• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kb Suntik Materi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kb Suntik Materi"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN A. A. PengertianPengertian

Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti ‘melawan’ atau ‘mencegah’ Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti ‘melawan’ atau ‘mencegah’ dan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dengan sperma dan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dengan sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari / mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur / mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma. Untuk itu, maka yang membutuhkan yang matang dengan sel sperma. Untuk itu, maka yang membutuhkan kontrasepsi adalah pasangan yang aktif melakukan hubungan intim/seks dan kontrasepsi adalah pasangan yang aktif melakukan hubungan intim/seks dan kedua-duanya memiliki kesuburan normal namun tidak menghendaki kedua-duanya memiliki kesuburan normal namun tidak menghendaki kehamilan. (Suratun, 2008).

kehamilan. (Suratun, 2008).

Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan, upaya itu Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan, upaya itu dapat bersifat sementara dan dapat pula bersifat permanen. Penggunaan dapat bersifat sementara dan dapat pula bersifat permanen. Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu variable yang mempengaruhi fertilitas. kontrasepsi merupakan salah satu variable yang mempengaruhi fertilitas. (Prawirohardjo, 2006).

(Prawirohardjo, 2006).

Kontrasepsi suntik adalah alat kontrasepsi yang disuntikkan ke dalam Kontrasepsi suntik adalah alat kontrasepsi yang disuntikkan ke dalam tubuh dalam jangka waktu tertentu kemudian masuk ke pembuluh darah tubuh dalam jangka waktu tertentu kemudian masuk ke pembuluh darah diserap sedikit demi sedikit oleh tubuh yang berguna untuk mencegah diserap sedikit demi sedikit oleh tubuh yang berguna untuk mencegah kemungkinan timbulnya kehamilan (Bazard, 2002).

kemungkinan timbulnya kehamilan (Bazard, 2002).

B.

B. Tujuan dan Manfaat KB SuntikTujuan dan Manfaat KB Suntik

Penurunan angka kelahiran yang bermakna. Penurunan angka kelahiran yang bermakna.

C.

C. Jenis KB SuntikJenis KB Suntik

Jenis-jenis KB suntik yang sering digunakan di Indonesia antara lain: Jenis-jenis KB suntik yang sering digunakan di Indonesia antara lain: 1.

1. Suntikan / 1 bulan, contoh :Cyclo provera (nama dagang : cyclofem)Suntikan / 1 bulan, contoh :Cyclo provera (nama dagang : cyclofem) mengandung 50 mg Progesteron dan 5 mg komponen estrogen.

mengandung 50 mg Progesteron dan 5 mg komponen estrogen. 2.

2. Suntikan / 3 bulan, contoh :Suntikan / 3 bulan, contoh : a.

a. Depo Provera (Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA))Depo Provera (Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA)) mengandung 150 mg Depo Medroksi Progesteron Asetat.

(2)

 b.

 b. Depo Noristerat (Depo Noretisteron Enantat) mengandung 200 mgDepo Noristerat (Depo Noretisteron Enantat) mengandung 200 mg  Noretindron Enantat.

 Noretindron Enantat.

D.

D. Mekanisme Kerja KB SuntikMekanisme Kerja KB Suntik

Mekanisme kerja komponen progesterone atau derivate testosterone adalah : Mekanisme kerja komponen progesterone atau derivate testosterone adalah : 1.

1. Menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi Menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi pelepasanpelepasan ovum

ovum 2.

2. Mengentalkan lendir serviks, sehingga sulit ditembus spermatozoaMengentalkan lendir serviks, sehingga sulit ditembus spermatozoa 3.

3. Perubahan peristaltic tuba fallopii, sehingga konsepsi dihambatPerubahan peristaltic tuba fallopii, sehingga konsepsi dihambat 4.

4. Mengubah suasana endometrium, sehingga tidak sempurna untukMengubah suasana endometrium, sehingga tidak sempurna untuk implantasi hasil konsepsi. (Manuaba, 1998).

implantasi hasil konsepsi. (Manuaba, 1998).

E.

