• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Peptic Ulcer Ukai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Peptic Ulcer Ukai"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Gangguan Saluran Cerna Gangguan Saluran Cerna

“PEPTIC ULCER”  “PEPTIC ULCER”  1

1.. PPeennggeerrttiiaann

Tukak lambung atau

Tukak lambung atau Peptic Ulcer  Peptic Ulcer DiseaseDisease (PUD) dapat diartikan sebagai luka pada (PUD) dapat diartikan sebagai luka pada lambu

lambung ng atau usus atau usus duodduodenum karena enum karena ketidketidakseimakseimbangabangan n antara faktor antara faktor agresif sepertiagresif seperti sek

sekresi asam resi asam lamlambunbung, g, peppepsinsin, , dan infekdan infeksi si bakbakterterii  Helicobacter  Helicobacter pyloripylori dengadengan faktor n faktor  defen

defensif sif atau atau faktofaktor r pelinpelindung mukosa dung mukosa sepertseperti i produproduksi ksi prostprostaglanaglandin, din, mukmukus us gastrikgastrik,,  bikarbonat, dan aliran darah mukosa (Misnadiarly

 bikarbonat, dan aliran darah mukosa (Misnadiarly, 2009), 2009) Ulku

Ulkus s didefididefinisikanisikan n sebagasebagai i defek pada defek pada mukomukosa sa saluran !erna yang saluran !erna yang meluas melaluimeluas melalui mukosa muskularis hingga submukosa atau lebih dalam "al ini berbeda dengan erosi mukosa muskularis hingga submukosa atau lebih dalam "al ini berbeda dengan erosi yang defeknya hanya ter#adi di epitel mukosa $rosi dapat sembuh dalam beberapa hari, yang defeknya hanya ter#adi di epitel mukosa $rosi dapat sembuh dalam beberapa hari, sedangkan penyembuhan ulkus memerlukan %aktu yang lebih lama

sedangkan penyembuhan ulkus memerlukan %aktu yang lebih lama Meskipun ulkus dapatMeskipun ulkus dapat ter#adi di mana sa#a dalam saluran !erna, tidak ada yang lebih sering daripada ulkus peptik  ter#adi di mana sa#a dalam saluran !erna, tidak ada yang lebih sering daripada ulkus peptik  yang ter#adi di duodenum dan lambung (&obbins, 200')

yang ter#adi di duodenum dan lambung (&obbins, 200')

Gambar 1. Tempat Terjadinya Ulkus pada Lambung dan Duodenum (Dipiro dkk,!!"# Gambar 1. Tempat Terjadinya Ulkus pada Lambung dan Duodenum (Dipiro dkk,!!"# 

.. $$ttiioollooggii a

a PePenynyebebab yab yang ang umumum tum terer#ad#adi i 

• nfeksinfeksi Helicobacter pylori Helicobacter pylori •

• *bat antiinflamasi nonsteroid (+-D)*bat antiinflamasi nonsteroid (+-D) •

• Penyakit kritis (kerusakan mukosa yang berhubungan dengan stres)Penyakit kritis (kerusakan mukosa yang berhubungan dengan stres)

 b

 b Penyebab yang #arang ter#adi Penyebab yang #arang ter#adi 

• "ipersekresi asam lambung (misalnya, sindrom"ipersekresi asam lambung (misalnya, sindrom Zollinger-Ellison Zollinger-Ellison)) •

• nfeksi .irus (mis, !ytomegalo.irus)nfeksi .irus (mis, !ytomegalo.irus) •

• nsufisiensi .askular nsufisiensi .askular  •

• radiasiradiasi •

• /emoterapi (mis, infus arteri hepatik)/emoterapi (mis, infus arteri hepatik) •

• ubtipe genetik langkaubtipe genetik langka •

• diopatik (Dipiro dkk diopatik (Dipiro dkk .,., 200)200)

%

(2)

