• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PENILITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB 3 METODOLOGI PENILITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

METODOLOGI PENILITIAN

3.1 Desain Penelitian

Desain studi kasus yang akan dilakukan yaitu studi kasus, yang merupakan suatu metode studi kasus yang akan dilakukan untuk menggambarkan suatu perbedaan atau perbandingan yang dilakukan dengan cara membandingkan perbedaan, sebagai salah satu cara untuk mencari faktor-faktor apa, atau situasi bagaimana yang dapat menyebabkan timbulnya suatu perstiwa tertentu. Studi ini dimulai dengan mengadakan pengumpulan fakta tentang faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya suatu gejala tertentu, kemudian dibandingkan dengan situasi lain, atau sekaligus membandingkan suatu gejala atau peristiwa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, dari dua atau beberapa kelompok simple yang antara objektif lain dengan upaya memecahkan masalah secara ilmiah, simetris, dan logis (Soekidjo Notoatdodjo,2012).

Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi. Serta studi kasus ini adalah studi untuk mengeksplorasi masalah Asuhan Keperawatan dengan Resiko Infeksi Pada Pasien Luka Bakar di RSUD dr. Drajat Prawiranegara.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Studi kasus ini dilakukan di RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Dimulai pada bulan januari sampai dengan Studi kasus ini dilaksanakan sesuai dengan kalender akademik Diploma Tiga Keperawatan maret Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

33

(2)

3.3 Subjek Penelitian/Partisipan

Subjek dalam penelitian kasus ini adalah dua pasien yang mengalami luka bakar yang dirawat diruang bedah RSUD dr. Drajat Prawairanegara.

3.4 Fokus Studi

Fokus studi dalam penelitian ini adalah Asuhan Keperawatan dengan Risiko Infeksi Pada Pasien Luka Bakar RSUD dr. Drajat Prawiranegara Tahun 2021 dengan tindakan perawatan luka.

3.5 Definisi Operasional

Tabel 3.2 Definisi Operasional

NO ISTILAH DEFINSI

1. Asuhan keperawatan post operasi luka bakar

Melakukan asuhan keperawatan mulai dari pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi pada pasien post operasi luka bakar 2. Resiko infeksi Adalah proses ketika mikroorganisme

dari kulit dimana luka terjadi kemerahan, rasa gatal dan panas, adanya pus, dan edema.

3. Perawatan luka Merupakan suatu tindakan untuk

mempercepat proses penyembuhan luka dan mencegah terjadinya infeksi

3.6 Instrumen Penelitian

Instrument yang digunakan adalah format asuhan keperawatan yang meliputi: lembar pengkajian, lembar diagnosa, lembar intervensi, lembar implementasi, lembar observasi, lembar evaluasi, dan alat-alat perawatan luka

(3)

3.7 Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, pemeriksaan fisik dan observasi hasil laboratorium yang dilakukan secara sistematis atau mempunyai kerangka dan struktur yang jelas dan pengamatan lebih terarah yaitu sebagai berikut :

1. Wawancara

Dalam teknik wawancara adalah untuk mengadakan komunikasi dengan subjek penelitian sehingga diperoleh data-data yang diperlukan.

Teknik wawancara ini dilakukan dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan sesuai dengan pertanyaan yang telah dipersiapkan. Dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang akurat baik itu dari pasien, maupun keluarga pasien.

2. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk menentukan masalah yang dialami kesehatan pasien . pemeriksaan fisik ini merupakan tahap dalam pengumpulan data studi kasus . Biasanya pemeriksaan fisik ini dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik secara head to toe.

3. Observasi

Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada pasien. observasi biasanya dilakukan catatan berkala yang dimiliki penulis. Catatan berkala dilakukan bersamaan dengan kerja praktek yang dilakukan dalam rentang waktu 4 hari.

3.8 Etika Studi Kasus

Etika penelitian adalah suatu bentuk sopan santun, tata usila dan budi pekerti dalam pelaksanaan penelitian. Etika penelitian merupakan hal yang penting karena menggunakna subjek manusia pada penelitian

(4)

keperawatan hampir 90% subjek yang dipergunakan adalah manusia.

(Nursalam2016). Sebelum melakukan penelitian biasanya peneliti terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi dari pihak institusi untuk mengajuka permohonan ijin kepada institusi atau lembaga tempat penelitian.Menurut Nursalam (2016), prinsip etika menjelaskan bahwa data dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu sebagai berikut :

1. Prinsip Manfaat

Penelitian dilaksanakan tanpa mengakibatkan penderitaan kepada subjek, peneliti berhati-hati akan menimbang resiko yang akan berakibat kepada subjek pada setiap melakukan tindakan

2. Prinsip Menghargai Hak Asasi Manusia

Subjek dilakukan secara manusiawi yang mempunyai hak untuk memutuskan untuk bersedia menjadi subjek atau tidak, tanpa adanya sanksi apapun atau yang dapat mengganggu kesembuhannya (Right to self determination)

3. Keadilan (Right to justice)

Penulis menerapkan prinsip secara adil, baik sebelum, selama, dan sesudah penelitian tanpa adanya deskriminasi. dalam melaksanakan penelitianini penulis menekankan masalah etika yang meliputi:

a. Lembar Persetujuan (Informed consent)

Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dan responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan. Tujuan Informed consent adalah agar subjek mengerti maksud dan tujuan penelitian, mengetahui dampaknya. Jika subjek bersedia, maka mereka harus menandatangani lembar persetujuan.

