• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPTIMALISASI UNJUK KERJA MESIN DIESEL CUMMINS KTA 38-G4 DI PT. GENDHIS MULTI MANIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "OPTIMALISASI UNJUK KERJA MESIN DIESEL CUMMINS KTA 38-G4 DI PT. GENDHIS MULTI MANIS"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

638

OPTIMALISASI UNJUK KERJA MESIN DIESEL CUMMINS KTA 38-G4 DI PT. GENDHIS MULTI MANIS

Rahadian Arya Wedatama1 , Susilo Handoko1*

1Teknik Mesin Kilang, PEM Akamigas, Jl. Gajah Mada No.38, Mentul, Cepu, Blora, 58315

*E-mail: [email protected]

ABSTRAK

PT. Gendhis Multi Manis merupakan perusahaan swasta yang bergerak dibidang pangan, yang terletak di Desa Tinapan, Todanan, Blora. Dalam proses pembangkit listrik di PT. GMM, salah satunya menggunakan Mesin Diesel CUMMINS KTA 38 – G4. Dalam Praktik Kerja Lapangan terdapat permasalahan terhadap Mesin Diesel CUMMINS KTA 38 – G4, ditemukan penurunan daya pada mesin diesel tersebut. Pada data desain standar, beban yang sewajarnya ada pada nilai 447,5 kW dengan daya 600 HP. Sedangkan pada kondisi operasi, beban yang diampu hanya 368 kW dengan daya 617 HP. Terdapat juga masalah overheating pada diesel tersebut, yang normalnya temperatur ada pada nilai 80°C sedangkan pada kondisi operasi temperatur menyentuh hingga 95°C, dan konsumsi bahan bakar yang boros yaitu 135 liter/jam sedangkan normalnya hanya 90 liter/jam. Hal tersebut bisa disebabkan karena tidak sempurnanya pembakaran pada ruang bakar, yang diakibatkan oleh timing injection yang tidak pas ataupun bahan bakar yang tidak bagus. Untuk menangani hal ini, timing injection harus diatur dengan baik sesuai dengan standar Timing Injection Code yaitu nkllIC atau 4,72 mm sebelum titik mati atas, dan disarankan untuk menambahkan sistem pemanas bahan bakar agar viskositas dari bahan bakar tersebut menurun dari 3,59 cSt menjadi 2,27 cSt, sehingga bahan bakar yang dikabutkan ke ruang bakar dapat terbakar dengan sempurna.

Kata kunci: mesin diesel, optimalisasi, timing injetion, bahan bakar, overheating.

1. PENDAHULUAN

PT. Gendhis Manis Multi Manis merupakan pabrik yang beroperasi dibidang produksi gula yang beroperasi di Todanan, Blora. Untuk pengoperasian PT.Gendhis Manis Multi Ma- nis memiliki berbagai alat penunjang. Pada bagian Power house terdapat beberapa diesel sa- lah satunya Diesel CUMMINS KTA 38-G4. Diesel ini berfungsi untuk startup boiler dan juga sebagai back up dari Turbin Uap.

Diesel CUMMINS KTA38 - G4 memiliki kecepatan 1800 rpm yang mampu menghasilkan beban 1350 KW. Diesel CUMMINS KTA38-G4 dioperasikan dari tahun 2013 sampai sekarang. Untuk itu kondisi mesin pasti mengalami penurunan performa setelah diop- erasikan sehingga dibutuhkan optimalisasi baik dari kondisi mesin maupun kondisi operasinya. Maka penulis berinisiatif untuk mengambil judul “Optimalisasi Unjuk Kerja Me- sin Diesel CUMMINS KTA 38-G4 di PT.Gendhis Multi Manis”. Penulis mengambil judul ini bertujuan untuk :Memahami fungsi Diesel CUMMINS KTA 38 - G4 berdasarkan kondisi operasi saat ini. Melakukan evaluasi Diesel CUMMINS KTA 38 - G4 dari aspek operasi umtuk mengetahui performa dari mesin diesel. Melakukan Optimalisasi Unjuk Kerja terhadap sistem pembakaran mesin Diesel CUMMINS KTA 38 - G4. Dalam penulisan artikel ini, penu- lis tidak membahas secara menyeluruh tentang objek yang diamati, penulis hanya membahas mengenai optimalisasi yang tepat untuk Diesel CUMMINS KTA38-G4 yang meliputi : Kondi- si Mesin Diesel CUMMINS KTA38 – G4, Evaluasi perfoma Mesin Diesel CUMMINS KTA38 – G4, Penyetelan Timing injection, dan Penambahan elemen pemanas.

