OLEH
Setelah mengikuti kuliah Hukum Perburuhan selama satu semester, mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menganalisis masalah-masalah yang berkaitan dengan perburuhan berserta peraturannya.
Silabus
Referensi
Kriteria Penilaian
Tata Tertib Perkuliahan
Pembentukan Kelompok
Materi 1 : Pengantar Hukum Perburuhan
Silabus
Pertemuan ke-Kemampuan akhir yang diharapkan Materi/Pokok Bahasan Strategi Pembelajaran Latihan yang dilakukan Kriteria Penilaian (Indikator)1 Mampu mengenal dan memahami pengertian dan sejarah Hukum Perburuhan
Pengantar Hukum Perburuhan Ceramah dan Diskusi Menjawab pertanyaan tentang Pengertian dan sejarah Hukum Perburruhan Kebenaran menguraikan jawaban dengan tepat tentang Pengertian dan sejarah Hukum Perburuhan 2 Mampu memahami tentang
Kesepakatan Kerja Konsep perjanjian kerja, masa percobaan Ceramah dan Diskusi Menjawab pertanyaan tentang Konsep perjanjian kerja dan masa percobaan Kebenaran menguraikan jawaban dengan tepat tentang Konsep perjanjian kerja dan masa percobaan 3 Mampu memahami tentang
pembayaran upah Kebijakan upah, upah minimum, penegakan Ceramah dan Diskusi Menjawab pertanyaan tentang Kebijakan upah, upah minimum, penegakan Kebenaran menguraikan jawaban dengan tepat tentang Kebijakan upah, upah minimum, penegakan
Silabus
Pertemuan ke-Kemampuan akhir yang diharapkan Materi/Pokok Bahasan Strategi Pembelajaran Latihan yang dilakukan Kriteria Penilaian (Indikator)4 Mampu memahami Hukum Perburuhan, Kesepatakan Kerja, dan Pembayaran Upah Pengantar Hukum Perburuhan, Konsep perjanjian kerja, masa percobaan, Kebijakan upah, upah minimum, penegakan
Evaluasi Mengerjakan soal Kebenaran menguraikan jawaban dengan tepat
5 Mampu mengenal dan memahami Hukum
Pemutusan Hubungan Kerja
Penghentian
hubungan kerja oleh Majikan,
Pengunduran diri
Ceramah dan Diskusi Menjawab
pertanyaan tentang Penghentian
hubungan kerja oleh Majikan, Pengunduran diri Kebenaran menguraikan jawaban dengan tepat tentang Penghentian
hubungan kerja oleh Majikan,
Pengunduran diri 6 Mampu memahami tentang
Hak Mogok
Landasan
Pembenaran bagi hak Mogok, Dasar Hukum,
Pembatasan, Praktik Mogok
Ceramah dan Diskusi Menjawab
pertanyaan tentang Landasan
Pembenaran bagi hak Mogok, Dasar Hukum, Pembatasan, Praktik Mogok Kebenaran menguraikan jawaban dengan tepat tentang Landasan Pembenaran bagi hak Mogok, Dasar Hukum,
Pembatasan, Praktik Mogok
Silabus
Pertemuan ke-Kemampuan akhir yang diharapkan Materi/Pokok Bahasan Strategi Pembelajaran Latihan yang dilakukan Kriteria Penilaian (Indikator)7 Mampu memahami Hukum Perburuhan Anak
Larangan Perburuhan Anak
Ceramah dan Diskusi Menjawab pertanyaan dan menganalisis kasus hubungan individual Kebenaran menguraikan jawaban dan menganalisis dengan tepat tentang Kasus hubungan individual 8 Mampu memahami Hukum
Pemutusan Hubungan Kerja, Hak Mogok, dan Perburuhan Anak
Hukum Pemutusan Hubungan Kerja, Hak Mogok, dan
Perburuhan Anak
Evaluasi Mengerjakan soal evaluasi
Kebenaran menguraikan jawaban dan
menganalisis dengan tepat tentang Hukum Pemutusan
Hubungan Kerja, Hak Mogok, dan
Perburuhan Anak 9 Mampu memahami dan
menganalisis kasus-kasus Perburuhan Penyelesaian Perselisihan Perburuhan, Penegakan Hukum Perburuhan
Ceramah dan Diskusi Menjawab
pertanyaan tentang Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Kebenaran menguraikan jawaban dan menganalisis dengan tepat tentang Penyelesaian Perselisihan Perburuhan, Penegakan Hukum Perburuhan
Silabus
Pertemuan ke-Kemampuan akhir yang diharapkan Materi/Pokok Bahasan Strategi Pembelajaran Latihan yang dilakukan Kriteria Penilaian (Indikator)10 Mampu memahami dan menganalisis kasus-kasus Perburuhan
Kasus hubungan individual, Kolektif,
Ceramah dan Diskusi Menjawab pertanyaan dan menganalisis kasus hubungan individual, Kolektif, Perselisihan Perburuhan Kebenaran menguraikan jawaban dan menganalisis dengan tepat tentang Kasus hubungan individual, kolektif 11 Mampu memahami pengertian K3 dan Ketenagakerjaan Pengantar K3 dan Ketenagakerjaan
Ceramah dan Diskusi Menjawab pertanyaan Pengertian K3 dan Ketenagakerjaan Kebenaran menguraikan jawaban Pengantar K3 dan Ketenagakerjaan 12 Mampu memahami
kasus-kasus perburuhan, pengertian k3 dan ketenagakerjaan Kasus perburuhan, pengantar K3 dan ketenagakerjaan
Evaluasi Menjawab pertanyaan dan menganalisis kasus perburuhan,pengantar K3 dan ketenagakerjaan Kebenaran menguraikan jawaban dan menganalisis dengan tepat tentang Kasus perburuhan, pengantar k3 dan ketenagakerjaan
Silabus
Pertemuan ke-Kemampuan akhir yang diharapkan Materi/Pokok Bahasan Strategi Pembelajaran Latihan yang dilakukan Kriteria Penilaian (Indikator) 13 Mampu memahami Kecelakaan Kerja dan PencegahannyaKecelakaan Kerja dan pencegahannya
Ceramah dan Diskusi Menjawab pertanyaan Kecelakaan kerja dan pencegahannya Menjawab pertanyaan Kecelakaan kerja dan pencegahannya
14 Mampu memahami Hukum Ketenagakerjaan
UU no 13 th 2003 Ceramah dan Diskusi Menjawab
pertanyaan tentang UU no 13 th 2003 Kebenaran menguraikan jawaban tentang UU no 13 th 2003 15 Mampu memahami dan
menganalisis kasus-kasus Perburuhan, tentang K3 dan Ketenagakerjaan Kasus-kasus hubungan perburuhan dan perselisihan, K3 dan ketenagakerjaan
UAS Mengerjakan soal-soal Evaluasi Kebenaran menguraikan jawaban dan menganalisis dengan tepat tentang Penyelesaian Perselisihan Perburuhan dan K3 dan Ketenagakerjaan
1. Bab-bab tentang Hukum Perburuhan di Indonesia Editor :Guus Heerma van Voss, Surya Tjandra
2. K3 dan Hukum Ketenagakerjaan Oleh : Maman Soemantri, S.Pd. MT.
Kehadiran
15 %
Presentasi
15 %
Tugas/kuis
10 %
Evaluasi 1
15 %
Evaluasi 2
15 %
Evaluasi 3
15 %
UAS
15 %
Kriteria Penilaian
Tata Tertib Perkuliahan
Mahasiswa dilarang menggunakan kaos oblong dan sendal
Alat komunikasi diset “silence”
Tugas yang terlambat tanpa ada “pemberitahuan“,
dianggap gugur dan tidak ada pengulangan
Syarat mengikuti ujian adalah 75% kehadiran
Jika 30 menit dosen tidak hadir, maka perkuliahan ditiadakan dan diganti hari lain sesuai
Hukum perburuhan atau ketenagakerjaan (Labour Law) merupakan bagian dari hukum berkenaan dengan pengaturan hubungan perburuhan baik bersifat perseorangan maupun kolektif.
