LAPORAN PENDAHULUAN LAPORAN PENDAHULUAN EFUSI PLEURA EFUSI PLEURA Oleh: Oleh: XXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXX
PROGRAM PROFESI NERS PROGRAM PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITA
UNIVERSITAS S MUHAMMADIMUHAMMADIYAH YAH MALANGMALANG 2012
EFUSI PLEURA EFUSI PLEURA A.
A. PENPENGERGERTIATIANN Efusi
Efusi pleura pleura adalah adalah suatu suatu keadaan keadaan dimana dimana terdapat terdapat penumpukan penumpukan cairan cairan dari dari dalamdalam kavum pleura diantara pleura parietalis dan pleura viseralis dapat berupa cairan transudat kavum pleura diantara pleura parietalis dan pleura viseralis dapat berupa cairan transudat atau cairan eksudat (
atau cairan eksudat (www.google.comwww.google.com).). Pleura adalah membrane tipis
Pleura adalah membrane tipis terdiri dari 2 lapisan terdiri dari 2 lapisan yaitu pleura viseralis dyaitu pleura viseralis danan pleura parietalis.(Sudoyo, Aru W. 20
pleura parietalis.(Sudoyo, Aru W. 2006)06) Efusi pleura adalah istilah y
Efusi pleura adalah istilah yang di gunakan ang di gunakan bagi penimbunbagi penimbunan cairan an cairan dalam dalam ronggarongga pleura. (Price, 2005
pleura. (Price, 2005)) Efusi pleura
Efusi pleura adalah adanya adalah adanya cairan yang cairan yang berlebih dalam berlebih dalam rongga pleura rongga pleura baik baik transudattransudat maupun eksudat.(Davey, 2005).
maupun eksudat.(Davey, 2005).
Efusi pleural adalah penumpukan cairan di dalam ruang pleural, proses penyakit primer Efusi pleural adalah penumpukan cairan di dalam ruang pleural, proses penyakit primer jarang terjadi namun biasanya terjadi se
jarang terjadi namun biasanya terjadi sekunder akibat penyakit lain. Efusi dapat berupa cairankunder akibat penyakit lain. Efusi dapat berupa cairan jernih,
jernih, yang yang mungkin mungkin merupakan merupakan transudat, transudat, eksudat, eksudat, atau atau dapat dapat berupa berupa darah darah atau atau puspus (Baughman C Diane, 2000).
(Baughman C Diane, 2000).
B.
B. ETETIOIOLOLOGIGI
Berdasarkan jenis cairan yang terbnetuk, cairan pleura dibagi menjadi transudat, eksudat Berdasarkan jenis cairan yang terbnetuk, cairan pleura dibagi menjadi transudat, eksudat dan hemoragis
dan hemoragis
1.
1. TraTransunsudat dat dapdapat at disdisebaebabkabkan n oleoleh h kegkegagaagalan lan janjantuntung g konkongesgestif tif (ga(gagal gal jantjantung ung kirkiri),i),
sindroma nefrotik, asites (oleh karena sirosis kepatis), syndroma vena cava superior, sindroma nefrotik, asites (oleh karena sirosis kepatis), syndroma vena cava superior, tumor, sindroma meig.
tumor, sindroma meig.
2.
2. Eksudat disebabkan oleh infeksi, TB, preumonia dan sebagainya, tumor, infark paru,Eksudat disebabkan oleh infeksi, TB, preumonia dan sebagainya, tumor, infark paru,
radiasi, penyakit kolagen. radiasi, penyakit kolagen.
3.
3. Effusi hemoragis dapat disebabkan oleh adanya tumor, trauma, infark paru, tuberkulosis.Effusi hemoragis dapat disebabkan oleh adanya tumor, trauma, infark paru, tuberkulosis. 4.
4. Berdasarkan lokasi cairan yang terbentuk, effusi dibagi menjadi unilateral dan bilateral.Berdasarkan lokasi cairan yang terbentuk, effusi dibagi menjadi unilateral dan bilateral.
Ef
Efususi i yyanang g ununililatatereral al titidadak k memempmpununyyai ai kakaititan an yyanang g spspesesififik ik dedengngan an pepenynyakakitit penyebabnya
penyebabnya akan akan tetapi tetapi effusi effusi yang yang bilateral bilateral ditemukan ditemukan pada pada penyakit-penyakitpenyakit-penyakit dibawah ini :Kegagalan jantung kongestif, sindroma nefrotik, asites, infark paru, lupus dibawah ini :Kegagalan jantung kongestif, sindroma nefrotik, asites, infark paru, lupus eritematosus systemic, tumor dan tuberkolosis.
C.
C. PATPATOFIOFISIOSIOLOGLOGII
Dalam keadaan normal hanya terdapat 10-20 ml cairan di dalam rongga pleura. Jumlah Dalam keadaan normal hanya terdapat 10-20 ml cairan di dalam rongga pleura. Jumlah cairan di rongga pleura tetap, karena adanya tekanan hidrostatis pleura parietalis sebesar 9 cm cairan di rongga pleura tetap, karena adanya tekanan hidrostatis pleura parietalis sebesar 9 cm H
H22O. O. AkuAkumumulasi lasi caicairan ran plepleura ura dapdapat at terterjadi jadi apaapabilbila a tektekanaanan n osmosmotiotik k kolkoloid oid menmenuruurunn
misalnya pada penderita hipoalbuminemia dan bertambahnya permeabilitas kapiler akibat ada misalnya pada penderita hipoalbuminemia dan bertambahnya permeabilitas kapiler akibat ada proses
proses keradangan keradangan atau atau neoplasma, neoplasma, bertambahnya bertambahnya tekanan tekanan hidrostatis hidrostatis akibat akibat kegagalankegagalan jantung dan tekanan
jantung dan tekanan negatif intra negatif intra pleura apabila pleura apabila terjadi terjadi atelektasis atelektasis paru (Alsagaf paru (Alsagaf H, Mukti A,H, Mukti A, 1995, 145).
