• Tidak ada hasil yang ditemukan

JIMVET. 01(3): (2017) ISSN : GAMBARAN HISTOLOGIS TIMUS AYAM KAMPUNG (Gallus gallus domesticus) PADA UMUR BERBEDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JIMVET. 01(3): (2017) ISSN : GAMBARAN HISTOLOGIS TIMUS AYAM KAMPUNG (Gallus gallus domesticus) PADA UMUR BERBEDA"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

592

GAMBARAN HISTOLOGIS TIMUS AYAM KAMPUNG (Gallus gallus domesticus) PADA UMUR BERBEDA

Histological Thimic of Local Chicken (Gallus gallus domesticus) in Different Ages

Mardhih Abdian1, Hamdani Budiman2, Cut Dahlia Iskandar3

1Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala 2Laboratorium Histologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

E-mail: [email protected] ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histologis timus pada ayam kampung

(Gallus gallus domesticus). Hewan yang digunakan adalah ayam kampung (Gallus gallus

domesticus) berumur 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan masing-masing tiga ekor. Jaringan timus

masing-masing hewan diambil dan diproses secara mikroteknik dengan pewarnaan hemaktosilin-eosin (HE), kemudian diamati di bawah mikroskop elektrik. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan struktur timus dari ketiga umur tersebut. Bagian korteks pada umur 2 bulan tampak lebih tebal dibandingkan dengan ayam kampung umur 1 bulan dan 3 bulan. Diameter medula paling panjang pada ayam kampung umur 3 bulan dibandingkan dengan umur 1 bulan dan 2 bulan. Sebaran badan Hassal’s mengalami peningkatan pada setiap tingkatan umur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin bertambahnya umur maka ketebalan korteks semakin mengalami penurunan dan diameter medula semakin panjang pada umur 3 bulan.

Kata kunci: ayam kampung, timus, korteks, medula, badan Hassal’s

ABSTRACT

The aim of this research was to determine about histology finding of local chicken (Gallus gallus domesticus) thymus at different age. Animal used were local chicken (Gallus gallus domesticus) age 1 month, 2 months, and 3 months, each were three chicken hematoxylin-eosin (HE) stain, then observed under electric microscope. This result showed there were differences in thymus histology structure among three age. Cortex thickness has increased at age 2 months and then has decreased at age 3 months. Diameter of the medulla has longest on local chicken age 3 month then followed age 2 month and 1 month. Distribusion of Hassal’s bodies has increased every levels age. The conclusion of this study is the increasing age of then the cortex thickness has decreased at 3 months meanwhile diameter of the medulla getting longer.

Keywords: local chicken, thymus, korteks, medulla, Hassal’s bodies

PENDAHULUAN

Peternakan unggas khususnya ayam merupakan komoditi ternak yang cukup tinggi populasinya dan sangat berpotensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Indonesia (Melasari, 2015). Ternak ayam mempunyai peran yang penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi, mulai dari telur sampai daging ayam yang dikonsumsi masyarakat sebagai sumber protein hewani (Suhaeni, 2005).

Ayam kampung (Gallus gallus domesticus) merupakan salah satu sumber plasma

nutfah hewan indonesia yang sangat potensial dan memiliki kualitas yang tinggi yang perlu dilestarikan dan dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi yang telah ada (Invovet, 1996). Ayam kampung merupakan hasil domestikasi dari jenis ayam hutan merah (Murtidjo, 1992). Ayam kampung sendiri banyak dipelihara karena relatif mudah dipelihara, tidak memerlukan modal besarserta berperan dalam memanfaatkan sisa-sisa buangan dapur maupun sisa-sisa hasil pertanian (Yuwanta, 1995).

(2)

593

Organ limfoid pada system kekebalan unggas terdiri dari organ limfoid primer dan

sekunder. Timus, sumsum tulang dan bursa fabricius termasuk organ limfoid primer

sedangkan limpa, mucosal associated lymphoid tissue, limfonodus dan germinal center

termasuk organ limfoid sekunder (Hewajuli dan Dharmayanti, 2015).

Timus merupakan organ yang sangat penting pada hewan muda. Perkembangannya dimulai dari sebelum pubertas sampai dewasa. Ukuran timus akan semakin mengecil dengan bertambahnya umur hewan. Pada permukaan timus terdapat lapisan lemak, elemen fibrosa dan jaringan timus (Dyce dkk., 2002).

