• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN RINGKASAN TELAAH ARTIKEL JURNAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN RINGKASAN TELAAH ARTIKEL JURNAL"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

LAPORAN RINGKASAN TELAAH ARTIKEL JURNAL

Tanggal :

Nama Mahasiswa: Isna Intan Jauhara  Nama Mahasiswa: Isna Intan Jauhara

Metodologi Penelitian Metodologi Penelitian Lokasi Penelitian:

Lokasi Penelitian: Rumah sakit universitas di Rumah sakit universitas di Izmir, Turki. Izmir, Turki. Informasi Citasi Informasi Citasi Pengarang: Pengarang:

Saadet Erzincanli, Ayten Zaybak, Ayse Guler Saadet Erzincanli, Ayten Zaybak, Ayse Guler

Tahun

Tahun : 2016 : 2016

Judul Artikel Judul Artikel : :

Investigation of the efficacy of colorimetric Investigation of the efficacy of colorimetric capnometry method used to verify the capnometry method used to verify the correct placement of the nasogastric tube correct placement of the nasogastric tube Penerbit/ Nama Jurnal

Penerbit/ Nama Jurnal : :

Intensive and critical care nursing Intensive and critical care nursing

Volume Volume : 38 : 38

Karakteristik Responden: Karakteristik Responden:

1.

1. Pasien yang dirawat di intensive care unitPasien yang dirawat di intensive care unit d rumah sakit universitas di Izmir

d rumah sakit universitas di Izmir 2.

2. Pasien dengan tindakan pemasangan NGTPasien dengan tindakan pemasangan NGT

Jumlah Responden : Jumlah Responden :

40 responden dengan pemasangan NGT 40 responden dengan pemasangan NGT

Teknik Sampling :

Teknik Sampling :  Tidak dijelaskan dalam  Tidak dijelaskan dalam  jurnal,

 jurnal, namun namun menurut menurut analisa analisa penelitian penelitian iniini menggunakan

menggunakan total sampling total sampling 

Variabel yang diukur/ diteliti: Variabel yang diukur/ diteliti: Efficacy of colorimetric

Efficacy of colorimetric

capnometry method used to verify the capnometry method used to verify the correct placement of the nasogastric tube correct placement of the nasogastric tube Prosedur Tindakan :

Prosedur Tindakan : 1)

Issue/ No : Tidak ada

Halaman : 46-52

(hyperextended), dan tabung dimasukkan ke dalam lubang hidung dengan hati-hati dan dimajukan ke bawah sepanjang saluran nasal dari nasofaring hingga orofaring.

2) Kepala pasien ditekuk ke depan dan tabung dimajukan kurang lebih 30 cm. 3) Setelah tabung dimajukan 30 cm, untuk

menentukan arah tabung, dua langkah kontrol berikut ini dilakukan

4) Untuk memastikan bahwa tabung tidak  bengkok di dalam faring, udara diinjeksikan dan ditarik dengan alat suntik 50 ml untuk memeriksa patensi tabung (jika udara dengan mudah dinjeksikan dan ditarik, tabung tidak bengkok di dalam faring).

5) Alat kolorimetri kapnometri ditempelkan di ujung tabung untuk menentukan apakah tabung menyentuh dinding trakea (bergantung pada warna dalam indikator kolorimetri kapnometri, prosesnya dapat dilanjutkan atau dimulai kembali. Jika ujung tabung menyentuh dinding trakea,  pengukuran tidak dapat dibuat. Jika warnanya kuning atau coklat, tabung  berada di dalam trakea. Dalam kedua kasus itu, NGT ditarik dan prosesnya diulang dari awal.

6) Selama warna pada kolorimetri kapnometri tetap ungu (yang berarti bahwa

ujung tabung tidak menyentuh dinding trakea), tabung dimajukan 50 cm.

7) Ketika tabung dimajukan 50 cm, alat kolorimetri kapnometri sekali lagi dikoneksikan dengan NGT, dan diperiksa apakah penempatannya benar.

8) Warna detektor direkam.

9) Melalui tabung, 30 ml udara diinjeksikan dan epigastrium diauskultasikan.

10) Segera setelah pengaplikasian, di sisi tempat tidur, abdomen langsung dan X-ray PA-AC digunakan untuk memeriksa  penempatan NGT.

