Pencegahan Risiko Jatuh
Pasien di Rumah Sakit
Dr. Hanny Handiyani, SKp., M.Kep.
• Pangkal Pinang, 23 Desember 1972
• Staf Departemen Dasar Keperawatan & Keperawatan Dasar Fakultas Ilmu
Keperawatan-Universitas Indonesia (FIK-UI)
• Pengurus HPMI Pusat
• Anggota Kolegium Manajemen Keperawatan
• Tim Pengembangan Pokja Keperawatan RSUI
• Narasumber dan Fasilitator Pekerti-AA UI
• Pengalaman Penelitian & Pengmas:
- Manajemen Keperawatan, Perilaku Keselamatan
- Pengendalian Infeksi
• Pengalaman Penyusunan Kebijakan:
- FIK sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) SK Dekan FIK-UI No
057/SK/D/FIK/UI/2008, 20 Agst 2008
- UI sebagai KTR, SK Rektor UI No 1805/SK/R/UI/ 2011, 21 Sept 2011
Outline
Pentingnya
Pencegahan
Jatuh
Definisi
Faktor Risiko
dan Penyebab
Cidera Jatuh
Strategi
Pencegahan
Jatuh
Asuhan
Keperawatan
Pentingnya Pencegahan Pasien Jatuh
700.000-1 juta pasien rawat inap di
Amerika mengalami insiden jatuh (Patient
Safety Network, 2017)
Di Inggris insiden pasien jatuh di rawat
inap akut adalah 6.6 per 1000 tempat tidur
pasien pada rentang 2015-2016 (NHS,
2016)
Pencegahan jatuh adalah indicator penting dalam isu
keselamatan pasien (Mitchell, 2014)
Dampak Insiden Pasien Jatuh
Cidera
Finansial
Dampak
Dampak
Kualitas Layanan
Keperawatan
Dampak Fisik
63% insiden jatuh di rumah sakit menyebabkan
kematian (Joint Commission, 2015)
26,1 % insiden pasien jatuh di rumah sakit Amerika
pada tahun menyebabkan cedera (Bouldin et al, 2013)
Dampak Fisik: Klasifikasi Cedera Akibat
Jatuh menurut ANA-NDNQI (2012)
None
• Pasien tidak mengalami cedera apabila hasil pengkajian fisik dan diagnostik tidak menunjukkan cedera
Minor
• Menyebabkan penggunaan balutan, es, membersihkan luka elevasi anggota gerak, obat topical, nyeri, memar atau abrasi
Moderate
• Menyebabkan penjahitan, penerapan lem kulit, bebat, atau otot/ regangan sendi
Mayor
• Mengakibatkan pembedahan, traksi, konsultasi neurologis (fraktur basal cranii, hematoma subdural kecil) atau luka
dalam (patah tulang rusuk, laserasi hati ) atau pasien dengan koagulopati yang menerima produk darah akibat terjatuh
Dampak Finansial
Meningkatkan
lama hari rawat
rata-rata 6,9 hari
Cost akibat cedera
jatuh rata-rata
5,808-29,450 USD
Dampak terhadap Kualitas Pelayanan
Keperawatan
Insiden jatuh merupakan indikator kualitas pelayanan keperawatan menurut
NDNQI, kualitas pelayanan yang diharapkan mencapai 0% insiden jatuh
(Montalvo, 2007)
Definisi Jatuh
Jatuh didefinisikan sebagai kejadian turun ke lantai yang tidak direncanakan
(atau perluasan lantai, misalnya, tempat sampah atau peralatan lainnya)
dengan atau tanpa cedera. Semua jenis jatuh disertakan, baik jatuh akibat
alasan fisiologis atau alasan lingkungan (NDNQI, 2012)
Penyebab Jatuh (Joint Commission, 2015)
Pengkajian yang tidak memadai
