• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Interior Destination Spa dengan Konsep Rejuvenation through Nature.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Interior Destination Spa dengan Konsep Rejuvenation through Nature."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Maranatha |ii

ABSTRACT

INTERIOR DESIGN OF DESTINATION SPA WITH THE

COCEPT OF REJUVENATION THROUGH NATURE

Nowadays the lifestyle of big city people is keeps getting unhealthy so that it leads to stress

and diseases. Therefore, people of the middle-up-class get used to do spa simply for relaxation.

There are quite a lot of daily spas in Bandung, but there is no spa which does total treatment

yet. Destination Spa is a spa which serves total treatment that will make the visitors get used

to doing a healthy lifestyle, such as sports and healthy food, and completed with

accommodation for treatments that need more than 1 day.

Destination Spa needs a quiet place far from the busy place, with minimum pollution, and convenient and pleasant atmosphere. Destination Spa uses the concept of “Rejuvenation Through Nature”, which has a similarity to the spa process, namely healing and rejuvenation of the skin and physical and emotional health. The use of this concept is applied to the shape

of the room and adjusted lighting in order to create the desired ambiance of room, so as to give

the comfortable atmosphere as nature.

(2)

Universitas Kristen Maranatha |iii ABSTRAK

PERANCANGAN DESAIN INTERIOR DESTINATION SPA DENGAN

KONSEP REJUVENATION THROUGH NATURE

Sekarang ini gaya hidup masyarakat yang tinggal dikota besar semakin tidak sehat,

sehingga seringkali menimbulkan stress dan penyakit, sehingga masyarakat menegah

atas mulai terbiasa untuk melakukan spa untuk sekedar relaksasi. Di kota Bandung

sudah cukup banyak spa harian bermunculan tapi masih belum ada spa yang melakukan

perawatan secara total. Destination spa adalah spa yang melayani secara total yang

membiasakan pengunjungnya untuk melakukan gaya hidup sehat seperti olahraga dan

makanan sehat, serta dilengkapi dengan penginapan untuk perawatan yang

membutuhkan waktu lebih dari 1 hari.

Destination spa membutuhkan tempat yang tenang yang jauh dari keramaian, minim

polusi, dengan suasanya yang nyaman dan menyenangkan. Destination spa ini

menggunakan konsep “Rejuvenation Through Nature”, yang memiliki kesamaan

dengan proses spa yaitu memulihkan dan meremajakan kulit maupun kesehatan fisik

dan emosi seseorang. Penggunaan konsep tersebut diaplikasikan ke dalam bentukan

ruang dan pencahayaan yang disesuaikan, untuk memunculkan ambiance ruang yang

diinginkan, agar memberi suasanya yang nyaman dan seperti alam.

(3)

Universitas Kristen Maranatha |iv DAFTAR ISI

JUDUL………i

ABSTRAK………..ii

KATA PENGANTAR………iii

DAFTAR ISI………..iv

BAB 1 PENDAHULUAN………..1

1.1Latar Belakang Masalah………....1

1.2Identifikasi Masalah………..3

1.3Ide Gagasan Perancangan……….4

1.4Rumusan Masalah……….4

1.5Tujuan Perancangan………..4

1.6Manfaat Perancangan………5

1.7Ruang Lingkup Perancangan………5

1.8Sistematika Penulisan………6

BAB 2 STUDI LITERATUR 2.1Pengertian Spa……….…….8

2.2Spa dan Perkembangannya di Dunia………9

2.2.1 Industri SPA Modern……….10

2.3Perkembangan Spa di Indonesia………..11

2.4Manfaat dan Jenis Perawatan Dalam Spa………...13

2.5Destination Spa……….………...15

2.6Pengertian Akomodasi……….……….………...19

2.7Warna………..……….19

(4)

