• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN 2. TEORITIS. Febri Safitri Sihombing

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1. PENDAHULUAN 2. TEORITIS. Febri Safitri Sihombing"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Hal: 198-202

Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Pada Tanaman Nanas Dengan

Menggunakan Metode Clustering

Febri Safitri Sihombing

Prodi Teknik Informatika,Universitas Budi Darma, Medan, Indonesia E-mail: [email protected]

Abstrak

Tanaman nanas salah satu tanaman yang disukai masyarakat Indonesia, tanaman nanas mempunyai

pertumbuhan/perkembangbiakan yang mudah ,didalam menanam nanas tak jarang petani nanas resah akan hama dan penyakit yang tiba-tiba datang dan membuat tanaman nanas rusak/ gagal panen. Adapun penyakit tanaman nanas yaitu busuk pada akar penyakit ini menyebabkan daun bagian bawah bercak-bercak kekuninngan dan menjalar kesemua daun, dan dapat menyebabkan kematian pada tanaman nanas, busuk pangkal buah yang bergejalah seperti bercak-bercak putih dan busuk lunak, gulma (Dapat menyebabkan menghambatnya pertumbuhan/kerdil). Gangguan penyakit pada tanaman nanas yang disebabkan oleh mikro organisme (virus, bakteri, protozoa, jamur). Penyebaran penyakit pada tanaman nanas biasanya melalui air, serangga dan faktor lingkungan (suhu dan udara), sehingga para petani perlu untuk mendiagnosa ganggguan yang menyerang tanaman nanas tersebut, sehingga perlu diambil keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut, karena jika terjadi kesalahan dalam mendiagnosa, maka bukan saja akan membuat biaya pestisida membengkak, tetapi juga dapat mengakibatkan tanaman nanas mati, sehingga menjadi gagal panen. Dalam uraian diatas maka metode Clustering dapat mengatasi kesalahan-kesalahan yang terjadi selama ini. Dengan mendiagnosa dari beberapa gejala yang akan diberikan nilai bobot pada masing-masing gejala. Kemudian melakukan perhitungan dengan menggunakan metode Clustering terhadap gejala tersebut, maka akan didapatkan penyakit yang tepat. Sehingga metode ini sesuai menjadi pakar dalam menentukan penyakit Pada Tanaman Nanas.

Kata Kunci: Sistem Pakar, Tanaman Nanas, Clustering

1. PENDAHULUAN

Seiring dengan semakin berkembangnya pengetahuan, teknologi komputer juga mengalami kemajuan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini ditandai dengan berkembangnya teknologi yang mampu membantu proses dan cara berpikir manusia yang disebut sebagai artificial intelligence atau lebih dikenal dengan istilah kecerdasan buatan. Salah satu aplikasi dari artificial intelligence adalah expert system

atau yang lebih dikenal dengan sebutan sistem pakar. Sistem pakar memiliki kemampuan untuk menerapkan suatu dasar pengetahuan (knowledge base) yang diperoleh melalui penginputan data dari kemampuan para pakar dalam suatu bidang tertentu.

Tanaman nanas salah satu tanaman yang disukai masyarakat Indonesia, tanaman nanas mempunyai pertumbuhan/perkembangbiakan yang mudah ,didalam menanam nanas tak jarang petani nanas resah akan hama dan penyakit yang tiba-tiba datang dan membuat tanaman nanas rusak/ gagal panen. Adapun penyakit tanaman nanas yaitu busuk pada akar penyakit ini menyebabkan daun bagian bawah bercak-bercak kekuninngan dan menjalar kesemua daun, dan dapat menyebabkan kematian pada tanaman nanas, busuk pangkal buah yang bergejalah seperti bercak-bercak putih dan busuk lunak, gulma (Dapat menyebabkan menghambatnya pertumbuhan/kerdil).

