MANAJEMEN MUTU
SALAM UI
Dustur Ilahiy
____________________________________
Baginya (manusia) ada malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.Qs. Ar.Ra’d (13): 11
Sepenggal Nasehat
____________________________________
Sesungguhnya medan berbicara itu tidak semudah medan berkhayal. Medan berbuat tidak semudah medan berbicara. Medan jihad tidak semudah medan bertindak. Dan medan jihad yang benar tidak semudah medan jihad yang keliru. Terkadang sebagian besar orang mudah berangan-angan namun tidak semua angan-angan yang ada dalam benak mampu diucapkan dengan lisan. Bertapa banyak orang yang dapat berbicara naun sedikit sekali yang sanggup bekerja dengan sungguh-sungguh. Dan dari yang sedikit itu banyak diantaranya yang sanggup berbuat namun jarang yang mampu menghadapi rintangan-rintangan yang berat dalam berjihad. Para mujahid adalah sekelompok kecil yang terdiri dari para ‘Anshor’ (orang-orang yang bersedia berkorban demi agama) yang bisa berbuat salah seandainya mereka tidak mendapat pertolongan Allah. Maka persiapkanlah diri dan jiwa kalian, menggemblengnya secara benar dengan ujian yang cermat. Serta ujilah jiwa kalian dengan tindakan, yaitu dengan suatu pekerjaan yang amat berat baginya. Dan jauhkanlah jiwa kalian dari kesenangan dan kebiasan yang buruk…. Saudaraku, putaran waktu akan memperlihatkan kepada kita peristiwa-peristiwa yang mengejutkan dan memberikan peluang kepada kita untuk berbuat. Dunia akan melihat bahwa da`wah kita adalah hidayah, kemenangan, dan kedamaian yang dapat menyembuhkan rasa sakit yang sedang dideritanya. Dan setelah itu tibalah giliran kita untuk memimpin dunia, karena bumi tetap akan berputar dan kejayaan itu akan kembali kepada kita. Dan hanya Allah-lah harapan kita satu-satunya. Maka bersiap dan berbuatlah, jangan menunggu datangnya hari esok, kita memang harus menunggu putaran waktu itu, tetapi kita tidak boleh berhenti, kita harus berbuat dan terus melangkah, karena kita tidak mengenal kata berhenti dalam jihad yang suci ini. “Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, sungguh benar-benar akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami.”(Al Hujurah 69) Dan hanya Allah-lah zat yang Maha Agung dan bagi-Nya segala puji. -Asy-Syahid Imam Hasan Al Banna-
Sekapur Pinang
____________________________
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(Q.S Al-Hasyr:18)
Segenap puja-puji hanya milik Allah semata. Tiada sedikitpun hak bagi manusia untuk merasa telah berbuat sesuatu dengan kuasa dirinya. Segala gerak-gerak gerik, daya penggerak, dan unsur lain dalam kehidupan manusia merupakan anugerah Allah yang takkan pernah bosan memberikan kesempurnaan dan keajaiban dalam menyingkap rahasia kehidupan. Manusia paripurna adalah manusia yang selalu menyertakan Allah dalam setiap aktivitasnya. Bersyukur pada Allah atas kemurahan-Nya untuk memberikan kesempatan pada kita guna memegang `aqidah dan iman yang haq ini. Ia adalah pendorong setiap langkah kita yang takkan pernah lekang oleh waktu dan takkan pernah pudar walau zaman berganti masa.
Shalawat serta salam kepada Pemimpin Para Mujahidin, Imam Para Muttaqin, Manusia Paripurna Rasulullah Muhammad SAW. Semoga Allah menyampaikan rasa cinta kita yang amat besar dan menguatkan hati kita untuk selalu mengikuti jejak langkah Beliau dalam da`wah dan `amal sholeh.
Pada periode awal da`wah Islam yang dilakukan Rasulullah, Islam dilihat sebagai sebuah kekuatan yang memberikan pencerahan bagi ummat dan menakutkan bagi musuh. Keberlangsungan da`wah dalam konteks kekikinian masih memiliki substansi yang sama dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah dan tidak akan pernah bergeser dari apa yang terdapat dalam Al`quran. Metode, pola, karakteristik objek da`wah memiliki kesamaan dari mulai Islam muncul hingga sekarang. Perbedaan mendasar adalah pada sarana dan pola pendekatan yang disesuaikan dengan perkembagan zaman dan karakter objek da`wah kekinian.
Da`wah mutlak memerlukan kesamaan tujuan (wihdatul ghoyah) dan kerapihan gerak. Maka, pengorganisasian da`wah (nizhom) merupakan tahap yang harus dipenuhi untuk memenuhi dua hal tersebut. Organisasi da`wah memiliki dua fungsi yaitu sebagai penyelenggara da`wah Islam dan sebagai sarana untuk peningkatan pemahaman dan tadribat jihadiyah. Adapun untuk ruang lingkup kampus, pengorganisasian da`wah memiliki karakter dan konsekuensi yang harus dipenuhi agar tujuan da`wah yang diinginkan tercapai dengan optimal.
Dalam pengelolaan Da`wah Kampus (DK), Lembaga Da`wah Kampus (LDK) dalm hal ini SALAM UI, memiliki karakter Da`wah Umum dan Terbuka. Karakter tersebut dapat disarikan menjadi 2 substansi :
1. Da`wah Umum
Da`wah umum adalah da`wah yang melibatkan masyarakat luas/umum dalam setiap aktivitasnya, baik sebagai subjek pelaksana maupun objek. Da`wah `ammah dapat diwakili dengan kata LEGAL dan FORMAL. Bentuk da`wah `ammah haruslah memiliki wajihah yang diakui eksistensinya oleh masyarakat kampus sehingga harus memenuhi aspek legalitas dan formalitas gerakan. Fase da`wah kita bukan lagi fase tanzhimi yang berkonotasi rahasia, underground, atau hanya untuk kalangan internal saja seperti halnya pada periode pemerintahan yang represif terhadap da`wah Islam. Oleh karena itu, setiap wajihah da`wah kampus harus memenuhi syarat legal dan formal baik organisasinya maupun segala aktivitas yang dilakukan.
2. Terbuka
Da`wah yang bersifat terbuka dapat didefinisikan sebagai WAJAR atau terang-terangan. Artinya aktivitas yang dilakukan LDK harus memenuhi 2 unsur, yaitu: sesuai dengan logika mahasiswa dan sesuai dengan pola gerakan mahasiswa.
9 Sesuai dengan logika mahasiswa
Logika mahasiswa yang dimaksud adalah terbuka, rasional, dan eskalatif. Sifat terbuka dan rasional cukup jelas. Hal yang harus diperhatikan lebih dalam aktivitas da`wah kampus adalah sifat eskalatif. Eskalatif artinya harus ada alur kondisioning baik berupa isu maupun massa hingga mencapai puncak tertentu pada waktu yang ditentukan. Dalam tataran praktis, sifat eskalatif dapat diterjemahkan sebagai keharusan LDK dalam mengemas kegiatan/aktivitas da`wah dengan menformat proses sosialisai kegiatan sedemikian rupa sehingga pada saat pelaksanaan mobilisasi isu/opini dan massa (peserta umum) dapat memenuhi target.
9 Sesuai dengan pola gerakan mahasiswa
Pola gerakan mahasiswa adalah independen, mandiri, massif, dan melibatkan elemen lain. Independen artinya setiap aktivitas LDK tidak terwarnai oleh salah satu organisasi/lembaga/parpol/instansi tertentu dan kegiatannya tidak terintervensi siapapun. Mandiri artinya sebisa mungkin menghilangkan ketergantungan sumber daya baik berupa dana, isu, sdm, dan sebagainya dalam menyelenggarakan setiap aktivitasnya. Massif artinya melibatkan banyak orang dalam
setiap aktivitasnya. Dan harus diusahakan untuk melibatkan elemen lain dalam menyelenggarakan kegiatan terutama dalam hal/kepentingan yang sama.
Keberhasilan da`wah menuntut kerapihan gerak penyelenggara da`wah. Oleh karena itu, sangat diperlukan sistem manajemen penyelenggaraan organisasi yang rapih dan komprehensif. Kerapihan organisasi merupakan salah satu syarat dalam mewujudkan sebuah lembaga yang professional. Pada akhirnya, profesionalisme ini akan membentuk kredibilitas publik lembaga yang akan berpengaruh pada penerimaan objek da`wah akan setiap kegiatan yang digulirkan. Dalam hal ini, SALAM UI menyusun sebuah sistem yang dinamakan Manajemen Mutu Salam (Salam Quality Management). Manajemen Mutu Salam atau MMS mencakup segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan organisasi SALAM UI dari visi-misi hingga ke mekanisme reward dan educative punishment. Dengan adanya MMS diharapkan keberlangsungan da`wah yang dilakukan SALAM UI lebih terarah dan memiliki capaian da`wah yang signifikan.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikannya) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami baban yang berat sebagaimana Engkau bebankan pada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunkanlah kami; dan rahmatilah kami.
Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”(Q.S. Al-Baqoroh : 286)
SALAM UI Periode 2003-2004 Perekat Ukhuwah Penebar Da’wah Edisi Revisi (baca: tajdid) SALAM UI Periode 08 (2005-2006)
Bersahabat! New Edition
SALAM UI 10 (2007 M/1428 H)
SEJARAH
__________________________
Universitas Indonesia adalah salah satu Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia, yang banyak melahirkan manusia-manusia handal yang kemudian menentukan arah dan jatuh bangunnya negeri ini. Mahasiswa Universitas Indonesia dikenal sebagai barisan mahasiswa yang senantiasa berpikir kritis dan memiliki peran penyampai aspirasi, baik di antara mahasiswa sendiri maupun di masyarakat. Seringkali momentum-momentum penting di negeri ini ‘diberi warna’ oleh kiprah mahasiswa UI. Hal tersebut merupakan bentuk aktualisasi dari ilmu yang didapat dan hasil tempaan aktivitas kemahasiswaan yang sangat dinamis di Perguruan Tinggi ini.
Tidak disangkal pula bahwa sebagian besar mahasiswa UI adalah Mahasiswa Muslim. Kesemarakan aktivitas mahasiswa muslim ditandai dengan beragamnya aktivitas kemahasiswaan bernuansa Islam, seperti Peringatan Hari Besar Islam; kajian-kajian ilmiah bertemakan Islam melalui seminar, sarasehan, bedah buku, bazar buku dan souvenir Islam; pengembangan seni Islami melalui Lintas Budaya Islam, Bimbingan Baca Qur’an, serta masih banyak lainnya. Kerangka umum aktivitas kegiatan kemahasiswaan di atas adalah untuk menguatkan moral pada berbagai fungsi kehidupan dan membangun iklim Ukhuwah Islamiah di kalangan Muslim/ah Mahasiswa UI.
Beragamnya aktivitas kemahasiswaan bernuansa Islam membuat pengorganisasiannya pun beragam. Di tingkat fakultas terdapat seksi atau bidang Rohani Islam di tubuh Senat Mahasiswa Fakultas. Selain itu terdapat pula badan-badan yang relatif independen seperti Forum Studi Islam (FSI), Musholla, Forum Ukhuwah dan Kajian Islam (FUKI), dan Forum Amal dan Studi Islam (Formasi). Di tingkat universitas, pengorganisasian aktivitas ke-Islam-an dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) – Kerohanian Nuansa Islam Mahasiswa Universitas Indonesia (SALAM UI).
Pada awalnya kegiatan keislaman di tingkat universitas “dipegang” oleh Departemen Kerohanian Islam yang berada di bawah Senat Mahasiswa UI (SM UI). Sekitar tahun 1997, SM UI mengalami masalah internal, antara lain karena mengalami perubahan bentuk menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa UI (BEM UI). Hal ini membuat kondisi SM UI goncang dan tidak jelas, sehingga kegiatan-kegiatannya banyak yang vakum. Keadaan ini mempengaruhi departemen-departemen yang ada di bawahnya, termasuk juga Dept. Kerohanian Islam sehingga kegiatan-kegiatan keislaman pun banyak yang vakum.
Dakwah Islam seharusnya tetap berjalan, tidak bergantung kepada kondisi suatu organisasi. Karena itu tercetuslah ide untuk membentuk organisasi Islam se-UI yang nantinya dapat lebih bebas mengaktualisasikan kegiatan keislaman dan lebih banyak lagi melibatkan mahasiswa UI. Maka terbentuklah UKM Salam UI, yang kedudukannya langsung di bawah Pembantu Rektor III, dan sejajar dengan BEM UI atau UKM lainnya.
UKM Salam UI secara resmi didirikan tanggal 28 Oktober 1998 di MUI. Sebagai pendiri antara lain : - Arif Priambodo (Fakultas Psikologi ’94)
- Porkas Halomoan (Fakultas Sastra ’94)
- Ari Wibowo (Fakultas Teknik ’94)
- Umar Salim (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ’95) - Budi Prasetyo Wibowo (Fakultas Ekonomi ’94)
- Ismu Harkamil (Fakultas Hukum ’95)
- Bambang Suherman (Fakultas Matematika dan IPA ’94) - Afwan Riyadi (Fakultas Matematika dan IPA ’94) - Agus Rahmanto (Fakultas Kesehatan Masyarakat ’96)
- Deni AY (Fakultas Sastra ’94)
- Vetty Yulianty (Fakultas Matematika dan IPA ’94) - Hariyanti Retno K (Fakultas Matematika dan IPA ’95) - Rina Fadriana (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ’95) - Rini Gufraeni (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ’95) - Indreswari Nurmalita (Fakultas Sastra ’94)
- Dini Rahma Bintari (Fakultas Psikologi ’95)
Tujuan dari pendirian UKM Salam UI tersebut adalah untuk mengoptimalisasikan dan memberdayakan muslim/ah mahasiswa UI melalui wadah yang dapat menaungi beraneka ragam aktivitas serta berupaya menguatkan nilai moral pada berbagai fungsi kehidupan dan untuk mengembangkan dan meningkatkan ukhuwah islamiyah sebagai sarana integrasi mahasiswa muslim di UI.
Sejak pendiriannya tersebut, UKM Salam UI telah mengalami
10
periode kepengurusan dibawah pimpinan ketua umum antara lain:- Periode 1998-1999 Arif Priambodo (Fakultas Psikologi ’94) - Periode 1999-2000 Arsalsjah (Fakultas Sastra ’95) - Periode 2000-2001 Bayu Adi Permana (Fakultas Hukum ’96) - Periode 2001-2002 Muhammad Ihsan (Fakultas Ekonomi ’97)
- Periode 2002-2003 Lavi Masruri Araroi (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ’98) - Periode 2003-2004 Teguh Gumilar (Fakultas Teknik ’99)
- Periode 2004-2005 Ahmad Hidayatullah (Fakultas Kesehatan Masyarakat ’00) - Periode 2005-2006 Arya Sandhiyudha (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ’01) - Periode 2006-2007 Budi Prasetyo (Fakultas Ekonomi ’02)
- Periode 2007 Achmad Syarif H.A (Fakultas Matematika dan IPA ’03)
Pada periode pertama, hal yang lebih diutamakan adalah eksistensinya Salam UI, mengumumkan bahwa ada organisasi Islam se-UI. Periode ini yang dilakukan hanya membentuk jadi diri dan memperjelas tujuan dari Salam UI itu sendiri. Hanya sedikit kegiatan besar dilaksanakan, sedangkan departemen dan biro yang ada di bawahnya belum berjalan sebagaimana harusnya.
Pada periode kedua, departemen dan biro Salam UI lebih difungsikan dan dan dirapikan, mulai membuat program-program dan mengenalkannya kepada mahasiswa UI, mengumumkan Salam for all dengan kegiatan-kegiatan keislaman yang diselenggarakannya.
Pada periode ketiga, Salam UI mencoba untuk lebih mengakar ke mahasiswa UI, memperbaiki koordinasi, integrasi, dan kerjasama dengan tiap fakultas. Mulai banyak kegiatan-kegiatan besar diselenggarakan, seperti dalam menyambut Ramadhan (PERAK), menyambut milad Salam (SALMAN), dan dalam rangka menyambut Muharram, sehingga kegiatan Salam tahun-tahun berikutnya mulai terpola. Selain itu kegiatan terbesar pada periode ini adalah FSLDK (Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus) dimana LDK yang ada di Indonesia bertemu dan berkumpul.
****
Mulai periode kedelapan, Salam UI mengusung jargon “bersahabat!”. Untuk pertama kalinya diadakan Muktamar untuk seluruh Lembaga Da’wah se-UI, bernama Muktamar MADANI, guna mensinergikan peran-fungsi dan memantapkan program bersama se-UI. Untuk pertama kalinya pula diadakan dialog antar elemen da’wah di UI secara legal formal, bersama HMI Dipo, HMI-MPO, IMM, PMII, dan FIKI. Forum-forum bersama seluruh Lembaga Da’wah se-UI diadakan dalam rangka menyamakan emosi menghadapi momen-momen bersama, forum tersebut diberi nama FASEL (Forum silaturahim Aula SELatan masjid) UI. Di periode ini melalui FSLDK XIII, SALAM UI dipercaya Pusat Penyikapan Isu Keumatan sekaligus Prototype Dakwah Kampus berbasis kompetensi. Dalam periode ini berhasil diluncurkan SALAM Press, SALAM Palestine Center, dan Ummah Research Center. Pada periode ini, SALAM UI dipercaya oleh kementrian pemuda dan olahraga, dalam Forsa IYA (Forum Silaturahim Alumni Indonesian Youth Action) untuk membuat website dan peluncur isu-isu kepemudaan oleh “Forsa IYA” (stop pornografi-pornoaksi, anti-rokok-narkoba, dan narkoba-miras). Juga dipercaya sebagai tuan rumah pertemuan perdana Forsa IYA. (lebih lanjut dapat dibaca di “Risalah bersahabat” SALAM 08).
Dengan visi “pusat bersama”, sebagai lembaga yang dapat menaungi muslim/ah di UI, serta misi untuk selalu hidup dengan integritas dan memperbaiki hidup sesama, Salam UI sebagai ‘pusat’ da’wah Islam di UI, diharapkan mampu menaungi dan memberikan pelayanan terbaik pada umat (khadimul ummah) dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa. Dalam hal ke’bersahabat’an, sebagai wadah konsolidasi muslim/ah mahasiswa UI yang di dalamnya penuh dengan iklim persaudaraan (ukhuwah islamiyah), serta pola komunikasi yang lebih terbuka (hizbah), sehingga aktivitas yang dilakukan dapat dirasakan oleh seluruh muslim/ah mahasiswa UI. Juga dalam hal ke’mandiri’an, seperti peningkatan pemahaman berislam (tarbiyah islamiyah), pengembangan kompetensi (tanmiyatul kafa-ah).