1995, 145). Eff
Effusi usi plepleura ura berberarti arti terterjadi jadi penpengumgumpulpulan an sejsejumlumlah ah besabesar r caicairan ran bebbebas as daldalam am kavkavumum pleura.
pleura. Kemungkinan Kemungkinan penyebab penyebab efusi efusi antara antara lain lain (1) (1) penghambatan penghambatan drainase drainase limfatik limfatik daridari rongga pleura, (2) gagal jantung yang menyebabkan tekanan kapiler paru dan tekanan perifer rongga pleura, (2) gagal jantung yang menyebabkan tekanan kapiler paru dan tekanan perifer menjadi sangat tinggi sehingga menimbulkan transudasi cairan yang berlebihan ke dalam menjadi sangat tinggi sehingga menimbulkan transudasi cairan yang berlebihan ke dalam ro
rongngga ga plpleueura ra (3(3) ) sasangngat at memenunururunnnnyya a tetekakananan n oosmsmototik ik kokololora ra plplasasmama, , jajadi di jujugaga me
memumungngkikinknkan an trtranansusudadasi si cacairiran an yyang ang beberlrlebebihihan an (4(4) ) ininfefeksi ksi atatau au setsetiaiap p pepenynyebebabab peradangan
peradangan apapun pada apapun pada permukaan pleura permukaan pleura dari dari rongga pleura, rongga pleura, yang memecahkan yang memecahkan membranmembran kapiler dan memungkinkan pengaliran protein plasma dan cairan ke dalam rongga secara kapiler dan memungkinkan pengaliran protein plasma dan cairan ke dalam rongga secara cepat (Guyton dan Hall
D.
D. MANIFEMANIFESTASSTASI I KLINISKLINIS
Manifestasi kinik yang muncul (Tierney, 2002 dan Tucker, 1998) ) adalah Manifestasi kinik yang muncul (Tierney, 2002 dan Tucker, 1998) ) adalah 1
1.. SSeessaak nk naaffaass 2
2.. NNyyeerri i ddaaddaa 3
3.. KeKesusulilitatan n bberernnafafasas 4.
4. PePeniningngkakatatan suhn suhu tuu tububuh jikh jika ada ia ada infnfekeksisi 5
5.. KKeelleettiihhaann 6
6.. BBaattuuk k
E.
E. PEMERPEMERIKSAAIKSAAN N PENUNPENUNJANGJANG
Pemeriksaan radiologik (Rontgen dada), pada permulaan didapati menghilangnyaPemeriksaan radiologik (Rontgen dada), pada permulaan didapati menghilangnya sudut kostofrenik. Bila cairan lebih 300ml, akan tampak cairan dengan permukaan sudut kostofrenik. Bila cairan lebih 300ml, akan tampak cairan dengan permukaan melengkung. Mungkin terdapat pergeseran di mediatinum.
melengkung. Mungkin terdapat pergeseran di mediatinum.
Ultrasonografi: USG bisa membantu menentukan lokasi dari pengumpulan cairanUltrasonografi: USG bisa membantu menentukan lokasi dari pengumpulan cairan yang jumlahnya sedikit, sehingga bisa dilakukan pengeluaran cairan.
yang jumlahnya sedikit, sehingga bisa dilakukan pengeluaran cairan.
ToTorarakokosensentestesis is / / pupungngsi si plpleueura ra ununtutuk k memengngetetahahui ui kekejerjerninihahan, n, warwarnana, , bibiakakanan tampilan, sitologi, berat jenis. Pungsi pleura diantara linea aksilaris anterior dan tampilan, sitologi, berat jenis. Pungsi pleura diantara linea aksilaris anterior dan posterior,
posterior, pada pada sela sela iga iga ke-8. ke-8. Didapati Didapati cairan cairan yang yang mungkin mungkin serosa serosa (serotorak),(serotorak), berdarah
berdarah (hemotoraks), (hemotoraks), pus pus (piotoraks) (piotoraks) atau atau kilus kilus (kilotoraks). (kilotoraks). Bila Bila cairan cairan serosaserosa mungkin berupa transudat (hasil bendungan) atau eksudat (hasil radang).
mungkin berupa transudat (hasil bendungan) atau eksudat (hasil radang).
Cairan pleural dianalisis dengan kultur bakteri, pewarnaan gram, basil tahan asamCairan pleural dianalisis dengan kultur bakteri, pewarnaan gram, basil tahan asam (untuk TBC), hitung sel darah merah dan putih, pemeriksaan kimiawi (glukosa, (untuk TBC), hitung sel darah merah dan putih, pemeriksaan kimiawi (glukosa, amy
amylaselase, , laklaktat tat dehdehidridrogeogenasnase e (LD(LDH), H), proproteintein), ), anaanalislisis is sitositologlogi i untuntuk uk sel-sel-selsel malignan, dan pH.
malignan, dan pH.
Biopsi pleura mungkin juga dilakukanBiopsi pleura mungkin juga dilakukan
F.