Tukak lambung ter#adi karena adanya ketidakseimbangan antara produksi asam dan  pepsin serta mekanisme lain yang berpengaruh pada kerusakan mukosa Helicobacter pylori

menyebabkan '01 dari tukak lambung, 31 karena penggunaan +-D (4ho%mik, 2050)

  Helicobacter pylori menyebabkan !edera #aringan melalui produksi lipopolisakarida (6P, endotoksin), protein toksik lainnya (7a!-) (4rasers, 200')

  +-D bertindak menghambat sintesis prostaglandin Prostaglandin melindungi mukosa dengan membentuk lapisan sitoprotektif dan meningkatkan sekresi ion bikarbonat yang menetralisir keasaman lambung +-D dibagi men#adi dua kelompok, yaitu selektif  (menghambat 8*:2) dan non:selektif (menghambat 8*:5 dan 8*:2) +-D kon.ensional menyebabkan non:selektif pada penghambatan siklooksigenase, yang mengarah pada penurunan sekresi bikarbonat dan mengurangi produksi mukus (Dhika., 200)

 Penyebab lain yaitu alkohol, merokok, stress, dan hipersekresi patologi  Zollinger-Ellison  syndrome (Truter, 2009)

'. Gejalagejala

;e#ala yang dialami antara lain

 &asa nyeri terbakar di perut bagian antara dada dan pusar +yeri biasanya memburuk   beberapa #am setelah makan atau di tengah malam ketika perut kosong,

 Mual, Muntah,

 /ehilangan nafsu makan,

 /ehilangan berat badan,

 /elelahan dan kelemahan (ge#ala dari pendarahan ulkus),

 Muntah darah dan terdapat darah pada tin#a atau tin#a ber%arna hitam (ge#ala  pendarahan ulkus) (Patel dkk ., 2052)

). Diagnosis dan Pemeriksaan Penunjang Diagnosis

ekitar 901 dari penderita mengeluh nyeri pada epigastrium, seperti terbakar disertai mual, muntah, perut kembung, berat badan menurun, hematemesis, melena dan anemia disebabkan erosi yg superfi!ial atau erosi dalam pada mukosa gastrointestinal

(3)

Gold Standar adalah pemeriksaan endoskopi saluran !erna bagian atas (UGIE-Upper  Gastrointestinal Endoscopy) dan biopsi lambung (untuk deteksi kuman  H.Pylori, massa tumor, kondisi mukosa lambung)

a) Pemeriksaan *adiologi < 4arium Meal /ontras ;anda dapat digunakan untuk  menegakkan diagnosis tukak peptik ;ambaran berupa ka%ah, batas #elas disertai lipatan mukosa teratur dari pinggiran tukak -pabila permukaan pinggir tukak tidak  teratur di!urigai ganas

 b) Pemeriksaan $ndoskopi < 4erupa luka terbuka dengan pinggiran teratur, mukosa li!in dan normal disertai lipatan yang teratur yang keluar dari pinggiran tukak ;ambaran tukak akibat keganasan adalah  Boorman-I/polipoid , II/lcerati!e,  B- III/in"iltrati!e, B-I#/linitis plasti$a %scirr&s' .Dian#urkan untuk biopsi = endoskopi ulang :52 minggu setelah terapi eradikasi /eunggulan endoskopi dibanding radiologi adalah  dapat mendeteksi lesi ke!il diameter > 0,? !m, dapat melihat lesi yang tertutupi darah dengan penyemprotan air, dapat memastikan suatu tukak ganas atau #inak, dapat menentukan adanya kuman H.Pylori sebagai penyebab tukak

!) +nasie Test <  (apid Urea )est adalah tes kemampuan  H.pylori untuk  menghidrolisis urea $n@im urea katalase menguraikan urea men#adi amonia  bikarbonat, membuat suasana men#adi basa, yang diukur dengan indikator p"

pesimen biopsi dari mukosa lambung diletakkan pada tempat yang berisi !airan atau medium padat yang mengandung urea dan p" indikator, #ika terdapat  H.Pylori pada spesimen tersebut maka akan diubah men#adi ammonia, ter#adi perubahan p" dan  perubahan %arna Untuk pemeriksaan histologi, biopsi diambil dari pinggiran dan dasar tukak minimum A sampel untuk 2 kuadran, bila ukuran tukak besar diambil sampel dari  kuadran dari dasar, pinggir dan sekitar tukak, minimal 3 sampel Pemeriksaan kultur tidak biasa dilakukan pada pemeriksaan rutin

d) -on +nasie Test < Urea Breat& )est  adalah untuk mendeteksi adanya infeksi  H.pylori dengan keberadaan urea yang dihasilkan  H.pylori, labeled karbondioksida (isotop berat,8:5,8:5A) produksi dalam perut, diabsorpsi dalam pembuluh darah, menyebar dalam paru:paru dan akhirnya dikeluarkan le%at pernapasan Stool antigen test  adalah untuk mengidentifikasi adanya infeksi  H.Pylori dengan !ara mendeteksi keadaan antigen H.Pylori dalam feses

. Tatalaksana Terapi

a) Terapi +onfarmakologi

 Penderita dian#urkan untuk berhenti merokok karena dapat mengganggu  penyembuhan tukak gaster kronik, menghambat sekresi bikarbonat pan!reas,

(4)

menambah keasaman duodeni, menambah refluks duodenogastrik akibat relaksasi sfingter pylorus sekaligus meningkatkan kekambuhan tukak

 Pasien dengan tukak harus mengurangi stress dan penggunaan +-D

 Pasien harus menghindari makanan dan minuman yang menyebabkan penyakit tukak, misalnya makanan pedas, kafein, alkohol (ukandar, 2009)

 b) Terapi Barmakologi

Terapi farmakologis dari ulkus lambung dan duodenum melibatkan penekanan asam,  pemberantasan Helicobacter pylori dan menghindari penggunaan +-D *bat:obatan

yang digunakan untuk terapi farmakologi yaitu antasida, proton pump inhibitor, antagonis reseptor "2, prostaglandin, sukralfat, dan bismut subsitrat (Truter, 2009)

1# /ntasida

-ntasida adalah basa lemah yang bereaksi dengan "8l lambung untuk membentuk  garam dan air Meskipun mekanisme ker#a utamanya adalah penurunan keasaman dalam lambung, antasid #uga meningkatkan mekanisme pertahanan mukosa melalui  perangsangan produksi prostaglandin oleh mukosa, merangsang lendir dan sekresi  bikarbonat dan meningkatkan aliran darah mikro.askuler -ntasida #uga menghambat aksi  pepsin.

-ntasid dengan dosis tunggal 5?3 m$C yang diberikan 5 #am setelah makan se!ara efektif menetralisasi asam lambung selama hingga 2 #am -ntasida tersedia sebagai garam indi.idu atau sebagai kombinasi garam magnesium, aluminium, kalsium, atau natrium ediaan yang mengandung magnesium hidroksida atau aluminium hidroksida bereaksi lambat dengan "8l untuk membentuk magnesium klorida atau aluminium klorida dan air /arena gas tidak dihasilkan, senda%a tidak ter#adi -lkalosis metabolik #uga #arang ter#adi karena reaksi netralisasi ber#alan dengan efisien (/at@ung, 2052) ;olongan antasida yang mengandung magnesium dapat menyebabkan diare osmotik berhubungan dengan dosis, /arena garam magnesium yang tidak dapat diserap, tetapi dengan menggabungkan garam aluminium (yang dapat menyebabkan konstipasisembelit bila digunakan sendiri) dapat mengimbangi efek samping tersebut (/oda kimble, 2009) emua antasida dapat mempengaruhi penyerapan obat lain dengan mengikat obat lain tersebut (mengurangi  penyerapannya) atau meningkatkan p" dalam lambung sehingga disolusi atau kelarutan

obat berubah

(5)