Hukum Perburuhan diulas agar kita memahami posisi buruh dan majikan dalam suatu hubungan kerja, yang memuat hak dan kewajiban diantara keduanya
Hak dan kewajiban tersebut dimuat dalam sebuah perjanjian kerja yaitu segala sesuatu yang diatur dalam hubungan kerja
Disiplin hukum ini mencakup :
Dalam kepustakaan internasional, dibagi menjadi 3 :
1. Hukum Hubungan Individual (Individual Employment Law)
2. Hukum Perburuhan Kolektif (Collective Labour Law)
Penyesuaian tataran internasional dengan
perundang-undangan di Indonesia :
1. Hukum Ketenagakerjaan Individual (Individual
Labour Law)
2. Hukum Perburuhan kolektif (Collective Labour Law)
3. Hukum Sengketa Perburuhan/Ketenagakerjaan (Labour Dispute Settlement)
Hukum Perburuhan direstrukturisasi dan dibagi ke dalam tiga legislasi utama :
Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan
Undang-Undang No. 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh
Undang-Undang No. 2 tahun 2004 tentang
Secara umum sumber-sumber hukum yang terpenting adalah :
1. perjanjian-perjanjian internasional yang diratifikasi/adopsi oleh pemerintah
2. UUD 1945
3. perundang-undangan
4. peraturan dan keputusan Menteri
5. Kesepakatan kerja sama
6. Preseden
7. Peraturan kerja yang ditetapkan perusahaan
8. Perjanjian kerja individu
9. Instruksi Majikan/pemberi kerja
Dalam hukum perburuhan Indonesia, sumber
hukum dalam bentuk perundang-undangan :
Undang-undang Ketenagakerjaan
Undang-Undang tentang Serikat Pekerja /Buruh
Undang-Undang tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial
Sejarah Hukum Perburuhan
Di Eropa terjadi reaksi atas perubahan-perubahan yang dimunculkan Revolusi Industri.
Penemuan mesin tenaga uap di Inggris th 1750,
memberi peluang memproduksi barang/jasa dalam skala besar.
Sebelumnya secara tradisional, pertanian dg sistem
feodal, mengerjakan milik tuan tanah (baron)
Gilda (kelompok kerja dengan keahlian tertentu)
Revolusi Prancis (1795) menjadi simbol tuntutan kelompok masyarakat modern (menuju ke penjara Bastile) sehingga diproklamirkan keniscayaan
persamaan derajat bagi setiap warna negara dan kebebasan berdagang.
Dituangkan dalam kitab UU Penghapusan Gilda
Napoleon menyebarkan ke Eropa
Manufaktur berkembang cepat, masyarakat berubah dari pertanian ke industri
Pemberi kerja mempunyai kekuasaan dalam menetapkan aturan secara sepihak
Karena keterpaksaan, pekerja (termasuk anak-anak). Waktu, kondisi dan situasi mengancam kesehatan
pekerja
Gerakan Sosialis, militer, pemerintah, mendorong munculnya legislasi perburuhan yang pertama (perburuhan anak dihapuskan)
Muncul kebijakan-kebijakan lain : jam kerja untuk buruh perempuan, kemudian untuk buruh laki-laki.
Tahun 1900an, Negara Eropa memodernisasi legislasi tentang kontrak/perjanjian kerja (dulu Hukum Romawi)
Prinsip baru : pekerja adalah pihak lemah dan perlu perlindungan hukum.
Buruh mulai mengorganisir secara kolektif dan bernegosiasi dengan pemberi kerja. Pertama kali dikenalkan konsep perjanjian kerja bersama (collective agreement)
Hugo Sinzheimer (guru besar hukum, Jerman) : mengembangkan konsep kesepakatan kerja , dan diadopsi oleh negara lain
Tahun 1919 dibentuk ILO (International Labour Organisation)
Indonesia menjadi negara industri baru
Makin sempit lahan pertanian
Ledakan populasi
Penanaman modal asing : - murahnya tenaga kerja - kaya sumber daya alam