• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 524 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Formularium Nasional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 524 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Formularium Nasional"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)

Gambar

Tabel 1. Tingkat Pembuktian (Statements of Evidence)
Tabel 2. Daftar Obat Fornas untuk Program Rujuk Balik JKN

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 585),

Kedua : Daftar rumah sakit rujukan bagi Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) sebagaimana dimaksud Diktum Pertama sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan ini1. Ketiga :

Pengawasan mutu adalah bagian yang esensial dari cara pembuatan obat hewan yang baik agar tiap obat hewan yang dibuat memenuhi persyaratan mutu yang sesuai

Dalam rangka penerapan konsep obat esensial dalam sistem pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia, maka DOEN 2013 harus disebarluaskan ke seluruh pemangku kepentingan

(5) Daftar Informasi Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada PPID Utama untuk ditetapkan sesuai dengan Formulir 1.a sebagaimana tercantum dalam Lampiran

Standar Kompetensi Teknisi Kardiovaskuler tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam menyusun kurikulum pendidikan teknik kardiovaskular dan menjalankan pelayanan

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik

b) Tim Konsultan; c) Tim Pelaksana; dan d) Sekretariat. 2) Keanggotaan Komnas Penyusunan DOEN bersifat tetap sampai terbentuk Komite pada revisi DOEN berikutnya. Komnas