E. Cara PemberianCara Pemberian 1.

1. Waktu Pemberian KB suntikWaktu Pemberian KB suntik a.

a. Pasca persalinanPasca persalinan 1)

1) Dapat diberikan suntikan KB pada hari ke 3-5 post partum atauDapat diberikan suntikan KB pada hari ke 3-5 post partum atau sesudah Air Susu Ibu berproduksi

sesudah Air Susu Ibu berproduksi 2)

2) Sebelum ibu pulang dari rumah sakitSebelum ibu pulang dari rumah sakit 3)

3) 6-8 minggu pasca bersalin, asal dipastikan bahwa ibu tidak hamil6-8 minggu pasca bersalin, asal dipastikan bahwa ibu tidak hamil atau belum melakukan koitus.

atau belum melakukan koitus.  b.

 b. Pasca keguguranPasca keguguran 1)

1) Dapat diberikan segera setelah selesai kuretase atau sewaktu ibuDapat diberikan segera setelah selesai kuretase atau sewaktu ibu hendak pulang dari rumah sakit

hendak pulang dari rumah sakit 2)

2) 30 hari pasca keguguran, asal ibu belum hamil lagi30 hari pasca keguguran, asal ibu belum hamil lagi c.

c. Saat menstruasi, pada hari pertama sampai hari ke 5.Saat menstruasi, pada hari pertama sampai hari ke 5. (Mochtar, 1998)

(Mochtar, 1998) 2.

2. Lokasi PenyuntikanLokasi Penyuntikan

Daerah bokong/pantat, DMPA diberikan setiap 3 bulan / IM. (Saifuddin, Daerah bokong/pantat, DMPA diberikan setiap 3 bulan / IM. (Saifuddin, 2006)

2006) 3.

3. Jadwal Waktu Suntik KBJadwal Waktu Suntik KB a.

a. Depoprovera Depoprovera : : interval interval 12 12 mingguminggu  b.

(3)

c. Cyclofem : interval 4 minggu

Dengan pedoman tersebut kepada peserta KB dapat memperhitungkan kedatangannya dengan tenggang waktu yang cukup jelas.

F. Kelebihan dan Kekurangan KB Suntik 1. Kelebihan

a. Sangat efektif

 b. Pencegahan kehamilan jangka panjang

c. Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri

d. Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius t erhadap  penyakit jantung

e. Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI f. Sedikit efek samping

g. Klien tidak perlu menyimpan obat suntik

h. Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik i. Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul.

(Saifuddin, 2006)

2. Kekurangan

Menurut Everett (2007) :

a. Perdarahan tidak teratur atau bercak atau amenore  b. Keterlambatan kembali subur sampai 1 tahun

c. Berat badan meningkat

d. Dapat berkaitan dengan osteoporosis pada pemakaian jangka panjang. Menurut Manuaba (1998) :

a. Perdarahan yang tidak menentu

 b. Terjadi amenorea (tidak datang bulan) berkepanjangan c. Masih terjadi kemungkinan hamil

Kerugian atau penyulit inilah yang menyebabkan peserta KB menghentikan suntikan KB.

(4)

G. Indikasi dan Kontraindikasi KB Suntik 1. Indikasi

a. Usia reproduksi

 b.  Nulipara dan yang telah memiliki anak c. Menghendaki kontrasepsi jangka panjang

d. Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai e. Setelah abortus atau keguguran

f. Telah banyak anak, tetapi belum menghendaki tubektomi g. Wanita yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi estrogen h. Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi

i. Wanita yang menggunakan obat untuk epilepsy (fenitoin dan  barbiturate) atau obat tuberculosis (rifampisin)

(Saifuddin, 2006) 2. Kontraindikasi

a. Kehamilan

 b. Perdarahan saluran genital yang tidak terdiagnosis c. Penyakit arteri berat di masa lalu atau saat ini

d. Efek samping serius yang terjadi pada kontrasepsi oral kombinasi yang  bukan disebabkan oleh estrogen

e. Adanya penyakit hati (kanker hati)

f. Penyakit sistemik kronik, misalnya kanker ganas, TBC g. Kanker bergantung steroid seks, misal kanker payudara h. Depresi berat

(Everett, 2007)

H. Asuhan Keperawatan KB Suntik

 Asuhan Keperawatan Pada Ny. I Den gan Akseptor Kb Suntik 3 Bulan di Poli Kandungan Rumah Sakit Tk.Ii Dr. Soepraoen Malang

1. Pengkajian a. Anamnesa

Tgl Pengkajian : 03 Januari 2011

(5)

Oleh : kelompok 10 1) Biodata Tgl MRS : 02 Januari 2011 Jam : 09.00 wib  Nama : Ny. I Umur : 23 tahun