Kegagalan komunikasi
Kurangnya kepatuhan terhadap protokol dan praktik keselamatan
Orientasi, pengawasan, tingkat staf atau skill mix yang tidak memadai
Lingkungan fisik yang tidak mendukung
Faktor Risiko Jatuh dari Pasien
Lansia usia >65 tahun dan anak-anak<2 tahun
Diagnosis medis, terutama pasien dengan morbobiditas, masalah jantung dan neuroskeletal dan kanker (Cox et al, 2015)
Penggunaan obat sedatif dan narkotik, serta obat lain yang dapat menurunkan kewaspadaan (Cox et al, 2015)
Penurunan fungsi kognitif (Corrie, 2008)
Fungsi fisik (adanya gangguan berjalan, gangguan penglihatan) (Corrie, 2008)
Faktor Risiko Jatuh dari Lingkungan dan
Organisasi
Shift Sore (Cox et al, 2015)
Rasio RN-Asisten perawat tidak proporsional (Cox et al, 2015)
Implementasi pencegahan jatuh yang tidak sesuai (Cox et al, 2015)
Bahaya lingkungan seperti lantai licin, handrail pada bedside tidak berfungsi dan alat yang tidak
berfungsi(Currie, 2008)
Komponen Protokol Pencegahan Jatuh
Universal fall precaution
Pengkajian multifaktorial
Komunikasi dan edukasi risiko jatuh
Implementasi dan intervensi pada pasien berisiko
Intervensi individu yang berisiko tinggi mengalami fall related injury
Universal Fall Precaution
SAFE
Save environment
Assisting with
mobilitation
Fall risk reducation
Engage Patient and
Family
Pengkajian Multifaktorial
Pengkajian klien
saat admisi
Pengkajian
berkala
Pengkajian
perubahan mental
dan kejadian jatuh
Komunikasi Risiko Jatuh
Komunikasikan hasil penilaian risiko jatuh kepada klien,
keluarga, dan tim kesehatan.
Komunikasi dapat dilakukan dengan memberikan tanda
risiko jatuh dan menuliskan di kardex (London Health
Science Center, 2011)
Edukasi Risiko Jatuh
Mendidik semua staf mengenai strategi pencegahan jatuh /
penurunan cidera sepsifik pada faktor risiko
Mendidik semua klien yang telah dinilai berisiko tinggi jatuh
mengenai status risiko jatuh dan fall related injury
Intervensi Pencegahan Risiko Jatuh
Level Individu
• Memberikan asuhan keperawatan pencegahan jatuh
pada pasien berisiko
Level Organisasi
• Mengembangkan kebijakan organisasi untuk pencegahan/
manajemen pengurangan cedera mencakup peran dan tanggung
jawab organisasi dan setiap penyedia layanan kesehatan.
• Mengembangkan pendekatan untuk pemeriksaan keamanan
berkala, dan mencakup modifikasi lingkungan dan audit
sebagai komponen strategi pencegahan jatuh.
• Menyelidika setiap kejadian jatuh atau mendekati jatuh
(termasuk yang tidak disadari) untuk mengidentifikasi faktor
yang berkonstribusi dan untuk mencegah terjadinya kembali.
Intervensi Individu Berisiko Tinggi
Menerapkan intervensi individual yang ditargetkan pada faktor
risiko spesifik klien.
Mengubah lingkungan dan menyediakan perangkat pribadi untuk
mengurangi risiko terjatuh dan cidera.