Secara anatomis timus ayam terletak disisi kanan dan kiri saluran pernafasan (trachea). Warnanya pucat kemerahan, bentuknya tidak teratur dan berjumlah 3-8 lobi pada leher. Tiap lobus dihubungkan dengan jaringan ikat dan membentuk suatu untaian dekat dengan vena jugularis (Getty, 1975).

Secara histologis timus terdiri dari kortek dan medula, kortek terdiri dari limfosit T, sebaran sel retikuler epithelial, dan sedikit makrofag bewarna lebih gelap, sedangkan medula mengandung badan Hassal yang khas, struktur ini merupakan sel- sel retikuler epithelial gepeng yang tersusun secara konsentris dan dipenuhi filament keratin dan bewarna lebih terang (Junqueira dan jose, 2007).

Sampai saat ini laporan mengenai gambaran histologi timus ayam kampung (Gallus

gallus domesticus) pada umur berbeda masih sangat terbatas. Oleh karena itu dibutuhkan

suatu penelitian yang bertujuan mengetahui gambaran histology,, timus ayam kampung dengan kelompok umur berbeda, sehingga dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi atau sebagai data dasar untuk penelitian lanjutan mengenai timus ayam kampung.

MATERIAL DAN METODE

Penelitian ini menggunakan organ timus yang diperoleh dari 9 ekor ayam kampung

(Gallus gallus domesticus) yang dibagi ke dalam tiga kelompok umur yaitu ayam berumur 1

bulan, 2 bulan, dan 3 bulan. timus diambil dan dipisahkan dari tubuh ayam kampung kemudian dicuci dengan NaCl fisiologis 0,95% dan dimasukkan dalam larutan fiksatif NBF 10% selama 24 jam. Organ-organ tersebut kemudian diproses hingga menjadi sediaan histologis dan dipotong dengan ketebalan 4-5 µm serta diwarnai dengan pewarna hematoksilin-eosin, kemudian diamati di bawah mikroskop.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan pengamatan histologis timus ayam kampung (Gallus gallus domesticus) pada

umur 1 bulan, 2 bulan, dan 3 bulan diamati adanya perbedaan antara setiap tingkatan kelompok umur. Maka dilakukan pengukuran dengan satu lapangan pandang sebanyak lima lobules tiap umur. Hasil pengamatan struktur histologis timus disajikan pada tabel di bawah ini.

Tabel Perbandingan timus pada ayam kampung (Gallus gallus domesticus) berdasarkan 3 tingkatan umur

Umur Ayam

kampung

Parameter yang diamati korteks (µm) Medula (µm) Badan Hassal’s *

(3)

594

1 bulan 115,2 136,6 Sedikit

2 bulan 138 297,6 Sedang

3 bulan 115,2 350 Banyak

Pada Tabel diatas terlihat bahwa ketebalan korteks ayam berumur 1 bulan mencapai

sebesar 115,2µm sedangkan pada umur 2 bulan berukuran 138µm dan pada umur 3 bulan memiliki ketebalan korteks mencapai 115,2µm. Pada umur 1 bulan menuju umur 2 bulan terjadi peningkatan tingkat ketebalan korteks timus, sedangkan pada umur 3 bulan ketebalan korteks mengalami penurunan (Gambar 2).

Gambar 2. Struktur histologis timus ayam kampung. (A,B). umur 1 bulan, (C,D). umur 2 bulan, (E,F). umur 3 bulan. Keterangan Timus terdiri, atas : K; korteks, M; medula, Tr; trabekula. Gambar A,C,E (4 kali), gambar B,D,F (10 kali).

Timus terdiri dari beberapa lobus dan lobulus yang dibatasi oleh trabekula yang berbentuk seperti jaringan ikat (Gambar 2). Trabekula meluas dan membagi kelenjar timus menjadi lobulus. Setiap lobules terdiri atas korteks yang terletak dibagian tepi sedangkan medula terletak yang lebih dalam dari bagian korteks. Pada pewarnaan HE korteks terlihat lebih gelap serta medula memiliki warna yang lebih terang dikarenakan penyebaran sel-sel T

F E

C D

(4)