Pekerjaan : Ibu rumah tangga Status : Menikah

Agama : Islam

Alamat : Sukun, Malang RT. 02/RW. I  Nama Suami : Tn. D

Pekerjaan : Swasta

Alamat : Sukun, Malang RT. 02/RW. I 2) Keluhan Utama

Klien mengatakan bahwa ia tidak merasakan keluhan yang mengganggunya

3) Riwayat Kesehatan

a) Riwayat Penyakit Saat Ini

Klien mengatakan bahwa klien tidak sedang menderita  penyakit apapun saat ini

 b) Riwayat Kesehatan Masa Lalu

Klien mengatakan tidak menderita penyakit menular, menurun dan menahun seperti TBC, hepatitis, asma, jantung, DM, HT, serta keputihan,

c) Riwayat Kesehatan Keluarga

Klien mengatakan bahwa anggota keluarganya tidak ada yang  pernah atau sedang menderita penyakit menular, menurun, dan

menahun seperti TBC, hepatitis, asma, jantung, DM, hypertensi, dan lain-lain.

d) Riwayat Perkawinan

(6)

2) Umur pertama kali kawin : 20 tahun 3) Berapa kali kawin : 1 x

4) Berapa lama kawin yang sekarang: 3 tahun e) Riwayat Obstetri

1) Menarche : 12 tahun

2) Haid teratur/tidak*, siklus : Teratur, 28 hari

3) Lama haid : 7 hari

4) Keluhan : Tidak ada

5) Sifat : Encer, warna merah tua

6) Amenorhe :

-7) HPHT : 1 januari 2011

4) Riwayat Kehamilan, Persalinan, Nifas yang lalu

Suam i ke U K Jenis Persalina n Penolon g Penyuli t BB/P B Jenis Kelamin Hidup/ Mati Menete ki Riwaya t KB I 9  bln Spontan B Bidan Tdk ada 3400 L 2 thn 1 tahun -5) Riwayat KB

KB yang digunakan sebelumnya :

-Rencana KB yang akan datang : KB Suntik 3 Bulan 6) Riwayat Psikososial spiritual

a) Konsep diri : Klien mengatakan bahwa suami klien dan

keluarganya mendukung langkah klien untuk menggunakan KB suntik 3 bulan.

 b) Sosial : - Hubungan klien dengan petugas kesehatan terlihat cukup baik

-

Hubungan klien dengan orang lain nampak baik, hal itu

(7)

c) Spiritual : Klien mengatakan bahwa ia memeluk agama islam serta klien tidak mendapatkan halangan dari siapapun (ustad, kyai, suami)

7) Pola Aktivitas Sehari-hari a) Makan

Klien mengatakan makan 3x/hari porsi 1 piring penuh dengan nasi, lauk, sayur.

 b) Minum

Klien mengatakan minum air putih 6-8 gelas/hari. c) Eliminasi

Klien mengatakan BAK 5-6x./hari warna kuning jernih, bau amoniak, memancar, tidak ada keluhan, BAB 1x/hari warna kuning, bau khas feses, konsistensi lunak, tidak ada keluhan. d) Istirahat/tidur

Klien mengatakan malam 7 jam (21.00 wib - 04.00 wib) e) Aktivitas

Ibu mengatakan hanya beraktivitas di rumah dengan

melakukan kegiatan IRT seperti memasak, menyapu, mencuci.

 b. Data Obyektif 1) Pemeriksaan Umum a. Kesadaran : composmentis  b. KU : baik c. TB/BB : 150 cm/60 kg d. TTV : TD = 120/80 mmHg N = 80x/mnt S = 37°C RR = 20x/mnt

e. Lingkar lengan atas : 24 cm 3.1.2.2 Pemeriksaan Fisik

Rambut : bersih, tidak ada ketombe Muka : - Conjungtiva : tidak anemis

(8)

- Sklera : tidak icterus Mulut : - Stomatitis : tidak ada

- Gigi : tidak caries

Leher : - Pembesaran kelenjar getah bening: tidak ada - Struma : tidak ada

- Pembesaran vena jugularis : tidak ada

Dada : Simetris

Payudara : - Bentuk: bulat, menggantung, tidak ada benjolan/ massa

- Areola : tidak hiperpigmentasi - Puting susu : menonjol

- Keluaran :colostrum (-) Perut :

- Striae bivida : tidak ada - Striae albicans : tidak ada - Linea nigra : tidak ada - Pembesaran abnormal: tidak ada - Bekas luka SC : tidak ada

