• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deemed Dividend bagi. WPDN atas Penyertaan Modal di Badan Usaha Luar Negeri Nonbursa (PMK 107/PMK.03/2017)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Deemed Dividend bagi. WPDN atas Penyertaan Modal di Badan Usaha Luar Negeri Nonbursa (PMK 107/PMK.03/2017)"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

(PMK 107/PMK.03/2017)

Deemed Dividend bagi

WPDN atas Penyertaan

Modal di Badan Usaha

Luar Negeri Nonbursa

(2)

Abbreviasi

• BULN = Badan Usaha Luar Negeri

• WPDN = Wajib Pajak Dalam Negeri (Orang Pribadi maupun Badan)

• Deemed Dividend = deviden yang ditetapkan

diperoleh oleh WPDN atas penyertaan modal pada BULN Nonbursa terkendali langsung

2

(3)

3

1. Apa yang harus diketahui

terkait PMK 107/2017?

(4)

BULN NonBursa Terkendali Langsung (Pasal 2)

4 Indonesia

Luar Negri

BULN NonBursa

WPDN

memiliki penyertaan modal langsung paling rendah 50% (lima puluh persen) dari jumlah saham yang disetor pada BULN Nonbursa; ATAU

secara bersama-sama dengan WPDN lainnya

memiliki penyertaan modal langsung paling rendah 50% (lima puluh persen) dari jumlah saham yang disetor pada BULN Nonbursa

Maka WPDN ditetapkan memperoleh

Deemed Dividend atas penyertaan modal

langsung tsb.

*Penentuan besarnya penyertaan modal langsung ditentukan pada akhir Tahun Pajak WPDN.

(5)

BULN NonBursa Terkendali TIDAK Langsung

5 Pasal 4 ayat (4)

Pasal 4 ayat (5)

Merupakan BULN Nonbursa yang dikendalikan secara tidak langsung oleh WPDN melalui:

a. BULN Nonbursa terkendali langsung; ATAU

b. BULN Nonbursa terkendali langsung dan BULN Nonbursa terkendali tidak langsung pada tingkat penyertaan modal sebelumnya;

dengan penyertaan modal ≥ 50% dari jumlah saham yang disetor pada setiap tingkat penyertaan modal

Termasuk BULN Nonbursa yang ≥ 50% jumlah saham yang disetornya, dimiliki secara bersama-sama oleh:

WPDN dan:

1. BULN Nonbursa terkendali langsung; dan/atau 2. BULN Nonbursa terkendali tidak langsung;

WPDN dan WPDN lainnya melalui BULN Nonbursa terkendali langsung dan/atau BULN Nonbursa terkendali tidak langsung; ATAU

BULN Nonbursa terkendali langsung dan/ atau BULN Nonbursa terkendali tidak langsung.

(6)

Apa itu “Jumlah Saham yang Disetor”?

(Pasal 5)

6

• Merupakan jumlah nilai saham yang diterbitkan oleh BULN Nonbursa; ATAU

• Merupakan jumlah nilai saham yang mempunyai hak suara

(voting rights) yang diterbitkan oleh BULN Nonbursa

(7)

Kapankah Deemed Dividend Diterima?

(Pasal 3)

7

*termasuk jika:

ada kewajiban penyampaian tetapi tidak ada ketentuan batas waktu penyampaian

Apakah BULN Nonbursa terkendali

langsung memiliki kewajiban menyampaikan SPT

Tahunan PPh?

YA

Ditetapkan pada akhir bulan ke-4 setelah

berakhirnya kewajiban penyampaian SPT Tahunan

PPh BULN Nonbursa.

Ditetapkan pada akhir bulan ke-7 setelah tahun pajak BULN Nonbursa yang

bersangkutan berakhir

TIDAK

(8)

Bagaimana Menghitung

Deemed Dividend?

(Pasal 4 Ayat 2, 3 & 7)

8

Memiliki pengendalian langsung dan pengendalian tidak langsung Hanya memiliki

pengendalian langsung

Deemed Dividend =

% penyertaan modal

WPDN pada BULN Nonbursa

terkendali langsung

X Dasar pengenaan Deemed Dividend*

*Dasar Pengenaan Deemed Dividend

Apakah WPDN memiliki pengendalian langsung dan pengendalian tidak langsung?