Diagnosa proses yang dilakukan untuk mengenali atau mengetahui terdapatnya keadaan yang tidak wajar atau alamiah dan meneliti adanya abnormalitas serta menetapkan untuk membuat rencana pada suatu penyakit. Sistem pakar merupakan salah satu pemecahan yang potensial untuk mengatasi masalah diagnosa penyakit pada tanaman nanas. Dengan sistem pakar dapat mempermudah kerja atau bahkan mengganti tenaga ahli, menggabungkan ilmu dan

pengalaman dari beberapa tenaga ahli, dan menyediakan keahlian yang diperlukan suatu proyek yang tidak memiliki tenaga ahli.

Clustering merupakan proses partisi satu objek data ke dalam himpunan bagian yang disebut dengan cluster. Objek yang di dalam cluster memiliki kemiripan karakteristik antar satu sama lainnya dan berbeda dengan cluster yang lain. Partisi tidak dilakukan secara manual melainkan dengan suatu algoritma clustering. Oleh karena itu, clustering sangat berguna dan bisa menemukan group atau kelompokyang tidak dikenal dalam data.

Perkembangan teknologi sekarang ini telah banyak menunjukkan kemajuan yang luar biasa, komputer digunakan untuk membantu pekerjaan manusia dalam hampir di berbagai bidang. Oleh karena itu maka peneliti merancang dan mengimplementasikan sistem pakar yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut.

2. TEORITIS

2.1 Pengertian Sistem Pakar

Sistem pakar adalah salah satu bentuk aplikasi dari Artificial Intellegence yang merupakan suatu program komputer yang dirancang berdasarkan pengetahuan (knowledge-based system) dan kaidah-kaidah dan mampu bertindak menyerupai atau sama dengan seorang pakar. Hal ini pada awalnya bertolak dari keinginan manusia untuk mengetahui cara kerja otak manusia itu sendiri, dengan demikian timbul teori tentang berpikir, sehingga seorang berusaha keras membuat model tersebut. Jika diperhatikan, pada dasarnya seseorang sebenarnya sudah merupakan sebuah sistem pakar, sehingga proses pengembangan sistem pakar tidal lain adalah proses transfer kepakaran seorang ahli dalam sistem komputer.

(2)

Untuk melakukan hal tersebut tidakbegitu saja dilakukan, tetapi diperlukan sebuah alat pembangun khusus untuk mengembangkan sistem pakar itu kemudian pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki oleh seorang ahli tersebut serta ditambah referensi lain dimasukkan kedalam basis data komputer tersebut sebagai basis pengetahuan [1].

2.2 Tanaman Nanas

Penyakit tanaman adalah gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh mikro organisme (virus, bakteri, protozoa, jamur). Penyebaran penyakit pada tanaman nanas biasanya melalui air, serangga dan faktor lingkungan (suhu dan udara), sehingga para petani perlu untuk mendiagnosa ganggguan yang menyerang tanaman nanas tersebut, sehingga perlu diambil keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut, karena jika terjadi kesalahan dalam mendiagnosa, maka bukan saja akan membuat biaya pestisida membengkak, tetapi juga dapat mengakibarkan tanaman nanas mati, sehingga menjadi gagal panen.

2.3 Metode Clustering

Clustering merupakan proses partisi satu objek data ke dalam himpunan bagian yang disebut dengan cluster. Objek yang di dalam cluster memiliki kemiripan karakteristik antar satu sama lainnya dan berbeda dengan cluster yang lain.

Metode clustering juga harus dapat mengukur kemampuannya sendiri dalam usaha untuk menemukan suatu pola tersembunyi pada data yang sedang diteliti. Terdapat berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengukur nilai kesamaaan antar objek-objek yang dibandingkan. Salah satunya ialah dengan weighted

Euclidean Distance. Euclidean distance menghitung

jarak dua buah point tersebut [1].Berikut formula yang digunakan untuk menghitung jarak dengan Euclidean Distance :

Di mana:

N = Jumlah record data K = Ukuran file data r = 2

μk = Bobot field yang diberikan user

Jarak adalah pendekatan yang umum dipakai untuk menentukan kesamaan atau ketidaksamaan dua vektor fitur yang dinyatakan dengan ranking. Apabila nilai ranking yang dihasilkan semakin kecil nilainya maka semakin dekat/tinggi kesamaan antara kedua vektor tersebut. Teknik pengukuran jarak dengan metode Euclidean menjadi salah satu metode yang paling umum digunakan. Pengukuran jarak dengan metode euclidean dapat dituliskan dengan persamaan berikut:

Dimana v1 dan v2 adalah dua vektor yang jaraknya akan dihitung dan N menyatakan panjang vektor.

3. ANALISA

Analisa terhadap suatu sistem dilakukan sebelum tahapan perancangan dilakukan. Tujuan diterapkannya analisis terhadap suatu sistem adalah untuk mengetahui alasan mengapa sistem itu diperlukan, sehingga fungsi yang terdapat didalam sistem tersebut diperlukan, sehingga fungsi yang terdapat didalam sistem tersebut bekerjasama secara optimal. Salah satu unsur pokok yang harus dipertimbangkan dalam tahapan analisis sistem ini yaitu masalah perangkat lunak, karena perangkat lunak yang digunakan haruslah sesuai dengan masalah yang akan diselesaikan.

Berikut ini adalah analisis gejala-gejala umum yang terdapat pada penyakit tanaman nanas, dapat dilihat pada tabel 1 gejala beikut ini :

Tabel 1 Gejala Penyakit Tanaman Nanas

No. Data Gejala Kode

Gejala

1. Pada daun terjadi perubahan warna hijau

belang-belang kuning.

G1

2. Daun0daun muda mudah dicabut. G2

3. Bagian pangkalnya membusuk. G3

4. Bagian pangkal, daun, buah, dan bibit

menampakkan gejala busuk lunak berwarna coklat atau hitam.

G4

5. Berbau khas. G5

6. Bercak-bercak putih kekuningan. G6

Berikut ini merupakan basis yang berisikan jenis penyakit dan gejala penyakit tanaman nanas dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini :

Tabel 2 Data Penyebab & Data Gejala

No Data

Penyebab Data Gejala

1. Gejala

busuk akar

1. Pada daun terjadi perubahan warna

hijau belang-belang kuning.

2. Daun-daun muda mudah dicabut.

3. Bagian pangkalnya membusuk dengan

bau busuk berwarna coklat.

2. Busuk

pangkal

1. Bagian pangkal, daun, buah, dan bibit

menampakkan gejala busuk lunak berwarna coklat atau hitam.

2. Berbau khas.

3. Bercak-bercak putih kekuningan.

3.1 Analisa Metode Clustering

Adapun analisa terhadap sistem pakar yang akan dibangun menerapkan metode clustering. Teori custering merupakan proses partisi satu objek data kedalam himpunan bagian yang disebut dengan cluster. Objek yang didalam cluster memiliki kemiripan karakteristik antara satu sama lainnya dan berbeda dengan cluster yang lain.

Metode clustering juga harus dapat mengukur kemampuannya sendiri dalam usaha untuk menemukan suatu pola tersembunyi pada data yang sedang diteliti. Terdapat berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengukur nilai kesamaan antar objek-objek yang

(3)

Hal: 198-202 dibandingkan. Salah satunya ialah dengan weighted

Euclidean Distance. Euclidean Distance menghiting

jarak dua buah point dengan mengetahui nilai dari masing-masing atribut pada kedua poin tersebut. Berikut formula yang digunakan untuk menghitung jarak dengan Euclidean Distance :

Jarak adalah pendekata yang umum dipakai untuk menetukan kesamaan atau ketidak samaan dua vektor fitur yang dinyatakan dengan rangking. Apabila nilai rangking yang dihasilkan sama kecil nilainnya maka semakin dekat / tinggi kesamaan antara kedua vektor tersebut. Teknik pengukuran jarak dengan metode Euclidean menjadi salah satu metode yang paling umum digunakan.