Penggunaan obat antagonis reseptor "2 digunakan untuk menghambat sekresi

asam lambung yang dikatakan efektif untuk menghambat sekresi asam no!turnal (pada malam hari) Terdapat empat antagonis "2 yang digunakan dalam klinis, yaitu  simetidin,

ranitidin, famotidin, dan ni@atidin /eempat obat tersebut !epat diserap dari usus imetidin, ranitidin dan famotidin mengalami metabolisme lintas pertama di hati sehingga membuat bioa.ailabilitasnya men#adi ?01 "anya sedikit ni@atidin yang mengalami metabolisme lintas pertama di hati Eaktu paruh keempat obat tersebut berkisar 5:5,A #am Mekanisme -ntagonis "2mengurangi sekresi asam yang dirangsang oleh histamin serta

gastrin dan agen kolinomimetik melalui dua mekanisme Pertama, histamin yang dilepaskan akibat perangsangan gastrin atau .agus dihambat agar tidak berikatan dengan reseptor "2 di sel parietal /edua, perangsangan langsung sel parietal oleh gastrin atau

asetilkolin menyebabkan penurunan sekresi asam bila ter#adi blo!kade reseptor "2

(/at@ung, 2052)

imetidin per oral A00 mg 2 kali sehari (setelah makan pagi dan sebelum tidur  malam) atau 00 mg (sebelum tidur malam)F ranitidin per oral 5?0 mg 2 kali sehari (pagi dan malam) atau 00 mg sebelum tidur selama A: mingguF famotidin A0 mg sebelum tidur malam selama A: minggu pemeliharaan, 20 mg sebelum tidur malamF ni@atidin per  oral 00 mg sebelum tidur malam atau 5?0 mg 2 kali sehari selama A: minggu (ukandar  dkk, 2009) /ontra indikasi  "ipersensitif dengan obat:obat golongan "2&- $fek 

samping  sakit kepala, pusing, ruam kulit, aritmia, .ertigo

%# Pengambat Pompa Proton (PP+ 2 Proton Pump Inhibitor #

PP merupakan basa lemah lipofilik (p/a A:?) dan berdifusi dengan !epat pas!a absorbsinya di usus dan melintasi membran lipid ke dalam kompartemen terasidifikasi (seperti kanalikulus sel parietal) *bat:obat ini efektif guna pengobatan #angka pendek (A:  minggu) dari ulkus peptikum, ulkus duodenum, dan penyakit refluks gastroesofagus yang berat, dan efektif pula dengan dosis dikurangi untuk pen!egahan kekambuhan ulkus duodenum dan esofagus (/at@ung, 200A) Mekanisme ker#a adalah memblokir ker#a en@im / G"G-TPase yang akan meme!ah / G"G-TP menghasilkan energi yang digunakan

untuk mengeluarkan asam klorida ("8l) dari kanalikuli sel parietal ke dalam lumen lambung *bat ini harus diberikan sekitar 5 #am sebelum makan (sarapan atau makan malam) sehingga kadar pun!aknya dalam serum bertepatan dengan akti.itas maksimal sekresi pompa proton *bat:obat ini mempunyai %aktu paruh yang singkat sekitar 5,? #am,

(6)

tetapi durasi inhibisi asamnya bertahan hingga 2A #am PP dengan !epat mengalami metabolisme dan sistemis dalam hati serta hanya sedikit dibersihkan oleh gin#al

*bat PP sepertiF omepra@ol 20 mg sehari selama  minggu, lansopra@ol 0 mg sehari pada pagi hari selama  minggu, pantopra@ol A0 mg sehari pada pagi hari selama  minggu, esomepra@ol 20 mg sehari, rabepra@ol 20 mg sehari (/at@ung, 2052)

