seluruh jajaran Pemda sebagai ujung tombak pemerintahan agar selalu menjadi contoh dan pelopor, baik dalam berinovasi untuk meningkatkan kualitas layanan publik maupun dalam menegakkan protokol kesehatan serta menyukseskan program vaksinasi di seluruh Indonesia,” pungkas Wapres Ma’ruf Amin.
Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa Hari OTDA tahun ini sedianya jatuh pada hari Minggu (25/4/2021) kemarin. Namun, puncak peringatannya dihelat hari ini pada hari kerja, Senin (26/4/2021). Terkait OTDA, Mendagri menekankan bahwa keberagaman yang dibalut dalam bingkai otonomi daerah tentu menjadi modal besar untuk menciptakan Indonesia yang lebih maju dan lebih sejahtera.
Dalam arahannya, Mendagri mengatakan, “Ke depan kami kira otonomi daerah ini perlu terus kita lanjutkan untuk memberikan ruang untuk berinovasi.
Silakan rekan-rekan kepala daerah berkreasi, berinovasi, terutama untuk meningkatkan pendapatan asli daerah agar lebih mampu untuk mandiri. Dan, ini membutuhkan kemampuan khusus, seni, entrepreneurship, kewirausahaan. Semua kepala daerah diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan pemerintahan, tetapi juga memiliki kemampuan kewirausahaan membuat bisnis, berpikir secara bisnis untuk konteks mendapatkan pendapatan yang lebih dibanding belanja untuk daerahnya,” papar Mendagri Tito Karnavian.
Lebih lanjut, Mendagri mengatakan, “Kita juga harus berpikir bagaimana mengurangi efek-efek negatif Pilkada, bagaimana memformat agar biayanya tidak menjadi tinggi, bagaimana mengelola potensi konfl ik agar tidak menjadi konfl ik yang menghancurkan,” urainya.
“Yang terakhir, perlu kita memikirkan design besar, design yg lebih terarah. Apa yg disebut design besar otonomi daerah atau Desartada . Ini yang sedang dikerjakan Ditjen OTDA agar DOB atau daerah otonomi baru, pembangunan daerah-daerah baru tidak latah, tapi betul-betul karena kepentingan yang sangat rasional,”
imbuhnya.
Dikatakan Mendagri, otonomi daerah masih sangat dinamis dan tantangan nyata saat ini, antara lain adalah dalam hal penanganan pandemi Covid-19. “Tantangan otonomi daerah adalah bagaimana kebijakan pusat dan daerah di saat pandemi Covid-19 terdapat harmonisasi dan simultanisasi kebijakan yang paralel antara pusat dan daerah. Oleh karena itu, kebijakan-kebijakan pusat dalam konteks penanganan Covid-19 harus dapat benar-benar dijabarkan dan disamakan oleh daerah sesuai karakter daerah masing-masing,” tutup Mendagri Tito Karnavian.
Puncak Peringatan Hari OTDA XXV Tahun 2021 dirangkai dengan peresmian Sistem Informasi Mutasi Daerah (SIMUDA), sistem Elektronik Peraturan Daerah (E-Perda), dan Sistem Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (SILPPD) yang diprakarsai oleh Ditjen OTDA Kemendagri. (ran/boy).
7
April 2021
PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Sekretaris Daerah Fahrizal Fitri, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) membuka secara resmi Diklat Perencanaan Pembangunan Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng Tahun 2021 secara virtual dari Aula Bajakah 2, Kantor Gubernur, Kota Palangka Raya pada Senin (19/4/2021).
Diklat berbasis E-Learning atau pembelajaran secara online yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ini diikuti oleh
para Pejabat Administrator, Pengawas, dan Pelaksana yang membidangi perencanaan program pada tiap- tiap Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Kalteng.
Diklat akan berlangsung selama 5 hari, tanggal 19-23 April 2021.
Dalam sambutan tertulis yang disampaikan Sekretaris Daerah, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan ini. “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan waktu, tenaga, dan pikirannya, sehingga kegiatan ini dapat diselenggarakan,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa Diklat tersebut sangat tepat dilaksanakan dalam rangka memperbaiki penyusunan dokumen
SEKDA FAHRIZAL FITRI BUKA SECARA RESMI
ACARA DIKLAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
perencanaan (Renstra dan Renja) dan kualitas dokumen perencanaan perangkat daerah yang lebih baik.
“Diklat ini menjadi sangat tepat dilaksanakan karena diharapkan saudara-saudara yang mengikuti Diklat ini dapat mengambil peran dalam penyusunan dokumen perencanaan di perangkat daerah masing-masing serta kualitas dokumen perencanaan perangkat daerah bisa lebih baik lagi,”
ujarnya.
Gubernur berpesan kepada seluruh peserta Diklat agar mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh, sehingga dapat memberikan kontribusi pada pencapaian visi dan misi Pemprov Kalteng untuk mewujudkan Kalteng semakin Berkah.
“Saya berpesan kepada seluruh peserta Diklat untuk mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh- sungguh, sehingga kinerja dalam perencanaan daerah dapat meningkat dengan memberikan kontribusi pada pencapaian visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2021 -2026 untuk mewujudkan Kalteng semakin Berkah,” jelas Gubernur.
Hadir mengikuti acara melalui telekonferensi video, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sri Widanarni. (rik/bow).
PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Fahrizal Fitri hadir untuk menyampaikan materi tentang Manajemen Kinerja pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I dan Angkatan II Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2021, Selasa (06/04/2021) di Aula BPSDM Provinsi Kalteng.
Pada hari ke-12 penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Administrator ini, Sekda Fahrizal Fitri memaparkan bahwa Manajemen kinerja telah dilaksanakan sejak dulu di pemerintahan, namun ada perbedaan dalam pelaksanaannya saat ini, yaitu adanya unsur ukuran kinerja.
