SOAL PSIKOTES

23  163  Download (6)

Full text

(1)

CFIT (Culture Fair Intelligence Test)

Tes ini dikembangkan oleh R.B Cattel pada tahun 1920. Jenis psikotes ini pernah mengalami beberapa kali revisi dan penelitian guna validasi. Pada tangun 1949, skala yang diginakan CFIT alamai perubaan, Sejak itu skal tes yang ada dipakai hingga sekarang. CFIT merupakan satu dari sekian tes intelektual yang ada, selain tes tersebut ada tes-tes serupa TIU (Tes Intelegensi Umum), TKP (Tes Kemampuan Dasar), AA (Army Alpha), Adkudag (Administrasi dan Keuangan) juga IST (Tes Intelegensi)

Secara sederhana, sebagai bagian dari tes psikologi secara umum, tes ini akan membantu seseorang mengetahui kemampuan orang lain atau dirinya sendiri. Kemampuan yang dimaksud disesuaikan dengan kebutuhan tes yang ada. Tes CFIT akan meningkatkan kecerdasan dan intelektual seseorang. Ada 3 jenis CFIT atau yang sering disebut dengan tiga skala. Ketinganya ialah CFIT skala 1 untk terbelakang mental, CFIT skala 2 untuk usia antara 8 – 13 tahun dan CFIT skala 3 untuk dewasa/ remaja. Sementara itu Subtes wajib dikerjakan dalam waktu tertentu, takni subtes 1 tentang series dalam 3 menit, subtes 2 tentang

classification, dalam 4 menit, subtes 3 matrices dalam 3 menit, serta subtes 4 tentang condition dalam 2.5 menit.

Pada soal berikut ini, Anda diminta untuk menjawab dua gambar atau bentuk yang paling mendekati dari 5 gambar pada kotak yang saling berbeda

Contoh Soal : CFIT Jawaban : B dan E

Gari yang lebih pendek mayoritas ada di garis yang lebih panjang. Pada garis B dan E garis yang lebih pendek berada di bawah aris yang lebih panjang

Standard Progressive Matrices (Psikotes SPM)

Link Resmi Loker BUMN

Lowongan PT PLN

(2)

Lowongan PT Brantas Tbk

Jenis pesikotes ini dipublikasikan pertama kali pada tahun 1938. Walaupun demikian, tes ini baru digunakan sejak tahun 1954. Tes ini dirancang khusus untuk testee berusia 6 hingga 65 tahun, dimana tes ini dapat disajikan secara individual ataupun klasikal. Waktu untuk mengerjakan tes ini adalah kurang lebih 30 menit.

Beberapa hal yang diukur pada SPM yaitu :

 Berpikir Sistematis, yaitu kemampuan untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu tugas sesuai dengan urutan, tahapan, langkah-langkah, atau perencanaan yang tepat, efektif, dan efisien.

 Daya Abstraksi, yaitu kemampuan menangkap, membayangkan, dan menganalisa suatu hal yang dilihat atau ditangkap indera kita secara abstrak.

 Berpikir Logis / Menalar, yaitu kemampuan untuk menarik kesimpulan yang sah menurut aturan logika dan dapat membuktikan bahwa kesimpulan itu benar sesuai dengan pengetahuan sebelumnya.

 Kecepatan & Ketelitian, yaitu kemampuan untuk menangkap, mengolah informasi dengan cepat dan teliti.

Contoh soal, Instruksi : Ada sepotong kain tetapi ada bagian yang hilang- coba pilih dari 6 pilihan di bawah mana yang cocok untuk mengisi bgaian yang hilang!

contoh Soal : SPM Jawaban : Gambar no 4 Psikotes EPPS

EPPS atau Edward Personal Preference Schedule merupakan psikotes yang pemyataan-pernyataannya dipakai untuk mengetahui 15 variabel kepribadian seseorang, yakni:

(3)

• Kemampuan menyesuaikan diri. • Kemampuan menunaikan tugas. • Kebutuhan untuk menunjukkan diri. • Kebutuhan untuk mandiri.

• Kebutuhan untuk berempati.

• Kebutuhan perhatian terhadap sesama. • Kebutuhan akan hubungan sosial. • Keinginan untuk memimpin. • Keinginan untuk kompromi.

• Kebutuhan memberikan perhatian. • Kebutuhan akan stimulasi dari luar.

• Kemampuan menghadapi berbagai rintangan. • Kebutuhan memberikan perhatian dari lawan jenis. • Kebutuhan untuk bertentangan dengan orang lain.

Soal 1 :

A. Saya suka berbicara tentang diri saya dengan orang lain.

B. Saya suka bekerja untuk suatu tujuan yang telah saya tentukan bagi diri saya.

Soal 2 :

A. Saya suka menolong teman-teman saya, bila mereka berada dalam kesulitan. B. Saya ingin melakukan pekerjaan apa saja ;eoaik mungkin.

Soal 3 :

A. Saya ingin mengetahui bagaimana pandangan orang-orang besar mengenai berbagai masalah yang menarik perhatian saya.

B. Saya ingin menjadi seorang ahli yang diakui dalam salah satu pekerjaan atau sedang khusus.

(4)

A. Saya ingin agar setiap pekerjaan tulisan saya teliti, rapi, dan tersusun dengan baik.

B. Saya ingin menjadi seorang ahli yang diakui dalam salah satu pekerjaan, jabatan atau bidang khusus.

Soal 5 :

A. Saya suka menceritakan cerita-cerita lucu dan lelucon-lelucon waktu pesta. B. Saya ingin menulis roman atau sandiwara hebat.

Soal 6 :

Link Resmi Loker BUMN Lowongan PT PLN Lowongan PT TASPEN Lowongan PT Brantas Tbk

A. Saya ingin dapat berbuat sekehendak hati saya.

B. Saya ingin bisa mengatakan bahwa saya telah melakukan dengan baik suatu pekerjaan yang sulit.

Soal 7 :

A. Saya ingin dapat memecahkan teka-teki dan persoalan-persoalan yang sukar bagi orang lain.

B. Saya suka mengikuti petunjuk-petunjuk dan melakukan apa yang diharapkan orang dari diri saya.

(5)

A. Saya ingin mengalami hal-hal yang baru dan perubahan-perubahan dalam kehidupan saya sehari-hari.

B. Saya suka menyatakan pada atasan-atas-an saya, bahwa mereka telah melakukan sesuatu pekerjaan dengan baik, bila memang demikian hanya menurut pikiran saya.

Soal 9 :

A. Bila saya berada dalam suatu kelompok, saya suka menerima pimpinan orang lain dalam memutuskan apa yang akan dilakukan oleh kelompok itu.

B. Saya ingin mengawasi dan mengarahkan tindakan-tindakan orang lain bilamana saja mungkin.

Soal 10 :

A. Saya suka menyimpan surat-surat, bon-bon, dan kertas-kertas lain secara tersusun rapi dan menurut sistem tertentu.

B. Saya ingin menjadi salah seorang pemimpin dalam organisasi-organisasi atau kelompok-kelompok di mana saya menjadi anggotanya.

Nah, dari sepuluh contoh soal di atas, sebagai panduan anda mengerjakan Contoh Soal Psikotes EPPS. Yang manakah dari dua pernyataan tersebut lebih menggambarkan diri Anda?

1. Bila Anda lebih suka pernyataan A daripada B, maka hendaknya Anda memilih A. Tetapi bila Anda lebih suka pernyataan B daripada A, maka hendaknya Anda memilih B.

2. Mungkin Anda suka atau bahkan tidak suka A dan B kedua-duanya. Dalam hal ini, Anda tetap diharapkan tetap memilih satu saja di antara dua. Pilihlah yang paling menggambarkan diri Anda.

Jika Anda sudah selesai menjawab semua soal, cek kembali

Psikotes Angka

Psikotes Deret Angka. Tes ini merupakan kumpulan deret angka, dimana tujuan tes ini adalah

mengukur kemampuan analisa kandidat/ peserta tes dalam memahami pola-pola maupun

(6)

kecenderungan tertentu kedalam wujud deret angka dan memprediksikan hal-hal lain

berdasarkan pola jawaban tersebut. Psikotes ini disebut juga tes angka atau huruf. Tes ini

bertujuan untuk keselarasan berpikir seseorang. Biasanya terdiri dari operasi penjumlahan,

penurangan, perkalian, pembagian, kuadrat dan kombinasi dari operasi-operasi tersebut.

Contoh Penjumlahan

Tentukan dua suku berikutnya dari deret berikut

2 4 6 8 10 … …

Pembahasan :

Deret di atas mempunyai pola +2 dan suku berikutnya diperoleh dari angka sebelumnya +2.

Jadi, dua suku berikutnya adalah 10+2=12 dan 12+2=14

Kombinasi :

Tentukan dua suku berikutnya dari deret berikut

4 10 7 8 10 6 13 4 … …

Pembahasan :

Terdapat dua suku pola deret atas, yaitu :

Suku ganjuil : 4,7,10,13,…

Suku ganjil mempunyai pola +3, suku berikutnya dari angka sebelumnya +3

Suku genap : 10,8,6,4 ….

Suku ganjil mempunyai pola -2, suku berikutnya dari angka sebelumnya -2

Jadi dua suku berikutnya pada deret di atas ialah 13+3=16 dan 4-2=2

Psikotes Angka Hilang. Sesuai dengan namanya, berarti yang akan dicari adalah angka yang

tak tampak di antara deretan baris angka-angka yang lain. Sehingga, ada kemungkinan

sepuluh angka yang harus dipahami di setiap barisnya. Jenis soal ini juga sering ada pada

psikotes TNI dan Polri.

Link Resmi Loker BUMN

Lowongan PT PLN

Lowongan PT TASPEN

Lowongan PT Brantas Tbk

Contoh soal:

– Huruf Hilang

(7)

Sesuai dengan namanya, berarti yang akan dicari adalah huruf yang tak tampak di antara

deretan baris huruf yang lain. Huruf hilang memiliki dua jenis model, yaitu huruf kecil semua

ataukah huruf kapital semua. Huruf hilang sangat berbeda dengan angka hilang karena Anda

harus mampu memahami huruf-huruf sebanyak 26 huruf (a/A – z/Z).

Contoh soal Psikotes Aritmatika

1.

(55+30)2

a. 7175

b. 7125

c. 7225

d. 9025

e. 8025

Jawaban C

2.

28 adalah berapa persen dari 70

a. 50

b. 40

C. 30

d. 25

e. 20

Jawaban B

3.

√94×1681=

a. 2581

b. 49

c. 23

Jawaban C

4.

suatu seri : 100-4-90-7-80

a. 8

b. 9

c. 10

d. 11

e. 12

Jawaban C

5.

5-7-10-12-15 seri selanjutnya

a. 13

b. 14

c. 15

d. 16

e. 17

Jawaban E

(8)

6.

suatu seri : 2-4-2-4-6-4-6-8-6-8-10-8-seri selanjutnya

a. 6

b. 7

c. 8

d. 9

e. 10

f. 11

Jawaban D

7.

jika x = 1/16 dan y = 16% maka:

a. x>y

b. x<y

c. x=y

d. x dan y tak dapat ditentukan

e. x2 > y

Jawaban B

8.

14berbanding 35 adalah

a. 1 berbanding 3

b. 3 berbanding 20

c. 5 berbanding 12

d. 3 berbanding 4

e. 5 berbanding 4

Jawaban C

9.

2x=64 3y=81 maka

a. X>y

b. X<y

c. X = y

d. X dan y tak bisa ditentukan

e. Xy<y

Jawaban A

Tes Wartegg

Tes ini terdiri dari 8 kotak dan pada masing-masing kotak berisi bentuk-bentuk tertentu seperti titik, garis kurva, 3 garis sejajar, kotak, dua garis saling

memotong, dua garis terpisah, tujuh buah titik tersusun melengkung dan garis melengkung. Lihat gambar :

(9)

tes wartegg, gambar pohon pesikologi tni, cara menggambar pohon nangka, contoh gambar 8 psikotes, gambar orang psikotes tni, soal psiko tni, soal soal tes psikotes tni, titik di dalam tes psikologi tni, contoh foto cara foto menggambar pohon, contoh gambar pohon dalam psikotes, contoh gambar pohon untuk psiko, tes wartegg psikotes tes jawaban warteg, tes jawaban psikotes, psikotes pohon nangka, psikotes warteg, gambar pohon pesikologi tni, contoh gambar 8

psikotes, gambar orang psikotes tni, contoh gambar pohon dalam psikotes, contoh soal soal psikotes tes masuk tni polri pegawai negri psikotes jawaban jawaban dalam psikotes terbaik

Pada tes ini Anda akan diminta untuk melanjutkan dengan menggambar sesuatu dari bentuk tersebut, kemudian menuliskan nama benda yang Anda gambar sesuai urutan gambar yang telah Anda buat, kemudian menuliskan nomor gambar yang mana paling Anda sukai dan tidak disukai, paling sulit dan mudah menurut Anda.

Pada tes wartegg ini sebaiknya Anda menggambar secara acak dan tidak berdasarkan nomor urut sesuai gambar, misalnya 1,2,3,4 kemudian 8,7,6,5. Karena jika Anda menggambar berdasarkan urutan gambar 1,2,3,4,5,6,7,8 Anda akan dipAndang oleh panitia penyelenggara psikotes (HRD) sebagai orang yang kaku atau konservatif. Sedangkan jika Anda menggambar secara acak misalnya 6,1,4,2,7,8,3,5 Anda akan dipAndang HRD sebagai orang yang bergerak kreatif, inovatif dan cenderung suka akan ‘breaking the low‘. Jika Anda laki-laki,

disarankan tidak mulai dengan nomor 5, karena beberapa anggapan menyebutkan hal ini berpengaruh terhadap orientasi seks Anda.

Ini adalah contoh jawaban dari soal tes wartegg atau wartegg test :

tes wartegg, gambar pohon pesikologi tni, cara menggambar pohon nangka, contoh gambar 8 psikotes, gambar orang psikotes tni, soal psiko tni, soal soal tes psikotes tni, titik di dalam tes psikologi tni, contoh foto cara foto menggambar pohon, contoh gambar pohon dalam psikotes, contoh gambar pohon untuk psiko, tes wartegg psikotes tes jawaban warteg, tes jawaban psikotes, psikotes pohon nangka, psikotes warteg, gambar pohon pesikologi tni, contoh gambar 8

psikotes, gambar orang psikotes tni, contoh gambar pohon dalam psikotes, contoh soal soal psikotes tes masuk tni polri pegawai negri psikotes jawaban jawaban dalam psikotes terbaik

(10)

Kedua, Tes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)

Pada umumnya saat tes epps kita akan diminta untuk memilih kecenderungan (yang kita sukai) atau sifat yang melekat pada diri kita sendiri diantara 2

pernyataan. Terkadang ke-2 pernyataan tersebut tidak ada yang kita sukai atau merupakan sifat kepribadian kita, kita tetap harus memilih salah satu yang mendekati diri kita. Tujuan tes epps (edwadrs personal preference schedule) ini untuk mengukur dan meninjau kepribadian orang dilihat dari

kebutuhan-kebutuhan yang mendorongnya dalam pekerjaan serta sejauh mana sifat yang kita miliki terhadap kococokan dengan posisi kerja yang kita lamar.

Adapun contoh pertanyaannya soal epps sebagai berikut:

- A. Saya suka memuji orang yang saya kagumi

– B. Saya ingin merasa bebas untuk melakukan apa saja yang saya kehendaki – A. Saya merasa bahwa dalam banyak hal saya kalah dibandingkan orang lain – B. Saya suka mengelakkan tanggung jawab dan kewajiban-kewajiban

Pada tes epps ini, nanti Anda diminta untuk memilih salah satu

kecenderungan yang menurut Anda ada pada diri Anda. Jika jawaban Anda menganggap pernyataan A cocok dengan Anda maka lingkari huruf A dan sebaliknya. Saran saya dalam menjawab pertanyaan soal epps ini kepada Anda adalah jawablah pertanyaan yang sesuai atau mendekati sifat apa yang

dibutuhkan atas pekerjaan atau posisi yang Anda duduki setelah Anda lulus psikotes dan diterima kerja nantinya.

(11)

Ketiga, Tes menggambar Orang (draw a man test) dan Pohon

Pada tes ini Anda disuruh menggambar seseorang dan sebuah pohon. Karena dinamakan psikotes, maka yang dinilai dari tes tersebut adalah aspek psikologis yang dapat termanifestasi dari gambar yang Anda hasilkan. Tes tersebut bukan tes menggambar sehingga bukan menilai aspek estetika dari gambar. Namun menilai bagaimana persepsi Anda terhadap sebuah instruksi untuk menggambar orang maupun pohon tersebut.

¤ Untuk gambar orang Anda tidak perlu menggambar dengan sangat bagus, tetapi cukup benar pastikan ke 5 indera kelihatan dengan jelas dan kalau bisa gambar orang bekerja tersebut sedang beraktifitas, contohnya adalah gambar petani sedang mencangkul di sawah atau seorang guru yang sedang mengajar murid.

¤ Untuk gambar pohon Anda harus menggambar pohon yang berkambium, kalau bisa lengkap dengan buahnya, contohnya adalah pohon nangka, durian, mangga, rambutan, dll.

Contoh Gambar Orang Tes Psikotes

gambar orang tes psikotes, gambar pohon pesikologi tni, cara menggambar pohon nangka, contoh gambar 8 psikotes, gambar orang psikotes tni, soal psiko tni, soal soal tes psikotes tni, titik di dalam tes psikologi tni, contoh foto cara foto menggambar pohon, contoh gambar pohon dalam psikotes, contoh gambar pohon untuk psiko, tes wartegg psikotes tes jawaban warteg, tes jawaban psikotes, psikotes pohon nangka, psikotes warteg, gambar pohon pesikologi tni, contoh gambar 8 psikotes, gambar orang psikotes tni, contoh gambar pohon dalam psikotes, contoh soal soal psikotes tes masuk tni polri pegawai negri psikotes jawaban jawaban dalam psikotes terbaik

(12)

Contoh Gambar Pohon Tes Psikotes (sebaiknya ditambah dengan buah)

gambar pohon tes psikotes, gambar pohon pesikologi tni, cara menggambar pohon nangka, contoh gambar 8 psikotes, gambar orang psikotes tni, soal psiko tni, soal soal tes psikotes tni, titik di dalam tes psikologi tni, contoh foto cara foto menggambar pohon, contoh gambar pohon dalam psikotes, contoh gambar pohon untuk psiko, tes wartegg psikotes tes jawaban warteg, tes jawaban psikotes, psikotes pohon nangka, psikotes warteg, gambar pohon pesikologi tni, contoh gambar 8 psikotes, gambar orang psikotes tni, contoh gambar pohon dalam psikotes, contoh soal soal psikotes tes masuk tni polri pegawai negri psikotes jawaban jawaban dalam psikotes terbaik

Keempat, Test Kraepelin atau Pauli atau Tes Koran

Pada Tes koran terdiri atas angka yang tersusun secara vertikal dalam bentuk lajur-lajur. Calon pegawai dan karyawan atau pserta tes diminta untuk

menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom dan menuliskan jawaban tepat disampingnya. Penilaian dari tes ini adalah sikap terhadap tekanan, ketahanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian, konsisten, sekaligus kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan yang diberikan. Berikut adalah contoh soal kreapelin atau pauli / koran.

tes koran, gambar pohon pesikologi tni, cara menggambar pohon nangka, contoh gambar 8 psikotes, gambar orang psikotes tni, soal psiko tni, soal soal tes

psikotes tni, titik di dalam tes psikologi tni, contoh foto cara foto menggambar pohon, contoh gambar pohon dalam psikotes, contoh gambar pohon untuk psiko, tes wartegg psikotes tes jawaban warteg, tes jawaban psikotes, psikotes pohon nangka, psikotes warteg, gambar pohon pesikologi tni, contoh gambar 8

(13)

contoh soal soal psikotes tes masuk tni polri pegawai negri psikotes jawaban jawaban dalam psikotes terbaik

Usahakan jumlah angka yang Anda dijumlahkan benar dan stabil di masing-masing kolom. Hasilnya akan lebih baik jika dibandingkan Anda memaksakan diri di awal tes namun menurun di pertengahan dan akhir tes. Kendalikan diri Anda untuk menghemat tenaga dan waktu sembari mendengar setiap perintah.

Kelima, Tes Logika Penalaran.

Tes ini terdiri atas deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi. Yang ingin diukur dalam tes ini adalah kemapuan anda dalam memahami

pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud gambar) untuk kemudian melakukan prediksi berdasarkan pola anda tersebut.

tes penalaran, gambar pohon pesikologi tni, cara menggambar pohon nangka, contoh gambar 8 psikotes, gambar orang psikotes tni, soal psiko tni, soal soal tes psikotes tni, titik di dalam tes psikologi tni, contoh foto cara foto menggambar pohon, contoh gambar pohon dalam psikotes, contoh gambar pohon untuk psiko, tes wartegg psikotes tes jawaban warteg, tes jawaban psikotes, psikotes pohon nangka, psikotes warteg, gambar pohon pesikologi tni, contoh gambar 8

psikotes, gambar orang psikotes tni, contoh gambar pohon dalam psikotes, contoh soal soal psikotes tes masuk tni polri pegawai negri psikotes jawaban jawaban dalam psikotes terbaik

Tipsnya konsetrasi, hati-hati dan teliti. Karena bentuk-bentuk yang ditawarkan hampir serupa walau tak sama.

(14)

Keenam, Tes Analog Verbal (Analog Verbal Test)

Tes analog verbal ini biasanya terdiri atas 40 soal yang berisi

sinonim/antonim/analog suatu kata. Yang dinilaian dalam tes ini yaitu

kemampuan logika Anda terhadap sebuah kondisi, untuk melihat sejauh mana Anda memahami sebab dan akibat suatu permasalahan dalam pekerjaan.

Apabila Anda bermasalah dengan konsentrasi dan logika, Anda dapat mem-bypass-nya dengan menghafal soal dan jawaban. Karena beberapa kali saya menghadapi tes ini, dan soal yang diberikan relatif sama. Lompati soal yang belum bisa Anda jawab ke soal berikutnya, dan jangan terpaku terhadap satu soal yang belum Anda ketahui karena waktu terus berjalan.

Ketujuh, Tes Logika Aritmatika

Tes logika aritmatika terdiri dari deret angka, yang menjadi penilaian dari tes ini adalah kemampuan analisa Anda dalam memahami pola-pola atau

kecenderungan tertentu yang berbentuk deret angka dan kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan pola yang ada.

(15)

5 10 15 20 25 30 … …

Dari soal tersebut setiap angka ditambah 5 maka lanjutan dari deret soal diatas adalah : 35 dan 40

Dalam mengerjakan soal ini jangan terpaku pada deret hitung atau deret ukur perhitungan matematika saja yaitu jangan terpaku pada 3-4 angka terdepan dalam deret namun adakalanya Anda melihat deret secara keseluruhan atau deret angka berikutnya, karena biasanya pola bisa berupa urutan,

pengelompokan berurutan maupun pengelompokan loncat angka. Jangan hanya terpaku pada satu soal yang penasaran ingin Anda pecahkan, tapi lompati ke soal berikutnya yang lebih mudah Anda kerjakan, karena terkadang soal di bawahnya lebih mudah dipecahkan dibandingkan soal sebelumnya.

1. Tes Wartegg

Wartegg test atau tes wartegg terdiri atas 8 kotak dimana masing-masing kotak berisi titik, garis kurva, 3 garis sejajar, kotak, dua garis saling memotong, dua garis terpisah, tujuh buah titik tersusun melengkung dan garis melengkung. Pada tes wartegg ini Anda akan diminta untuk membuat sebuah gambar untuk

masing-masing kotak dan menuliskan nama Anda gambar sesuai urutan gambar yang telah Anda buat, kemudian menuliskan nomor gambar yang mana paling Anda sukai dan tidak disukai. Penilaian dari tes wartegg ini adalah emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek bukan mahirnya Anda dalam menggambar. Berikut ini merupakan contoh soal tes wartegg.

Contoh soal wartegg test:

Tips dan cara mengerjakan soal wartegg test sebagai berikut:

Sebaiknya pada tes wartegg ini Anda menggambar secara acak dan tidak berdasarkan nomor urut sesuai gambar, misalnya 1,2,3,4 kemudian 8,7,6,5. Karena jika Anda menggambar berdasarkan urutan gambar 1,2,3,4,5,6,7,8 Anda

(16)

akan dipandang oleh panitia penyelenggara psikotes (HRD) sebagai orang yang kaku atau konservatif. Sedangkan jika Anda menggambar secara acak misalnya 6,1,4,2,7,8,3,5 Anda akan dipandang HRD sebagai orang yang bergerak kreatif, inovatif dan cenderung suka akan ‘breaking the low‘.

Apabila Anda bergender pria, jangan mulai dengan nomor 5, karena beberapa anggapan menyebutkan hal ini berpengaruh terhadap orientasi seks Anda. Berikut ini adalah salah satu contoh pengerjaan akhir gambar wartegg test anda bisa membuat gambar lainnya sesuai dengan kreasi masing-masing.

2. Test Kraepelin atau Pauli / Tes Koran

Tes kreapelin terdiri atas angka yang tersusun secara vertikal dalam bentuk lajur-lajur. Calon pegawai dan karyawan atau pesrta tes diminta untuk menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom dan

menuliskan jawaban tepat disampingnya. Penilaian dari tes ini adalah sikap terhadap tekanan, ketahanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian, konsisten, sekaligus kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan yang diberikan.

Contoh soal kreapelin atau pauli / koran Contoh soal kreapelin atau pauli / koran

Tips dan cara mengerjakan tes kreapelin

Usahakan jumlah angka yang Anda dijumlahkan benar dan stabil di masing-masing kolom. Hasilnya akan lebih baik jika dibandingkan Anda memaksakan diri di awal tes namun menurun di pertengahan dan akhir tes. Kendalikan diri Anda untuk menghemat tenaga dan waktu sembari mendengar setiap perintah dari panitia

(17)

Jangan sekalipun menggunakan pensil mekanis dalam tes kreapelin ini,

melainkan pensil biasa atau pulpen saja sesuai dengan perintah panitia, karena tes ini sangat terikat dengan waktu. Pensil mekanis ujungnya akan mudah patah atau habis sehingga memakan waktu untuk menggantinya, mekanisme ini membutuhkan waktu sekitar 0.5-1 detik. Apabila Anda melakukan reload dalam 10 lajur berarti Anda telah kehilangan waktu 5-10 detik dan hal ini tentu

merugikan Anda sendiri.

Teruslah fokuskan pikiran Anda dalam mengerjakan tes koran ini, dan jangan memikirkan sesuatu hal selain soal yang sedang Anda kerjakan. Karena jika sedikit saja Anda lari dari fokus pikiran Anda, hal ini akan mengganggu

konsentrasi, sehingga dapat melambatkan pengisian angka dalam test. Berikut ini merupakan latihan tes kreapelin telah selesai dikerjakan.

cara mengerjakan soal tes kreapelin atau tes koran

3. Tes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)

Jika Anda menginginkan untuk lulus atau bisa diterima jika mengerjakan soal psikotes pada bagian EPPS, maka pengerjaan soal ini bukan bisa atau tidak bisa, bukan pintar atau bodoh, namun lebih cenderung terhadap kepribadian Anda sendiri, apakah sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau tidak. Dengan soal EPPS inilah Anda akan mengetahui gambaran diri sendiri agar nantinya bisa lebih optimal dalam melakukan aktivitas bekerja. Pada prinsipnya yaitu, jika seseorang berada pada zona nyaman atau menyenangkan bagi dirinya, maka orang

tersebut akan menampilkan kinerja terbaiknya, hingga pada akhirnya, kesulitan demi kesulitan yang dijumpai di pekerjaannya akan menjadi tantangan untuk terus belajar dan bertanggungjawab.

Pada umumnya saat tes epps kita akan diminta untuk memilih kecenderungan (yang kita sukai) atau sifat yang melekat pada diri kita sendiri diantara 2

pernyataan. Terkadang ke-2 pernyataan tersebut tidak ada yang kita sukai atau merupakan sifat kepribadian kita, kita tetap harus memilih salah satu yang mendekati diri kita. Tujuan tes epps (edwadrs personal preference schedule) ini untuk mengukur dan meninjau kepribadian orang dilihat dari

kebutuhan-kebutuhan yang mendorongnya dalam pekerjaan serta sejauh mana sifat yang kita miliki terhadap kococokan dengan posisi kerja yang kita lamar.

(18)

Contoh Lembar Jawaban Soal EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)

Adapun contoh option jawaban soal epps sebagai berikut:

A. Saya suka menolong teman bila mereka sedang mengalami masalah B. Saya senang melakukan pekerjaan bersama hingga selesai

Tips dan cara mengerjakan soal epps

Sebelum mengerjakan soal epps, nanti Anda akan diminta oleh panitia

penyelenggara psikotes Anda untuk memilih salah satu kecenderungan yang menurut Anda ada pada diri Anda. Jika jawaban Anda adalah pernyataan yang pertama Anda diminta melingkari huruf A dan jika Anda memilih jawaban

terhadap pernyataan yang kedua, Anda diminta melingkari huruf B. Saran saya dalam menjawab pertanyaan soal epps ini kepada Anda adalah jawablah

pertanyaan yang sesuai atau mendekati sifat apa yang dibutuhkan atas

pekerjaan atau posisi yang Anda duduki setelah Anda lulus psikotes dan diterima kerja nantinya. Jangan menjawab diluar dari itu, walau Anda memiliki loyalitas tehadap teman namun disini Anda tidak diminta untuk itu, melainkan

keprofesionalan Anda saat berkerja.

4. Tes Analog Verbal (Analog Verbal Test)

Tes analog verbal ini biasanya terdiri atas 30-40 soal yang berisi sinonim/antonim/analog suatu kata. Yang dinilaian dalam tes ini yaitu

kemampuan logika Anda terhadap sebuah kondisi, untuk melihat sejauh mana Anda memahami sebab dan akibat suatu permasalahan dalam pekerjaan.

Contoh soal analog verbal

(19)

Pola menjawab soal tes analog verbar seperti berikut ini:

hitam = gelap jadi, sinonim dari hitam adalah gelap dan jawabannya e.

Tips dan cara menjawab soal tes analog verbal

Apabila Anda bermasalah dengan konsentrasi dan logika, Anda dapat mem-bypass-nya dengan menghafal soal dan jawaban. Karena beberapa kali saya menghadapi tes ini, dan soal yang diberikan relatif sama. Lompati soal yang belum bisa Anda jawab ke soal berikutnya, dan jangan terpaku terhadap satu soal yang belum Anda ketahui karena waktu terus berjalan.

5. Tes Logika Aritmatika

Tes logika aritmatika terdiri dari deret angka, yang menjadi penilaian dari tes ini adalah kemampuan analisa Anda dalam memahami pola-pola atau

kecenderungan tertentu yang berbentuk deret angka dan kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan pola yang ada.

Contoh Soal Logika Aritmatika

24 20 16 12 … …

Pola jawabannya: Setiap angka dikurang 4 maka lanjutan dari deret soal diatas adalah : 8 dan 4.