595

yang jarang sehingga membuat bagian medula lebih terang (Gambar 2). Medula juga mengandung badan Hassal’s yang menjadi ciri khas pada kelenjar timus (Gambar 4). Histologi timus sangat bervariasi, tergantung usia individu. Gambaran tersebut menunjukkan timus yang normal, seperti yang dilaporkan Mariano (1986), secara histologis timus terdiri dari daerah korteks yang terdapat limfosit-limfosit kecil (timosit) berkumpul dengan padat. Didaerah medula, limfosit kurang padat berkumpulnya sehingga memberikan warna yang lebih terang pada daerah medula terdapat korpuskel-korpuskel timus (badan Hassal’s) yang merupakan kumpulan bulat terdiri dari sel-sel gepeng sering menunjukkan perubahan degeneratif dipusatnya. Ditambahkan Cheng dkk., (2003), secara histologis bagian korteks lebih besar dari pada bagian medula dikarenakan banyak limfosit T yang menumpuk pada bagian korteks. Grafik rata-rata ketebalan korteks dan medula ditampilkan pada (Gambar 3).

Gambar 3. Grafik gambaran histologis timus ayam kampung. Rata-rata (±SD) Ketebalan korteks dan medula timus ayam kampung pada umur berbeda.

Berdasarkan (Gambar 3) peningkatan ketebalan korteks terjadi pada umur 1 bulan menuju 2 bulan tetapi mengalami penurunan pada umur 3 bulan. Hal ini diduga pada umur 2 bulan merupakan masa puncak proliferasi sel-sel pada bagian korteks. Penurunan ketebalan korteks dari umur 2 bulan menuju 3 bulan dikarenakan terjadi akibat sel T yang banyak bermigrasi kebagian medula. Hal ini sesuai dengan pendapat Davison. (2008) bahwa medula merupakan tempat pematangan sel T. Sel T ini nantinya akan berfungsi sebagai sistem limfoid primer.

Proses pematangan sel T yang terjadi di bagian medula dapat mempengaruhi sistem antibodi dari ayam tersebut dikarenakan tidak semua sel T muda dapat dimatangkan pada

bagian medula yang selanjutnya, sel T harus mengalami penyesuaian dengan MHC (major

histocompatible complex) yang diakui sebagai autoantigen yang nantinya sel T mengalami

seleksi positif yang selanjutnya akan dimatangkan dibagian medula (Cheng dkk., 2003). Setiap tingkatan umur memiliki diameter medula yang berbeda-beda. Ayam kampung berumur 1 bulan memiliki diameter medula sebesar 136,6 µm sedangkan pada umur 2 bulan memiliki diameter medula sebesar 297,6µm dan pada umur 3 bulan 350 µm. Pada setiap kelompok umur, diameter medula ayam mengalami peningkatan (Gambar 3). Hal ini sama dengan penelitian Septian (2016), menyatakan bahwa dengan banyaknya sel T muda yang bermigrasi kebagian medula, sehingga meningkatkan diameter medula seiring dengan bertambahnya umur.

Selama proses pematangan sel T dan pemilihan badan Hassal’s pada medula berperan sebagai pusat dalam mengatur generasi antigenik (Samuelson, 2007). Medula terdiri dari sel retikuler yang berfungsi sebagai dukungan struktural untuk limfosit, makrofag dan sel-sel lainnya (Sultana dkk., 2011).

115.2136.6 138 115.2 297.6 350 0 100 200 300 400

1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan

R ata -r ata (SD ±) Keteb alan Ko rtek s d an Diam eter m ed u la (µm ) Korteks Medula

(5)

596

Pada Gambar 4, terlihat penyebaran badan Hassal’s pada timus ayam kampung dengan perbedaan umur yang diamati pada satu lapangan pandang diketahui bahwa ayam umur 1 bulan menunjukkan penyebaran badan Hassal’s yang paling sedikit, diikuti pada umur 2 bulan jumlah penyebaran badan Hassal’s di kategorikan sedang dan pada umur 3 bulan paling banyak. Hal ini ditampilkan pada Gambar 4.

Gambar 4. Struktur histologis timus ayam kampung. A) umur 1 bulan B) umur 2 bulan C1 Dan C2) umur 3 (HE 40 kali) . Tanda panah menunjukkan penyebaran badan Hassal’s.

Pada bagian medula timus ayam terdapat adanya badan Hassal’s. Semakin bertambahnya umur semakin meningkat badan Hassal’s pada timus ayam. Hal ini sama dengan penelitian Gilmore dan Bridges (1974), menyatakan bahwa sebaran dari badan Hassal’s pada unggas meningkat dengan pertambahan umur karena badan Hassal’s memainkan peran sentral dalam mengais sel-sel yang mengalami apoptosis.