Vulva : - Warna : merah tua

- Luka parut : tidak ada - Varices : tidak ada - Odema : tidak ada

(9)

- Varices : tidak ada Ekstremitas atas dan bawah:

- Varices :

- Odema :

 Reflek Patela : +/+

ANALISA DATA

1. DX 1 :

Akseptor KB suntik 3 bulan dengan P10001AB0

 DS:

Klien mengatakan selama menikiah hingga mempunyai anak 1  belum pernah menggunakan KB

 DO:

TTV : 110/70 mmHg RR : 18x/mnt

 NADI : 88x/mnt SUHU : 36,5 oC

2. DX 2 :

Kurangnya pengetahuan tentang Alat kontrasepsi terutama KB suntik

 DS:

Klien mengtakan bahwa dirinya belum mengerti tentang KB suntik yang akan digunakan

 DO :

(10)

3.5 Intervensi

Tujuan : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama ± 15 menit diharapkan klien mengerti tentang KB suntik 3 bulan baik efek samping dan manfaatnya.

Masalah : setelah dilakukan asuhan keperawatan ±15 menit rasa cemas ibu dapat berkurang

Kriteria : Klien dapat mengerti dan mampu mengulang kembali semua yang dijelaskan petugas serta raut muka ibu kembali cerah. Dan ibu mendapatkan KB suntik 3 bulan

Intervensi : 1. Lakukan pendekatan terapeautik pada klien

Rasional : diharapkan terjalin kerjasama yang baik antar  petugas dan klien.

2. Lakukan observasi TTV dan BB

Rasional : diharapkan kondisi klien terpantau selama menjadi akseptor KB

3. Berikan konseling / KIE tentang efek samping, komplikasi,  jadwal kunjungan ulang

Rasional: diharapkan klien mengerti keadaan yang dialami sekarang sehingga dapat menerima perubahan yang ada dan  pengetahuan klien bertambah.

4. Berikan suntik seperti depo progestryn 1x3 bulan IM

Rasional : diharapkan dapat mengatasi keluhan yang dialami klien.

(11)

Rasional : diharapkan tidak terjadi keterlambatan sehingga tidak terjadi kegagalan, bila ada keluhan sewaktu  –   waktu segera datang

3.6 Implementasi

3.6.1 Melakukan pendekatan terapeutik pada klien - Memperkenalkan diri dan menyapa

- Berkata sopan dan mudah dimengerti

- Mendengarkan keluhan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan

3.6.2 Melakukan Observasi TTV dan BB KU : tampak gelisah

TD : 120/80 mmHg RR : 20x/mnt

 N : 80x/mnt TB/BB : 150 cm/60 kg

S : 37°C

3.6.3 Memberikan sutikan depo progestin

Memberikan KIE tentang efek samping, komplikasi dan jadwal klien kunjungan ulang

Memberitahu klien untuk datang kembali tanggal 1 maret 2011 atau sewaktu-waktu ada keluhan.

3.7 Evaluasi

(12)

S : Ibu mengatakan lebih lega setelah diberi penjelasan oleh petugas O : Muka ibu tampak kembali cerah

TD : 120/80 mmHg RR : 20x/mnt

 N : 80x/mnt TB/BB : 150 cm/60 kg

S : 37°C

A : Akseptor KB suntik depo dengan P1001 AB0

P : Beritahu klien kontrol kembali tanggal 1 maret 2011 atau sewaktu-waktu jika ada keluhan

c. Pendidikan Kesehatan KB Suntik

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Kb Suntik

Sub Pokok bahasan : Pengenalan Tentang Kb Suntik Sasaran : Sepasang Suami Istri

Hari, tgl pelaksanaan : Senin, 1 April 2013 Jam Pelaksanaan : 09.00 WIB

Waktu : 45 menit

Tempat : Di Rumah Ibu Santi A. TUJUAN

1. Tujuan umum

Untuk mengetahui praktek pembinaan akseptor khususnya KB suntik 2. Tujuan khusus

a. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan KB suntik  b. Untuk mengetahui jenis-jenis KB suntik

(13)

c. Untuk mengetahui cara kerja KB suntik d. Untuk mengetahui cara pemberian KB suntik

e. Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian dari Kb suntik f. Untuk mengetahui indikasi dan kontra indikasi dari KB suntik.

B. METODE 1. Ceramah 2. Diskusi C. MATERI Terlampir D. MEDIA

Alat yang digunakan untuk penyuluhan adalah: 1. Lembar balik

E. PENGORGANISASIAN

Ketua Tim : Gigih Krida P Sekertaris : Sulistyorini

Pendiskusi : Gigih Krida P dan Sulistyorini

F. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN TA HAP W AKTU KEG IATAN EDIA

(14)

Pem  bukaan 5 menit  Mengucapkan salam  Perkenalan  Penyampaian maksud dan tujuan  pendidikan kesehatan Pela ksanaan 3 0 menit  Menjelaskan  pengertian KB Suntik.  Menjelaskan  jenis-jenis KB Suntik.  Menjelaskan cara kerja KB Suntik  Menjelaskan cara pemberian KB Suntik.  Menjelaskan kekurangan dan kelebihan dari KB Suntik.  Menjelaskan indikasi dan kontraindikasi dari KB Suntik L embar  balik Pen utup 1 0 menit  Evaluasi  Mengucapkan terima kasih

(15)

TOT AL 4 5 menit G. STRATEGI PELAKSANAAN 1. Waktu : 09.00 WIB

2. Tempat : Di Rumah Ibu Santi

H. EVALUASI 1. Persiapan

a. Sasaran dan media disiapkan sebelum proses pendidikan kesehatan  b. Materi yang digunakan sudah siap

c. Sasaran sudah siap ditempat yang ditentukan 2. Proses

a. Proses kegiatan pendidikan kesehatan berjalan dengan lancar  b. Sasaran memahami materi yang disampaikan

3. Hasil yang diharapkan

Setelah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan sasaran mampu :

a. Tes lisan : Diakhir ceramah Penilaian

Sistem penilaian sesuai dengan masing-masing pertanyaan tiap nomor: 1. Bila benar semua, nilai : 5

2. Bila benar semua, nilai : 5 3. Bila benar semua, nilai : 5

(16)

 Klasifikasi penilaian

- Bila nilai benar : 0 – 5 : C : berarti tidak memahami

- Bila nilai benar : 6 – 10 : B : berarti kurang memahami

- Bila nilai benar : 10 -15 : A : berarti memahami / mengerti

I. DAFTAR PERTANYAAN

1. Apakah yang dimaksut dengan KB? 2. Apa saja jenis-jenis KB Suntik?

3. Apa indikasi dan kontraindikasi dari KB Suntik? J. DAFTAR PUSTAKA

 Notodiharjo, Riano. 2002. Reproduksi, Kontrasepsi, dan Keluarga Berencana. Yogyakarta..

Saifuddin, A.B., 2006, Buku panduan Praktis pelayanan Kontrasepsi, Pk-54-PK58, YayasanBina Pustaka sarwono Prawirohardjo, Jakarta

(17)

LAMPIRAN MATERI KB HORMONAL (SUNTIK)

A. Pengertian

Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia semakin  banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relatif

murah dan aman.Sebelum disuntik, kesehatan ibu harus diperiksa dulu untuk memastikan kecocokannya.

Kotrasepsi suntik adalah alat kontasepsi yang disuntikan ke dalam tubuh dalam jangka waktu tertentu, kemudian masuk ke dalam pembuluh darah diserap sedikit demi sedikit oleh tubuh yang berguna untuk mencegah timbulnya kehamilan. Kontrasepsi suntik digunakan adalah noretisteron Enentat, Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA), cyclofem.salah satu kontrasepsi modern yang sering digunakan DMPA yang berisi depro medroksi  progerteron asetat sebanyak 150 mg dengan guna 3 bulan.

B. Jenis KB Suntik

(18)

a. Kandungan

Suntikan kombinasi mengandung hormon esterogen dan progesteron, yang diberikansatu bulan sekali. jenis suntikan kombinasi ini terdiri dari 25 mg DepoMedroksiprogesteron Asetat dan 5 mg Estrogen Sipionat yang diberikan injeksi I.Msebulan sekali (Cyclovem).

 b. Cara kerja

Pemberian hormon progestin akan menyebabkan pengentalan mukus servikssehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma. Hormon tersebut  jugamencegah pematangan dan pelepasan sel telur. Endometrium menjadi tipis dan atrofidengan berkurangnya aktifitas kelenjar. Selain itu akan merangsang timbulnya haidsetiap bulan.

c. Efektifitas

Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi sementara, macam-macam suntikan tersebuttelah dibuktikan sangat baik, dengan angka kegagalan kurang dari 0,1 % per 100wanita selama tahun pertama penggunaan.

d. Keuntungan & Kerugian

1) Keuntungan kb suntik 1 bulan a) Sangat efektif (99,6%)

 b) Risiko kesehatan kecil

c) Tidak berpengaruh terhadap hubungan suami isteri

d) Periksa dalam tidak dibutuhkan pada saat pemeriksaan awal e) Klien tidak perlu menyimpan obat suntik

f) Tidak mempengaruhi pemberian ASI, kecuali suntikan Cyclofem g) Reaksi suntik sangat cepat (<24 jam)

h) Dapat digunakan oleh wanita tua (>35 tahun), kecuali Cyclofem i) Mencegah kehamilan ektopik

 j) Jangka panjang

k) Sangat efektif walaupun klien terlambat suntik 1 minggu dari jadwal yangtelah ditentukan

l) Sangat berguna untuk klien yang tidak ingin hamil lagi, tetapi belum  bersediauntuk mengikuti sterilisasi (tubektomi).

(19)

2) Kerugian KB suntik 1 bulan

a. Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah  penghentianpemakaian.

 b. Harus kembali ke sarana pelayanan.

c. Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya. d. Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering

e. Dapat menyebabkan ketidakteraturan masalah haid.

f. Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan penyakit menular seksual,hepatitis B, atau infeksi HIV.

g. Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan, dan keluhan seperti ini akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga.

h. Efektivitas berkurang bila digunakan bersamaaan dengan obat-obat epilepsidan obat tuberklosis.

i. Dapat terjadi efek samping yang serius, seperti serangan jantung, stroke,bekuan darah pada paru atau otak, dan kemungkinan timbulnya tumor hati.

 j. Kemungkinan terlambat pemulihan kesuburan setelah penghentianpemakaian.

e. Indikasi & kontraindikasi

1) Indikasi KB suntik 1 bulan

a) Klien menghendaki pemakaian kontrasepsi jangka panjang atau telahmempunyai cukup anak sesuai keinginan tetapi belum ingin, belum siap ataubelum bisa ikut tubektomi saat ini

 b) Klien menghendaki pemakaian kontrasepsi yang tidak perlu dipakai setiaphari atau setiap bersenggama

c) Klien tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung esterogen, ataukalau meminumnya maka akan timbul gejala-gejala komplikasi  pemakaianesterogen

d) Klien sedang menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai e) Usia reproduksi

(20)

f) Telah memiliki anak, ataupun yang belum memiliki anak g) Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektivitas yang tinggi h) Menyusui ASI pascapersalinan lebih dari 6 bulan

i) Pascapersalinan dan tidak menyusui  j) Anemia

k)  Nyeri haid hebat l) Haid teratur

m) Riwayat kehamilan ektopik

n) Sering menggunakan pil kontrasepsi

2) Kontraindikasi KB suntik 1 bulan a) Hamil atau diduga hamil

 b) Menyusui di bawah 6 minggu pascapersalinan

c) Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya d) Penyakit hati akut

e) Usia lebih dari 35 tahun yang merokok

f) Riwayat penyakit jantung, stroke, atau dengan tekanan darah tinggi (lebihdari 180/110 mmHg)

g) Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migraine h) Keganasan payudara

f. Waktu pemberian

1) Suntikan pertama dapat diberikan dalam waktu 7 hari siklus haid. Tidak diperlukan kontrasepsi tambahan

2) Bila suntikan pertama diberikan setelah hari ke-7 siklus haid, klien tidak  bolehmelakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan

kontrasepsi lainuntuk 7 hari.

3) Bila klien tidak haid, suntikan pertama dapat diberikan setiap saat, asal sajadapat dipastikan ibu tersebut tidak hamil.

4) Bila klien pascapersalinan 6 bulan, menyusui, serta belum haid, suntikanpertama dapat diberikan, asal saja dapat dipastikan tidak hamil

(21)

5) Bila pascapersalinan lebih dari 6 bulan, menyusui, serta telah mendapat haid,maka suntikan pertama diberikan, asal saja dipastikan tidak hamil.

6) Bila pascapersalinan kurang dari 6 bulan dan menyusui, jangan beri suntikankombinasi.

7) Bila pascapersalinan 3 minggu, dan tidak menyusui, suntikan kombinasi dapatdiberi.