F. PENPENATAATALAKLAKSANSANAANAAN
TuTujuajuan n penpengobgobataatan n adaadalah lah untuntuk uk menmenemuemukan kan penpenyeyebab bab dasdasar, ar, untuntuk uk menmencegacegahh penumpukan
penumpukan kembali kembali cairan, cairan, dan dan untuk untuk menghilangkan menghilangkan ketidaknyamanan ketidaknyamanan sertaserta dis
dispnepneu. u. PenPengobgobataatan n spespesifisifik k ditditujuujukan kan padpada a penpenyebyebab ab dasdasar ar (co(co; ; gaggagal al janjantuntungg kongestif, pneumonia, sirosis).
kongestif, pneumonia, sirosis).
Torasentesis dilakukan untuk membuang cairan, untuk mendapatkan specimen gunaTorasentesis dilakukan untuk membuang cairan, untuk mendapatkan specimen guna keperluan analisis dan
Bila penyebab dasar malignansi, efusi dapat terjadi kembali dalam beberapa hariBila penyebab dasar malignansi, efusi dapat terjadi kembali dalam beberapa hari tatau minggu, torasentesis berulang mengakib
tatau minggu, torasentesis berulang mengakibatkan nyeri, atkan nyeri, penippenipisan isan proteprotein in dandan elektrolit, dan kadang pneumothoraks. Dalam keadaan ini kadang diatasi dengan elektrolit, dan kadang pneumothoraks. Dalam keadaan ini kadang diatasi dengan pemasangan
pemasangan selang selang dada dada dengan dengan drainase drainase yang yang dihubungkan dihubungkan ke ke system system drainasedrainase water-seal
water-seal atau atau pengipengisapan sapan untuuntuk k mengemengevaluasvaluasiruang iruang pleurpleura a dan dan pengempengembangabangann paru.
paru.
Agen yang secara kimiawi mengiritasi, seperti tetrasiklin dimasukkan kedalam ruangAgen yang secara kimiawi mengiritasi, seperti tetrasiklin dimasukkan kedalam ruang pleura
pleura untuk untuk mengobliterasi mengobliterasi ruang ruang pleural pleural dan dan mencegah mencegah akumulasi akumulasi cairan cairan lebihlebih lanjut.
lanjut.
Pengobatan lainnya untuk efusi pleura malignan termasuk radiasi dinding dada,Pengobatan lainnya untuk efusi pleura malignan termasuk radiasi dinding dada, bedah plerektomi, dan terapi diuretic.
bedah plerektomi, dan terapi diuretic.
G.
G. ASUHAASUHAN N KEPERKEPERAWATAWATANAN
1.
1. PengkajianPengkajian ..
aa)) SSiisstteem m RReessppiirraassii
Inspeksi pada pasien effusi pleura bentuk hemithorax yang sakit mencembung, Inspeksi pada pasien effusi pleura bentuk hemithorax yang sakit mencembung, iga mendatar, ruang antar iga melebar, pergerakan pernafasan menurun. Pendorongan iga mendatar, ruang antar iga melebar, pergerakan pernafasan menurun. Pendorongan mediastinum ke arah hemithorax kontra lateral yang diketahui dari posisi trakhea dan mediastinum ke arah hemithorax kontra lateral yang diketahui dari posisi trakhea dan ictus kordis. RR cenderung meningkat
ictus kordis. RR cenderung meningkat dan Px biasanya dyspneu.dan Px biasanya dyspneu.
Fremitus tokal menurun terutama untuk effusi pleura yang jumlah cairannya > Fremitus tokal menurun terutama untuk effusi pleura yang jumlah cairannya > 250 cc. Disamping itu pada palpasi juga ditemukan pergerakan dinding dada yang 250 cc. Disamping itu pada palpasi juga ditemukan pergerakan dinding dada yang tertinggal pada dada yang sakit.
tertinggal pada dada yang sakit.
Suara perkusi redup sampai peka tegantung jumlah cairannya. Bila cairannya Suara perkusi redup sampai peka tegantung jumlah cairannya. Bila cairannya tidak mengisi penuh rongga pleura, maka akan terdapat batas atas cairan berupa garis tidak mengisi penuh rongga pleura, maka akan terdapat batas atas cairan berupa garis lengkung dengan ujung lateral atas ke medica
lengkung dengan ujung lateral atas ke medical penderita dalam posisi duduk. Garis l penderita dalam posisi duduk. Garis iniini disebu
disebut t garis Ellis-Damogaris Ellis-Damoisseauxisseaux. . Garis ini Garis ini paling jelas di paling jelas di bagian depan dada, kurangbagian depan dada, kurang jelas di punggung.
jelas di punggung.
Auskultasi Suara nafas menurun sampai menghilang. Pada posisi duduk cairan Auskultasi Suara nafas menurun sampai menghilang. Pada posisi duduk cairan makin ke atas makin tipis, dan dibaliknya ada kompresi atelektasis dari parenkian makin ke atas makin tipis, dan dibaliknya ada kompresi atelektasis dari parenkian paru,
paru, mungkin mungkin saja saja akan akan ditemukan ditemukan tanda-tanda tanda-tanda auskultasi auskultasi dari dari atelektasis atelektasis kompresikompresi di sekitar batas atas cairan. Ditambah lagi dengan tanda
di sekitar batas atas cairan. Ditambah lagi dengan tanda i i – – ee artinyartinya a bila bila pendependeritarita diminta mengucapkan kata-kata
diminta mengucapkan kata-kata ii maka akan terdengar suara e sengau, yang disebutmaka akan terdengar suara e sengau, yang disebut egofoni (Alsagaf
b)
b) Sistem Sistem IntegumenIntegumen
Inspeksi mengenai keadaan umum kulit higiene, warna ada tidaknya lesi pada Inspeksi mengenai keadaan umum kulit higiene, warna ada tidaknya lesi pada kulit, pada Px dengan effusi biasanya akan tampak cyanosis akibat adanya kegagalan kulit, pada Px dengan effusi biasanya akan tampak cyanosis akibat adanya kegagalan sistem transport O
sistem transport O22..
cc)) PPeemmeerriikkssaaaan n PPeennuunnjjaanngg
Hasil pemeriksaan medis dan laboratorium Hasil pemeriksaan medis dan laboratorium
Pemeriksaan RadiologiPemeriksaan Radiologi
Pada fluoroskopi maupun foto thorax PA cairan yang kurang dari 300 cc tidak Pada fluoroskopi maupun foto thorax PA cairan yang kurang dari 300 cc tidak bisa
bisa terlihat. terlihat. Mungkin Mungkin kelainan kelainan yang yang tampak tampak hanya hanya berupa berupa penumpukkanpenumpukkan kostofrenikus. Pada effusi pleura sub pulmonal, meski cairan pleura lebih dari kostofrenikus. Pada effusi pleura sub pulmonal, meski cairan pleura lebih dari 300 cc, frenico
300 cc, frenicocostalis costalis tampak tumtampak tumpul, diafrpul, diafragma kelihaagma kelihatan meningtan meninggi. Untuk gi. Untuk memastikan dilakukan dengan foto thorax lateral dari sisi yang sakit (lateral memastikan dilakukan dengan foto thorax lateral dari sisi yang sakit (lateral dekubitus) ini akan memberikan hasil yang memuaskan bila cairan pleura sedikit dekubitus) ini akan memberikan hasil yang memuaskan bila cairan pleura sedikit (Hood Alsagaff, 1990, 786-787).
(Hood Alsagaff, 1990, 786-787).
Biopsi PleuraBiopsi Pleura
Biopsi ini berguna untuk mengambil specimen jaringan pleura dengan melalui Biopsi ini berguna untuk mengambil specimen jaringan pleura dengan melalui biopsi
biopsi jalur jalur percutaneus. percutaneus. Biopsi Biopsi ini ini digunakan digunakan untuk untuk mengetahui mengetahui adanya adanya sel-selsel-sel gan
ganas as atau atau kumkuman-kan-kumauman n penypenyakiakit t (bi(biasanasanya ya kaskasus us plepleuriurisy sy tubtubercuerculoslosa a dandan tumor
tumor pleura) pleura) (Soeparman, (Soeparman, 1990, 1990, 788).788).
Pemeriksaan LaboratoriumPemeriksaan Laboratorium
Dalam pemeriksaan cairan pleura terdapat beberapa pemeriksaan antara lain : Dalam pemeriksaan cairan pleura terdapat beberapa pemeriksaan antara lain : 1)
1) PemPemerikeriksaan Biosaan Biokimkimiaia Se
Secarcara a bibiokokimimia ia efeffufusi si plpleueura ra teterbrbagagi i ataatas s trtranansusudadat t dadan n ekeksusudadat t yayangng perbedaannya dapat dilihat pada tabel berikut :
perbedaannya dapat dilihat pada tabel berikut : T
Trraannssuuddaatt EEkkssuuddaatt K
Kaaddaar r pprrootteeiin n ddaallaam m eeffffuussi i 99//ddll < < 33 > > 33 K
Kaaddaar r pprrootteeiin n ddaallaam m eeffffuussii < < 00,,55 > > 00,,55 K
Kaaddaar r LLDDH H ddaallaam m eeffffuussi i ((11--UU)) < < 220000 > > 220000 K
Kaaddaar r LLDDH H ddaallaam m eeffffuussii < < 00,,66 > > 00,,66 B
Beerraat t jjeenniis s ccaaiirraan n eeffffuussii < < 11,,001166 > > 11,,001166 R
Disamp
Disamping ing pemeripemeriksaan tersebut ksaan tersebut diatas, secara diatas, secara biokbiokimia imia diperidiperiksakan jugaksakan juga cairan pleura :
cairan pleura :
-- KadKadar ar pH pH dan dan gluglukoskosa. a. BiaBiasanysanya a mermerendendah ah padpada a penypenyakiakit-pet-penynyakitakit infeksi, arthritis reumatoid dan neoplasma
infeksi, arthritis reumatoid dan neoplasma
-- Kadar amilase. Biasanya meningkat pada paulercatilis dan metastasisKadar amilase. Biasanya meningkat pada paulercatilis dan metastasis adenocarcinona (Soeparman, 1990, 787).
adenocarcinona (Soeparman, 1990, 787). 2)
2) AnaAnalisa calisa cairairan pleun pleurara
-- Transudat Transudat : : jernih, jernih, kekuningankekuningan
-- EEkkssuuddaatt : : kkuunniinngg, , kkuunniinngg--kkeehhiijjaauuaann
-- HHiillootthhoorraaxx : : ppuuttiih h sseeppeerrtti i ssuussuu
-- EEmmppiieemmaa : : kkeennttaal l ddaan n kkeerruuhh
-- EEmmppiieemma a aannaaeerroobb : : bbeerrbbaau u bbuussuuk k
-- MeMesosoteteliliomomaa : s: sanangagat kt kenentatal dl dan an beberdrdararahah 3)
3) PerhitPerhitungan ungan sel dasel dan siton sitologilogi
Leukosit 25.000 (mmLeukosit 25.000 (mm33) : empiema) : empiema
Banyak Netrofil : Banyak Netrofil : pneumonia, pneumonia, infark paruinfark paru, p, pankreatilis, Tankreatilis, TB B paruparu
Banyak Limfosit : Banyak Limfosit : tuberculosis, limfoma, tuberculosis, limfoma, keganasan.keganasan.
