Universitas Indonesia
vii
ABSTRAK
Nama
: Fautia Sriwardani
Program Studi : Timur Tengah dan Islam
Judul
: Perbandingan Pengaruh Indikator Makroekonomi Global Dan
Indonesia Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
dan Jakarta Islamic Index (JII) Menggunakan Model Vektor
Autoregressive (VAR) dan Impulse Response Functions.
Perbedaan utama antara JII dengan IHSG terletak pada screening process yang
dilakukan terhadap JII. Beberapa penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa JII
memiliki risiko dan volatilitas yang lebih rendah dibandingkan indeks harga saham
yang beraktivitas secara konvensional. Dinyatakan pula bahwa shariah screening
process memberikan pengaruh positif terhadap kinerja portofolio saham syariah.
Namun, berdasarkan pengamatan awal dalam jangka pendek dan jangka panjang,
meskipun telah melalui serangkaian tahapan screening process, pergerakan JII
cenderung memiliki pola yang hampir sama dengan pola pergerakan IHSG.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model Vector Autoregressive
(VAR) dan Impulse Response Functions. Indikator makroekonomi global
direpresentasikan oleh harga minyak dunia, Fed Fund Rate, dan indeks Dow
Jones, sedangkan indikator makroekonomi Indonesia direpresentasikan oleh
tingkat inflasi dan nilai tukar. Berdasarkan model VAR, satu-satunya variabel
yang berpengaruh signifikan terhadap pergerakan kedua indeks saham tersebut
adalah Indeks Dow Jones. Berdasarkan Impulse Respons Function, respon JII
terhadap shock variabel makroekonomi, dapat dikatakan sama dengan respon
IHSG. Setelah terjadi shock pada suatu variabel makroekonomi, baik JII maupun
IHSG, ternyata tidak mampu kembali pada garis keseimbangan jangka panjang
secara natural. Hal ini disebabkan tidak adanya perbedaan yang prinsipil dalam
mekanisme perdagangan yang berlaku di Bursa Efek Indonesia baik untuk JII
maupun IHSG. Namun demikian, JII tetap memiliki keunggulan karena telah
melalui screening process yang pada dasarnya lebih menekankan pada aspek
kehalalan.
Kata Kunci:
Jakarta Islamic Index, Indeks Harga Saham Gabungan, Screening Process,
Indikator Makroekonomi, Vector Autoregressive, Impulse Response Functions.
Universitas Indonesia
viii
Name
: Fautia Sriwardani
Study Program
: Mid East and Islam
Title
:
The Impact of Global and Indonesia’s Macroeconomic
Indicator on Jakarta Composite Index (JCI) and Jakarta
Islamic Index (JII) by Vector Autoregressive Model and
Impulse Response Functions.
The main distinction between JII and JCI is that JII has the screening process,
while JCI does not have one. Some previous studies concluded that JII has lower
risk and lower volatility compared to conventional JCI. Moreover, it is stated that
the sharia screening process give positive impact toward the performance of sharia
stock. However, based on preliminary observation, in short term and long term,
the movement of JII has similar pattern as the one of JCI pattern.
This study uses Vector Autoregressive (VAR) model and Impulse Response
Functions. In this study, the crude oil price, Fed Fund Rate, and Dow Jones Index
represent the global macroeconomic indicator, while inflation rate and exchange
rate represent the indicator of Indonesia’s macroeconomic. By using VAR model,
this study found that stock index movement, both of JII and JCI, are significantly
influenced by Dow Jones Index. In addition, by using Impulse Response
Functions, JII’s response toward shock of global and Indonesia’s macroeconomic
variables, which are used in this study, gives almost similar result toward the
JCI’s response. Overall, after the shock occured on macroeconomic variable, both
JCI and JII, are unable to revert to the long term equilibrium line naturally. This is
related to the trading mechanism at Jakarta Stock Exchange, which has no
difference principle for both of JII and JCI. However, JII still has an advantage
due to the screening process which give emphasis to “halal” aspect.
Keyword:
Jakarta Islamic Index, Jakarta Composite
Index,
Screening
Process,
Macroeconomic Indicator, Vector Autoregressive, Impulse Response Functions.