(2)

639

2. METODE

Metode penelitian yang digunakan harus ditulis sesuai dengan cara ilmiah, yaitu rasional, empiris dan sistematis. Bagian ini menjelaskan ketika percobaan telah dilakukan.

Peneliti menjelaskan peralatan, metode pengumpulan data, dan jenis pengendalian. Metode ditulis apabila naskah berupa hasil penelitian dan apabila tidak berupa hasil penelitian maka langsung bab pembahasan.

3. PEMBAHASAN 3.1 Fungsi Motor Diesel

Motor Diesel CUMMINS KTA38 – G4 di PT. Gendhis Multi Manis berfungsi sebagai pembangkit listrik. Karena pentingnya keberadaan diesel dalam memenuhi kebutuhan pasokan listrik untuk start up boiler dan back up turbin untuk menyuplai listrik pada proses produksi gula, maka seorang operator harus siap dan mengerti mengenai prosedur pen- goperasian motor diesel terssebut. PT. Gendhis Multi Manis memiliki tiga motor diesel, se- bagai penggerak mula, motor Diesel CUMMINS KTA 38- G4 digunakan untuk meng- gerakan generator yang berfungsi menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan generator inilah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan start up boiler dan back up turbin untuk menyuplai listik pada proses produksi gula. Karena pentingnya operasi motor Diesel CUMMINS KTA 38 – G4 ini, maka harus dijaga kehandalannya dengan melakukan perawatan dan pemeliharaan yang sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure).

3.2 Spesifikasi Motor Diesel

Data Spesifikasi motor diesel CUMMINS KTA 38-G4 dapat dilihat pada table beri- kut:

Tabel 1. Spesifikkasi Motor Diesel CUMMINS KTA 38-G4

No. Deskripsi Spesifikasi

1. Merk CUMMINS

2. Tipe KTA 38 - G4

3. Langkah 4 langkah

4. Jumlah silinder 12

5. Brake Power 1350 BHP

6. No. Seri E13K502377

7. Tahun 2013

8. Putaran 1800 rpm

9. Diameter Silinder 159 mm

10. Made in India

11. Langkah torak 159 mm

12. Compression Ratio 13,9 : 1

13. Konstruksi silinder V 60°

14. Arah putaran Searah jarum jam

15. Starting Electric DC 24 Volt

16. Kapasitas Air 120 L

17. Pendingin Radiator

18. Sistem bahan bakar Direct Injection, EFC governor

19. Filter bahan bakar Dual spin-on paper element fuel filters with warer separator 20 Lube oil filter type Spin-on full flow filter

21 Lube oil capacity 140 L

22 Flywheel dimension SAE 0

23 Cooling system design JWAC

24 Coolant Ratio 50% ethylene glycol ; 50% water

(3)

640

25 Coolant capacity 218.5 L

26 Limiting ambient temp 50°C

27 Fan power 35 kWm

28 Cooling system air flow 24.6 m3/s

29 Air cleaner type Dry replace element with restriction indicator

3.3 Data Kondisi Operasi

Berdasarkan data operasi di lapangan pada beban 29%. Data kondisi operasi motor diesel CUMMINS KTA 38 – G4 sebagai berikut :

Tabel 2. Data Kondisi Operasi Motor Diesel CUMMINS KTA 38-G4

No. Parameter Nilai

1. Putaran Mesin 1800 rpm

2. Tekanan Oli 64,9 Psi

3. Temperatur Pendingin 80°C

4. Temperatur Udara Luar 35°C

5. Temperatur Udara Masuk Silinder 36,3°C

6. Tekanan Udara Keluar Silinder 0,104 kg/cm2

7. Tekanan Udara Masuk Silinder 0,0634 kg/cm2

8. Tekanan Udara Luar 14,69 Psi

9. Perbandingan Kompresi 13,9 : 1

3.4 Perhitungan Unjuk Kerja Motor Diesel CUMMINS KTA 38-G4

Unjuk kerja mesin mempunyai hubungan erat dengan sistem pendukung dan kegunaan dari mesin itu sendiri. Unjuk kerja dari suatu mesin biasanya ditunjukkan dalam grafik yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat sebagai hasil test yang dilakukan, masing- masing tipe dari suatu mesin akan mempunyai grafik yang berbeda.