Hambatan Implementasi Protokol
Pencegahan Jatuh
Kurangnya edukasi dan
pelatihan pencegahan
risiko jatuh kepada
petugas kesehatan
(Loganathan et al, 2015)
Protokol yang terlalu
kompleks, termasuk tools
pengkajian yang terlalu
kompleks
Fasilitas pencegahan
jatuh seperti adanya
tanda risiko jatuh dan
alat pengkajian risiko
jatuh (Koh et al., 2008)
Status kesehatan pasien
(Koh et al 2008)
Upaya Meningkatkan Pencegahan Jatuh
Pendekatan
multidisplin (Jeffrey,
2017)
Meningkatkan
kepatuhan protocol
pencegahan jatuh
(Dempsey, 2009)
Melibatkan pasien dan
keluarga (Kuwaiti &
Subbarayalu, 2017)
Pemantauan terus
menerus (Kiyoshi-teo,
2017)
Konten pencegahan
jatuh yang disusun
sesuai kondisi rumah
sakit (Morello et al.,
2017)
Dukungan manajemen
Menggunakan alat atau
tools checklist (RNAO,
Strategi Mengatasi Insiden Jatuh sesuai Penyebab
Faktor Risiko/ Penyebab
Strategi
Masalah Pengkajian Risiko
- Tool pengkajian tidak valid
- Inkonsistensi penilaian dari
pemberi pelayanan yang
berbeda
- Mengimplementasikan tool pengkajian risiko jatuh terstandarisasi
- Memasukkan pengkajian status mental terintegrasi dengan pengkajian risiko jatuh
- Memastikan staff teredukasi mengenai penggunaan tool
- Menstandarisasi tool yang digunakan semua staff perawat maupun professional lain dan
memastikan antar profesi dapat melihat hasil pengkajian masing-masing
Masalah Komunikasi
- Informasi operan yang tidak
lengkap antar pemberi
layanan kesehatan
- Memasang tanda risiko jatuh di bed pasien saat pasien harus pergi ke ruangan lain dan
memasang protocol untuk menyalakan alarm bed dan kursi apabila pasien kembali
- Menggunakan white board untuk berkomunikasi dengan seluruh tenaga professional mengenai
pasien berisiko jatuh
- Melakukan laporan bed side yang memasukkan laporan risiko jatuh sebagai concern
Faktor Risiko
Strategi
Masalah Toileting
- Pasien tidak meminta bantuan saat pergi ke toilet
- Medikasi yang menyebabkan risiko jatuh yang
dikombinasikan dengan toileting, misalnya diuretik
- Melakukan hourly rounding, termasuk concern
terhadap toileting pada pasien
- Menjadwalkan toileting berkala pada pasien dengan
risiko jatuh tinggi
- Melakukan edukasi terhadap efek samping medikasi
dan peningkatan risiko jatuh
Masalah Call Light
- Patient tidak mengetahui atau lupa cara
menggunakan call light
- Meminta pasien menandatangani form yang
menyatakan pemahaman mereka bahwa pasien
berisiko tinggi jatuh
- Mengedukasi pasien mengenai kegunaan dan
indikasi penggunaan call light
- Mengedukasi keluarga mengenai kegunaan call light
- Memasang protokol penggunaan call light di
samping tempat tidur
Health Research & Educational Trust, 2016
Faktor Risiko
Strategi
Edukasi dan isu kultur organisasi
- Kurangnya standarisasi implementasi
protocol pencegahan jatuh
- Edukasi pencegahan jatuh pada
pasien dan keluarga tidak digunakan
secara konsisten
- Kesadaran pasien terhadap risiko
jatuh
- Implementasi model pengingat budaya organisasi
- Memastikan kepemimpinan organisasi yang kuat dan dukungan
staff untuk pencegahan jatuh
- Merevisi paket dan proses edukasi pencegahan jatuh pada
keluarga dan pasien, edukasi pencegahan jatuh harus spesifik
sesuai dengan kondisi pasien
- Memastikan semua pasien memperoleh edukasi pencegahan jatuh
- Standarisasi edukasi staf dan memastikan staff melakukan
edukasi dengan benar dan lengkap.
- Memastikan edukasi staf memperoleh edukasi pencegahan jatuh.
