• Tidak ada hasil yang ditemukan

Transparansi Rencana Pembangunan | Payakumbuh Kota Renja perhub

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Transparansi Rencana Pembangunan | Payakumbuh Kota Renja perhub"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

1.1. Latar Belakang

Penyelenggaraan tugas di bidang perhubungan diatur dengan Undang-undang

Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Undang-undang Nomor

22 Tahun 2009 ini beserta Peraturan Pemerintah sebagai petunjuk teknis pelaksanaan

dari undang-undang tersebut telah mengatur secara keseluruhan pelaksanaan

transportasi sehingga diharapkan terwujudnya keselamatan, keamanan, kelancaran

dan ketertiban dalam berlalu lintas.

Dengan telah berlakunya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 yang merupakan

perubahan Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, telah

membawa perubahan dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah, khusus pada bidang

perhubungan, Dinas Perhubungan Komunikasi dan informatika diberi bermacam

kewenangan untuk mengatur dan mengurus penyelenggaraan pelayanan kepada

masyarakat di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.

Dengan ditetapkannya UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional (SPPN), diamanatkan bahwa setiap daerah harus menyusun

rencana pembangunan daerah secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan

tanggap terhadap perubahan, dengan jenjang perencanaan yaitu perencanaan jangka

panjang, perencanaan jangka menengah maupun perencanaan tahunan. Untuk setiap

daerah (kabupaten/kota) harus menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang

(RPJP) Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah dan Rencana

Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Sementara itu paralel dengan pembuatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah

(RKPD), sesuai dengan pasal 7 UU Nomor 25 tahun 2004 juga mewajibkan setiap SKPD

membuat dan memiliki Rencana Kerja (Renja) SKPD, yang disusun dengan berpedoman

kepada Renstra SKPD dan mengacu kepada RKPD. Sedangkan RKPD dijadikan dasar

penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD), Kebijakan

BAB I

(2)

Sesuai amanat tersebut maka Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika

Kota Payakumbuh sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah pada tahun 2014 ini

menyusun Renja SKPD yang merupakan dokumen rencana pembangunan SKPD yang

berjangka waktu 1 (satu) tahun guna mengoperasionalkan RKPD yang disertai dengan

upaya mempertahankan dan meningkatkan capaian kinerja pelayanan masyarakat yang

sudah dicapai oleh SKPD, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Rencana Kerja (Renja) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota

Payakumbuh tahun 2015, akan dijadikan sebagai pedoman dan rujukan dalam

menyusun program dan kegiatan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota

Payakumbuh tahun 2015 yang telah ditetapkan pada Prioritas Pembangunan Daerah,

yang mengarah pada pencapaian sasaran-sasaran pembangunan yang dalam

penyusunannya juga memperhatikan program dan kebijakan dari Pemerintah Pusat

yang dilaksanakan di daerah.

1.2. Landasan Hukum

Dasar Hukum penyusunan Rencana Kerja Dinas Perhubungan Komunikasi dan

Informatika Kota Payakumbuh Tahun 2015 adalah :

a. Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Pengelolaan Keuangan Negara;

b. Undang–Undang Nomor 25 tahun 2004, tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional;

c. Undang–Undang Nomor 32 Tahun 2004, tentang Pemerintahan Daerah;

sebagaimana telah diubah dengan Undang–undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang

penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang–undang Nomor 3 Tahun 2005

tentang Perubahan atas Undang–undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang

Pemerintahan Daerah menjadi Undang-undang;

d. Undang–Undang Nomor 33 Tahun 2004, tentang Perimbangan Keuangan

Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

e. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah

f. Undang–Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025;

g. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan

Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah

(3)

h. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara

Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan

Daerah;

i. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014;

j. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara

Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan

Daerah;

k. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor:

22/PER/M.KOMINFO/12/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang

Komunikasi dan Informatika di Kabupaten/ Kota;

l. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 81 Tahun 2011 tentang Standar

Pelayanan Minimal Bidang Perhubungan Daerah Propinsi dan Daerah Kabupaten/

Kota;

1.3. Maksud dan Tujuan

Rencana Kerja Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh

tahun 2015 dimaksudkan untuk menetapkan dokumen perencanaan yang memuat

program dan kegiatan pembangunan daerah yang menjadi tolok ukur penilaian Dinas

Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh dalam melaksanakan

tugas dan fungsinya selama tahun 2015.

Sedangkan tujuan :

1. Acuan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika dalam mengoperasionalkan

RKPD Kota Payakumbuh tahun 2015 sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya

dalam rangka mencapai visi dan misi Pemerintah Kota.

2. Merumuskan program dan kegiatan pembangunan Dinas Perhubungan Komunikasi

(4)

1.4. Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN,

pada bagian ini dijelaskan mengenai gambaran umum penyusunan rancangan Renja

SKPD yang meliputi latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan serta

sistematika penulisan, sehingga substansi pada bab–bab berikutnya dapat dipahami

dengan baik.

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD,

Memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu

(tahun n-2) dan perkiraan capaian tahun berjalan (tahun n-1), mengacu pada APBD

tahun berjalan yang seharusnya pada waktu penyusunan Renja SKPD sudah disahkan.

Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target Renstra SKPD berdasarkan realisasi

program dan kegiatan pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya.

Review hasil evaluasi-evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu, dan realisasi

Renstra SKPD mengacu pada hasil laporan kinerja tahunan SKPD dan / atau realisasi

APBD untuk SKPD yang bersangkutan.

Pokok-pokok materi yang disajikan dalam Bab ini, antara lain :

1. Realisasi program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/ keluaran

yang direncanakan;

2. Realisasi program/kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/ keluaran

yang direncanakan;

3. Realisasi program/kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/ keluaran yang

direncanakan;

4. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya, terpenuhinya atau melebihi target

kinerja program/ kegiatan;

5. Implikasi yang timbul terhadap target capaian program renstra SKPD; dan

6. Kebijakan/ tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk

mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut.

(5)

Berisikan kajian terhadap capaian kinerja pelayanan SKPD berdasarkan indikator

kinerja yang sudah ditentukan dalam SPM, maupun terhadap IKK sesuai dengan

Peraturan Pemerintah No.6 tahun 2008, dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun

2007.

Jenis indikator yang dikaji, disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD,

serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kinerja

pelayanan.

Jika SKPD yang bersangkutan belum mempunyai tolok ukur dan indikator kinerja yang

akan diuji, maka setiap SKPD perlu terlebih dahulu menjelaskan apa dan bagaimana

cara menentukan tolok ukur kinerja dan indikator kinerja pelayanan masing-masing

sesuai tugas pokok dan fungsi, serta norma dan standar pelayanan SKPD yang

bersangkutan.

2.3. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD,

berisikan uraian mengenai :

1. Sejauh mana tingkat kinerja pelayanan SKPD dan hal kritis yang terkait dengan

pelayanan SKPD;

2. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan

fungsi SKPD;

3. Dampaknya terhadap capaian visi dan misi kepala daerah, terhadap capaian

program nasional/internasional, seperti SPM dan MDGs (Millenium Development

Goalds);

4. Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan SKPD dan

5. Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk

ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang

direncanakan

BAB III TUJUAN, SASARAN DAN PROGRAM KEGIATAN

3.1. Telaahan terhadap kebijakan Nasional,

Penelaahan yang menyangkut arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional

dan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi SKPD

(6)

Perumusan tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu-isu penting

penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja

Renstra SKPD

3.3. Program dan Kegiatan,

Berisikan penjelasan mengenai :

a. faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan terhadap rumusan program

dan kegiatan, misal :

1. Pencapaian visi dan misi kepala daerah,

2. Pencapaian MDGs,

3. Pengentasan kemiskinan,

4. Pencapaian SPM,

5. Pendayagunaan potensi ekonomi daerah,

6. Pengembangan daerah terisolir,

7. Dsb.

b. Uraian garis besar mengenai rekapitulasi program dan kegiatan, antara lain

meliputi :

- Jumlah program dan jumlah kegiatan.

- Sifat penyebaran lokasi program dan kegiatan ( apa saja yang tersebar

keberbagai kawasan dan apa saja yang terfokus pada kawasan atau

kelompok masyarakat tertentu).