Berdasarkan beberapa data, badan Hassal’s dalam medula timus pada banyak hewan dapat memainkan peran penting dalam menghasilkan sifat antigenik dari sel-sel sekitarnya. Akibatnya, pada timus yang tidak memiliki badan Hassal’s tidak dapat berfungsi secara normal (Song dkk., 2007). Bodey dkk. (2000), menunjukkan bahwa badan Hassal’s merupakan kompenen multiseluler dari nonlympotik dan berpatisipasi dalam kegiatan fisiologis prenatal yang memiliki sifat unik dan fungsional yang aktif.

KESIMPULAN

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin bertambahnya umur ayam

kampung (Gallus gallus domesticus), maka ketebalan korteks mengalami penurunan pada

tingkat umur 2 bulan menuju 3 bulan sedangkan untuk diameter medula semakin bertambah panjang dan untuk sebaran badan Hassal’s semakin banyak pada umur 3 bulan .

(6)

597

DAFTAR PUSTAKA

Bodey, B., Jr.B. Bodey, S.E. Stegel, and H.E. Kelser. 2000. Novel insights into the function

of the thymic Hassall’s bodies. In vivo. 14:407-418.

Cheng, LZ., C.P. Zhong, and W.Q. Cai. 2003. Contempory Histology. Shanghai scientifik and

techonological literature publishing house press, Shanghai.

Davison, F., B. Kespers and K.A. Schat. 2008. Avian Immunologi. Academic press

publications. London.

Dyce, S. 2002. Textbook of veterinary Anatomi. W.B. Sauders Company, Philadelphia.

Getty, R. 1975. Sissonand Grossman’s the anatomy of domestic animal. 5th ed. W. B. Sauders

Company, Philadelphia.

Gilmore, R. S and J. B. Bridges. 1974. Histological and ultrastructural studies on the myoid

cells of the thymus of the domestic fowl Gallus domesticus. J. Anat. 118(3):409-416.

Hewajuli, D.A. dan N.L.P.I Dharmayanti., 2015. Peran Sistem Kekebalan Non-spesifik dan

Spesifik pada Unggas terhadap Newcastle Disease WARTAZOA Vol. 25 No. 3Hlm.

135-146

Invovet. 1996. Hewan kesayangan. Suplemen invovet. Edisi ke-41. Gallus Indonesia Utama,

Bandung.

Junqueira, L.C. dan C. Jose. 2007. Histologi Dasar. EGC, Jakarta.

Mariano. 1986. Atlas Histologi Manusia. EGC, Jakarta

Melasari, 2015. Deteksi Dan Faktor Risiko Leucocytozoonosis Pada Tingkat Peternakan

Ayam Pedaging Di Kelurahan Maccope Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone.

Skripsi. Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran. Universitas

Hasanuddin. Makassar.

Murtidjo, B.A. 1992. Mengelola Ayam Buras. Kanisius , Yogyakarta.

Samuelson, D.A. 2007. Textbook of Veterinary Histologi.1st ed. Saunders Elsevier. St louis, Missouri.

Septian, A. 2016. Gambaran Histologi Timus Itik Tegal (Anas Javanicus) pada Umur

Berbeda. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Syiah Kuala. Banda

Aceh.

Suhaeni, N. 2005. Petunjuk Praktis beterak Ayam Broiler. Nuansa, Jakarta.

Sultana, N., M.Z.I. Khan, and M.A. Masum. 2011. Histommorphological study of the major

lymphoid tissue in indigenous ducklings of Bangladesh. Bang. J. Vet. Med. 9(1):

53-58.

Yuwanta, T. 1995. Prospek pengembangan peternakan ayam kampung sebagai Upaya

meningkatkan pendapatan keluarga Masyarakat Pedesaan. Sarah sehan Asosiasi

Gambar

Tabel  Perbandingan  timus  pada  ayam  kampung  (Gallus  gallus  domesticus)  berdasarkan  3  tingkatan umur
Gambar 2. Struktur histologis timus ayam kampung. (A,B). umur 1 bulan, (C,D). umur 2  bulan, (E,F)
Gambar  3.  Grafik  gambaran  histologis  timus  ayam  kampung.  Rata-rata  (±SD)  Ketebalan korteks dan medula timus ayam kampung pada umur berbeda
Gambar 4. Struktur histologis timus ayam kampung. A) umur 1 bulan  B) umur 2 bulan C1  Dan C2) umur 3 (HE 40 kali)

Referensi

Dokumen terkait