Universitas Kristen Maranatha |v

2.9Standar Ergonomi Fasilitas……….………...23

BAB 3 DESTINATION SPA DI KOTA BANDUNG 3.1 Deskripsi Proyek………..………..36

3.2 Deskripsi Site……….………..………..37

3.3 Analisa Fungsi ………...…………...…38

3.4 Analisis existing ………...….39

3.4.1 Analisi site……….………...….39

3.4.2 Analisis Building………...……....43

3.5 Identifikasi User ..……….46

3.5.1 Pengunjung………...……...……….…...46

3.5.2 Struktur Organisasi…………..………..…………....48

3.6 Studi Banding……….………...49

BAB 4 PERANCANGAN INTERIOR DESTINATION SPA DENGAN KONSEP “REJUVENATION THROUGH NATURE” 4.1 Konsep Rejuvenation Through Nature……….…...63

4.2 Pembahasan Karakter dan Bentuk………..……….…..65

4.2.1 Karakter……….…....65

4.2.2 Bentuk………..………..66

4.3 Desain……….………...67

BAB 5 PENUTUP 5.1 Kesimpulan ..………...72

(5)

Universitas Kristen Maranatha |vi DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Tempat duduk Manicure and pedicure………...24

Gambar 2.2 Dimensi Tempat duduk Manicure and pedicure………24

Gambar 2.3 Bed Massage………24

Gambar 2.4 Dimensi Bed Massage……………….…...24

Gambar 2.5 Dimensi Penyimpanan di bawah Bed Massage………..……….25

Gambar 2.6 Dimensi Penyimpanan bawah Bed Massage………..………….25

Gambar 2.7 Meja Rias………...………..25

Gambar 2.8 Dimensi Meja Rias………..………....25

Gambar 2.9 Lavatory………..……….26

Gambar 2.10 Lavatory………..………...26

Gambar 2.11 Lavatory………..………...26

Gambar 2.12 Dimensi Lavatory………..………....26

Gambar 2.13 Jarak Bersih Lavatory Ganda………..………...27

Gambar 2.14 Dimensi Jarak Bersih Lavatory Ganda………..………...27

Gambar 2.15 Shower………..………...….27

Gambar 2.16 Shower………..………...….28

Gambar 2.17 Dimensi Shower……….………...28

Gambar 2.18 Bath Tub………..………...…...28

Gambar 2.19 Bath Tub Tunggal dan Ganda …………..………...…….29

Gambar 2.20 Dimensi Bath Tub………...……….……….....29

Gambar 2.23 Ergonomi Sofa untuk Pria…………..………...30

Gambar 2.24 Dimensi Ergonomi Sofa untuk Pria……..………...30

Gambar 2.25 Ruang Ganti Pakaian………..………...30

Gambar 2.26 Dimensi Ruang Ganti Pakaian ………...30

Gambar 2.27 Ruang Ganti Pakaian………...……...31

Gambar 2.28 Dimensi Ruang Ganti Pakaian…….………...31

(6)