- Total kebutuhan dana/pagu indikatif yang dirinci menurut sumber

pendanaannya.

BAB IV PENUTUP,

Berisikan uraian penutup berupa :

a. Catatan penting yang perlu mendapat perhatian, baik dalam rangka

pelaksanaannya maupun seandainya ketersediaan anggaran tidak sesuai dengan

kebutuhan.

b. Kaidah-kaidah pelaksanaan.

c. Rencana tindak lanjut

Pada bagian lembar terakhir dicantumkan tempat dan tanggal dokumen, nama SKPD , nama

(7)

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD

Rencana Kerja Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota

Payakumbuh adalah penjabaran perencanaan tahunan dan Rencana Strategis Dinas

Perhubungan Komunikasi dan Informatika. Tercapai tidaknya pelaksanaan kegiatan –

kegiatan atau program yang telah disusun dapat dilihat berdasarkan Laporan

Akuntabilitas Kinerja Pemerintah. Akuntabilitas merupakan suatu bentuk perwujudan

kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan

misi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan,

melalui suatu media pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik. Terkait

dengan hal tersebut Rencana Kerja (RENJA) Dinas Perhubungan Komunikasi dan

Informatika Kota Payakumbuh ini menyajikan dasar pengukuran kinerja kegiatan dan

Pengukuran Kinerja Sasaran dari hasil apa yang telah diraih atau dilaksanakan oleh

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh selama tahun 2013

dan perkiraan target tahun 2014. Pengukuran kinerja kegiatan dan Pengukuran Kinerja

Sasaran melalui tahapan sebagai berikut :

A. Penetapan Indikator Kinerja

Penetapan indikator kinerja merupakan ukuran kuantitaf dan kualitatif yang

menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah ditetapkan.

Indikator kinerja Kegiatan meliputi indikator masukan (inputs), keluaran (outputs),

hasil (outcomes), manfaat (benefits) dan dampak (impacts). Indikator-indikator

tersebut dapat berupa dana, sumber daya manusia, laporan, buku dan indikator

lainnya. Penetapan indikator kinerja ini diikuti dengan penetapan besaran indikator

kinerja untuk masing-masing jenis indikator yang telah ditetapkan.

B. Capaian Analisis Kinerja

Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja kegiatan.

Pengukuran ini dilakukan dengan memanfaatkan data kinerja.

BAB II

(8)

Evaluasi Program Tahun 2013

Anggaran Tahun 2013 Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kota Payakumbuh sebesar

Rp.4.731.737.050,- (termasuk perubahan) dengan 14 program dan 36 kegiatan. Dari jumlah

dana tersebut terealisasi sebesar Rp 3.883.225.377,- dengan capaian kinerja fisik sebesar

100% dan capaian kinerja keuangan sebesar 91,04%.

1. Realisasi program/ kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/ keluaran

yang direncanakan yaitu pada kegiatan :

Perencanaan Pembangunan Prasarana dan fasilitas Perhubungan yaitu berupa

honorarium , belanja ATK, Belanja Jasa Transportasi dan Akomodasi, belanja

penggpembelian perangko ndaan, belanja makan minum rapat, belanja perjalanan

dinas dalam daerah dan luar daerah, belanja jasa konsultasi penelitian/ studi/ survey

pagu dana sebesar Rp. 503.508.500,- dengan capaian kinerja keuangan sebesar 5,66

% Hal ini disebabkan oleh perencanaan pembangunan Bandar Udara tidak terlaksana

dan akan dilaksanakan pada Tahun 2014.

2. Realisasi program/ kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/ keluaran

yang direncanakan yaitu pada kegiatan :

I. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

a. Penyediaan jasa surat menyurat

Kegiatan penyediaan jasa surat menyurat direncanakan berupa penyediaan jasa

surat menyurat dalam bentuk materai dan buku cek. Dilaksanakan dengan

anggaransebesar Rp 2.150.000,- dan terealisasi sebesar Rp 2.074.000,- dengan

Realisasi fisik 100% dan realisasi keuangan sebesar 96,47%.

b. Penyediaan jasa administrasi keuangan

Pelaksana administrasi keuangan terdiri dari Pengguna Anggaran, Pejabat

Penatausahaan keuangan, bendahara dan staf pengelola. Dilaksanakan dengan

anggaran sebesar Rp 97.932.000,- dan terealisasi sebesar Rp 89.022.000,-

.Pelaksanaan pembayaran honorarium pelaksana administrasi keuangan berjalan

baik dengan realisasi fisik 100% dan realisasi keuangan sebesar 90,90%.

c. Penyediaan jasa kebersihan kantor

Penyediaan Jasa Kebersihan terdiri dari keranjang sampah, box sampah, sapu plastik,

sapu pel, kain lap, karbol, handsoap, dsb. Dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp

3.612.600,- dan terealisasi sebesar Rp 3.247.000,- Realisasi fisik 100% berupa

(9)

d. Penyediaan alat tulis kantor

Penyediaan alat tulis kantor terdiri dari kertas HVS, map snelhekter kertas, map gung

yu, buku isi 40, spidol permanen, dsb. Dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp

20.237.950,- dan terealisasi sebesar Rp 19.893.350,- Realisasi fisik 100% dilakukan

dengan penunjukan langsung dan realisasi keuangan sebesar 98,30%.

e. Penyediaan barang cetak dan penggandaan

Penyediaan barang cetak dan penggandaan terdiri dari cetak surat setoran, blanko

tilang, amplop kop dinas, blangko absen , dsb. Dilaksanakan dengan anggaran

sebesar Rp 56.675.900,- dan terealisasi sebesar Rp 54.990.300,- Realisasi fisik 100%

dilakukan dengan penunjukan langsung dan realisasi keuangan sebesar 97,03%.

f. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan

Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan berupa belanja surat

kabar SKH Padang Ekspres, SKH Haluan. Dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp

3.960.000,- dan terealisasi sebesar Rp 3.870.000,- .Realisasi fisik 100% berupa

berlangganan koran Padang Express dan koran Kompas dengan realisasi keuangan

sebesar 97,73 %..

g. Penyediaan makanan dan minuman

Penyediaan makanan dan minuman berupa ketersediaan snack, makanan atau

minuman pada pelaksanaan rapat pada dinas maupun pelayanan terhadap

tamu-tamu dinas .Dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp 17.220.000,- dan terealisasi

sebesar Rp 14.898.500,- Realisasi fisik 100% berupa dengan realisasi keuangan

sebesar 86,52 %.

h. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah

Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah berupa koordinasi dan

konsultasi baik dalam provinsi ataupun luar provinsi. Dilaksanakan dengan anggaran

sebesar Rp 180.150.000,- dan terealisasi sebesar Rp 177.784.409,- Realisasi fisik

100% berupa kegiatan dengan realisasi keuangan sebesar 98,69 %.

i. Penyediaan jasa tenaga administrasi / teknik perkantoran

Penyediaan jasa tenaga administrasi / teknik perkantoran berupa gaji untuk tenaga

non PNS/ PTT sebanyak 2 orang PTT dan THL sebanyak 2 orang. Dilaksanakan dengan

anggaran sebesar Rp 103.500.000,- dan terealisasi sebesar Rp 103.500.000,- Realisasi

(10)

II. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

a. Pengadaan Mobiler

Pengadaan Mobiler berupa belanja mesin tik, almari arsip, meja kepala dinas dan

kursi. Dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp 32.420.000,- dan terealisasi sebesar

Rp 31.910.500,- Realisasi fisik 100% berupa pengadaan mobiler dengan realisasi

keuangan sebesar 98,43 %.

b. Pemeliharaan rutin / berkala gedung kantor

Pemeliharaan rutin / berkala gedung kantor berupa pemeliharaan gedung kantor

dan belanja modal pengadaan teralis. Dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp

44.215.000,- dan terealisasi sebesar Rp 44.087.000,- Realisasi fisik 100% berupa

pemeliharaan rutin/ berkala gedung kantor dengan realisasi keuangan sebesar 99,71

%.

c. Pemeliharaan rutin / berkala kendaraan dinas / operasional

Pemeliharaan rutin / berkala kendaraan dinas / operasional berupa biaya BBM,

onderdil dan service kendaraan dinas roda 2 dan roda 4 guna meningkatkan

operasional perhubungan. Dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp 322.764.000,-

dan terealisasi sebesar Rp 280.147.511,- Realisasi fisik 100% dengan realisasi

keuangan sebesar 86,80 %.

d. Pemeliharaan rutin / berkala perlengkapan gedung kantor

Pemeliharaan rutin / berkala perlengkapan gedung kantor berupa pemeliharaan

mesin tik dan komputer. Dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp 6.818.500,- dan

terealisasi sebesar Rp 5.270.000,- Realisasi fisik 100% dengan realisasi keuangan

sebesar 77,29 %.

