• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

30

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang menjelaskan, menggambarkan, menceritakan data secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang dikaji berdasarkan data yang diperoleh. Sama seperti halnya kualitatif adalah metode yang salih dalam penelitian, Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menghasilkan kesimpulan berupa data yang rinci bukan data yang berupa angka sehingga rumusan masalah akan di teliti secara menyeluruh, luas dan mendalam.

Menurut Sugiyono (2016) Penelitian Kualitatif yakni sebuah metode penelitian yang digunakan pada kondisi obyek yang alamiah, (menjadi lawannya ialah eksperimen) yaitu peneliti sebagai intrumen kunci, teknik, pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari generalisasi.

Menurut Creswell (2009), secara universal penelitian kualitatif bersifat eksploratorif yakni menggali lebih dalam lagi dalam mencari data. Sehingga memiliki artian belum tersedia banyak mengenai laporan penelitian perihal tema tentang populasi yang akan diteliti, sehingga dalam penelitian yang sedang dalam rencana peneliti memiliki maksud mendengarkan ungkapan atau penuturan para

(2)

31

narasumber untuk selanjutnya akan ditulis atau dilaporkan sesuai dengan pemahaman dan penafsiran yang sudah di peroleh.

3.2 Lokasi Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Jawa Timur Park 3 yakni salah satu objek pariwisata yang termasuk dalam Jawa Timur Park Group ini terletak di Jl.

Ir.Soekarno No.144, Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Jatim Park 3 mengusung taman wisata yang berkonsep Mall. Jadi jika hanya ingin menikmati fasilitas Mall seperti Rest Room, Indomart, Foodcourt atau Tempat oleh-oleh. Pengunjung tidak dikenakan biaya karena konsepnya yang sangat merakyat agar semua golongan masyarakat dapat menikmati mall wisata ini namun jika ingin ke tempat wahana permainan seperti Dino Park, The Legend Star Park, Milenial Glow Garden, dan wahana lain. Maka pengunjung akan dikenakan biaya masuk.

Lokasi Jawa Timur Park 3 sangat strategis karena mudah diakses oleh kendaraan baik Bus, Mobil dan Motor. Wisatawan akan dimanjakan oleh wahana- wahana yang tidak mengesampingkan edukasi seperti di Dino Park yang memberikan edukasi mengenai hewan-hewan purbakala, The Legend Stars Park yang memberikan edukasi mengenai patung lilin edukasi tokoh-tokoh besar seperti Bapak Presiden Jokowi, Pak Habibie dan Bu Ainun, Valentino Rosie dan lain-lain.

Selain itu terdapat miniatur negara seperti Jepang, Belanda, Korea. Museum Musik Dunia yang memberikan edukasi mengenai musik tradisional hingga modern yang tentunya akan didampingi oleh Tour Guide yang berkompeten dan masih banyak

(3)

32

wahana lain lagi. Jawa Timur Park 3 sering mengadakan fresh event guna menarik perhatian wisatawan baik lokal atau interlokal agar mendatangi wisata ini.

Pada Jawa Timur Park 3 Pengunjung Disabilitas bisa memilih wahana apa yang sesuai dengan aksesibilitas mereka yang tentunya memiliki konsep yang berbeda dengan Jawa Timur Park Group lainnya, Selain itu para tour guide dan GRO (Guest Relation Officer) akan membantu dalam memberikan informasi yang lengkap kepada pengunjung. Jika datang secara berkelompok sejumlah 30 pax maka akan mendapatkan diskon 30% dari Jawa Timur Park 3 dan mendapat 1 (satu) tiket gratis yang berlaku kelipatan dan Jawa Timur Park 3 menyediakan persewaan kursi roda yang gratis hanya dengan syarat menyerahkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) selama menyewa dan tidak ada pembatasan jam. Pengunjung Disabilitas tidak perlu khawatir akan ketersediaan toilet disabilitas karena setiap wahana yang luas di dalamnya terdapat toilet khusus disabilitas. Tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan yang dihimbau oleh pemerintah karena wisata ini tergolong baru banyak wisatawan yang ingin mengunjungi Jawa Timur Park 3 tetapi tidak banyak yang mengetahui fasilitas apa saja yang mereka dapat terutama bagi yang memiliki keluarga dengan penyandang disabilitas. Adapun pertimbangan peneliti menetapkan lokasi tersebut yakni:

a. Jawa Timur Park 3 memiliki konsep yang berbeda dengan Jawa Timur Park Group lainnya, karena pengunjung bisa memilih wahana yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya serta tour guide setempat semaksimal mungkin memberikan informasi terkait wahana permainan yang di operasikan.

