1
1.1 Latar Belakang
Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh. Sejak ratusan tahun yang lalu, jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yang mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Itali.
Banyak sekali manfaat tanaman jeruk yaitu sebagai makanan buah segar atau makanan olahan, dengan kandungan vitamin C yang tinggi. Di beberapa negara telah diproduksi minyak dari kulit dan biji jeruk, gula tetes, alkohol dan pektin dari buah jeruk yang terbuang. Minyak kulit jeruk dipakai untuk membuat minyak wangi, sabun wangi, esens minuman dan untuk campuran kue. Beberapa jenis jeruk seperti jeruk nipis dimanfaatkan sebagai obat tradisional penurun panas, pereda nyeri saluran napas bagian atas dan penyembuh radang mata (Anonim, 2007).
Pembudidayaan tanaman jeruk dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya teknik budidaya, kondisi lingkungan serta serangan hama dan penyakit. Dari ketiga faktor tersebut yang sampai sekarang menjadi masalah adalah gangguan hama dan penyakit. Serangan hama merupakan salah satu penyebab rendahnya produktivitas tanaman jeruk. Selain menyebabkan kerusakan langsung pada tanaman, hama dapat juga sebagai vector penyakit-penyakit berbahaya seperti kutu loncat (Diaphorina citri). Beberapa jenis hama yang ditemukan dengan populasi yang cukup tinggi adalah kutu daun (Toxoptera spp),
vector CVPD (Diaphorina citri), penggerek daun (Phyllocnistis citrella), hama
thrips dan tungau(Warda, 2005).
Kurangnya informasi tentang hama tanaman jeruk menyebabkan para petani mengalami kesulitan dalam mendeteksi sejak dini gejala serangan hama dan pengendaliannya agar secara efektif dapat melakukan tindakan-tindakan yang
diperlukan, terlebih dengan banyaknya gejala-gejala yang ditimbulkan. Hal ini sering membuat petani menjadi kesulitan dalam mencari keputusan yang tepat.
Seiring perkembangan waktu, dalam permasalahan tertentu seringkali pengambilan keputusan tidak dapat dilakukan oleh seorang pakar, tetapi perlu memperhatikan kasus-kasus yang pernah terjadi. Dalam bidang pertanian, penentuan hama tanaman jeruk dengan gejala-gejala tertentu, seringkali tidak cukup dengan pengetahuan yang dimiliki seorang pakar, tetapi perlu diperhatikan kasus-kasus serupa atau yang mirip dengan kejadian sebelumnya. Oleh sebab itu, untuk melengkapi dan memperkuat sistem pakar tersebut, diperlukan suatu penalaran yang memanfaatkan pengalaman kasus dan solusi di masa lalu, yang disimpan secara sistematis sebagai pengalaman untuk digunakan kembali dan referensi di masa mendatang. Sistem ini dikenal sebagi Sistem Penalaran Berbasis Kasus (Cases Based Reasoning) (Russel, 2003). Case Based Reasoning(CBR) adalah sistem yang bertujuan untuk menyelesaikan suatu kasus baru dengan cara mengadaptasi solusi-solusi yang terdapat pada kasus-kasus sebelumnya yang mirip (similar) dengan kasus baru tersebut (Andriana dkk, 2008).
Similaritas merupakan salah satu cara untuk menghitung jarak kesamaan dari dua hal yang dibandingkan, sehingga perhitungan similaritas sering dikatakan perhitungan jarak kesamaan. Euclidean distance, Manhattan distance, hamming
distance, dan cosine distance merupakan beberapa contoh metode yang dapat
digunakan untuk menghitung jarak kesamaan antara dua hal yang akan dibandingkan. Setiap metode memiliki masukan berupa ciri yang dapat dibandingkan, yang kemudian dapat dihitung. Euclidean Distance merupakan perhitungan jarak dengan menggunakan 2 keadaan (objek). Sistem ini menggunakan Euclidean distance karena metode ini simple, mudah dipahami, sudah banyak dikenal dan sesuai untuk kasus serangan hama pada tanaman jeruk.
Mengingat hal tersebut dalam sistem ini akan diterapkan metode Case
Based Reasoning dan Euclidean Distance untuk mengidentifikasi serangan hama
pada tanaman jeruk. Sistem yang dibuat diharapkan dapat membantu kelompok tani tanaman jeruk dalam membudidayakan tanaman jeruk dengan baik dan membantu pakar dalam mengidentifikasi hama tanaman jeruk.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukan maka perlu dirumuskan permasalahan bagaimana menerapkan metode Euclidean distance untuk membangun suatu aplikasi Case Based Reasoning yang mampu mengidentifikasi serangan hama pada tanaman jeruk.