III.Program Peningkatan Disiplin Aparatur

a. Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya

Kegiatan Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya berupa pengadaan 58

stel pakaian dinas harian dan 10 stel pakaian dinas lapangan PNS. Dilaksanakan

dengan anggaran sebesar Rp 116.950.000,- dan terealisasi sebesar Rp 115.742.000,-.

Realisasi fisik 100% dengan realisasi keuangan sebesar 98,97 %.

IV.Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

a. Kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-undangan.

Kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-undangan berupa

(11)

Payakumbuh antara lain 3 orang PNS pada Diklat Pengujian Kendaraan bermotor di

Bali , 1 orang PNS pada Diklat Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa di Bandung dan 3

orang PNS pada Diklat Keuangan di Jakarta. Dilaksanakan dengan anggaran sebesar

Rp 99.900.000,- dan terealisasi sebesar Rp 99.816.050,- Realisasi fisik 100% dengan

realisasi keuangan sebesar 99,92 %.

V. Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ

a. Rehabilitasi / pemeliharaan terminal/ pelabuhan

Kegiatan ini berupa pemeliharaan/ rehab terminal pakan sanayan Koto Nan

ampek. Dilaksanakan dengan alokasi sebesar Rp 228.541.250,- dan terealisasi

sebesar Rp 225.791.000,- Realisasi fisik 100% dengan realisasi keuangan sebesar

98,80 %.

b. Rehabilitasi / pemeliharaan prasarana dan fasilitas lalu lintas

Berupa pemeliharaan rutin setiap tahunnya terhadap rambu-rambu lalu lintas 31

unit dan traffic light/warning light 14 di simpang empat bonai, simpang tiga aur

kuning, simpang tiga Rumah sakit Adnand WD.Dilaksanakan dengan alokasi

sebesar Rp 123.400.000,- dan terealisasi sebesar Rp 107.270.500,- Realisasi fisik

100% dengan realisasi keuangan sebesar 86,93 %.

VI. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan

a. Kegiatan Penciptaan Keamanan dan Kenyamanan Penumpang di Lingkungan

Terminal.

Kegiatan ini berupa penyediaan upah harian 19 orang petugas TPR dan

pengamanan terminal, yaitu 6 orang petugas pos TPR Bus Koto Nan IV, 3 orang

petugas TPR Angkot di labuah baru, 3 orang petugas TPR angdes di Ibuh dan upah

harian 7 orang tenaga keamanan pada terminal angkot di Labuah baru dan

terminal angdes di Ibuh. Dilaksanakan dengan alokasi anggaran sebesar Rp

338.160.000,- dan terealisasi sebesar Rp 329.947.800,- Realisasi fisik 100%

dengan realisasi keuangan sebesar 97,57 % .

VII.Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan

a. Pembangunan Halte, bus/taxi/gedung terminal dan pos jaga lalu lintas

Kegiatan ini berupa pengadaan dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas.

(12)

sebesar Rp 104.420.000,- atau 97,99%, sementara Capaian Indikator Kegiatan sebesar

99,20%.

b. Perencanaan Pembangunan Gedung Terminal

Perencanaan Pembangunan Gedung Terminal berupa pengadaan jasa konsultasii

study kelayakan terminal. Dilaksanakan dengan alokasi anggaran sebesar Rp

106.560.000,- dan terealisasi sebesar Rp 104.420.000,- Realisasi fisik 100%

dengan realisasi keuangan sebesar 97,99 % .

VIII.Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas

a. Pengadaan Rambu-rambu lalu lintas

Kegiatan ini berupa penyediaan 1 paket papan rambu-rambu jalan, 250 buah

rambu-rambu untuk beberapa ruas jalan yang tersebar di Kota Payakumbuh.

Dialokasikan anggaran sebesar Rp 337.005.000,- dan terealisasi sebesar Rp

334.253.400,- Realisasi fisik 100% dengan realisasi keuangan sebesar 99,18 %.

b. Pengadaan marka jalan

Kegiatan ini berupa pengadaan marka pada lokasi terminal bus koto nan ampek

dan sekitarnya sebanyak : 144, 18 m2 dan volume pemasangan marka pada ruas

jl. Veteran sebanyak 75,12 m2, jumlah total 219,30 m2 . Dilaksanakan dengan

alokasi anggaran sebesar Rp 319.253.250, dan terealisasi sebesar Rp

303.024.400,- Realisasi fisik 100% dengan realisasi keuangan sebesar 94,92 %.

c. Pengadaan Alat Pengendali Isyarat Lalu Lintas (APILL)

Kegiatan ini berupa Pengadaan alat pengendali isyarat lalu lintas sebanyak 2 unit .

pemasangan warning light di simpang empat bonai, simpang tiga aur

kuning,simpang tiga rumah sakit adnan wd.Dilaksanakan dengan alokasi anggaran

sebesar Rp 163.040.000, dan terealisasi sebesar Rp 160.520.000,- Realisasi fisik

100% dengan realisasi keuangan sebesar 98,45 %.

IX. Program Peningkatan Kelaikan Pengoperasian Kendaraan Bermotor

a. Penyediaan bahan operasional pengujian kendaraan bermotor

berupa pengadaan formulir pengujian kendaraan 10 rim, cat semprot 100 klg, Aki

dan BBM, cetak SKRD yang dilaksanakan dengan sistem Penunjukan Langsung

dilaksanakan oleh CV. Hanvin Teknik Lestari Realisasi Fisik 100% realisasi keuangan

sebesar 83,26% adanya sisa anggaran disebabkan oleh beberapa item pekerjaan

tidak bisa dicairkan seperti belanja bahan baku bangunan dan Belanja BBM/Gas dan

(13)

X. Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa

a. Pembinaan dan Pengembangan Jaringan Komunikasi dan Informasi

Realisasi fisik 100% dengan realisasi keuangan sebesar 95 %. Pekerjaan Pengadaan

peralatan jaringan komputer dilaksanakan oleh CV. Dimensitekno dengan sistem

Penunjukan Langsung pekerjaan dimulai tanggal 7 Nofember s/d 11 Desember

2013.dan Pengadaan Konstruksi / pembangunan tower dilaksanakan CV. Karya

Pertiwi dengan sistem penunjukan langsung dimulai tanggal 7 Nofember s/d 11

Desember 2013.

XI. Program Pengendalian, pengamanan dan peningkatan Pelayanan Parkir

a. Koordinasi dalam peningkatan pelayanan parkir

Kegiatan ini merupakan penyediaan honorarium bagi 25 orang petugas pemungut

retribusi parkir dan 7 orang petugas pengaman parkir. Dilaksanakan dengan alokasi

anggaran sebesar Rp 378.995.000,- dan terealisasi sebesar Rp 359.960.000,-

Realisasi fisik 100% dengan realisasi keuangan sebesar 94,98 %.

XII. Program Penyusunan Perencanaan Bidang Perhubungan

a. Penyusunan Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas & Angkutan Jalan

Kegiatan ini merupakan pekerjaan penyusunan rencana induk jaringan lalu lintas

dan angkutan jalan. Dilaksanakan dengan alokasi anggaran sebesar Rp

456.612.500,- dan terealisasi sebesar Rp 382.960.500,- Realisasi fisik 100% dengan

realisasi keuangan sebesar 83,87 %.

(14)

LAPORAN PELAKSANAAM PROGRAM/ KEGIATAN RENCANA PEMBANGUNAN KOTA PAYAKUMBUH TAHUN ANGGARAN 2013

SUMBER DANA : DAU/ DAK (APBD KOTA PAYAKUMBUH) TRIWULAN : IV (EMPAT)

No URUSAN PROGRAM/ KEGIATAN/ SUB KEGIATAN PPTK/ PPK DANA TERSEDIA (Rp.)

2 Kegiatan Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber

(15)

3 Kegiatan Penyediaan Jasa pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Ops

Belanja peralatan kebersihan dan bahan pembersih

(16)

Kegiatan Penyediaan Bahan Bacaan dan

Peraturan Perundang-Undangan EFI MARLINA

13 Kegiatan Penyediaan Jasa Tenaga

Administrasi/Teknik Perkantoran EFI MARLINA

(17)

16 Kegiatan Pemeliharaan Rutin / Berkala

Kendaraan Dinas/Operasional EFI MARLINA 322,764,000 322,764,000 280,147,511

Kegiatan Pemeliharaan rutin / berkala peralatan

gedung kantor EFI MARLINA 6,818,500 6,818,500 5,270,000

(18)

Kegiatan Pengadaan Pakaian Dinas Beserta

Kelengkapannya EFI MARLINA 116,950,000 116,950,000 115,742,000

Keg. Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan

(19)

22 Kegiatan Rehabilitasi / pemeliharaan

(20)

Belanja pemeliharaan alat pengendali isyarat lalu

(21)

Kegiatan Pembangunan halte bus, taxi, gedung

(22)

Belanja Modal Pengadaan Konstr. Sarpras

Perhubng 105,000,000 105,000,000 104,000,000

(23)

Belanja Modal Pengadaan Alat Pengendali Isyarat

Lalu Lintas 160,000,000 160,000,000 159,000,000

Jaringan Komunikasi dan Informasi ERNITA, S.Kom, MM

(24)
(25)

Belanja Perjalanan Dinas 9,150,000 9,150,000 -

- 100.00 -

Belanja Jasa Konsultasi Perencanaan 426,112,000 426,112,000 372,465,000

87.41 100.00 100.00

JUMLAH 4,731,737,050 4,731,737,050 3,883,225,377

(26)

Perkiraan pencapaian Tahun Anggaran 2014

Sedangkan untuk tahun berjalan yakni Anggaran tahun 2014 pagu dana Dinas

Perhubungan dan Komunikasi adalah sebesar Rp. 6.329.069.430- terurai dalam 22 program

dan 42 kegiatan, diharapkan keberhasilan kinerja mencapai 100 % atau meningkat dari tahun

2013, baik realisasi keuangan maupun realisasi fisik.

Dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan

berdasarkan Renstra Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kota Payakumbuh tahun 2013-

2017, maka strategi dan kebijakan yang akan ditempuh Dinas Perhubungan Komunikasi dan

Informatika Kota Payakumbuh pada tahun 2014 adalah sebagai berikut :

1. Melakukan pengawasan, penertiban dan pengendalian lalu lintas secara terus menerus.

2. Memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan

perizinan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.

3. Melengkapi sarana dan prasarana lalu lintas yang menunjang terciptanya keselamatan,

kenyamanan, keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

4. Meningkatkan pelayanan di terminal sebagai tempat naik dan turunnya penumpang.

5. Meningkatkan pelayanan jasa perparkiran dan menyusun sistem perpakiran guna

terciptanya kenyamanan, ketertiban dan keamanan bagi pengguna jasa perparkiran.

6. Melakukan kajian serta menyusun perencanaan sistem transportasi dan rekayasa lalu

lintas.

7. Melaksanakan pengujian kendaraan bermotor guna meningkatkan keselamatan

berkendaraan di jalan serta upaya pelestarian lingkungan.

8. Peningkatan pelayanan yang cepat, tepat, efektif dan efisien, transparan serta

akuntabilitas dengan bentuk cepat dan tanggap terhadap aspirasi masyarakat dengan

jalan turun langsung dan menyerap aspirasi masyarakat dan menempatkan personil yang

mempunyai integrasi tinggi dalam bidang pelayanan masyarakat.

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

Struktur Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi

Susunan Organisasi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika menurut

Peraturan Daerah Kota Payakumbuh Nomor 11 Tahun 2013 tentang Struktur Organisasi

dan Tata Kerja Dinas di Lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh yang terdiri dari :

a. Kepala Dinas

b. Sekretaris yang membawahi 3 Sub Bagian yaitu :

(27)

3. Subag Penyusun Program

c. Bidang Pengendalian Operasional membawahi 3 seksi yaitu :

1. Seksi Keselamatan dan Teknik Sarana

2. Seksi Pengendalian Lalu Lintas Angkutan Jalan 3. Seksi Penyuluhan dan Pengolahan Data

d. Bidang Perhubugan Darat membawahi 3 seksi yaitu : 1. Seksi Angkutan Barang

2. Seksi Angkutan Orang Dalam Trayek 3. Seksi Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek

e. Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas membawahi 3 seksi yaitu :

1. Seksi Manajemen Lalu Lintas 2. Seksi Rekayasa Lalu Lintas 3. Seksi Fasilitas Pendukung

f. Bidang Komunikasi dan Informatika membawahi 3 seksi yaitu : 1. Seksi Pengawasan Postel

2. Seksi Aplikasi dan Telematika

3. Seksi Sarana Komunikasi dan Desiminasi

g. UPTD Terminal membawahi :

- KTU UPTD Terminal

h. UPTD PKB membawahi :

- KTU UPTD PKB

i. UPTD Perparkiran membawahi :

(28)

KEPALA DINAS STRUKTUR ORGANISASI DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

(29)

Tugas Pokok dan Fungsi

Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2013 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja

Lembaga Teknis Pemerintah Kota Payakumbuh dalam melaksanakan tugas pokok dan

fungsinya, maka berdasarkan Keputusan Walikota Payakumbuh Nomor 33 Tahun 2013 Dinas

Perhubungan dan Komunikasi mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut:

A. Tugas Pokok

Merumuskan kebijakan teknis dan melaksanakan kegiatan operasional perhubungan

yang meliputi perencanaan, pengelolaan lalu lintas dan angkutan serta keselamatan

B. Fungsi

a. Pelaksanaan perumusan dan kebijakan teknis dan pelaksanaan kegiatan teknis

operasional dibidang Perhubungan yang meliputi perencanaan, pengelolaan lalu

lintas dan angkutan serta keselamatan

b. Pelaksanaan pelayanan Teknis Administrasi Ketata Usahaan.

Dalam melaksanakan kebijaksanaan teknis Kepala Dinas memimpin jumlah personel

sebanyak 60 orang yang terdiri dari seorang Kepala Dinas yang dibantu oleh seorang

Sekretaris, 4 (empat) kepala bidang, 3 (tiga) orang Kepala Sub Bagian,12 (dua belas) orang

kepala seksi serta seorang dalam jabatan fungsional yang dalam melaksanakan tugasnya

mengacu kepada Tugas Pokok dan Fungsi yang telah ditetapkan sesuai dengan Peraturan

Walikota Payakumbuh Nomor 33 Tahun 2013.

Dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007 tentang

Organisasi Perangkat Daerah, maka diperlukan adanya penyesuaian terhadap keberadaan

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh. Tugas pokok dan fungsi

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh yang akan dipakai

landasan penyusunan program dengan mengantisipasi perkembangan di masa mendatang.

Permasalahan

Kondisi transportasi di Kota Payakumbuh pada saat ini memang masih belum

memenuhi semua harapan dari masyarakat, masih terdapat kekuarangan-kekurangan yang

harus segera dibenahi. Permasalahan yang dirasakan sangat mendesak untuk segera diatasi

adalah masalah terminal, parkir, sarana dan prasarana lalu lintas yang masih kurang,

pedagang kaki lima yang banyak menggunakan fasilitas jalan, kondisi terminal yang tidak

(30)

dari jumlah dan kualitas juga masih rendah, dan dari segi kebijakan perlu disusun

peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan dalam bidang perhubungan.