Jika responden tidak bersedia, maka peneliti harus menghormati hak

(5)

pasien. Beberapa informasi yang harus ada dalam Informed consent tersebut antara lain: partisipasi responden, tujuan dilakukannya tindakan, jenis data yang dibutuhkan, komitmen, prosedur pelaksanaan, potensial yang akan terjadi, manfaat, kerahasiaan, informasi yang mudah dihubungi, dan lain-lain.

b. Tanpa Nama (Anomity)

Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama respondenpada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang akan disajikan.

c. Kerahasiaan (Confidentiality)

Masalah etika dengan memberikan jaminan kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya. Semua informasi yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset.

d. Berbuat baik ( Beneficience )

Penulis memberikan tindakan sesuai dengan standar oprasional prosedur sehingga tidak membahayakan responden sehingga terjamin keselamatannya.

e. Menghormati ( resfect )

Penulis selalu menghargai keputusan responden untuk menjalani studi kasus meskipun keputusannya biasa merugikan penulis.

f. Keadilan ( justice )

Penulis tidak membeda-bedakan responden dalam memberikan tindakan keperawatan dan informasi, serta berperilaku adil tanpa memandang status, golongan, agama, dll.

(6)

3.9 Langkah – Langkah Pengumpulan data

Langkah-langkah dalam pengumpulan data sebagai berikut :

a. Penulis terlebih dahulu mengajukan surat permohonan studi pendahuluan dan izin penelitian di RSUD dr. Drajat Prawiranegara.

b. Surat permohonan studi pendahuluan dan izin penelitian diajukan kepada direktur RSUD dr. Drajat Prawiranegara

c. Mendapatkan balasan surat dari bidang akademik/ diklat RSUD dr.

Drajat Prawiranegara berupa perizinan studi kasus dengan pengambilan prevelensi

d. Surat izin studi pendahuluan di serahkan kepada rekam medis untuk memperoleh data jumlah pasien Luka Bakar di RSUD dr. Drajat Prawiranegara

e. Pengajuan izin kepada kepala ruangan Anggrek 1 RSUD dr. Drajat Prawiranegara untuk pengambilan kasus dengan masalah Rsiko Infeksi Pada Pasien Luka Bakar

f. Melakukan Observasi terhadap pasien yang telah diberikan kepala ruangan dan kontrak waktu untuk menjalankan serta memberikan informed consent jika berkenan menjadi subjek penelitian.

g. Melakukan asuhan keperawatan Resiko Infeksi Pada Pasien Luka Bakar

h. Menulis dan membahas hasil pengaruh penerapan Resiko Infeksi 3.10 Metode Analisa data

Data penelitian telah dianalisis dengan analisis deskriptif. Analisa deskriptif adalah suatu usaha mengumpulkan dan menyusun data. Setelah data tersusun langkah selanjutnya adalah mengolah data dengan menggambarkan dan meringkas data secara ilmiah (Nursalam,2016). Data akan disajikan dengan uraian tentang temuan dalam bentuk tulisan.Analisis data biasanya mengunakan teknik wawancara, observasi, pengukuran dokumen, dan metode lainnya yang disalin dalam bentuk catatan terstruktur.

Setelah data terkumpul, selanjutnya data dikelompokan dalam tabel analisis data yang terdiri dari data subjektif dan objektif, etiologi dan

(7)

masalah/problem. Setelah membuat table analisa data, selanjutnya merumuskan diagnosa keperawatan dan membuat rencana tindaka keperawatan. Pada tahap intervensi terdiri dari tujuan dan kriteria hasil dan rencana tindakan. Kriteria hasil menggambarkan secara spesifik mengenai hal-hal yang diharapkan oleh peneliti untuk menyelesaikan masalah. Setelah menentukan intervensi langkah selanjutnya melakukan implementasi keperawatan sesuai intervensi yang sudah di rencanakan sebelumnya.

Kemudian peneliti menuliskan evaluasi dari tindakan keperawatan dalam bentuk SOAP. Pada analisa dalam evaluasi berisikan tentang apakah masalah teratasi atau teratasi sebagian.Masalah teratasi apabila hasil diperoleh sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang ditetapkan pada intervensi diatas.

Selanjutnya pada tahap akhir membandingkan hasil analisa data dua pasien dengan teori yang ada, apakah ada perbedaan dengan teori dengan maupun perbedaan gejala antara pasien satu dengan yang lainnya.

Kemudian, jika ada perbedaan, maka mencari tahu penyebab ketidak sesuaian sehingga di dapat suatu kesimpulan rencana tindakan dan evaluasi tersebut, apakah menambah, mengurangi, atau tetap melanjutkan intervensi yang telah ditetapkan setelah dilakukan wawancara kepada pasien, berdasarkan data subjektif atau data yang diperoleh dari apa yang telah di ungkapkan atau dikatakan oleh pasien maka dilakukan pengolahan data dan akan di dapatkan hasil penelitian, maka data hasil penelitian akan di sajikan dengan cara terstruktur atau dapat juga di sertakan dengan cuplikan variable subjek yang dinarasikan penyajian data juga dapat dilakukan dengan menggunakan table, grafik, gambar dan lain-lain yang dapat

menginterpretasikan keadaan subjek penelitian

(8)

Referensi

Dokumen terkait

Masalah etika penelitian keperawatan merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam penggunaan partisipan penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan

Masalah etika penelitian merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar

Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar

Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang diberikan jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat

Tanpa Nama anonymity Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama subjek

Anonimity Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam penggunaan subyek penelitian dengan cara tidak memberikan atau tidak mencantumkan nama responden

3.8.2 Anonimity Tanpa Nama Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam penggunaan subyek penelitian dengan cara tidak memberikan atau tidak mencantumkan

Anonimity tanpa nama Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan jaminan dan penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden