Pengambilan keputusan dalam
kebidanan
PENGERTIAN
Adalah suatu pendekatan yang sistematis
terhadap hakekat suatu masalah dengan
pengumpulan
fakta-fakta
dan
data,
menentukan alternatif yang matang untuk
mengambil suatu tindakan yang tepat dalam
praktek kebidanan.
Adalah suatu pendekatan yang sistematis
terhadap hakekat suatu masalah dengan
pengumpulan
fakta-fakta
dan
data,
menentukan alternatif yang matang untuk
mengambil suatu tindakan yang tepat dalam
praktek kebidanan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan:
1. Pengambilan keputusan tidak terjadi secara kebetulan 2. Pengambilan keputusan dilakukan pada sistematikan
tertentu :
a. Tersedianya sumber-sumber untuk melaksanakan keputusan yang akan diambil.
b. Kualifikasi tenaga kerja yang tersedia. c. Falsafah yang dianut organisasi.
d. Situasi lingkungan internal dan eksternal yang akan mempengaruhi administrasi dan manajemen di dalam organisasi
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan:
1. Pengambilan keputusan tidak terjadi secara kebetulan 2. Pengambilan keputusan dilakukan pada sistematikan
tertentu :
a. Tersedianya sumber-sumber untuk melaksanakan keputusan yang akan diambil.
b. Kualifikasi tenaga kerja yang tersedia. c. Falsafah yang dianut organisasi.
d. Situasi lingkungan internal dan eksternal yang akan mempengaruhi administrasi dan manajemen di dalam organisasi
3. Masalah harus diketahui dengan jelas.
4. Pemecahan masalah harus didasarkan pada
faka-fakta yang te rkumpul dengan sistematis.
5. keputusan yang baik adalah keputusan
yang telah dipilih dari berbagai alternatif yang
telah dianalisa secara matang.
3. Masalah harus diketahui dengan jelas.
4. Pemecahan masalah harus didasarkan pada
faka-fakta yang te rkumpul dengan sistematis.
5. keputusan yang baik adalah keputusan
yang telah dipilih dari berbagai alternatif yang
telah dianalisa secara matang.
Apabila pengambilan keputusan tidak didasarkan pada kelima hal diatas akan menimbulkan berbagai masalah ; a. Tidak tepatnya keputusan.
b. Tidak terlaksananya keputusan karena tidak sesuai dengan kemampuan organisasi baik dari segi
manusia, uang, maupun material.
c. Ketidakmampuan pelaksana untuk bekerja karena
tidak ada sinkronisasi antara kepentingan organisasi dengan orang-orang di dalam organisasi tersebut.
d. Timbulnya penolakan terhadap keputusan.
Apabila pengambilan keputusan tidak didasarkan pada kelima hal diatas akan menimbulkan berbagai masalah ; a. Tidak tepatnya keputusan.
b. Tidak terlaksananya keputusan karena tidak sesuai dengan kemampuan organisasi baik dari segi
manusia, uang, maupun material.
c. Ketidakmampuan pelaksana untuk bekerja karena
tidak ada sinkronisasi antara kepentingan organisasi dengan orang-orang di dalam organisasi tersebut.
Metode Pemecahan Masalah
1. Masalah
2. Pegumpulan data
3. Analisa data
4. Mengembangkan pemecahan
¯
5. Memilih alternatif
6. Implementasi
7. Evaluasi
1. Masalah
2. Pegumpulan data
3. Analisa data
4. Mengembangkan pemecahan
¯
5. Memilih alternatif
6. Implementasi
7. Evaluasi
Gaya Pengambilan Keputusan
Ada 7 variabel yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan yaitu :
1. Pentingnya kualitas keputusan untuk keberhasilan institusi. 2. Derajat informasi yang dimiliki oleh bidan
3. Derajat pada masalah yang terstruktur dalam organisasi. 4. Pentingnya komitmen bawahan dan ketrampilan membuat
keputusan.
5. Kemungkinan keputusan autokratik dapat diterima.
6. Komitmen bawahan yang kuat terhadap tujuan intitusi. 7. Kemungkinan bawahan konflik dalam proses akhir pada
keputusan final.
Ada 7 variabel yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan yaitu :
1. Pentingnya kualitas keputusan untuk keberhasilan institusi. 2. Derajat informasi yang dimiliki oleh bidan
3. Derajat pada masalah yang terstruktur dalam organisasi. 4. Pentingnya komitmen bawahan dan ketrampilan membuat
keputusan.
5. Kemungkinan keputusan autokratik dapat diterima.
6. Komitmen bawahan yang kuat terhadap tujuan intitusi. 7. Kemungkinan bawahan konflik dalam proses akhir pada
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1). Faktor Internal
Faktor internal dari diri manajer sangat memepengaruhi proses pengambilan keputusan. Faktor internal meliputi : keadaan emosional, fisik, personal karakteristik, cultural, sosial, latar belakang, filosofi, pengalaman masa lalu, minat, pengetahuan, sikap pengambilan keputusan yang dimiliki
.
2). Faktor Eksternal
Faktor eksternal termasuk kondisi lingkungan waktu. 1). Faktor Internal
Faktor internal dari diri manajer sangat memepengaruhi proses pengambilan keputusan. Faktor internal meliputi : keadaan emosional, fisik, personal karakteristik, cultural, sosial, latar belakang, filosofi, pengalaman masa lalu, minat, pengetahuan, sikap pengambilan keputusan yang dimiliki
.
2). Faktor Eksternal
URAIAN MATERI
3 (tiga) faktor penting tentang keterlibatan bidan dalam
proses pengambilan keputusan:
–
Menunjang pelayanan “ one to one “, yaitu pelayanan
antara bidan dan klien yang di sertai rasa saling
percaya terutama dalam menyelesaikan masalah yang
bersifat pribadi.
–
Meningkatkan sensitivitas terhadap klien, yaitu bidan
dapat memahami dan mengerti kebutuhan klien
sehingga bidan berupaya keras memenuhi kebutuhan
tersebut.
–
Perawatan berfokus-ibu (women centered care) dan
asuhan total (total care), sehingga bidan dapat
memberi perawatan yang berfokus pada klien secara
menyeluruh
URAIAN MATERI
3 (tiga) faktor penting tentang keterlibatan bidan dalam
proses pengambilan keputusan:
–
Menunjang pelayanan “ one to one “, yaitu pelayanan
antara bidan dan klien yang di sertai rasa saling
percaya terutama dalam menyelesaikan masalah yang
bersifat pribadi.
–
Meningkatkan sensitivitas terhadap klien, yaitu bidan
dapat memahami dan mengerti kebutuhan klien
sehingga bidan berupaya keras memenuhi kebutuhan
tersebut.
–
Perawatan berfokus-ibu (women centered care) dan
asuhan total (total care), sehingga bidan dapat
memberi perawatan yang berfokus pada klien secara
menyeluruh
Strategi Membantu Klien Dalam Pengambilan
Keputusan.
Ada 4 strategi yang dapat membantu klien
dalam mengambil keputusan:
1. Membantu klien meninjau kemungkinan
pilihannya.
2. Membantu klien dalam mempertimbangkan
keputusan pilihan.
3. Membantu klien mengevaluasi pilihan.
4. Membantu klien menyusun rencana kerja.
Strategi Membantu Klien Dalam Pengambilan
Keputusan.
Ada 4 strategi yang dapat membantu klien
dalam mengambil keputusan:
1. Membantu klien meninjau kemungkinan
pilihannya.
2. Membantu klien dalam mempertimbangkan
keputusan pilihan.
3. Membantu klien mengevaluasi pilihan.
Jenis-jenis Keputusan
Jenis-jenis keputusan diklasifikasikan dalam 2 kategori, yaitu:
1. keputusan yang direncanakan/ diprogram
2. keputusan yang tidak direncanakan/ tidak terprogram.
Keputusan yang diprogram:
Keputusan yang diprogram merupakan keputusan yang bersifat rutin dan dilakukan secara berulang-ulang sehingga dapat
dikembangkan suatu prosedur tertentu, contoh:UAS, KRS, dan wisuda.
Keputusan yang diprogram:
Keputusan yang diprogram merupakan keputusan yang bersifat rutin dan dilakukan secara berulang-ulang sehingga dapat
dikembangkan suatu prosedur tertentu, contoh:UAS, KRS, dan wisuda.
Keputusan yang tidak diprogram
Keputusan yang tidak diprogram adalah keputusan baru, tidak terstrutur dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya
Tipe Pengambilan Keputusan.
1. Pengambilan keputusan karena ketidaksanggupan. 2. Pengambilan keputusan intiutif, yaitu bersifat segera
3. Pengambilan keputusan yang terpasa karena sudah
kritis.
4. Pengambilan keputusan yang reaktif.
5. Pengambilan keputusan yang ditangguhkan.
6. Pengambilan keputusan secara berhati-hati. Tipe Pengambilan Keputusan.
1. Pengambilan keputusan karena ketidaksanggupan. 2. Pengambilan keputusan intiutif, yaitu bersifat segera
3. Pengambilan keputusan yang terpasa karena sudah
kritis.
4. Pengambilan keputusan yang reaktif.
5. Pengambilan keputusan yang ditangguhkan.
3 komponen penting dalam pembuatan keputusan yang baik.
1. Identifikasi kondisi masalah yang dihadapi oleh klien. 2. Susunlah daftar kehendak atau pilihan keputusan.
3. Untuk setiap pilihan, buatlah daftar konsekuensinya baik yang positif maupun negatif.
Hal Yang Perlu di Tekankan Kepada Klien Dalam Pengambilan Keputusan:
• Hati-hati dan bersikap bijaksana, karena pengambilan
keputusan dibuat setelah klien diberi informasi cukup untuk menimbang pilihan sesuai dengan situasinya
• Bantu klien dalam pengambilan keputusan dengan
memberikan saran yang sesuai dengan riwayat kesehatannya, keinginan, pribadi dan situasinya.
• Keputusan merupakan hak dan menjadi tanggung jawab klien
• Konseling bukan proses informasi, melainkan informasi
setelah konselor memperoleh data atau informasi tentang keadaan dan kebutuhan klien
• Hati-hati dan bersikap bijaksana, karena pengambilan
keputusan dibuat setelah klien diberi informasi cukup untuk menimbang pilihan sesuai dengan situasinya
• Bantu klien dalam pengambilan keputusan dengan
memberikan saran yang sesuai dengan riwayat kesehatannya, keinginan, pribadi dan situasinya.
• Keputusan merupakan hak dan menjadi tanggung jawab klien
• Konseling bukan proses informasi, melainkan informasi
setelah konselor memperoleh data atau informasi tentang keadaan dan kebutuhan klien