Universitas Indonesia
ix
رﺎﺼﺘﺧا
ﻢﺳﻻا
:
ﻲﻧادرو يﺮﺳ ﺎﻴﺗﻮﻓ
تﺎﺳارﺪﻟا
:
ﺔﻴﻣﻼﺳﻹا مﻮﻠﻌﻟاو ﻂﺳوﻷا قﺮﺸﻟا
ﺔﻟﺎﺳﺮﻟا عﻮﺿﻮﻣ
:
بﺎﺒﺳأ ﺮﻴﺛﺄﺗ ﺔﻧرﺎﻘﻣ
و ﻲﻤﻟﺎﻌﻟا ﻲﻠﻜﻟا دﺎﺼﺘﻗﻻا
ﻦﻴﺑ
ﺔﻨﻤﺛأ ﺔﻤﺋﺎﻗ
ﻢﻬﺳأ
ﻞﻳدﻮﻣ ماﺪﺨﺘﺳﺎﺑ ﺔﻴﻣﻼﺳﻹا ﺎﺗﺮآﺎﺟ ﺔﻤﺋﺎﻗ و ﺔﻳﺪﻴﻠﻘﺘﻟا ﺔآﺮﺘﺸﻤﻟا
ﺔﻀﻬﻨﻟا ﺔﺑﺎﺠﺘﺳا ﺔﺒﺗر و ةدﺎﻌﺘﺳﻻا ﻞﻣﺎﻋ
ﺔﻠﻣﺎﻌﻤﻠﻟ ﺔﻴﻋﺮﺸﻟا تﺎﻔﺻاﻮﻤﻟا بﺮﻗأ ﻦﻋ ﺮﺒﺘﻌﺗ ﻲﺘﻟا ﻢﻴﻗ ﻦﻴﺛﻼﺜﻟ ﻢﻬﺳﻷا ﻊﻤﺠﺗ ﻲه ﺔﻴﻣﻼﺳﻹا ﺎﺗﺮآﺎﺟ ﺔﻤﺋﺎﻗ
ﺔﻴﻋﺮﺸﻟا
.
ﺮآﺎﺟ ﺔﻤﺋﺎﻗ ﻦﻴﺑ ﻲﺴﻴﺋﺮﻟا قﺮﻔﻟا نإ ﺎﺳﺎﺳأ
ﻲﻓ ةدﻮﺟﻮﻣ ﺔآﺮﺘﺸﻤﻟا ﻢﻬﺳأ ﺔﻨﻤﺛأ ﺔﻤﺋﺎﻗ و ﺔﻴﻣﻼﺳﻹا ﺎﺗ
ﺺﻴﺤﻤﺗ
ﺔﻳدﺪﻌﻟا وأ ﺔﻴﻤﻴﻴﻘﺘﻟا ﺎﻬﺘﻔﺼﺑ ﺎﻣإ ﺎﻬﻠﻤﻌﺗ ﻲﺘﻟا ﺔﻠﻣﺎﻌﻤﻟا ﺔﻴﻠﻤﻋ
.
نأ ﻰﻠﻋ ﺔﻘﺑﺎﺴﻟا ثﻮﺤﺒﻟا ﺾﻌﺑ ﺖﻟد
ﻋ ﻞﻤﻌﺗ ﻲﺘﻟا ﻢﻬﺳﻷا ﺔﻨﻤﺛأ ﺔﻤﺋﺎﻘﺑ ﺖﻧرﻮﻗ اذإ ﻰﻧدأ ﺮﻃﺎﺨﻣ ﻚﻠﻤﺗ ﺔﻴﻣﻼﺳﻹا ﺎﺗﺮآﺎﺟ ﺔﻤﺋﺎﻗ
ﺔﻳﺪﻴﻠﻘﺘﻟا سﺎﺳأ ﻰﻠ
.
دﻮﺟو ﺪﻌﺑو
ﺺﻴﺤﻤﺗ
ﺔﻤﺋﺎﻗ ﻦﻣ ﻼﻤﺤﺗ ﺪﺷأ نﻮﻜﺗ نأ ضوﺮﻔﻤﻟا ﺔﻴﻣﻼﺳﻹا ﺎﺗﺮآﺎﺟ ﺔﻤﺋﺎﻗ نﺈﻓ ﺔﻠﻣﺎﻌﻤﻟا ﺔﻴﻠﻤﻋ
ﺔآﺮﺘﺸﻤﻟا ﻢﻬﺳأ ﺔﻨﻤﺛأ
ﺔﻳﺪﻴﻠﻘﺘﻟا
ﻲﻠﻜﻟا دﺎﺼﺘﻗﻻا ﻲﻓ ﺔﺛدﺎﺤﻟا دﺎﺼﺘﻗﻻا لاﺰﻟز دﻮﺟو ﻊﻣ
.
