PETUNJUK TEKNIS
PETUNJUK TEKNIS
BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS)
BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS)
SEKOLAH MENENGAH ATAS
SEKOLAH MENENGAH ATAS
TAHUN 2013
TAHUN 2013
PENGANTAR
PENGANTAR
Dalam rangka pelaksanaan Program Pendidikan Menengah Universal (PMU), Kementerian Dalam rangka pelaksanaan Program Pendidikan Menengah Universal (PMU), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SMA Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SMA di seluruh Indonesia. Program BOS SMA yang merupakan program utama (
di seluruh Indonesia. Program BOS SMA yang merupakan program utama (icon)icon)PMU ini diharapkanPMU ini diharapkan mampu membantu memenuhi biaya operasional sekolah dan memberikan layanan pendidikan yang mampu membantu memenuhi biaya operasional sekolah dan memberikan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu terutama bagi siswa
terjangkau dan bermutu terutama bagi siswa miskin.miskin.
BOS SMA adalah program Pemerintah berupa pemberian dana langsung ke sekolah dimana besaran BOS SMA adalah program Pemerintah berupa pemberian dana langsung ke sekolah dimana besaran dana bantuan yang diterima sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa masing-masing sekolah dan dana bantuan yang diterima sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa masing-masing sekolah dan satuan biaya (
satuan biaya (unit cost unit cost ) bantuan. Dana BOS SMA digunakan untuk membantu sekolah memenuhi) bantuan. Dana BOS SMA digunakan untuk membantu sekolah memenuhi biaya operasional sekolah non personalia.
biaya operasional sekolah non personalia.
Sebagai wujud keberpihakan terhadap siswa miskin atas pengalokasian dana BOS SMA tersebut, Sebagai wujud keberpihakan terhadap siswa miskin atas pengalokasian dana BOS SMA tersebut, sekolah diwajibkan untuk membebaskan (
sekolah diwajibkan untuk membebaskan ( fee waive fee waive) dan/atau membantu () dan/atau membantu (discount fee) siswa miskindiscount fee) siswa miskin dari kewajiban membayar iuran sekolah dan biaya-biaya untuk kegiatan ekstrakulikuler siswa. dari kewajiban membayar iuran sekolah dan biaya-biaya untuk kegiatan ekstrakulikuler siswa. Jumlah siswa yang dibebaskan atau mendapat keringanan biaya pendidikan menjadi kebijakan Jumlah siswa yang dibebaskan atau mendapat keringanan biaya pendidikan menjadi kebijakan (diskresi) sekolah dengan mempertimbangkan faktor jumlah siswa miskin yang ada, dana yang (diskresi) sekolah dengan mempertimbangkan faktor jumlah siswa miskin yang ada, dana yang diterima dan besarnya biaya sekolah.
diterima dan besarnya biaya sekolah.
Pada tahun 2013 ini, dialokasikan dana BOS SMA sebesar Rp. 2,118 triliun untuk 4,23 juta
Pada tahun 2013 ini, dialokasikan dana BOS SMA sebesar Rp. 2,118 triliun untuk 4,23 juta siswasiswa SMA. Bantuan disalurkan oleh Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan SMA. Bantuan disalurkan oleh Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan langsung ke sekolah. Pelaksanaan program Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan langsung ke sekolah. Pelaksanaan program BOS SMA mengikuti pedoman yang disusun oleh Pemerintah, dengan mengutamakan konsep BOS SMA mengikuti pedoman yang disusun oleh Pemerintah, dengan mengutamakan konsep manajemen
manajemen berbasis berbasis sekolah sekolah (MBS) (MBS) yaitu yaitu dilaksanakan dilaksanakan secara secara swakelola swakelola dan dan partisipatif,partisipatif, transparan, akuntabel, demokratis, efektif efisien, tertib administrasi dan pelaporan, serta saling transparan, akuntabel, demokratis, efektif efisien, tertib administrasi dan pelaporan, serta saling percaya.
percaya.
Kami menyadari bahwa petunjuk teknis ini masih memerlukan penyempurnaan secara berkala, Kami menyadari bahwa petunjuk teknis ini masih memerlukan penyempurnaan secara berkala, namun demikian kami berharap dapat memberikan layanan pendidikan menengah yang terjangkau namun demikian kami berharap dapat memberikan layanan pendidikan menengah yang terjangkau dan bermutu bagi seluruh siswa.
dan bermutu bagi seluruh siswa.
Jakarta, April 2013 Jakarta, April 2013
Direktur Pendidikan Menengah Atas, Direktur Pendidikan Menengah Atas,
Ir. Harris Iskandar, Ph.D Ir. Harris Iskandar, Ph.D NIP. 19620429 198601 1 001 NIP. 19620429 198601 1 001
DESKRIPSI PROGRAM
DESKRIPSI PROGRAM
A. A. NAMANAMA PROGRAM PROGRAM:: Bantuan Operasional Sekolah Menengah AtasBantuan Operasional Sekolah Menengah Atas (BOS SMA)
(BOS SMA)
B.
B. PENGERTIAN PENGERTIAN :: 1.1. BOS SMA adalah program Pemerintah berupaBOS SMA adalah program Pemerintah berupa pemberian dana langsung ke SMA baik Negeri pemberian dana langsung ke SMA baik Negeri maupun Swasta dimana besaran dana bantuan maupun Swasta dimana besaran dana bantuan yang diterima sekolah dihitung berdasarkan jumlah yang diterima sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa masing-masing sekolah dan satuan biaya siswa masing-masing sekolah dan satuan biaya ((unit cost unit cost ) bantuan;) bantuan;
2.
2. Dana BOS SMA digunakan untuk membantuDana BOS SMA digunakan untuk membantu sekolah memenuhi biaya operasional non sekolah memenuhi biaya operasional non personalia;
personalia; 3.
3. BOS SMA memberikan dana untuk membantuBOS SMA memberikan dana untuk membantu sekolah memenuhi biaya operasional sekolah. sekolah memenuhi biaya operasional sekolah. Sebagai wujud keberpihakan terhadap siswa miskin Sebagai wujud keberpihakan terhadap siswa miskin atas pengalokasian dana bantuan operasional atas pengalokasian dana bantuan operasional sekolah tersebut, sekolah diwajibkan untuk sekolah tersebut, sekolah diwajibkan untuk membebaskan (
membebaskan ( fee fee waivewaive) dan/atau membantu) dan/atau membantu ((discount feediscount fee) siswa miskin dari kewajiban) siswa miskin dari kewajiban membayar iuran sekolah dan biaya-biaya untuk membayar iuran sekolah dan biaya-biaya untuk kegiatan ekstrakulikuler siswa;
kegiatan ekstrakulikuler siswa; 4.
4. Jumlah siswa yang dibebaskan atau mendapatJumlah siswa yang dibebaskan atau mendapat keringanan biaya pendidikan menjadi kebijakan keringanan biaya pendidikan menjadi kebijakan (diskresi) sekolah dengan mempertimbangkan (diskresi) sekolah dengan mempertimbangkan faktor jumlah siswa miskin yang ada, dana yang faktor jumlah siswa miskin yang ada, dana yang diterima dan besarnya biaya sekolah.
diterima dan besarnya biaya sekolah.
C.
C. TUJUAN TUJUAN :: Mewujudkan layanan pendidikan yang terjangkau danMewujudkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu bagi semua lapisan masyarakat, sedangkan bermutu bagi semua lapisan masyarakat, sedangkan secara khusus bertujuan:
secara khusus bertujuan: 1.
1. Membantu biaya operasional sekolah.Membantu biaya operasional sekolah. 2.
2. Mengurangi angka putus sekolah SMA.Mengurangi angka putus sekolah SMA. 3.
3. Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) siswaMeningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa SMA
D.
D. SASARAN SASARAN :: Sasaran program adalah SMA Negeri dan Swasta diSasaran program adalah SMA Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia. Besar bantuan per sekolah seluruh Indonesia. Besar bantuan per sekolah diperhitungkan berdasarkan jumlah siswa, dengan diperhitungkan berdasarkan jumlah siswa, dengan rincian sebagai berikut:
rincian sebagai berikut:
-- Tahap I: 4.072.860 siswa;Tahap I: 4.072.860 siswa; -- Tahap II: 4.235.774 siswa.Tahap II: 4.235.774 siswa.
E.
E. SATUAN SATUAN BIAYA BIAYA :: Tahap I: Rp. 60.000 (enam puluh ribu rupiah) perTahap I: Rp. 60.000 (enam puluh ribu rupiah) per siswa/semester
siswa/semester
Tahap II: Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah) per Tahap II: Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah) per siswa/semester siswa/semester F. F. PEMANFAATANPEMANFAATAN DANA DANA
:: BOS SMA digunakan sekolah untuk membantuBOS SMA digunakan sekolah untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya operasional sekolah non memenuhi kebutuhan biaya operasional sekolah non personalia sesuai dengan Permendiknas No. 69 Tahun personalia sesuai dengan Permendiknas No. 69 Tahun 2009, meliputi antara lain:
2009, meliputi antara lain:
1.
1. Pembelian / penggandaan buku teks pelajaran;Pembelian / penggandaan buku teks pelajaran; 2.
2. Pembelian alat tulis sekolah yang digunakanPembelian alat tulis sekolah yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran;
untuk kegiatan pembelajaran; 3.
3. Penggandaan soal dan penyediaan lembarPenggandaan soal dan penyediaan lembar jawaban siswa dalam kegiatan ulangan dan ujian; jawaban siswa dalam kegiatan ulangan dan ujian; 4.
