KARAKTERISTIK BATUBARA PADA FORMASI LABANAN, SUB CEKUNGAN BERAU, DAERAH SAMBALIUNG, KABUPATEN BERAU, PROPINSI KALIMANTAN TIMUR
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Satuan batuan tersebut berurutan dari tua ke muda yaitu Satuan Batupasir – batulempung yang berumur Miosen Tengah, Satuan Batulempung, Satuan Batugamping dan Satuan Batupasir –
Lapisan-lapisan batubara Sebatik, secara umum diapit oleh batulempung, yang dalam hal ini mengindikasikan bahwa batubara ini terbentuk oleh kondisi rawa basah akibat limpahan banjir
Batubara pada Formasi Batupasir Haloq merupakan bagian dari Cekungan Kutai Atas, yang terendapkan pada kondisi limnic (low moor) dengan genesa gambut ombrotrophic
Dua lapisan utama batubara dijumpai dari bawah ke atas, yakni Seam A yang umumnya terendapkan pada fasies batupasir dan Seam B yang terdapat pada fasies perselingan batulempung
Secara umum, batubara yang merupakan sisipan dalam Formasi Bobong memiliki dua lapisan (seam), yakni Seam A (50 - 120 cm) yang terendapkan dalam fasies serpih
Batubara pada Formasi Batupasir Haloq merupakan bagian dari Cekungan Kutai Atas, yang terendapkan pada kondisi limnic (low moor) dengan genesa gambut ombrotrophic
Gas content dihitung berdasarkan data yang diambil dari analisis proksimat pengambilan sampel pada tiga conto batubara yang mewakili lapisan batubara
iv ABSTRAK Geologi dan Studi Lingkungan Pengendapan Lapisan Batubara Formasi Latih Daerah Sambarata Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur Oleh: