• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemetaan Pemerataan Pendidikan Menggunakan Self Organizing Maps (SOM) Terintegrasi Sistem Informasi Geografis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemetaan Pemerataan Pendidikan Menggunakan Self Organizing Maps (SOM) Terintegrasi Sistem Informasi Geografis"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 3.2. Kerangka Sistem
Tabel 4.3. Data Aktual
Gambar 4.6 Perbandingan Data Aktual dan Data Latih 44344434444433434444444444444444BinuangAnreapiTapangoMapilliWono…Campal…TutarAluLuyoBalanipaMatakaliPolewaliBuloMatan…LimboroTinamb…
Gambar 4.8 Perubahan Kelas pada 35 Data Latih  Dari  gambar  4.8  dapat  dilihat  bahwa  terdapat  5  data  yang  perubahan  kelasnya  melangkah  sebanyak  1  range,  4  data  perubahan  kelas  dari  AB  menjadi  B  dan  1  data  dari  kelas B menjadi AB

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemetaan profil kecamatan di Kabupaten Sragen dilakukan dengan menggunakan algoritma

Peta digital yang memiliki data kecamatan yang terdapat sentra mangga gedong gincu selanjutnya dilakukan bloking warna untuk menandakan area produksi mangga gedong

Jumlah titik LPS ilegal yang ditemukan pada 12 desa dalam 4 kecamatan di wilayah penelitian sebanyak 52 titik, pengambilan data tersebut dilakukan dengan cara

Berdasarkan histogram jumlah TPS ilegal terhadap jenis peruntukan lahan (Gambar 3.2 (b)), menunjukkan bahwa jumlah lokasi TPS ilegal pada 7 kecamatan yang berada di Kabupaten

Berdasarkan data dalam Tabel 24, terlihat bahwa Kecamatan Sumedang Selatan (401,17 Ha) memiliki luas wilayah sangat berisiko terhadap tanah longsor yang lebih luas

Gambar 4 Tampilan Halaman Login SIG Pemetaan Daerah Rawan Begal di Kota Lhokseumawe Berdasarkan gambar 4, data login yang harus di di isi oleh admin adalah memasukkan email dan

Informasi jumlah IKM berdasar komoditi PEMBAHASAN Aplikasi Pemetaan IKM Bantul dibangun sesuai dengan diagram alir data yang dapat dilihat pada Gambar Gambar 6 Diagram konteks

Khsuusnya pengelolaan data stunting belum adanya aplikasi atau sisten informasi yang tersedia dan terintegrasi antara desa dengan kecamatan sehingga terdapat kesulitan pada saat