4. Pembelian peralatan pendidikan;Pembelian peralatan pendidikan; 5.
5. Pembelian bahan habis pakai;Pembelian bahan habis pakai; 6.
6. Penyelenggaraan Penyelenggaraan kegiatan kegiatan pembinaanpembinaan siswa/ekstrakulikuler;
siswa/ekstrakulikuler; 7.
7. Pemeliharaan dan perbaikan ringan saranaPemeliharaan dan perbaikan ringan sarana prasarana sekolah;
prasarana sekolah; 8.
8. Langganan daya dan jasa lainnya;Langganan daya dan jasa lainnya; 9.
9. Kegiatan penerimaan siswa baru;Kegiatan penerimaan siswa baru; 10.
10. Penyusunan dan pelaporan;Penyusunan dan pelaporan;
Sebagai wujud keberpihakan terhadap siswa miskin Sebagai wujud keberpihakan terhadap siswa miskin atas pengalokasian dana bantuan operasional sekolah atas pengalokasian dana bantuan operasional sekolah tersebut, sekolah diwajibkan untuk membebaskan tersebut, sekolah diwajibkan untuk membebaskan (( fee fee waivewaive) dan/atau membantu () dan/atau membantu (discount feediscount fee) siswa) siswa miskin dari kewajiban membayar iuran sekolah dan miskin dari kewajiban membayar iuran sekolah dan biaya-biaya untuk kegiatan ekstrakulikuler siswa
biaya-biaya untuk kegiatan ekstrakulikuler siswa
G.
G. PERSYARATANPERSYARATAN PENERIMA PENERIMA
:: 1.1. Penerima dana program BOS SMA adalah SMAPenerima dana program BOS SMA adalah SMA Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia.
Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia. 2.
2. Sekolah penerima dana BOS SMA berkewajibanSekolah penerima dana BOS SMA berkewajiban untuk mengisi data individual sekolah menengah untuk mengisi data individual sekolah menengah secara on line melalui website: secara on line melalui website: http://pendataan.dikmen.kemdikbud.go.id
http://pendataan.dikmen.kemdikbud.go.id 3.
3. Sebagai wujud keberpihakan terhadap siswaSebagai wujud keberpihakan terhadap siswa miskin atas pengalokasian dana BOS SMA,
miskin atas pengalokasian dana BOS SMA, sekolahsekolah diwajibkan untuk membebaskan (
diwajibkan untuk membebaskan ( fee fee waivewaive)) dan/atau membantu (
biaya-biaya untuk kegiatan ekstrakulikuler siswa; biaya-biaya untuk kegiatan ekstrakulikuler siswa; 4.
4. Semua sekolah yang menerima dana BOS SMASemua sekolah yang menerima dana BOS SMA harus mengikuti pedoman BOS SMA yang telah harus mengikuti pedoman BOS SMA yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.
ditetapkan oleh Pemerintah. 5.
5. Sekolah yang menolak menerima dana programSekolah yang menolak menerima dana program BOS SMA harus mendapat persetujuan orang tua BOS SMA harus mendapat persetujuan orang tua siswa, komite sekolah dan Dinas Pendidikan siswa, komite sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota serta tetap menjamin Kabupaten/Kota serta tetap menjamin kelangsungan pendidikan siswa miskin di sekolah kelangsungan pendidikan siswa miskin di sekolah tersebut.
tersebut. 6.
6. Sekolah Negeri dengan kategori kondisi ekonomiSekolah Negeri dengan kategori kondisi ekonomi tinggi dan
tinggi dan bermutu bermutu tinggi penetinggi penerima drima dana ana BOSBOS SMA wajib melaksanakan
SMA wajib melaksanakan program ramah program ramah sosial sosial dengan cara mengidentifikasi dan merekrut siswa dengan cara mengidentifikasi dan merekrut siswa miskin yang memiliki minat dan potensi untuk miskin yang memiliki minat dan potensi untuk mengikuti pendidikan di sekolah yang mengikuti pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
bersangkutan.
H.
H. JADWAL JADWAL KEGIATAN KEGIATAN ::
NO KEGIATAN
NO KEGIATAN WAKTU PELAKSANAANWAKTU PELAKSANAAN 1.
1. Pengumpulan Pengumpulan Data Data SekolahSekolah Penerima Dana BOS SMA Penerima Dana BOS SMA 2013
2013
Tahap
Tahap I I : : Januari Januari - - April April 20132013 Tahap
Tahap II II : : JuliJuli – –Agustus 2013Agustus 2013
2.
2. Penyusunan Penyusunan Petunjuk Petunjuk TeknisTeknis BOS SMA 2013
BOS SMA 2013
Januari - April 2013 Januari - April 2013
3.
3. MOU MOU dengan dengan Bank/POSBank/POS sebagai lembaga penyalur sebagai lembaga penyalur
April 2013 April 2013
4.
4. Penetapan Penetapan SekolahSekolah Penerima BOS SMA 2013 Penerima BOS SMA 2013
Tahap I
Tahap I : Mgg : Mgg II-III, April II-III, April 20132013 Tahap II : Mgg III-IV, Agustus 2013 Tahap II : Mgg III-IV, Agustus 2013
s.d Mgg I September 2013 s.d Mgg I September 2013
5.
5. Penyaluran Penyaluran dana dana BOS BOS SMASMA 2013
2013
Tahap I
Tahap I : Mgg IV : Mgg IV April- Mgg April- Mgg I MeiI Mei 2013
2013
Tahap II : Mgg II-III September 2013 Tahap II : Mgg II-III September 2013
6.
6. Pemantauan Pemantauan pelaksanaanpelaksanaan Program
Program
Oktober-November Oktober-November
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
KATA
KATA PENGANTAR PENGANTAR ii
DESKRIPSI
DESKRIPSI PROGRAM PROGRAM iiii
DAFTAR
DAFTAR ISI ISI vv
BAB
BAB I. I. PENDAHULUANPENDAHULUAN A.
A. Dasar Dasar Hukum Hukum 11
B.
B. Latar Latar Belakang Belakang 11
C.
C. Pengertian Pengertian 22
D.
D. Tujuan Tujuan 22
E.
E. Sasaran Sasaran Program Program dan dan Besar Besar Bantuan Bantuan 33 F.
F. Waktu Waktu Penyaluran Penyaluran Dana Dana 33
BAB
BAB II. II. PROGRAM PROGRAM BOS BOS SMA SMA DALAM DALAM PENDANAAN PENDANAAN PENDIDIKANPENDIDIKAN A.
A. Peranan Peranan Program Program BOS BOS SMA SMA Dalam Dalam Pelaksanaan Pelaksanaan Program Program PendidikanPendidikan Menengah
Menengah Universal Universal 44
B.
B. Program Program BOS BOS SMA SMA dan dan MBS MBS 44 C.
C. Skenario Skenario Pendanaan Pendanaan Pendidikan Pendidikan Menengah Menengah 44
BAB
BAB III. III. IMPLEMENTASI IMPLEMENTASI BOS BOS SMASMA A.
A. Sekolah Sekolah penerima penerima BOS BOS SMA SMA 66 B.
B. PeruntukkaPeruntukkan n Dana Dana BOS BOS SMA SMA 66 C. Kebijakan
C. Kebijakan Keberpihakan Keberpihakan BOS BOS SMA SMA Terhadap Terhadap Siswa Siswa Miskin Miskin 88 D.
D. Program Program BOS BOS SMA SMA dan dan Konsep Konsep Pembiayaan Pembiayaan Partisipatif Partisipatif 1010 E.
E. Kriteria Kriteria Siswa Siswa Miskin Miskin yang yang Dibantu Dibantu dan dan /atau /atau Dibebaskan Dibebaskan Dari Dari TagihanTagihan Biaya
Biaya Sekolah Sekolah 1111
BAB
BAB IV. IV. MEKANISME MEKANISME PENYALURAN PENYALURAN DANA DANA BOS BOS SMASMA A.
A. Alokasi Alokasi Dana Dana BOS BOS SMA SMA 1212 B.
B. Penetapan Penetapan Sekolah Sekolah Penerima Penerima BOS BOS SMA SMA 1212 C.
C. Penyaluran Penyaluran Dana Dana Program Program BOS BOS SMA SMA 1313 D.
D. Kerjasama Kerjasama Dengan Dengan Bank/Pos Bank/Pos Penyalur Penyalur 1515 E.
E. Waktu Waktu Pelaksanaan Pelaksanaan Program Program BOS BOS SMA SMA 1515
BAB
BAB V. V. PERAN PERAN INSTANSI INSTANSI TERKAITTERKAIT A.
A. Tingkat Tingkat pusat pusat (Dit. (Dit. PSMA) PSMA) 1616 B.
B. Tingkat Tingkat Propinsi Propinsi (Dinas (Dinas Pendidikan Pendidikan Propinsi) Propinsi) 1616 C. Tingkat
C. Tingkat Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota (Dinas (Dinas Pendidikan Pendidikan Kabupaten/Kota) Kabupaten/Kota) 1616 D.
D. Tingkat Tingkat sekolah sekolah 1717
BAB
BAB VI. VI. PENGELOLAAN PENGELOLAAN PROGRAM PROGRAM BOS BOS SMASMA A.
A. Prinsip Prinsip pengelolaan pengelolaan BOS BOS SMA SMA 1818 B.
BAB
BAB VII. VII. PENGENDALIAN PENGENDALIAN DAN DAN PENGAWASANPENGAWASAN A.