'# /gen 3ukoprotektor

-gen yang memperkuat mekanisme pertahanan mukosa misalnya sukralfat ukralfat adalah suatu kompleks yang dibentuk dari sukrosa oktasulfat dan polialuminum hidroksida -kti.itas sukralfat sebagai anti ulkus merupakan hasil dari pembentukan kompleks sukralfat dengan protein yang membentuk lapisan pelindung menutupi ulkus serta melindungi dari serangan asam lambung, pepsin dan garam empedu

Per!obaan laboratorium dan klinis menun#ukkan bah%a sukralfat menyembuhkan tukak dengan tiga !ara 

5) Membentuk kompleks kimia%i yang terikat pada pusat ulkus sehingga merupakan lapisan pelindung

2) Menghambat aksi asam, pepsin dan garam empedu

) Menghambat difusi asam lambung menembus lapisan film sukralfat:albumin Penelitian menun#ukkan bah%a sukralfat dapat berada dalam #angka %aktu lama dalam saluran !erna sehingga menghasilkan efek obat yang pan#ang ukralfat yang  bermuatan negatif diper!aya berikatan dengan protein yang bermuatan positif di dasar 

ulkus atau erosi sehingga membentuk sa%ar fisik yang membatasi kerusakan lebih lan#ut dan merangsang sekresi prostaglandin dan bikarbonat mukosa

ukralfat diberikan dengan dosis 5 gram empat kali sehari pada lambung yang kosong (5 #am sebelum makan) (/at@ung, 2052) Peringatan dan peratian  "ati:hati  pada pasien gagal gin#al kronis dan pasien dialisis Penggunaan selama kehamilan hanya dilakukan #ika benar:benar diperlukan "arus diberikan se!ara hati:hati pada %anita yang sedang menyusui Hika diperlukan, antasida dapat diberikan dalam #angka %aktu 52 #am sebelum atau sesudah pemberian ukralfat Penggunaan pada anak di ba%ah 5? tahun, tidak dian#urkan $&ek samping yang sering dilaporkan adalah konstipasi dan mulut terasa kering +nteraksi obat dapat mengurangi absorpsi atau bioa.ailabilitas obat: obatan  simetidin, !iprofloIa!in, digoIin, ketokona@ol, norfloIa!in, fenitoin, ranitidin, tetra!y!lin dan teofilin, sehingga obat:obatan tersebut harus dihindari

(7)

)# /nalog Prostaglandin

/apasitas beberapa analog prostaglandin untuk menekan tukak lambung merupakan sifat penting yang dimiliki oleh analog P; $5 (rioprostil dan misoprostol) serta P; $2 (enprostil, arbaprostil, dan trimoprostil) Misoprostol merupakan analog  prostaglandin $5 yang pertama kali beredar yang dapat menghambat sekrasi asam lambung dan men!egah luka lambung akibat berbagai senya%a dengan harapan  bermanfaat untuk men!egah dan penatalaksanaan tukak gastrointestinal *bat ini diper!aya merangsang sekresi mukus dan bikarbonat serta meningkatkan aliran darah mukosa elain itu, misoprostol berikatan dengan reseptor prostaglandin pada sel parietal

Penggunaan per oral diabsorbsi !epat dan dimetabolisme men#adi asam bebas yang sama aktifnya dengan %aktu paruhnya J 0 menit sehingga misoprostol harus diberikan sebanyak :A kali sehari /adar plasma tidak banyak dipengaruhi oleh usia dan eksresi gin#al sedikit sehingga tidak perlu penyesuaian dosis pada penderita gangguan gin#al Dosis harian 00 Kg misoprostol dapat mengahambat sekresi asam dan sama efektifnya dengan obat tukak yang lain Misoprostol kontra indikasi pada %anita hamil dan ibu menyusui karena dapat meningkatkan kontraktilitas rahim sehingga dapat menyebabkan keguguran *leh karena efek pematangan ser.iks dan uterotoniknya misoprostol banyak  disalah:gunakan untuk aborsi ilegal untuk kehamilan trimester  dan  $fek samping yang sering ter#adi adalah diare (Mariana &aini dkk, 2009)