Universitas Kristen Maranatha |vii

Gambar 2.30 Pencapaian Kabinet………...……...31

Gambar 2.31 Sauna………..……...32

Gambar 2.32 Dimensi Sauna………...32

Gambar 2.33 Ruang Loker……….………33

Gambar 2.34 Dimensi Ruang Loker………...33

Gambar 2.35 Tempat duduk Bangket………...33

Gambar 2.36 Dimensi Tempat duduk Bangket………..…...33

Gambar 2.37 Tempat duduk lounge……….…...…....34

Gambar 2.38Tempat duduk Lounge……….…...34

Gambar 2.39 Dimensi Tempat duduk Lounge………..……...34

Gambar 2.40 Lebar Minimal Area Makan………..…………...35

Gambar 2.41 Jarak Bersih untuk 2 orang di Belakang Kursi yang Ditarik...35

Gambar 2.42 Kebutuhan Sirkulasi Jarak untuk Pramusaji………..……..35

Gambar 2.43 Dimensi Area Makan………..……..35

Gambar 3.1 Bumi Bandhawa Boutique Hotel………..……..36

Gambar 3.2 Lokasi Bumi Bandhawa Boutique Hotel………..……..37

Gambar 3.3 Javana Spa……….………..…...48

Gambar 3.4 The Lammar’s Spa ……….……...51

Gambar 3.5 Reseptionist The Lammar’s Spa ……….……...51

Gambar 3.5 Deluxe room ……….……...52

Gambar 3.6 VIP room………...52

Gambar 3.7 Foot Wash………......53

Gambar 3.8 Camellia Lounge………...53

Gambar 3.8 VVIP room………..……..53

Gambar 3.9 Suite room………...53

Gambar 3.10 Suite room………..……...53

Gambar 3.11 Suite room………..…...53

Gambar 4.1 Denah lantai 1, karakter percampuran organis dan geometris...64

(7)

Universitas Kristen Maranatha |viii

Gambar 4.3 Denah Refexology Area……….…...66

Gambar 4.4 Refexology Area Ceiling Plan………...67

Gambar 4.5 Perspektif Refexology Area……….……...68

Gambar 4.6 Perspektif Aquatic Treatment – shower jet………...68

Gambar 4.7 Perspektif Corridor……….69

Gambar 4.8 Receptionist ………...69

Gambar 4. 9 Perspektif Health Café ………...70

Gambar 4. 10 Foot Wash ………...…….70

DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Analisa Site Bumi Bandhawa Boutique Hotel………...39

Tabel 3.2 Analisa Building Bumi Bandhawa Boutique Hotel………...43

Tabel 4.1 Penjabaran Konsep Rejuvenation Through Nature………...63

DAFTAR BAGAN Bagan 3.1 Struktur organisasi………...47

DAFTAR LAMPIRAN Daftar Isi……….…..73

Site Plan………....74

General Plan First Floor………....75

Floor Plan First Floor………....76

Ceiling Plan First Floor……….…....77

Utility Scheme First Floor……….………....78

General Plan Second Floor……….………...79

(8)

Universitas Kristen Maranatha |ix

Ceiling Plan Second Floor……….………...81

Utility Scheme Second Floor……….………...82

General Selection A-A’………..………...83

General Selection B-B’………..………...84

Reflection 1st Floor Area……….………..85

Reflection 1st Floor Area Floor Plan….……….....86

Reflection 1st Floor Area – Ceiling Plan.………...87

Reflection 1st Floor Area – Selection A-A’…..……….…....88

Reflection 1st Floor Area – Selection B-B’..………..….…..89

Reflection Personal Roon Spa………..………..………...90

Reflection Personal Roon Spa – Floor Plan……..………..…………..91

Reflection Personal Roon Spa – Ceiling Plan..………..…………...92

Reflection Personal Roon Spa – Selection A-A’…..…………..………...93

Reflection Personal Roon Spa – Selection B-B’….…………..………94

Detail Furniture 1 Coffee Table……….………..……….95

Detail Furniture 2 Receptionist Table…….………..96

Detail Furniture 3 Stool Bar………….………...97

Detail Furniture 4 Bed Spa 2nd Floor…..………..98

Detail Furniture 5 Front Café Table..………...99

Detail Furniture 6 Zink 1st Floor………...100

Detail Interior 1 Partition Receptionist………....101

Detail Interior 2 Ladder………...102

Detail Interior 3 Yoga Window………....103

Detail Interior 4 Wall Treatment………...104

Detail Interior 5 Circle Ceiling 2nd Floor………...105

Detail Interior 6 Wood and Onix Partition………...…106

Perspective………...107

Perspective………...108

(9)

Universitas Kristen Maranatha|1 BAB 1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Sheldon Cohen, psikolog sekaligus direktur Carnegie Mellon University,

Pittsburgh menganalisis data lebih dari 6.300 orang, bahwa sebagian besar

masyarakat yang tinggal di kota-kota besar memiliki kehidupan pekerjaan dan

aktivitas dengan ritme yang cepat sehingga menimbulkan tingkatan stress yang

tinggi, tapi tingkat stress juga dapat menurun seiring bertambahnya usia. Tahun

1983 sampai 2009, tingkat stress mengalami peningkatan sebesar 18% pada wanita

dan 24% pada pria. Keadaan lingkungan dan budaya perkotaan dapat berdampak

buruk bagi kesehatan fisik dan mental yang cenderung menimbulkan stress.