Eosinofil meningkat Eosinofil meningkat : : emboli emboli paru, paru, poliatritis poliatritis nodosa, nodosa, parasit parasit dan dan jamur jamur
Eritrosit Eritrosit : : mengmengalami alami peninpeningkatan 1000-10gkatan 1000-10000/ mm000/ mm33 caircairan an tamtampak pak
ke
kemomororogigis, s, serserining g didijumjumpai pai papada da papanknkreareatittitis is atatau au pnpneueumomonini. . BiBilala ery
erytrostrosit it > > 100100000 000 (mm(mm33 menmenunjunjukkukkan an infinfark ark parparu, u, tratrauma uma daddada a dandan
keganasan. keganasan.
Misotel banyak : Jika terdapat mesotel kecurigaan TB bisa disingkirkan.Misotel banyak : Jika terdapat mesotel kecurigaan TB bisa disingkirkan.
Sitologi : Sitologi : Hanya Hanya 50 50 - - 60 60 % % kasus- kkasus- kasus kasus keganasan eganasan dapat dapat ditemukan ditemukan selsel ganas. Sisanya kurang lebih terdeteksi karena akumulasi cairan pleura ganas. Sisanya kurang lebih terdeteksi karena akumulasi cairan pleura lewat mekanisme obstruksi, preamonitas atau atelektasis (Alsagaff Hood, lewat mekanisme obstruksi, preamonitas atau atelektasis (Alsagaff Hood, 1995 : 147,148)
1995 : 147,148) 4)
4) BakBakteriterioloologisgis Jeni
Jenis s kumkuman an yanyang g serisering ng ditditemuemukan kan daladalam m caicairan ran plepleura ura adaadalah lah pnepneamoamo cocclis, E-coli, klebsiecla
cocclis, E-coli, klebsiecla, pseudomonas, enterobacter. Pada pleuritis TB kultur , pseudomonas, enterobacter. Pada pleuritis TB kultur cairan terhadap kuman tahan asam hanya dapat menunjukkan yang positif cairan terhadap kuman tahan asam hanya dapat menunjukkan yang positif sampai 20 % (Soeparman, 1998: 788).
2
2.. DiDiagagnonosa Ksa Kepepererawawatatanan
Beberapa diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada pasien dengan effusi pleura Beberapa diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada pasien dengan effusi pleura antara lain :
antara lain :
aa.. KKeettiiddaakkeeffeekkttiiffaan n ppoolla a ppeerrnnaaffaassaan n bbeerrhhuubbuunnggaan n ddeennggaan n mmeennuurruunnnnyya a eekkssppaannssii paru sekunder terhadap penumpukkan cairan dalam rongg
paru sekunder terhadap penumpukkan cairan dalam rongga pleura (Susan Martin Tua pleura (Susan Martin Tucleer,cleer, dkk, 1998).
dkk, 1998). b.
b. Gangguan Gangguan pemenuhan pemenuhan kebutuhan kebutuhan nutrisi nutrisi kurang kurang dari dari kebutuhan kebutuhan tubuh.tubuh. Sehubungan dengan peningkatan metabolisme tubuh, pencernaan nafsu makan akibat Sehubungan dengan peningkatan metabolisme tubuh, pencernaan nafsu makan akibat sesak nafas sekunder terhadap penekanan struktur abdomen (Barbara Engram, 1993). sesak nafas sekunder terhadap penekanan struktur abdomen (Barbara Engram, 1993). cc.. CCeemmaas s sseehhuubbuunnggaan n ddeennggaan n aaddaannyya a aannccaammaan n kkeemmaattiiaan n yyaanng g ddiibbaayyaannggkkaann
(ketidakmampuan untuk bernafas). (ketidakmampuan untuk bernafas). d
d.. GGaanngggguuaan pn poolla tia tidduur dr daan in issttiirraahhaat set sehhuubbuunnggaan dn deennggaan bn baattuuk yk yaanng mg meenneettaap dap dann sesak nafas serta perubahan suasana lingkungan Barbara Engram).
sesak nafas serta perubahan suasana lingkungan Barbara Engram).
ee.. KKeettiiddakakmmamamppuuaan mn melelaakkuukkaan an akktitivviitatas ss seehhaarrii--hhaarri si sehehuubbuunnggaan dn deennggan an kkeleleettiihhanan (keadaan fisik yang lemah)
(keadaan fisik yang lemah) (Susan Martin T(Susan Martin Tucleer, dkkucleer, dkk, 1998)., 1998).