# /ntibiotik 

-ntibiotika adalah @at:@at kimia yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri, yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman, sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif ke!il Pengobatan optimal pasien dengan penyakit tukak   peptikum yang diinfeksi oleh  Helicobacter pylori memerlukan pengobatan antibiotik

Mekanisme ker#a yang terpenting adalah perintangan sintesis protein, sehingga kuman musnah atau tidak berkembang lagi -ntibiotik yang digunakan sebagai pengobatan tukak   peptikum adalah amoIi!illin, klaritromisin, tetrasiklin, dan metronida@ol *bat:obat ini digunakan dalam kombinasi sebagai triple t&erapy untuk membasmi Helicobacter pylori dan untuk men!apai penyembuhan penyakit tukak lambungusus dengan tuntas /ombinasi triple t&erapy misalnya metronida@ole A00 mg G klaritromisin ?00 mg G omepra@ole 20 mg (T#ay, 200')

Tu#uan eradikasi H.Pylori adalah untuk mengurangi keluhan, penyembuhan tukak  dan men!egah kekambuhan 6ama pengobatan eradikasi  H.Pylori adalah 2

(8)

minggu, untuk kesembuhan tukak, bisa dilan#utkan pemberian PP selama LA minggu lagi (Binkel &, 2009)

! Tidakan *perasi

ndikasi untuk melakukan tindakan operasi apabila terapi medik gagal atau ter#adinya komplikasi seperti perdarahan, perforasi, dan obstruksi "al ini dapat dilakukan dengan tindakan !agotomy yaitu dengan melakukan pemotongan !abang saraf .agus yang menu#u lambung menghilangkan fase sefalik sekresi lambung Tindakan operasi lain seperti antre$tomi  dan  gastre$tomi #uga dapat dilakukan apabila adanya indikasi dilakukan operasi

4omplikasi

 Tukak dapat berkomplikasi pada  perdara&an Pendarahan berlaku pada 5?:201  pasien tukak peptik Perdarahan adalah komplikasi tersering pada tukak peptik yaitu  pada dinding posterior bulbus duodenum, karena pada tempat ini dapat ter#adi erosi arteria pankreatika duodenalis atau arteria gastroduodenalis Dikatakan 2?1 daripada kematian akibat tukak peptik adalah disebabkan komplikasi pendarahan ini

 /omplikasi lain yang bisa ter#adi adalah  per"orasi di lambung sehingga menyebabakan ter#adinya peritonitis Perforasi ter#adi pada ?1 pasien tukak peptik Diagnosis dipastikan melalui adanya udara bebas dalam rongga peritoneal, dinyatakan sebagai bulan sabit translusen antara bayangan hati dan diafragma

 Pada tukak #uga dapat berkomplikasi men#adi obstr$si Tukak prepilorik dan duodeni  bisa menimbulkan gastric otlet obstrction melalui terbentuknya fibrosis atau oedem dan spasme Mual, kembung setelah makan merupakan ge#ala:ge#ala yang sering timbul -pabila obstruksi bertambah berat dapat timbul nyeri dan muntah (/umar, 200?)