Spa menjadi salah satu alternatif yang banyak dipilih oleh kalangan masyarakat

menengah keatas karena kebutuhan mereka akan kesehatan, baik fisik maupun

rohani mereka. Masyarakat mulai belajar menerapkan pola hidup sehat sekaligus

berlibur dalam suasana yang alami. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Ir. Jero

Wacik, SE mengatakan bahwa industri spa di Indonesia terus mengalami kemajuan

(10)

Universitas Kristen Maranatha|2

dan kesehatan adalah salah satu yang menarik minat wisatawan ke Indonesia

sehingga menjadi destinasi spa yang menarik dan kompetitif. Indonesia dikenal

dengan kekayaan dan keunikan budaya lokal tradisi perawatan tubuh dengan teknik

pijatan dan ramuan herbal yang mudah disesuaikan dengan gaya hidup spa modern.

Keragaman tradisi spa dan perawatan kesehatan yang tersebar di Indonesia

merupakan potensi dan kekuatan yang luar biasa yang harus diangkat,

dipromosikan, dan ditingkatkan kualitasnya untuk menarik wisatawan dunia.

Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta

Nirwandar, 2010, mengatakan bahwa kekayaan Indonesia akan hasil

rempah-rempah sebagai bahan alami dari ramuan spa harus di kenalkan pada tingkat dunia.

Spa adalah tempat dimana orang-orang dapat beristirahat dan melakukan kegiatan

yang bersifat kebugaran atau kesehatan jasmani maupun rohani, membantu

pemulihan, dan meningkatkan kesehatan pikiran dan tubuh. SPA sendiri memiliki

arti “Solus Per Aqua”. Yaitu sebuah sarana pemulihan kesehatan yang terletak di

sumber air mineral alam dan digunakan sebagai media untuk pemulihan kebugaran

tubuh dengan cara diminum maupun mandi. Pada saat ini, spa dapat di katakan

sudah menjadi life style bagi masyarakat kelas sosial tinggi sebagai sarana untuk

menyegarkan diri dalam waktu yang relative singkat. Inez Cahya Rachmadhani,

2012, mengatakan dalam artikelnya yang berjudul “Pengaruh Kelas Sosial dan Status” bahwa kelas dan status sosial seseorang dapat mepengaruhi pembentukan kepribadian, gaya hidup, dan pola perilaku seseorang, sehingga berpengaruh

kepada pembelian barang/jasa yang dilakukan oleh seorang konsumen berdasarkan

status sosialnya. Seorang yang memiliki status sosial yang tinggi cenderung berani

melakukan pembelian barang/jasa yang tinggi pula.

Bandung merupakan ibu kota Provinsi Jawa Barat sekaligus sebagai salah satu

kota metropolitan yang dikenal sebagai kota kuliner, belanja, dan menjadi kota

(11)

Universitas Kristen Maranatha|3

masih relative sejuk sehingga menarik wisatawan dalam negeri maupun

mancanegara untuk mengunjungi kota Bandung. Pada pertengahan tahun 2015

Badan Meteologi dan Geofisika memperkirakan cuaca di provinsi Jawa Barat

berkisar antara 21-30ºC. Kepala BPS Jabar, Gema Purwana, Jumat (1/2/13),

mengatakan, jumlah Wisman yang datang ke Jabar melalui Bandara Husein

Sastranegara, Bandung, berjumlah 18.145 Wisman, naik 21.77 % dari November

2012 yang berjumlah 14.901 Wisman.