Data sampel tanaman nanas yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 10 dengan fitur X yaitu data pertama dan Y yaitu data kedua dengan rincian pada Tabel dibawah ini :

Tabel 3 Data Sampel Tanaman Nanas

Sampel Attribut / fitur X Y 1 5,09 5,80 2 3,24 5,90 3 1,68 4,90 4 1,00 3,17 5 1,48 1,38 6 2,91 0,20 7 4,76 0,10 8 6,32 1,10 9 7,00 2,83 10 6,52 4,62

Akan dilakukan pemartisian data terhadap data diatas sebanyak 2 partisi, maka tahapannya dalah sebagai berikut :

a. K = 2, (K = Jumlah Cluster)

Nilai awal centroid (1.48,1.38) untuk partisi 0, dan centroid (4.76,0.10) untuk partisi 1

b. Maka perhitungan Euclidean Distance adalah dimana p adalah data, c adalah centroid, n adalah jumlah data, i adalah iterasi.

c. Hasil perhitungan jarak minimum A adalah

d. Hasil perhitungan jarak minimum B adalah

e. Hasil perhitungan jarak keseluruhan Tabel 4 Jarak Keseluruhan

Sampel X Y A 5,707 5,710 B 4,851 5,996 C 3,526 5,703 D 1,853 4,854 E 0,000 3,521 F 1,854 1,853 G 3,521 0,000 H 4,848 1,853 I 5,707 3,531 J 5,992 4,851

f. Hasil perhitungan partisi diambil dari jarak minimum, sehingga didapat sebagai berikut : Contoh pada A, X = 5.707 lebih kecil dari Y = 5.710, maka A termasuk ke dalam Cluster 0. Begitu juga dengan F, X = 1.854 lebih besar dari Y = 1.853, maka B masuk ke dalam Cluster 1.

Tabel 5 Nilai Cluster

Sampel Cluster 0 Cluster 1

A 1 0 B 1 0 C 1 0 D 1 0 E 1 0 F 0 1 G 0 1 H 0 1 I 0 1 J 0 1

g. Setelah data di partisi, maka selanjutnya nilai centroid harus dihitung ulang untuk menentukan jarak minimum yang baru, berikut perhitungan centroid baru :

h. Hitung jarak minimumnya kembali dengan menggunakan centroid yang baru, sehingga di dapat hasilnya sebagai berikut.

Tabel 6 Nilai Jarak Minimum

Sampel X Y A 3,030 4,051 B 1,827 4,709 C 1,057 4,940 D 1,835 4,715 E 3,026 4,041 F 4,051 3,030 G 4,709 1,827 H 4,940 1,057 I 4,715 1,835 J 4,041 3,026

i. Klasifikasikan kembali data berdasar jarak minimum diatas.

Tabel 7 Klasifikasi Nilai Jarak Minimum

Sampel Cluster 0 Cluster 1

(4)

B 1 0 C 1 0 D 1 0 E 1 0 F 0 1 G 0 1 H 0 1 I 0 1 J 0 1

Karena tidak ada data yang berpindah ke cluster yang berbeda, sehingga iterasi kita cukupkan sampai dengan nilai centroid akhir : (2.50,4.23), (5.50,1.77).

4. IMPLEMENTASI

Implementasi sistem program ini mencakup spesifikasi kebutuhan perangkat keras (hardware) dan spesifikasi perangkat lunak (software).

4.1 Pengujian Program

Tampilan dalam pengujian program merupakan tampilan halaman yang muncul pertama sekali pada saat sistem dijalankan.

a. Form Menu Utama

Halaman ini digunakan sebagai tempat untuk menampung semua pilihan-pilihan yang terdapat didalam sistem yang dirancang. Dalam menu utama terdapat menu Data, Konsultasi dan Menu Keluar.