3.4.1 Perhitungan Efisiensi Charging

Adapun efisiensi charging dapat dicari menggunakan persamaan berikut:

𝜂

𝑐ℎ =

𝑇𝑎 { ( 𝑟 𝑋 𝑝𝑑 ) 𝑇𝑑 − ( 𝑃𝑐

𝑇𝑐) − (𝑛1

𝑛2)}

𝑃𝑎 (𝑟−1) x 100%

Dimana,

𝜂ch = Efisiensi Charge

Pa = Tekanan udara luar = 14,69 psia

Ta = Temperatur udara luar = 35°C = 95°F = 554,67°R r = Perbandingan kompresi = 13,9 : 1

Pd = Tekanan udara masuk silinder = 0,0634 kg/cm2

= 0,0634 kg/cm2 × 14,22 = 0,901 psig + 14,69 = 15,591 psia Td = Temperatur udara masuk silinder 36,3°C = 97,34°F = 557,01°R Pc = Tekanan udara keluar silinder = 0,104 kg/cm2 = 16,168 Psia

= 0,104 kg/cm2 × 14,22 = 1,4788 psig + 14,69 = 16,168 psia

𝑛1

𝑛2 = Perbandingan mole reaksi pembakaran = 1 (reaksi pembakaran sempurna dengan b pemakaian turbocharge)

𝜂

𝑐ℎ

=

554,67 {

( 13,9 𝑋 15,591)

557,01 − ( 16,104

1389,87) (1)}

14,69(15,5−1) x 100%

= 98%

3.4.2 Perhitungan Tekanan Indikator Rata-rata

Besarnya tekanan indikator dapat dicari dengan persamaan berikut : Pi = 5,4 ×𝑄𝐿×η𝐼𝐷×η𝑟×η𝑐ℎ

𝑉𝑓 +𝑎 ( 1+𝑒 )

(4)

641

Menurut Tabel Fuel Data, spesifikasi dari bahan bakar solar (C16 H30) diperoleh : QL = 18.225 Btu/lb

a = 190,6 cu ft/lb Vf = 1,7 cu ft/lb

𝜂r = harga batas untuk 𝜂r = 0,85 – 0,95, dengan kondisi peralatan yang tidak ter- lalu

tua, maka efisiensi rellative diasumsikan = 0,90

Udara lebih untuk motor diesel harga e = 30% - 70%, dan didapat e = 41 % Untuk mencari efisiensi ideal (𝜂id)

Berdasarkan Grafik Efisiensi Ideal untuk compresion ratio 13,9 dan theoretical 140%, maka didapat harga efisiensi ideal = 41%.

Pi = 5,4 ×18225×0,41×0,90×0,98 1,7 +190,6 ( 1+0,41 )

= 131,254 Psi

3.4.3 Perhitungan Daya Indikator Motor Diesel

Daya indikator dapat dicari dengan persamaan sebagai berikut : BHP = 𝑃𝐼 ×𝐿 ×𝐴× 𝑖 ×𝑛

33000 ×12 ×𝑍

Berdasarkan data : PI = 131,254 Psi

L = Panjang Langkah torak 159 mm (6,25 inch) D = Diameter silinder 159 mm (6,25 inch) A = Luas penampang 1 4⁄ π D2 (30,66 inch) i = Jumlah silinder 12

n = 1800 rpm Z = 2 (motor 4 tak)

BHP = 131,254 × 6,25 × 30,66 × 12 × 1800 33000 × 12 × 2

= 685,951 HP = 686 HP

3.4.4 Perhitungan Daya Efektif Motor Diesel

Daya efektif dari motor diesel dapat dihitung dari persamaan : BHP = 𝑃𝑒 ×𝐿 ×𝐴 ×𝑖 ×𝑛

33000 ×12 ×𝑍

Berdasarkan data diketahui : Pe = Tekanan efektif rata–rata

L = Panjang Langkah torak 159 mm (6,25 inch) D = Diameter silinder 159 mm (6,25 inch) A = Luas penampang silinder 1 4⁄ π D2 (30,66) i = Jumlah silinder 12

n = 1800 rpm Z = 2 (motor 4 tak)

Rentang efisiensi mekanik untuk motor diesel yaitu 0,70 – 0,90. Karena motor diesel ini dioperasikan secara terus menerus sejak tahun 2013, maka nilai efisiensi mekanis rata-rata dapat dihitung dengan persamaan :

Pe = Pi × 𝜂m = 131,254 × 0,90 = 118,12 Psi Maka besar daya efektif yaitu :

(5)

642

BHP = 118,12 ×6,25 ×30,66 × 12 ×1800 33000 × 12 × 2

= 617,311 HP

3.4.5 Perhitungan Pemakaian Bahan Bakar per Jam

Perhitungan bahan bakar setiap jam dari motor diesel dapat dihitung dengan persa- maan berikut :

Gf = 𝐺𝑢 𝑟𝑎𝑓 × 𝑛

𝑍 × 𝑖 × 60

Maka, jumlah udara yang dipakai untuk pembakaran dapat dicari dengan persamaan berikut :

144 × Pd × Vs = Z× Gu × R × Td

Gu = 144 × 𝑃𝑑 × 𝑉𝑠

𝑍 ×𝑅 × 𝑇𝑑

Dimana,

Gu = Jumlah pemakaian udara per siklus per silinder (lb/siklus/silinder) Pd = Tekanan udara masuk silinder = 15,591 Psia

Vs = Volume silinder

= 1 4⁄ × π × D2 × L = 0,785 × (6,25 in)2 × (6,25) = 191,6 in3 = 0,11 ft3 Z = Kompresibilitas faktor udara

R = Konstanta udara = 53,35 lbm ft/lb°R

Td = Temperatur udara masuk silinder = 35,3°C=97,34°F=557,01°R Menghitung Kompresibilitas Faktor udara (Z)

Adapun persamaan untuk menghitung kompresibilitas udara dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

Pr = 𝑃𝑑

𝑃𝑐𝑟=15,591

547 = 0,028 Tr = 𝑇𝑑

𝑇𝑐𝑟= 557,01

238,3 = 2,33

Berdasarkan nilai Pr = 0,028 dan Tr = 2,33 diperoleh : Z = 1

Maka pemakaian udara untuk pembakaran adalah : Gu = 144 ×15,591 ×0,11

1 ×53,35 ×557,01 = 0,0083 lb/siklus Perbandingan udara bahan bakar (raf)

Besarnya perbandingan udara bahan bakar dapat dihitung dengan persamaan berikut : raf = 137,6 (𝑛+0,25𝑚) (1+𝑒)

12𝑛+𝑚

Dimana,

e = Udara lebih 41% untuk motor diesel 30% - 70%

n,m = Jumlah atom karbon dan hydrogen yang terkandung dalam bahan bakar solar (C16 H30)

n = 16 m = 30

Maka nilai dari perbandingan udara bahan bakar yaitu : raf = 137,6 {(16 +0,25(30)} (1+0,41)

12 (16)+30 = 20,537

(6)

643

Dengan demikian jumlah pemakaian bahan bakar setiap jam dapat dihitung sebagai berikut :

Gf = 𝐺𝑢

𝑟𝑎𝑓×𝑛

𝑍 × i × 60

= 0,0083

20,537×1800

2 × 12 × 60

= 262 lb/jam = 118,184 kg/jam

= 118,184 𝑘𝑔/𝑗𝑎𝑚

0,870 𝑘𝑔/𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 = 135 liter/jam

Jadi, konsumsi bahan bakar per jam yaitu sebesar 262 lb/jam atau 135 liter/jam.

3.4.6 Perhitungan Pemakaian Bahan Bakar Spesifik

Perhitungan pemakaian bahan bakar spesifik dapat diketahui dengan menggunakan persamaan berikut :

Bsfc = 𝐺𝑓

𝐵𝐻𝑃 𝐿𝑏

𝐻𝑃 (Lb/HP jam) Dimana,

Bsfc = Pemakaian bahan bakar spesifik (Lb/HP jam) BHP = Ne = Daya efektif = 617,311 HP

Gf = Jumlah pemakaian bahan bakar per jam = 262 lb/jam Maka pemakaian bahan bakar spesifik sebesar :

Bsfc = 262

617,311 = 0,42 lb/HP jam 3.4.7 Perhitungan Efisiensi Thermal Efektif

Nilai dari Efisiensi Thermal dapat dihitung dengan rumus berikut : 𝜂the = 2545 ×𝐵𝐻𝑃

𝐺𝑓 × 𝑄𝑙 100%

Dimana,

BHP = Daya poros = 617,311 HP

Gf = Pemakaian bahan bakar setiap jam = 262 lb/jam QL = Nilai kalor bawah bahan bakar = 18.225 BTU/Lb