Metode Pengumpulan Data:

Metode “Formulir Laporan Kasus”, dan “kolorimetri kapnometri”, “radiologis” dan “auskultasi

Reliabilitas dan Validitas Instrument yang digunakan:

Tidak dijelaskan dalam jurnal Uji Statistik yang digunakan : Uji Korelasi Cohen Kappa

(mengukur kesesuaian antara hasil dengan metode yang digunakan dalam penempatan tabung dan hasil evaluasi radiologis)

Latar Belakang

Aplikasi tabung nasogastrik (NGT) digunakan

Hasil Penelitian

secara luas oleh lembaga-lembaga kesehatan untuk tujuan diagnosa dan perawatan (Best, 2005; Heineck dkk, 2009). Penentuan  penempatan tabung yang benar atau deteksi awal kesalahan penempatan merupakan hal yang sangat penting, karena pemasangan NGT yang tidak benar dapat menyebabkan komplikasi yang parah (Kurt dkk, 2003; Peter dan Gill, 2009). Pemasangan NGT, sebagai alat tambahan untuk komplikasi pernafasan seperti komplikasi aspirasi paru-paru atau trauma nasofaring, (Leder dan Suiter, 2008; Wu dkk, 2006) beberapa komplikasi lain seperti pneumothorax (Salf dkk, 2015; JBI, 2010), efusi pleura dan empiema yang mengembang setelah kerusakan trakeobronkial dapat terlihat, dan komplikasi-komplikasi tersebut dapat menyebabkan kematian (Weinberg dan Skewes, 2006).

Dalam panduan untuk penempatan NGT, merekomendasikan radiografis (X-ray) sebagai “standar emas” untuk verifikasi penempatan  NGT sehingga anatominya dapat diperiksa dengan nyaman (Metheny, 2006; NPSA, 2011). Metode ini juga menunda pemberian makan pada pasien dan meningkatkan resiko malnutrisi (Heyland dkk, 2003; Singer dkk, 2011). Sebagai tambahan untuk kerugiannya, tiap-tiap proses penempatan NGT memaparkan  pasien pada lebih banyak sinar X-ray, dan  prosesnya juga lebih mahal (Best, 2007;

dimasukkan ke dalam perut menurut metode kolorimetri kapnometri, jumlah ini sebanyak 37 menurut metode penilaian radiologis. Dalam penilaian radiologis, dari tiga tabung yang ditempatkan selain dalam perut, dua diantaranya di dalam esophagus, dan satunya di dalam duodenum. Dengan metode kolorimetri kapnometri, penempatan esophageal ditentukan, tetapi penempatan duodenal tidak. Tempat tabung itu diputuskan sebagai perut. Dalam analisisnya, skor Kappa dihitung sebagai 0.787 dan kesesuaian signifikan ditentukan antara dua metode (p<0.05). Angka kesesuaian antara penilaian rediologis dan metode kolorimetri kapnometri terkait dengan verifikasi penempatan gas nasogastrik adalah 97.5% (Tabel 1).

Sebagai pembanding metode penilaian auskultasi dan radiologis, metode auskultasi, dari 40 penempatan mengindikasi bahwa 36 dimasukkan ke dalam perut sedangkan metode  penilaian radiologis mengindikasi bahwa 37  penempatan NGT dimasukkan ke dalam perut. Dari penempatan tabung nasogastrik yang ditentukan di dalam perut dari penilaian rediologis, 4 penempatan ditunjukkan selain di dalam perut dengan metode auskultasi. Penempatan NGT ditentukan selain di dalam  perut dengan metode penilaian radiologis yang ditunjukkan di dalam perut dengan metode auskultasi. Dalam analisisnya, skor Kappa

Turgay dan Khoeshid 2010). Oleh karena itu, untuk menentukan penempatan tabung yang  benar, dibutuhkan metode-metode lain yang aman dan mudah diaplikasikan, tidak mempunyai efek samping dan dapat dievaluasi di samping tempat tidur pasien oleh orang yang memasangkan tabungnya.

Metode kapnografi sebagai penilaian  penempatan NGT memunculkan opsi baru. Kapnografi secara khusus lebih disukai untuk mengontrol penempatan tabung endotrakeal dan digunakan secara luas oleh unit  pertolongan pertama dan perawatan darurat. Metode ini diusulkan oleh D’Souza dkk pada tahun 1994 untuk mengkonfirmasi penempatan  NGT yang benar. Penelitian Arajo-Preza dkk (2002) melaporkan bahwa “kolorimetri kapnometri” dikembangkan untuk memeriksa  posisi tabung endotrakeal (Meyer dkk, 2009) dan dapat digunakan untuk memeriksa  penempatan tabung nasogastrik. Penelitian mengenai pasien intubasi (2005) yang dilakukan untuk menentukan efikasi kolorimetri detektor CO2 (dikonfirmasi dengan

dua tahap radiografi) dalam mengontrol  penempatan tabung nasogastrik, Howes dkk (2005) menetapkan konsistensi yang sempurna antara dua metode. Penelitian terhadap pasien  pedriatik dimana alat “Co2nfrim Now” digunakan, Gilbert dan Burns (2012) membandingkan kemampuan deteksi CO2 pada

dihitung sebagai -0.094 dan tidak ada kesesuaian yang ditentukan antara dua metode (p>0.05). Nilai kesesuaian antara penilaian radiologis dan metode auskultasi terkait verifikasi penempatan tabung nasogastrik adalah 82,5% (Tabel 1).