A. Pemantauan Pemantauan Pelaksanaan Pelaksanaan Program Program BOS BOS SMA SMA 2222 1.
1. Pemantauan Pemantauan Internal Internal 2222 2.
2. Pemantauan Pemantauan Eksternal Eksternal 2222 3.
3. Waktu Waktu Pelaksanaan Pelaksanaan Pemantauan Pemantauan 2222 4.
4. Aspek-aspek Aspek-aspek pemantauan pemantauan 2323 B.
B. PengawasaPengawasan n Program Program BOS BOS SMA SMA 2323 C.
C. Daftar Daftar Larangan Larangan 2323
D.
D. Sanksi Sanksi 2424
E.
E. Unit Unit Pelayanan Pelayanan Masyarakat Masyarakat (UPM) (UPM) 2424
BAB
BAB VIII. VIII. PELAPORANPELAPORAN A.
A. Laporan Laporan Sekolah Sekolah 2525
B.
B. Laporan Laporan Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota 2727 C.
C. Laporan Laporan Propinsi Propinsi 2727
D.
LAMPIRAN LAMPIRAN Lampiran 1
Lampiran 1 : : Format Format Rekapitulasi Rekapitulasi Penggunaan Penggunaan Dana Dana Operasional Operasional NonNon Personil Program BOS SMA
Personil Program BOS SMA Lampiran 2
Lampiran 2 : : Format Format Penetapan Penetapan Daftar Daftar Siswa Siswa Yang Yang Dibebaskan Dibebaskan dan/ataudan/atau Dibantu Biaya Sekolahnya Program BOS SMA
Dibantu Biaya Sekolahnya Program BOS SMA Lampiran 3
Lampiran 3 : : Format Format Rekapitulasi Rekapitulasi Siswa Siswa yang yang Dibebaskan Dibebaskan dan/ataudan/atau Dibantu Biaya Sekolah
Dibantu Biaya Sekolah Lampiran 4
Lampiran 4 : : Format Format Laporan Laporan Penggunaan Penggunaan Dana Dana Program Program BOS BOS SMASMA Lampiran 5
Lampiran 5 : : Contoh Contoh Pembebasan Pembebasan dan/atau dan/atau Pemberian Pemberian Keringanan Keringanan BiayaBiaya Pendidikan untuk Siswa Miskin
BAB. I
BAB. I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
A. DASAR HUKUM
DASAR HUKUM
Dasar hukum peDasar hukum pemberian Bantuan mberian Bantuan Operasional Sekolah MeOperasional Sekolah Menengah Atas nengah Atas (BOS SMA) kepada(BOS SMA) kepada sekolah meliputi:
sekolah meliputi: 1.
1. Undang-Undang Dasar Negara Tahun 1945Undang-Undang Dasar Negara Tahun 1945 2.
2. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 3.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan PenyelenggaraanPeraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
Pendidikan. 4.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. 5.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekosentrasi dan Tugas Pembantuan.tentang Dekosentrasi dan Tugas Pembantuan. 6.
6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang RencanaPeraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014.
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014. 7.
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2010 tentangPeraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Permendiknas Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Perubahan Atas Permendiknas Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2010-2014.
Pendidikan Nasional Tahun 2010-2014. 8.
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2009 tentang Standar BiayaPeraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2009 tentang Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Tahun 2009 Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Operasi Nonpersonalia Tahun 2009 Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB).
Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB). 9.
9. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 81/PMK.05/2012 tentang BelanjaPeraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 81/PMK.05/2012 tentang Belanja Bantuan Sosial Pada Kementerian/Lembaga.
Bantuan Sosial Pada Kementerian/Lembaga.
B.
B.
LATAR BELAKANG
LATAR BELAKANG
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan
mengalami putus sekolah, yang sebagian besar disebabkan karena alasan ketidakmampuan mengalami putus sekolah, yang sebagian besar disebabkan karena alasan ketidakmampuan membayar biaya pendidikan.
membayar biaya pendidikan.
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, Pemerintah mencanangkan program Pendidikan Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, Pemerintah mencanangkan program Pendidikan Menengah Universal (PMU) yang dimulai pada tahun 2013. Salah satu tujuan PMU adalah Menengah Universal (PMU) yang dimulai pada tahun 2013. Salah satu tujuan PMU adalah memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat terutama yang tidak mampu secara memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat terutama yang tidak mampu secara ekonomi untuk mendapatkan layanan pendidikan menengah.
ekonomi untuk mendapatkan layanan pendidikan menengah.
Untuk mencapai tujuan PMU tersebut, pemerintah telah menyusun program Bantuan Untuk mencapai tujuan PMU tersebut, pemerintah telah menyusun program Bantuan Operasional Sekolah
Operasional Sekolah Menengah Menengah Atas Atas (BOS SMA). (BOS SMA). Pada tahun Pada tahun 2013, telah 2013, telah disiapkan anggarandisiapkan anggaran sebesar 2,3 triliun rupiah yang akan disalurkan kepada SMA Negeri dan Swasta diseluruh sebesar 2,3 triliun rupiah yang akan disalurkan kepada SMA Negeri dan Swasta diseluruh Indonesia.
Indonesia. Tujuan digulirkannya program Tujuan digulirkannya program BOS SMA ini adalah BOS SMA ini adalah membantu sekolah membantu sekolah memenuhimemenuhi biaya operasional non personalia dan membantu siswa miskin memenuhi kebutuhan biaya biaya operasional non personalia dan membantu siswa miskin memenuhi kebutuhan biaya pendidikan dalam kerangka program PMU.
pendidikan dalam kerangka program PMU.
C.
C.
PENGERTIAN
PENGERTIAN
Berikut ini beberapa pengertian dasar dari Program BOS SMA: Berikut ini beberapa pengertian dasar dari Program BOS SMA:
1.
1. BOS SMA adalah program Pemerintah berupa pemberian dana langsung ke SMA baikBOS SMA adalah program Pemerintah berupa pemberian dana langsung ke SMA baik Negeri maupun Swasta dimana besaran dana bantuan yang diterima sekolah dihitung Negeri maupun Swasta dimana besaran dana bantuan yang diterima sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa masing-masing sekolah dan satuan biaya
berdasarkan jumlah siswa masing-masing sekolah dan satuan biaya ((unit cost unit cost ) bantuan;) bantuan; 2.
2. Dana BOS SMA digunakan untuk membantu memenuhi biaya operasional sekolah nonDana BOS SMA digunakan untuk membantu memenuhi biaya operasional sekolah non personalia;
personalia; 3.
3. BOS SMA memberikan dana untuk membantu sekolah memenuhi biaya operasionalBOS SMA memberikan dana untuk membantu sekolah memenuhi biaya operasional sekolah. Sebagai wujud keberpihakan terhadap siswa miskin atas pengalokasian dana sekolah. Sebagai wujud keberpihakan terhadap siswa miskin atas pengalokasian dana bantuan operasional sekolah tersebut, sekolah diwajibkan untuk membebaskan ( bantuan operasional sekolah tersebut, sekolah diwajibkan untuk membebaskan ( fee fee waive
waive) dan/atau membantu () dan/atau membantu (discount feediscount fee) siswa miskin dari kewajiban membayar iuran) siswa miskin dari kewajiban membayar iuran sekolah dan biaya-biaya untuk kegiatan ekstrakulikuler siswa;
sekolah dan biaya-biaya untuk kegiatan ekstrakulikuler siswa; 4.
4. Jumlah siswa yang dibebaskan atau mendapat keringanan biaya pendidikan menjadiJumlah siswa yang dibebaskan atau mendapat keringanan biaya pendidikan menjadi kebijakan (diskresi) sekolah dengan mempertimbangkan faktor jumlah siswa miskin yang kebijakan (diskresi) sekolah dengan mempertimbangkan faktor jumlah siswa miskin yang ada, dana yang diterima dan besarnya
ada, dana yang diterima dan besarnya biaya sekolah.biaya sekolah.
D.
D. TUJUAN
TUJUAN
Secara umum program BOS SMA bertujuan untuk mewujudkan layanan pendidikan yang Secara umum program BOS SMA bertujuan untuk mewujudkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu bagi semua lapisan masyarakat dalam rangka mendukung PMU. terjangkau dan bermutu bagi semua lapisan masyarakat dalam rangka mendukung PMU. Sedangkan secara khusus bertujuan:
Sedangkan secara khusus bertujuan: 1.
1. Membantu biaya operasional sekolah.Membantu biaya operasional sekolah. 2.
2. Mengurangi angka putus sekolah SM.Mengurangi angka putus sekolah SM. 3.
3. Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa SMAMeningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa SMA.. 4.
4. Mewujudkan keberpihakan pemerintah (Mewujudkan keberpihakan pemerintah (affimative actionaffimative action) bagi siswa miskin SMA) bagi siswa miskin SMA dengan membebaskan (
dengan membebaskan ( fee fee waivewaive) dan/atau membantu () dan/atau membantu (discount feediscount fee) ) tagihan tagihan biayabiaya sekolah bagi siswa miskin.
sekolah bagi siswa miskin. 5.
5. Memberikan kesempatan yang setara (Memberikan kesempatan yang setara (equal opportunity equal opportunity ) bagi siswa miskin SMA untuk) bagi siswa miskin SMA untuk mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu.
E.
E.