Implementasinya kemudian adalah bahwa UKM Salam UI berusaha membuat program-program yang bisa merealisasikan visi misi tersebut. Program-program yang ada dibuat sedemikian rupa sehingga diharapkan dapat merepresentasikan penguatan nilai moral dan intelektualitas keislaman pada seluruh aspek kehidupan kemahasiswaan di Universitas Indonesia.
ANGGARAN DASAR DAN
ANGGARAN RUMAH TANGGA
___________________________________________
ANGGARAN DASAR SALAM UI
MUKADIMAH
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM
BAB I NAMA
Pasal 1 Nama
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ini bernama Nuansa Islam Mahasiswa Universitas Indonesia, disingkat SALAM UI.
BAB II
WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 2 Waktu
SALAM UI didirikan di Kampus UI Depok pada tanggal 23 September 1998 bertepatan dengan Jumadil Tsani 1419 H untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya.
Pasal 3 Tempat Kedudukan
SALAM UI berkedudukan di Sekretariat SALAM UI di Masjid UI dan Pusgiwa UI.
BAB III
ASAS, SIFAT DAN STATUS Pasal 4 Asas
SALAM UI berasaskan Islam Pasal 5 Sifat
SALAM UI bersifat keilmuan, persaudaraan dan sosial kemasyarakatan.
Pasal 6 Status
SALAM UI berstatus otonom terhadap lembaga kemahasiswaan tingkat Universitas Indonesia dan koordinatif dengan lembaga-lembaga dakwah fakultas di dalam Universitas Indonesia.
BAB IV
TUJUAN DAN USAHA
Pasal 7 Tujuan SALAM UI bertujuan :
1. Mengoptimalisasikan, mengaktualisasikan, dan
memberdayakan mahasiswa muslim UI melalui beragam
aktivitas kerohanian di semua fungsi kehidupan kemahasiswaan.
2. Mengembangkan, meningkatkan dan membina Ukhuwah
Islamiyah menuju persatuan-kesatuan dan integrasi melalui
koordinasi Mahasiswa Muslim Universitas Indonesia.
Pasal 8 Usaha
Organisasi ini meliputi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan :
1. Membina ketaqwaan, keimanan dan akhlaq mahasiswa muslim
Universitas Indonesia dengan cara-cara yang sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah Rosulullah Muhammad SAW yang dilakukan dengan memperhatikan perkembangan zaman dan seiring dengan konteks kampus.
2. Menggali,mengaktualisasikan, mengembangkan, dan
memantapkan segenap potensi mahasiswa muslim Universitas Indonesia baik potensi akal dan keilmuan, potensi budaya dan seni, potensi jasmani dan pengenalan lingkungan hidup, dan lain-lain yang sifatnya kreatif dan aplikatif yang akan berguna bagi diri dan masyarakatnya.
3. Mengembangkan, kerjasama, komunikasi, koordinasi, integrasi
dan persaudaraan antar sesama mahasiswa muslim di Universitas Indonesia.
4. Mengembangkan dan meningkatkan kepekaan, kepedulian,
peran serta, dan solidaritas mahasiswa muslim Universitas Indonesia terhadap permasalahan-permasalahan sosial kemasyarakatan.
5. Meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa muslim dalam
keterampilan-keterampilan umum maupun keagamaan dengan tujuan mengajak ke arah kebaikan dan mencegah kemungkaran pada seluruh mahasiswa Universitas Indonesia.
6. Usaha-usaha lain yang halal dan benar menurut Al-Qur’an , Sunnah dan peraturan Universitas Indonesia.
BAB V KEANGGOTAAN
Pasal 9 Syarat Keanggotaan
1. Keanggotaan SALAM UI terbuka bagi setiap mahasiswa
muslim D3,S1 dan Ekstension Universitas Indonesia yang terdaftar pada Biro Administrasi Mahasiswa Universitas Indonesia.
2. Syarat-syarat keanggotaan selanjutnya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga SALAM UI.
Pasal 10 Kategori Keanggotaan
1. Anggota
2. Anggota Biasa
3. Anggota Istimewa
4. Anggota Kehormatan
Pasal 11 Kewajiban dan Hak Anggota
1. Setiap anggota berkewajiban mematuhi Anggaran Dasar (AD),
Anggaran Rumah Tangga (ART), serta ketetapan-ketetapan lainnya yang mengikat semua jenis keanggotaannya. 2. Setiap anggota berhak mengikuti berbagai program kerja
yang diselenggarakan oleh SALAM UI untuk semua anggota.
BAB VI
KEORGANISASIAN
Pasal 12 Struktur Organisasi
1. Struktur organisasi SALAM UI ini terdiri dari Majelis Syuro’, Badan Pengurus Harian, Penelitian Pengembangan, Departemen/Kesekretariatan, Divisi/Biro.
2. Ketentuan-ketentuan tentang struktur organisasi diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 13 Kepengurusan Pengurus Organisasi terdiri dari :
1. Badan pengurus harian terdiri dari Ketua, Sekretaris Umum dan Ketua-ketua Departemen.
2. Pengurus lainnya yang merupakan anggota aktif yang terlibat dalam Penelitian-pengembangan/Departemen/Biro/Divisi. 3. Syarat-syarat menjadi pengurus organisasi diatur lebih
lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 14 Badan Koordinasi dan Badan Khusus
1. Badan Koordinasi adalah forum Lembaga Dakwah Fakultas.
2. Badan Khusus.
BAB VII
PERMUSYAWARATAN
Pasal 5 Jenis-jenis permusyawaratan
1. Rapat-rapat permusyawaratan dalam SALAM UI meliputi :
Musyawarah Kerja, Rapat Majelis Syuro’, Rapat Kerja, Rapat BPH, Rapat Lit-Bang, Rapat Departemen. Rapat Divisi, Rapat Biro, silaturahim, pertemuan koordinasi, dan bentuk-bentuk pertemuan komunikasi lainnya yang dianggap perlu.
2. Status, fungsi dan mekanisme permusyawaratan yang belum
diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 16 Hierarki Permusyawaratan
1. Permusyawaratan tertinggi berada pada Musyawarah Kerja
dimana dilaksanakan evaluasi dan pengesahan laporan pertanggungjawaban, pemilihan ketua dan pemilihan Majelis Syuro’, dihadiri anggota biasa, pengurus, majelis syuro’, anggota istimewa dan anggota kehormatan.
2. Rapat majelis syuro’ berfungsi sebagai permusyawaratan tinggi dimana dilaksanakan pembahasan hal yang strategisbagi kelangsungan organisasi.
3. Rapat kerja pengurus berfungsi sebagai sarana penyusunan
program kerja dan dihadiri oleh seluruh pengurus SALAM UI.
4. Rapat Badan Pengurus Harian berfungsi sebagai sarana
pengambilan keputusan-keputusan yang bersifat teknis operasional dan koodinatif.
5. Rapat lit-bang/Kesekretariatan/Departemen
6. Rapat Biro/Divisi
BAB VIII KEUANGAN
Pasal 17 Keuangan SALAM UI
Keuangan SALAM UI diperoleh dari infaq anggota, usaha-usaha halal yang dikelola SALAM UI, serta sumbangan-sumbangan lain yang halal, tidak mengikat dan tidak melanggar hukum Islam dan peraturan Universitas Indonesia.
BAB IX
PERUBAHAN DAN PENGESAHAN
Pasal 18 Perubahan dan Pengesahan Anggaran Rumah Tangga Perubahan dan pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SALAM UI hanya dapat diputuskan oleh Musyawarah Kerja, sebelum terbentuk Musyawarah Kerja maka mekanisme ini dilaksanakan oleh Dewan Pendiri.
BAB X PEMBUBARAN
Pasal 19 Pembubaran
1. Pembubaran SALAM UI dapat dilaksanakan melalui Musyawarah
Kerja yang khusus dengan agenda pembubaran.
2. Keputusan pembubaran hanya dapat dilakukan apabila
Musyawarah kerja tersebut dalam ayat 1 dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 jumlah peserta yang hadir dari jumlah peserta Musyawarah Kerja.
3. Keputusan pembubaran diambil jika disetujui oleh
sekurang-kurangnya 2/3 jumlah peserta yang hadir dan semua anggota Majelis Syuro’.
BAB XI
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 20
Hal-hal yang belum diatur, ditetapkan atau pun dirinci dalam Anggaran Dasar ini diatur dalam :
1. Anggaran Rumah Tangga SALAM UI
2. Peraturan/Ketentuan tersendiri yang dikeluarkan sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar ini.
BAB XII PENUTUP
Pasal 21
1. Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal disahkan
2. Semua ketentuan dan peraturan yang bertentangan dengan
Anggaran Dasar ini dinyatakan tidak berlaku.
Disahkan di Depok (pas Muker I) Tanggal...1998pukul ...WIB Oleh :
ANGGARAN RUMAH TANGGA SALAM UI
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM
BAB I KEANGGOTAAN
Pasal 1 Jenis Anggota
1. Anggota adalah seluruh mahasiswa muslim Universitas
Indonesia jenjangD3,S1 dan ekstension yang terdaftarpadabiro administrasi Mahasiswa Universitas Indonesia.
2. Anggota biasa adalah semua anggota yang mendaftarkan diri
menjadi anggota biasa SALAM UI dan memenuhi persyaratan organisasi sebagai anggota biasa serta akan dinilai keaktifannya sesuai komitmen dan keterlibatannya dalam SALAM UI.
3. Anggota istimewa adalah anggota yang telah ditetapkan menjadi anggota istimewa oleh Badan Pengurus Harian karena keterlibatan tidak langsung sebagai ketua atau ketua keputrian Lembaga Dakwah Fakultas dilingkungan Universitas Indonesia.