YA

TIDAK

Dasar pengenaan Deemed Dividend

Laba setelah pajak BULN Nonbursa terkendali langsung

=

Dasar pengenaan Deemed Dividend

=

Laba setelah pajak BULN Nonbursa terkendali langsung

+

Laba setelah pajak BULN Nonbursa terkendali tidak langsung

x

% penyertaan modal BULN Nonbursa terkendali langsung pada BULN Nonbursa terkendali tidak langsung

(9)

Deemed vs. Actual Dividend

(Pasal 6)

9

• Deemed Dividend dapat diperhitungkan dengan Actual Dividend yang diterima dari BULN Nonbursa Terkendali Langsung.

• Maksimum Deemed Dividend yang dapat diperhitungkan adalah Deemed Dividend selama jangka waktu 5 (lima) tahun ke belakang berturut – turut terhitung sejak tahun Actual Dividend diterima.

• Jika Actual Dividend > Deemed Dividend yang dapat diperhitungkan,

selisihnya adalah objek PPh dan dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh di

Tahun Pajak Actual Dividend diterima.

(10)

Kredit Pajak Luar Negeri

(Pasal 7)

10 Tata Cara pengkreditan dapat dilihat pada Pasal (7)

Ayat (2) – (6) dan Lampiran A dari PMK terkait.

PPh yang telah dibayar atau dipotong atas Actual Dividend yang diterima dari BULN Nonbursa Terkendali

Langsung dapat dikreditkan pada Tahun Pajak

dibayarnya atau dipotongnya PPh tsb.

(11)

11

2. Contoh Ilustrasi

(12)

Ilustrasi 1: Penyertaan modal pada BULN Nonbursa

terkendali langsung & tidak langsung.

12

(13)

13 PT. KIDS NOW

JUBILEE PTE. LTD.

KIDDY PTE. LTD.

EUREKA GMBH 60% a)

90% b)

40% c)

Bagi PT. KIDS NOW:

a) JUBILEE PTE. LTD = BULN

Nonbursa Terkendali Langsung, karena kepemilikan ≥ 50% dari jumlah saham yang disetor.

b) KIDDY PTE. LTD = BULN Nonbursa Terkendali Tidak Langsung, karena kepemilikan ≥ 50% dari jumlah saham yang disetor pada setiap tingkat penyertaan modal, melalui JUBILEE PTE. LTD.

c) EUREKA GMBH = bukan BULN

Nonbursa Terkendali Langsung

ataupun Tidak Langsung, karena

penyertaan modal < 50% dari

jumlah saham yang disetor pada

setiap tingkat penyertaan modal.

(14)

14 PT. ABC

PT. DEF PT. GHI

PT. JKL

PT. MNO

PT. PQR

FORCO Ltd.

Forsubco1 Ltd. Forsubco2 Ltd.

15% 5%

15%

15%

5%

5%

60% 45%

FORCO Ltd. = BULN Nonbursa

Terkendali Langsung bagi ke-6 WPDN di atas, karena secara bersama-sama memiliki penyertaan modal langsung

≥ 50% dari jumlah saham yang disetor.

[Total = 60% = (15% x 3) + (5% x 3)]

a) Forsubco1 Ltd. = BULN Nonbursa Terkendali TIDAK Langsung bagi ke-6 WPDN di atas, karena terdapat penyertaan modal ≥ 50% dari jumlah saham yang disetor pada setiap

tingkat penyertaan modal, melalui FORCO Ltd.

b) Forsubco2 Ltd. ≠ BULN Nonbursa Terkendali, karena tidak terdapat penyertaan modal ≥ 50% dari jumlah saham yang disetor pada setiap

tingkat penyertaan modal.

a) b)

(15)

15 PT. SRIKANDI

WAYANG GmbH

ARJUNA GmbH

10% 80%

40%

Bagi PT. SRIKANDI:

a) ARJUNA GmbH = BULN Nonbursa Terkendali Langsung, karena kepemilikan ≥ 50% dari jumlah saham yang disetor

b) WAYANG GmbH = BULN Nonbursa Terkendali TIDAK Langsung, karena ≥ 50%

dari jumlah saham yang disetor dimiliki secara Bersama – sama oleh:

• PT. Srikandi sebagai WPDN (10%); dan

• ARJUNA GmbH sebagai BULN NonBursa Terkendali Langsung (40%).

(16)

16 PT. ABC

MNO Pte. Ltd.

PT. DEF

XYZ Pte. Ltd. PQR Pte. Ltd.

60%

a) XYZ Pte. Ltd. = BULN Nonbursa Terkendali Langsung bagi PT. ABC, karena terdapat penyertaan modal ≥ 50% dari jumlah saham yang disetor.

b) PQR Pte. Ltd. = BULN Nonbursa Terkendali Langsung bagi PT. DEF, karena terdapat penyertaan modal ≥ 50% dari jumlah saham yang disetor.

50%

20%

70%

c) MNO Pte. Ltd. =

• BULN Nonbursa Terkendali TIDAK Langsung bagi PT. ABC, karena terdapat penyertaan modal ≥ 50% dari jumlah saham yang disetor pada setiap tingkat penyertaan modal, melalui XYZ Pte. Ltd.

• BULN Nonbursa Terkendali TIDAK

Langsung bagi PT. DEF karena ≥ 50% dari jumlah saham yang disetor dimiliki secara bersama – sama oleh WPDN (PT DEF), dan WPDN lainnya (PT. ABC) melalui BULN Nonbursa terkendali langsung (XYZ Pte.

Ltd. bagi PT. ABC dan PQR Pte. Ltd. bagi PT.

DEF).

(17)

Ilustrasi 2: Penghitungan Besarnya Deemed Dividend.

17

(18)

18 PT. ABC

MNO Pte. Ltd.

PT. DEF

XYZ Pte. Ltd. PQR Pte. Ltd.

60%

a) Tahun Pajak di Singapura dan Hong Kong adalah sama dengan tahun kalender.

b) Di Singapura terdapat kewajiban menyampaikan SPT PPh Tahunan untuk Tahun Pajak 2016 pada tanggal 30 April 2017 (asumsi).

c) Pada tahun pajak 2016, masing-masing entitas di kedua negara tersebut memperoleh laba sbb:

 XYZ Ltd. Laba setelah pajak US$ 1.500.000 (tidak termasuk bagian laba atau deviden dari MNO Pte. Ltd.).

 PQR Ltd. Laba setelah pajak US$ 3.000.000 (tidak termasuk bagian laba atau deviden dari MNO Pte. Ltd.).

 MNO Pte. Ltd. memperoleh laba setelah pajak sebesar US$ 1.000.000.

50%

20%

70%

(19)

(Continued)

NO WPDN Deemed Dividend dari

XYZ Pte. Ltd. Deemed Dividend dari PQR Pte. Ltd.

Tanggal Deemed Dividend Diterima 1 PT. ABC

= 60% X [(US$ 1.500.000 + (70% X

US$ 1.000.000)]

= 60% x (US$ 1.500.000 + US$

700.000)

= 60% x US$ 2.200.000

= US$ 1.320.000

0

31 Agustus 2017

2 PT. DEF 0

= 50% X [(US$ 3.000.000 + (20% X

US$ 1.000.000)]

= 50% x (US$ 3.000.000 + US$

200.000)

= 50% x US$ 3.200.000

= US$ 1.600.000

31 Agustus 2017

• Deemed Dividend yang dilaporkan PT. ABC dalam SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2017:

= US$ 1.320.000 x Rp. 11.550,00 (kurs per tgl 31 Agustus 2017) = Rp. 15,246,000,000

• Deemed Dividend yang dilaporkan PT. DEF dalam SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2017:

= US$ 1.600.000 x Rp. 11.550,00 (kurs per tanggal 31 Agustus 2017) = Rp. 18,480,000,000

19

(20)

20

Ilustrasi 3: Penghitungan Besarnya Deemed Dividend

yang dapat diperhitungkan

dengan Actual Dividend

(21)