Gambar 1 Tampilan Menu Utama b. Form Gejala

Form gejala adalah adalah tampilan untuk menginputkan data-data gejala pada yang ingin diproses kedalam database. Adapun tampilan dari form gejala adalah seperti terlihat pada gambar berikut :

Gambar 2 Tampilan Gejala

c. Form Data Penyakit

Form data penyakit adalah tampilan untuk menginputkan data-data penyakit pada yang ingin diproses kedalam database. Adapun tampilan dari form data penyakit adalah seperti terlihat pada gambar berikut :

Gambar 3 Tampilan Data Penyakit

5. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penilitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

a. Telah berhasil dibangun aplikasi sistem pakar tanaman nanas yang dibuat sebagai sarana penunjang untuk membantu masyarakat umum dan petani dalam mengidentifikasi penyakit tanaman nanas yang disebabkan oleh mikro organisme (virus, bakteri, protozoa, jamur) berdasarkan gejala-gejala yang diberikan.

b. Sistem pakar yang dibangun dapat bermanfaat bagi masyarakat umum dan petani untuk mengetahui informasi tentang penyakit tanaman nanas.

c. Hasil pengujian fungsional menunjukan bahwa sistem pakar yang dibangun telah berjalan sesuai yang diterapkan.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Tiya Oviana, Titik Nur Aeny & Joko Prasetyo, “Isolasi Dan Karakterisasi Penyebab Penyakit Busuk Buah Pada Tanaman Nanas (Ananas Comosus [L] Merr)” Vol.3, No.2: 220-225, Mei 2015.

[2] Brima Surya Prayoga, Nadhira Nanda Fatriani, Kusnawi, “Penerapan Metode K-Means Cluster Analisis Untuk Mendeteksi Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Melon” 2014.

[3] Silvi Agustina, Dhimas Yhudo, Hadi Santoso, Nofiadi Marnasusanto, Arif Tirtana, Fakhris Khusnu, “Clustering Kualitas Beras Berdasarkan Ciri Fisik” Malang.

(5)

Hal: 198-202 [4] Siti Hadianti, “Sistem Pakar Diagnosis Jenis

Jerawat Pada Wajah Menggunkan Metode K-Means Clustering” Tanjungpura.

[5] Muhammad Arhami, “Konsep Dasar Sistem Pakar”, 2005.

[6] A.S.Rosa dan Shalahuddin. M, 2013, “Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur”, Andi, Yogyakarta. [7] Aditya, Arifif Primananda, 2013, “Dasar-Dasar

Pemrograman Database Dekstop Dengan Visual Basic.Net 2008”, PT.Elex Media Komputindo, Jakarta

Gambar

Tabel 5 Nilai Cluster
Gambar 2 Tampilan Gejala

Referensi

Dokumen terkait

Jika pola penanaman dengan tumpangsari maka jarak tanam digunakan jarak agak lebar misalnya 2.0 m x 3.0 m Tanaman jarak dapat pula ditanam diantara tanaman keras yang lain

Mengacu pada permasalahan Algoritma ID3 (Iterative Dichotomiser 3) pada sistem pendeteksi penyakit tanaman karet, maka dapat diambil kesimpulan : 1) berdasarkan

Karakteristik media tanam yang baik untuk budidaya tanaman anggrek, yaitu tidak mudah lapuk, tidak mudah menjadi sumber penyakit, memiliki daya aerasi atau penyerapan air yang

Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana membantu petani karet mendeteksi penyakit pada tanaman karet ( Hevea brasiliensis ) dengan merancang

Penyakit yang disebabkan oleh cendawan patogen yang menyerang tanaman tomat yaitu busuk daun, Penyakit busuk buah, batang dan layu Fusarium.Tujuan dalam penelitian ini

 Penelitian ttg perlakuan suhu rendah terhadap berbagai bagian tanaman menunjukkan bahwa perlakuan terhadap pucuk adalah satu-satunya yang dapat menginduksi pembungaan. 

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,