“Kalau dahulu ukurannya hanya keuangan saja (penyerapan anggaran), sekarang ukurannya harus jelas. Ukuran kinerja adalah inti dari manajemen kinerja,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskan, Manajemen Kinerja merupakan suatu proses berupa siklus yang meliputi perencanaan kinerja, monitoring, dan penilaian kinerja, serta evaluasi dan pelaporan kinerja.
Adapun tujuan dari perencanaan kinerja adalah
SEKDA SAMPAIKAN MATERI PADA PELATIHAN KEPEMIMPINAN ADMINISTRATOR
untuk memberi kejelasan terhadap target yang ingin dicapai oleh organisasi dan pegawai, dan juga bagaimana mencapainya, mendapat komitmen dari pimpinan dan pegawai untuk mencapai kinerja yang diharapkan, serta mendapat pemahaman yang sama mengenai kinerja yang dinilai setiap akhir periode penilaian kinerja.
Sedangkan monitoring dan penilaian, yaitu berupa monitoring (bimbingan dan kosultasi) serta Nilai Kreativitas dan Nilai Sasaran Kerja Pegawai yang memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya selaras dengan strategi organisasi/Pemerintah Daerah (Pemda), validitas, reliabilitas, dan spesifi kasi. Untuk evaluasi dan pelaporan, secara keseluruhan akan mempengaruhi kinerja Pemda.
“Bagian dari laporan kinerja ini adalah salah satu indikator apakah pejabat yang bersangkutan mampu atau tidak dan termasuk juga dalam mengembangkan inovasi- inovasi selama yang bersangkutan melaksanakan tugas,”
pungkas Sekda Fahrizal Fitri.
Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I dan Angkatan II Tahun 2021 ini diikuti sebanyak 75 orang peserta yang berasal dari Provinsi dan Kabupaten/
Kota se-Kalteng. Penyelenggaraan kegiatan Pelatihan dilaksanakan selama 91 hari kerja, dimulai pada 23 Maret-28 Juni 2021. Tempat penyelenggaraan kegiatan Pelatihan dilaksanakan di lingkungan kampus BPSDM Provinsi Kalteng dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (win/ben).
7
April 2021
PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar acara Pelantikan 41 orang Pejabat Fungsional dan Pengambilan Sumpah/Janji 42 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pelantikan Pejabat Fungsional dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS ini dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Fahrizal Fitri atas nama Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran. Acara ini diselenggarakan di Aula Eka Hapakat, Kompleks Kantor Gubernur Kalteng, Kota Palangka Raya pada Senin (5/4/2021).
Pelantikan Pejabat Fungsional dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS ini merupakan amanat Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan juga Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, Jabatan Fungsional, dan Jabatan Pimpinan Tinggi.
Diadakan di tengah pandemi Covid-19, acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS di lingkungan Pemprov Kalteng ini dilaksanakan secara hybrid meeting, kombinasi luring dan daring. Digelar dengan memperhatikan protokol kesehatan, acara di Aula Eka Hapakat ini dihadiri langsung 6 orang perwakilan peserta, sementara peserta lainnya mengikuti secara daring melalui konferensi video dari
kantor atau instansinya masing-masing.
“Kegiatan Pelantikan Pejabat Fungsional dan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil ini dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan, sehingga di ruangan ini (Aula Eka Hapakat) merupakan simbolis, dan selebihnya hadir di tempat kerja masing-masing,”
terang Asisten Administrasi Umum Lies Fahimah.
Pada kesempatan ini, Sekda Kalteng melantik secara simbolis 3 orang perwakilan Pejabat Fungsional, antara lain Sapto Nugroho (Auditor Ahli Utama di Inspektorat), Michael Ivan (Pranata Komputer Ahli Pertama di BPSDM), dan Jovi Indo Barus (Perancang Peraturan Perundang-undangan di Biro Hukum).
PEMPROV KALTENG GELAR PELANTIKAN 41 PEJABAT FUNGSIONAL DAN PENGAMBILAN SUMPAH/JANJI 42 PNS
Hadir sebagai Saksi Pelantikan tersebut, yaitu Asisten Ekonomi dan Pembangunan Nurul Edy dan Auditor Utama Inspektorat Srimitir. Setelahnya, rangkaian acara dilanjutkan dengan pengambilan Sumpah/Janji PNS secara simbolis kepada 3 orang perwakilan, dengan saksi-saksi, yaitu Kepala Biro Administrasi Pembangunan Istani dan Kepala Biro Hukum Saring.
Dalam sambutannya, Sekda Fahrizal Fitri menegaskan bahwa pelantikan Pejabat Fungsional dan pengambilan Sumpah/Janji PNS ini adalah bagian dari pengembangan karier, pembenahan, dan pemantapan organisasi dalam rangka Reformasi Birokrasi yang menuntut efi siensi dan efektivitas penyelenggaraan pelayanan publik guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
“Pelantikan Pejabat Fungsional dan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil di Instansi Pemerintah merupakan bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta bagian dari pola pembinaan karier pegawai,” tegas Sekda Kalteng Fahrizal Fitri.
Sekda Kalteng pun berharap kepada para pejabat fungsional yang dilantik dan PNS yang diambil sumpah/janji pada hari ini agar dapat melaksanakan tugas-tugasnya selaku Aparatur Sipil Negara secara profesional, inovatif, dan bertanggung jawab, serta penuh dedikasi. “Saya berharap kepada Pejabat Fungsional agar menitikberatkan pelayanan dan pengabdiannya secara profesional, bukan berorientasi dan termotivasi untuk cepat naik pangkat atau mengejar tunjangan semata,” harap Sekda Fahrizal Fitri.
“Demikian juga kepada teman-teman Pegawai Negeri Sipil dari Dinas/Badan dan Biro-Biro yang baru saja saya ambil sumpahnya agar memiliki komitmen yang tinggi terhadap Sumpah/Janjinya karena selain dipertanggungjawabkan di hadapan manusia dan negara, juga dipertanggungjawabkan segala perbuatannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” pungkas Sekda Kalteng. (set/bow).
9
April 2021
WAGUB DAN JAJARAN PEMPROV KALTENG TERIMA KUNJUNGAN KERJA KOMISI II DPR RI
lagi, penerapan e-government lebih terintegrasi, insentif guru honorer ditingkatkan sehingga menciptakan rasa aman dan nyaman dalam mengajar, penyelenggaraan pesta demokrasi ke depan lebih efektif dan efi sien, serta Bawaslu dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dalam memilih pemimpin yang terbaik.
Ditemui usai kegiatan, Ketua Tim Kunjungan Kerja H. Syamsurizal mengapresiasi naiknya tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada akhir tahun lalu. “Ada hal yang menarik di sini bahwa partisipasi dari para pemilih itu meningkat 10% dibandingkan penyelenggaraan Pilkada sebelumnya,” ucap Syamsurizal yang menjelaskan bahwa hal ini menarik karena penyelenggaraan Pilkada dengan kenaikan tingkat partisipasi tersebut terjadi tanpa “kecederaan” sebagaimana sempat dikhawatirkan sebelumnya, seperti tidak terjadi klaster baru Covid-19 dan tahapan demi tahapan Pilkada terselenggara tepat waktu sesuai jadwal yang ditetapkan KPU.
Terkait program P3K yang membuka 1 juta formasi untuk pengangkatan guru honorer, Syamsurizal berharap seleksi pengangkatan dilakukan secara adil dan mempertimbangkan guru-guru honorer dengan masa pengabdian lebih dari 5 tahun.
Sejumlah pendamping dari kementerian turut serta dalam pertemuan di Aula Jayang Tingang hari ini, antara lain Deputi Bidang Kajian dan Inovasi Manajemen Aparatur Sipil Negara LAN RI Agus Sudrajat, Asisten Deputi Wilayah III pada Kemenpan RB Muhammad Averouce, Direktur Politik Dalam Negeri Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Syarmadani, serta Anggota Ombudsman Jemsly Hutabarat.
Tampak hadir pula pendamping dari Sekretariat Negara yakni Analis Kebijakan Madya Djoko Tri Widayanto, pendamping dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Hj. Imas Sukmariah yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Utama, serta pendamping dari Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) RI Rahmat Bagja.
Sementara itu, tampak hadir dari jajaran Pemprov Kalteng, antara lain Sekretaris Daerah Fahrizal Fitri, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Katma F. Dirun, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Nuryakin, Kepala Badan Kesbangpol Agus Pramono, Kepala Dinas Kesehatan Suyuti Syamsul, Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya Yayu Indriaty, dan Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalteng Darliansjah. Dari Kalteng, antara lain hadir pula Ketua KPU Kalteng Harmain Ibrohim dan Ketua Bawaslu Kalteng Satriadi. (ran/sop/dmr).
PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Wakil Gubernur (Wagub) Habib Ismail Bin Yahya beserta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menerima kunjungan kerja Komisi II DPR RI dalam rangka Reses Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2020-2021, bertempat di Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur, Senin (12/4/2021).
Tim kunjungan kerja kali ini dipimpin Wakil Ketua Komisi II H. Syamsurizal, dengan anggota tim Arif Wibowo, H.M. Rifqinizami Karsayuda, Irwan Ardi Hasman, Aminurokhman, H. Mohammad Muraz, H.
Mardani, John Siff y Mirin, dan Hj. Nurhayati.
Adapun agenda pertemuan hari ini, membahas evaluasi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, evaluasi persiapan proses penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dari Guru Honorer di Provinsi Kalimantan Tengah, evaluasi pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, serta evaluasi penanganan Covid-19 di Provinsi Kalteng.
Wagub Habib Ismail berharap kunjungan kerja ini akan semakin mempererat hubungan koordinasi dan kerja sama dalam pembangunan di Kalteng.
“Pelaksanaan pembangunan tentunya memerlukan dukungan semua pihak, termasuk dari jajaran legislatif DPR RI,” ujar Wagub dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut, Wagub juga menyampaikan kepada seluruh rombongan Komisi II DPR RI dan para pejabat pendamping dari Kementerian/
Lembaga bahwa secara umum, penyelenggaraan pemerintahan, Pilkada Serentak, dan penerimaan CPNS di Kalteng terlaksana dengan baik tanpa ada permasalahan yang berarti berkat kerja sama semua pihak meski perlu untuk terus ditingkatkan.
Dikatakan Wagub, Pemprov Kalteng terus berupaya untuk mewujudkan visi misi Kalteng BERKAH (Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah, dan Harmonis) melalui berbagai program terkait pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, UMKM, dan koperasi.
Terkait perkembangan Covid-19 di Kalteng, dikatakan Wagub bahwa saat ini konfi rmasi positif masih cenderung mengalami peningkatan. “Jika dibandingkan dengan Nasional, kasus konfi rmasi Kalimantan Tengah berkontribusi 1,15% terhadap Nasional. Kalimantan Tengah terus melakukan upaya untuk menekan jumlah pasien dengan meningkatkan kualitas pelayanan, salah satunya dengan menginisiasi penyediaan Intensive Care Unit (ICU) pada masing-masing rumah sakit rujukan di Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah. Hal ini disebabkan kasus kematian yang hampir terjadi setiap hari, sehingga perlu lebih kita perhatikan,” jelas Wagub.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga terus berupaya dalam menekan pandemi Covid-19 melalui Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro serta mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 pada tingkat Desa dan Kelurahan, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2021,” imbuh Wagub.