(4)

33

b. Dengan luas 16 Hektar Jawa Timur Park 3 masih menjadi favorit keluarga untuk berlibur karena hasil observasi peneliti mendapatkan informasi ketika highseason wisata ini dapat menampung hingga 6000 pax dalam sehari Tentunya terdapat anggota keluarga yang menyandang disabilitas.

c. Ketersediaan Fasilitas dan Aksesibilitas untuk Disabilitas tersedia di berbagai tempat baik diluar ataupun didalam wahana Jawa Timur Park 3 bagi masyarakat. Karena beberapa orang beranggapan jika ingin masuk Jawa Timur Park 3 harus membayar tiket masuk namun berdasarkan fakta dilapangan tidak harus membayar terlebih dahulu karena terdapat banyak stand umkn/retail toko yang dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat tanpa membayar tiket masuk hanya dengan menerapkan protocol kesehatan yakni memakai masker, cuci tangan dan scan Peduli Lindungi.

3.3 Subyek Penelitian

Menurut Sugiyono (2016) Subyek penelitian ialah orang yang paham dalam bidangnya atau orang yang mengetahui tentang sesuatu fakta atau data yang akurat.

Sasaran penelitian ini ialah orang yang dapat di wawancarai dan pendapatnya sesuai fakta dilapangan. Sehingga obyek penelitian ini ialah sumber informasi yang akan di wawancarai untuk menjawab rumusan masalah.

Subyek dalam penelitian adalah pengelola pariwisata, adapun tehnik penentuan subyek peneliti lakukan dengan purporsive, yaitu tehnik menentukan subyek dengan cara menentukan kriterianya terlebih dahulu. Kriteria subyek dalam penelitian ini adalah guna mengetahui stategi penyedia jasa pariwisata dalam

(5)

34

memenuhi hak disabilitas tentunya peneliti memilih beberapa pihak yang paham akan kebijakan tersebut. Pertimbangan tersebut membuat subyek penelitian memiliki kriteria khusus, sehingga subyek penelitian yang diperlukan antara lain:

a. Karyawan yang faham akan kondisi lapang di Jawa Timur Park 3.

b. Sudah bekerja minimal 3 tahun terakhir.

c. Bersedia di wawancarai.

Subyek penelitian tersebut disesuaikan akan kebutuhan peneliti karena dianggap memahami dan mengetahui Optimalisasi Pengelolaan pada Jawa Timur Park 3 serta informan pengunjung disabilitas. Sehingga peneliti memilih sebanyak 7 orang subjek (1 orang Head of Human Resourch Department dan 6 orang karyawan yang berada dilapangan) serta 2 informan pengunjung disabilitas.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian kualitatif terdapat beberapa Teknik dalam mengumpulkan data antara lain, Observasi, Wawancara, Dokumentasi, Foto, Rekaman, serta Gambar. Tetapi sumber yang sering digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi, terkadang digunakan secara kolektif dan terkadang dengan individual. Dalam jenis data ketika di Interpretasikan jarang menggunakan angka dan data yang memiliki rincian yang panjang, Sehingga dalam penelitian ini agar memperoleh data yang akurat dan kredibel maka data yang digunakan pada penelitian ini antara lain:

(6)

35 A. Observasi

Menurut Nasution (Sugiyono, 2016:226) menyatakan bahwa, observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Melalui observasi peneliti mampu memperoleh data yang lebih kredibel mengenai masalah yang sedang diteliti dan dapat mendeskripsikan tentang gambaran umum objek yang akan diteliti.

Selain itu peneliti dapat mengamati secara langsung peristitwa yang dilakukan oleh objek penelitian. Peneliti akan menerima data yang akurat sesuai dengan kondisi lapangan. Dengan melakukan observasi maka peneliti akan mendapatkan data yang akurat sesuai dengan gambaran di lapangan mengenai Pengelolaan Pariwisata Ramah Difabel Pada Jawa Timur Park 3.