ﺔﺳارﺪﻟا دﻮﺟو ﺪﻌﺑ ﻪﻧأ ﻻإ
ةﺮﻴﺼﻘﻟا ةﺮﺘﻔﻟا ﻲﻓ ﺔﻴﺋﺪﺒﻤﻟا
ا ﺎﺗﺮآﺎﺟ ﺔﻤﺋﺎﻗ رﻮﻄﺗ نﺈﻓ ﺔﻄﺳﻮﺘﻤﻟا ةﺮﺘﻔﻟاو
ﺔﻬﻴﺒﺷ ﺔﻔﺼﻟا ﻚﻠﻤﺗ ﺔﻴﻣﻼﺳﻹ
ﺔﻳﺪﻴﻠﻘﺘﻟا ﺔآﺮﺘﺸﻤﻟا ﻢﻬﺳأ ﺔﻨﻤﺛأ ﺔﻤﺋﺎﻗ رﻮﻄﺗ ﻊﻣ ﺔﻳوﺎﺴﺘﻤﻟا
.
ﺳﺎﺑ ﺚﺤﺒﻟا اﺬه ﻞﻤﻌﻳ
ﻞﻳدﻮﻣ ماﺪﺨﺘ
ﺔﻀﻬﻨﻟا ﺔﺑﺎﺠﺘﺳا ﺔﺒﺗر و ةدﺎﻌﺘﺳﻻا ﻞﻣﺎﻋ
.
ﻲﻓ ﻲﻤﻟﺎﻌﻟا ﻲﻠﻜﻟا دﺎﺼﺘﻗﻻا ﺔﻗﻼﻋو
ﺚﺤﺒﻟا اﺬه
ﻢﻟﺎﻌﻟا لوﺮﺘﺑ ﺔﻨﻤﺛأ ﻖﻳﺮﻃ ﻦﻋ ﻩﺮﺒﻌﺗ
,
يﺪﻘﻨﻟا ﺪﻴﻓ ﺔﻤﺋﺎﻗ
,
ﻲﻠﻜﻟا دﺎﺼﺘﻗﻻا ﺔﻗﻼﻋ ﺎﻣأو ﺲﻴﻧﻮﺟ ود ﺔﻤﺋﺎﻗ
ﺔﻠﻤﻌﻟا ﺔﻤﻴﻗو ﺔﻳﺪﻘﻨﻟا قاروﻷا رﺎﺸﺘﻧا ةﺮﺜآ ﻖﻳﺮﻃ ﻦﻋ ﻩﺮﺒﻌﺘﻓ ﻲﺳﻮﻧوﺪﻧﻻا
.
نأ ﺔﺠﻴﺘﻨﻟا ﺖﻟد ﺚﺤﺒﻟا اﺬه لﻼﺧ ﻦﻣ
ﺎﺗﺮآﺎﺟ ﺔﻤﺋﺎﻗ و ﺔﻳﺪﻴﻠﻘﺘﻟا ﺔآﺮﺘﺸﻤﻟا ﻢﻬﺳأ ﺔﻨﻤﺛأ ﺔﻤﺋﺎﻗ ﻦﻣ ﻞآ رﻮﻄﺗ
ﺔﻤﺋﺎﻗ رﻮﻄﺘﺑ ﺎﻳﻮﻗ اﺮﻴﺛﺄﺗ ﺮﺛﺄﺘﺗ ﺔﻴﻣﻼﺳﻹا
ﺔﻘﺑﺎﺴﻟا ﻢﻬﺳأ
.
رﻮآﺬﻤﻟا ﻲﻠﻜﻟا دﺎﺼﺘﻗﻼﻟ تﺎﻗﻼﻋ ﺲﻤﺧ لﻼﺧ ﻦﻣ و
,
ﺪﻴﺣﻮﻟا ﺔﻗﻼﻌﻟا نﺈﻓ
ة
ﺮﻴﺛﺄﺘﺑ ﺎﻬﻴﻓ ةﺮﺛﺆﻤﻟا
ﺲﻴﻧﻮﺟ ود ﺔﻤﺋﺎﻗ ﻲه ﻦﻴﺗرﻮآﺬﻤﻟا ﻦﻴﺘﻤﺋﺎﻘﻟا ﻦﻣ ﻞآ رﻮﻄﺗ ﻲﻓ يﻮﻗ
.
ﻰﻠﻋ ﺔﻴﻣﻼﺳﻹا ﺎﺗﺮآﺎﺟ ﺔﻤﺋﺎﻗ تﺎﺑﺎﺠﺘﺳا
دﺎﺼﺘﻗﻻا تﺎﻗﻼﻋ لاﺰﻟز
تﺎﺑﺎﺠﺘﺳﻻا نﺄﺑ لﻮﻘﻟا ﻦﻜﻤﻳ ﺚﺤﺒﻟا ﻲﻓ مﺪﺨﺘﺴﻤﻟا ﻲﺳﻮﻧوﺪﻧﻻا دﺎﺼﺘﻗﻻا و ﻲﻤﻟﺎﻌﻟا ﻲﻠﻜﻟا
ﺔﻳﺪﻴﻠﻘﺘﻟا ﺔآﺮﺘﺸﻤﻟا ﻢﻬﺳأ ﺔﻨﻤﺛأ ﺔﻤﺋﺎﻗ ﻲﻓ تﺎﺑﺎﺠﺘﺳﻻا ﻦﻴﻋ ﻲه
.
ثوﺪﺣ ﺪﻌﺑو عﻼﻄﺘﺳﻻﺎﺑ ﺮﻈﻨﻟا ﻊﻣو ﺎﻣﻮﻤﻋ
ﺎﺟ ﺔﻤﺋﺎﻗ و ﺔﻳﺪﻴﻠﻘﺘﻟا ﺔآﺮﺘﺸﻤﻟا ﻢﻬﺳأ ﺔﻨﻤﺛأ ﺔﻤﺋﺎﻗ ﻦﻣ ﻞآ ﻲﻓ ﻲﻠﻜﻟا دﺎﺼﺘﻗﻻا ﻲﻓ لاﺰﻟﺰﻟا
ﺔﻴﻣﻼﺳﻹا ﺎﺗﺮآ
,
ﻢﻟ ﻪﻧﺈﻓ
ﺒﻄﻟﺎﺑ ﺔﻠﻳﻮﻄﻟا ةﺮﺘﻔﻟا ﻲﻓ ﺔﻧزاﻮﻤﻟا ﺔﻄﺧ ﻲﻓ ةدﻮﻌﻟا ﻰﻠﻋ رﺪﻘﺗ
ﻴ
ﺔﻴﻌ
.
ﻲﻓ ﻞﻤﻌﺗ اﺬﻜه ةرﺎﺠﺘﻟا تاءاﺮﺟإ نﻷ ﻚﻟاذو
ﺎﻣأو ﺎﻴﺴﻴﻧوﺪﻧا ﻢﻬﺳأ قﻮﺳ
ﺔﻠﻣﺎﻌﻤﻟا ﺺﻴﺤﻤﺗ
ﺮﺜآأ ﺔﻴﻟﻼﺤﻟا ﻰﻠﻋ ﻪﺻﺮﺣ نﺎﻜﻓ
.
ﺔﻴﺣﺎﺘﻔﻤﻟا تﺎﻤﻠﻜﻟا
:
ﺔﻴﻣﻼﺳﻹا ﺎﺗﺮآﺎﺟ ﺔﻤﺋﺎﻗ
,
ﻢﻬﺳأ ﺔﻨﻤﺛأ ﺔﻤﺋﺎﻗ
ﺔﻳﺪﻴﻠﻘﺘﻟا ﺔآﺮﺘﺸﻤﻟا
,
ﺔﻠﻣﺎﻌﻤﻟا ﺺﻴﺤﻤﺗ
,
ﻲﻠﻜﻟا دﺎﺼﺘﻗﻻا بﺎﺒﺳأ
,
ﻞﻣﺎﻋ
ﺔﻀﻬﻨﻟا ﺔﺑﺎﺠﺘﺳا ﺔﺒﺗر و ةدﺎﻌﺘﺳﻻا
Universitas Indonesia
RINGKASAN EKSEKUTIF
Aktivitas perdagangan saham dengan prinsip syariah telah mewarnai perkembangan pasar saham di Indonesia sejak Juli 2000 dengan diluncurkannya
Jakarta Islamic Index (JII). Perbedaan utama antara Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG) dengan JII, terletak pada screening process yang dilakukan terhadap JII. Setelah melalui serangkaian tahapan screening process tersebut, diharapkan agar perusahaan yang tergabung dalam JII tidak hanya memenuhi aspek syariah, namun juga memiliki kinerja yang lebih baik karena merupakan saham-saham pilihan.
Ditinjau dari aspek ekonomi, salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham adalah kondisi fundamental makroekonomi. Kondisi keuangan global sejak 2007 hingga akhir September 2008 memang masih mengalami gejolak dipicu oleh kasus subprime mortgage loan di Amerika. Kondisi tersebut diperparah dengan kenaikan harga komoditas terutama harga minyak dunia. Krisis tersebut juga mengakibatkan keguncangan di sektor finansial akibat ketatnya likuiditas di pasar keuangan. Beberapa institusi keuangan global dilaporkan mengalami kerugian dan harus melakukan penghapusbukuan
(write-off). Bahkan lebih dari itu, krisis tersebut juga mengakibatkan bangkrutnya
beberapa institusi keuangan global.
Terkait hal tersebut, beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa
Jakarta Islamic Index (JII) memiliki risiko atau volatilitas yang lebih rendah atau
lebih tahan terhadap shock yang terjadi di pasar lainnya dibandingkan dengan Indeks Harga Saham yang beraktivitas secara konvensional seperti IHSG atau LQ-45. Selain itu, dinyatakan pula bahwa shariah screening process memberikan pengaruh positif terhadap kinerja portofolio saham syariah. Namun demikian, berdasarkan pengamatan awal baik dalam jangka pendek maupun jangka waktu yang lebih panjang, meskipun telah melalui serangkaian tahapan screening
process, pergerakan JII cenderung memiliki pola yang hampir sama dengan pola
pergerakan IHSG. Pola pergerakan harga saham baik IHSG maupun JII turut dipengaruhi oleh variabel makroekonomi. Jika memang screening process
Universitas Indonesia ditujukan untuk membuat JII lebih tahan terhadap shock, maka indikator makroekonomi tidak banyak berpengaruh terhadap pergerakan JII dibandingkan dengan pengaruhnya terhadap pergerakan IHSG. Dengan demikian, maka yang menjadi pertanyaan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana pengaruh indikator makroekonomi global dan Indonesia terhadap pergerakan IHSG dan JII. Apakah indikator makroekonomi tersebut memang lebih berpengaruh terhadap pergerakan IHSG yang beraktivitas secara konvensional dibandingkan dengan JII yang beraktivitas secara syariah. 2. Bagaimana respon dari IHSG dan JII terhadap shock yang terjadi pada
indikator makroekonomi global dan Indonesia tersebut. Sementara itu, penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui dan membandingkan pengaruh variabel makroekonomi global dan Indonesia terhadap pergerakan IHSG dan JII.
2. Mengetahui dan membandingkan respon dari IHSG dan JII apabila terjadi
shock pada indikator makroekonomi global dan Indonesia.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga minyak dunia, Fed
Fund Rate, dan indeks Dow Jones sebagai representasi dari indikator
makroekonomi global, serta nilai tukar Rp terhadap USD dan tingkat inflasi sebagai representasi indikator makroekonomi Indonesia. Selain itu digunakan juga data Indeks harga Saham Gabungan dan Jakarta Islamic Index (JII). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data mingguan sejak Juli 2000 – September 2008.
Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah:
1. Diduga indikator makroekonomi global, yang direpresentasikan oleh harga minyak dunia, Fed Fund Rate, dan Indeks Dow Jones serta indikator makroekonomi Indonesia, yang direpresentasikan oleh inflasi dan pergerakan nilai tukar rupiah, lebih berpengaruh terhadap pergerakan IHSG dibandingkan terhadap pergerakan JII.
2. Diduga setelah terjadinya shock pada indikator makroekonomi global maupun indikator makroekonomi Indonesia, JII akan mampu kembali kepada garis keseimbangan jangka panjang lebih cepat dibandingkan dengan IHSG.
Universitas Indonesia Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model Vector Auto
Regressive (VAR) dan Impulse Response Functions (IRF). Model VAR
merupakan sebuah model estimasi yang dikembangkan oleh Christopher A. Sims pada tahun 1980. Model VAR memberikan manfaat antara lain untuk forecasting, sedangkan Impulse Response Function bermanfaat untuk melacak respon saat ini dan masa depan dari setiap variabel akibat perubahan atau shock suatu variabel tertentu.