Indikator kinerja pelayanan masing-masing kegiatan sesuai dengan Tupoksi yang

menggambarkan pencapaian Renja Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota

Payakumbuh Tahun 2013 adalah sebagai berikut :

1. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan

a. Perencanaan Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan

 Keluaran (outputs) :

Tersedianya dokumen study kelayakan bandar udara di Talawi

 Hasil (outcomes) :

Diketahui kondisi kelayakan rencana lokasi bandar udara di Talawi

 Pendanaan :

Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Umum

(DAU) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 503.508.500,- Realisasi penggunaan

anggaran sebesar Rp. 28.474.350,- (5,66%)

 Jadwal Kegiatan Januari s/d Desember 2013

2. Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ

a. Rehabilitasi / pemeliharaan Terminal/ Pelabuhan

 Keluaran (outputs) :

Terlaksananya rehabilitasi/pemeliharaan terminal Bus Koto Nan IV

 Hasil (outcomes) :

Meningkatnya pelayanan terminal

 Pendanaan :

Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Umum

(DAU) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 228.541.250,- Realisasi penggunaan

anggaran sebesar Rp. 225.791.000,- (98,80%)

 Jadwal Kegiatan Januari s/d Desember 2013

b. Rehabilitasi / pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Lalu Lintas

 Keluaran (outputs) :

Terlaksananya pemeliharaan prasarana dan kelengkapan lalu lintas

 Hasil (outcomes) :

Meningkatnya ketertiban dan kelancaran lalu lintas

(31)

Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Umum

(DAU) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 123.400.000,- Realisasi penggunaan

anggaran sebesar Rp. 107.270.500,- (86,93%)

 Jadwal Kegiatan Januari s/d Desember 2013

3. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan

b. Peningkatan disiplin masyarakat menggunakan angkutan

 Keluaran (outputs) :

Terikutinya kegiatan Wahana Tata Nugraha Tingkat Nasional

 Hasil (outcomes) :

Meningkatnya disiplin masyarakat menggunakan angkutan

 Pendanaan :

Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Umum

(DAU) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 35.920.500,-. Realisasi penggunaan

anggaran sebesar Rp 17.987.500,- ( 50,08%)

 Jadwal Kegiatan Januari s/d Desember 2013

c. Penciptaan Keamanan dan Kenyamanan Penumpang di Lingkungan Terminal

 Keluaran (outputs) :

Terciptanya pengawasan dan penertiban di lingkungan terminal

 Hasil (outcomes) :

Terciptanya keamanan dan kenyamanan penumpang di lingkungan terminal

 Pendanaan :

Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Umum

(DAU) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 338.160.000,-. Realisasi penggunaan

anggaran sebesar Rp. 329.947.800,- (97,57%)

 Jadwal Kegiatan Januari s/d Desember 2013

d. Pemilihan dan pemberian penghargaan sopir/ juru mudik/ awak kendaraan angkutan

umum teladan

 Keluaran (outputs) :

Terlaksananya pemilihan sopir, awak dan juru mudi teladan

 Hasil (outcomes) :

Meningkatnya kesadaran dan kedisiplinan dalam berlalu lintas para sopir/juru

mudi/awak kendaraan angkutan umum

(32)

Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Umum

(DAU) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 6.760.000,-. Realisasi penggunaan

anggaran sebesar Rp. 4.260.000,- (63,02%)

 Jadwal Kegiatan Januari s/d Desember 2013

e. Koordinasi dalam peningkatan pelayanan angkutan

 Keluaran (outputs) :

Terlaksananya operasional-operasional perhubungan selama 1 tahun

 Hasil (outcomes) :

Meningkatnya pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan

 Pendanaan :

Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Umum

(DAU) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 147.980.000,- Realisasi penggunaan

anggaran sebesar Rp. 93.257.840,- (63,02%)

4. Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan

a. Pembangunan Halte Bus/ Taxi/ Gedung terminal dan Pos Jaga Lalu Lintas

 Keluaran (outputs) :

Terlaksananya pembangunan pos jaga

 Hasil (outcomes) :

Tercukupinya kebutuhan pos jaga

 Pendanaan :

Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Umum

(DAU) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 106.560.000,- Realisasi penggunaan

anggaran sebesar Rp. 104.420.000,- (97,99%)

b. Perencanaan Pembangunan Terminal

 Keluaran (outputs) :

Tersedianya dokumen studi kelayakan

 Hasil (outcomes) :

Terlaksananya jasa konsultansi perenanaan pembangunan gedung terminal

 Pendanaan :

Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Umum

(DAU) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 22.750.000,- Realisasi penggunaan

anggaran sebesar Rp. 12.564.000,- (55,23%)

5. Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas

(33)

 Keluaran (outputs) :

Tersedianya rambu-rambu lalu lintas dan warning light sebanyak 250 unit

 Hasil (outcomes)

Tercukupinya rambu-rambu lalu lintas dan warning light

 Pendanaan :

Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Khusus

(DAK) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 337.005.000,- Realisasi penggunaan

anggaran sebesar Rp. 334.253.400 (99,18%).

 Kegiatan ini berupa Pengadaan dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas,

dengan sistem pengadaan langsung dilaksanakan oleh CV. Gadisha pekerjaan

dilaksanakan tanggal 01 Juli 2013 s/d 28 September 2013 dan belanja modal

papan data yang dilaksanakan oleh CV. Mitra Karya Abadi Tunggal dengan sistem

Pemilihan Langsung pekerjaan dimulai tanggal 3 Juni 2013 s/d 30 September

2013 dengan realisasi keuangan sebesar 99,18 % pada lokasi ruas-ruas jalan

dalam Kota Payakumbuh.

b. Pengadaan Marka Jalan

 Keluaran (outputs) :

Tersedianya marka parkir, marka terminal, dan marka jalan sebesar 2193 m2

 Hasil (outcomes) :

 Berfungsinya marka parkir, marka terminal, dan marka jalan

 Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Khusus

(DAK ) : Rp. 319.253.250,- Realisasi penggunaan anggaran sebesar Rp.

303.024.400,- (99,88%)

 Kegiatan ini berupa Pengadaan marka jalan sebanyak 2193 m2 dengan sistem

pengadaan lelang dilaksanakan oleh CV. Aldora pekerjaan dilaksanakan tanggal

29 Agustus 2013 s/d 28 Oktober 2013 dengan realisasi keuangan sebesar 94,92%.

Marka Jalan berfungsi sebagai petunjuk bagi pengguna jalan yang berbahan

Thermoplastic + glass bit dengan tebal ± 2 mm

c. Pengadaan Alat Pengendali Isyarat Lalu Lintas ( APILL)

 Keluaran (outputs) :

Terpasangnya Warning Light sebanyak 2 unit

 Hasil (outcomes) :

(34)

 Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Khusus

(DAU) : Rp. 163.040.000,- Realisasi penggunaan anggaran sebesar Rp.

160.250.000,- (98,45%)

 Kegiatan ini berupa Pengadaan alat pengendali isyarat lalu lintas sebanyak 2 unit

dengan sistem pengadaan langsung dilaksanakan oleh CV. Yanika Contruction

pekerjaan dilaksanakan tanggal 08 Juli 2013 s/d 30 September 2013 dengan

realisasi keuangan sebesar 98,45 %. Warning Light ini adalah pemasangan

warning light dipersimpangan jalan yang ramai dan rawan kecelakaan , lokasi

tersebar pada simpang aur kuning, simpang capil dan simpang bonai.

6. Program Peningkatan Kelaikan Pengoperasian Kendaraan Bermotor

a. Penyediaan bahan operasional pengujian kendaraan bermotor

 Keluaran (outputs) :

Tersedianya bahan operasional pengujian kendaraan bermotor

 Hasil (outcomes) :

Tersedianya bahan operasional pengujian kendaraan bermotor

 Pendanaan :

Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Umum

(DAU) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 149.538.500,- Realisasi penggunaan

anggaran sebesar Rp. 124.509.200 (83,26%).

 Penyediaan bahan operasional pengujian kendaraan bermotor berupa

pengadaan formulir pengujian kendaraan 10 rim, cat semprot 100 klg, Aki dan

BBM, cetak SKRD yang dilaksanakan dengan sistem Penunjukan Langsung

dilaksanakan oleh CV. Hanvin Teknik Lestari . Realisasi Fisik 100% realisasi

keuangan sebesar 83,26%, adanya sisa anggaran disebabkan oleh beberapa item

pekerjaan tidak bias dicairkan seperti belanja bahan baku bangunan dan Belanja

BBM/Gas dan Pelumas.

7. Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa

a. Pembinaan dan pengembangan jaringan komunikasi dan informasi

 Keluaran (outputs) :

Terlaksananya pendataan, perizinan, dan pegawasan bagi penyedia jasa

telekomunikasi

 Hasil (outcomes) :

(35)

 Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Umum

(DAU) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 161.312.000,-. Realisasi penggunaan

anggaran sebesar Rp. 134.174.900,- (83,18%)

 Kegiatan ini adalah Pekerjaan Pengadaan peralatan jaringan komputer

dilaksanakan oleh CV. Dimensitekno dengan sistem Penunjukan Langsung

pekerjaan dimulai tanggal 7 Nofember s/d 11 Desember 2013.dan Pengadaan

Konstruksi / pembangunan tower dilaksanakan CV. Karya Pertiwi dengan sistem

penunjukan langsung dimulai tanggal 7 Nofember s/d 11 Desember 2013.

8. Program Pengendalian, Pengamanan dan Peningkatan Pelayanan Parkir

a. Koordinasi dalam peningkatan pelayanan parkir

 Keluaran (outputs) :

Terlaksananya pelayanan parkir di bahu badan jalan umum

 Hasil (outcomes) :

Terciptanya kenyamanan, keamanan, dan ketertiban parkir di bahu badan jalan

umum

 Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Umum

(DAU) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 378.995.000,- Realisasi penggunaan

anggaran sebesar Rp. 359.960.000,- (94,98%)

 Kegiatan ini adalah Honorarium Operasional petugas PAM Parkir pekerjaan

dimulai tanggal Januari s/d Desember 2013.

9. Program Penyusunan Perencanaan Bidang Perhubungan

a. Penyusunan Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

 Keluaran (outputs) :

Tersedianya Dokumen Penyusunan Rencana induk jaringan lalu lintas dan

angkutan jalan

 Hasil (outcomes) :

Terlaksananya penyusunan rencana induk jaringan lalu lintas dan angkutan jalan

 Pendanaan kegiatan bersumber dari APBD tahun 2013 yaitu Dana Alokasi Umum

(DAU) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 456.612.500,- Realisasi penggunaan

anggaran sebesar Rp. 382.960.500,- (83,87%)

 Kegiatan ini berupa Pekerjaan Belanja jasa konsultasi perenc dilaknaan

dilaksanakan oleh CV. Poly Arsitektur dengan sistem lelang dimulai tanggal 5

(36)

2.3. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

Dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Perhubungan dan

Komunikasi terdapat hal-hal kritis yang terkait dengan pelayanan yaitu :

1. Pertumbuhan penduduk perkotaan yang tinggi dan tidak merata, serta cenderung

terpusat di pusat – pusat kegiatan kota akibat urbanisasi yang sulit terkendali.

Beban bagi penyediaan pelayanan transportasi menjadi tinggi karena umumnya

pelaku urbanisasi memiliki tingkat pendapatan rendah,

2. Aktivitas ekonomi/perdagangan, pelayanan umum dan pemerintahan masih

berorientasi di pusat kota,

3. Pergerakan lalu lintas dari kawasan sekitar menuju pusat kota hampir tidak

mungkin dibatasi kecuali untuk lalu lintas angkutan umum dan barang regional,

Adapun permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan

fungsi Dinas Perhubungan adalah :

1. Terjadi Mix Traffic antara kendaraan bermotor dengan kendaraan tidak bermotor di

pusat kota,

2. Keterbatasan fasillitas perlengkapan jalan baik secara kuantitas maupun kualitas.

3. Keterbatasan areal parkir diruas - ruas jalan utama pusat kota, dan kemacetan lalu lintas

4. Lahan khusus parkir yang ada diruas - ruas jalan utama pusat kota tidak mampu lagi

menampung kendaraan yang parkir, sehingga untuk lokasi parkir digunakan bahu jalan

yang pada akhirnya dapat mengurangi lebar efektif jalan.

5. Kemacetan lalulintas di perkotaan yang diakibatkan karena pertumbuhan kepemilikan

kendaraan yang tidak seimbang dengan peningkatan prasarana jalan serta jumlah

personil dan manajemen operasi yang lemah,

6. Kapasitas, penetrasi, integrasi, dan kualitas pelayanan angkutan umum belum

mencukupi, sehingga belum mampu dioptimalkan kinerjanya dalam mengatasi problem

angkutan umum di perkotaan,

7. Penataan ruang kota yang kurang rapih menyebabkan penyediaan jaringan prasarana

dan pelayanan transportasi yang terhirarki secara efisien sulit diwujudkan.

8. Lokasi dan kondisi terminal AKDP dan AKAP tidak lagi layak sehinggga perlu direlokasi

dan dibangun terminal yang representatif,

9. Belum tersedianya terminal angkutan barang.

10. Belum tersedianya terminal untuk bendi dan jalur khusus untuk bendi.

(37)

12. SDM yang masih belum mencukupi.

13. Kesadaran masyarakat di bidang lalu lintas dan angkutan jalan yang masih rendah.

Visi Walikota da Wakil Walikota Payaku buh adalah Terwujudnya Payakumbuh Menjadi Kota Yang Maju, Sejahtera dan Religius, Pro Rakyat, Berbasis Ilmu Pengetahuan

dan Pendidikan yang Berlandaskan Kepada Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi

Kitabullah .

Dari visi tersebut dikembangkan menjadi 9 (sembilan) misi, dimana yang terkait

langsung dengan fungsi pelayanan Dinas Perhubungan dan Komunikasi adalah :

1. Menjadikan Kota Payakumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera

Barat.

Untuk mencapai misi tersebut berdasarkan kaedah bahwa transportasi

merupakan urat nadi perekonomian menuntut aksessibilitas transportasi yang lancar dan

terjangkau. Untuk mewujudkan Kota Payakumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi

baru di Sumatera Barat harus ditunjang dengan sistem transportasi yang handal baik itu

transportasi darat maupun transportasi udara. Akan sangat mustahil mewujudkan misi

tersebut dengan mengandalkan kinerja pelayanan transportasi yang rendah.

Salah satu tujuan dari misi ini adalah berkembangnya aktifitas perekonomian di Kota

Payakumbuh sebagai pusat distribusi barang dan jasa baik skala lokal, regional, maupun

persiapan sebagai pusat pasokan komoditi barang dan jasa untuk kebutuhan pasar

ASEAN.

Dalam mencapai tujuan ini dibutuhkan infrastruktur penunjang sektor

transportasi yang handal, yaitu harus adanya ketersediaan terminal penumpang dan

barang yang representatif serta bandar udara domestik dan kalau memungkinkan bandar

udara internasional.

2. Memaksimalkan pembangunan infrastruktur fasilitas umum sesuai dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah.

Dalam hal pembangunan infrastruktur untuk pelayanan sektor perhubungan, komunikasi

dan informatika ditujukan untuk :

a. Pembangunan infrastruktur Transportasi

- Meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran dan

kenyamanan berlalu lintas.

- Meningkatkan manajemen pelayanan transportasi.

(38)

- Kemudahan masyarakat mengakes informasi.

Berdasarkan identifikasi permasalahan pelayanan yang telah diuraikan diatas terdapat

beberapa faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi pencapaian visi dan misi Walikota

dan Wakil Walikota tersebut adalah :

1) Lokasi dan kondisi terminal AKDP dan AKAP tidak lagi layak sehinggga perlu direlokasi

dan dibangun terminal yang representatif.

2) Belum tersedianya terminal angkutan barang.

3) Belum tersedianya bandar udara.

4) Keterbatasan fasillitas perlengkapan jalan baik secara kuantitas maupun kualitas.

5) Keterbatasan sarana media informasi publik.

Walaupun tantangan kedepan cukup besar, tetapi masih ada beberapa peluang dalam

pengembangan pelayanan, diantaranya :

1) Letak geografis Kota Payakumbuh yang sangat strategis karena terletak di pusat

Kabupaten Limapuluh Kota dan merupakan pintu gerbang Propinsi Sumatera Barat

dengan Propinsi Riau.

2) Kondisi topografinya cenderung datar dan berada pada daerah yang bebas rawan

bencana.

3) Tingginya minat swasta untuk berinvestasi di Kota Payakumbuh.

4) Terjalinnya koordinasi yang cukup baik dengan instansi vertikal dan horizontal.

Adapun formulasi isu-isu strategis yang ditangani melalui Rencana Strategis Dinas

Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh adalah :

1. Pembangunan Terminal Orang dan Barang

2. Pembangunan Bandar Udara

3. Meningkatnya angka pelanggaran lalu lintas

4. Tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas

5. Menurunnya tingkat pelayanan angkutan umum

6. Dampak pemanasan global akibat pencemaran udara yang ditimbulkan emisi gas buang

kendaraan bermotor.