4. Anggota kehormatan adalah orang di dalam atau di luar organisasi yang ditetapkan menjadi anggota kehormatan oleh Badan Pengurus Harian karena jasa dan sumbangannya dalan pendirian dan pengembangan SALAM UI. Pasal 2 Persyaratan Keanggotaan
1. Anggota
a. Beragama Islam
b. Terdaftar di biro administrasi mahasiswa Universitas Indonesia sebagai mahasiswa D3, S1 reguler atau ekstensi.
2. Anggota Biasa
a. Mendaftarkan diri sebagai anggota biasa dengan mengajukan permohonan dan menyatakan diri secara tertulis kesediaan keanggotaannya.
b. Telah mengikuti orientasi SALAM UI tingkat-1 (OI-1) c. Bersedia secara rutin dan intersif mengikuti program
pembinaan anggota.
d. Taat beribadah, berakhlakul karimah serta berkomitmen pada Islam
e. Menyetujui dan bersedia mematuhi Anggaran Dasar
dan Anggaran Rumah Tangga SALAM UI
3. Anggota Istimewa
Keterangan mengenai Lembaga Dakwah Fakultas diatur dalam ketetapan organisasi.
4. Anggota Kehormatan
Persyaratan anggota kehormatan diatur dalam ketentuan tersendiri
Pasal 3 Berakhirnya Keanggotaan
1. Keanggotaan Berakhir bila
a. Anggota tidak lagi terdaftar sebagai mahasiswa pada biro administrasi mahasiswa Universitas Indonesia
b. Murtad dari Agama Islam
c. Meninggal dunia
2. Keanggotaan biasa berakhir bila
a. Anggota tidak lagi terdaftar sebagai mahasiswa pada biro administrasi mahasiswa Universitas Indonesia
b. Mengundurkan diri dari keanggotaan biasa.
c. Murtad dari Agama Islam
d. Meninggal dunia
e. Diberhentikan
3. Keanggotaan istimewa berakhir bila
a. Anggota tidak lagi terdaftar sebagai mahasiswa pada biro administrasi mahasiswa Universitas Indonesia
b. Murtad dari Agama Islam
c. Meninggal dunia
d. Dicabut status anggota istimewanya
Pasal 4 Hak Anggota
1. Anggota mempunyai hak mengikuti kegiatan yang
diselenggarakan oleh SALAM UI untuk seluruh mahasiswa muslim Universitas Indonesia.
2. Anggota biasa
a. Menjadi peserta dalam kegiatan yang diselenggarakan SALAM UI untuk anggota biasa.
b. Mendapatkan informasi untuk kegiatan SALAM UI
c. Terlibat aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan SALAM UI
d. Mengikuti program pembinaan anggotaan
e. Hak bicara dan hak suara sesuai mekanisme pada
musyawarah kerja.
f. Mengikuti OI-2 jika memenuhi persyaratan yang
ditentukan
3. Anggota Istimewa
a. Mempunyai hak bicara dan hak suara sesuai
mekanisme musyawarah kerja. b. Dipilih menjadi anggota majelis syuro’.
c. Dipilih menjadi Badan Pengurus Harian atau Ketua
SALAM UI.
4. Anggota Kehormatan
Mempunyai hak memberi masukan, saran dan usulan-usulan serta pemikiran-pemikiran demi kemajuan dan pengembangan SALAM UI.
Pasal 5 Kewajiban Anggota
1. Anggota dan anggota kehormatan tidak mempunyai kewajiban
terhadap SALAM UI.
2. Anggota biasa memiliki kewajiban:
a. Membayar infaq anggota yang besarnya ditentukan dalam
ketetapan SALAM UI.
b. Secara rutin dan intensif mengikuti pembinaan anggota. c. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan
oleh SALAM UI.
3. Anggota istimewa
Melakukan koordinasi program, sumber daya manusia, kehumasan dengan pengurus SALAM UI.
Pasal 6 Pemberhentian Anggota
1. Anggota: Keanggotaannya otomatis berhenti bila sudah tidak terdaftar menjadi mahasiswa di biro administrasi mahasiswa UI 2. Anggota biasa dapat diberhentikan kenggotaannya bila:
a. Bertindak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang
telah ditetapkan oleh SALAM UI
b. Bertindak merugikan atau mencemarkan nama baik
SALAM UI
3. Anggota Istimewa
Dapat diberhentikan dari keanggotaan Istimewa bila ada keputusan pemberhentian oleh Majelis Syuro’. Pasal 7 Mekanisme Pemberhentian
1. Anggota yang diberhentikan dapat melakukan pembelaan dalam
forum yang ditunjuk untuk itu.
2. Prosedur pemberhentian dan pembelaan diatur dalam ketetapan
organisasi.
BAB II
STRUKTUR ORGANISASI
Pasal 8 Fungsi Organisasi Struktural
Struktur organisasi SALAM UI paling tidak terdiri dari kelengkapan-kelengkapan dibawah ini:
1. Majelis syuro’ berfungsi sebagai lembaga tinggi yang menjaga keteraturan, kesinambungan, serta yang menjaga keteraturan gerak langkah SALAM UI dengan visi,misi dan tujuan organisasi.
2. Badan Pengurus Harian berfungsi menjadi koordinator dalam
pelaksanaan kegiatan dan penggerak SALAM UI
3. Penelitian-Pengembangan berfungsi sebagai pengurus yang
mengontrol kinerja organisasi serta penyikapan yang dianggap perlu terhadap situasi dan kondisi eksternal SALAM UI
4. Departemen/Sekretaris umum berfungsi sebagai koordinator dari
kegiatan divisi/biro yang dibawahinya.
5. Divisi/biro berfungsi menjalankan kegiatan SALAM UI yang
sudah ditetapkan dalam Musyawarah Kerja. Pasal 9 Badan Koordinasi dan Badan Khusus
1. Badan Koordinasi adalah forum ketua Lembaga Dakwah
Fakultas yang berfungsi sebagai sarana koordinasi kegiatan keislaman dilingkungan Universitas Indonesia.
2. Badan khusus adalah unit kegiatan yang semi otonom dan
memiliki usaha mandiri serta masih melaksanakan koordinasi dengan SALAM UI
BAB III KEPENGURUSAN
Pasal 10 Majelis Syuro’
1. Persyaratan
a. Anggota aktif yang pernah menjadi Badan Pengurus Harian
atau anggota Istimewa UKM SALAM UI
b. Telah mengikuti OI-4
c. Sedang menjalani semester ke-5 sampai dengan ke-9 dari
masa perkuliahnya
d. Memiliki integritas pribadi dan komitmen yang tinggi terhadap Al-Islam.
2. Pemilihan
Anggota Majelis Syuro’ dipilih oleh komisi pemilihan Majelis Syuro’ yang terdiri dari Majelis Syuro’ lama, Badan Pengurus Harian dan Ketua Lembaga Dakwah Fakultas dalam Musyawarah Kerja setiap 1 tahun sekali dan dapat dipilih kembali selama masih memenuhi persyaratan.
3. Pemberhentian
Anggota MajelisSyuro’ dapat berhenti/diberhentikan bila : a. Tidak lagi berstatus sebagai anggota : anggota biasa
maupun anggota istimewa SALAM UI
b. Dianggap tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik
sebagai anggota Majelis Syuro’ oleh anggotan majelis Syuro’ lainnya.
c. Mengundurkan diri dari Majelis Syuro dengan alasan yang
dapar dibenarkan menurut Al-Quran dan sunnah dan aturan lain yang sejalan.
d. Prosedur pemberhentian dan pembelaan diatur dalam
ketetapan organisasi.
4. Tugas dan Kewajiban Anggota Majelis Syuro’
a. Menjaga keteraturan, kesinambungan serta kesesuaian
gerak langkah SALAM UI dengan visi, misi dan tujuan organisasi
b. Menetapkan Garis Besar Haluan Program SALAM UI
(GBHPUSU)
c. Memberikan masukan kepada ketua dalam
pelaksanaan program SALAM UI.
d. Mengkontrol berjalannya sistem keorganisasian
e. Melakukan seleksi persyaratan calon ketua.
f. Menyelenggarakan Musyawarah Kerja.
Pasal 11 Badan Pengurus Harian
1. Persyaratan
a. Anggota biasa aktif yang pernah menjadi pengurus SALAM UI atau anggota istimewa
b. Kecuali ketua, telah mengikuti OI-3
c. Memiliki integritas pribadi dan komitmen yang tinggi kepada Al-Islam.
2. Pemilihan
a. Badan pengurus harian kecuali ketua dipilih oleh ketua dan pengurus yang dianggap memiliki kemampuan
b. Pemilihan ketua di atur dalam pasal lain dalam Anggaran Rumah Tangga ini.
3. Tata Cara Pemberhentian Badan Pengurus Harian
a. Pemberhentian terhadap pengurus SALAM UI
dilakukan dengan suatu peringatan terlebih dahulu kecuali dalam hal-hal luar biasa.
b. Pengurus harian yang dikenakan pemberhentian
diberikan kesempatan untuk membela diri dalam forum yang ditunjuk untuk itu.
c. Prosedur pemberhentian dan pembelaan diatur dalam
ketetapan organisasi.