Dalam diskusi, mengemuka bahwa tujuan dari evaluasi ini, antara lain adalah agar ke depannya pelayanan publik dan pelayanan pemerintah lebih baik
PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kalteng Tahun 2021, bertempat di Aula Jayang Tingang, Kompleks Kantor Gubernur, Kota Palangka Raya pada Kamis (8/4/2021). Musrenbang yang digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022 ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri.
Acara Musrenbang Provinsi Kalteng Tahun 2021 ini digelar secara online (virtual) melalui teknologi digital konferensi video maupun offl ine yaitu tatap muka langsung dan terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tampak hadir secara virtual, di antaranya Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI Eko Prasetyanto Purnomo Putro, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI Arifi n Rudiyanto, serta Anggota DPR dan DPD RI Dapil Kalteng.
Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, mewakili Gubernur Sugianto Sabran, membuka secara resmi Musrenbang Tingkat Provinsi yang dilaksanakan satu hari ini, Kamis (8/4/2021). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sugianto Sabran melalui Sekda Kalteng Fahrizal Fitri menyampaikan, “Perlu menjadi perhatian kita bersama, pembangunan Kalimantan Tengah tahun 2022 merupakan tahun peralihan periode RPJMD Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2016-2021 dengan RPJMD tahun 2021-2026. Perencanaan pembangunan tahun 2022 akan menjadi tahun awal dalam menentukan perencanaan pembangunan untuk 5 tahun ke depan.”
Lebih lanjut disebutkan juga bahwa Tema RKPD Tahun 2022 ini adalah “Stabilitas Ekonomi dengan Penguatan SDM yang Berdaya Saing”, dengan prioritas pembangunan tetap pada bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian dalam arti luas yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut sejalan dengan tema yang diusung secara nasional dalam mencapai target 2022, yaitu Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural.
Seperti yang telah diketahui bersama mengenai situasi satu tahun belakangan ini, Gubernur Sugianto Sabran membeberkan bahwa akibat pengaruh Pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Kalteng pada tahun 2020 mengalami minus 1,40%. Namun demikian, diungkapkan Gubernur juga bahwa pertumbuhan
ekonomi Provinsi Kalteng masih lebih baik dibandingkan nasional dengan nilai sebesar minus 2,07%, angka kemiskinan 5,26% lebih baik dari nasional sebesar 10,19%, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2020 sebesar 71,05, dan Gini Ratio 0,320 lebih baik dibandingkan nasional sebesar 0,382.
Selain itu, dalam acara Musrenbang tersebut, Gubernur Sugianto Sabran melalui Sekda Kalteng juga menyampaikan sejumlah usulan Proyek Prioritas Provinsi Kalteng dari hasil rapat kerja Gubernur dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas RI pada Bulan Februari, yaitu (1) Pembangunan Bandara Sebuai;
(2) Perpanjangan Runway Bandara Tjilik Riwut; (3) Penyelesaian Ruas Jalan Missing Link Jalan Lintas Tengah Kalteng Menuju Batas Kalbar; (4) Pemenuhan Standar 2-7-2 Ruas Jalan Nasional Trans Kalimantan;
(5) Pembangunan Pelabuhan Utama di Provinsi Kalteng;
(6) Peningkatan Jalan Akses Menuju Pelabuhan Bahaur;
(7) Pembangunan Jalan Akses Menuju Pelabuhan Segintung di Kabupaten Seruyan; (8) Pengembangan Kawasan Food Estate; (9) Pengembangan Peternakan Sapi di Kabupaten Sukamara; (10) Pembangunan Rumah Sakit Kelas B di Kabupaten Seruyan; dan (11) Penanganan Stunting di seluruh Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Kalteng.
Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Eko Prasetyanto Purnomo Putro, mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, menyampaikan beberapa arahan Rencana Pembangunan Kalteng. Pertama adalah mempertimbangkan keterbatasan pendanaan yang ada dan secara rasional perlu dilakukan reprioritisasi jenis proyek yang akan dibangun, sehingga beban pembangunan tidak terlalu besar di masa mendatang.
Kedua adalah melakukan refocusing pembangunan infrastruktur selama pandemi.
Ketiga adalah dengan asumsi pandemi telah dapat dikendalikan di tahun 2022, maka pembangunan infrastruktur diarahkan untuk mendukung sektor-sektor ekonomi yang memiliki backward-forward linkage yang luas, sekaligus merupakan perwujudan pelaksanaan urusan pemerintahan pilihan, seperti pariwisata dan ekonomi kreatif, industri (UMKM), perdagangan, serta kelautan dan perikanan. Keempat adalah pembangunan infrastruktur berbasis teknologi dan informasi menjadi krusial, sehingga masyarakat tetap produktif dalam bekerja, memperoleh layanan publik, dan tetap terintegrasi dalam aktivitas ekonomi berbasis digital.
Kelima adalah pelaksanaan belanja modal, barang, dan jasa dalam pembangunan infrastruktur diutamakan memiliki kandungan lokal paling optimal.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, melalui Deputi Arifi n Rudiyanto, menyampaikan bahwa Bappenas memproyeksikan Indonesia mampu keluar dari Middle Income Trap pada tahun 2030. Namun, disebutkannya bahwa Pandemi Covid-19 pada tahun belakangan ini berimplikasi pada kesehatan masyarakat dan juga berdampak luas terhadap kinerja pembangunan, baik di daerah maupun nasional, sehingga diperlukan
PEMPROV KALTENG GELAR MUSYAWARAH PERENCANAAN
PEMBANGUNAN, BAHAS PENYUSUNAN RKPD TAHUN 2022
11
April 2021
penyesuaian dalam rancangan pembangunan, termasuk penyesuaian dalam ekonomi makro.
“Tahun 2022 ini adalah tahun yang krusial bagi Negara Indonesia dapat terbebas dari tekanan Covid-19.
Sejalan dengan proses percepatan vaksinasi masyarakat, strategi pemulihan ekonomi harus segera kita jalani. Ini menjadi hal yang sangat penting karena kita harus siap sedia dan jangan sampai lengah dan terpuruk di tahun ini,” tegas Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, melalui Deputi Arifi n Rudiyanto.
Menteri PPN menyebutkan bahwa tantangan Indonesia yang dihadapi adalah pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19 dan juga kembali ke jalur pertumbuhan yang telah dicita-citakan sebelumnya.
“Tanpa adanya perubahan signifi kan dalam struktur perekonomian, Indonesia akan sulit untuk bisa keluar dari Middle Income Trap sebelum tahun 2045,” ungkap Menteri PPN melalui Deputi Arifi n Rudiyanto.
Acara Musrenbang Provinsi Kalteng yang berlangsung dari pagi hingga siang hari tersebut juga dirangkai dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh Kepala Bappedalitbang Yuren S. Bahat. Pada sesi diskusi, beberapa anggota Dewan Perwakilan di Pusat turut menyampaikan beberapa masukan atau usulan, di antaranya adalah Anggota DPD RI Dapil Kalteng Agustin Teras Narang, Anggota DPR RI Ary Egahni Bahat dan
Willy M. Yoseph, serta para Kepala Pimpinan Daerah Kabupaten/Kota.
Sementara itu, Gubernur Sugianto Sabran juga menyampaikan bahwa dibutuhkan sinergisitas dari Pemerintah Pusat sampai Daerah agar dapat bangkit dari dampak pandemi Covid-19 dan demi mencapai pemulihan ekonomi daerah maupun nasional.
“Menghadapi kondisi sulit akibat pandemi Covid-19 saat ini, diperlukan kerjasama dan sinergisitas yang kuat dalam menjalankan kebijakan, mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Kota, hingga Pemerintah Desa. Saya yakin, dengan sinergi dan kekompakan kita bersama, Insya Allah, segala dampak pandemi Covid-19 akan dapat diatasi dan perekonomian juga dapat kembali pulih,”
pungkas Gubernur Sugianto Sabran.
Turut hadir langsung di Aula Jayang Tingang mendampingi Sekda Kalteng, yaitu Inspektur Provinsi Kalteng Sapto Nugroho dan beberapa Kepala Perangkat Daerah Provinsi Kalteng. Acara Musrenbang ini juga diikuti secara virtual dari tempat masing-masing, di antaranya oleh DPRD Provinsi Kalteng, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalteng, para Bupati/Wali Kota se-Kalteng, serta beberapa Kepala Perangkat Daerah/Instansi Vertikal terkait. (renn/dew/boy).
PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Sekretaris Daerah (Sekda) Fahrizal Fitri memimpin rapat mengenai Penyusunan Perubahan Standard Harga Satuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun Anggaran (TA) 2021 di Aula Eka Hapakat, Rabu (14/04/2021). Dalam kesempatan tersebut Sekda Fahrizal Fitri didampingi oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Nuryakin serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Yuren S. Bahat.
Rapat digelar sebagai respon terhadap penerapan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD), yakni sistem informasi yang membantu penyediaan data dan informasi pembangunan daerah, mulai dari penyusunan perencanaan, pengendalian, hingga evaluasi pembangunan daerah secara elektronik. SIPD memiliki kekhususan tersendiri jika dibandingkan sistem terdahulu, yakni Sistem Manajemen Daerah (SIMDA). Seperti yang dituturkan Kepala BKAD Nuryakin dalam pengantarnya,
“SIPD ini lebih detil, rinci, rigid. Tidak bisa lagi dalam perencanaan, kita menuliskan paket sebagai satuan, harus lebih detail,” ujarnya.
Tanpa acuan yang jelas, maka sebuah kegiatan tidak dianjurkan untuk diusulkan karena dapat berpotensi menjadi temuan. Selain itu, SIPD ini kendalinya ada di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), bukan lagi di masing-masing satuan kerja ataupun BKAD.
Standar harga merupakan komponen sangat penting dalam merinci sebuah perencanaan kegiatan atau program ke dalam SIPD. Untuk itu, diperlukan sebuah
SEKDA PIMPIN RAPAT PENYUSUNAN PERUBAHAN STANDARD HARGA SATUAN PEMPROV KALTENG
standar harga sebagai acuan bersama yang dapat dipergunakan oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam perencanaannya. Melalui rapat ini, Nuryakin mengharapkan Sekda Fahrizal Fitri memberikan arahan, sehingga seluruh SKPD mampu menaati amanah dari Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
Sementara itu, Sekda Fahrizal Fitri mengatakan bahwa pertemuan kali ini sangat penting. “Saya melihat dalam penyusunan penganggaran, standar satuan harga itu masih menggunakan paket. Kalau paket itu tidak bisa dijadikan dasar karena standar harga harus menggunakan standar bersama. Dengan SIPD ini, standarnya cuma satu,” katanya seraya menambahkan bahwa standar ini akan ditetapkan melalui Keputusan Kepala Daerah/Gubernur.
Lebih lanjut, Sekda mengimbau masing-masing SKPD agar dalam perencanaan, selalu berkoordinasi dan berkonsultasi dengan SKPD terkait lainnya yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu, misalnya penetapan standar harga dalam bidang konstruksi, maka hal tersebut menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menentukan rincian satuan standar harga yang nantinya dapat diaplikasikan oleh SKPD lain dengan butir kegiatan konstruksi.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, para Kepala SKPD atau yang mewakili serta petugas teknis perencanaan dari masing-masing SKPD di lingkup Pemerintah Provinsi Kalteng. (dew/ben).
