• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI. Halaman IX REFERENSI... 10

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR ISI. Halaman IX REFERENSI... 10"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

2

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI ... 2 KATA PENGANTAR ... 3 I TUJUAN PROSEDUR PENGOPERASIAN STANDAR PEREKRUTAN

DOSEN TETAP IAI AL-AZIS ... 4 II LUAS LINGKUP PROSEDUR PENGOPERASIAN STANDAR PERE-

KRUTAN DOSEN TETAP IAI AL-AZIS DAN PENGGUNAANNYA . 4 III STANDAR PROSEDUR PENGOPERASIAN STANDARD PEREKRUT-

AN DOSEN TETAP IAI AL-AZIS ... 4 IV DEFINISI ISTILAH ... 5 V PROSEDUR PENGOPERASIAN STANDAR PEREKRUTAN DOSEN

TETAP IAI AL-AZIS ... 6 VI PIHAK YANG MENJALANKAN PROSEDUR PENGOPERASIAN

STANDAR PEREKRUTAN DOSEN TETAP IAI AL-AZIS ... 9

VII BAGAN ALIR PROSEDUR PEREKRUTAN DOSEN TETAP IAI

AL-AZIS ... 9 VIII CATATAN ... 9

IX REFERENSI ... 10

(3)
(4)

4

I TUJUAN PROSEDUR PENGOPERASIAN STANDAR PEREKRUTAN DOSEN TETAP IAI AL-AZIS

Tujuan penyusunan prosedur ini adalah agar proses perekrutan dosen tetap IAI AL-AZIS berjalan teratur dan sistematis serta mengarah pada terwujudnya kecukupan dosen tetap sesuai dengan kualifikasi sesuai dengan yang diperlukan. Kecukupan dosen tetap pada setiap program studi di dalam lingkungan IAI AL-AZIS adalah penting dalam rangka mendukung beban kerja dalam rangka penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi yang bermutu tinggi di IAI AL-AZSI pada saat ini dan pada masa yang akan datang.

II LUAS LINGKUP PROSEDUR PENGOPERASIAN STANDAR PEREKRUTAN DOSEN TETAP IAI AL-AZIS DAN PENGGUNAANNYA

Lingkup prosedur ini mencakup semua unit kerja akademik dan non akademik dalam lingkungan IAI AL-AZIS. Prosedur ini juga mencakup semua para calon dosen tetap IAI AL-AZIS. Secara fungsional dosen tetap adalah pelaksana bidang akademik yang perlu dicukupi jumlahnya; dan untuk pengurusan administrasi ini ditangani oleh Bagian SDM IAI AL-AZIS. Prosedur ini penting pula artinya bagi para stakeholders IAI AL-AZIS sebagai pedoman dalam rangka pengurusan administrasi personalia IAI AL-AZIS khususnya dalam hal pengurusan penerimaan dosen baru sesuai dengan keperluan.

III ISI STANDAR PEREKRUTAN DOSEN TETAP IAI AL-AZIS

Berdasarkan visi, misi, dan tujuan yang hendak dicapai, peraturan perundang- undangan yang berlaku, serta hasil analisis situasi dan masukan para pemangku kepentingan (stakeholders) internal dan eksternal, maka untuk tahap sekarang, ditetapkan pernyataan isi standar perekrutan dosen tetap IAI AL-AZIS sebagai berikut:

Kepala Bagian SDM IAI AL-AZIS, bekerjasama dengan Dekan dan Ketua Program Studi IAI AL-AZIS, berdasarkan keputusan Rektor IAI AL-AZIS, melakukan perekrutan Dosen Tetap IAI AL-AZIS guna mengisi formasi yang lowong secara rutin sehingga, selambatnya pada tahun 2024, rasio dosen tetap mahasiswa pada setiap program studi di lingkungan IAI AL-AZIS dapat diwujudkan sebesar 1 : 20; dengan kualifikasi dosen minimal:

1. sehat jasmani dan rokhani, yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter

2. kualifikasi akademik minimum magister, yang dibuktikan dengan ijazah yang asli, dalam bidang ilmu yang sesuai dengan keperluan program studi di mana dosen tersebut ditempatkan

3. memiliki kompetensi untuk:

a. merancang dan menyajikan program pembelajaran yang koheren kepada mahasiswa;

b. memilih, menguasai, dan menerapkan metode pembela-jaran yang tepat sesuai dengan kompetensi matakuliah yang diasuhnya;

c. merancang …

(5)

5

c. merancang, menggunakan, dan mengembangkan berbagai media pembelajaran termasuk pemanfaatan teknologi;

d. merancang, memilih, dan menggunakan metode penilaian hasil belajar mahasiswa secara tepat;

e. memantau dan mengevaluasi kinerja diri sendiri dalam hal proses pembelajaran di kelas;

f. mengidentifikasi kebutuhan dan merencanakan pengembangan mutu diri sendiri secara terus menerus dan berkelanjutan.

IV DEFINISI ISTILAH

Definisi istilah yang digunakan dalam dokumen ini adalah hasil rujukan atas definisi yang dikemukakan dalam sejumlah pedoman dan peraturan perundang- undangan berkaitan dengan sistem penjaminan mutu internal dan eksternal perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Daftar dan definisi istilah yang digunakan dalam dokumen ini akan disempurnakan dan dikembangkan pada masa yang akan datang sesuai dengan keperluan.

1. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat7.

2. Dosen tetap adalah dosen yang bekerja penuh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tetap pada satuan pendidikan tinggi tertentu8.

3. Dosen tidak tetap adalah dosen yang bekerja paruh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tidak tetap pada satuan pendidikan tinggi tertentu9.

4. Perekrutan dosen adalah kegiatan dalam rangka pengadaan dan/atau penambahan jumlah dosen sesuai dengan kualitas atau kompetensi yang diperlukan.

5. Kualifikasi akademik adalah ijazah jenjang pendidikan akademik yang harus dimiliki oleh guru atau dosen sesuai dengan jenis, jenjang, dan satuan pendidikan formal di tempat penugasan. Dosen memiliki kualifikasi akademik minimum: (a) Lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana; dan (b) Lulusan program doktor untuk program pascasarjana10

6. Rekrutasi dosen adalah kegiatan dalam rangka pengadaan dan/atau penambahan jumlah dosen sesuai dengan kualitas atau kompetensi yang diperlukan.

7. Pembinaan adalah kegiatan yang sistematis dan terus menerus dalam rangka mempersiapkan dosen dapat menunaikan tugasnya dengan baik sesuai dengan kinerja yang diharapkan darinya.

8. Pengembangan dosen adalah peningkatan secara teratur sehingga capaian kinerja dosen yang bersangkutan semakin lama semakin tinggi; di antaranya melalui peningkatan strata pendidikan, peningkatan karier melalui peningkatan pengetahuan di bidang penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi.

V. PROSEDUR …

(6)

6

V PROSEDUR PENGOPERASIAN STANDAR PEREKRUTAN DOSEN TETAP IAI AL-AZIS

1. Calon dosen menyampaikan surat permohonan menjadi dosen tetap kepada Rektor IAI AL-AZIS dibubuhi tanda tangan di atas materai Rp6000,-- beserta lampiran yang meliputi

a. Fotocopy ijazah pada seluruh jenjang pendidikan tinggi yang telah ditempuh, dan/atau keputusan penyetaraannya, yang telah dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang (rangkap dua);

b. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku (rangkap 2);

c. Daftar Riwayat Hidup (rangkap 2);

d. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter pada rumah sakit milik pemerintah (minimal RS tipe C);

e. Surat keterangan bebas narkotika dari dokter pada rumah sakit milik pemerintah;

f. Pasfoto berwarna: ukuran 4 x 6 cm sebanyak 4 buah dan ukuran 3 x 4 sebanyak 4 buah;

2. Bagian Sumber Daya Manusia IAI AL-AZIS mengajukan permohonan pertimbangan dan keputusan atas surat permohonan dari calon dosen tetap, sebagaimana dimaksud dalam huruf a, kepada Tim Rekruitmen Dosen Tetap IAI AL-AZIS;