- Implementasi perjanjian pencegahan jatuh dengan pasien,
menekankan pada faktor risiko jatuh pasien
Isu medikasi
- Pasien sedang memperoleh satu atau
lebih obat yang meningkatkan risiko
jatuh
- Edukasi efek samping obat dan peningkatan risiko jatuh
- Menjadwalkan pemberian obat setidaknya dua jam sebelum tidur
Health Research & Educational Trust, 2016
Strategi Pencegahan Jatuh dengan
Hourly Rounding
Hourly rounding mengharuskan staf perawat untuk memeriksa pasien setiap
jangka waktu tertentu
Pasien yang berisiko terjatuh dipantau dan dinilai setiap jam untuk
memastikan kebutuhan pribadi terpenuhi
Memastikan lingkungan bebas dari hambatan untuk membantu mengurangi
kemungkinan mengalami cedera jatuh dan jatuh.
Hourly rounding dinilai sebagai strategi paling efektif untuk mencegah jatuh
pada pasien
Pengkajian
• Prinsip pengkajian pada pencegahan jatuh adalah mengidentifikasi risiko
• Pengkajian identifikasi risiko dapat dilakukan menggunakan instrument
pengkajian seperti Morse Fall Scale
• Pengkajian ulang merupakan hal yang sangat penting dilakukan dalam
protocol pencegahan jatuh
Morse Fall Scale
Morse Fall Scale merupakan alat pengkajian risiko
jatuh yang paling banyak digunakan
Morse Fall Scale dinilai mudah digunakan dan cepat
yaitu kurang dari 3 menit untuk mengkaji pasien
Reliabilitas 0,74; Specifitas 0,91; 0,94 negative
predictive value dann0,63 untuk positif predictive
value (Baek et al, 2013)
Riwayat Jatuh
• Sejarah jatuh: dinilai 25 jika pasien terjatuh saat masuk rumah sakit saat
atau jika ada riwayat langsung jatuh, seperti dari kejang atau gangguan
mobilitas sebelum masuk rumah sakit. Jika pasien belum pernah jatuh,
skornya adalah 0. Catatan: Jika pasien jatuh untuk pertama kalinya, maka
skornya langsung meningkat 25.
Diagnosis Sekunder
• Skor 15 jika lebih dari satu diagnosis medis tercantum pada rekam medis
pasien; jika tidak, skor 0.
Alat Bantu Berjalan
• Skor 0: jika pasien berjalan tanpa bantuan berjalan (bahkan jika dibantu
oleh perawat), menggunakan kursi roda, atau sedang beristirahat di
tempat tidur dan tidak bangun tidur sama sekali.
• Skor 15: Jika pasien menggunakan kruk, tongkat, atau alat bantu jalan
• Skor 30 : Jika pasien berjalan dengan meraba dinding atau furnitur untuk
dukungan,
Terapi Intravena
Gaya Berjalan
• Skor 0: Gaya berjalan normal ditandai oleh pasien berjalan dengan kepala
tegak, lengan berayun bebas di sisi, dan melangkah tanpa ragu-ragu
• Skor 10: Gaya berjalan lemah, ditandai pasien bungkuk namun mampu
mengangkat kepala saat berjalan tanpa kehilangan keseimbangan. Langkahnya
pendek dan pelan mungkin gemetar.
• Skor 20: Gaya berjalan yang terganggu, pasien mungkin mengalami kesulitan
naik dari kursi, mencoba bangkit dengan mendorong lengan kursi / atau
dengan memantul (yaitu, dengan menggunakan beberapa usaha untuk naik).
Kepala pasien turun, dan dia melihat ke bawah. Karena keseimbangan pasien
jelek, pasien menangkap perabotan, dukungan orang, atau bantuan berjalan
untuk mendapatkan dukungan dan tidak dapat berjalan tanpa bantuan ini.
Pasien juga dapat menunjukan langkah menyeret.
Status Mental
• Skor 0: Tanyakan kepada pasien, "Apakah Anda bisa pergi ke kamar
mandi sendirian atau apakah Anda memerlukan bantuan?”