Ketika dibandingkan dengan hasil metode penilaian radiologis, sensitifitas metode kolorimetri kapnometri dalam menentukan penempatan NGT yang benar ditetapkan sebesar 1.00, spesifisitas 0.667, nilai  prediktif positif 0.974, nilai prediktif negatif 1.00, rasio kemungkinan uji positif 3 dan rasio kemungkinan uji negatif 0. Ketika dibandingkan dengan hasil metode penilaian radiologis, sesnsitifitas metode auskultasi dalam menentukan penempatan NGT yang  benar ditetapkan sebesar 0.89, spesifisitas 0.0, nilai prediktif positif 0.91, nilai prediktif negatif 0.0, rasio kemungkinan uji positif 0.89 dan rasio kemungkinan uji negatif ∞  (Tabel

kolorimetri kapnometri dengan radiografi dan menetapkan bahwa alat kolorimetri kapnometri 100% berhasil pada semua kasus dimana tabung mempunyai kontak dengan CO2.

Secara umum, penempatan trakea pada TNG diinvestigasi (Araujo-Preza dkk, 2002; Burns dkk, 2001, 2006; D’Souza dkk, 1994). Penelitian-penelitian mengenai penempatan gastrik pada NGT sangat langka (Howes dkk, 2005; Kindopp dkk, 2001; Meyer dkk, 2009). Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk menginvestigasi konsistensi antara metode kolorimetri kapnometri dan metode radiografi untuk menemukan apakah metode kolorimetri kapnometri adalah metode yang reliabel dalam  penempatan NGT. para peneliti bertujuan untuk mempromosikan implementasi temuan-temuan dalam area ini.

Tujuan Penelitian/ Studi

Untuk menentukan efikasi metode kolorimetri kapnometri yang digunakan untuk memeriksa  penempatan tabung nasograstik yang benar.

Implikasi Hasil Penelitian

 Metode kolorimetri kapnometri dapat

digunakan dengan aman untuk membedakan pemasangan tabung respiratori dari pemasangan tabung GI dalam aplikasi NGT

 Metode kolorimetri kapnometri Sangat

sesuai dengan metode radiologis yang merupakan standar “emas” untuk konfirmasi penempatan tabung. Pada metode Auskultasi lebih disukai, dan

 biasa digunakan tetapi metodenya kurang reliabel.

 Tidak sepenuhnya reliabel dalam

mengkonfirmasi penempatan NGT, karena gagal untuk membedakan  pemasangan gastrik atau duodenal.

Pertanyaan Penelitian

Bagaimanakah Efikasi Metode Kolorimetri Kapnometri?

Kekuatan Penelitian/ Studi

1. Penelitian tersebut dapat menjadi inovasi untuk diterapkan di Rumah sakit di Indonesia

2. Penelitian ini didukung dengan beberapa  penelitian sebelumnya yang sangat mendukung dipembahasan yaitu tentang kolorimetri kapnometri

Desain Penelitian/ Studi Metode Comparison (perbandingan) (Tidak dijelaskan dalam penelitian)

Keterbatasan Penelitian/ Studi

1. Penelitian tidak menjelaskan desain  penelitian secara rinci, jadi pembaca harus

menganalisis sendiri

2. Pembahasan terkait metode auskultasi kurang dijelaskan secara rinci

3. Jumlah sampel yang digunakan hanya 40 responden

Kesimpulan

Di akhir penelitian ini yang dilakukan untuk mengkonfirmasi efikasi metode kolorimetri kapnometri untuk konfirmasi penempatan NGT, metode kolorimetri kapnometri ditentukan untuk disesuaikan dengan metode radiologis dan lebih reliabel dari metode auskultasi. Akan tetapi, meskipun metode kolorimetri kapnometri dapat membedakan pemasangan tabung  pernafasan dan GI, namun masih belum cukup untuk membedakan antara pemasangan gastrik

 

Referensi

Dokumen terkait

Langkah-Iangkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : mengidentifikasikan artikel tentang penyakit avian influenza di Asia, analisis jurnal

Kulit kaki ayam sebanyak 30 lembar dibagi menjadi dua bagian yang terdiri dari tigalembar kulit sebagai kontrol, dilakukan peminyakan dengan paradol HISN 5%, kemudian