3. Tim Rekruitmen Dosen Tetap IAI AL-AZIS memeriksa/menelaah hal ikhwal yang berkaitan dengan persyaratan fisik dan non fisik atas calon dosen;

4. Tim Rekruitmen Dosen Tetap IAI AL-AZIS memutuskan apakah calon dosen tetap tersebut memenuhi persyaratan dan layak diajukan untuk ditetapkan sebagai dosen tetap IAI AL-AZIS;

5. Tim Rekruitmen Dosen Tetap IAI AL-AZIS mengajukan calon dosen yang telah memenuhi persyaratan dan layak ditetapkan sebagai dosen IAI AL-AZIS kepada Ketua YPI guna mendapat keputusan lebih lanjut;

6. Ketua YPI menelaah dan memutuskan apakah calon dosen yang diajukan oleh Tim Rekruitmen Dosen Tetap IAI AL-AZIS dapat diterima atau diangkat sebagai sebagai dosen tetap pada program studi di dalam lingkungan IAI AL-AZIS;

7. Ketua YPI menerbitkan/menunda menerbitkan Surat Keputusan Pengangkatan Dosen Tetap bagi calon dosen yang diajukan oleh Tim Rekruitmen Dosen Tetap IAI AL-AZIS;

8. Tim Rekruitmen Dosen Tetap IAI AL-AZIS menerima Surat Keputusan Pengangkatan Dosen Tetap IAI AL-AZIS; serta menindaklanjutinya dengan Bagian Sumber Daya Manusia IAI AL-AZIS;

9. Bagian Sumber Daya Manusia IAI AL-AZIS menyiapkan persyaratan hal-ikhwal kaitan dengan usulan penerbitan surat ketetapan tenaga pengajar (SKTP) kepada Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat dan Banten;

10. Rektor …

(7)

7

10. Rektor IAI AL-AZIS mengajukan penerbitan SKTP atas nama dosen, sebagaimana dimaksud dalam nomor 7, kepada Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat dan Banten;

11. Setelah menerima Surat ketetapan tenaga pengajar (SKTP) dari Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat dan Banten, maka selanjutnya Bagian Sumber Daya Manusia IAI AL-AZIS menyiapkan persyaratan hal-ikhwal kaitan dengan usulan penerbitan nomor induk dosen nasional (NIDN) sebagaimana ditentukan oleh Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat dan Banten;

12. Untuk memperoleh NIDN, Rektor IAI AL-AZIS mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, dengan menyampaikan dokumen berupa:

a. Kartu Tanda Penduduk (KTP);

b. Surat Keputusan Pengangkatan sebagai Dosen yang dikeluarkan oleh Ketua YPI atau Rektor IAI AL-AZIS, atau pejabat yang diberikan kewenangan;

c. Surat Perjanjian Kerja sebagai Dosen Penuh Waktu yang ditandatangani oleh kedua belah pihak (yaitu Ketua YPI atau Rektor IAI AL-AZIS, atau pejabat yang diberikan kewenangan dan Dosen yang bersangkutan) dan bermaterai cukup);

d. Ijazah minimum Program Magister; dan bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri dibuktikan dengan keputusan penyetaraan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi;

e. Surat Keterangan dari Rektor IAI AL-AZIS yang menyatakan bahwa dosen tersebut aktif melaksanakan Tridharma perguruan tinggi;

f. Surat Keterangan Sehat jasmani dan rokhani dari Rumah Sakit minimum tipe C;

g. Surat Keterangan bebas narkotika dari Rumah Sakit;

h. Surat Pernyataan dari Rektor IAI AL-AZIS yang menyatakan bahwa informasi yang ada dalam dokumen yang diusulkan adalah benar;

i. Pasphoto ukuran 4 X 6 cm.