• bandingkan dengan hasil observasi, jika sesuai pasien dinilai sebagai
"normal" dan diberi skor 0.
• Skor 15: Jika respons pasien tidak konsisten dengan perintah ambulasi di
kardex atau jika respons pasien tidak realistis, maka pasiennya dianggap
melebih-lebihkan kemampuannya sendiri dan atau lupa pada
Skoring
Skor
Intervensi
<25 risiko rendah
Standard good nursing care
25-45 risiko sedang
Implementasi pencegahan jatuh standar
Diagnosis: Risiko Jatuh
Definisi: Kerentanan terhadap peningkatan kemungkinan terjatuh yang dapat mengancam fisik dan mengganggu
kesehatan
• Faktor Risiko
• Merasakan nyeri pada ekstremitas
• Gangguan mendengar
• Mengantuk berkepanjangan
• Berkemih urgency
• Riwayat jatuh
• Riwayat penyakit akut
• Penurunan kekuaktan otot ekstremitas
• Usia >65 tahun
• Menggunakan alat bantu berjalan
• Prosthesis pada ekstremitas bawah
• Gangguan berjalan/gaya berjalan
• Penurunan fungsi kognitif
• Usia <2 tahun
• Paparan terhadap lingkungan yang tidak aman
• Pencahayaan yang tidak sufficien
• Pengaturan lingkungan yang tidak familiar
• Penggunaan restrain
• Kamar mandi yag tidak antislip
• Anemia
• Artritis
• Gangguan keseimbangan glukosa
• Gangguan mobilisasi
• Neuropati
• Inkontinensia
• Hipotensii
Outcome
Klien akan menunjukkan (berikan batasan spesifik waktu):
• Terbebas dari jatuh
• Mengubah lingkungan untuk meminimalisir jatuh
• Menjelaskan metode untuk mencegah cidera jatuh
Perencanaan
Menyusun asuhan keperawatan sesuai
dengan kondisi pasien
Kolaborasi dan komunikasi multidisiplin
Melibatkan pasien dalam asuhan
Intervensi berdasarkan NIC
a. Pencegahan jatuh
Definisi: melaksanakan pencegahan khusus dengan pasien yang memiliki risiko
cidera jatuh
b. Surveilance: Keamanan
Definisi: kegiatan pengumpulan, penginterpretasian dan pensintesisan data
pasien dalam rangka pengambilan keputusan klinis
c. Manajemen lingkungan: keselamatan
Definisi: memonitor dan memanipulasi lingkungan fisik untuk meningkatkan
Aktivitas Keperawatan: Pencegahan Jatuh
• Kaji faktor risiko, meliputi status mental, riwayat jatuh, gangguan mobilisasi, kondisi medis, alat bantu,
medikasi dan terapi yang diberikan pada pasien
• Komunikasikan hasil pengkajian pada pasien dan keluarga,
• Lakukan edukasi mengenai pencegahan jatuh dan cidera pada pasien dan keluarga
• Pasang gelang penanda risiko jatuh
• Bantu ambulasi pasien yang memiliki ketidakseimbangan
• Dukung paien untuk menggunakan tongkat atau walker dengan tepat
• Monitor kemampuan berpindah
• Gunakan teknik pemindahan pasien dari dank e kursi roda, tempat tidur, toilet dan lainnya dengan
tepat.
