• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENJA DIKNAS 2015 Revisi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RENJA DIKNAS 2015 Revisi"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang melimpahkan rakhmat, taufik dan hidayah-Nya dengan perkenan dan ridho-Nya semata Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) ini dapat tersusun perbaikannya dalam rangka penyesuaian dengan aggaran yang berjalan.

Penyusunan Renja SKPD ini sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Daerah Kota Payakumbuh Nomor 4 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kota Payakumbuh Tahun 2013 - 2017 dan Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2013 - 2015.

Rencana Kerja Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2015 sebagai penjabaran Rencana Stategis Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2013 – 2017 merupakan dokumen perencanaan yang akan dilaksanakan pada tahun yang akan datang dan merupakan penjabaran rincian mengenai program, sasaran dan capaian sesuai prioritas yang disusun oleh masing-masing SKPD termasuk Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.

Demikian Rencana Kerja Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2015 disusun, atas dukungan semua pihak, teriring ucapan terima kasih dan semoga bermanfaat. Amin.

Payakumbuh, November 2015

KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA PAYAKUMBUH

(2)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rencana Kerja Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2015 merupakan pelaksanaan tahun kedua dari Peraturan Daerah Kota Payakumbuh tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Kota Payakumbuh Tahun 2013 – 2017. Rencana Kerja Dinas Pendidikan yang selanjutnya disebut RENJA Dinas Pendidikan, merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) untuk jangka waktu 1 ( satu ) tahun.

Penyusunan RENJA Dinas Pendidikan merupakan pelaksanaan dari Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah kedua dengan Undang - Undang Nomor 12 Tahun 2008 serta Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan pemerintah Daerah.

RENJA mempunyai fungsi penting dalam sistem perencanaan daerah, karena RENJA menerjemahkan perencanan strategis jangka menengah ( RPJMD dan Renstra SKPD ) ke dalam rencana, program, dan penganggaran tahunan, RENJA menjembatani sinkronisasi, harmonisasi Rencana Strategis ke dalam langkah – langkah tahunan yang lebih konkrit dan terukur. Dengan demikian RENJA merupakan pedoman bagi penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( RAPBD ), Dimana kebijakan umum APBD ditetapkan secara bersama – sama antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) dengan Pemerintah. Dengan cakupan dan cara penetapan tersebut, RENJA mempunyai fungsi pokok dan menjadi acuan bagi seluruh pelaku pembangunan karena memuat seluruh kebijakan publik sebagai berikut :

1. Menjadi pedoman dalam penyusunan APBD karena memuat arah kebijakan Pembangunan Daerah satu tahun;

2. Menciptakan kepastian kebijakan, karena merupakan komitmen Pemerintah.

(3)

kebijakan, program dan kegiatan SKPD serta masyarakat dalam pencapaian tujuan pembangunan Kota Payakumbuh.

Sebagai Dokumen resmi Pemerintah Daerah, Rencana Kerja SKPD mempunyai kedudukan yang strategis, yaitu menjembatani antara perencanaan strategis jangka menengah dengan perencanaan dan penganggaran tahunan. Oleh karena itu RKPD dan RENJA SKPD berfungsi menjabarkan rencana strategis kedalam rencana regional dengan memuat arah kebijakan pembangunan, Prioritas pembangunan, rancangan kerangka ekonomi daerah dan program kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

RENJA Dinas Pendidikan juga mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJMN ) tahun 2010 – 2014 dan Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka Panjang ( RPPNJP ) tahun 2005 – 2025 seperti tertuang didalam Permendiknas Nomor 32 tahun 2005, tentang Rencana Strategis ( Renstra ) Depdiknas 2010 – 2015 yang merupakan tahapan kedua dengan tema Pembangunan Pendidikan II terfokus pada Penguatan Pelayanan.

RPJMN tahun 2010 – 2014 ditujuan untuk lebih memantapkan penataan Indonesia disegala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas SDM termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. RPJMN tahun 2010 – 2014 tersebut dijabarkan dalam Renstra Depdiknas tahun 2010 – 2014 yang menjadi pedoman bagi semua tingkat pengelolaan pendidikan mulai dari tingkat pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

Dalam Renstra Depdiknas tahun 2010 – 2014, paradigma pembangunan pendidikan nasional mengacu pada filosofi pendidikan sebagai berikut :

1. Pendidikan Nasional berdasarkan filsafat Pancasila

2. Paradigma pendidikan dan pemberdayaan manusia seutuhnya

3. Paradigma pembelajaran sepanjang hayat berpusat pada peserta didik

4. Paradigma pendidikan untuk semua bagi inklusif

5. Paradigma pendidikan untuk perkembangan, pengembangan dan/atau pembangunan berkelanjutan.

Merujuk pada pembangunan pendidikan nasional, pembangunan pendidikan pada Pemerintah Kota Payakumbuh diwujudkan dalam Visi dan Misi Pemerintah Kota Payakumbuh “

1.2 Landasan Hukum

Dalam penyusunan RENJA, sejumlah peraturan telah digunakan sebagai dasar, yaitu :

(4)

b. Undang – Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400 );

c. Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional ( Lembaran Negara Republik indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Republik Indonesia Nomor 4421 );

d. Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437 ), sebagaimana telah diubah kedua dengan Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2008 ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844 );

e. Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Republik Indonesia Nomor 4438 );

f. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2004 tentang Rancana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4405);

g. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575 );

h. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576 );

i. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593 );

j. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614 );

k. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rancana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia);

l. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

(5)

n. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817 );

o. Peraturan Daerah Kota Payakumbuh Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Kota Payakumbuh Tahun 2013 – 2017.

1.3 Maksud dan Tujuan Penyusunan Rencana Kerja SKPD

Maksud dari Penyusunan Rencana Kerja Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh ini adalah untuk mengetahui dan mendokumenkan perencanaan dalam kurun waktu satu tahun yang berisi program – program prioritas yang dilaksanakan langsung oleh Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dengan dukungan pembiayaan dari APBD Kota Payakumbuh, APBD Provinsi dan APBN dengan harapan dapat meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan

Sedangkan Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh adalah :

1. Mendiskripsikan tentang program – program prioritas yang akan dilaksanakan langsung oleh Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh;

2. Memberikan pedoman, acuan dan referensi dalam menyusun program kerja pembangunan di bidang pendidikan yang lebih rinci dan berjangka pendek paada Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.