7. Meningkatnya pelanggaraan penyelenggaraan komunikasi dan informatika

8. Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap media informasi

9. Tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang tata cara berlalu lintas yang

(39)

3.1 Telahaan Terhadap Kebijakan Nasional

Yang menjadi sasaran utama dari Renstra Kementerian Perhubungan, Renstra

Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Renstra Dinas Perhubungan Komunikasi

dan Informatika Propinsi Sumatera Barat adalah sebagai berikut :

1. Sektor Perhubungan

a. Meningkatnya pelayanan transportasi orang dan barang, yaitu transportasi yang

murah, cepat, lancar dan menjangkau ke pelosok-pelosok.

b. Meningkatnya keamanan, keselamatan, kelancaran, ketertiban dan kenyamanan

berlalu lintas.

c. Menurunnya angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.

d. Menurunnya tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas

2. Sektor Komunikasi dan Informatika

a. Meningkatnya kualitas pelayanan komunikasi dan informatika

b. Menurunnya pelanggaran dan penyalahgunaan media komunikasi dan

informatika.

Berdasarkan telaahan Renstra Kementerian dan Renstra SKPD Propinsi tersebut terdapat

beberapa faktor-faktor penghambat, yaitu :

1) Tingginya pelanggaran muatan lebih yang menyebabkan kerusakan pada permukaan

jalan.

2) Masih lemahnya penegakan hukum terhadap pelanggaran di jalan.

3) Fasilitas perlengkapan jalan yang masih belum memadai.

4) Kesadaran masyarakat di bidang lalu lintas dan angkutan jalan yang masih rendah.

5) Kualitas pelayanan komunikasi dan informatika.

6) Masih terdapat pelanggaran dalam pelayanan pos dan telekomunikasi

Sedangkan yang menjadi faktor pendorong adalah :

1) Beroperasinya fly over Kelok Sembilan.

2) Rencana pembangunan jalan tol Padang - Pekanbaru

BAB III

(40)

3) Tersedianya landasan hukum yang kuat yaitu dengan lahirnya undang-undang tentang

lalu lintas dan angkutan jalan serta undang-undang penyelenggaraan komunikasi dan

informatika.

4) Terjalinnya koordinasi yang baik antar lembaga baik secara vertikal maupun horizontal.

Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Berdasarkan telaah RTRW Kota Payakumbuh dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

faktor-faktor penghambat dan pendorong yang mempengaruhi pelayanan Dinas Perhubungan dan

Komunikasi adalah sebagai berikut :

1. Faktor Penghambat :

a. Sebagian besar wilayah Kota Payakumbuh merupakan kawasan budidaya dan

lahan produktif sehingga menyulitkan dalam pembangunan infrastruktur yang

membutuhkan lahan yang luas.

b. Pembangunan bandar udara belum tertuang secara rinci dalam RTRW sehingga

diperlukan revisi RTRW.

c. Penurunan kualitas udara akibat pencemaran udara yang disebabkan penggunaan

kendaraan bermotor di jalan

2. Faktor Pendorong :

a. Rencana pembangunan terminal orang dan barang sudah termuat dalam RTRW

dan lokasinya terletak pada simpul-simpul transportasi.

b. Kondisi alam Kota Payakumbuh yang masih terjaga keasriannya.

Adanya arah dan kebijakan dan prioritas pada Dinas Perhubungan dan Komunikasi Tahun

2015 adalah :

1. Meningkatkan dan memberdayakan SDM perhubungan yang berkualitas dan

profesional bertujuan menciptakan aparat perhubungan yang berkualitas dan

memahami peraturan perundangan yang berlaku dalam bidang perhubungan.

2. Peningkatan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan dengan pembangunan dan

pemeliharaan infrastruktur fasilitas lalu lintas sehingga tercipta keselamatan,

keamanan, kenyamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta diiringi dengan

menurunnya tingkat pelanggaran lalu lintas dan penurunan angka kecelakaan lalu

lintas.

3. Memperbaiki, mempertahankan, meningkatkan aksesbilitas dan tingkat pelayanan

(41)

sinergis dan kemitraan antara berbagai pihak, agar masyarakat dapat memperoleh

pelayanan jasa perhubungan yang dibutuhkan secara mudah.

4. Mengusahakan ketersediaan/kecukupan dan kehandalan prasarana, sarana, sistem

jaringan transportasi bertujuan menyediakan sarana dan prasarana perhubungan

dengan satu sistem jaringan yang memberikan pelayanan yang handal dan tersedia

pada saat dibutuhkan.

5. Meningkatkan pengawasan operasional perhubungan bertujuan meningkatkan disiplin

pengguna jasa perhubungan yang dapat dilaksanakan dengan selalu berkoordinasi

dalam melakukan evaluasi dan pengawasan secara berkesinambungan.

6. Terciptanya kondisi tertib dan teratur bidang postel (pendirian wartel, warnet, media

telekomunikasi, radio amatir, ekspedisi dan kargo).

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja SKPD

Sesuai dengan Rencana Strategis Dinas Perhubungan dan Komunikasi Tahun

2013-2017, titik berat program pembangunan adalah pembangunan sarana dan

prasarana lalu lintas menuju peningkatan kualitas sistem jaringan prasarana

transportasi, peningkatan pelayanan masyarakat pengguna jasa parkir, peningkatan

pemahaman masyarakat dalam disiplin berlalu lintas serta pembinaan dan

pengembangan jaringan komunikasi dan informasi.

Prioritas utama yang harus menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kota

Payakumbuh adalah relokasi Terminal AKAP/AKDP Koto Nan IV dan pembangunan

terminal angkutan barang, untuk itu sangat diharapkan semua pihak agar mendukung

sepenuhnya program ini. Dengan terbangunnya terminal yang baru secara signifikan

akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Payakumbuh.

Tujuan dan sasaran Rencana Kerja Dinas Perhubungan Komunikasi dan

Informatika Tahun 2015 yang dikaitkan dengan Sasaran dan Target Kinerja Renstra

Dinas Perhubungan dan Komunikasi Tahun 2013-2017 adalah sebagai berikut :

1. Tujuan : Terwujudnya pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan

Sasaran : - Perencanaan pembangunan bandar udara

- Tersedianya Pengadaan tanah Bandar Udara

- Tersedianya peraturan daerah bidang perhubungan

(42)

- Pemeliharaan/perawatan alat uji kendaraan bermotor

3. Tujuan : Meningkatkan Pelayanan Angkutan

Sasaran : - Meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat/pelajar tentang tata

cara berlalu lintas

- Meningkatnya pengetahuan sopir angkutan umum

- Menurunnya angka kecelakaan berlalu lintas

- Meningkatnya disiplin masyarakat berlalu lintas

- Meningkatnya keamanan dan kenyamanan lingkungan terminal

4. Tujuan : Meningkatnya Jasa pelayanan masyarakat pengguna angkutan umum

Sasaran : - Mewujudkan perencanaan pembangunan gedung terminal

- Mewujudkan Pembangunan gedung terminal

- Mewujudkan Pembangunan Halte

5. Tujuan : Meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu

lintas

Sasaran : Menurunnya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas

6. Tujuan : Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor laik jalan

Sasaran : Meningkatnya kualitas pengujian kendaraan bermotor

7. Tujuan : Meningkatnya penyebaran informasi kepada masyarakat

Sasaran : - Meningkatnya Pembinaan dan pengembangan jaringan komunikasi dan

informatika

- Mewujudkan pembangunan stasiun radio daerah

- Mewujudkan operasional penyiaran radio daerah

- Mewujudkan penyediaan papan informasi running test

8. Tujuan : Meningkatnya pelayanan parkir

Sasaran : Meningkatnya Pelayanan Parkir di badan jalan umum

9. Tujuan : Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan perhubungan

Sasaran : Mewujudkan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan sektor

(43)

3.3Program dan Kegiatan Tahun 2015

Program dan kegiatan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Tahun

2015 disusun berdasarkan arah kebijakan pembangunan 2015. Arah kebijakan

pembangunan pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh

sesuai dengan kewenangan adalah :

1. Peningkatan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan dengan pembangunan

dan pemeliharaan infrastruktur fasilitas lalu lintas sehingga tercipta keselamatan,

keamanan, kenyamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta diiringi dengan

menurunnya tingkat pelanggaran lalu lintas dan penurunan angka kecelakaan lalu

lintas.