21 PT. SRIKANDI

ARJUNA GmbH

100%

a) Pada Tahun Pajak 2021 & 2022, PT. SRIKANDI menerima pembagian deviden (actual) sebesar Rp. 200.000.000 dan Rp. 2.000.000.000.

b) Data Deemed Dividend yang diperoleh PT. SRIKANDI atas penyertaan modal di ARJUNA GmbH yang telah dilaporkan di dalam SPT Tahunan PPh adalah sbb:

Tahun Pajak Deemed Dividend

(Ribuan Rp)

2017 600.000

2018 200.000

2019 700.000

2020 500.000

2021 400.000

2022 100.000

(22)

(Continued)

22

TAHUN PAJAK JUMLAH DEEMED DIVIDEND

KOMPENSASI DEEMED DIVIDEND

2021 2022

2017 600,000,000 200,000,000 0

a)

2018 200,000,000 0 200,000,000

2019 700,000,000 0 700,000,000

2020 500,000,000 0 500,000,000

2021 400,000,000 0 400,000,000

2022 100,000,000 0 100,000,000

TOTAL 200,000,000 1,900,000,000

b)

a) Sisa Deemed Dividend yang dapat diperhitungkan pada Tahun Pajak 2017 sebesar Rp. 400 juta tidak dapat diperhitungkan untuk penghitungan deviden aktual yang diterima di Tahun Pajak 2022 karena jangka waktu 5 tahun berturut-turut berakhir di Tahun Pajak 2018.

b) Di Tahun Pajak 2022, selisih antara deviden aktual yang diterima dengan Deemed Dividend yang dapat diperhitungkan yakni sebesar Rp. 100 juta (= Rp. 2 Miliar – Rp. 1.9 Miliar) dikenakan PPh dan dilaporkan pada SPT Tahunan PPh.

(23)

Contact Us

This content is for general information purposes only, and should not be used as a substitute for consultation with professional advisors.

© 2017 Persek Salaki & Salaki For further information, visit : www.salaki-salaki.com

Jika Anda memliki pertanyaan atau ingin mengetahui lebih lanjut mengenai PMK 107/PMK.03/2017 , silakan

menghubungi kami di :

021 – 290 49905 / 49906 / 49908

[email protected]

TAX ALERT

SS/TXALERT/05/2017 November 15, 2017

Gambar

Ilustrasi 1: Penyertaan modal  pada BULN Nonbursa
Ilustrasi 3: Penghitungan Besarnya Deemed Dividend

Referensi

Dokumen terkait

Ejaan dalam buku Pedoman Pelafalan Baku Bahasa Indonesia masih banyak mengalami kesalahan seperti pada penggunaan kata baku dan tanda baca. Untuk itu telah

Hubungan antara Pengetahuan tentang Penyakitdan Komplikasi Diabetes pada Penderita Diabetes Melitus dengan Tingkat mengontrol Kadar Gula Darah.. Diakses tanggal 23 September

Pada makalah ini diasumsikan bahwa vokal bahasa Indonesia tidak semua sama dengan vokal yang terdapat dalam bahasa Inggris dan Prancis.. Ada vokal dalam

Dalam tulisannya, dia menjelaskan bentuk-bentuk perubahan leksem bahasa Jawa dari proto Austronesia lalu dikemas dalam judul “Perubahan Leksem pada Bahasa Jawa dari

M2 kendaraan bermotor yang digunakan untuk angkutan orang dan mempunyai lebih dari delapan tempat duduk tidak termasuk tempat duduk pengemudi dan mempunyai jumlah berat yang

Berarti dengan waktu pengapian 12 o BTDC, maka bahan bakar yang dikonsumsi oleh engine untuk menghasilkan daya sebesar 1 hp dalam waktu 1 jam akan lebih

Expected Competitive Return for Investor (ECRI), adalah target bagi hasil kompetitif yang diharapkan dapat diberikan kepada Dana Pihak Ketiga. Acquiring cost , adalah biaya yang

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa murbei yang ditanam dilahan gambut bertipe saprik pada umur panen 9 minggu mempunyai produksi yang lebih tinggi