1.3 Batasan Masalah
Mengingat adanya berbagai keterbatasan selama penelitian berlangsung dan arah penelitian dapat lebih terfokus (tidak meluas), diberikan batasan-batasan permasalahan pada penelitian yang meliputi:
1. Jenis hama yang diidentifikasi adalah hama pada tanaman tanaman jeruk siam (Citrus reticulata).
2. Jenis hama yang diidentifikasi berjumlah 14 hama.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah membangun sebuah aplikasi Sistem Case
Based Reasoning untuk pengidentifikasian serangan hama pada tanaman jeruk dan
memberikan solusi atau penanggulangan terhadap hama tersebut. Menerapkan metode Euclidean Distance ke Sistem Case Based Reasoning.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Dapat membantu pakar, kelompok tani tanaman jeruk dan pengguna yang memerlukan informasi dalam mengidetenfikasi suatu serangan hama tanaman jeruk berdasarkan pada kasus-kasus yang mirip atau serupa dengan kasus yang ada di dalam basis data penyimpanan kasus serangan hama tanaman jeruk, serta memberikan anjuran solusi yang sesuai dengan kasus yang mirip yang ditemukan di dalam basis data penyimpanan kasus. 2. Sebagai referensi bagi peneliti yang lain untuk mengembangkan metode
1.6 Keaslian Penelitian
Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan, banyak Sistem Case
Based Reasoning yang telah dibuat. Akan tetapi setelah mengkaji dari
sekian banyak literatur belum ada yang mengangkat tema Sistem Case
Based Reasoning untuk identifikasi serangan hama pada tanaman jeruk
dengan memanfaatkan metode Euclidean distance sebagai metode perhitungan similaritas. Oleh karena itu penulis mengambil kesimpulan bahwa penelitian ini perlu dilakukan.
1.7 Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: 1. Studi pustaka dan pengumpulan data
a. Studi pustaka
Mempelajari literatur dan teori yang mendukung penelitian yaitu tentang Case Based Reasoning, Euclidean distance, hama tanaman jeruk dan cara menanggulanginya.
b. Pengumpulan data
Pengumpulan data diperoleh dari data kasus serangan hama pada tanaman jeruk. Data kasus yang diperoleh dijadikan sebagai basis kasus untuk dijadikan model Case Based Reasoning. Pengumpulan data juga dilakukan dengan melakukan wawancara dan tanya jawab kepada pakar hama tanaman jeruk tentang hama yang sering menyerang tanaman jeruk serta tanya jawab mengenai cara penanggulangan hama untuk tanaman jeruk berdasarkan hama yang menyerang.
2. Analisis dan Perancangan Sistem
Analisis dilakukan pada data (berupa kasus) yang ada untuk dipilih dan digunakan sebagai basis kasus dan menentukan fitur-fitur yang digunakan sebagai penalaran kasus. Sedangkan tahapan perancangan dilakukan dengan tahapan:
Menentukan fitur-fitur dari kasus yang akan dijadikan sebagai case
base.
b. Perancangan metode untuk retrieval kasus dan penerapan metode
Euclidean distance untuk mengukur similarity antar kasus.
c. Perancangan Basis Kasus
Pembuatan tabel dan relasi antar tabel yang diperlukan sistem. d. Perancangan antar muka
3. Implementasi
Tahap ini merupakan tahap pembangunan aplikasi dengan didasarkan pada hasil perancangan.
4. Pengujian
Tahap ini akan dilakukan pengujian terhadap kasus-kasus baru dan memastikan bahwa aplikasi yang dibangun sudah berjalan dengan baik sesuai dengan konsep Case Based Reasoning serta sesuai dengan tujuan penelitian.
5. Evaluasi dan Perbaikan Kesalahan
Tahap pengujian kemudian dijadikan dasar untuk membuat evaluasi dan perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk menghasilkan aplikasi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penelitian.
6. Hasil dan Penyusunan Laporan
Tahap ini akan memberikan hasil dan laporan penelitian.
1.8 Sistematika Penulisan
Penulisan laporan penelitian dibagi menjadi 7 bab dengan pokok pembahasan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi tentang latar belakang permasalahan yang merupakan ide awal dari penelitian. Rumusan masalah merupakan rangkuman permasalahan dari latar belakang permasalahan. Selain itu bab ini juga memuat tentang batasan masalah, tujuan dan manfaat
penelitian, keaslian penelitian, metodelogi penelitian, serta sistematika penulisan.
BAB II TINJUAN PUSTAKA
Bab ini berisi tentang ulasan penelitian-penelitian dari peneliti-peneliti sebelumnya khususnya yang berkaitan dengan Case Based Reasoning baik berupa jurnal maupun aplikasi.
BAB III LANDASAN TEORI
Bab ini berisi tentang dasar-dasar teori yang dibutuhkan dalam menunjang penelitian. Teori yang dibutuhkan mencakup teori tentang
Case Based Reasoning, metode Euclidean distance, hama tanaman
jeruk.
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
Bab ini berisi tentang analisis permasalahan dengan menggunakan metode Case Based Reasoning, hasil analisis berupa fitur-fitur yang digunakan untuk menunjang perancangan sistem yang akan menggambarkan rancangan basis data berupa Entitas Rasional Diagram (ERD), Data Flow Diagram (DFD) dan gambaran antar muka sistem.
BAB V IMPLEMENTASI
Bab ini berisi penerapan dari hasil perancangan berupa implementasi sistem dan penjelasan mengenai hasil rancangan yang telah dibuat.
BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini membahas tentang hasil-hasil penelitian berupa uji coba sistem dan menentukan apakah sistem dapat berjalan sesuai dengan tujuan penelitian.
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini membahas tentang kesimpulan dari hasil penelitian, apakah sistem telah menjawab semua permasalahan yang ada di latar belakang masalah dan menyimpulkan apakah sistem telah sesuai dengan tujuan dan manfaat penelitian. Bab ini juga berisi saran kepada peneliti
berikutnya yang iningin mengembangkan penelitian tentang Case