8) Ibu yang sedang menggunakan kontrasepsi hormonal yang lain dan inginmenggantinya dengan kontrasepsi hormonal kombinasi. Selama ibu tersebut

9) menggunakan kontrasepsi sebelumnya secara benar, suntikan kombinasi dapatdiberikan tanpa perlu menunggu haid

10) Bila kontrasepsi sebelumnya juga kontrasepsi hormonal, dan ibu tersebut inginmenggantinya dengan suntikan kombinasi, maka suntikan kombinasi tersebutdapat diberikan sesuai jadwal kontrasepsi sebelumnya

g. Manfaat kesehatan

1) Menurunnya jumlah darah haid setiap bulan, menurunkan nyeri perut

2) Mengurangi kemungkinan penyakit kurang darah akibat kekurangan zat besi. 3) Mengurangi tanda atau gejala sindroma haid

4) Dapat melindungi kemungkinan penyakit radang panggul dan kanker indungtelur karena progestin menyebabkan mukus serviks menebal, sehinggamemepersulit penularan infeksi dari liang senggama atau serviks untuk mencapai saluran telur (penekanan ovulasi akan menyebabkan  berkurangnyastimulasi dari sel epitel ovarium).

5) Mencegah terjadinya kanker endomertrium

6) Dapat digunakan pada wanita yang mempunyai penyakit darah sickle cellanemia

7) Dapat meningkatkan jumlah ASI pada ibu yang menyusui.

(22)

2. Suntikan/3 bulan : contoh : Depo provera, Depogeston a. Kandungan

Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA), mengandung 150mg DMPA yangdiberikan tiap 3 bulan dengan cara disuntik Intro Muskuler (di daerah bokong). Depoprovera atau depo metroxy progesterone asetat adalah satu sintesa progestin yangmempunyai efek seperti progesterone asli dari tubuh wanita. Obat ini dicoba  pada tahun1958 untuk mengobati abortus habitualis dan endometriosis ternyata pada  pengobatanabortus habitualis seringkali terjadi kemandulan setelah kehamilan  berakhir. Depoprovera sebagai obat kontrasepsi suntikan ternyata cukup manjur dan aman dalampelayanan keluarga berencana. Anggapan bahwa depo provera dapat menimbulkankanker pada leher rahim atau payudara pada wanita yang mempergunakannya, belumdidapat bukti-bukti yang cukup tegas, bahkan sebaliknya.

(23)

Depo Nonsterat Enontat (Depo Nonsterat) yang mengandung 200mg noratin dionanontat, diberikan setiap 2 bulan dengan cara disuntik intra muskuler. Norigest adanahobat yang disuntikkan (secara Depot). 1 ampul Norigest berisi 200 mg  Norethindoreenenthate dalam larutan minyak. Larutannya merupakan campuran  benzyl benzoate dancastor oil dalam perbandingan 4:6. Efek kontrasepsinya terutama mencegah masuknyasperma melalui lender cervix. Sesudah pengobatan dihentikan, keadaan fertilitasbiasanya kembali dalam waktu beberapa minggu. Karena pada  beberapa kasus mungkinakan terjadi perdarahan-perdarahan yang atypis, maka perlu diberitahukan terlebihdahulu kepada setiap calon akseptor akan kemungkinan hal ini.

 b. Cara kerja

1) Mencegah ovulasi

2) Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma 3) Menjadikan selaput lendir rahim tipis

4) Menghambat pengangkutan gamet oleh tuba

c. Efektifitas

Kontrasepsi suntik progestin memiliki efektivitas yang sangat tinggi, dengan 0,3kehamilan per 100 perempuan per tahun, asal penyuntikan dilakukan sesuai  jadwaldan secara teratur.

d. Keuntungan & kerugian

1) Keuntungan KB suntik 3 bulan a) Sangat efektif

(24)

c) Tidak berpengaruh terhadap hubungan seksual

d) Tidak mengandung esterogen sehingga tidak berdampak serius terhadappenyakit jantung, dan gangguan pembekuan darah

e) Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI f) Sedikit efek samping

g) Klien tidak perlu menyimpan obat suntik

h) Dapat digunakan oleh perempuan usia lebih dari 35 tahun sampaiperimenopause

i) Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik  j) Menurunkan kajadian penyakit jinak payudara

k) Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul l) Menurunkan krisis anemia bulan sabit

2) Kerugian KB suntik 3 bulan

a) Sering ditemukan gangguan haid

 b) Siklus haid yang memendek atau memanjang c) Perdarahan yang banayk atau sedikit

d) Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak e) Tidak haid sama sekali

f) Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan g) Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya h) Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering

i) Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual,hepatitis B, atau infeksi virus HIV

 j) Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian

k) Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadinya kerusakan ataukelainan pada organ genitalia, melainkan karena belum habisnya  pelepasanobat suntikan dari deponya.