Maka besarnya efisiensi thermal efektif dapat dihitung sebagai berikut : 𝜂the =

2545 ×617,311 262 ×18.225 100%

= 32,9 % = 33%

3.5 Evaluasi Unjuk Kerja Motor Diesel CUMMINS KTA 38-G4

Hasil evaluasi unjuk kerja motor Diesel CUMMINS KTA 38 – G4 dengan perhi- tungan dari data-data yang diperoleh di lapangan (data operasi pembebenan 29%) dan data spesifikasi, maka didapat hasil seperti ditunjukkan pada tabel dibawah ini :

(7)

644

Tabel 3. Hasil Evaluasi Perhitungan

No Performance

Hasil Evaluasi Dengan Pembebanan 29%

Desain Standar 447,5 kW

Data Operasi 368 kW

1. Daya Efektif Mesin (BHP) 600 HP 617,3 HP

2. Pemakaian bahan bakar per jam 3 90 liter 135 liter 3. Pemakaian bahan bakar spesifik 0,27 lb/HP jam 0,42 lb/Hp jam 4. Efisiensi Thermal Efektif (𝜂the) 30% - 40% 33 %

5. Temperature Engine 80°C 95°C

Dari hasil evaluasi daya diatas dengan beberapa parameter, motor diesel tersebut ter- jadi penurunan beban , pemakaian bahan bakar yang boros, dan kenaikan temperatur pada mesin diesel.

3.6 Optimasi Daya pada Motor Diesel CUMMINS KTA 38-G4

Optimasi daya adalah suatu kegiatan menganalisa penyebab menurunnya performa motor diesel dan menentukan langkah untuk perbaikan pada motor diesel, supaya motor diesel dapat menghasilkan daya sesuai dengan kondisi semula.

Langkah optimasi yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : a) Penyetelan Timing Injection.

Bahan bakar yang diinjeksikan terlalu cepat atau terlalu lambat selama langkah usaha dapat menyebabkan kerugian tenaga. Waktu penginjeksian diatur melalui hubungan antara sistem injeksi bahan bakar (fuel cam) dengan timing gear yang tersambung dengan crank- shaft engine dan terhubung dengan piston. Injection pump timer memiliki tanda yang menunjukkan injection timing dari injection pump. Fuel injection timing diatur dengan cara menepatkan posisi piston sehingga tepat saat mulai injeksi dan diset sesuai dengan tanda pa- da flywheel, pemeriksaan dilakukan dengan melihat tanda pada timer apakah segaris dengan tanda pada pump body. Jika tidak segaris, kendorkan baut coupling dan setel posisi pump sehingga tanda segaris. Selama menepatkan tanda pada flywheel, pastikan memutar timer searah putaran mesin untuk mencegah timing terlepas. Dan kode standar timing injection pa- da mesin Diesel CUMMINS KTA 38 – G4 yaitu IC atau 4,72 mm sebelum menyentuh titik mati atas.

b) Penambahan Sistem Pemanas Bahan Bakar

Pemanas bahan bakar ini terdiri dari sebuah tabung yang mempunyai 2 saluran yaitu, 1 saluran masuk dan 1 saluran keluar. Kemudian terdapat elemen pemanas (heater) yang dipasang pada bagian bawahnya, dan dilengkapi dengan sensor pengukur suhu yang diletak- kan di dekat saluran pipa keluar dalam tabung. Supaya besar pengukuran dapat terbaca pada display, sistem diatas dihubungkan pada sebuah rangkaian pengkondisi sinyal.

(8)

645

Gambar 1. Elemen Pemanas

Elemen pemanas (heater) tersebut dihubungkan dengan suplai listrik arus bolak- balik, akan tetapi sebelumnya dilewatkan dulu ke sebuah rangkaian potensiometer yang digunakan untuk mengatur besarnya panas yang dihasilkan oleh elemen pemanas tersebut.

Alat ini dipasang antara filter bahan bakar dan fuel pump, sehingga dengan begitu bahan ba- kar yang akan masuk ke fuel pump dapat diatur temperaturnya.