(9)

(Dipiro dkk ., 200) /eterangan 

PP < pompa proton inhibitor  

;$&D < gastroesop&ageal re"l* disorder/ disease "2&- < "2 reseptor antagonis

5. +nteraksi 6bat

-ama 6bat +nteraksi

6bat /lkool 3akanan

/ntasida • -8$ nhibitor  • -llopurinol • -lpha:4eta:-gonists (ke7uali8Dipi.efrin) • -mphetamines • -nti!on.ulsants ("ydantoin) • -ntifungal -gents (ke7uali8

Mi!ona@ole)

• -ntipsy!hoti! -gents (Phenothia@ines) • -s!orbi! -!id

(10)

-• [email protected]  • 4isa!odyl • 4isphosphonate Deri.ati.es (ke7uali8PamidronateF oledroni! -!id) • 8al!itriol

• 8al!ium 8hannel 4lo!kers • 8efpodoIime

• 8efuroIime

• 8itri! -!id Deri.ati.es • 8orti!osteroids (*ral) • 8y!losporine • Dabigatran $teIilate • Dasatinib • DeferasiroI • Dela.irdine • $rlotinib • $thambutol • BeIofenadine • ron alts • sonia@id • Methenamine • My!ophenolate •  +euromus!ular:4lo!king -gents • Peni!illamine • Phosphate upplements • Protease nhibitorske7uali8

Daruna.ir • Nuinidine • Nuinolone -ntibioti!s • Tetra!y!line Deri.ati.es • To!ainide • Trientine Gol. Pompa Proton +nibitor • [email protected]  • 4en@odia@epines • 8ilosta@ol • 8lopidogrel • 8lo@apine • Dabigatran $teIilate • Dasatinib • DeferasiroI • $rlotinib • Blu!ona@ole • ndina.ir  • ;aram 4esi • tra!ona@ole • /eto!ona@ole • Mesalamine • MethotreIate • My!ophenolate •  +elfina.ir  • aCuina.ir  "indari alkohol karena dapat menyebabkan iritasi mukosa lambung

+mepraol  Makanan menunda  penyerapan

 ansopraol /adar serum lansopra@ole dapat menurun #ika dikonsumsi dengan makanan  (abepraol makanan tinggi lemak

dapat menunda penyerapan, tapi 8maI dan -U8 tidak berubah  Pantopraol berkepan#angan  pengobatan (biasanyaO  tahun)

dapat menyebabkan malabsorpsi .itamin 452

 Esomepraol Penyerapan menurun sebesar A1 men#adi ?1 bila dikonsumsi dengan makanan

(11)

• Tiprana.ir  • 7ori!ona@ole /ntagonis

*eseptor 0

• -ntifungal -gents (ke7uali8 Mi!ona@oleF 7ori!ona@ole) • [email protected] 

• 4en@odia@epines

• 8al!ium 8hannel 4lo!kers (ke7uali8 -mlodipineF 8le.idipineF +i!ardipine) • 8ar4-Ma@epine • 8armustine • 8ar.edilol • 8efpodoIime • 8efuroIime • 8isapride • 8lo@apine • 8odeine • Dasatinib • Dofetilide • $plerenone • $rlotinib • Bentanyl • Bosamprena.ir  • ;aram 4esi • Mara.iro! • Metformin • Mo!lobemide • Mori!i@ine •  +ebi.olol •  +i!otine • Pime!rolimus • Pra@iCuantel • Pro!ainamide • Propafenone • Nui+Dine • &anola@ine • almeterol • aCuina.ir  • ulfonylureas y • TamoIifen • Theophylline • Deri.ati.es • Thiorida@ine • TraM-Dol • Tri!y!li! -ntidepressants • 7itamin / -ntagonists (eg,

%arfarin) • aleplon • olmitriptan "indari alkohol karena dapat menyebabkan iritasi mukosa lambung

Simetidin simetidin dapat meningkatkan serum kadar kafein  #ika dikonsumsi dengan kafein Tingkat pun!ak serum simetidin mungkin akan menurun #ika dikonsumsi dengan makanan

 amotidin  bioa.ailabilitas famotidin dapat meningkat #ika dikonsumsi dengan makanan

 0iatidin Pemberian dengan #us apel dapat menurunkan absorbsi  (anitidin Tidak mengganggu  penyerapan ranitidin

Sukral&at • -ntifungal -gents (ke7uali8 Mi!ona@ole)