• Bantu pasien toileting
• Tingkatkan latihan fisik
Pencegahan Cidera Jatuh
• Batasi penggunaan restrain
• Gunakan matras lantai
• Pasang protector hip
• Gunakan alarm bed dan alarm kursi roda
• Kaji post-fall
Aktivitas Keperawatan Modifikasi Lingkungan
• Modifikasi lingkungan: dekatkan barang-barang pasien
• Sediakan tepat duduk toilet yang ditinggikan untuk memudahkan perpindahan
• Letakkan tempat tidur mekanik pada posisi paling rendah
• Sediakan tempat duduk dengan bean bag untuk membatasi pergerakan dengan
mudah
• Gunakan pegangan tangan dengan panjang dan tinggi yang tepat untuk mencega
jatuh dari tempat tidur sesuai kebutuhan
• Pastikan call light pasien aktif
Lakukan pengkajian ulang secara berkala/monitoring & hourly rounding
Pengkajian Ulang
Saat admission di ruangan
Setelah transfer
Apabila terjadi perubahan
status pasien
Perencanaan Intervensi sesuai MFS
(Morse, 1997)
Area pengkajian MFS
Intervensi
Riwayat jatuh
- Lakukan safety precaution
- Komunikasikan status risiko melalui asuhan keperawatan, pergantian shift
- Dokumentasikan semua kondisi saat jatuh
Diagnosis sekunder
- Pertimbangkan faktor yang meningkatkan risiko jatuh seperti kesakitan atau jadwal
medikasi, mual dan muntah dll.
Bantuan ambulasi
- Sediakan dan ajarkan alat bantu mobilisasi
- Konsultasikan pada fisioterapis
IV atau heparin
- Lakukan jadwal toileting
- Anjurkan pasien untuk meminta bantuan saat toileting
- Tinjau efek samping dari obat-obatan IV
Gait
- Bantu pasien mobilisasi
- Konsultasi ke fisioterapis
Status Mental
- Aktivasi alarm tempat tidur/ alarm kursi
- Tempatkan pasien di lokasi yang terlihat
- Dorong kehadiran keluarga
Evaluasi dan Dokumentasi
• Dokumentasi menunjukkan progress intervensi
• Mengkomunikasikan risiko jatuh pasien dengan professional kesehatan
• Komponen dokumentasi: implementasi yang dilakukan, hasil evaluasi
berdasarkan outcome indicator, kondisi pasien, rencana tindak lanjut
Kepustakaan
• Ackley, B. J., Ladwig, G. B., & Makic, M. B. (2017). Nursing Diagnosis Handbook: Evidence Based to Planning Care (11th ed.). Missouri: Elsevier.
• American Nurse Today. (2015). Focus ON...Falls prevention. Retrieved from https://americannursetoday.com/wp-content/uploads/2015/07/ant7-Falls-630_FULL.pdf
• Basran, J., Bernier, P., Davis, D., Dusek, B., Feldman, F., & Fraser, K. (2015). Reducing Falls and Injuries From Falls (Vol. 2013). Retrieved from http://www.patientsafetyinstitute.ca/en/About/Programs/SHN/Pages/default.aspx • Boye-doe, S. B. (2017). Improving Fall Prevention Strategies in an Acute- Care Setting. Walden University.
• Callis, N. (2016). Falls prevention: Identification of predictive fall risk factors. Applied Nursing Research, 29, 53–58. https://doi.org/10.1016/j.apnr.2015.05.007 • Chan, S. T. (2015). Fall Reduction with Nursing Interventions. University of San Francisco.
• Cox, J., Thomas-Hawkins, C., Pajarillo, E., DeGennaro, S., Cadmus, E., & Martinez, M. (2015). Factors associated with falls in hospitalized adult patients. Applied Nursing Research, 28(2), 78–82. https://doi.org/10.1016/j.apnr.2014.12.003
• Currie. (2008). Fall and Injury Prevention. In Currie L. Fall and Injury Prevention. In: Hughes RG, editor. Patient Safety and Quality: An Evidence-Based Handbook for Nurses. Rockville (MD): Agency for Healthcare Research and Quality (US); 2008 Apr.
Chapter 10. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.
• Dempsey, J. (2009). Nurses values, attitudes and behaviour related to falls prevention. Journal of Clinical Nursing, 18(6), 838–848. https://doi.org/10.1111/j.1365-2702.2008.02687.x
• Health Research & Educational Trust. (2016). Preventing Patient Falls : A Systematic Approach from Joint Commission Center for Transforming Healthcare Project. Health Research & Educational Trust. Chicago. Retrieved from www.hpoe.org • https://improvement.nhs.uk/uploads/documents/Falls_report_July2017.v2.pdf
• Jeffrey, C. (2017). Fall Prevention in a Neurological Care Unit. Walden University.