13. Untuk memperoleh nomor induk dosen khusus (NIDK), Rektor IAI AL-AZIS mengajukan permohonan penerbitan kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, minat Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan menyampaikan dokumen berupa:

a. Kartu Tanda Penduduk (KTP);

b. Surat Keputusan Pengangkatan sebagai Dosen yang diangkat oleh Ketua YPI atau Rektor IAI AL-AZIS, atau pejabat yang diberikan kewenangan berdasarkan perjanjian kerja;

c. Surat Perjanjian Kerja sebagai dosen yang ditandatangani oleh dosen dan pemimpin perguruan tinggi dan bermaterai cukup. Perjanjian kerja paling sedikit memuat tentang lama perjanjian, hak, kewajiban, dan sanksi;

d.Ijazah …

(8)

8

d. Ijazah minimum Program Magister; dan bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri dibuktikan dengan keputusan penyetaraan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi;

e. Surat Keterangan Sehat jasmani dan rokhani dari Rumah Sakit minimum tipe C;

f. Surat Keterangan bebas narkotika dari Rumah Sakit;

g. Surat izin dari pimpinan instansi induknya (Menteri, Kepala Lembaga, Kepala Staf TNI, Kepala Polri, Kepala Daerah, Direktur Utama) atau yang diberikan kewenangan oleh pemimpin tersebut, jika yang bersangkutan masih sebagai pegawai atau karyawan aktif;

h. Surat Keterangan Mengajar dan jadwal mengajar dari Rektor IAI AL-AZIS paling sedikit 4 (empat) sks dalam 1 (satu) semester per tahun;

i. Surat Pernyataan dari Rektor IAI AL-AZIS yang menyatakan bahwa informasi yang ada dalam dokumen yang diusulkan adalah benar;

j. Pasphoto ukuran 4 X 6 cm;

k. Bagi dosen berkewarganegaraan asing melampirkan:

1) izin kerja di Indonesia dari Pemerintah Indonesia;

2) surat keterangan jabatan akademik paling rendah associate professor dari instansi yang berwenang di negara asal; dan

3) bukti 3 (tiga) publikasi internasional dalam jurnal internasional bereputasi;

14. Untuk memperoleh Nomor Urut Pendidik (NUP), Rektor IAI AL-AZIS mengajukan permohonan penerbitan kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, minat Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan menyampaikan dokumen berupa:

a. Keputusan pengangkatan sebagai Dosen Tidak Tetap, Instruktur atau Tutor dari Ketua YPI atau Rektor IAI AL-AZIS, atau pejabat yang diberikan kewenangan;

b. Surat Perjanjian Kerja sebagai Dosen Tidak Tetap, Instruktur atau Tutor yang ditandatangani kedua belah pihak (dosen yang bersangkungan dan pemimpin perguruan tinggi) dan bermaterai cukup.

c. Memiliki kualifikasi akademik yang dibuktikan dengan ijazah pada seluruh jenjang pendidikan tinggi yang telah ditempuh dan/atau keputusan penyetaraannya. Bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri dibuktikan dengan keputusan penyetaraan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi;

d. Mengajar paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) semester yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Rektor IAI AL-AZIS;

e. Surat Keterangan Sehat jasmani dan rokhani dari Rumah Sakit minimum tipe C;

f. Surat Keterangan bebas narkotika dari Rumah Sakit;

g. Surat Pernyataan dari pemimpin perguruan tinggi yang menerangkan bahwa informasi yang ada dalam dokumen yang diusulkan adalah benar;

h. Surat …

(9)

9

h. Surat izin dari pimpinan instansi induknya (Menteri, Kepala Lembaga, Kepala Staf TNI, Kepala Polri, Kepala Daerah, Direktur Utama) atau yang diberikan wewenang oleh pemimpin tersebut, jika yang bersangkutan masih sebagai pegawai atau karyawan aktif;

i. Surat Keterangan Mengajar dan jadwal mengajar dari Rektor IAI AL-AZIS paling sedikit 4 (empat) sks dalam 1 (satu) semester per tahun;

15. Rektor IAI AL-AZIS mengajukan penerbitan nomor induk dosen nasional (NIDN) atas nama dosen tetap yang telah mendapat Surat Keputusan Ketua Yayasan Pesantren Indonesia kepada Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat dan Banten;

16. Penyiapan persyaratan untuk mengurus nomor induk dosen nasional (NIDN) bagi para dosen tetap IAI ALAZIS yang telah diangkat;