45 15 18 6 9 3 … … Pola jawabannya: n:3 n+3 n:3 n+3 ... ....

Tips dan cara mengerjakan soal tes logika aritmatika

Dalam mengerjakan soal ini jangan terpaku pada deret hitung atau deret ukur perhitungan matematika saja yaitu jangan terpaku pada 6-7 angka terdepan

(20)

dalam deret namun adakalanya Anda melihat deret secara keseluruhan atau deret angka berikutnya, karena pola bisa berupa urutan, pengelompokan

berurutan maupun pengelompokan loncat angka. Sekali lagi saya katakan jangan terpaku hanya pada satu soal yang penasaran ingin Anda pecahkan, lompati ke soal berikutnya yang lebih mudah Anda kerjakan, karena terkadang soal di bawahnya lebih mudah dipecahkan dibandingkan soal sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk ke efektifan dan keefesienan terhadap waktu yang diberikan dalam menyelesaikan soal logiaka aritmatika tersebut.

Itulah ke-lima bentuk tes psikotes yang sudah saya lengkapi dengan tips mengerjakan soal-soal psikotes tersebut. Semoga dengan ke-lima bentuk tes psikotes tersebut bisa membuat Anda lulus PSIKOTES dan Anda diterima di perusahaan/PT baru yang lebih "baik".

1. Semua pekerja harus mengenakan topi pengaman. Sementara pekerja mengenakan sarung tangan.

a. Sementara pekerja tidak menggunakan topi pengaman b. Semua pekerja tidak mengenakan sarung tangan

c. Sementara pekerja mengenakan topi pengaman dan sarung tangan d. Sementara pekerja tidak mengenakan topi pengaman dan mengenakan sarung pengaman

e. Sementara pekerja tidak mengenakan topi pengaman dan tidak mengenakan sarung tangan

Link Resmi Loker BUMN Lowongan PT PLN Lowongan PT TASPEN Lowongan PT Brantas Tbk

(21)

2. Semua anggota asosiasi profesi harus hadir dalam rapat. Sementara dokter adalah anggota asosiasi.

a. Semua yang hadir dalam rapat adalah dokter

b. Semua anggota rapat bukan anggota asosiasi profesi c. Sementara peserta rapat adalah dokter

d. Semua dokter hadir dalam rapat e. Semua yang hadir bukan dokter

Jawaban : C

3. Ayub, Bakri dan Ciputra diinterogasi atas pembunuhan dari Daud. Bukti-bukti pada tempat kejadian perkara (T*P) menunjukkan bahwa mungkin seorang pengacara terlibat pada perkara pembunuhan. Para tersangka, salah satunya adalah pembunuh, membuat pernyataan sebagai berikut.

Ayub

[1] Saya bukan pengacara

[2] Saya tak terlibat pembunuhan Daud

Bakri

[3] Saya memang seorang pengacara [4] Tapi saya tak terlibat pembunuhan Daud

Ciputra

[5] Saya bukan pengacara

[6] Seorang pengacara yang membunuh Daud

Pada pemeriksaan polisi ditemukan bahwa;

[7] Hanya dua dari pernyataan di atas yang benar

(22)

Pertanyaan: Siapakah yang membunuh Daud?

JAWABAN: Bila (2) dan (4) benar maka Ciputra pembunuh Daud. Dari pernyataan (7) maka (5) dan (6) adalah palsu. Tetapi bila Ciputra pembunuh Daud, maka pernyataan (5) dan (6) tidak mungkin palsu keduanya. Dari kesimpulan ini maka Ciputra bukan pembunuhnya. Pembunuhnya pasti Ayub dan Bakri. Kerena

pembunuhnya adalah pengacara, maka (6) adalah benar. Bila (1) benar, maka (2) akan benar (bukan pengacara), jadi (1) tak mungkin benar. Maka Ayub tentunya pengacara, bila (3) benar

Petunjuk Soal Psikotest : Masing-masing soal merupakan deret (seri) yang belum selesai. Selesaikanlah deret-deret (seri-seri) itu dengan memilih salah satu altematif yang disediakan yang anda anggap paling tepat.

1. suatu seri : 100-4-90-7-80. Maka seri selanjutnya a. 8 b. 9 c. 10 d. 11 e. 12 2. 5-7-10-12-15 seri selanjutnya a. 13 b. 14 c. 15 d. 16 e. 17

3. suatu seri : 2-4-2-4-6-4-6-8-6-8-10-8-seri selanjutnya a. 6

(23)

c. 8 d. 9 e. 10 f. 11 jawaban : 1. C 2. E 3. D

Figure

Updating...

References

Related subjects :