• $ltrombopag • 6e.othyroIine

 S$ral"at  dapat mengganggu  penyerapan .itamin -, .itamin D,

(12)

• Phosphate • upplements • Nuinolone

3isoprostol • *Iyto!in   1isoprostol konsentrasi serum

 pun!ak Misoprostol mungkin akan menurun #ika dikonsumsi dengan makanan (tidak signifikan se!ara klinis)

". 4+$

 /$ Penyakit 

a) Pasien penderita tukak peptik sebaiknya menghindari makanan dan minuman yang mengandung alkohol, makanan yang berasa pedas dan asam

 b) Disarankan Untuk mengkonsumsi makanan yang lunak, seperti beras di bubur  atau ditim, kan, daging sapi, ayam, di!in!ang dan direbus, perbanyak makanan yang banyak mengandung serat dan tidak menimbulkan gas, misalnya  sayuran,  buah:buahan, dan ka!ang:ka!angan (4ritish 8olumbia, 205)

!) Disarankan untuk istirahat yang !ukup, hindari stress berlebih, hindari merokok

 /$ Penggunaan *bat 

a) -ntasida  diminum 5 #am setelah makan

 b) -ntagonis &eseptor "2 (simetidin, ranitidin, famotidin, dan ni@atidin)  diminum

setelah makan pagi dan sebelum tidur malam

!) PP (omepra@ol, lansopra@ol, dkk)  diberikan sekitar 5 #am sebelum makan (sarapan atau makan malam)

d) ukralfat  dosis 5 gram empat kali sehari pada lambung yang kosong (5 #am sebelum makan)

(13)

D/9T/* PUST/4/

4rashers, 7 6 200'  2pli$asi 3linis Pato"isiologi Pemeri$saan dan 1ana4emen Diter#emahkan oleh "  /un!ara Hakarta  $;8

4ritish 8olumbia 205 "ealthy $ating ;uidelines Bor People %ith Pepti! Ul!er )&e Global   (esorce "or 0trition Practice /anada 4ritish 8olumbia

Dhika., 7, ingh, , Pande, , 8ha%la, -, -nand, /  200 +on:teroidal Drug:ndu!ed ;astrointestinal ToIi!ity Me!hanisms and Management 5I261  A(A)  5?:22

Dipiro, HT, Talbert, &6, ee, ;8, Mat@ke, ;&, Eells, 4;, Posey, 6M 200  P&armacot&erapy 2 P&at&op&ysiologic 2pproac&. 'th edition +e% ork  M8 ;ra%

"ill Medi!al

/at@ung, 4 ; 2002. arma$ologi Dasar dan 3lini$  Hakarta  alemba Medika

Misnadiarly 2009  1engenal Penya$it +rgan 6erna7 Gastritis %Dyspepsia ata 1aag',  In"e$si 1ycobacteria pada Ulcer Gastrointestinal  Hakarta  Pustaka Populer *bor Patel, &, Hain, , Mahiya, , -hmed, - 2052 Pharma!ologi!al &e.ie% on 6ea.es of 

Q-nnona sCuamosaR in ; Tra!t Ul!er in -lbino Eistar &ats 8orld 5ornal o"   P&armacy and P&armacetical Sciences 5(2)A99:?2A

&obbins 200' B$ 24ar Patologi Edisi 9  Hakarta  $;8

ukandarF -ndra#atiF igitF -dnyanaF etiadiF dan /usnandar 2009  IS+ arma$oterapi Hakarta  PTB

T#ay, T ", &ahard#a, / 200' +bat-+bat Penting, 3&asiat, Penggnaan, dan E"e$-e"e$  Sampingnya edisi $e-:. Hakarta  PT $leI Media /omputindo

Gambar

Gambar 1. Tempat Terjadinya Ulkus pada Lambung dan Duodenum (Dipiro dkk,!!&#34;#

Referensi

Dokumen terkait