4. Tugas dan Kewajiban Badan Pengurus Harian
a. Melaksanakan hasil-hasil ketetapan Musyawarah Kerja
ketetapan juga kebijakan organisasi SALAM UI lainnya
b. Menyelenggarakan Rapat Kerja yang akan membuat
Program Kerja sesuai Garis Besar Haluan Program yang ditetapkan Majelis Syuro’
c. Mengkontrol dan mengkoordinir pelaksanaan program
kerja
d. Menyampaikan laporan satu tahun Program kepada
Musyawarah Kerja. Pasal 12 Pengurus
1. Persyaratan
a. Kepala divisi/biro : anggota aktif yang telah mengikuti OI-3
b. Staff : anggota aktif yang telah mengikuti OI-2
2. Tata cara pemberhentian pengurus
a. Pemberhentian terhadap pengurus SALAM UI
dilakukan dengan suatu peringatan terlebih dahulu kecuali dalam hal-hal luar biasa
b. Pengurus yang diberhentikan diberikan kesempatan
untuk membela diri dalam forum yang ditunjuk untuk itu.
c. Prosedur pemberhentian dan pembelaan diatur dalam
ketetapan organisasi.
3. Tugas dan kewajiban pengurus
a. Melaksanakan hasil-hasil ketetapan Musyawarah Kerja
dan kebijakan organisasi SALAM UI lainnya.
b. Melaksanakan program kerja yang ditetapkan dalam
Rapat Kerja.
BAB IV
PEMILIHAN KETUA
Pasal 13 Persyaratan Calon Ketua
1. Pernah menjadi anggota Badan Pengurus Harian
2. Mengikuti OI-4
3. Memelihara hafalan qur’an (hafizh) minimal 1 juz 4. Lulus seleksi tertentu yang ditentukan oleh Majelis Syuro’ Pasal 14 Peraturan Pencalonan
1. Calon adalah anggota yang memenuhi persyaratan ketua dan
dicalonkan oleh anggota lainnya.
2. Seleksi persyaratan calon ketua dilakukan oleh Majelis Syuro’ ketika Pra-Muker.
Pasal 15 Mekanisme Pemilihan
1. Pemilihan difasilitasi oleh Majelis Syuro’ sebelumnya
2. Nama calon yang memenuhi persyaratan diumumkan secara
formal sebelum Musyawarah kerja
3. Calon menyajikan visi,misi dan program di depan Musyawarah Kerja
4. Bila hanya ada satu nama calon yang memenuhi persyaratan
maka akan dilaksanakan pemilihan secara aklamasi.
5. Bila calon lebih dari satu maka para calon akan menempuh
mekanisme pemilihan sebagai berikut:
a. Tim formatur Pemilihan ketua mendengarkan
pendapat, pandangan dari pleno Musyawarah Kerja. b. Tim formatur pemilihan ketua bermusyawarah untuk
memilih satu dari sejumlah calon yang ada c. Bila jalan musyawarah tidak mencapai kesepakatan
maka akan ditempuh perhitungaan suara dalam tim formatur Pemilihan Ketua.
BAB V
PERMUSYAWARATAN
1. Silaturahim, Rapat Koordinasi dan bentuk-bentuk komunikasi lainnya; dapat diselenggarakan oleh masing-masing divisi/biro, departemen, lit-bang mau pun untuk secara lintas departemen 2. Rapat divisi/biro
Adalah rapat yang diselenggarakan oleh masing-masing divisi/biro untuk mengkoordinasikan pelaksanaan program ditingkat divisi/biro.
3. Rapat Departemen
Adalah rapat yang diselenggarakan oleh masing-masing departemen untuk mengkoordinasikan pelaksanaan program ditingkat divisi/biro yang ada dibawahnya.
4. Rapat Penelitian dan Pengembangan
Adalah rapat yang diselenggarakan oleh staf penelititan dan pengembangan untuk membahas berbagai hal yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan penelititan dan pengembangan organisasi.
5. Rapat Badan Pengurus Harian
Adalah rapat yang dihadiri oleh ketua dan dihadiri oleh ketua departemen sebagai Badan Pengurus Harian untuk mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan kegiatan antar departemen dan permasalahan-permasalahan lain yang sejalan dengan fungsi Badan Pengurus Harian.
6. Rapat Kerja
Adalah rapat yang diselenggarakan untuk menyusun program kerja SALAM UI yang akan berlaku selama periode kepengurusan dan dihadiri oleh semua pengurus SALAM UI
Pasal 17 Musyawarah Majelis Syuro’
1. Status.
a. Musyawarah Mjelis Syuro’ adalah permusyawaratan tinggi
yang merupakan musyawarah yang diselenggarakan dan dihadiri oleh anggota Majelis Syuro’
b. Musyawarah Mjelis Syuro’ diselenggarakan minimal 2 kali dalam setahun
2. Wewenang
a. Menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Program UKM
b. Melakukan seleksi persyaratan calon ketua
c. Membuat keputusan, rekkomendasi, sesuai tugas dan
keputusan Majelis Syuro’ Pasal 18 Musyawarah Kerja
1. Status
a. Musyawarah kerja adalah permusyawaratan tertinggi
yang merupakan musyawarah Majelis Syuro’, pengurus, anggota Istimewa dan Anggota biasa.
b. Musyawarah diselenggarakan sekali dalam satu periode
kepengurusan atau satu tahun sekali
2. Wewenang
a. Musyawarah Kerja melaksanakan mekanisme pelaporan,
evaluasi dan pengesahan laporan pelaksanaan program kerja pengurus lewat mekanisme komisi LPJ
b. Menyelenggarakan proses pemilihan ketua untuk periode
berikutnya lewat mekanisme tim formatur pemilihan ketua c. Menyelenggarakan pemilihan anggota Majelis Syuro’ lewat
komisi Pemilihan Majelis Syuro’
d. Menetapkan serta mensahkan anggota Majelis Syuro’ dan
ketua
e. Menerima masukan tentang perubahan AD/ART serta
menyelenggarakan peninjauan dan penetapan AD/ART setiap 3 tahun sekali.
3. Tata Tertib
a. Peserta musyawarah terdiri dari Majelis Syuro’, pengurus, anggota istimewa, anggota kehormatan dan anggota biasa
b. Seluruh peserta masing-masing memiliki hak bicara dan
hak suara melalui mekanisme Musyawarah Kerja
c. Majelis syuro’ adalah penyelenggara dan penanggung
jawab pelaksanaan musyawarah kerja
d. Komposisi komisi-komisi, tim formatur, serta ketentuan-ketentuan lain yang berkaitan dengan Musyawarah Kerja diatur dalam ketetapan organisasi
Pasal 19 Quorum dan Persyaratan
1. Musyawarah SALAM UI dinyatakan sah apabila dihadiri
sekurang-kurangnya 2/3 dari peserta
2. Apabila telah ditunda 3 jam dari waktu yang ditentukan quorum tidak terpenuhi maka musyawarah dinyatakan sah
Pasal 20 Cara Pengambilan Keputusan
1. Semua keputusan dalam semua jenjang permusyawaratan
SALAM UI dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat dan menghasilkan keputusan terbaik
2. Suara terbanyak di pilih sebagai alternatif terakhir apabila musyawarah tidak mencapai mufakat
BAB VI KEUANGAN
Pasal 21 Pengelolan Keuangan
1. Besarnya uang infak anggota ditetapkan oleh pengurus periode yang berjalan sebagai ketetapan organisasi.
2. Pengumpulan, penyetoran, pelaksanaan dan penyaluran uang
infak anggota dan hasil usaha serta donasi akan ditentukan dalam ketetapan organisasi
BAB VII
ATURAN ORGANISASI
Pasal 22 Aturan Organisasi
Atribut organisasi seperti lambang, bendera, panji, kartu keanggotaan dan lain-lain diatur melalui ketetapan organisasi
BAB VIII
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 23 Aturan Tambahan
Setiap anggota SALAM UI harus mengetahui dan mentaati AD/ART SALAM UI
BAB IX PENUTUP
Pasal 24 Hal lain-lain
Hal-hal lain yang belum diatur dalam AD/ART SALAMUI akan diatur dalam ketetapan organisasi
Pasal 25 Pemberlakuan
SISTEM MANAJEMEN MUTU SALAM UI
________________________________________________
Salam UI memiliki :
1
Ideologi organisasi, titik pandang keislaman, paradigma, tata nilai pengurus, ciri civitas madani (since: Salam 08)2 Visi, misi, struktur, deskripsi kerja, target, dan budaya kerja organisasi. 3 Program kerja setahun kepengurusan yang sesuai dengan kriteria dan
standar penyelenggaraan yang ada.
4 Mekanisme rapat yang efektif sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
5 Program pengelolaan dan pengembangan sumber daya muslim/ah sebagai salah satu bentuk kompetensi organisasi.
6 Jalur komunikasi internal efektif yang menjamin tersampaikannya informasi organisasi secara valid dari atas ke bawah
7 Program-program informal dalam rangka membangun nilai-nilai ukhuwah/kebersamaan sebagai kompensasi terhadap pengurus SALAM.
8 Mekanisme pelaporan pelaksanaan program kerja pada periode tengah tahun dan akhir tahun kepengurusan sebagai bentuk kontrol internal.
9 Mekanisme pelaporan kinerja dan hasil aktivitas kepada publik.
10 Sistem penjagaan ruhiyah dan peningkatan pemahaman keIslaman
(tarbiyah) sebagai kekhasan organisasi da’wah kampus.
11 Mekanisme penghargaan (reward) terhadap prestasi pengurus
sekaligus educative punishment atas kelalaian yang dilakukan.