• Joint Commission International. (2013). Joint Commission International Accreditation Standards for Hospitals. Joint Commission International Accreditation Standards for Hospitals, 174–175. Retrieved from http://www.jointcommissioninternational.org/assets/3/7/Hospital-5E-Standards-Only-Mar2014.pdf
• Kiyoshi-teo, H. (2017). Fall prevention practice gap analysis : Aiming for targeted improvements. Medsurg Nursing, 26(5), 332–336.
• Koh, S. S. L., Manias, E., Hutchinson, A. M., Donath, S., & Johnston, L. (2008). Nurses â€TMperceived barriers to the implementation of a Fall Prevention Clinical Practice Guideline in Singapore hospitals. Biomed Central, 10, 1–10.
https://doi.org/10.1186/1472-6963-8-105
• Kuwaiti, A. Al, & Subbarayalu, A. V. (2017). Reducing patients’ falls rate in an Academic Medical Center (AMC) using Six Sigma “DMAIC” approach. International Journal of Health Care Quality Assurance, 30(4), 373–384. https://doi.org/10.1108/IJHCQA-03-2016-0030
• Loganathan, A., Ng, C. J., Tan, M. P., & Low, W. Y. (2015). Barriers faced by healthcare professionals when managing falls in older people in Kuala Lumpur, Malaysia: A qualitative study. BMJ Open, 5(11), 1–10. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2015-008460
• Lytle, K. S., Short, N. M., Richesson, R. L., & Horvath, M. M. (2015). Clinical decision support for nurses a fall risk and prevention example. CIN: Computers, Informatics, Nursing, 33(12), 530–537. https://doi.org/10.1097/CIN.0000000000000192
• Mitchell, R. (2017). Hourly rounding: a fall prevention strategy in long-term care. Walden University.
• Montalvo, I. (2007). The National Database of Nursing QUality Indicators. Online Journal of Issues in Nursing, 12(3).
• Morello, R. T., Barker, A. L., Ayton, D. R., Landgren, F., Kamar, J., Hill, K. D., … Stoelwinder, J. (2017). Implementation fidelity of a nurse-led falls prevention program in acute hospitals during the 6-PACK trial. BMC Health Services
Research, 17(383), 1–10. https://doi.org/10.1186/s12913-017-2315-z
• Morse, J. (1997). Preventing Fall. Canada: Sage Publishing Co. Retrieved from http://www.brighamandwomens.org/Medical_Professionals/nursing/nursinged/Medical/FALLS/Fall TIPS Toolkit_MFS Training Module.pdf • NHS. (2017). The incidence and costs of inpatient falls in hospitals. Retrieved from https://improvement.nhs.uk/resources/incidence-and-costs-inpatient-falls-hospitals/%0Ahttp://www.webcitation.org/6tSUIS5s9
• Patient Safety Network.(2017). https://psnet.ahrq.gov/primers/primer/40/falls diakses 11/1/2018
• Stenberg, M., & Wann-Hansson, C. (2011). Health care professionals’ attitudes and compliance to clinical practice guidelines to prevent falls and fall injuries. Worldviews on Evidence-Based Nursing, 8(2), 87–95. https://doi.org/10.1111/j.1741-6787.2010.00196.x
• Thirumalai, A. (2010). Nursing compliance with standard fall prevention protocol among acute care hospital nurses.
• Toye, C., Kitchen, S., Hill, A., Edwards, D., Sin, M., & Maher, S. (2017). Piloting staff education in Australia to reduce falls in older hospital patients experiencing delirium. Nursing and Health Sciences, 19(1), 51–58. https://doi.org/10.1111/nhs.12300