11
April 2021
PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menghadiri Rapat Paripurna (Rapur) Ke-9 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2021, Senin (12/04/2021), bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalteng.
Dalam Rapur yang dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Wiyatno ini, Gubernur Sugianto Sabran menyampaikan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi pendukung DPRD Provinsi Kalteng terhadap 2 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Kalteng, yakni tentang Cagar Budaya dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Selain itu, pada agenda Rapur juga diumumkan Usul Pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng Masa Jabatan Tahun 2016- 2021 serta Usul Pengesahan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng Masa Jabatan Tahun 2021- 2024.
Disampaikan Gubernur bahwa substansi pengaturan dalam Pasal demi Pasal Raperda Pengelolaan DAS diyakini akan sangat memberi manfaat dalam hal pencegahan maupun perbaikan komponen yang ada di dalam sebuah DAS. Perda ini nantinya diharapkan dapat menjadi payung hukum, sebagai kebijakan- kebijakan tindak lanjut dalam hal pengelolaan DAS yang berkelanjutan. Tentunya, Perda ini nanti memerlukan tindak lanjut berupa kebijakan-kebijakan teknis yang perlu diambil oleh semua pemangku kepentingan.
“Pengelolaan DAS ini hanya bisa dilaksanakan secara koordinatif dengan melibatkan berbagai pihak, lintas sektor, dan lintas Pemerintah Daerah dalam satu Provinsi. Inilah yang menjadi salah satu substansi penting pengaturannya dalam Perda Pengelolaan
GUBERNUR SAMPAIKAN JAWABAN ATAS PEMANDANGAN UMUM FRAKSI PENDUKUNG DPRD PROVINSI KALTENG
DAS ini. Seluruh pihak dapat berbagi peran sesuai kewenangannya dalam pengelolaan semua DAS yang ada di Kalimantan Tengah ini,” beber Gubernur Kalteng.
Selain itu, terkait Raperda tentang Cagar Budaya, Gubernur Sugianto Sabran mengatakan bahwa Pemerintah Daerah tidak ragu-ragu mengambil langkah-langkah dan strategi untuk pelestarian Cagar Budaya di Kalteng, baik yang sudah maupun yang akan dilaksanakan, yaitu berupa penyelamatan, pengamanan, zonasi, pemeliharaan, dan pemugaran atau renovasi.
Dengan adanya pelestarian Cagar Budaya, Gubernur berharap akan semakin banyak tujuan wisata yang dapat ditawarkan. Hal ini tentunya akan berimplikasi terhadap kesejahteraan masyarakat, melalui perdagangan barang sampai dengan jasa yang diberikan dalam rangka pelayanan para wisatawan.
“Untuk itu, apabila nanti ditetapkan menjadi Perda, kami yakin Raperda ini akan sangat berguna bagi masyarakat Kalimantan Tengah, baik dari sisi Pelestarian Budaya maupun sisi peningkatan perekonomian masyarakat,” pungkas Gubernur Sugianto Sabran.
Turut hadir pula dalam Rapur ini para Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalteng, yaitu Abdul Razak, Jimmy Carter, dan Faridawaty Darland Atjeh, beserta para anggota DPRD Provinsi Kalteng. Selain itu, tampak hadir juga, di antaranya unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten Perekonomian dan Pembangunan Nurul Edy, Asisten Administrasi Umum Lies Fahimah, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah/Instansi Vertikal. (win/boy).
13
April 2021
PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Fahrizal Fitri, didampingi Asisten Bidang Administrasi Umum Lies Fahimah, turut serta menghadiri acara penyerahan hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja dan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Instansi Pemerintah. Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) ini diikuti secara daring di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (22/04/2021).
Acara ini merupakan akhir dari rangkaian kegiatan evaluasi akuntabilitas kinerja dan reformasi birokrasi tahun 2020. Setiap tahunnya Kemenpan-RB melaksanakan evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Reformasi Birokrasi (RB) terhadap 84 Kementerian/Lembaga, 34 Pemerintah Provinsi, dan 508 Pemerintah Kabupaten/Kota. “Tujuan evaluasi untuk menilai dan membina instansi pemerintah dalam meningkatkan kualitas implementasi manajemen kinerja dan reformasi biroraksi. Tidak hanya menilai kemajuannya, namun juga memberikan pembinaan teknis untuk semakin meningkatkan kualitas implementasinya,”
ungkap Plt. Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Agus Puji Hatara dalam laporannya.
Visi untuk menciptakan Indonesia yang maju dan sejajar dengan negara maju di dunia memerlukan kesiapan yang matang dari birokrasi, salah satunya yang perlu dipastikan adalah terwujudnya birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang mampu memberikan layanan publik secara prima bagi masyarakat, mampu berdampak positif pada capaian pembangunan daerah dan nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia di kancah Internasional.
Keterbatasan sumber daya dan anggaran menuntut setiap instansi untuk mengelola anggaran dan sumber daya secara efektif, efi sien, dan berorientasi pada hasil.
“Birokrasi yang berorientasi pada hasil, harus mampu menjamin programnya memiliki manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Agus.
Pada tahun 2025, reformasi birokrasi diharapkan telah menghasilkan tata kelola yang semakin berkualitas, sehingga berdampak pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Kami mengharapkan
SEKDA SAKSIKAN PENYERAHAN HASIL EVALUASI SAKIP
komitmen yang semakin kuat pada pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan reformasi birokrasi pada berbagai area perubahan, termasuk akuntabiltas kinerja, sehingga terbangun budaya birokrasi yang berkinerja tinggi, berintegritas tinggi, dan melayani masyarakat dengan baik,”
pungkasnya.