e. Indikasi & kontraindikasia) 1) Indikasi KB suntik 3 bulan

(25)

 b) Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan memiliki efektivitas tinggi c) Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai

d) Setelah melahirkan dan tidak menyusui e) Setelah abortus atau keguguran

f) Perokok

g) Tekanan darah kurang dari 180/110 mmHg, dengan masalah gangguan  pembekuan darah atau anemia

h) Menggunakan obat untuk epilepsi atau obat tuberklosis

i) Tidak dapat menggunakan kontrasepsi yang mengandung esterogen  j) Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi

k) Mendekati usia menopause

2) Kontraindikasi KB suntik 3 bulan a) Hamil atau dicurgai hamil

 b) Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya c) Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid

d) Menderita kanker payudara e) Diabetes melitus

f. Waktu pemberian

1) Setelah melahirkan : 6 minggu pasca salin

2) Setelah keguguran : segera setelah dilakukan kuretase atau 30 hari setelahkeguguran (asal ibu belum hamil lagi)

3) Dalam masa haid : Hari pertama sampai hari ke-5 masa haid2. 4) Lokasi penyuntikan IM sampai daerah glutus

(26)

5) Daerah bokong/pantat 6) Daerah otot lengan atas

Cara penyimpananDisimpan dalam suhu 20-25°C2.5 Contoh gambar kb suntik 3 bulan

g. Cara penggunaan

1) Kontrasepsi suntik DMPA diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik intromuskuler dalam di daerah pantat. Apabila suntik diberikan setiap 90 hari  pemberian kontrasepsisuntikannonsterat untuk 3 injeksi berikutnya diberikan

setiap 8 minggu mulai denganinjeksi kelimadiberikan setiap 12 minggu.

2) Bersihkan kulit yang akan disuntik dengan kapas alkohol yang dibasahi oleh etil atauiso propil alkohol 60-90% biarkan kulit kering sebelum disuntik

3) Kocok dengan baik dan hindarkan terjadinya gelembung-gelembung udara, kontrasepsitidak perlu di dinginkan. Bila terdapat endapan putih pada dasar vial, upayakanmenghilangkannyadengan cara menghangatkannya.

h. Peringatan bagi akseptor

1) Setiap terlambat haid harus dipikirkan adanya kemungkinan kehamilan.

2)  Nyeri abdomen bawah yang berat, kemungkinan gejala kehamilan ektopik tergantung.

3) Timbulnya abses atau perdarahan tempat injeksi.

4) Sakit kepala, migrain, sakit kepala berulang yang berat/kaburnya penglihatan. 5) Peredarahan berat yang 2x lebih panjang dari masa haid atau 2 kali lebih banyak

(27)

d. GAMBARRRRR e. LATAR BELAKANG

Referensi

Dokumen terkait

Hasil : Terdapat perbedaan kejadian dysmenorrhea pada penggunaan kontrasepsi IUD (Intra Uterine Divice) sebanyak 29 orang (82,9) mengalami dysmenorrhea dan kontrasepsi suntik 1

Untuk mengetahui perbedaan pola menstruasi ibu yang menggunakan Alat kontrasepsi IUD dengan suntik depo provera. Bagi

Tujuan : Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan alat kontrasepsi KB suntik dan non kontrasepsi dengan siklus menstruasi pada wanita usia subur

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat responden yang berat badannya bertambah untuk pemakaian alat kontrasepsi KB suntik DMPA maupun yang tidak memakai

Simpulan Penelitian: 1) Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kontrasepsi suntik dengan pemilihan kontrasepsi suntik 2) Tidak terdapat hubungan

Hasil ini dapat diartikan seseorang yang mempunyai pengetahuan yang baik tentang efek samping KB suntik maka akseptor akan memilih kontrasepsi KB suntik sedangkan yang memiliki

panjang (hingga 2 tahun) kontrasepsi suntik turut memicu terjadinya peningkatan berat badan, kanker, kekeringan pada vagina, gangguan emosi dan jerawat karena penggunaan

Suntik Alat kontrasepsi berupa suntik terbagi menjadi dua jenis, yaitu KB suntik yang memiliki jangka waktu tiga bulan untuk mencegah terjadinya kehamilan, dan KB suntik yang hanya