Persamaan penurunan viskositas menggunakan Hukum Boyle (P1V1 = P2V2):

η1T1 = η2T2

Dimana,

η1 = Viskositas 1 = 3,59 cSt η2 = Viskositas 2

T1 = Temperatur 1 = 38°C T2 = Temperatur 2 = 60°C

Maka nilai viskositas setelah dipanaskan adalah : η1T1 = η2T2

3,59 × 38°C = η2 × 60°C η2 = 136,42

60 = 2,27 cSt

Dengan memanaskan bahan bakar sampai temperatur tertentu sebelum masuk ke da- lam Fuel Pump akan menyebabkan penurunan viskositas dari bahan bakar tersebut, sehingga Ketika bahan bakar diinjeksikan ke dalam ruang bakar akan membentuk butiran kabut yang lebih halus, yang menyebabkan proses pencampuran bahan bakar dengan udara menjadi lebih homogen. Sehingga bahan bakar akan lebih mudah terbakar dan menyebabkan presen- tase bahan bakar yang terbakar akan meningkat. Dengan semakin besarnya jumlah bahan

(9)

646

bakar yang terbakar maka peningkatan tekanan yang terjadi dalam ruang bakar akibat pem- bakaran juga membesar yang pada akhirnya akan meningkatkan torsi dan daya yang dihasilkan motor diesel.

4. SIMPULAN

Berdasarkan hasil optimalisasi terhdap mesin Diesel CUMMINS KTA 38 -G4 maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Penyetelan Timing injection bahan bakar merupakan hal yang mutlak untuk mendapat- kan proses pembakaran yang sempurna, sehingga diperoleh daya motor yang maksi- mum dan penghematan bahan bakar yang baik ;

2. Penyetelan timing injection disesuaikan dengan standar dari diesel tersebut yaitu dengan kode IC pada name plate yang berarti 4,72 mm sebelum menyentuh titik mati atas ; 3. Pemanasan pada bahan bakar sebelum diinjeksikan ke ruang bakar dilakukan untuk

membuat pembakaran menjadi sempurna. Dengan menurunkan viskositas dari bahan bakar tersebut yaitu dari 3,59 cSt menjadi 2,27 cSt, bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam ruang bakar menjadi lebih halus dan mudah bercampur dengan udara sehingga presentase bahan bakar yang terbakar meningkat;

4. Seiring meningkatnya presentase bahan bakar yang terbakar, maka peningkatan tekanan yang terjadi dalam ruang bakar membesar, sehingga meningkatkan torsi dan daya yang dihasilkan oleh mesin diesel.

5. DAFTAR PUSTAKA

[1] Maleev V.L, 1995, “Operasi dan Pemeliharaan Mesin Diesel”, Erlangga, Jakarta.

[2] Maleev V.L, 1945, “Internal Combustion Engine, Theory and Design”,Mc. Graw-Hill Kogakusha Ltd., Tokyo.

[3] Purwanto, ST, MT, “Diesel & Gas Engine”, Diktat TML – 2, Akamigas, Cepu.

[4] Tirtoatmodjo Raharjo, Willyanto, “Peningkatan Unjuk Kerja Motor Diesel dengan Penambahan Pemanas Solar”, Jurnal Penelitian, Universitas Kristen Petra.

[5] Susanto Heri, Margianto, Marlina Ena, “Pengaruh Variasi Timing Injection dan Cam- puran Bahan Bakar terhadap Unjuk Kerja Motor Diesel”, Jurnal Penelitian, Teknik Mesin Universitas Islam Malang.

[6] Danurachmanto Rizky, 2014, “Termodinamika”, Jurnal Pendidikan, Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret.

[7] Chongqing CUMMINS ENGINE Company, “Engine Performance Curve Model : KTA 38 – G4”, Manual Book.

(10)

647 Daftar Simbol

A Volume dari theroitical air

a Luas Silinder

B Pemakaian Bahan Bakar

BHP Daya Efektif

d Diameter silinder

E Udara Lebih

Gf Jumlah pemakaian bahan bakar per jam

Gu Jumlah pemakaian udara per siklus

IHP Daya Indikator

I Jumlah silinder

L Panjang Langkah

N Putaran mesin

N Daya

QL Nilai kalor bawah bahan bakar

R Perbandingan Kompresi

Raf Ratio Air Fuel

T Suhu

V Volume

Z Index Sikilus

z Faktor Kompresibilitas

Effisiensi

A Udara Luar

C Udara keluar siinder

Ch Charge

D Udara masuk silinder

E Efektif rata-rata

F Bahan bakar

I Indicator

Id Ideal

M Mekanik

R Relative

S Silinder

Sfc Spesifik

Gambar

Tabel 1. Spesifikkasi Motor Diesel CUMMINS KTA 38-G4
Tabel 2. Data Kondisi Operasi Motor Diesel CUMMINS KTA 38-G4
Tabel 3. Hasil Evaluasi Perhitungan
Gambar 1. Elemen Pemanas

Referensi

Dokumen terkait