Data di atas mendukung digagasnya sebuah fasilitas destination spa dengan

konsep “Rejuvenation Through Nature” sebagai sarana bagi wisatawan

mancanegara ataupun wisatawan dalam negeri/domestik yang datang ke kota

Bandung untuk berlibur sekaligus melakukan perawatan tubuh total dengan Susana

yang alami. Ide dari gagasan tersebut dikarenakan semakin besarnya kebutuhan

masyarakat perkotaan akan pentingnya kesehatan fisik dan fikiran mereka,

khususnya bagi masyarakat dengan kelas sosial menengah atas yang terbiasa

dengan pola hidup yang tidak sehat sehingga menimbulkan stress.

Destination spa adalah salah satu jenis spa yang ada saat ini. Perawatannya

dilakukan secara total dan menyeluruh dengan tujuan untuk meningkatkan

kesehatan dan membiasakan pola hidup sehat, dengan sebuah area tenang yang jauh

dari keramaian kota, bebas polusi serta dilengkapi dengan latihan kebugaran fisik

dan mengenalkan mengenai kesehatan.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat di simpulkan, dengan belum

adanya Destination spa yang relatif dekat dengan kota, dan meningkatnya jumlah

wisatawan yang datang ke Bandung serta kebutuhan masyarakat perkotaan

(12)

Universitas Kristen Maranatha|4

gaya hidup yang semakin tidak, maka Destination spa dengan konsep

Rejuvenation Through Nature” ini adalah salah satu alternatifnya.

1.3Ide Gagasan Perancangan

Perancangan destination spa ini berlokasi di Bumi Bandhawa, Dago, Tubagus

Ismail, Bandung. Wilayahnya masih dekat dengan kota, tapi karena letaknya yang

masuk ke daerah perumahan yang rimbun dan dikelilingi hutan pinus tempat ini

menjadi lokasi yang tepat untuk destination spa. Destination spa ini akan di

rancang dengan konsep yang lebih alami sehingga dapat mempengaruhi psikologi

pengunjungnya menjadi lebih rilaks.

1.4Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah diatas, tujuan

merancang destination spa sebagai berikut :

1. Bagaimana mewujudkan suasa ruang treatment yang rilaks untuk kelas

sosial menengah atas?

2. Bagaimana menerapkan konsep Rejuvenation Through Nature dalam

destination spa sehingga sesuai dengan kebutuhan dan fungsi ruang yang di

rancang?

1.5Tujuan Perancangan

Maksud dan tujuan perancangan destination spa:

1. Merancang sebuah destination spa yang memenuhi standar bagi masyarakat

kalangan menengah atas dengan suasana sekitar yang memberi efek rilaks

sehingga pengunjung merasa lebih santai, nyaman dan dapat menerapkan

pola hidup sehat.

2. Merancang sebuah destination spa dengan fasilitas dan program yang

mendukung sehingga dapat memenuhi tujuan awal yaitu menerapkan pola

(13)

Universitas Kristen Maranatha|5 1.6Manfaat Perancangan

Berdasarkan tujuan perancangan yang telah dijelaskan di atas, perancangan

Destination Spa ini dapat bermanfaat bagi penulis dan dunia desain interior,

sebagai pijakan untuk perkembangan interior spa yang ada di Bandung untuk

memenuhi kebutuhan masyarakat modern masa kini akan kesehatan fisik dan

pikiran, dengan adanya kebiasaan hidup sehat, bukan hanya melakukan perawatan

tubuh untuk kecantikan saja melainkan dengan melakukan pola hidup sehat dengan

latihan kebugaran, makanan sehat, dan pengenalan tentang kesehatan.