17. Untuk pembuatan NIDN, SK YPI dan dokumen kelengkapan lainnya diajukan ke Kopertais II Jawa Barat/Banten untuk dibuatkan Surat Ketetapan Tenaga Pengajar (SKTP) bagi dosen yang bersangkutan;

18. Setelah dosen mendapat SKTP, dilanjutkan penerbitan NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional) bagi dosen tetap yayasan melalui mekanisme PDDIKTI yang melibatkan unsur Kopertais Wilayah II Jabar-Banten. Bagi dosen tidak tetap yang sudah ber-NIDN (yang berasal dari perguruan tinggi lain), maka tugas pengajaran menggunakan mekanisme PDDIKTI melalui penugasan dosen tidak tetap. Dosen tidak tetap yang belum ber-NIDN, mengikuti proses penerbitan NUPN yang juga terdapat dalam PDDIKTI. Proses seleksi dengan penerbitan NIDN/NUPN tersebut dapat memastikan kelancaran pelaporan berkala per awal dan akhir semester terkait seluruh dosen tetap dan tidak tetap kepada PDDIKTI yang dilaksanakan oleh IAI ALAZIS;

19. Tenaga kependidikan pada IAI AL-AZIS direkrut dari sivitas kampus Ma’had Al- Zaytun yang memenuhi kualifikasi sesuai keahlian yang dibutuhkan, meliputi tenaga pustakawan, laboran, teknisi dan tenaga kependidikan lainnya.

VI PIHAK YANG MENJALANKAN PROSEDUR PEREKRUTAN DOSEN TETAP IAI AL-AZIS

1. Tim Rekruitmen Dosen Tetap IAI AL-AZIS

2. Biro Administrasi Sumber Daya Manusia, Infrastruktur, Sarana dan Prasarana IAI AL-AZIS

VII BAGAN ALIR PROSEDUR PEREKRUTAN DOSEN TETAP IAI AL-AZIS Untuk memperjelas tahapan atau urutan langkah yang mesti diikuti dalam rangka rekrutasi dosen tetap IAI AL-AZIS maka disusun Bagan Alir Prosedur rekrutasi dosen tetap IAI AL-AZIS sebagaimana tampak dalam Gambar 1.

VIII. CATATAN

Prosedur rekrutasi dosen tetap IAI AL-AZIS ini akan diubah/disesuaikan sebagaimana mestinya jika di kemudian hari ada perubahan kebijakan Rektor IAI AL- AZIS.

IX. REFERANSI …

(10)

10 IX. REFERENSI

1 Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Nomor 2673 Tahun 2012, Tentang Persetujuan Pendirian Institut Agama Islam Az-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) Tahun 2012

2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi

3

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Penjaminan Mutu 2016, Bahan Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi (Penyusunan Dokumen SPMI Perguruan Tinggi)

4 Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Internal Pendidikan Akademik-Pendidikan Vokasi - Pendidikan Profesi - Pendidikan Jarak Jauh yang diterbitkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Penjaminan Mutu, 2018

5 Surat Keputusan Rektor Institut Agama Islam Az-Zaytun Indonesia (IAI AL AZIS) Nomor: 070/IAI ALAZIS/I-2017 Tentang Penyempurnaan Atas Keputusan Rektor Institut Agama Islam Az-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) Nomor: 046/IAI AL-AZIS/2016 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Az-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS)

6 Surat Keputusan Rektor Institut Agama Islam Az-Zaytun Indonesia (IAI AL- AZIS) Nomor: 071/IAI ALAZIS/III-2017 Tentang Penetapan Nama-Nama Personalia Pejabat/Staf Struktural Bidang Akademik dan Non Akademik Pada Institut Agama Islam Az-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS)

7,8,9,10

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen, Pasal 1

Gambar 1 …

(11)

11

Gambar 1 Diagram Alir Prosedur Pengoperasian Standar Perekrutan Dosen Tetap IAI AL-AZIS.