ff.. KKuurraanng peg pennggeettaahhuuaan men mennggeennaai koi konnddiissii, at, atuurraan pen pennggoobbaattaan sen sehhuubbuunnggaan den dennggaann kurang terpajang
kurang terpajang informasi informasi (Barbara Engram, (Barbara Engram, 1993)1993) 3
3.. PPeerreennccaannaaaann
aa.. KKeettiiddaakkeeffeekkttiiffaan n ppoolla a ppeerrnnaaffaassaan n bbeerrhhuubbuunnggaan n ddeennggaan n mmeennuurruunnnnyya a eekkssppaannssii paru sekunder terhadap penumpukan cairan dalam rongga p
paru sekunder terhadap penumpukan cairan dalam rongga pleura.leura. Tujuan : Pasien mampu mempertahankan fungsi paru secara normal Tujuan : Pasien mampu mempertahankan fungsi paru secara normal
Kriteria hasil : Irama, frekuensi dan kedalaman pernafasan dalam batas normal, pada Kriteria hasil : Irama, frekuensi dan kedalaman pernafasan dalam batas normal, pada pemeriksaan
pemeriksaan sinar sinar X X dada dada tidak tidak ditemukan ditemukan adanya adanya akumulasi akumulasi cairan, cairan, bunyi bunyi nafasnafas terdengar jelas.
terdengar jelas. Rencana tindakan : Rencana tindakan : 1)
1) IdentiIdentifikasi fikasi faktofaktor penyr penyebab.ebab.
Rasional : Dengan mengidentifikasikan penyebab, kita dapat menentukan jenis effusi Rasional : Dengan mengidentifikasikan penyebab, kita dapat menentukan jenis effusi pleura sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat.
pleura sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat. 2)
2) Kaji kualitasKaji kualitas, frekuensi dan kedalama, frekuensi dan kedalaman pernafasan, lapon pernafasan, laporkan setiap perubarkan setiap perubahan yanghan yang terjadi.
terjadi.
Rasional : Dengan mengkaji kualitas, frekuensi dan kedalaman pernafasan, kita dapat Rasional : Dengan mengkaji kualitas, frekuensi dan kedalaman pernafasan, kita dapat mengetahui sejauh mana perubahan kondisi pasien.
3)
3) BarBaringingkan pasien dalam kan pasien dalam posposisi yang isi yang nynyamanaman, , daladalam m posposisi isi dudduduk, dengauk, dengan n kepkepalaala tempat tidur ditinggikan 60 – 90 derajat.
tempat tidur ditinggikan 60 – 90 derajat.
Rasional : Penurunan diafragma memperluas daerah dada sehingga ekspansi paru bisa Rasional : Penurunan diafragma memperluas daerah dada sehingga ekspansi paru bisa maksimal.
maksimal. 4)
4) Observasi tanda-tanda vital (suhObservasi tanda-tanda vital (suhu, nadi, teku, nadi, tekanan darah, RR anan darah, RR dan respon padan respon pasien).sien). Rasi
Rasionaonal l : : PenPeningingkatkatan an RR RR dan dan tactachcarhcardi di mermerupaupakan kan indindikaikasi si adaadanya nya penpenuruurunannan fungsi paru.
fungsi paru. 5)
5) LakukLakukan auskuan auskultasi suara naltasi suara nafas tiap 2-4 jamfas tiap 2-4 jam..
Rasional : Auskultasi dapat menentukan kelainan suara nafas pada bagian paru-paru. Rasional : Auskultasi dapat menentukan kelainan suara nafas pada bagian paru-paru. 6)
6) Bantu daBantu dan ajarkan pasien ajarkan pasien untuk batn untuk batuk dan nafas dalam yuk dan nafas dalam yang efektif.ang efektif. Rasion
Rasional : al : MenekaMenekan daerah yang nyn daerah yang nyeri ketika batueri ketika batuk atau nafas dalamk atau nafas dalam. Penekan. Penekananan otot-otot dada serta abdomen membuat batuk lebih efektif.
otot-otot dada serta abdomen membuat batuk lebih efektif. 7)
7) Kolaborasi dengan tim medis lain untuk pemberian OKolaborasi dengan tim medis lain untuk pemberian O22 dan obat-obatan serta fotodan obat-obatan serta foto
thorax. thorax.
Rasional : Pemberian oksigen dapat menurunkan beban pernafasan dan mencegah Rasional : Pemberian oksigen dapat menurunkan beban pernafasan dan mencegah terjadinya sianosis akibat hiponia. Dengan foto thorax dapat dimonitor kemajuan dari terjadinya sianosis akibat hiponia. Dengan foto thorax dapat dimonitor kemajuan dari berkurangnya cairan dan kembalinya daya kemban
berkurangnya cairan dan kembalinya daya kembang paru.g paru. b.
b. Gangguan Gangguan pemenuhan pemenuhan kebutuhan kebutuhan nutrisi nutrisi kurang kurang dari dari kebutuhan kebutuhan tubuhtubuh sehubu
sehubungan dengan ngan dengan peninpeningkatan metabolismgkatan metabolisme e tubutubuh, h, penurpenurunan nafsu unan nafsu makan akibatmakan akibat sesak nafas.
sesak nafas.
Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi Kriteria h
Kriteria hasil asil : Konsu: Konsumsi lebimsi lebih h 40 % jum40 % jumlah makalah makanan, benan, berat badarat badan normal dn normal dan hasilan hasil laboratorium dalam batas normal.
laboratorium dalam batas normal. Rencana tindakan :
Rencana tindakan : 1)
1) BerBeri mi motivotivasi asi tententantang pg pententingingnya nya nutnutrisirisi.. Ra
Rasisiononal al : : KeKebbiaiasasaan an mmakakan an seseseseororanang g ddipipenengagaruruhhi i ooleleh h kekesusukakaanannynya,a, kebiasaannya, agama, ekonomi dan pengetahuannya tentang pentingnya nutrisi bagi kebiasaannya, agama, ekonomi dan pengetahuannya tentang pentingnya nutrisi bagi tubuh.
tubuh. 2)
2) AuAuskskulultastasi si suauara ra bibisising ng usususus.. Ra
Rasisiononal al : : BiBisinsing g ususus us yayang ng memenunururun n ataatau u memeniningngkakat t memenununjunjukkkkan an adadanyanyaa gangguan pada fungsi pencernaan.
gangguan pada fungsi pencernaan. 3)
3) LaLakukukakan orn oral hal hyygigiene ene sesetitiap hap hariari..
Rasional : Bau mulut yang kurang sedap dapat mengurangi nafsu makan. Rasional : Bau mulut yang kurang sedap dapat mengurangi nafsu makan.
4)
4) SaSajikjikan maan makakananan semn semenenariarik munk mungkgkinin.. Rasional :
Rasional : Penyajian makanan yang Penyajian makanan yang menarik dapat meningkatkan menarik dapat meningkatkan nafsu makan.nafsu makan. 5)
5) BerBeri mi makanakanan dan dalam alam porporsi ksi keciecil tal tapi spi serinering.g. Rasion
Rasional al : : MakanaMakanan n dalam porsi dalam porsi kecil tidak kecil tidak membmembutuhkutuhkan an enerenergi, banyak selingangi, banyak selingan memudahkan reflek.
memudahkan reflek. 6)
6) KolKolaboaborasi rasi dendengan tgan tim giim gizi dazi dalam plam pembemberiaerian di’n di’it TKit TKTPTP Rasional :
Rasional : Di’it TKTP Di’it TKTP sangat baik untuk kebusangat baik untuk kebutuhan metabolisme dan pembentukantuhan metabolisme dan pembentukan antibody karena diet
antibody karena diet TKTP TKTP menyediakan menyediakan kalori dan semua asam amino kalori dan semua asam amino esensial.esensial. 7)
7) KKololababororasasi i dedengngan an dodoktkter er atatau au kkononsusultltasasi i uuntntuuk k memelalakukukakan n ppememererikiksasaanan laboratorium alabumin dan pemberian vitamin dan suplemen nutrisi lainnya (zevity, laboratorium alabumin dan pemberian vitamin dan suplemen nutrisi lainnya (zevity, ensure, socal, putmocare) jika intake diet terus menurun lebih 30 % dari kebutuhan. ensure, socal, putmocare) jika intake diet terus menurun lebih 30 % dari kebutuhan. Rasional : Peningkatan intake protein, vitamin dan mineral dapat menambah asam Rasional : Peningkatan intake protein, vitamin dan mineral dapat menambah asam lemak dalam tubuh.
lemak dalam tubuh.
cc.. CCeemmaas s aattaau keu kettaakkuuttaan sen sehhuubbuunnggaan den dennggaan adn adaannyya a aannccaammaan ken kemmaattiiaan yan yanngg dibayangkan (ketidakmampuan untuk bernafas).
dibayangkan (ketidakmampuan untuk bernafas). Tu
Tujuanjuan:Pa:Pasien sien mammampu pu memmemahamahami i dan dan menmenerimerima a keakeadaadaannynnya a sehisehinggngga a tidtidak ak terjterjadiadi kecemasan.
kecemasan.
Kriteria hasil :Pasien mampu bernafas secara normal, pasien mampu beradaptasi dengan Kriteria hasil :Pasien mampu bernafas secara normal, pasien mampu beradaptasi dengan keadaannya. Respon non verbal klien tampak lebih rileks dan santai, nafas teratur dengan keadaannya. Respon non verbal klien tampak lebih rileks dan santai, nafas teratur dengan frekuensi 16-24 kali permenit, nadi 80-90 kali permenit.
frekuensi 16-24 kali permenit, nadi 80-90 kali permenit. Rencana tindakan :
Rencana tindakan : 1)
1) BerBerikaikan n poposisi sisi yanyang g menmenyenyenangangkan kan bagbagi i paspasienien. . BiaBiasanysanya a dendengan gan semsemi i fowfowlerler.. Jelaskan mengenai penyakit dan diagnosanya.
Jelaskan mengenai penyakit dan diagnosanya.
Rasional : pasien mampu menerima keadaan dan mengerti sehingga dapat diajak Rasional : pasien mampu menerima keadaan dan mengerti sehingga dapat diajak kerjasama dalam perawatan.
kerjasama dalam perawatan. 2)
2) AjAjararkakan tn tekekninik rek relalaksksasasii
Rasional : Mengurangi ketegangan otot dan kecemasan Rasional : Mengurangi ketegangan otot dan kecemasan 3)
3) BanBantu dtu dalam alam menmenggaggala sula sumbember kor kopinping yg yang aang ada.da. Ra
Rasisiononal al : : PePemamanfnfaataatan an susumbmber er kokopiping ng yayang ng adada a secsecarara a kokonsnstrutruktktif if sasangngatat bermanfaat dalam mengatasi stress.
bermanfaat dalam mengatasi stress. 4)
4) PerPertahtahankankan huban hubungungan salian saling percng percaya antaya antara perara perawaawat dan pasit dan pasien.en. Rasional : Hubungan saling percaya membantu proses terapeutik Rasional : Hubungan saling percaya membantu proses terapeutik 5)
Rasional : Tindakan yang tepat diperlukan dalam mengatasi masalah yang dihadapi Rasional : Tindakan yang tepat diperlukan dalam mengatasi masalah yang dihadapi klien dan membangun kepercayaan dalam mengurangi kecemasan.
klien dan membangun kepercayaan dalam mengurangi kecemasan.