1.7Ruang Lingkup Perancangan

Ruang lingkup yang akan di buat dalam perancangan Destination Spa , yang

berlokasi di Bumi Phandawa, Dago, Bandung dengan konsep “Rejuvenation

Through Nature” yaitu:

Lobby

Waiting room

Area massage, body treatmens, spa and reflexion (body and hair)

Yoga

Steam baths, shower

Jacuzzi

Sauna

Steam room

Health Café and lounge

(14)

Universitas Kristen Maranatha|6 1.8Sistematika Penulisan

BAB 1 PENDAHULUAN

Bagian dari bab ini antara lain yaitu : Latar Belakang Masalah, Identifikasi

Masalah, Ide Gagasan Perancangan, Rumusan Masalah, Tujuan Perancangan,

Manfaat Perancangan, Ruang Lingkup Perancangan, dan Sistematika

Penulisan.

BAB 2 STUDI LITERATUR

Bab ini akan membahas mengenai spa, yang meliputi pengertian spa, sejarah

dan perkembangan spa, macam-macam spa dan manfaatnya. Dalam bab ini

juga dijelaskan warna-warna yang akan digunakan, serta budaya orang

Indonesia akan spa, dan juga ergonomi yang cocok untuk proyek destination

spa ini.

BAB 3 DESTINATION SPA DI KOTA BANDUNG

Bab ini membahas mengenai site yang digunakan dalam proyek ini yaitu Bumi

Bandhawa Boutique Hotel yang berada di daerah Dago, Bandung Utara yang

beralamat lengkap di Jl. Konstitusi 1/16, Cigadung/Tubagus Ismail,Bandung,

dengan luas bangunan 1800m² dengan luas tanah 4500m². Dalam bab ini juga

berisi mengenai analisa site, konsep, analisa fungsi, analisa existing dan studi

banding.

BAB 4 PERANCANGAN INTERIOR DESTINATION SPA DENGAN

KONSEP “REJUVENATION THROUGH NATURE”

Bab ini membahas mengenai perancangan dan konsep Rejuvenation Through

Nature pada setiap ruang di destination spa tersebut sesuai dengan fungsi dan

kaitan dengan proses tersebut sehingga mengasilkan elemen interior yang

(15)

Universitas Kristen Maranatha|7 BAB 5 PENUTUP

Bab ini membahas mengenai kesimpulan yang di ambil dari isi bab 1 sampai bab 4 yang di simpulkan menjadi beberapa poin penting untuk memudahkan mengkaji isi laporan tersebut. Kemudian bab ini berisi saran mengenai keseluruhan isi dari laporan “Perancangan Desain Interior Terhadap

(16)

Universitas Kristen Maranatha |71 BAB 5

PENUTUP

5.1Kesimpulan

Kesimpulan yang perancang dapatkan dan rangkum melalui pembahasan dari

problematika desain yaitu destination spa ini menggunakan konsep kembali ke

alam yaitu Rejuvenation Though Nature yang diambil melalui sifat dan pengertian

rejuvenation. Destination spa ini di lengkapi dengan reseption dan akomodasi

penginapan untuk pengunjung yang ingin melakukan perawat lebih dari 1 hari,

serta menyediakan health café sehingga membiasakan pengunjung untuk mulai

belajar pola hidup sehat yang salah satunya melalui makan makanan sehat.

Destination spa ini menggunakan warna, material, dan desain yang modern tapi

tetap terasa seperti di alam. Desain tersebut diperkuat dengan penggunaan material

(17)

Universitas Kristen Maranatha |72

pencahayaan buatan yang sesuai sehingga menciptakan ambiance ruang yang

hangat dan nyaman bagi pengunjungnya.

Demikian kesimpulan yang perancang dapat berikan mengenai segala hal yang

berkaitan dengan desain destination spa , Semoga pembahasan ini dapat

bermanfaat bagi problematika desain yang berhubungan dengan destination spa.