Evaluasi berpedoman pada Permenpan-RB Nomor 26 Tahun 2020 tentang Pedoman Evaluasi Pelaksanaan RB dan Permenpan Nomor 12 Tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Hasil evaluasi SAKIP dikelompokkan dalam kategori peringkat, yakni 7 predikat: AA (sangkat memuaskan/
istimewa), A (memuaskan), BB (sangat baik), B (baik), CC (cukup baik), C (kurang), dan D (masih sangat kurang). Kategori ini menggambarkan kemampuan instansi pemerintah dalam mewujudkan birokrasi yang berorientasi pada hasil, mengelola perbaikan terhadap 8 area perubahan, di level instansi maupun unit kerja di bawahnya, meningkatkan kualitas implementasi kebijakan, mewujukan perubahan nyata dan berdampak pada tata kelola pemerintahan, serta mampu menjawab tantangan dan isu strategis.
Sementara itu, Menteri Tjahjo Kumolo yang turut hadir secara langsung dalam acara tersebut, dalam sambutan menyatakan bahwa reformasi birokrasi dilakukan sebagai upaya untuk membuat birokrasi lebih adaptif dan lebih cepat dalam proses pelayanan dan pengambilan keputusan. “Kuncinya, percepatan memberikan pelayanan pada masyarakat,” tegasnya.
“Selamat dan mohon Kementerian/Lembaga/
Instansi daerah mempertahankan dan meningkatkan (prestasi) ini, pasti ada konsekuensi “imbalan” dari prestasi untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat daerah yang dilayani,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan Provinsi Kalteng, yakni Kabupaten Kapuas, dengan predikat B menerima penghargaan secara langsung bersama perwakilan dari 33 Provinsi lainnya. Turut hadir menyaksikan secara daring acara tersebut, Sekda se- Indonesia dan seluruh jajaran Kemenpan-RB. (dew/
boy/ben).
GUBERNUR: TINGKATKAN KOORDINASI, KOMUNIKASI ANTAR INSTANSI, SERTA PERKUAT SINERGITAS PEMERINTAH DAERAH
DALAM UPAYA CEGAH DAN BERANTAS KORUPSI DI KALTENG
bersertipikat dan 12.150 belum bersertipikat.
Sedangkan data aset tanah Pemda, baik provinsi maupun kabupaten, yang masih berada di kawasan hutan ada sebanyak 950 lahan dengan luas 7.440.129 m². Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menyatakan,
“Menjadi perhatian khusus bagi kami di lingkup Pemerintah Provinsi Kalteng untuk menata dengan lebih baik lagi dalam melakukan manajemen dan pendayagunaan terhadap aset daerah. Saya harapkan dalam kesempatan yang baik ini agar KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) bersama BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dapat terus melakukan pendampingan kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota dalam rangka Manajemen Aset Daerah,” terang Gubenur.
Pemerintah Provinsi Kalteng bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalteng memiliki komitmen kuat dalam upaya memberantas korupsi, sebagai salah satu langkah untuk membawa masyarakat Kalteng menuju kondisi yang lebih baik.
Dalam rangka meningkatkan kinerja, khususnya capaian 8 area intervensi, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran meminta perhatian dari seluruh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota terhadap beberapa hal, yakni agar seluruh stakeholders terkait, baik di provinsi maupun di kabupaten/kota, berperan aktif sesuai dengan kapasitas masing-masing dalam mendukung dan menjalankan program pencegahan dan pemberantasan korupsi di wilayah masing-masing. Selanjutnya, agar seluruh entitas yang memiliki tanggung jawab dan peran dalam pencapaian 8 area intervensi segera melakukan akselerasi kinerja untuk mengoptimalkan capaian kinerja sesuai dengan indikator yang ditetapkan, di samping meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar instansi untuk memperkuat sinergitas Pemda dalam mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi di Kalteng.
Pada acara ini dilakukan penyerahan sertifi kat tanah dari Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) Daerah kepada Bupati Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Barito Selatan, serta dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Gubernur Kalteng beserta Walikota Palangka Raya dan Bupati 13 Kabupaten yang turut disaksikan oleh direktur KPK wilayah III Koordinasi dan Supervisi Bahtiar Ujang Purnama.
Tampak hadir pada acara tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Ketua DPRD Provinsi Kalteng, Walikota Palangka Raya, Bupati atau yang mewakili se- Kalteng, serta Inspektur Provinsi Kalteng. (din/eka).
PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran membuka secara resmi Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi pada Pemerintah Daerah (Pemda) Se- Kalimantan Tengah bertempat di Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur, Senin (05/04/2021).
Dalam sambutannya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengungkapkan, “Kondisi pencegahan korupsi terintegrasi di wilayah Kalteng, rata-rata capaian Monitoring Centre for Prevention (MCP) Tahun 2020 sebesar 82,78%, turun sekitar 8,22% apabila dibandingkan capaian tahun 2019 yang sebesar 91%. Sementara itu, capaian MCP tahun 2020 untuk tingkat Pemerintah Daerah se-Kalteng adalah sebesar 64% atau turun 5% apabila dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai 69%. Penurunan capaian MCP pada tahun 2020 ini disebabkan oleh beberapa kendala, antara lain terjadinya keterlambatan penyerahan RAPBD, masih minimnya SDM PPBJ, masih belum lengkapnya Peraturan Daerah di beberapa sektor terkait 8 area intervensi, pemungutan pajak yang masih belum optimal, pengelolaan dan sertifi kasi aset yang belum maksimal, pengelolaan dana desa yang masih perlu mendapat perhatian, serta belum optimalnya presentasi yang diraih oleh beberapa kabupaten.”
Ditambahkan pula, untuk tingkat kepatuhan pelaporan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) Tahun 2020 untuk Pemerintah Provinsi Kalteng adalah 100%, dengan jumlah wajib lapor sebanyak 485 Orang. Sedangkan Tingkat Kepatuhan Pemda se-Kalteng, adalah 91,12% per 29 Maret 2021.
“Saya harapkan angka ini dapat terus ditingkatkan,”
ungkap Gubernur Sugianto Sabran.
Selanjutnya pelaporan gratifi kasi di wilayah Provinsi Kalteng pada tahun 2020 ada sebanyak 6 pelaporan, yaitu berasal dari di Pemerintah Kabupaten Gunung Mas. Kalteng saat ini menjadi salah satu piloting pelaksanaan Kebijakan Satu Peta dan untuk tahun 2021 akan difokuskan pada percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di seluruh kabupaten/kota, percepatan penetapan kawasan hutan, dan pelaksanaan rekomendasi penyelesaian tumpang tindih. Capaian realisasi penerimaan Anggaran Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi Kalteng Tahun Anggaran 2021 sampai tanggal 11 Maret 2021 adalah sebesar Rp 536.520.636.401 atau 11,29% dari target sebesar Rp 4,7 triliun.
Berdasarkan data manajemen aset daerah hingga saat ini, terdata jumlah aset tanah di Pemerintah Provinsi Kalteng dan Pemerintah Kabupaten/Kota se- Kalteng berjumlah 17.436, dengan kondisi 5.286 sudah
15
April 2021
PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menggelar kegiatan Webinar dalam rangka Peringatan Hari Kartini Ke-142 Tingkat Provinsi Kalteng Tahun 2021, bertempat di Aula Jayang Tingang (AJT), Kompleks Kantor Gubernur, Palangka Raya pada Kamis (29/4/2021).
Sekretaris Daerah (Sekda) Fahrizal Fitri, mewakili Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran, menghadiri acara Webinar tersebut. Tampak pula hadir, Ketua TP PKK Provinsi Kalteng Ivo Sugianto Sabran, Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Ida Oetari Poernamasasi, dan Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA RI Prof. Vennetia Ryckerens Danes selaku narasumber, serta Ketua Ikatan Keluarga Istri Anggota Dewan (IKIAWAN) DPRD Provinsi Kalteng Siti Saniah Wiyatno.
Dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Sekda Fahrizal Fitri, Gubernur Sugianto Sabran mengapresiasi peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Diharapkan, peringatan Hari Kartini dapat dijadikan momentum mengingatkan seluruh pihak untuk mengedepankan dan menjamin keberlangsungan upaya kesetaraan gender dalam semua aspek kehidupan bangsa ini. “Perjalanan panjang bangsa kita tidak terlepas dari peran perempuan dalam pembangunan,”
tutur Gubernur Kalteng melalui Sekda Fahrizal Fitri.
“Saya meyakini bahwa upaya kesetaraan dan pemberian kesempatan yang sejajar bagi perempuan seperti yang telah diperjuangkan oleh Ibu Kita Kartini dan para pahlawan perempuan lainnya, sangat relevan bagi perjuangan pembangunan di Kalimantan Tengah,”
imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalteng melalui Sekda Fahrizal Fitri juga mengajak seluruh masyarakat, tanpa memandang gender, untuk bahu- membahu memajukan pembangunan
Kalteng. “Mari kita Bersama- sama, laki-laki dan perempuan di Kalimantan Tengah, menggerakkan pembangunan di provinsi yang kita cintai ini agar terwujud Kalimantan Tengah yang semakin BERKAH,”
ungkapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kalteng Ivo Sugianto Sabran pada kesempatan itu menegaskan bahwa kaum perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah dan juga nasional.
“Perempuan Indonesia adalah sumber daya potensial yang apabila diberi kesempatan akan maju dan meningkatkan kualitasnya secara
PEMPROV KALTENG BERSAMA TP PKK GELAR WEBINAR PERINGATAN HARI KARTINI KE-142
mandiri dan menjadi penggerak dalam pembangunan bangsa,” tegas Ivo Sugianto Sabran.
Oleh karena itu, Ketua TP PKK Kalteng mengajak kaum perempuan agar terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri untuk dapat memberikan kontribusi atau sumbangsih terbaik bagi kemajuan Kalteng, seperti menjadi guru bagi anak-anaknya, menjaga ketahanan keluarga, ikut menggerakkan perekonomian di era digital, hingga turut mendukung penanganan pandemi Covid-19.
“Dalam momentum peringatan Hari Kartini yang ke-142 tahun 2021 ini, saya mengajak seluruh kaum perempuan di Kalimantan Tengah ini untuk jangan berhenti belajar, senantiasa menambah wawasan, dan bersama-sama untuk peduli terhadap permasalahan- permasalahan di Kalimantan Tengah,” harap Ivo.
Ivo pun berharap seluruh perempuan di Kalimantan Tengah dapat bersatu-padu dan saling mendukung satu sama lain demi kemajuan kaum perempuan dan juga sekaligus membantu pemerintah menyukseskan program-program pembangunan. “Mari kita bangkit bersama-sama dan bahu-membahu berperan serta dalam pembangunan,” pungkas Ketua TP PKK Kalteng Ivo Sugianto Sabran.
Webinar ini dilaksanakan secara hybrid, kombinasi luring/offl ine dan daring/online. Hadir langsung di AJT dalam jumlah terbatas dan terlebih dahulu menjalani swab antigen, antara lain Ketua Bhayangkari Polda Kalteng, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Korem 102/Pjg, Ketua Dharma Wanita, Kepala Perangkat Daerah terkait, dan para pengurus TP PKK Provinsi Kalteng. Sementara itu, diundang mengikuti webinar secara online melalui konferensi video, di antaranya Bupati/Wali Kota, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota, serta pengurus Organisasi Perempuan Provinsi/Kabupaten/
Kota se-Kalteng. (set/eka)