12 Sistem regenerasi yang berkesinambungan.
08 FIKROH SALAM UI
(TITIK PANDANG KEISLAMAN)
_______________________________
Da’wah Salafiyah, SALAM UI menyeru untuk mengembalikan Islam kepada sumbernyayang jernih yakni kitab ALLAH dan Sunnah Rasul-Nya. Segala aktivitas senantiasa bercermin dari Siroh para Salafuna (generasi awal yang) Shalih.
Thariqoh Sunniyah, SALAM UI dengan segenap kemampuan berusaha membawa diri kita untuk ber’amal dengan landasan Sunnah yang suci dalam segala hal, khususnya ‘aqidah dan ‘ibadah.
Haqiqah Shufiyah, SALAM UI memahami bahwa asas kebaikan adalah kesucian jiwa, kejernihan hati
Hai-ah Siyasiyah, SALAM UI menuntut perbaikan hukum, meluruskan persepsi seputar titik pandang Islam terhadap kebangsaan, pluralitas, dan situasi kontemporer. Juga mendidik masyarakat untuk memiliki jiwa merdeka, kehormatan, harga diri dan kemauan yang kuat untuk mempertahankan jati dirinya sampai batas maksimal.
Jama’ah Riyadhiyah, kita sangat menyadari bahwa semua tuntutan Islam tidak bisa ditunaikan dengan sempurna dan benar kecuali dengan dukungan fisik yang sehat dan kuat.
Penunaian kewajiban dalam Islam membutuhkan fisik yang sanggup menanggung beban kerja, tugas dan perjuangan. Sebagai konsekuensinya SALAM UI memiliki program olahraga secara rutin.
Robithah ‘Ilmiyah Tsaqofiyah, Islam menjadikan aktivitas mencari ‘ilmu sebagai suatu kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Corak gerakan SALAM UI adalah “gerakan intelektual”. Forum-forum yang SALAM UI selenggarakan selalu diorientasikan sebagai madrasah-madrasah ta’lim, peningkatan wawasan, serta sarana untuk membina akal, fikiran, dan ruhani.
Syirkah Iqtishadiyah, SALAM UI sangat memperhatikan pendistribusian harta dan perolehannya, serta transparansi kepada publik.
Fikrah Ijtima’iyah, SALAM UI sangat memperhatikan penyakit-penyakit sosial yang melanda masyarakat dan berusaha memberikan terapi serta solusinya.
TUJUAN UMUM
__________________________________
Tujuan didirikannya UKM SALAM UI ini adalah:1. Personal >> Mengoptimalisasikan, mengaktualisasikan, dan memberdayakan muslim dan muslimah mahasiswa UI melalui sebuah wadah yang dapat menaungi beraneka ragam aktivitas serta berupaya menguatkan nilai keislaman pada berbagai fungsi kehidupan,
2. Kolektif >> Mengembangkan dan meningkatkan ukhuwah islamiyah yang dikenal dalam salah satu amal islami, sebagai sebuah bentuk amalan yang dapat mewujudkan terciptanya persatuan dan kesatuan, yang dalam hal ini dapat pula dijadikan sarana untuk terciptanya integrasi mahasiswa muslim di Universitas Indonesia.
08 VISI UMUM
_____________________
Keberadaan Salam di UI diharapkan dapat mewujudkan beberapa visi umum dibawah ini:1.
Pembentukan Pribadi >> Terbentuknya mahasiswa muslim UI yang bertauhid, bertakwa, beriman & berakhlaq dengan cara-cara yang sesuai dengan Al Qur’an & Sunnah Rasulullah Muhammad saw. dengan senantiasa memperhatikan perkembangan zaman seiring dengan konteks kampus.2.
Kepemimpinan Dakwah >> Terwujudnya sinergisitas antar lembaga dakwah se-UI, serta kepemimpinan dakwah yang berwibawa di tengah-tengah umat dan civitas academica UI.3.
Akselerasi Potensi >> Terwadahinya mahasiswa muslim UI untuk menelusuri, menemukan, serta mengembangkan minat, bakat, dan potensi. Disertai meningkatnya kualitas dalam keterampilan umum, maupun keislaman, dengan tujuan mengajak kearah kebaikan & mencegah kemungkaran.4.
Islamisasi Ilmu >> Meningkatnya kesadaran intelektual mahasiswa muslim UI, disertai produk-produk intelektual yang menawarkan alternatif keilmuan yang islami, baik dalam orientasi, struktur berpikir, bangunan teori, etika dialog, serta berbagai pemanfaatan yang berdampak pada masyarakat dan peradaban.5.
Perekat Umat >> Tumbuhnya kultur komunikasi, silaturahim, dan kerjasama antar sesama mahasiswa muslim di UI, yang proaktif, bersahabat, dan berorientasi pada manfaat.6.
Sensitivitas Sosial >> Meningkatnya kepekaan, kepedulian, peran serta, & solidaritas mahasiswa muslim UI terhadap permasalahan sosial.7.
Dinamisator Kampus >> Terbangunnya nunansa dan kondisi kampus yang dinamis, melalui pemanfaatan momen-momen dan penciptaan isu-isu.8.
Ruang Ijtihad >> Terbukanya usaha-usaha lain untuk berkembang, selama benar & baik menurut Al Qur’an dan Sunnah.08 BUTIR TAFSIR LOGO
__________________________________
Bentuk1. Huruf “S”
Merupakan bagian paling dominan dari logo keseluruhan. “S” merupakan huruf pertama dari “Salam”, sekaligus menjadi ikon lembaga
2. Makara
Menjelaskan keberadaan Salam secara legal formal di Universitas Indonesia. Menjelaskan pula area utama yang menjadi objek dakwah Salam.
3. Cincin
Empat buah cincin yang melingkari huruf S, menjelaskan empat prinsip pengelolaan Salam sebagai Lembaga Dakwah Kampus (LDK):
Pertama, syi’ar dan penyebaran titik pandang keislaman (nasyrul fikroh); LDK sebagai sarana menebarkan Islam di setiap sisi dan menyentuh seluruh segmen masyarakat.
Kedua, pembinaan dan pengkaderan (takwinur rijal); LDK sebagai sarana interaksi sdm pengelola lembaga dengan nilai-nilai islam, tarbiyah dan da’wah.
Ketiga, kompetensi dan intelektualitas (tanmiyatul kafa-ah); LDK sebagai sarana peningkatan kemampuan personal dan lembaga dalam mengelola basis sosial, gerakan, dan strategis. Sekaligus sarana memberikan jawaban islam atas berbagai permasalahan sosial, keilmuan, dan peradaban.
Keempat, sinergi dan persatuan (wihdatul ummah); LDK sebagai sarana membangun kesadaran bersama, serta hubungan dengan pihak lain. Membangun komunikasi, silaturahim dan kerjasama yang berorientasi manfaat, demi visi bersama da’wah Islam.
Empat cincin berukuran sama besar dengan arah putaran yang sama, dimaksudkan agar empat peran yang menjadi prinsip tersebut dapat dijalankan secara sinergi.
4. Persegi
Persegi empat sama sisi mencerminkan keteraturan dalam keseimbangan. Beraktivitas dibawah aturan Alqur-an dan AsSunnah, juga seimbang dalam memperhatikan tuntutan syar’i (idealita Islam) dan kebutuhan waqi’i (realita kehidupan).
Warna
5. Hijau
Hijau merupakan warna yang identik dengan umat Islam. Keanggotaan Salam terbuka bagi seluruh mahasiswa muslim UI. Dalam pandangan Salam, Islam merupakan identitas dan jalan hidup, sekaligus nilai-nilai yang diyakini sebagai solusi kehidupan. Kenikmatan hidup bersama Islam mendorong Salam untuk terus menebarkan dan mengenalkannya kepada masyarakat.
6. Putih
Putih merupakan warna yang identik dengan kesucian, kesetiaan, dan kejujuran. Suci dalam niat, orientasi dan tujuan: Allah. Setia dalam pilihan jalan hidup: Al-Islam. Jujur dalam keyakinan, perkataan, dan perbuatan.
Tulisan
Nama resmi organisasi, Salam merupakan akronim dari Nuansa Islam Mahasiswa. Universitas Indonesia merupakan almamater tempat organisasi berada.
8. Tata Letak
Persegi tidak membingkai mutlak, karena ada ujung huruf “S”. Antara tulisan Salam dengan persegi juga tidak terpisah secara total. Selain persegi, logo didominasi bentuk kurva. Desain mencerminkan keorganisasian yang modern sekaligus luwes. Kondusif bagi lahirnya kreativitas, serta tumbuh kembangnya potensi.
VISI DAN MISI
_________________________________
VISI
“SALAM UI sebagai pusat dakwah Islam tingkat Universitas Indonesia yang bersahabat, bermanfaat dan mandiri menuju civitas yang Madani”
DESKRIPSI VISI
“Pusat” adalah posisi Salam UI dalam satu kesatuan dakwah Islam di UI, bersama lembaga-lembaga dakwah di setiap ‘area’ (baik fakultas maupun asrama)
“Bersahabat” adalah karakter organisasi yang meliputi paradigma bersikap, iklim internal, serta kultur komunikasi dengan pihak eksternal
“Bermanfaat” adalah aplikasi dari visi dakwah kampus, diharapkan SALAM UI mampu memberikan pelayanan terbaik pada umat (Khadimul Ummah). Sehingga keberadaannya dapat BERMANFAAT bagi umat.