DOKUMEN STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP)

PROSEDUR PENGOPERASIAN STANDAR PEREKRUTAN DOSEN TETAP IAI AL-AZIS

Kode : SOP/ SPMI/DOS/001 Tanggal dikeluarkan : 29 Maret 2019 Area : Biro Administrasi SDM, Infrastruktur, Sarana dan Prasarana

IAI AL-AZIS Nomor Revisi : 00

Atas persetujuan Rektor IAI AL-AZIS, dilakukan pencarian dosen: melalui iklan, hubungan personal langsung,

atau cara lainnya Berdasarkan kebutuhan, Ketua Program Studi

(Prodi) dengan persetujuan Dekan, dan dengan sepengetahuan Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) IAI AL-AZIS mengajukan penambahan tenaga dosen tetap kepada Rektor

melalui Tim Penyiapan SDM Bidang Akademik/ Dosen (TPSDMA/D) IAI AL-AZIS

Calon dosen tetap, menyampaikan surat lamaran secara pribadi langsung kepada Rektor IAI AL- AZIS dan melampirkan semua dokumen syarat- syarat yang ditentukan

TPSDMA/D setuju?

Petugas sekretariat IAI AL-AZIS memberikan formulir kesediaan menjadi dosen tetap, formulir

daftar riwayat hidup, dan lainnya kepada Calon Dosen Tetap

Surat lamaran beserta semua lampirannya diteruskan kepada TPSDMA/D IAI AL-AZIS guna

mendapat keputusan lebih lanjut

Selesai Mulai

ya tidak

TPSDMA/D IAI AL-AZIS membuat dan mengirim surat panggilan wawancara dan atau tes

kepada calon dosen yang mengajukan lamaran.

Dibuat Surat Keputusan Pengangkatan sebagai Dosen Tetap IAI AL-AZIS oleh Ketua Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) dan

diketahui oleh Ketua Dewan Pembina YPI.

Validasi calon dosen tetap selesai

Calon dosen mengisi formulir kesediaan menjadi dosen tetap

Calon Dosen lulus

tes?

ya tidak

Pengembalian berkas lamaran kepada calon Dosen Tetap

Biro Sumber Daya Manusia (SDM) dan Biro Administrasi IAI AL-AZIS menyiapkan surat pengajuan beserta lampirannya ke Kopertais Wilayah II Jawa Barat dan

Banten untuk mendapatkan Surat Ketetapan Tenaga Pengajar (SKTP) di IAI AL-AZIS

Staf IT IAI AL-AZIS meng-upload nama-nama dosen tetap yang diajukan beserta semua dokumen yang diminta ke PD Dikti

Rektor menerima dosen tetap yang baru diangkat dan menyerahkan Surat Keputusan pengangkatannya sebagai dosen tetap IAI AL-AZIS

Referensi

Dokumen terkait

Sumberdaya manusia merupakan faktor penting dalam pengelolaan dan pengembangan potensi museum. Pendidikan yang tidak sesuai dengan bidang pekerjaan inilah yangmenjadikan

hydrophila yaitu adanya penurunan respon terhadap pakan, berenang abnormal, luka kemerahan dibagian tubuh seperti sirip punggung, sirip ekor dan sirip dada dan

Seiring perkembangan penggunaan media sosial, dan bahwa untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil

Jika ditilik lebih jauh, prosedur penetapan hukum melalui ijtihad jama’I dalam prakteknya sebagaimana yang dilakukan oleh Dewan Syariah Wahdah Islamiyah layak untuk dikritisi

Dampak dari peraturan hukum adat dan hukum positif yaitu masyarakat adat dapat memperoleh hasil laut yang memuaskan karena se- lama berlaku tutup sasi semua hasil laut

Berdasarkan ayat tersebut dapat kita ketahui bahwa Allah memberikan gambaran kepada manusia melalui sebuah masa, manusia dikatakan merugi kecuali bagi orang yang beriman,

” Permohonan pemeriksaan banding diajukan secara tertulis oleh pemohon atau kuasanya yang khusus dikuasakan untuk itu kepada Pengadilan Tata Usaha Negara yang menjatuhkan

Dengan strategi snowball throwing ini juga guru dapat mengetahui kemampuan berfikir peserta didik dalam membuat pertanyaan dan menanggapi atau menyelesaikan