5.2 Saran

Perancangan Rejuvenation Though Nature of Destination Spa ini dirasakan

masih banyak kekurangan dan keterbatasan dari berbagai aspek. Dengan

demikian perlu dilakukannya beberapa perancangan lanjutan sebagai berikut:

- Perancangan lebih lanjut mengenai kebutuhan-kebutuhan dari destination spa

agar dapat menciptakan desain yang lebih baik lagi.

- Perancangan lebih lanjut mengenai penggunaan material-material yang

(18)

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR PUSTAKA

Buku:

Soraya, Izza .(2008). Spa Sarana Perawatan Tubuh dan investasi Usaha, Buana Printing,

Jakarta

Jumarani, Louise .(2009). The Essence of Indonesian Spa, PT Gramedia Pustaka Utama,

Jakarta

Affendi, Yusuf. (1982). Susunan Warna Lokal di Beberapa Daerah di Indonesia, Institut

Teknologi Bandung, Bandung

Darmaprawira, Sulasmi. (2002). Warna: Teori dan Kreativitas Penggunaannya ed.

Kedua. Bandung: Penerbit ITB

Krisnawati, Christina. (2005). Terapi Warna dalam Kesehatan, Curiosita, Yogyakarta

Web:

https://www.academia.edu/5377058/Sejarah_SPA

http://indonesianspamagazine.com/

Global SPA Summit 2011, http://www.antaranews.com/

http://industri.bisnis.com/

http://www.budpar.go.id tanggal 02 Juni 2008.

http://www.bapeda.pemda- pentingnya memahami budaya.pdf. tanggal 02 Juni 2008.

(19)

Universitas Kristen Maranatha

http://health.detik.com/read/2012/06/15/172827/1942486/763/tingkat-stres-naik-dari-tahun-ke-tahun-sejak-1983

http://www.antaranews.com/berita/259238/global-spa-summit-2011-industri-spa-di-indonesia-semakin-maju

http://www.tribunnews.com/lifestyle/2015/07/30/spa-tradisional-indonesia-jadi-daya-tarik-wisatawan

http://inessworld.blogspot.com/2012/12/perbedaan-kelas-sosial-atas-menengah.html

http://kadinbandung.org/news/detail/Turis-Asing-ke-Jabar-Naik-2163-Persen

http://meteo.bmkg.go.id/prakiraan/propinsi/13

http://www.balispawellness-association.org/objectives-programs.html

https://sejarahspadunia.wordpress.com/2013/06/13/mengenal-sejarah-spa-di-dunia-untuk-anda/

http://www.astudioarchitect.com/2011/04/boutique-hotel-konsepdesain.html#ixzz3cd6MnABL

www.design-skills.org/the_psychology_of_forms.html

http://m.thejakartapost.com/news/2013/04/29/indonesia-wants-become-asia-s-main-destination-spa-therapy.html

http://www.oxforddictionaries.com/definition/english/rejuvenate

http://www.merriam-webster.com/dictionary/nature

http://en.wikipedia.org/wiki/Nature

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala berkat, kasih dan karunianya sehingga penulis berhasil menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan judul

Kini peran warga terutama yang ada dikota sudah digantikan oleh Hansip (pertahanan sipil) atau Satuan Pengamanan (Satpam) yang merupakan warga Sipil yang dibayar untuk

Economic) berbasis android pada mata pelajaran ekonomi dapat digunakan. kapanpun dan

Pada tugas akhir ini dilakukan perbandingan antara perkerasan lentur dan perkerasan kaku terhadap beban operasional lalu lintas pada ruas jalan Kalianak STA 0+000 – 5+350

Dalam hal ini, jika dibandingkan dengan standar logam berat pada sedimen menurut Swendish Environmental Protection Agency (SEPA) untuk logam timbal adalah < 25

kdeFdutr lnr

Universitas Kristen

Dalam artian bahwa ada beberapa siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata yang tidak ingin masuk di kelas akselerasi karena beberapa alasan yaitu, mereka