1.4 Sistematika Penyusunan Rencana Kerja SKPD

Sistematika Penulisan Rencana Kerja Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2014 adalah sebagai berikut:

BAB l PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1.2 Landasan Hukum

1.3 Maksud dan Tujuan Penyusunan Rencana Kerja

1.4 Sistematika Penyusunan Rencana Kerja

BAB ll EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2012 dan Capaian Renstra SKPD

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

2.3 Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

(6)

2.5 Formulasi Isu-Isu Penting

BAB lll TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaah terhadap Kebijakan Nasional dan Provinsi

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja SKPD

3.3 Program dan Kegiatan

BAB IV PENUTUP

BAB II

(7)

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD

Sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, setiap dokumen perencanaan harus dievaluasi dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu Renja Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2014 juga harus dilakukan evaluasi. Evaluasi terhadap Renja Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2014 meliputi 3 (tiga) hal, yaitu kebijakan perencanaan program & kegiatan, pelaksanaan rencana program & kegiatan, dan hasil rencana program & kegiatan.

Penyusunan Renja Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2014, memperhatikan beberapa unsur pokok sebagai mana berikut :

a. Masalah – masalah yang dihadapi dan sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya;

b. Tujuan yang dikehendaki;

c. Sasaran – sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya;

d. Kebijakan – kebijakan untuk melaksanakannya serta seksi pelaksana;

Penyusunan Renja Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2014 juga memperhatikan hal – hal sebagai berikut :

a. Hasil evaluasi capaian kinerja tahun 2014 sebagai entry point dalam penyusunan perencanaan tahun 2014;

b. Memperhatikan keberlanjutan (sustainable development) untuk menjaga stabilitas dan konsistensi pembangunan. Masalah – masalah yang dihadapi dan sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya;

Evaluasi pelaksanaan Renja Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh s.d. tahun 2014 dapat dilihat dari hasil yang dicapai dari Kegiatan Tahun 2014 sebagai berikut:

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Sumber Dana : Dana Alokasi Umum (DAU)

Jumlah Dana : 2.960.731.050,- (Dua milyar sembilan ratus enam puluh juta tujuh ratus tiga puluh satu ribu lima puluh rupiah ) Output : Terlaksananya pelayanan administrasi perkantoran. Outcomes : Terlaksananya pelayanan administrasi perkantoran Realisasi : 2.778.259.373 (92,90 % )

2. Program Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur Sumber Dana : Dana Alokasi Umum (DAU)

(8)

Output : Tersedianya sarana prasarana aparatur Outcomes : Meningkatnya kualitas kerja aparatur Realisasi : 460.491.762,- ( 91,26 % )

3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur Sumber Dana : Dana Alokasi Umum (DAU)

Jumlah Dana : 969.180.000,- ( Sembilan ratus enam puluh sembilan juta seratus delapan puluh rupiah )

Output : Tersedianya sarana prasarana aparatur Outcomes : Meningkatnya kualitas kerja aparatur Realisasi : 912.020.500 ( 97,64 % )

4. Program Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) Sumber Dana : Dana Alokasi Umum (DAU)

Jumlah Dana : 922.548.930,- ( Sembilan ratus dua puluh dua juta lima ratus empat puluh delapan ribu Sembilan ratus tiga puluh rupiah )

Output : Terlaksananya program pendidikan anak usia dini (PAUD) Outcomes : Meningkatnya kualitas pelaksanaan program pendidikan

anak usia dini

Realisasi : 887.282.450 ( 98,49 % )

5. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun a. Sumber Dana : Dana Alokasi Umum (DAU/DAK)

Jumlah Dana : 10.601.849,800,- ( Sepuluh milyar enam satuluh sembilan juta tiga ratus enam puluh tiga ribu tiga

ratus rupiah )

Output : Terlaksananya program Wajar Dikdas sembilan tahun Outcomes : Meningkatnya kualitas dan proses belajar mengajar Pendidikan Dasar Sembilan tahun

Realisasi : 1.613.669.350,- ( 80,71% ) b. Sumber Dana : Dana Alokasi Khusus ( DAK )

Jumlah Dana : 8.602.486.500,- ( Delapan milyar enam ratus dua juta empat ratus delapn puluh enam ribu lima ratus rupiah ) Output : Terlaksananya program Wajar Dikdas sembilan tahun Outcomes : Meningkatnya kualitas dan proses belajar mengajar Pendidikan Dasar Sembilan tahun

Realisasi : 7.175.835.295,- ( 83,42% ) 6. Program Pendidikan Menengah

a. Sumber Dana : Dana Alokasi Umum (DAU)

(9)

satu juta delapan ratus delapan puluh delapan ribu empat ratus rupiah )

Output : Terlaksananya program pendidikan menengah Outcomes : Meningkatnya kualitas dan proses belajar mengajar Pendidikan Menengah

Realisasi : 6.063.018.625 ,- ( 90,74 % ) b. Sumber Dana: Dana Alokasi Khusus ( DAK )

Jumlah Dana : 6.966.321.050,- (Enam milyar sembilan ratus enam puluh enam juta tigaratus dua puluh satu ribu lima puluh

rupiah )

Output : Terlaksananya program pendidikan menengah Outcomes : Meningkatnya kualitas dan proses belajar mengajar Pendidikan Menengah

Realisasi : 5.919.355.802,- ( 84,94% ) 7. Program Pendidikan Non Formal

Sumber Dana : Dana Alokasi Umum (DAU)

Jumlah Dana : 1.783.852.850 ( Satu milyar tujuh ratus delapan puluh tiga juta delapan ratus limapuluh ribu rupiah )

Output : Terlaksananya pendidikan non formal

Outcomes : Meningkatnya kualitas pelaksanaan pendidikan non formal

Realisasi : 1.604.979.279 ( 89,97 % )

8. Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sumber Dana : Dana Alokasi Umum (DAU)

Jumlah Dana : 563.494.050 (Lima ratus enam puluh tiga juta empat ratus sembilan puluh empat ribu lima puluh rupiah ) Output : Terlaksananya kegiatan peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan

Outcomes : Meningkatnya kualitas dan mutu tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan

Realisasi : 366.183.232,- ( 64,98 % )

9. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan Sumber Dana : Dana Alokasi Umum (DAU)

Jumlah Dana : 930.916.050,- ( Sembilan ratus tiga puluh juta sembilan ratus enam belas ribu lima puluh rupiah )