SASARAN PROGRAM DAN BESAR BANTUAN
SASARAN PROGRAM DAN BESAR BANTUAN
Sasaran program adalah untuk SMA Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia. Besar bantuan per Sasaran program adalah untuk SMA Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia. Besar bantuan per sekolah diperhitungkan dari jumlah siswa, dengan rincian sebagai berikut:
sekolah diperhitungkan dari jumlah siswa, dengan rincian sebagai berikut:
Tahap Penyaluran
Tahap Penyaluran JenjangJenjang
Pendidikan Pendidikan Jumlah Jumlah Siswa Siswa Satuan Satuan Biaya (Rp) Biaya (Rp) Total Alokasi Total Alokasi (Rp. Milyar) (Rp. Milyar) Tahap
Tahap I I SMA SMA 4.072.860 4.072.860 60.000 60.000 244244
Tahap
Tahap II II SMA SMA 4.235.774 4.235.774 500.000 500.000 2.1182.118
Total
Total Tahap Tahap I I & & II II 4.3624.362
Bantuan yang diterima sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa per sekolah dan satuan biaya Bantuan yang diterima sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa per sekolah dan satuan biaya BOS SMA. Satuan biaya (
BOS SMA. Satuan biaya (unit cost unit cost ) ) program program BOS SMA BOS SMA sebesar sebesar Rp. Rp. 560.000/siswa/tahun.560.000/siswa/tahun. Sehingga total anggaran program BOS SMA tahun anggaran 2013 sebesar Rp.
Sehingga total anggaran program BOS SMA tahun anggaran 2013 sebesar Rp.2.362.258.600.0002.362.258.600.000
((dua triliun tiga ratus enam puluh dua milyar dua ratus ratus lima puluh delapan juta enamdua triliun tiga ratus enam puluh dua milyar dua ratus ratus lima puluh delapan juta enam ratus ribu rupiah).
ratus ribu rupiah).
F.
F.
WAKTU PENYALURAN DANA
WAKTU PENYALURAN DANA
Dana BOS SMA disalurkan dalam 2 (dua) tahap penyaluran. Dana BOS SMA tahap I adalah untuk Dana BOS SMA disalurkan dalam 2 (dua) tahap penyaluran. Dana BOS SMA tahap I adalah untuk periode Januari-Juni 2013, sedangkan tahap II adalah untuk periode Juli-Desember 2013.
periode Januari-Juni 2013, sedangkan tahap II adalah untuk periode Juli-Desember 2013.
Penggunaan dana sesuai dengan tahun anggaran yaitu terhitung dari periode Januari sampai Penggunaan dana sesuai dengan tahun anggaran yaitu terhitung dari periode Januari sampai Desember 2013, atau semester 2 (dua) tahun pelajaran 2012/2013 dan semester 1 (satu) tahun Desember 2013, atau semester 2 (dua) tahun pelajaran 2012/2013 dan semester 1 (satu) tahun pelajaran 2013/2014.
BAB. II
BAB. II
PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH MENENGAH ATAS
PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH MENENGAH ATAS
(BOS SMA) DALAM PENDANAAN PENDIDIKAN
(BOS SMA) DALAM PENDANAAN PENDIDIKAN
A.
A. PERANAN PROGRAM BOS SMA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN
PERANAN PROGRAM BOS SMA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN
MENENGAH UNIVERSAL (PMU)
MENENGAH UNIVERSAL (PMU)
Program BOS SMA merupakan salah satu program utama (
Program BOS SMA merupakan salah satu program utama (icon)icon) pemerintah yang bertujuanpemerintah yang bertujuan mendukung keberhasilan program PMU yang dirintis pada tahun 2013. Seluruh
mendukung keberhasilan program PMU yang dirintis pada tahun 2013. Seluruh stakeholder stakeholder pendidikan wajib memperhatikan pentingnya program BOS
pendidikan wajib memperhatikan pentingnya program BOS SMA yaitu:SMA yaitu:
1.
1. Memberikan kesempatan yang setara (Memberikan kesempatan yang setara (equal opportunity equal opportunity ) bagi siswa miskin untuk) bagi siswa miskin untuk mendapatkan layanan pendidikan menengah yang terjangkau dan bermutu.
mendapatkan layanan pendidikan menengah yang terjangkau dan bermutu. 2.
2. Merupakan sarana penting untuk meningkatkan akses layanan pendidikan menengah yangMerupakan sarana penting untuk meningkatkan akses layanan pendidikan menengah yang terjangkau dan bermutu.
terjangkau dan bermutu. 3.
3. Mempersempit gap partisipasi sekolah antar kelompok penghasilan (kaya-miskin), danMempersempit gap partisipasi sekolah antar kelompok penghasilan (kaya-miskin), dan antar wilayah (kota-desa).
antar wilayah (kota-desa). 4.
4. Menyediakan sumber dana bagi sekolah untuk mencegah siswa miskin putus sekolahMenyediakan sumber dana bagi sekolah untuk mencegah siswa miskin putus sekolah karena tidak mampu membayar iuran
karena tidak mampu membayar iuran sekolah dan biaya ekstrakulikuler sekolah.sekolah dan biaya ekstrakulikuler sekolah. 5.
5. Mendorong dan memberikan motivasi kepada pemerintah daerah serta masyarakat yangMendorong dan memberikan motivasi kepada pemerintah daerah serta masyarakat yang mampu, untuk memberikan subsidi kepada siswa miskin (subsidi silang).
mampu, untuk memberikan subsidi kepada siswa miskin (subsidi silang).
B.
B.
PROGRAM BOS SMA DAN
PROGRAM BOS SMA DAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS)
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS)
Program ini memberikan dukungan kepada sekolah dalam menerapkan konsep MBS yaitu: Program ini memberikan dukungan kepada sekolah dalam menerapkan konsep MBS yaitu: kebebasan untuk perencanaan, pengelolaan dan pengawasan program yang disesuaikan kebebasan untuk perencanaan, pengelolaan dan pengawasan program yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah. Penggunaan dana semata-mata dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah. Penggunaan dana semata-mata ditujukan hanya untuk kepentingan peningkatan layanan pendidikan dan
ditujukan hanya untuk kepentingan peningkatan layanan pendidikan dan tidak ada intervensi tidak ada intervensi atau pemotongan dana dari pihak manapun dan untuk kepentingan apapun
atau pemotongan dana dari pihak manapun dan untuk kepentingan apapun. Pengelolaan. Pengelolaan program BOS SMA menjadi kewenangan sekolah secara mandiri dengan mengikutsertakan, program BOS SMA menjadi kewenangan sekolah secara mandiri dengan mengikutsertakan, komite sekolah dan masyarakat.
komite sekolah dan masyarakat.
C.
C.
SKENARIO PENDANAAN PENDIDIKAN MENENGAH
SKENARIO PENDANAAN PENDIDIKAN MENENGAH
Pendanaan pendidikan menengah merupakan upaya untuk menyediakan sejumlah dana yang Pendanaan pendidikan menengah merupakan upaya untuk menyediakan sejumlah dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan proses pendidikan di sekolah menengah. Peraturan dibutuhkan untuk menyelenggarakan proses pendidikan di sekolah menengah. Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan menyebutkan bahwa biaya Pemerintah No. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan menyebutkan bahwa biaya pendidikan meliputi: (a) Biaya Investasi Sekolah (Pengelolaan Pendidikan), (b) Biaya Operasional pendidikan meliputi: (a) Biaya Investasi Sekolah (Pengelolaan Pendidikan), (b) Biaya Operasional Sekolah (Biaya di Satuan Pendidikan), dan (c) Biaya Pribadi Peserta Didik.
Gambar 1. Skenario Pembiayaan Pendidikan Menengah Gambar 1. Skenario Pembiayaan Pendidikan Menengah
Biaya investasi sekolah meliputi biaya investasi untuk meningkatkan kemampuan pendidik dan Biaya investasi sekolah meliputi biaya investasi untuk meningkatkan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), dan biaya investasi sarana dan prasarana. Sedangkan, biaya tenaga kependidikan (PTK), dan biaya investasi sarana dan prasarana. Sedangkan, biaya operasional sekolah me
operasional sekolah meliputi biaya operasional liputi biaya operasional personalia untuk gaji dpersonalia untuk gaji dan tunjangan an tunjangan PTK, danPTK, dan biaya operasional non personalia. Adapun, biaya pribadi peserta didik merupakan biaya yang biaya operasional non personalia. Adapun, biaya pribadi peserta didik merupakan biaya yang ditanggung oleh siswa untuk mengikuti proses pembelajaran secara berkelanjutan.
ditanggung oleh siswa untuk mengikuti proses pembelajaran secara berkelanjutan.
Pemerintah berusaha memenuhi pendanaan pendidikan untuk ketiga kategori biaya tersebut Pemerintah berusaha memenuhi pendanaan pendidikan untuk ketiga kategori biaya tersebut melalui mekanisme pemberian bantuan langsung baik ke sekolah, PTK, dan siswa. Biaya melalui mekanisme pemberian bantuan langsung baik ke sekolah, PTK, dan siswa. Biaya investasi sekolah dipenuhi melalui penyediaan bantuan sosial sarana dan prasarana sekolah. investasi sekolah dipenuhi melalui penyediaan bantuan sosial sarana dan prasarana sekolah. Sedangkan biaya operasional sekolah non personalia berusaha dipenuhi melalui penyediaan Sedangkan biaya operasional sekolah non personalia berusaha dipenuhi melalui penyediaan dana untuk operasional sekolah
dana untuk operasional sekolah melalui program melalui program Bantuan Operasional Sekolah MenengBantuan Operasional Sekolah Menengah Atasah Atas (BOS SMA). Adapun, biaya operasional personalia berusaha dipenuhi melalui pemberian (BOS SMA). Adapun, biaya operasional personalia berusaha dipenuhi melalui pemberian tunjangan guru. Sementara itu, untuk meningkatkan ‘daya beli’ siswa terhadap layanan tunjangan guru. Sementara itu, untuk meningkatkan ‘daya beli’ siswa terhadap layanan pendidikan SM dan mencegah siswa putus sekolah, pemerintah mengalokasikan dana Bantuan pendidikan SM dan mencegah siswa putus sekolah, pemerintah mengalokasikan dana Bantuan Biaya Pendidikan melalui program Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dapat digunakan siswa Biaya Pendidikan melalui program Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dapat digunakan siswa untuk biaya pribadi peserta didik.
BAB. III
BAB. III
IMPLEMENTASI PROGRAM
IMPLEMENTASI PROGRAM
BANTUAN OPERA
BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH
SIONAL SEKOLAH MENENGAH A
MENENGAH ATAS
TAS (BOS SMA)
(BOS SMA)
A.
A. SEKOLAH PENERIMA
SEKOLAH PENERIMA PROGRAM
PROGRAM BOS
BOS SMA
SMA
1.1. Penerima dana program BOS SMA adalah SMA Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia.Penerima dana program BOS SMA adalah SMA Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia. 2.
2. Sekolah penerima dana BOS SMA berkewajiban untuk mengisi data individual sekolahSekolah penerima dana BOS SMA berkewajiban untuk mengisi data individual sekolah menengah secara on line melalui website:
menengah secara on line melalui website: http://pendataan.dikmen.kemdikbud.go.idhttp://pendataan.dikmen.kemdikbud.go.id 3.
3. Sebagai wujud keberpihakan terhadap siswa miskin atas pengalokasian dana BOS SMA,Sebagai wujud keberpihakan terhadap siswa miskin atas pengalokasian dana BOS SMA, sekolah diwajibkan untuk membebaskan (
sekolah diwajibkan untuk membebaskan ( fee fee waivewaive) dan/atau membantu () dan/atau membantu (discount feediscount fee)) siswa miskin dari kewajiban membayar iuran sekolah dan biaya-biaya untuk kegiatan siswa miskin dari kewajiban membayar iuran sekolah dan biaya-biaya untuk kegiatan ekstrakulikuler siswa.
ekstrakulikuler siswa. 4.
4. Semua sekolah yang menerima dana BOS SMA harus mengikuti pedoman BOS SMA yangSemua sekolah yang menerima dana BOS SMA harus mengikuti pedoman BOS SMA yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.
telah ditetapkan oleh Pemerintah. 5.
5. Sekolah yang menolak menerima dana program BOS SMA harus mendapat persetujuanSekolah yang menolak menerima dana program BOS SMA harus mendapat persetujuan orang tua siswa, komite sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota serta tetap orang tua siswa, komite sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota serta tetap menjamin kelangsungan pendidikan siswa miskin di sekolah tersebut.
menjamin kelangsungan pendidikan siswa miskin di sekolah tersebut. 6.
6. Sekolah Negeri dengan kategori dengan kondisi ekonomi tinggi dan Sekolah Negeri dengan kategori dengan kondisi ekonomi tinggi dan bermutu tinggi penerimabermutu tinggi penerima dana
dana BOS BOS SMA SMA wajib wajib melaksanakanmelaksanakan program program ramah ramah sosial sosial dengan cara mengidentifikasidengan cara mengidentifikasi dan merekrut siswa miskin yang memiliki minat dan potensi untuk mengikuti pendidikan di dan merekrut siswa miskin yang memiliki minat dan potensi untuk mengikuti pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
sekolah yang bersangkutan. 7.
7. Sekolah Negeri penerima program BOS SMA menerapkan mekanisme subsidi silangSekolah Negeri penerima program BOS SMA menerapkan mekanisme subsidi silang dan/atau mencari sumber dana sejenis dari pemerintah daerah dan masyarakat bagi siswa dan/atau mencari sumber dana sejenis dari pemerintah daerah dan masyarakat bagi siswa miskin untuk memenuhi tagihan biaya sekolah lainnya yang belum bisa dipenuhi melalui miskin untuk memenuhi tagihan biaya sekolah lainnya yang belum bisa dipenuhi melalui program BOS SMA.
program BOS SMA.
B.
B.
PERUNTUKAN
PERUNTUKAN DANA
DANA BOS SM
BOS SMA
A
BOS SMA digunakan sekolah untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya operasional sekolah BOS SMA digunakan sekolah untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya operasional sekolah non personalia. Peruntukkan dana BOS SMA tersebut sesuai dengan Peraturan Mentari non personalia. Peruntukkan dana BOS SMA tersebut sesuai dengan Peraturan Mentari Pendidikan Nasional No. 69 Tahun 2009, tentang Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Tahun Pendidikan Nasional No. 69 Tahun 2009, tentang Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Tahun 2009 Untuk SMP/MTs, SMA/MA, SMK, SDLB, SMPLB, dan SMALB, yang meliputi:
2009 Untuk SMP/MTs, SMA/MA, SMK, SDLB, SMPLB, dan SMALB, yang meliputi: No
No Peruntukkan Peruntukkan Dana Dana PenjelasanPenjelasan 1
1 Pembelian/penggandaan Pembelian/penggandaan bukubuku teks pelajaran
teks pelajaran
Biaya untuk mengganti buku yang rusak dan Biaya untuk mengganti buku yang rusak dan menambah referensi buku teks pelajaran. menambah referensi buku teks pelajaran. 2
2 Pembelian alat Pembelian alat tulis tulis sekolah sekolah yangyang digunakan untuk kegiatan
digunakan untuk kegiatan
Pengadaan alat tulis sekolah yang di
Pengadaan alat tulis sekolah yang dibutuhkanbutuhkan untuk pengelolaan sekolah dan proses belajar untuk pengelolaan sekolah dan proses belajar
No
No Peruntukkan Peruntukkan Dana Dana PenjelasanPenjelasan
3
3 Penggandaan soal Penggandaan soal dandan penyediaan lembar jawaban penyediaan lembar jawaban siswa dalam kegiatan ulangan siswa dalam kegiatan ulangan dan ujian
dan ujian
Meliputi ulangan harian, ulangan umum dan ujian Meliputi ulangan harian, ulangan umum dan ujian sekolah.
sekolah.
4
4 Pembelian peralatan Pembelian peralatan pendidikan pendidikan Meliputi Meliputi pembelian: pembelian: peralatan peralatan praktikum praktikum IPA,IPA, peralatan praktikum IPS, peralatan praktikum peralatan praktikum IPS, peralatan praktikum bahasa,
bahasa, peralatan praktikum peralatan praktikum komputer, pekomputer, peralatanralatan ringan (
ringan (handtoolshandtools), peralatan kebersihan dan), peralatan kebersihan dan kesehatan dan peralatan olah raga/kesenian.*) kesehatan dan peralatan olah raga/kesenian.*) 5
5 Pembelian bahan Pembelian bahan habis habis pakai pakai Meliputi Meliputi pembelian: pembelian: bahan bahan praktikum praktikum IPA, IPA, bahanbahan praktikum IPS, bahan praktikum bahasa, bahan praktikum IPS, bahan praktikum bahasa, bahan praktikum komputer, bahan praktek kejuruan, praktikum komputer, bahan praktek kejuruan, bahan-bahan olah raga/kesenian, bahan-bahan bahan-bahan olah raga/kesenian, bahan-bahan kebersihan dan kesehatan serta tinta dan toner kebersihan dan kesehatan serta tinta dan toner printer.
printer. 6
6 Penyelenggaraan kegiatanPenyelenggaraan kegiatan
pembinaan siswa/ekstrakulikuler pembinaan siswa/ekstrakulikuler
Biaya untuk menyelenggarakan kegiatan Biaya untuk menyelenggarakan kegiatan
pembinaan siswa melalui kegiatan ekstrakulikuler pembinaan siswa melalui kegiatan ekstrakulikuler seperti: Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), seperti: Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), Kegiatan Pembinaan Olimpiade Sains, Seni, dan Kegiatan Pembinaan Olimpiade Sains, Seni, dan Olahraga.
Olahraga. 7
7 Pemeliharaan dan Pemeliharaan dan perbaikanperbaikan ringan sarana prasarana sekolah ringan sarana prasarana sekolah
Biaya untuk memelihara dan memperbaiki sarana Biaya untuk memelihara dan memperbaiki sarana dan prasarana sekolah untuk mempertahankan dan prasarana sekolah untuk mempertahankan kualitas sarana dan prasarana sekolah agar layak kualitas sarana dan prasarana sekolah agar layak digunakan. Contoh pengecatan, perbaikan atap digunakan. Contoh pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela,
bocor, perbaikan pintu dan jendela, perbaikanperbaikan meubelair, perbaikan lantai, perbaikan kamar meubelair, perbaikan lantai, perbaikan kamar mandi, perbaikan papan tulis, dan perawatan mandi, perbaikan papan tulis, dan perawatan fasilitas sekolah lainnya.
No
No Peruntukkan Peruntukkan Dana Dana PenjelasanPenjelasan 10
10 Penyusunan Penyusunan dan dan pelaporan pelaporan Biaya Biaya untuk untuk menyusun menyusun dan dan mengirimkan mengirimkan laporanlaporan sekolah kepada pihak berwenang. Meliputi biaya sekolah kepada pihak berwenang. Meliputi biaya fotocopy dan konsumsi penyusunan laporan.
fotocopy dan konsumsi penyusunan laporan.
*) pembelian peralatan pendidikan yang mengakibatkan penambahan asset Barang Milik Negara (BMN) harus *) pembelian peralatan pendidikan yang mengakibatkan penambahan asset Barang Milik Negara (BMN) harus
dicatatkan dan diserahterimakan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk sekolah Negeri dan Yayasan untuk dicatatkan dan diserahterimakan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk sekolah Negeri dan Yayasan untuk sekolah Swasta.
sekolah Swasta.
C.
C.
KEBIJAKAN KEBERPIHAKAN BOS SMA TERHADAP SISWA
KEBIJAKAN KEBERPIHAKAN BOS SMA TERHADAP SISWA MISKIN
MISKIN
Konsep pendidikan untuk semua (Konsep pendidikan untuk semua (education for all education for all ) memberikan kesempatan yang seluas-luas) memberikan kesempatan yang seluas-luas kepada setiap individu untuk mendapat layanan pendidikan bermutu sesuai dengan minat dan kepada setiap individu untuk mendapat layanan pendidikan bermutu sesuai dengan minat dan potensi siswa. Sesuai dengan perkembangan jaman, sekolah bermutu di dominasi oleh siswa potensi siswa. Sesuai dengan perkembangan jaman, sekolah bermutu di dominasi oleh siswa dari keluarga mampu. Siswa miskin yang mempunyai minat dan potensi, kurang mempunyai dari keluarga mampu. Siswa miskin yang mempunyai minat dan potensi, kurang mempunyai kesempatan belajar di sekolah bermutu serta menutup kesempatan mereka untuk merubah kesempatan belajar di sekolah bermutu serta menutup kesempatan mereka untuk merubah nasib dan status sosialnya.
nasib dan status sosialnya.
Peranan Program BOS SMA dalam konteks tersebut di atas adalah memberikan keadilan dan Peranan Program BOS SMA dalam konteks tersebut di atas adalah memberikan keadilan dan kesempatan kepada siswa miskin untuk memperoleh layanan pendidikan bermutu dengan kesempatan kepada siswa miskin untuk memperoleh layanan pendidikan bermutu dengan mewajibkan sekolah membebaskan (
mewajibkan sekolah membebaskan ( fee fee waivewaive) dan/atau memberikan keringanan () dan/atau memberikan keringanan (discount discount fee
fee) tagihan biaya sekolah kepada siswa miskin.) tagihan biaya sekolah kepada siswa miskin.
Komposisi jumlah siswa miskin yang mendapat pembebasan
Komposisi jumlah siswa miskin yang mendapat pembebasan (fee(fee waive)waive) dan keringanandan keringanan
(discount fee)
(discount fee), menjadi diskresi/kewenangan sekolah sesuai dengan konsep MBS. Namun, menjadi diskresi/kewenangan sekolah sesuai dengan konsep MBS. Namun demikian sekolah tetap harus memperhatikan kriteria siswa miskin dan faktor lainnya, yaitu: (a) demikian sekolah tetap harus memperhatikan kriteria siswa miskin dan faktor lainnya, yaitu: (a) biaya pendidikan per siswa, (b) jumlah sisw
biaya pendidikan per siswa, (b) jumlah siswa miskin dan, (c) dana a miskin dan, (c) dana BOS yang diterima sekolah.BOS yang diterima sekolah. Untuk memperjelas di bawah ini disajikan ilustrasi cara kerja konsep
Untuk memperjelas di bawah ini disajikan ilustrasi cara kerja konsep fee fee waivewaivedandandiscount feediscount fee
di suatu sekolah. di suatu sekolah.
Gambar 2. Konsep Fee Waive & Discount Fee Untuk Sekolah Dengan Kondisi Tingkat Ekonomi Gambar 2. Konsep Fee Waive & Discount Fee Untuk Sekolah Dengan Kondisi Tingkat Ekonomi Siswa Homogen
Siswa Homogen
Gambar 3. Konsep Fee Waive & Discount Fee Untuk Sekolah Dengan Kondisi Tingkat Ekonomi Gambar 3. Konsep Fee Waive & Discount Fee Untuk Sekolah Dengan Kondisi Tingkat Ekonomi Siswa Heterogen / Bervariasi
Siswa Heterogen / Bervariasi
Persentase Persentase Biaya (%) Biaya (%) 100 100 75 75 50 50 (Y) (Y) Jangkauan R-BOS Jangkauan R-BOS
SMA saat ini SMA saat ini
Kebijakan Kebijakan Sekolah Sekolah D D D Diiisisscsccocouoouununnntttt F F F Feeeeeeee F F F Feeeeeeee W W W Waaaaiiiivvvveeee
Garis kondisi ideal yang diharapkan, Garis kondisi ideal yang diharapkan, dimana seluruh siswa terpenuhi biaya dimana seluruh siswa terpenuhi biaya pendidikannya dengan BOS SMA pendidikannya dengan BOS SMA
55 SIS
Keterangan gambar: Keterangan gambar: 1.
1. Terdapat 3 (tiga) indikator yang menjadi pertimbangan sekolah untuk menentukanTerdapat 3 (tiga) indikator yang menjadi pertimbangan sekolah untuk menentukan banyaknya siswa miskin yang akan mendapat bantuan, yaitu: (a) alokasi dana BOS SMA yang banyaknya siswa miskin yang akan mendapat bantuan, yaitu: (a) alokasi dana BOS SMA yang diterima oleh sekolah,
diterima oleh sekolah, (b) (b) biaya pendidikan biaya pendidikan di sekolah dan di sekolah dan (c) jumlah siswa (c) jumlah siswa miskin dimiskin di sekolah. Berdasarkan ke-3 indikator tersebut, maka sekolah menyusun kebijakan sekolah. Berdasarkan ke-3 indikator tersebut, maka sekolah menyusun kebijakan membebaskan (
membebaskan ( fee waive) fee waive) dan memberikan keringanan (dan memberikan keringanan (discount fee)discount fee) biaya sekolahbiaya sekolah kepadakepada siswa miskin.
siswa miskin. 2.
2. Ilustrasi gambar 2 diatas menggambarkan pelaksanaan konsep membebaskan (Ilustrasi gambar 2 diatas menggambarkan pelaksanaan konsep membebaskan ( fee fee waive)waive) dan keringanan (
dan keringanan (discount fee)discount fee) untuk sekolah dengan kondisi tingkat ekonomi siswa homogenuntuk sekolah dengan kondisi tingkat ekonomi siswa homogen (semua siswa kaya / semua siswa miskin). Untuk kondisi sekolah tersebut, semua siswa (semua siswa kaya / semua siswa miskin). Untuk kondisi sekolah tersebut, semua siswa mendapatkan perlakuan yang sama, yaitu mendapatkan keringanan biaya sekolah sesuai mendapatkan perlakuan yang sama, yaitu mendapatkan keringanan biaya sekolah sesuai dengan unit cost yang telah ditentukan.
dengan unit cost yang telah ditentukan. 3.
3. Ilustrasi gambar 3 diatas menggambarkan pelaksanaan konsep membebaskan (Ilustrasi gambar 3 diatas menggambarkan pelaksanaan konsep membebaskan ( fee fee waive)waive) dan keringanan (
dan keringanan (discount fee)discount fee) untuk sekolah dengan kondisi tingkat ekonomi siswauntuk sekolah dengan kondisi tingkat ekonomi siswa heterogen / bervariasi. Sebanyak 50 siswa akan mendapat program membebaskan ( heterogen / bervariasi. Sebanyak 50 siswa akan mendapat program membebaskan ( fee fee waive)
waive) dan keringanan (discount fee)dan keringanan (discount fee). Komposisi bantuan yang diterima yaitu: 5 siswa. Komposisi bantuan yang diterima yaitu: 5 siswa mendapatkan pembebasan biaya sekolah 100% (
mendapatkan pembebasan biaya sekolah 100% (Fee WaiveFee Waive). Sebanyak 45 siswa mendapat). Sebanyak 45 siswa mendapat keringanan biaya sekolah (
keringanan biaya sekolah (Discount FeeDiscount Fee), yaitu: sebanyak 10 siswa membayar 25% dari), yaitu: sebanyak 10 siswa membayar 25% dari keseluruhan biaya sekolah; sebanyak 15 siswa membayar 50%; dan sebanyak 20 siswa keseluruhan biaya sekolah; sebanyak 15 siswa membayar 50%; dan sebanyak 20 siswa membayar 75% dari keseluruhan biaya sekolah yang dibebankan kepada siswa miskin. membayar 75% dari keseluruhan biaya sekolah yang dibebankan kepada siswa miskin. Penentuan persentase (%) untuk
Penentuan persentase (%) untuk membebaskan (membebaskan ( fee fee waive)waive) dan keringanan (discount fee)dan keringanan (discount fee) menjadi kewenangan sekolah
menjadi kewenangan sekolah.. 4.
4. Komposisi jumlah siswa yang mendapat bantuan disesuaikan dengan kebutuhan danKomposisi jumlah siswa yang mendapat bantuan disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan sekolah (
kebijakan sekolah (diskresi diskresi ). Hal ini memungkinkan sekolah untuk mengubahnya sesuai). Hal ini memungkinkan sekolah untuk mengubahnya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah.
dengan kondisi dan kebutuhan sekolah. 5.
5. Di masa mendatang apabila dana pemerintah mencukupi secara bertahap semua siswa akanDi masa mendatang apabila dana pemerintah mencukupi secara bertahap semua siswa akan menerima manfaat program BOS SMA.
menerima manfaat program BOS SMA.
D.
D. PROGRAM
PROGRAM BOS SMA DAN KO
BOS SMA DAN KONSEP PEMBIAYA
NSEP PEMBIAYAAN PARTISIPATIF
AN PARTISIPATIF
Pemerintah dan masyarakat menutut sekolah untuk memberikan layanan bermutu pendidikan Pemerintah dan masyarakat menutut sekolah untuk memberikan layanan bermutu pendidikan kepada peserta didik. Tuntutan tersebut berimplikasi pada kebutuhan biaya pendidikan sekolah kepada peserta didik. Tuntutan tersebut berimplikasi pada kebutuhan biaya pendidikan sekolah yang tinggi. Semakin tinggi tuntutannya, maka akan semakin tinggi pula biaya yang dibutuhkan yang tinggi. Semakin tinggi tuntutannya, maka akan semakin tinggi pula biaya yang dibutuhkan oleh sekolah untuk meningkatkan layanan pendidikan bermutu.
oleh sekolah untuk meningkatkan layanan pendidikan bermutu. Mekanisme
Mekanisme pembiayaan pembiayaan partisipatif memunpartisipatif memungkinkan sekgkinkan sekolah untuk olah untuk mendapatkan mendapatkan sumbersumber pembiayaan tambahan dari orang tua siswa yang mampu secara ekonomi. Secara tidak pembiayaan tambahan dari orang tua siswa yang mampu secara ekonomi. Secara tidak langsung hal ini berakibat pada meningkatnya sumber dana bagi sekolah yang berbanding lurus langsung hal ini berakibat pada meningkatnya sumber dana bagi sekolah yang berbanding lurus dengan kualitas sekolah.
dengan kualitas sekolah.
Sekolah yang bermutu umumnya dihuni oleh siswa dengan orang tua siswa yang mampu/kaya. Sekolah yang bermutu umumnya dihuni oleh siswa dengan orang tua siswa yang mampu/kaya. Sedangkan orang tua siswa yang kurang mampu secara ekonomi tidak mampu menyekolahkan Sedangkan orang tua siswa yang kurang mampu secara ekonomi tidak mampu menyekolahkan anaknya di sekolah yang bermutu yang umumnya berbiaya mahal. Pilihan bagi orang tua siswa anaknya di sekolah yang bermutu yang umumnya berbiaya mahal. Pilihan bagi orang tua siswa
dengan biaya pendidikan yang murah. Peranan pemerintah melalui program BOS SMA ini dengan biaya pendidikan yang murah. Peranan pemerintah melalui program BOS SMA ini adalah:
adalah: 1.
1. Membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi siswa miskin yang mempunyai minat danMembuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi siswa miskin yang mempunyai minat dan potensi untuk bersekolah di sekolah bermutu agar kelak mereka mampu meningkatkan potensi untuk bersekolah di sekolah bermutu agar kelak mereka mampu meningkatkan kualitas hidupnya dengan bekal kemampuan dan keahlian yang mereka dapatkan dan kualitas hidupnya dengan bekal kemampuan dan keahlian yang mereka dapatkan dan mampu mengangkat ekonomi keluarga (
mampu mengangkat ekonomi keluarga (eskalasi sosial eskalasi sosial ).). 2.
2. Melaksanakan amanah Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanMelaksanakan amanah Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan layanan Nasional yaitu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu. Dalam hal ini, pemerintah mendorong siswa lulusan SMP untuk pendidikan yang bermutu. Dalam hal ini, pemerintah mendorong siswa lulusan SMP untuk melanjutkan ke pendidikan menengah.
melanjutkan ke pendidikan menengah.
Sebagai contoh digambarkan kondisi sekolah dan keberpihakan pemerintah untuk memfasilitasi Sebagai contoh digambarkan kondisi sekolah dan keberpihakan pemerintah untuk memfasilitasi siswa miskin mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu (lihat lampiran 4) siswa miskin mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu (lihat lampiran 4)
E.
E.
KRITERIA SISWA MISKIN YANG DIBEBASKAN DAN/ATAU DIBERIKAN KERINGANAN
KRITERIA SISWA MISKIN YANG DIBEBASKAN DAN/ATAU DIBERIKAN KERINGANAN
DARI TAGIHAN BIAYA SEKOLAH
DARI TAGIHAN BIAYA SEKOLAH
Kriteria siswa miskin sangat bervariasi dan melekat pada kondisi demografi. Hal tersebut Kriteria siswa miskin sangat bervariasi dan melekat pada kondisi demografi. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan ukuran miskin berdasarkan kondisi daerah dan kondisi sekolah dikarenakan adanya perbedaan ukuran miskin berdasarkan kondisi daerah dan kondisi sekolah
masing-masing-masing. Sebagai contoh siswa miskin di sekolah “A” belum tentu miskin di sekolah “B”masing. Sebagai contoh siswa miskin di sekolah “A” belum tentu miskin di sekolah “B” dan sebaliknya. Oleh karena itu, kriteria siswa miskin yang dibebaskan dan/atau diberikan dan sebaliknya. Oleh karena itu, kriteria siswa miskin yang dibebaskan dan/atau diberikan keringanan melalui BOS SMA menjadi kewenangan (diskresi) sekolah sesuai dengan konsep keringanan melalui BOS SMA menjadi kewenangan (diskresi) sekolah sesuai dengan konsep MBS. Namun demikian sekolah tetap harus memperhatikan kriteria siswa miskin dan faktor MBS. Namun demikian sekolah tetap harus memperhatikan kriteria siswa miskin dan faktor lainnya yaitu:
lainnya yaitu: 1.
1. Biaya pendidikan per siswa;Biaya pendidikan per siswa; 2.
2. Jumlah siswa miskin;Jumlah siswa miskin; 3.
3. Dana BOS yang diterima sekolah;Dana BOS yang diterima sekolah; 4.
4. Siswa yang Siswa yang terancam putus sekolah terancam putus sekolah karena tidak mampu karena tidak mampu membayar tagihan biaya sekmembayar tagihan biaya sekolaholah dan/atau;
dan/atau; 5.
5. Siswa yang tingkat kemampuan ekonomi orangtuanya paling Siswa yang tingkat kemampuan ekonomi orangtuanya paling rendah di sekolah.rendah di sekolah.
Dalam hal kemampuan ekonomi orang tua siswa di suatu sekolah dipandang secara Dalam hal kemampuan ekonomi orang tua siswa di suatu sekolah dipandang secara keseluruhan mampu/kaya
BAB. IV
BAB. IV
MEKANISME PENYALURAN DANA
MEKANISME PENYALURAN DANA
BANTUAN OPERA
BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH
SIONAL SEKOLAH MENENGAH A
MENENGAH ATAS
TAS (BOS SMA)
(BOS SMA)
A.
A. ALOKASI DANA BOS SMA
ALOKASI DANA BOS SMA
1.
1.
Pemerintah pusat menetapkan alokasi dana BOS SMA di seluruh Indonesia.Pemerintah pusat menetapkan alokasi dana BOS SMA di seluruh Indonesia.2.
2.
Alokasi dana BOS SMA tahap I (periode JanuariAlokasi dana BOS SMA tahap I (periode Januari – – Juni 2013) ditentukan berdasarkan dataJuni 2013) ditentukan berdasarkan data jumlah siswa tahun ajaran 2012/2013;jumlah siswa tahun ajaran 2012/2013;
3.
3.
Alokasi dana BOS SMA tahap II (periode JuliAlokasi dana BOS SMA tahap II (periode Juli – – Desember 2013) ditentukan berdasarkan dataDesember 2013) ditentukan berdasarkan data jumlah siswa tahun ajaran 2013/2014;jumlah siswa tahun ajaran 2013/2014;
B.
B.
PENETAPAN SEKOLAH PENERIMA BOS SMA
PENETAPAN SEKOLAH PENERIMA BOS SMA
a.a. Pendataan Sekolah Untuk Penyaluran Dana Tahap IPendataan Sekolah Untuk Penyaluran Dana Tahap I 1)
1) Berdasarkan data jumlah siswa per sekolah tahun ajaran 2012/2013 yang tertuangBerdasarkan data jumlah siswa per sekolah tahun ajaran 2012/2013 yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) R-BOS tahap II tahun 2012 yang ditetapkan oleh Dinas dalam Surat Keputusan (SK) R-BOS tahap II tahun 2012 yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi.
Pendidikan Provinsi. 2)
2) Berdasarkan data jumlah siswa per sekolah tahun ajaran 2012/2013 hasil verifikasiBerdasarkan data jumlah siswa per sekolah tahun ajaran 2012/2013 hasil verifikasi dan validasi melalui: (a) Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan (b) Lembar Isian dan validasi melalui: (a) Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan (b) Lembar Isian Data Individual (LIDI) SMA tahun ajaran 2012/2013.
Data Individual (LIDI) SMA tahun ajaran 2012/2013. b.
b. Penetapan sekolah Penerima Dana BOS SMA Tahap IPenetapan sekolah Penerima Dana BOS SMA Tahap I
Direktorat Pembinaan SMA melakukan verifikasi data usulan alokasi dana BOS SMA Direktorat Pembinaan SMA melakukan verifikasi data usulan alokasi dana BOS SMA per sekolah, per kabupaten/kota, per provinsi. Hasil verifikasi tersebut kemudian per sekolah, per kabupaten/kota, per provinsi. Hasil verifikasi tersebut kemudian ditetapkan oleh Direktorat Pembinaan SMA sebagai alokasi dana BOS SMA per ditetapkan oleh Direktorat Pembinaan SMA sebagai alokasi dana BOS SMA per sekolah, per kabupaten/kota, per provinsi.
sekolah, per kabupaten/kota, per provinsi.