2. Peningkatan kualitas pengujian kendaraan bermotor dengan melaksanakan pengujian

secara mekanis serta gedung pengujian yang representatif.

3. Peningkatan pelayanan terminal angkutan penumpang dengan peningkatan fasilitas

terminal yang ada serta perencanaan relokasi terminal AKAP dan AKDP ke lokasi baru,

karena lokasi dan kondisi terminal yang ada sekarang tidak lagi memadai.

4. Peningkatan pemahaman dan disiplin pemakai jalan.

5. Peningkatan tingkat keamanan, keselamatan, kelancaran dan ketertiban lalu lintas

dengan meningkatkan pengawasan, penertiban dan pengendalian lalu lintas serta

koordinasi dengan bidang terkait.

6. Peningkatan pelayanan angkutan dengan pengembangan sistem jaringan trayek.

7. Peningkatan pelayanan parkir dengan menerapkan sistem dan manajemen

perpakiran yang baik.

Faktor –Faktor yang menjadi bahan pertimbangan terhadap rumusan program dan kegiatan :

1. Menjadikan Kota Payakumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera

Barat

2. Memaksimalkan pembangunan infrastruktur fasilitas umum sesuai dengan Rencana Tata

Ruang Wilayah, untuk pelayanan sektor perhubungan, komunikasi dan informatika yang

bertujuan untuk :

- Meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran dan kenyamanan

berlalu lintas.

- Meningkatkan manajemen pelayanan transportasi.

- Mewujudkan pelayanan transportasi orang dan barang, yaitu transportasi yang

(44)

- Menurunnya tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas

- Meningkatnya kualitas pelayanan komunikasi dan informatika

- Menurunnya pelanggaran dan penyalahgunaan media komunikasi dan informatika.

- Kemudahan masyarakat mengakes informasi.

Dari uraian diatas disusun program-program dan kegiatan-kegiatan Dinas Perhubungan

Komunikasi dan Informatika untuk Tahun 2015 yang terdiri dari 12 program dan 39 Kegiatan

dengan jumlah dana Rp. 9.415.587.680,- terdiri dari :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Kegiatan :

(1) Penyediaan Jasa Surat Menyurat

Dana Kegiatan : Rp. 2.600.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(2) Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

Dana Kegiatan : Rp. 66.000.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(3) Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional

Dana Kegiatan : Rp. 10.320.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(4) Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan

Dana Kegiatan : Rp. 99.816.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(5) Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor

Dana Kegiatan : Rp. 5.473.500,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(6) Penyediaan Alat Tulis Kantor

Dana Kegiatan : Rp. 45.603.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(7) Penyediaan Barang Cetak dan Penggandaan

Dana Kegiatan : Rp. 57.796.450,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(8) Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor

Dana Kegiatan : Rp. 1.258.630,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(9) Penyediaan Bahan Bacaan dan peraturan Perundang-Undangan

(45)

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(10) Penyediaan makan dan Minum

Dana Kegiatan : Rp. 16.800.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(11) Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah

Dana Kegiatan : Rp. 243.515.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(12) Penyediaan jasa tenaga administrasi/teknik perkantoran

Dana Kegiatan : Rp. 433.420.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

2. Program Peningkatan Sarana dan prasarana Aparatur

(13) Pengadaan Peralatan Gedung Kantor

Dana Kegiatan : Rp. 30.680.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(14) Pengadaan Mobiler

Dana Kegiatan : Rp. 50.280.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(15) Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor

Dana Kegiatan : Rp. 11.706.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(16) Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional

Dana Kegiatan : Rp. 441.752.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(17) Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor

Dana Kegiatan : Rp. 15.580.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(18) Pengadaan kendaraan dinas/operasional

Dana Kegiatan : Rp. 81.850.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur

(19) Pengadaan pakaian Dinas beserta Perlengkapannya

Dana Kegiatan : Rp. 146.010.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(46)

Dana Kegiatan : Rp. 154.500.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

5. Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ

(21) Rehabilitasi / pemeliharaan prasarana dan fasilitas lalu lintas

Dana Kegiatan : Rp. 95.100.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(22) Rehabilitasi/ Pemeliharaan Terminal/ Pelabuhan

Dana Kegiatan : Rp. 62.170.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(23) Rehabilitasi / pemeliharaan sarana alat pengujian kendaraan bermotor

Dana Kegiatan : Rp. 46.280.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

6. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan

(24) Peningkatan disiplin masyarakat menggunakan angkutan

Dana Kegiatan : Rp. 137.098.000

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(25) Sosialisasi/Penyuluhan Ketertiban lalu lintas dan angkutan

Dana Kegiatan : Rp. 41.476.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(26) Penciptaan Keamanan dan Kenyamanan Penumpang di lingkungan terminal

Dana Kegiatan : Rp. 562.910.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(27) Pemilihan dan pemberian penghargaan sopir/juru mudik/awak kendaraan

angkutan umum teladan

Dana Kegiatan : Rp. 7.040.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(28) Koordinasi dalam peningkatan pelayanan angkutan

Dana Kegiatan : Rp. 400.081.000

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(29) Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Dana Kegiatan : Rp. 7.040.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

7. Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas

(30) Pengadaan Rambu-Rambu Lalu Lintas

(47)

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(31) Pengadaan Marka Jalan

Dana Kegiatan : Rp. 455.830.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(32) Pengadaan Alat Pengendali Isyarat Lalu Lintas (APILL)

Dana Kegiatan : Rp. 405.830.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(33) Pengadaan Pagar Pengaman Jalan

Dana Kegiatan : Rp. 325.830.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

8. Program Peningkatan Kelaikan Pengoperasian Kendaraan Bermotor

(34) Pengadaan Alat Pengujian Kendaraan Bermotor

Dana Kegiatan : Rp. 1.455.131.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(35) Penyediaan Bahan Operasional Pengujian Kendaraan Bermotor

Dana Kegiatan : Rp. 129.993.500,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

9. Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa

(36) Pembinaan dan pengembangan jaringan komunikasi dan Informasi

Dana Kegiatan : Rp. 2.298.574.100,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(37) Penyebarluasan Informasi yang Bersifat Penyuluhan Bagi masyarakat

Dana Kegiatan : Rp. 74.948.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

(38) Pelatihan Teknologi Informasi Bagi Aparatur Pemerintah

Dana Kegiatan : Rp. 167.980.500,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

10.Program Pengendalian, Pengamanan dan Peningkatan Pelayanan Parkir

(39) Koordinasi dalam Peningkatan Pelayanan Parkir

Dana Kegiatan : Rp. 424.845.000,-

Sumber Dana : APBD Kota Payakumbuh

11.Program Penyusunan Perencanaan Bidang Perhubungan

(40) Detailed Enginering Desain Transportasi Massal

Referensi

Dokumen terkait

Beban yang bekerja pada bangunan penyangga transformer MTS IV terdiri dari beban mati (DL), beban hidup (LL), beban angin (W), beban gempa (E) dan beban lain

Perubahan lingkungan yang telah terjadi dalam skala luas, khususnya di kawasan perdesaan, telah memberi dampak nyata terhadap penurunan jasa lingkungan DAS berupa hasil air

Keramahan orang Azerbaijan tergambar juga dalam karya-karyanya Fuzuli (abad ke-15): “Kalau kedatangan tamu, sewaktu makan, saya takkan merasa malu, dan tidak memandang orang

Perusahaan pada saat sekarang juga tidak memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penetapan dari gaji pokok yang seharusnya diterima oleh karyawan tersebut,

Penelitian yang penulis lakukan ini berupaya menguji, Keterkaitan Antara Keinginan, Sikap, Akses Mendapatkan Modal: Peran Self Efficacy Sebagai Variabel Pemoderasi Norma

Risiko kanker testikuler adalah 35 kali lebih tinggi pada pria dengan segala tipe testis yang tidak turun ke dalam skrotum dibanding dengan populasi umum.. Tumor testis

Oleh karena itu dalam penelitian ini dipelajari pengaruh perubahan komposisi bahan pembentuk gelas dalam hal ini pengaruh perubahan kadar SiO2 dalam bahan pembentuk gelas