(10)

pendidikan

Outcomes : Meningkatnya kualitas pelaksanaan manajemen pelayanan pendidikan

Realisasi : 854.794.040 ,- ( 91,82 )

10. Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga Pelajar Sumber Dana : Dana Alokasi Umum (DAU)

Jumlah Dana : 770.142.040,- ( Tujuh ratus tujuh puluh juta seratus empat puluh dua ribu empat puluh ribu rupiah )

Output : Terlaksananya program pembinaan dan pemasyarakatan olah raga pelajar

Outcomes : Meningkatnya kegiatan kompetisi pelajar untuk semua cabangLomba olah raga pelajar Kota Payakumbuh Realisasi : 591.967.934,- ( 76,86 % )

11. Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Sumber Dana : Dana Alokasi Umum (DAU)

Jumlah Dana : 129.998.200( Seratus dua puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh delapan ribu dua ratus rupiah ) Output : Terlaksananya program pengembangan budaya baca dan Pembinaan perpustakaan

Outcomes : Meningkatnya minat baca masyarakat dan kualitas perpustakaan

Realisasi : 125.175.855,- ( 96,29% )

Dari kegiatan diatas dapat kita lihat bahwa 12 program kerja Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2014 baru terealisasi 86,85% dari pagu anggaran yang tersedia dengan capaian kinerja 93.29%, dilihat dari Program Kerja sudah semua program dilaksanakan pada tahun anggaran 2014.

2.2.Analisis Kinerja Pelayanan SKPD 2.2.1 Tugas Pokok dan Fungsi

Tugas Pokok Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh adalah tugas pokok Kepala Dinas Pendidikan berdasarkan struktur organisasi dengan Peraturan Daerah Kota Payakumbuh Nomor 02 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Payakumbuh. Kepala Dinas Pendidikan mempunyai tugas pokok membantu Walikota dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pembantuan bidang pendidikan.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut, mempunyai fungsi serta Struktur Orgnisasi sebagai berikut :

1. Kepala Dinas dengan fungsinya :

(11)

b. Pengkoordinasian perencanaan, penyelenggaraan, pengendalian dan pengawasan tugas-tugas bidang.

c. Pengkoordinasian evaluasi kinerja dan penyusunan pelaporan tugas-tugas Dinas Pendidikan.

d. Pengkoordinasian perencanaan, penyelenggaraan, pengendalian dan pengawasan tugas-tugas sekretariatan dan bidang dengan prisip-prinsip pelayanan prima yang terhindar dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

2. Sekretaris

Mempunyai Tugas Pokok :

Mengkoordinasikan tugas-tugas kedinasan dan penyusunan produk hukum daerah yang terkait dengan Dinas Pendidikan, menyelenggarakan administrasi umum, surat menyurat dan perlengkapan, kepegawaian, keuangan serta mengkoordinasikan penyusunan rencana kerja tahunan dan anggaran serta mengkoordinasikan evaluasi kinerja dan pelaporan. Mempunyai Fungsi :

a. Pengkoordinasiaan tugas-tugas kedinasan dengan seluruh bidang di Dinas Pendidikan.

b. Penyelenggaraan tugas ketatausahaan dinas meliputi administrasi kepegawaian, administrasi keuangan, administrasi umum dan perlengkapan.

c. Pengkoordinasian penyusunan program kerja dinas

d. Pengkoordinasian penyusunan rencana kerja tahunan dan rencana kerja dan anggaran.

e. Pengkoordinasian pelaksanaan evaluasi kinerja dan pelaporan tugas-tugas Dinas sebagai laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas-tugas. Sekretaris dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dibantu oleh - Sub Bagian Kepegawaian

- Sub Bagian Keuangan

- Sub Bagian Umum & Perlengkapan

3. Bidang Kendali Program Mempunyai Tugas Pokok :

Menyusun program kerja dinas, melaksanakan pengendalian mutu pendidikan sesuai standar nasional serta melaksanakan monitoring dan evaluasi program kerja dinas

Mempunyai Fungsi :

a. Penyusunan program kerja dinas dan perencanaann teknis bidang. b. Penyelenggara penyusunan dan pengembangan jaringan sistem

informasi pendidikan.

c. Pelaksana pengendalian dan evaluasi proram kerja.

d. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja serta penyusunan laporan pelaksanaan program kerja dan evaluasi kinerja satuan kerja. e. Pelaksanaan evaluasi terhadap tugas pokok dan fungsi, serta

penyusunan dan penyampaian laporan hasil evaluasi.

Bidang kendali program dibantu dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dibantu oleh :

- Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data - Seksi Perencanaan Program

- Seksi Monitoring dan Evaluasi

(12)

Mempunyai Tugas Pokok :

Menyelenggarakan koordinasi pengembangan, sosialisasi kerangka dasar kurikulum, melaksanakan peningkatan kapasitas, sarana dan prasarana jenjang pendidikan taman kanak-kanak dan sekolah dasar.

Mempunyai Fungsi :

a. Pelaksanaan koordinasi dan supervise pengembangan, sosialiasi kerangka dasar dan struktur kurikulum Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Dasar.

b. Pelaksanaan sosialisasi dan pemantauan pelaksanaan standar nasional Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Dasar.

c. Pelaksanaan peningkatan kapasitas serta sarana dan prasarana jenjang pendidikan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar.

Bidang Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Dasar dibantu oleh : - Seksi Kurikulum

- Seksi Peningkatan Kapasitas, Pendidikan Dasar dan Pendidikan khusus

- Seksi Peningkatan Sarana dan Prasarana TK, SD dan SLB

5. Bidang SMP, SMA dan SMK Mempunyai Tugas Pokok :

Menyelenggarakan koordinasi pengembangan, sosialisasi kerangka dasar kurikulum, melaksanakan peningkatan kapasitas, sarana dan prasarana jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK.

Mempunyai Fungsi :

a. Pelaksanaan koordinasi dan supervise pengembangan, sosialiasi kerangka dasar dan struktur kurikulum jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK.

b. Pelaksanaan sosialisasi dan pemantauan pelaksanaan standar nasional jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK.

c. Pelaksanaan peningkatan kapasitas serta sarana dan prasarana jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK.

Bidang SMP, SMA dan SMK dibantu oleh : - Seksi Kurikulum

- Seksi Peningkatan Kapasitas, SMP, SMA dan SMK

- Seksi Peningkatan Sarana dan Prasarana SMP, SMA dan SMK

6. Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal Mempunyai Tugas Pokok :

Melaksanakan pendataan, pemantauan dan pembinaan pendidikan non formal dan informal.

Mempunyai Fungsi :

a. Pelaksanaan pendataan dan pembinaan kelembagaan, kuantitas, kualitas, sarana dan prasarana pendidikan non formal dan informal. b. Pemberian izin pendirian dan pencabutan satuan pendidikan dan

pelaksanaan pemantauan kegiatan pendidikan non formal dan informal.

c. Pelaksanaan Pembinaan organisasi kesiswaan. Bidang Non Formal dan Informal dibantu oleh : - Seksi Pendidikan Luar Sekolah

- Seksi Organisasi dan Kesiswaan

(13)

2.2.2 Sumber Daya SKPD

Dalam menjalan tugas pokok dan fungsinya Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh didukung dengan sumberdaya yang ada sesuai dengan tugasnya masing-masing yaitu sumber daya aparatur dan sumber daya sarana dan prasarana.

a. Potensi Aparatur

NO JABATAN ESELON JUMLAH

1 Kepala Dinas II b 1

2 Sekretaris III a 1

3 Kepala Bidang III b 4

4 Kasubag IV a 3

5 Kasi IV a 8

6 Staf - 16

7 UTPD 3 buah

Kepala UPTD IV a 3

Staf IPTD

8 SKB Kota Payakumbuh

Kepala SKB IV a 1

9 Kepala Tata Usaha IV.b 1

Staf SKB Pamong Belajar

PAUD

-Guru TK - 254

Guru RA - 59

Guru SD - 961

Guru MI - 45

Guru SMP - 553

Guru MTs - 200

Guru SMA - 382

Guru MA - 180

Guru SMK - 550

Guru PLB - 89

JUMLAH

b. Potensi Sarana dan Prasarana

Disamping potensi sumber daya manusia dalam pelayanan kepada masyarakat juga didukung dengan potensi sarana dan prasarana berdasarkan tugas pokok dan fungsi Dinas Pendidikan memiliki sumber daya dan ketersediaan kelembagaan seperti :

NO LEMBAGA JUMLAH

1 Kantor Dinas 1

2 UPTD dan S 3

3 SKB 1

4 Lembaga PAUD 81

5 TK Negari / Swasta 38

6 RA Negari / Swasta 12

(14)

8 MI Negeri dan Swasta 3

9 SMPNegeri / Swasta 15

10 MTs Negeri / Swasta 6

11 SMA Negeri / Swasta 9

12 MA Negeri / Swasta 5

13 SMK Negeri / Swasta 8

JUMLAH

Dari data menunjukan potensi sarana dan prasarana pendidikan Kota Payakumbuh cukup memenuhi kemampuan dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

2.2.3 Kinerja Pelayanan SKPD

Kinerja pelayanan SKPD adalah perwujudan kewajiban suatu Instansi Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk mempertangungjawabkan keberhasilan/ kegagalan pelaksanaan misi unit kerja dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah di tetapkan awal Tahun Anggaran.

Pengukuran capaian kinerja dilakukan dengan mengunakan metode capaian pembanding kinerja sasaran, metode pembanding capaian kinerja (Performance Plant) yang di inginkan dengan Realisasi Kinerja (Performance Result) yang dicapai Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.

Selanjutnya akan di lakukan Analisa terhadap penyebab terjadinya celah kinerja (Performance Gap) yang terjadi serta tindakan perbaikan yang diperlukan pada masa yang akan datang metode ini terutama bermanfaat untuk memberikan gambaran kepada pihak – pihak eksternal tentang sejauh mana pelaksanaan misi Dinas Pendidikan dalam mewujudkan Sasaran yang telah ditetapkan.

2.3. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

Isu penting dalam pelaksanaan Program Kerja Dinas Pendidikan adalah Penuntasan Program wajib Belajar Tahun 2014 dan Penguatan Pelayanan Pendidikan yang merupakan tahapan kedua tema Pembangunan Pendidikan pada Rencana Strategis ( Renstra ) Depdiknas 2010 – 2015.

Penekanan pada upaya peningkatan kualitas SDM termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. Peningkatan mutu dan sumber daya manusia sebagai insan manusia dan sumberdaya pembangunan merupakan satu kesatuan yang berkelanjutan. Ini berarti bahwa sumber daya manusia yang berkualitas akan tercapai apabila pendidikan yang baik dan benar dilaksanakan sejak dini dan mampu membentuk karakter sumber daya manusia itu sendiri yang kreatif serta seimbang antara kemampuan intelektual, emosional serta spiritual. Sehingga pendidikan dalam konteks ini, harus membuat seimbang antara pembentukan dan pembinaan karakter dan pendidikan yang menekankan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

2.3.1 Isu Strategis pada kondisi saat ini

(15)

Angka Melek

2011 2012 2013 2011 2012 2013 2011 2012 2013 201 1

b. Penyelenggaraan pendidikan diharapkan dapat menjangkau seluruh anak usia sekolah, termasuk anak usia sekolah pada daerah terisolir, anak marjinal/anak jalanan baik laki-laki maupun perempuan. Dengan demikian aksesibilitas diperlihatkan dari seberapa tinggi pencapaian APK/APM dan rata-rata lama bersekolah. Target MDGs di bidang pendidikan, mengharapkan seluruh anak usia sekolah mesti tertampung melalui sistem pendidikan yang ada. Sementara output dari pencapaian pemerataan pendidikan adalah semakin tingginya tingkat rata-rata lama sekolah. Target pencapaian lama sekolah penduduk adalah selama 10,00 tahun, dan diharapkan dapat dicapai tahun 2017.

c. Upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama masyarakat adalah peningkatan fasilitas pendidikan dan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan.

d. Pencapaian kemampuan membaca dan menulis penduduk dewasa dijadikan sebagai dasar mereview kinerja sektor pendidikan untuk kepentingan pembangunan pendidikan jangka panjang.

e. Kualitas pendidikan selama ini dilihat dari aspek kognitif. f. Pemerataan pencapaian kualitas hasil belajar.

g. Masalah kualifikasi dan kompetensi guru sesuai dengan Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen

h. Penerapan prinsip-prinsip tata kelola pendidikan mulai dari transparansi, akuntabilitas publik, demokrasi, dan pertanggungjawaban hasil pendidikan. 2.4 Tantangan dan Peluang Dalam Meningkatkan Pelayanan SKPD

2.4.1 Tantangan

a. Percepatan pencapaian kualitas pendidikan sebagai akibat globalisasi, mengharuskan kita untuk melakukan berbagai penyesuaian, agar tuntutan kualitas sesuai dengan perkembangan masa yang akan datang. Sejalan dengan itu, praktek pembangunan pendidikan juga harus mengakomodasi prinsip tata kelola yang baik dan transparan.

(16)

penggunaan internet yang dapat menghilangkan batas wilayah dan waktu, untuk melakukan komunikasi dan akses terhadap informasi, dan (7) dampak negatif perkembangan teknologi informasi terhadap nilai-nilai dan norma masyarakat.

c. Semakin bervariasinya kebutuhan akan keterampilan kerja merupakan tantangan baru bagi sekolah kejuruan yang perlu diatasi. Saat bersamaan semakin besarnya arus mobilitas tenaga kerja baik masuk dan ke luar dari provinsi ini, khususnya yang memiliki pendidikan menengah dan tinggi. Selain dari keterampilan kerja, diperlukan pula peningkatan produktivitas tenaga kerja.

d. Keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana pendidikan pengelolaan pendidikan dan kebijakan

2.4.2 Peluang

a. Kepedulian dan kebutuhan terhadap arti pentingnya pendidikan oleh masyarakat Kota Payakumbuh cukup tinggi ditandai dengan APK/APM diatas 100%.

b. Meningkatnya tamatan SLTA yang melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi yang bermutu di Indonesia.

c. Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya teknologi dan semakin meningkatnya kehidupan sosial ekonomi, menyebabkan kebutuhan akan pelayanan pendidikan dibidang tenologi dan informasi semakin tinggi, sehingga pada masa yang akan datang pemanfaatan Teknologi dan Informasi (TI) menuntut ketersediaan SDM dan perangkat yang diperlukan.

d. Kedudukan Kota Payakumbuh Sebagai kota persinggahan bagi kota-kota sekitarnya dan provinsi Riau yang memberikan peluang dalam pengembangan usaha di bidang jasa transportasi, perdagangan, pendidikan dan industri serta jasa lainnya;

2.5 Formulasi Isu-Isu Penting

Formulasi isu-isu penting dalam pelaksanaan Program Kerja Dinas Pendidikan yang merujuk kepada Rencana Strategis Pendidikan Nasional dan Propinsi dituangkan dalam bentuk Strategi dan Kebijakan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.

(17)

Strategi yang ditempuh untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis ( RENSTRA ) Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh tahun 2013 – 2017 adalah sebagai berikut :

a. Meningkatkan kualitas aparatur pendidikan untuk mewujudkantata kelola penyelenggaraan pemerintahan yang baik ( goodgovernance) di bidang pendidikan

b. Memantapkan komitmen dan sinergitas melalui koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi pembangunan pendidikan antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

c. Membangun kemitraan dan kerjasama dengan stakeholder guna menjamin relevansi dan daya saing pendidikan.

d. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan 2.5.2 Kebijakan

a. Meningkatkan pemerataan, mutu dan akses penyelenggaraan PAUD. b. Meningkatkan pemerataan, mutu, relevansi dan daya saing serta

perluasan akses penyelenggaraan pendidikan dasar.

c. Meningkatkan pemerataan, mutu, relevansi dan daya saing serta perluasan akses penyelenggaraan pendidikan menengah.

d. Meningkatkan pemerataan, mutu, relevansi dan daya saing serta perluasan akses penyelenggaraan pendidikan non formal dan informal. e. Meningkatkan pemerataan, mutu, relevansi dan daya saing serta

perluasan akses penyelenggaraan pendidikan khusus.

f. Meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan pada pendidikan formal dan non formal

g. Meningkatkan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik dalam penyelenggaraan pendidikan.

h. Meningkatkan wawasan kebangsaan, kearifan lokal dan kesetaraan gender dalam penyelenggaraan pendidikan.

i. Meningkatkan pelayanan administrasi perkantoran j. Meningkatkan sarana dan prasarana aparatur k. Meningkatkan disiplin aparatur

l. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia aparatur

m. Meningkatkan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerjadan Keuangan

(18)

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional dan Provinsi

Pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan akan Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh pembangunan pendidikan dilaksanakan dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Pemerintah Daerah (RPJMD) Kota Payakumbuh Tahun 2012-2017 dan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan Nasional R.I. 2009 – 2014 serta Rencana Strategis Dinas Pendidikan 2012-2017 ditujukan untuk lebih meningkatkan pembangunan pendidikan di Kota Payakumbuh di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing. Renstra Dinas Pendidikan tahun 2012- 2017 menjadi pedoman bagi semua Bidang pada Dinas Pendidikan dan tingkat satuan pendidikan dalam merencanakan dan melaksanakan serta mengevaluasi program dan kegiatan pendidikan.

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja SKPD

Untuk mencapai Visi dan Misi ditetapkan suatu tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu lima tahun. Tujuan ini harus menjadi fokus para personil Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dalam melaksanakan tugas bila visi dan misi ingin tercapai.

Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan maka diperlukan penjabaran lebih rinci dalam bentuk sasaran-sasaran yang harus dicapai dalam kurun waktu bulanan, triwulan, Semesteran dan tahunan. Sasaran tersebut merupakan rencana tindakan dan alokasi sumber daya dan dana Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang harus dilaksanakan agar dapat menjamin keberhasilan pelaksanaan rencana jangka panjang.

Untuk itu telah ditetapkan sasaran untuk tahun ke 1 ( tahun 2013 ) s/d tahun ke lima (tahun 2017). Tujuan dan sasaran yang telah dirumuskan oleh Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang tertuang dalam Rencana Strategis Tahun 2012 – 2017 adalah sebagai berikut :

Tujuan 1 :

Meningkatkan perluasan kesempatan belajar bagi masyarakat Kota Payakumbuh Sasaran : Meningkatnya layanan kesempatan belajar masyarakat melalui Pendidikan Formal, Non Formal dan Informal

Indikator :

A. Pendidikan Formal

1 Pendidikan Taman Kanak-kanak

a. Jumlah anak usia 4-6 tahun yang mengikuti program TK/RA 2 SD/MI (Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah)

(19)

3 SMP/Mts

a. Partisipasi anak bersekolah b. Angka putus sekolah (APS)

4 SMA/MA

a. Partisipasi anak bersekolah b. Angka putus sekolah (APS)

5 SMK

a. Partisipasi anak bersekolah b. Angka putus sekolah (APS) B. Pendidikan Non Formal

1 Pendidikan di Taman Penitipan Anak, Kelompok Bermain atau yangsederajat a. Jumlah anak 0 – 4 tahun yang mengikuti kegiatan Tempat Penitipan Anak, Kelompok Bermain atau sederajat

b. Jumlah Anak usia 4-6 tahun yang belum terlayani pada program PAUD jalur formal mengikutii program PAUD jalur non formal.

2 Pendidikan Keaksaraan a. Bisa membaca dan menulis

b. Orang buta aksara dalam kelompok usia 15-44 tahun c. Orang buta aksara dalam kelompok usia diatas 44 tahun 3 Kesetaraan SD (program Paket-A)

a. Peserta paket A bagi penduduk usia sekolah yang belumbersekolah SD/MI

b. Peserta didik Paket A yang tidak aktif 4 Kesetaraan SMP (Program Paket B)

a. Peserta didik Program Paket B bagi penduduk usia sekolah yang belumbersekolah SMP/MT

b. Peserta didik Program Paket B yang tidak aktif 5 Kasetaraan SMA (Program Paket C)

a. Peserta didik Program Paket C bagi penduduk usia sekolah yang belum bersekolah SMA/MA/SMK

b. Peserta didik Program Paket C yang tidak aktif C Pendidikan Informal

1 Pendidikan Keterampilan dan Bermata-pencaharian

a.

Prosentase jumlah anggota masyarakat putus sekolah, pengangguran, dan dari keluarga pra sejahtera yang menjadi peserta didik dalam kursus-kursus/pelatihan/kelompok belajar usaha/magang

Tujuan 2 :

(20)

Sasaran : Peningkatan mutu peserta didik dan Kompetensi Tenaga Kependidikan,

. Guru yang layak mendidik T/RA dengan kualifikasi sesuai standarkompetensi yang ditetapkan secara nasional 2 SD/MI (Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah)

a

. Pemenuhan jumlah guru yang diperlukan b

. Kualifikasi guru yang sesuai kompetensi yang ditetapkan secaranasional c

. Jumlah siswa dengan nilai memuaskan terhadap ujian nasional d

. Jumlah lulusan yang melanjutkan ke SMP/MTs

3 SMP/Mts

a

. Kepemilikan sekolah terhadap tenaga kependidikan non guru b

. Pemenuhan jumlah guru yang diperlukan c

. Kualifikasi guru yang sesuai kompetensi yang ditetapkan secaranasional d

. Jumlah siswa dengan nilai memuaskan terhadap ujian nasional e

. Jumlah lulusan yang melanjutkan ke SMA/MA/SMK

4 SMA/MA

a

. Kepemilikan sekolah terhadap tenaga kependidikan non guru b

. Pemenuhan jumlah guru yang diperlukan c

. Kualifikasi guru yang sesuai kompetensi yang ditetapkan secaranasional d

. Jumlah siswa dengan nilai memuaskan terhadap ujian nasional e

. Kepemilikan sekolah terhadap tenaga kependidikan non guru b

. Pemenuhan jumlah guru yang diperlukan c

.

(21)

.

1 Pendidikan di Taman Penitipan Anak, Kelompok Bermainatau yang sederajat a

.

Guru PAUD jalur non formal yang telah mengikuti pelatihan di bidang PAUD

2 Kesetaraan SD (program Paket-A) a

. Jumlah kelulusan peserta didik yang mengikuti ujian kesetaraan b

. Jumlah lulusan Program Paket A dapat melanjutkan ke jenjanglebih tinggi (SMP/MTs) atau Program Paket B c

.

Jumlah peserta didik yang mengikuti uji sampel mutu pendidikan yang mendapatkan nilai memuaskan

d

. Pemenuhan jumlah tutor Program Paket A yang diperlukan e

. Kualifikasi tutor Program Paket A yang sesuai standar kompetensiyang ditetapkan secara nasional 3 Kesetaraan SMP (Program Paket B)

a

. Jumlah kelulusan peserta didik yang mengikuti ujian kesetaraan b

. Jumlah lulusan Program Paket B dapat memasuki dunia kerja c

. Jumlah peserta didik yang mengikuti uji sampel mutu pendidikanyang mendapatkan nilai memuaskan e

. Pemenuhan jumlah tutor Program Paket B yang diperlukan

f. Kualifikasi tutor Program Paket A yang sesuai standar kompetensiyang ditetapkan secara nasional

4 Kasetaraan SMA (Program Paket C) a

. Jumlah kelulusan peserta didik yang mengikuti ujian kesetaraan b

. Jumlah lulusan Program Paket C dapat memasuki dunia kerja c

. Jumlah lulusan Program Paket C dapat melanjutkan ke jenjangpendidikan lebih tinggi d

. Jumlah peserta didik yang mengikuti uji sampel mutu pendidikanyang mendapatkan nilai memuaskan e

. Pemenuhan jumlah tutor Program Paket C yang diperlukan

f. Kualifikasi tutor yang sesuai standar kompetensi yang ditetapkansecara nasional

C Pendidikan Informal

1 Pendidikan Keterampilan dan Bermata-pencaharian a

. Lulusan kursus, pelatihan, magang, kelompok belajar usaha yangdapat memasuki dunia kerja b

.

Pemenuhan jumlah tenaga pendidik, instruktur, atau penguji praktek dari kursus-kursus/pelatihan/ kelompok belajar usaha/magang yang diperlukan

c

(22)

memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan d

.

Jumlah peserta ujian kursus-kursus yang memperoleh ijazah atau sertifikat

Tujuan 3 :

Meningkatkan layanan pendidikan dan latihan untuk pengembangan diri Sasaran : Peningkatan layanan pendidikan terhadap pendidikan informal Indikator :

A Pendidikan Informal

1 Pendidikan Keterampilan dan Bermata-pencaharian

a. Kepemilikan ijin operasional dari pemerintah atau pemerintah daerah b. Jumlah lembaga kursus dan lembaga pelatihan yang terakreditasi

c. Kursus-kursus/pelatihan/kelompok belajar usaha/magang yang dibinasecara terus menerus Tujuan 4 :

Meningkatkan Partisipasi Masyarakat terhadap Pendidikan

Sasaran : Peningkatan Peran Partisipasi Masyarakat, Dewan Pendidikan, Komite Sekolah dan Stakeholder

Indikator :

1 Peran Partisipasi Masyarakat a. Anggaran Komite Sekolah b. Anggaran Dewan Pendidikan

c. Peran Dunia Usaha dan Industri pada PSG

Tujuan 5 :

Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan

Sasaran : Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana Pendidikan Formal, Non Formal dan Informal

Indikator :

A. Pendidikan Formal

1 Pendidikan Taman Kanak-kanak

a. TK/RA yang memiliki sarana dan prasarana belajar/bermain 2 SD/MI (Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah)

a. Jumlah sekolah yang memiliki sarana prasarana sesuai standar teknis b. Kelengkapan pemilikan buku pelajaran oleh siswa

c. Jumlah siswa per kelas

3 SMP/Mts

a. Jumlah sekolah yang memiliki sarana prasarana sesuai standar teknis b. Kelengkapan pemilikan buku pelajaran oleh siswa

c. Jumlah siswa per kelas

(23)

a. Jumlah sekolah yang memiliki sarana prasarana sesuai standar teknis yang ditetapkan

b. Kelengkapan pemilikan buku pelajaran oleh siswa c. Jumlah siswa per kelas

5 SMK

a. Jumlah sekolah yang memiliki sarana prasarana sesuai standar teknis yang ditetapkan

b. Kelengkapan pemilikan buku pelajaran oleh siswa c. Jumlah siswa per kelas

B. Pendidikan Non Formal

1 Kesetaraan SD (program Paket-A)

a. Kepemilikan modul program paket A oleh peserta didik

b. Jumlah pusat kegiatan belajar masyarakat yang memiliki sarana dan prasarana minimal sesuai standar teknis pembelajaran

Jumlah peserta yang memiliki sarana belajar

2 Kesetaraan SMP (Program Paket B)

a. Kepemilikan modul program paket B oleh peserta didik

b. Jumlah pusat kegiatan belajar masyarakat yang memiliki sarana danprasarana minimal sesuai standar teknis pembelajaran

3 Kasetaraan SMA (Program Paket C)

a. Kepemilikan modul program paket C oleh peserta didik

b. Jumlah pusat belajar masyarakat yang memiliki sarana dan prasarana minimal sesuai standar teknis pembelajaran

C Pendidikan Informal

1 Pendidikan Keterampilan dan Bermata-pencaharian

a.

Jumlah kursus-kursus/pelatihan/kelompok belajar usaha/magang yang memiliki sarana dan prasarana minimal sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan

Tujuan 6 :

Meningkatkan kualitas manajemen pendidikan

Sasaran : Meningkatkan lingkungan pendidikan yang kondusif, demokratis melalui manajemen berbasis sekolah dan sekolah berbasis masyarakat.

Indikator :

A. Pendidikan Formal

1 Pendidikan Taman Kanak-kanak

a. TK/RA yang telah menerapkan manajemen berbasis sekolah sesuai dengan manual yang ditetapkan oleh Menteri

2 SD/MI (Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah)

a. SD/MI yang telah menerapkan manajemen berbasis sekolah sesuaidengan manual yang ditetapkan oleh Menteri

3 SMP/Mts

(24)

4 SMA/MA

a. SMA/MA yang telah menerapkan manajemen berbasis sekolah sesuai dengan manual yang ditetapkan oleh Menteri

b. Jumlah sekolah reguler ke RSBI SMA

5 SMK

a. SMA/MA yang telah menerapkan manajemen berbasis sekolah sesuai dengan manual yang ditetapkan oleh Menteri

b. Jumlah sekolah reguler ke RSBI SMK

Tujuan 7 :

Meningkatkan sekolah berbudaya, sehat Jasmani, sehat Rohani, beriman dan bertaqwa

Sasaran : Meningkatknya sekolah berbudaya, sehat Jasmani, sehat Rohani, beriman dan bertaqwa

Indikator :

1 Prestasi

a. Keberhasilan Tingkat Nasional/Provinsi Pembinaan Nilai Budaya

b. Keberhasilan Tingkat Nasional/Provinsi bidang OR

c. Keberhasilan Tingkat Nasional/Provinsi bidang UKS

d. Keberhasilan Tingkat Nasional/Provinsi bidang keagamaan e. Perubahan sikap dan prilaku siswa

3.3 Program dan Kegiatan

Program Kerja Tahun 2014 merupakan pelaksanaan tahun ke-2 Rencana Strategis ( Renstra ) Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2012 – 2017 dan mengacu pada visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan :

Adapun Program Kerja Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang akan dilaksanakan pada Tahun 2014 dengan pembiayaan yang bersumber dari DAU/APBD Kota Payakumbuh, Dana Sharing dengan APBD Provinsi Sumatera Barat dan DAK adalah sebagai berikut :

I. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Sumber Dana : DAU/APBD Kota Payakumbuh Jumlah Dana : Rp.

2.331.812.400,-Kegiatan :

1. Penyediaan jasa surat menyurat

2. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

3. Penyediaa jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas / operasional

4. Penyediaan jasa administrasi keuangan 5. Penyediaan jasa kebersihan kantor

6. Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja 7. Penyediaan alat tulis kantor

(25)

9. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor 10. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan 11. Penyediaan makanan dan minuman

12. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah 13. Penyediaan tenaga administrasi dan teknis perkantoran

II. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Sumber Dana : DAU/APBD Kota Payakumbuh Jumlah Dana : Rp.

112.227.200,-Kegiatan :

1. Pengadaan perlengkapan gedung kantor

2. Pemeliharaa rutin berkala kendaraan dinas / operasional

III. Program Peningkatan Disiplin Aparatur

Sumber Dana : DAU/APBD Kota Payakumbuh Jumlah Dana : Rp.

563.650.000,-Kegiatan :

1. Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya IV. Program Pendidikan Anak Usia Dini

Sumber Dana : DAU/APBD Kota Payakumbuh Jumlah Dana : APBD : Rp.

Kegiatan :

1. Pembangunan Gedung Sekolah

2. Pengadaan alat praktek dan peraga siswa 3. Rehabilitasi sedang / Berat bangunan sekolah 4. Pelatihan kompetensi tenaga pendidik

5. Pengembangan pendidikan anak usia dini

6. Penyelengaraan pendidikan anak usia dini ( PAUD )

V. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Sumber Dana : DAUKota Payakumbuh/DAK

Jumlah Dana : APBD + DAK : Rp.