6)
6) BanBantu ptu pasieasien menn mengengenali dali dan man mengengakuakui rasi rasa cema cemasnyasnya.a.
Rasional : Rasa cemas merupakan efek emosi sehingga apabila sudah teridentifikasi Rasional : Rasa cemas merupakan efek emosi sehingga apabila sudah teridentifikasi dengan baik, perasaan yang mengganggu dapat diketahui.
dengan baik, perasaan yang mengganggu dapat diketahui. d
d.. GGaanngggguuaan pn poolla tia tidduur dr daan in issttiirraahhaat set sehhuubbuunnggaan dn deennggaan bn baattuuk yk yaanng mg meenneettaap dap dann nyeri pleuritik.
nyeri pleuritik. Tujuan :T
Tujuan :Tidak terjadi gangguan pola tidak terjadi gangguan pola tidur dan kebutuhan istirahat idur dan kebutuhan istirahat terpenuhi.terpenuhi. Kri
Kriteteria ria hahasilsil: : PaPasiesien n titidadak k sesesak sak nanafasfas, , papasiesien n dadapapat t titidudur r dedengngan an nynyamaaman n tatanpnpaa mengalami gangguan, pasien dapat tertidur dengan mudah dalam waktu 30-40 menit dan mengalami gangguan, pasien dapat tertidur dengan mudah dalam waktu 30-40 menit dan pasien beristirahat atau tidur dalam waktu 3-8 jam per hari.
pasien beristirahat atau tidur dalam waktu 3-8 jam per hari. Rencana tindakan :
Rencana tindakan : 1)
1) BerBeri pi posiosisi sesi senyanyaman man mumungkngkin bin bagi agi paspasienien..
Rasonal : Posisi semi fowler atau posisi yang menyenangkan akan memperlancar Rasonal : Posisi semi fowler atau posisi yang menyenangkan akan memperlancar peredaran O
peredaran O22dan COdan CO22..
2)
2) TTententukaukan kebian kebiasaan motsaan motivaivasi sebelusi sebelum tidur malam sesm tidur malam sesuai denguai dengan kebiaan kebiasaan passaan pasienien sebelum dirawat.
sebelum dirawat. Ras
Rasionional al : : MenMengubgubah ah polpola a yanyang g sudsudah ah menmenjadjadi i kebkebiasaiasaan an sebsebelum tidur elum tidur akaakann mengganggu proses
mengganggu proses tidur.tidur. 3)
3) AnjAnjurkurkan pasan pasien unien untuk latuk latihatihan relan relaksasksasi sebeli sebelum tidum tidurur.. Rasional : Relaksasi
Rasional : Relaksasi dapat membantu mengatasi gangguan tidur.dapat membantu mengatasi gangguan tidur. 4)
4) ObsObservervasi gasi gejaejala kala kardirdinal dnal dan kean keadaadaan uman umum pum pasieasien.n.
Rasional : Observasi gejala kardinal guna mengetahui perubahan terhadap kondisi Rasional : Observasi gejala kardinal guna mengetahui perubahan terhadap kondisi pasien.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
Baughman C Diane,
Baughman C Diane, Keperawatan medical bedah Keperawatan medical bedah, Jakrta, EGC, 2000., Jakrta, EGC, 2000. Doe
Doengenges s E E MailMailynyn,, Rencana Rencana Asuhan Asuhan Keperawatan Keperawatan : : Pedoman Pedoman untuk untuk perencanaperencanaanan dandan pendokumentasian perawatan pa
pendokumentasian perawatan pasiensien. Ed3. Jakarta, EGC. 1999. Ed3. Jakarta, EGC. 1999 Hudak,Carolyn M.
Hudak,Carolyn M. Keperawatan kritis : pendekatan holistic Keperawatan kritis : pendekatan holistic. Vol.1, Jakarta.EGC. 1997. Vol.1, Jakarta.EGC. 1997 Purnawan J. dkk,
Purnawan J. dkk, Kapita Selekta Kedokteran Kapita Selekta Kedokteran, Ed2. Media Aesculapius. FKUI.1982., Ed2. Media Aesculapius. FKUI.1982. Price, Sylvia A,
Price, Sylvia A, Patofisiologi : Konsep klinis pro Patofisiologi : Konsep klinis proses-pross penyakit ses-pross penyakit , Ed4. Jakarta. EGC. 1995., Ed4. Jakarta. EGC. 1995. Smeltze
Smeltzer r c c SuzanSuzanne,ne, Buku Ajar Buku Ajar Keperawatan Keperawatan medical medical BedahBedah, Brunner and Suddarth’s, Ed8., Brunner and Suddarth’s, Ed8. Vol.1, Jakarta, EGC, 2002.
Vol.1, Jakarta, EGC, 2002. Syamsuhidayat, Wim de Jong,
Syamsuhidayat, Wim de Jong, Buku Ajar Ilmu Bedah Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi Revisi, Jakarta, EGC, 1997., Edisi Revisi, Jakarta, EGC, 1997. Susan
Susan Martin Martin TuTuckercker,, StaStandandar r perperawaawatan tan PaPasiensien: : prproseoses s kepekeperawrawataatan, n, diadiagngnosisosis, , dandan evaluasi