B. Wawancara (Interview)

Estenberg (2002) mendeskripsikan interview adalah. “a meeting of two persons to exchange information and idea through question and responses, resulting in communication and joint construction of meaning about a particular topic.” Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi baik makna atau ide dalam suatu topik tertentu. Ketika pelaksanaan wawancara/interview, Untuk mendapatkan data yang akurat maka wawancara dilaksanakan secara face to face atau wawancara langsung dengan bertemu dengan subjek penelitian dan informan sehingga data yang di dapat akurat sesuai fakta dilapangan.

C. Dokumentasi

(7)

36

Dalam hal dokumen Bogdan menyatakan “In most tradition of qualitative research, the phrase personal document is used broadly to refer to any first person narrative produced by an individual which describes his or her own action, experiences and belief.” Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu bisa dalam bentuk tulisan, gambar, atau karya- karya monumental dari seseorang. Hasil penelitian dari observasi atau waewancara, akan lebih kredibel kalau didukung oleh dokumentasi yang dihasilkan dari penelitian.

3.5 Teknik Analisis Data

Bogdan berpendapat bahwa Analisis Data ialah proses mencari dan menyusun data secara terurut dan teratur yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan, ataupun bahan lain sehingga mampu dipahami dan dapat disebarkan ke semua orang.

Menurut Milles dan Huberman (Sugiyono, 2016:245) Analisis data penelitian dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu dan apabila jawaban ketika diwawancarai belum menjawab permasalahan, maka peneliti bisa melanjutkan pertanyaan lagi hingga data yang diperoleh kredibel dan akurat. Analisis model interaktif ini berlangsung secara terus menerus sehingga memperolah data yang pasti. Jika jawaban dirasa belum memuaskan maka peneliti akan melanjutkan wawancara hingga data kredibel, Ada 3 (tiga) kegiatan dalam analisis data kualitatif, yaitu:

(8)

37 A. Reduksi Data (Data Reduction)

Tujuan melakukan reduksi data agar peneliti dapat membuat rangkuman dan mengambil hal-hal penting dari Optimalisasi Pengelolaan Pariwisata Berbasis Ramah Disabilitas Pada Jawa Timur Park 3. Dengan demikian data yang sudah diolah atau direduksi ini akan memberi gambaran yang akurat untuk peneliti dan memberi kemudahan untuk penelitian ke tahap selanjutnya. Data yang di dapat dari Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi akan direduksi dengan cara merangkum, memilih dan memfokuskan data yang sesuai dengan penelitian.

B. Penyajian Data (Data Display)

Langkah berikutnya menyajikan data. Pada penelitian kualitatif, penyajian data dalam bentuk uraian singkat, bagan, korelasi antar kategori, flowchart serta jenis lainnya. Menurut Milles dan Huberman (1984) menyatakan bahwa kebanyakan ketika menyajikan data pada penelitian kualitatif ini ialah dengan teks naratif. Dengan menyajikan data, maka mempermudah untuk memahami data tersebut, Selanjutnya disarankan pada saat melakukan display data, selain memakai teks naratif juga dapat berupa grafik, matric, network, dan chart.

Penyampaian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini ialah berbentuk teks naratif deskriptif sehingga memepermudah peneliti untuk mengambil konklusi serta mampu memahami fenomena atau permasalahan apa

(9)

38

yang sedang terjadi dan mampu menganilisis atau mengambil tindakan berdasar atas pemahamaan dari hasil di Jawa Timur Park 3.

C. Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing/Verifiction)

Setelah melakukan penyajian data, maka langkah selajutnya yakni proses menarik kesimpulan dari hasil yang diperoleh dari lapang. Kesimpulan awal masih bersifat tentative jika tidak di dukung oleh bukti-bukti yang cukup mendukung dan kuat. Namun apabila kesimpulan yang dijelaskan di tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang seksama dan stabil ketikaa peneliti mendatangi ke lapangan lagi untuk mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel dan akurat. (Milles dan Huberman, 1984).

Penarikan kesimpulan diharapkan mampu mnjawab rumusan masalah yang sudah disusun sejak awal atau mungkin belum menjawab dikarenakan kesimpulan yang bersifat sementara. Peneliti akan menarik kesimpulan dari data yang diperoleh tentang Pengelolaan Pariwisata Berbasis Ramah Difabel Pada Jawa Timur Park 3.