Kegiatan :

1. Pembangunan Gedung Sekolah

2. Penambahan ruang kelas sekolah (DAK) 3. Penambahan ruang Guru sekolah (DAK) 4. Pembangunan Ruang ibadah

5. Pembangunan Ruang Perpustakaan(DAK 6. Pembangunan sarana air bersih dan sanitasi 7. Pengadaan alat praktek dan peraga siswa (DAK) 8. Pengadaan Mobiler Sekolah

9. Pengadaan perlengkapan sekolah dasar

(26)

12. Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jenjang SD/MI/SDLB dan SMP/MTS serta pesantren Salafiyah dan Satuan Pendidikan Non-Islam Setara SD dan SMP

13. Penyediaan dana pengembangan sekolah untuk SD/MI dan SMP,MTs 14. Penyelenggaraan Paket A Setara SD

15. Penyelenggaraan Paket B Setara SMP 16. Pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa

17. Pembangunan laboratorium dan ruang pratikum sekolah (DAK) 18. Pembangunan Taman, Lapangan Upacara dan Fasilitas Parkir 19. Pengembangan RKB SD.

VI. Program Pendidikan Menengah

Sumber Dana : DAU/APBD Kota Payakumbuh/Sharing APBD Prov Jumlah Dana : APBD + DAK :

Kegiatan :

1. Pembangunan Gedung Sekolah 2. Penambahan ruang guru Sekolah

3. Pembangunan Laboratorium dan ruang pratikum sekolah 4. Pembangunan perpustakaan sekolah

5. Pembangunan sarana air bersih dan sanitasi 6. Pengadaan alat praktek dan peraga siswa 7. Pengadaan mobiler sekolah

8. Rehabilitasi sedang/ berat ruang kelas sekolah 9. Pelatihan penyusunan kurikulum

10. Penyediaan Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) 11. Penyelenggaraan Paket C Setara SMA

12. Penyebarluasan dan sosialisasi berbagai informasi pendidikan sekolah menengah

13. Lomba cerdas cermat, Olimpiade dan siswa berprestasi 14. Perencanaan pengadaan tanah

15. Persoapan Pengadaan Tanah 16. Pelaksanaan Pengadaan Tanah 17. Penyerahan Pengadaan Tanah 18. Pembangunan RKB SMA/SMK

VII. Program Pendidikan Non Formal

Sumber Dana : DAU/APBD Kota Payakumbuh Jumlah Dana : APBD : Rp. 2.061.057.240,-Kegiatan :

1. Pembinaan pendidikan kursus dan kelembagaan 2. Pengembangan pendidikan keaksaraan

3. Pengembangan pendidikan kecakapan hidup

4. Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan non formal 5. Publikasi dan Sosialisasi pendidikan Non Formal

6. Pengembangan Kebijakan Pendidikan Non Formal 7. Pendidikan Karakter

(27)

9. Peningkatan Imtaq dan Akhlak Budi Pekerti Siswa

VIII. Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sumber Dana : DAU/APBD Kota Payakumbuh

Jumlah Dana : Rp.

507.839.650,-Kegiatan :

1. Pelaksanaan Sertifikasi Pendidik

2. Pembinaan KKG ( Kelompok Kerja Guru)

3. Pengembangan mutu dan kualitas program pendidikan dan pelatihan bagi pendidik dan tenaga kependidikan

4. Pengelolalaan dana BOS Kota Payakumbuh 5. Peningkatan Kwalitas tenaga pengajar ( Subsidi)

IX. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan

Sumber Dana : DAU/APBD Kota Payakumbuh Jumlah Dana : Rp.

730.736.450,-Kegiatan :

1. Pelaksanaan evaluasi hasil kinerja bidang pendidikan

2. Pelaksanaan kerjasama secara kelembagaan di bidang pendidikan 3. Pembinaan dewan pendidikan

4. Pembinaan Komite Sekolah

5. Penerapan sistem dan informasi manajemen pendidikan 6. Monitoring, evaluasi dan pelaporan

X. Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah raga pelajar Sumber Dana : DAU/APBD Kota Payakumbuh

Jumlah Dana : Rp.

941.848.100,-Kegiatan :

1. Pelaksanaan identifikasi bakat dan potensi pelajar dalam olahraga 2. Pelaksanaan turnament ISSB Kota Payakumbuh

XI. Program Pengembangan minat budaya baca dan pembinaan perpustakaan

Sumber Dana : DAU/APBD Kota Payakumbuh Jumlah Dana : Rp.

121.288.700,-Kegiatan :

1. Pemasyarakatan minat dan kebiasaan membaca untuk mendorong terwujutnya masyarakat pembelajar

(28)

BAB IV PENUTUP

Bahwa selama tahun anggaran 2014 capaian kinerja Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh termasuk dalam kategori baik. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2014 yang terlihat keselarasan realisasi fisik dan realisasi dana untuk mencapai capaian indikator kegitaan dengan bermuara ke Nilai capaian program mendekati 100 %, untuk tahun 2014 nilai capaian program Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh sebesar 93,29 %.

Referensi

Dokumen terkait

“Kebanggaan bukan hanya sebatas rasa bangga yang hanya merasa bangga karena mempunyai ilmu yang berbeda dari yang lain, akan tetapi rasa bangga yang dimiliki oleh orang

Permohonan KKP-E yang kegiatan usahanya mandiri yang dilaksanakan petani/ peternak/ pekebun secara individu atau Kelompok Tani, dapat langsung diajukan kepada

Dalam konteks perbatasan, pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat secara formal dan non formal dalam bentuk berbagai program

CETAK SURAT KETERANGAN DOMISILI CETAK SURAT KETERANGAN BERKELAKUAN BAIK CETAK SURAT KETERANGAN KEHILANGAN CETAK SURAT KETERANGAN USAHA CETAK SURAT KETERANGAN PERJALANAN

Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja menurut Manulang (2002) : 1) tingkat pendidikan atau keterampilan, para karyawan yang memiliki tingkat pendidikan

penulis berkesimpulan bahwa lembaga pendidikan keluarga, masyarakat dan sekolah saling berkolaborasi didalam meningkatkan kualitas karakter anak – anak atau generasi

Pada tesis ini akan disajikan dan disimulasikan pemulihan kedip tegangan yang terjadi akibat gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah pada saluran distribusi tiga fasa, dengan