Berdasarkan pengolahan data diperoleh hasil bahwa lag optimal baik untuk IHSG maupun JII adalah lag 1. Dari hasil model VAR pada lag 1 tersebut diperoleh nilai adjusted R2 untuk IHSG sebesar 99,6%, artinya variasi dari
pergerakan IHSG dapat diterangkan oleh variasi pergerakan harga minyak dunia, Fed Fund Rate, Indeks Dow Jones, inflasi dalam negeri dan nilai tukar sebesar 99,6%. Sisanya sebesar 0,4% diterangkan oleh variabel lain. Sedangkan untuk persamaan JII diperoleh nilai adjusted R2 sebesar 99,5%, artinya variasi dari
pergerakan JII dapat diterangkan oleh variasi pergerakan harga minyak dunia, Fed Fund Rate, Indeks Dow Jones, inflasi dalam negeri dan nilai tukar sebesar 99,5%. Sisanya sebesar 0,5% diterangkan oleh variabel lain.
Berdasarkan analisis dan pembahasan dalam penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa pengaruh indikator makroekonomi global dan Indonesia yang direpresentasikan oleh harga minyak dunia, Fed Fund Rate, Indeks Dow Jones, inflasi dalam negeri, serta nilai tukar Rp, terhadap pergerakan JII dapat dikatakan sama dengan pengaruhnya terhadap IHSG, yaitu:
a. Pergerakan kedua indeks harga saham tersebut baik JII maupun IHSG secara signifikan sama-sama dipengaruhi oleh pergerakan indeks harga saham masing-masing periode sebelumnya.
b. Dari lima variabel makroekonomi tersebut, satu-satunya variabel yang berpengaruh signifikan terhadap pergerakan kedua indeks harga saham tersebut, baik JII maupun IHSG, adalah Indeks Dow Jones.
Dengan demikian, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa hipotesis pertama yang menyatakan bahwa diduga variabel makroekonomi global dan Indonesia lebih berpengaruh terhadap pergerakan IHSG dibandingkan JII tidak terbukti. Respon JII terhadap shock variabel makroekonomi global dan Indonesia
Universitas Indonesia yang digunakan dalam penelitian, dapat dikatakan sama dengan respon yang diberikan oleh IHSG. Secara keseluruhan, berdasarkan analisis Impulse Response
Functions, setelah terjadi shock pada suatu variabel makroekonomi, baik IHSG
maupun JII, ternyata tidak mampu kembali pada garis keseimbangannya secara natural. Dengan demikian, hasil analisis menunjukkan bahwa hipotesis kedua yang menyatakan bahwa JII diduga akan mampu kembali kepada garis keseimbangan jangka panjang-nya setelah terjadinya shock pada variabel makroekonomi lebih cepat dibandingkan IHSG tidak terbukti.
Dari hasil penelitian disarankan agar pembuat kebijakan merumuskan kembali mengenai mekanisme perdagangan di Bursa Efek Indonesia atas saham perusahaan yang tergabung dalam JII. Melalui perumusan tersebut, diharapkan aksi spekulatif terhadap saham JII dapat diminimalisir, sehingga lebih tahan terhadap shock serta dapat mencerminkan kinerja bursa saham yang lebih sesuai dengan perspektif ekonomi Islam. Meskipun respon JII terhadap shock hampir sama dengan respon IHSG, namun JII tetap memiliki keunggulan karena telah melalui screening process, yang pada dasarnya lebih menekankan pada aspek kehalalan. Dengan demikian, investor muslim diharapkan tidak ragu untuk melakukan penempatan pada saham JII yang dinilai memiliki kinerja yang baik. Selanjutnya dalam upaya membantu terwujudnya bursa saham yang sesuai dengan perspektif ekonomi Islam, kiranya investor muslim dalam melakukan transaksi di bursa saham dapat bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam, dan tidak melakukan tindakan spekulatif. Pada akhirnya disarankan agar dilakukan suatu penelitian lebih mendalam mengenai mekanisme perdagangan saham yang lebih sesuai dengan perspektif ekonomi Islam, yang diharapkan akan dapat menghasilkan masukan yang lebih komprehensif dan dapat diterapkan
(applicable) bagi upaya penyempurnaan mekanisme perdagangan atas saham
perusahaan yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index ke depan.