3.6 Teknik Keabsahan Data

Keabsahan data merupakan konsep dari validasi berdasarkan versi penelitian kualitatif dan disesuaikan menggunakan pengetahuan, kriteria serta kerangka berpikirnya sendiri. Untuk menetapkan keabsahan data maka dibutuhkan teknik pemeriksanaan serta pelaksanaan. Teknik pmeriksaan didasarkan oleh kriteria tertentu. Pada penelitian kualitatif, terdapat 4 (empat) cara mencapai kebasahan

(10)

39

data, yaitu kredibilitas, transferabilitas, auditabilitas (dipendabilitas), konfirmabilitas dan triangulasi. Banyak teknik ini dapat dipilih salah satu atau lebih untuk mencapai keabsahan data. (Sugiyono, 2016:270)

Menurut William Wiersma (1986) Triangulasi dalam uji keabsahan data diartikan sebagai cara untuk mengecek data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan waktu. Sehingga terdapat Triangulasi Sumber, Triangulasi Teknik Pengumpulan Data, dan Waktu.

a. Triangulasi Sumber

Triangulasi Sumber dipergunakan untuk memeriksa uji kredibilitas data yang dilakukan dengan teknik mengecek data yang sudah diperoleh dari sumber yang berbeda. Sebagai contoh mengambil tema dengan penilaian sebuah gaya kepemimpinan maka peneliti harus mengambil data dari bawahan, atasan dan juga teman kerja sehingga diakhir nanti menghasilkan suatu kesimpulan yang disepakati bersama (member check) dengan tiga sumber data yang sudah diperoleh.

b. Triangulasi Teknik

Triangulasi Teknik yakni mencoba dan memeriksa uji kredibilitas data serta mengecek data kepada sumber yang sama namun menggunakan teknik yang tidak sama dengan sebelumnya. Contohnya dengan teknik wawancara selanjutnya di cek mennnggunakan observasi, dokumentasi maupun kuisioner. Jika masih memperoleh perbedaan selanjutnya bisa dilakukan diskusi lagi dengan sumber data yang terlibat.

(11)

40 c. Triangulasi Waktu

Triangulasi waktu dapat berpengaruh terhadap kredibilitas suatu data.

Sumber data yang diperoleh dengan cara wawancara pada pagi hari pada saat sumber tidak mempunyai banyak permasalahan akan memperoleh data yang akurat. Sehingga apabila uji kredibilitas data dengan metode ini bisa digunakan di waktu yang berbeda dan juga teknik yang berbeda dilakukan secara berulang hingga mendapat hasil yang pasti.

Beradasarkan uraian diatas peneliti dalam melakaukan penelitian ini menggunakan Triangulasi Sumber. Dimana dalam melaksanakan observasi, penelitian ini menggunakan beberapa subjek dan informan yang berguna sebagai pendukung data dari hasil yang diperoleh ketika berada pada lapangan. Hasil data yang diperoleh akan dianalisis oleh peneliti agar mendapat kesimpulan yang akan disetujui atau kesepakatan (member check) dengan sumber data tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Pernyataan yang digunakan seperti objek wisata Benteng Pendem Cilacap memuaskan, pengetahuan pengunjung akan sejarah Bangsa Indonesia setelah mengunjungi benteng,

Penentuaan lokasi didasarkan pada potensi yang dimiliki yang dicatat oleh BPS kabupaten Sumba Timur (2012) bahwa di desa ini memiliki ternak sapi sebesar 721 ekor pada tahun

Oleh karena uji DW memiliki kelemahan dalam pengambilan kesimpulan yang tepat untuk autokorelasi residual model, maka dalam karya akhir ini lebih memilih untuk melakukan

Dalam proses ini bahan baku utama terutama kulit, dilakukan pemotongan sesuai dengan pola dan model yang dipesan, disini kulit yang berbeda jenis dan ukurannya disesuaikan dengan

Respon yang diberikan oleh responden selalu memiliki bobot nilai yang berbeda beda, sehingga memungkinkan peneliti untuk menghitung skor yang diberikan, dan mengolah skor

Lokasi penelitian ini ada di Jl. Kediri Provinsi Jawa Timur, yang merupakan Madrasah Tsanawiyah Negeri adiwyata yang unggulan di wilayah kediri bagian selatan. Alasan memilih

Alasan peneliti memilih di tempat tersebut karena berdasarkan survey awal yang peneliti lakukan, di tempat tersebut memiliki masalah mengenai prestasi belajar pada siswa kelas X

Berbeda dengan bank – bank lain yang diambila alih, Bank Niaga tidak memiliki masalah penyelewengan dana BLBI ataupun pelanggaran batas maksimum pemberian kredit