“Mandiri” adalah karakter organisasi yang meliputi orisinalitas ideologi, orientasi pada peningkatan kompetensi personal, serta produk yang bermanfaat lintas ruang dan waktu
“Civitas” adalah simbol adanya tanggung jawab dakwah Salam UI untuk senantiasa menjaga, memperbaiki dan berkontribusi terhadap UI dalam mengharumkannya
“Madani” adalah model masyarakat yang plural, adil, dan beradab yang ingin diwujudkan di UI secara khusus dan Indonesia secara umum
MISI “Vokal”
A/ Accelerate Maturity (Percepatan Kematangan)
Sistem keorganisasian yang ada di SALAM UI dibangun dan diarahkan untuk meningkatkan kematangan diri pengurus, dalam integritas keislaman, keilmuan, kepedulian sosial, dan keorganisasian.
I/ Islamic Center (Pusat Keislaman)
SALAM UI menjadikan masjid UI sebagai basis pengkajian dan syi’ar Islam. Selain itu, secara keorganisasian, SALAM UI berperan sebagai koordinator Lembaga Da’wah (LD) se-UI yang ada di fakultas-fakultas, jurusan-jurusan, dan asrama. U/ Ummah Research (Riset Keumatan)
Sejalan dengan visi UI 2010, research university, SALAM UI sebagai bagian dari civitas academica berupaya untuk berpartisipasi dan memberikan sumbangsih bagi pencapaian visi universitas, dengan melakukan aktivitas intelektual dalam beragam variasi.
E/ External (Berperan keluar kampus)
Tahun ini SALAM UI dipercaya sebagai pusat penyikapan isu keumatan Lembaga Da’wah Kampus (LDK) se-Indonesia. Isu utama yang menjadi fokus tahun ini adalah peta jalan pembebasan Palestina, media dan pornografi. Selain itu peran ekstra kampus juga berupa bimbingan adik-asuh yang besifat sosial dan pendidikan pada beberapa titik di kampus UI depok.
O/ Organic Organization (Organisasi yang Hidup)
Budaya organisasi SALAM UI adalah “bersahabat”, untuk membangun kenyamanan dalam melakukan inovasi, juga kondusif bagi tumbuhnya kreativitas. Terhadap adanya perkembangan dinamika kampus, umat dan bangsa yang perlu disikapi, SALAM UI bersifat fleksibel dan berorientasi manfaat dalam menentukan prioritas, tanpa harus terjebak pada kekakuan program yang telah disusun.
PARADIGMA BARU
(since: Salam 08)
_______________________________
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Kita adalah pemimpin publik, bukan sekedar komunitas. Konsekuensinya, perlu ada upaya sungguh-sungguh baik dalam bentuk penyadaran internal pengurus, pembangunan karakter, maupun program riil untuk menanam kebiasaan berdialog dengan publik yang berada di basis sosial. Sekaligus meyakinkan publik bahwa Islam yang dibawa SALAM UI bukan sebatas spiritual, namun ia adalah solusi untuk seluruh sisi kehidupan.
Strategi syi’ar secara umum diutamakan dalam bentuk straight delivery (pesanan langsung antar ke tempat) dan partisipatif (pelibatan, baik dalam bentuk kompetisi maupun lainnya).
Syi’ar yang membutuhkan pengurbanan waktu dan tempat, diutamakan untuk ri’ayah ma’nawiyah aktivis, kecuali sudah ada ekskalasi minimal dua bulan. “SALAM UI bersahabat” adalah visi dan jargon, filosofi sistem internal untuk pengurus dan sahabat (baik mahasiswa, tokoh, institusi, kontributor dana juga potensi), pola hubungan eksternal, turunan tema, serta corporate values SALAM UI. Sahabat SALAM UI bukanlah pengurus SALAM UI: Tidak terikat secara organisasi, namun sukarela berkontribusi secara riil.
Fokus kerja (tarkiz ‘amal) pada kualitas (nau’iy) dan bekas (atsar) dakwah. Maka tiap departemen diharapkan memilih satu program utama yang akan digarap secara fokus dan totalitas:
a. Range penuansaan iklim syi’ar dua bulan.
b. Seluruh sudut kampus terpenuhi ‘bersahabat’nya Islam dan SALAM UI. c. Segmentasi yang spesifik sesuai wilayah garap.
d. Produk lintas ruang dan waktu.
e. Mengacu pada alur umum SALAM UI agar sinergis.
Catatan: agar lebih yakin, coba evaluasi effort dan cost departemen selama satu tahun, lihat dampaknya. Bayangkan jika semua itu diakumulasikan dalam satu program saja.
Waktu lainnya dapat digunakan untuk melakukan peningkatan kompetensi pengurus, atau membantu program dari departemen lain.
Fokus garapan biro bersifat internal dan terpusat bagi keorganisasian SALAM. Misalnya, acara silaturahim pengurus, rihlah (PSDM), administrasi (Kestari), pendanaan (Danus), dan standarisasi publikasi (Humas). Sementara departemen bersifat bebas berkreasi dan ekspansif melakukan syi’ar di tingkat fakultas, UI, dan nasional.
PERAN DAN FUNGSI
_______________________________
Pusat (SALAM)
Area (Fakultas atau Asrama)
Simbolik – Hubungan Antar Institusi Massa riil – Kultural – Basis Rekrutmen Kajian ke’khasan: ILC,
Ummah Research, SPACE
Core Competence:
(Kompetensi keilmuan Fakultas) Koordinator Kelembagaan untuk Up-grading
“daya dobrak” area: Badko, Mo-C, UI net, CC net.
Kebermanfaatan Lembaga Da’wah
Booming Isu Keumatan di tingkat universitas dan nasional
Pengakaran Isu Keumatan di area (fakultas atau asrama)
Alur dan akreditasi sistem kaderisasi kelembagaan
Mekanisme pengkaderan kelembagaan yang ter’akreditasi’
08 CIRI CIVITAS MADANI
___________________________________
Sebuah entitas akan eksis manakala ia memiliki ideologi. Tiga ciri ideologi yang palingmendasar yaitu pertama, entitas tersebut memiliki profil pribadi ideal menurut ideologinya. Kedua, entitas tersebut memiliki model masyarakat ideal menurut ideologinya. Ketiga, entitas tersebut memiliki doktrin perjuangan yang dihidupi dan menghidupi ideologinya.
Lembaga Da’wah secara asasi adalah entitas da’wah, maka ideologi asasi-nya adalah Islam. Islam memiliki manhaj, secara asasi manhaj kita adalah Alqur-an dan As-Sunnah. Kemudian kita mengenal, manhaj ‘amali (pedoman operasional) yang lebih kontekstual (ruang dan waktu), mempertimbangkan realitas (waqi’iyyah), prioritas (awlawiyat), serta pertimbangan (muwazanat). Manhaj ‘amali adalah sesuatu yang harus sesuai dengan manhaj asasi (pedoman dasar) yang aksiomatik. Sebuah lembaga akan menjadi lembaga yang kuat manakala memiliki dua syarat pokok dalam menyusun rumusan manhaj ‘amali-nya, pertama, ia dibangun kokoh diatas nilai-nilai asasi-nya. Yang kedua, compatible dengan kebutuhan zamanasasi-nya.
Sebagaimana manhaj, lembaga juga membutuhkan ideologi yang kontekstual, yang ia akan berfungsi sebagai ideologi organisasi. Ia tetap kokoh berdiri di atas asas ideologi induk (Islam), kemudian ia juga punya ciri khas yang sengaja ditajamkan untuk menjadikan pergerakannya tepat guna.
Sekarang, saatnya kita menuntaskan ideologi SALAM UI, dengan mendefinisikan model masyarakat macam apa yang ingin diwujudkan. Dalam visi SALAM UI yang disusun di awal periode 2005/2006, tercantum “...menuju civitas yang MADANI”.
Merujuk dari berbagai referensi, terdapat 08 ciri masyarakat yang madani. Maka civitas academica yang madani adalah ‘masyarakat’ yang...
1.
Religius (Religious)Ciri pertama civitas madani adalah religius. Yaitu masyarakat dengan ketersediaan fasilitas peningkatan pemahaman berislam yang mudah diakses. Civitas yang religius selain mengenal Islam secara teori (nazhoriyah), juga memperhatikan penegakan nilai-nilainya secara utuh (tathbiqiyah). Mulai dari personal, institusi, sarana, budaya, dan aturan main yang berlaku.
2.
Institusional (Institutional)Dalam masyarakat yang plural, tidak hanya aturan yang dibutuhkan, namun juga pengaturan. Pluralitas tanpa institusionalisasi yang baik berarti kekacauan.. Dalam kemadanian, institusi
penting untuk memiliki kredibilitas yang baik. Pola pendekatan yang jujur dan dialogis adalah prasyarat kredibilitas publik terhadap institusi.
3.
Konstitusional (Constitutional)Civitas madani adalah masyarakat yang memiliki aturan yang lengkap dan mentaatinya dengan pemahaman. Aturan masyarakat dalam civitas madani bersumber dan terinspirasi dengan nilai-nilai Islam. Itulah kenapa Islam disebut sebagai agama yang beradab. Keberadaban akan lahir ketika setiap anggota masyarakat memiliki pemahaman akan haknya, memperjuangkan haknya, dan melawan jika haknya dirampas.
4.
Terdidik (Intellectual)Civitas madani adalah masyarakat yang mencintai ‘ilmu dan cita peradaban. Masyarakat semacam ini memiliki sarana bagi warganya untuk meningkatkan kredibilitas profesional (core competence, management, and strategic thinking), kredibilitas moral (komitmen nilai), dan kredibilitas sosial (human relation).
5.
Cinta damai (Peaceful Oriented)Civitas madani adalah masyarakat yang mencintai keharmonisan antar komponen. Cintanya lintas batas (borderless), kepada siapapun, baik kepada sesama manusia, maupun alam. Dimanapun, baik yang dekat ataupun yang jauh. Maka siapapun yang pro-anarkisme, rasialisme, terorisme, kekerasan, kolonialisme adalah musuh bersama. Sebaliknya, terhadap mereka yang terganggu kedamaiannya, masyarakat ini menunjukkan pembelaannya.
6.
Egaliter (Egalitarian)Civitas madani adalah masyarakat yang tidak membedakan warganya atas simbol-simbol duniawi. Merdeka dari feodalisme dan senioritas, serta budaya lain yang dibangun atas pembedaan kasta umur, usia, jabatan, atau pekerjaan.
7.
Berkeadilan (Justice)Civitas yang berkeadilan adalah masyarakat yang menjaga hak agama, harta, akal, jiwa, keturunan. Dimana setiap persoalan sesuai porsinya. Seseorang mendapatkan ganjaran atas apa yang diperbuatnya sendiri, sekaligus tidak mendapatkan hukuman atas sesuatu yang tidak diperbuatnya.
8.
Berorientasi pada teknologi (Technology Oriented)Civitas madani adalah masyarakat yang berlayar di atas kemajuan zaman. Masyarakat mengerahkan segala kemampuan dan sarananya untuk da’wah Islam.
08 Perspektif
Atas Permasalahan Palestina
_____________________________________
1.
Palestina adalah satu-satunya tempat di dunia kontemporer yang masih terjadi kolonialisasimodel kuno. Ia merupakan pusat dunia, strategis baik secara potensi sumber daya alam, ekonomi, politik, maupun militer.
Indonesia-Palestina
2.
Indonesia adalah negara konstitusional, yang dalam pembukaan UUD ‘45nya menegaskan sikap anti-penjajahan. Maka bagi Indonesia, penjajahan terhadap bangsa manapun, sama dengan penjajahan terhadap bangsa dan tanah air sendiri. Sejatinya, dalam konteks perlawanan terhadap penjajahan, tanah air Indonesia tidak hanya sebatas dari Sabang hingga Marauke, namun lebih dari itu, dari Jakarta hingga Jalur Gaza.3.
Palestina adalah bangsa yang sangat peduli dengan penderitaan bangsa orang lain, termasuk terhadap bangsa Indonesia. Pada masa-masa perjuangan kemerdekaan di Indonesia, M. Ali Taher,Perdana Menteri Palestina, menyumbangkan seluruh uangnya dari bank internasional untuk dana perjuangan muslim Indonesia. Di saat agresi militer I dan II terjadi, Palestina bersama dengan Mesir, Irak, dan negara-negara muslim yang lain, melakukan boikot, demonstrasi anti-Belanda. Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, setelah sebelumnya juga melakukan upaya diplomasi untuk Indonesia. Ditengah derita mereka, hidup bertahun-tahun di tenda-tenda dan rumah-rumah darurat, rakyat Palestina masih sempat mengirimkan sumbangan untuk korban gempa dan Tsunami di Aceh.
Zionis-Israel-Yahudi
4.
Israel tidak memiliki akar sejarah sebagai penduduk asli Palestina. Kedatangan mereka, dari permulaan akhir periode sebelum lahirnya Isa bin Maryam sampai permulaan Masehi, hanyalah sebagai imigran dari Mesir. Jauh sebelum masuknya Israel, Palestina telah dihuni oleh bangsa Kanaan, hal ini disebutkan dalam Injil dan Alqur-an. Berdasarkan Hukum Internasional yang menyatakan bahwa yang berdaulat atas suatu wilayah adalah mereka yang pertama la;i mendiami wilayah tersebut dan menunjukkan bukti eksistensi mereka atas wilayah tersebut berupa aktivitas dan bukti-bukti fisik yang menunjukkan kedaulatan mereka atas wilayah tersebut. Karena itu, bangsa Kanaan yang merupakan nenek moyang Arab Palestina saat ini adalah pemilik sah tanah Palestina.5.
Israel telah menimbulkan berbagai kerusakan dan kerugian, dalam berbagai sisi dan bagi banyak pihak. Teroris Israel terus melakukan okupasi secara biadab di atas tanah sah bangsa Palestina, mengusir para penduduk asli, dan melakukan teror dan pembantaian terhadap ibu-ibu, orang tua, pemuda, serta anak-anak yang tidak mau mengikuti ambisi hewani Israel. Hal ini menimpa seluruh rakyat Palestina, tanpa pandang bulu, praktik bumi hangus deir yasin menjadi saksi 400 masjid dan 400 gereja ternodai.6.
Israel berdiri diatas ideologi yang rasis, politis, dan teroris. Itulah kenapa rencana deklarasi mereka di Jerman diboikot dan diprotes oleh para rabi, sampai kemudian harus mencari tempat yang lain, Swiss. Itupula yang melatari adanya kebijakan PBB bahwa gerakan zionis Israel adalah terlarang, sebelum kemudian lobi-lobi Yahudi berhasil menghapuskannya.Umat Islam
7.
Palestina bagi umat Islam adalah masalah utama, ia merupakan tanah waqaf umat Islam, di sana terdapat Masjid al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam, tempat dilahirkannya nabi-nabi pilihan, tempat Isra’ Rasulullah saw. dan tempat yang sangat diberkahi. Tidak seperti masjid al-Haram yang Allah jamin penjagaan atasnya, masjid al-Aqsha adalah tanggung jawab umat Islam untuk menjaganya.Pembebasan !
8.
Bangsa Palestina sangat membutuhkan dukungan dari bangsa lain, termasuk Indonesia. Atas apa yang terjadi di Palestina, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu: memahami kondisi dan problematika Palestina, kemudian mensosialisasikannya kepada yang lain, sehingga segala potensi dapat dikerahkan untuk membantu perjuangan rakyat Palestina. Menyelamatkan haknya dan membebaskan Palestina dari penjajahan.PEDOMAN LEMBAGA DAKWAH UI (PLD UI)
Target Umum
SALAM UI & LD se-UI 2007 M/1428 H
Target umum Lembaga Da’wah UI periode 2007 M/1428 H adalah: SOLID:
- Adanya forum bersama secara formal Lembaga Da’wah se-UI yang mengintegrasikan emosi-visi-gerak Lembaga Da’wah se-UI
- Kelembagaan (Pembagian Peran & Fungsi Pusat dan Area) - Proyek Bersama (Isu, Alur, Momen Bersama)
CERDAS:
- Menguatkan karakter dan citra intelektual pada Lembaga Da’wah; Turunannya: - Kultur internal pengurus
- Program Core Competence
- Produk yang memiliki kebermanfaatan lintas ruang dan waktu BERSAHABAT:
- Ada dalam Budaya Organisasi yang didefinisikan, disepakati, dan di”jual” secara formal di tiap lembaga
- Partisipasi publik dalam perencanaan program dan struktural syi’ar untuk menumbuhkan kepemilikan
- Re-Marketisasi Lembaga Da’wah se-UI. Pencitraan dan pengakaran Lembaga Da’wah ke lingkup area kerjanya masing-masing
- Orientasi pada budaya “lokal” (keUI-an dan ke-Fakultas-an)
Dibawah ini adalah Arahan Lembaga Da’wah UI sesuai dengan empat peran dan fungsi Lembaga Da’wah, yaitu:
A. Nasyrul Fikroh
B. Rekrutmen dan Kaderisasi C. Kelembagaan
Plus satu target terkait dengan hubungan antar lini D. Sinergisitas
PS: Kode-kode dibuat agar mudah dihafalkan.
Arahan Fokus Kerja Parameter PJ
A.1 LD-OL
Lembaga Da’wah sebagai Opinion Leader
a. On Every Media Penyadaran, Pencerdasan, dan Penyikapan On Every Media (Media Sendiri dan media orang lain)
b. Net
Jaringan (birokrat, Tokoh, Institusi, Media)
c. Pelibatan LK
Pelibatan Lembaga Kemahasiswaan dalam kegiatan LD
d. Pelibatan Massa Pelibatan Basis Sosial dalam kegiatan LD
a. a1. Citra positif LD a2. Pengakaran isu b. Tersedianya database yang terupdate tentang jaringan (Tokoh, institusi, media) dan kontribusinya dalam menyukseskan target DK. c. 70% dari LK di tiap area terlibat (aktif atau pasif) dalam agenda LD d. meningkatnya partisipan dan simpatisan sebanyak 20% dari tahun sebelumnya.
SALAM & LD tiap area A.2 PI-LD optimalnya Peran Intelektual (termasuk Core Competence) Lembaga Da’wah a. Program CC Optimalisasi program Core Competence
b. Supervisi Super Visi Core Competence
c. Antar Lembaga Membangun Hubungan Antar Kampus Berbasis Kompetensi
a. Ada Program (misal:kajian) & Produk Core Competence (misal : buku, jurnal, dll) b. Kehadiran dalam CC-net. c. Terlibat aktif dalam forum
antar kampus berbasis kompetensi
SALAM & LD tiap area
B.1 MK-LD
Mapannya Kaderisasi Lembaga Da’wah
a. Sosialisasi Sosialisasi Kaderisasi Lembaga Da’wah
b. Alur
Alur Kaderisasi Lembaga Da’wah c. Akreditasi
Akreditasi Anggota Lembaga Da’wah
d. Kontrol
Fasilitator & Kontrol Kaderisasi Lembaga Da’wah a. Terlaksana b. b1. Terbentuknya sistem KLD b2. Terlaksana c. terlaksana d. Terlaksana secara
berkala minimal 2 kali melalui PSDM-net