Salah satu persyaratan untuk penetapan sekolah penerima dana BOS SMA tahap I Salah satu persyaratan untuk penetapan sekolah penerima dana BOS SMA tahap I adalah sekolah yang
adalah sekolah yang sudah mengisi sudah mengisi data individual sdata individual secara on line melalui ecara on line melalui website:website: http://pendataan.dikmen.kemdikbud.go.id
http://pendataan.dikmen.kemdikbud.go.id
Bentuk penetapan dimaksud adalah Surat Keputusan Direktur Pembinaan SMA. Bentuk penetapan dimaksud adalah Surat Keputusan Direktur Pembinaan SMA. c.
c. Pendataan Sekolah Untuk Penyaluran Dana Tahap IIPendataan Sekolah Untuk Penyaluran Dana Tahap II
1)
1) Berdasarkan Berdasarkan data data jumlah jumlah siswa siswa per per sekolah sekolah tahun tahun ajaran ajaran 2013/20142013/2014 yang diisi secara online melalui website:
yang diisi secara online melalui website: http://pendataan.dikmen.kemdikbud.go.idhttp://pendataan.dikmen.kemdikbud.go.id..
2)
2) Berdasarkan data jumlah siswa per sekolah tahun ajaran 2013/2014 hasilBerdasarkan data jumlah siswa per sekolah tahun ajaran 2013/2014 hasil verifikasi dan validasi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
verifikasi dan validasi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 3)
3) Untuk penyaluran dana BOS SMA Tahap II khususnya data siswa kelas XI dan XIIUntuk penyaluran dana BOS SMA Tahap II khususnya data siswa kelas XI dan XII tahun pelajaran 2013/2014 dapat menggunakan data penyaluran tahap I tahun tahun pelajaran 2013/2014 dapat menggunakan data penyaluran tahap I tahun pelajaran 2012/2013.
d.
d. Penetapan sekolah Penerima Dana BOS SMA Tahap IIPenetapan sekolah Penerima Dana BOS SMA Tahap II
Direktorat Pembinaan SMA melakukan penetapan sekolah penerima BOS SMA Tahap Direktorat Pembinaan SMA melakukan penetapan sekolah penerima BOS SMA Tahap II dalam bentuk Surat K
II dalam bentuk Surat Keputusan Direktur Pembinaan SMA.eputusan Direktur Pembinaan SMA.
C.
C.
PENYALURAN DANA BOS SMA
PENYALURAN DANA BOS SMA
1.
1. Penyaluran Dana BOS SMA Tahap IPenyaluran Dana BOS SMA Tahap I a.
a. Penyaluran dana BOS SMA dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMA dengan caraPenyaluran dana BOS SMA dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMA dengan cara mengajukan Sura
mengajukan Surat Permintaan t Permintaan Pembayaran (SPP) Pembayaran (SPP) dan Surat dan Surat Perintah MePerintah Membayarmbayar (SPM) ke Bagian Keuangan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah (SPM) ke Bagian Keuangan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dengan melampirkan:
dengan melampirkan: 1)
1) SK Direktur Pembinaan SMA tentSK Direktur Pembinaan SMA tentang daftar sekolah peneang daftar sekolah penerima dana program rima dana program BOSBOS SMA.
SMA. 2)
2) Surat perjanjian kerjasama antara Direktorat pembinaan SMA dengan Bank/PosSurat perjanjian kerjasama antara Direktorat pembinaan SMA dengan Bank/Pos penyalur.
penyalur. 3)
3) Kwitansi penyerahan dana BOS SMA dari Direktorat Pembinaan SMA kepadaKwitansi penyerahan dana BOS SMA dari Direktorat Pembinaan SMA kepada Bank/Pos penyalur.
Bank/Pos penyalur. b.
b. SPM tersebut disampaikan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) IIISPM tersebut disampaikan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) III Jakarta untuk diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
Jakarta untuk diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). c.
c. Dana disalurkan oleh KPPN ke Bank/Pos penyalur. Selanjutnya Bank/Pos penyalurDana disalurkan oleh KPPN ke Bank/Pos penyalur. Selanjutnya Bank/Pos penyalur menyalurkan dana BOS SMA langsung ke rekening sekolah. Teknis penyaluran dana menyalurkan dana BOS SMA langsung ke rekening sekolah. Teknis penyaluran dana BOS SMA tersebut diatur dalam perjanjian kerjasama antara Direktorat pembinaan BOS SMA tersebut diatur dalam perjanjian kerjasama antara Direktorat pembinaan SMA dengan Bank/Pos penyalur.
SMA dengan Bank/Pos penyalur. d.
d. Penyaluran dana BOS SMA dilakukan mengacu pada PMK No 81 tentang BelanjaPenyaluran dana BOS SMA dilakukan mengacu pada PMK No 81 tentang Belanja Bantuan Sosial Pada Kementerian Negara/Lembaga.
Bantuan Sosial Pada Kementerian Negara/Lembaga. e.
e. Dana BOS SMA tahap I (periode Januari-Juni 2013) Dana BOS SMA tahap I (periode Januari-Juni 2013) sebesar Rp. 60.000/siswa.sebesar Rp. 60.000/siswa. Waktu penyaluran dana program ini
Waktu penyaluran dana program ini akan tepat waktuakan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telahsesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, apabila seluruh pihak terkait secara tepat waktu mengikuti
ditetapkan, apabila seluruh pihak terkait secara tepat waktu mengikuti timelinetimelineyang telahyang telah ditetapkan.
2.
2. Penyaluran Dana BOS SMA Tahap IIPenyaluran Dana BOS SMA Tahap II a.
a. Penyaluran dana BOS SMA dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMA dengan caraPenyaluran dana BOS SMA dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMA dengan cara mengajukan Sura
mengajukan Surat Permintaan t Permintaan Pembayaran (SPP) Pembayaran (SPP) dan Surat dan Surat Perintah MePerintah Membayarmbayar (SPM) ke Bagian Keuangan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah (SPM) ke Bagian Keuangan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dengan melampirkan:
dengan melampirkan: 1)
1) SK Direktur Pembinaan SMA tentSK Direktur Pembinaan SMA tentang daftar sekolah peneang daftar sekolah penerima dana program rima dana program BOSBOS SMA.
SMA. 2)
2) Surat perjanjian kerjasama antara Direktorat Pembinaan SMA dengan Bank/PosSurat perjanjian kerjasama antara Direktorat Pembinaan SMA dengan Bank/Pos penyalur.
penyalur. 3)
3) Kwitansi penyerahan dana BOS SMA dari Direktorat Pembinaan SMA kepadaKwitansi penyerahan dana BOS SMA dari Direktorat Pembinaan SMA kepada Bank/Pos penyalur.
Bank/Pos penyalur. b.
b. SPM tersebut disampaikan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) IIISPM tersebut disampaikan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) III Jakarta untuk diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
Jakarta untuk diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). c.
c. Dana disalurkan oleh KPPN ke Bank/Pos penyalur. Selanjutnya Bank/Pos penyalurDana disalurkan oleh KPPN ke Bank/Pos penyalur. Selanjutnya Bank/Pos penyalur menyalurkan dana BOS SMA langsung ke rekening sekolah. Teknis penyaluran dana menyalurkan dana BOS SMA langsung ke rekening sekolah. Teknis penyaluran dana BOS SMA tersebut diatur dalam perjanjian kerjasama antara Direktorat Pembinaan BOS SMA tersebut diatur dalam perjanjian kerjasama antara Direktorat Pembinaan SMA dengan Bank/Pos penyalur.
SMA dengan Bank/Pos penyalur. d.
d. Penyaluran dana BOS SMA dilakukan mengacu pada PMK No 81 tentang BelanjaPenyaluran dana BOS SMA dilakukan mengacu pada PMK No 81 tentang Belanja Bantuan Sosial Pada Kementerian Negara/Lembaga.
Bantuan Sosial Pada Kementerian Negara/Lembaga. e.
Waktu penyaluran dana program ini
Waktu penyaluran dana program ini akan tepat waktuakan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telahsesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, apabila seluruh pihak terkait secara tepat waktu mengikuti
ditetapkan, apabila seluruh pihak terkait secara tepat waktu mengikuti timelinetimelineyang telahyang telah ditetapkan.
ditetapkan.
D.
D. KERJASAMA DENGAN BANK/POS PENYALUR
KERJASAMA DENGAN BANK/POS PENYALUR
Kerjasama dengan Bank/Pos Penyalur dituangkan dalam kontrak/perjanjian kerjasama yang Kerjasama dengan Bank/Pos Penyalur dituangkan dalam kontrak/perjanjian kerjasama yang memuat beberapa hal meliputi:
memuat beberapa hal meliputi:
1.
1.
Bank/Pos penyalur membuat pernyataan kesanggupan untuk menyalurkan Bank/Pos penyalur membuat pernyataan kesanggupan untuk menyalurkan danadana BOS SMA keBOS SMA ke rekening sekolah dalam jangka waktu paling lama 30rekening sekolah dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari setelah dana dari KPPN(tiga puluh) hari setelah dana dari KPPN diterima oleh Bank/Pos penyalur;
diterima oleh Bank/Pos penyalur;