PENGARUH PENAMBAHAN ABU AMPAS TEBU TERHADAP KUAT DUKUNG TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN KAPUR
Teks penuh
Dokumen terkait
Alhamdulillahirabbil ‘alamin, segala puji dan syukur penulis selalu panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan segala berkah, nikmat, taufik, rahmat dan hidayah-Nya,
Hasil uji sifat fisis tanah lempung Jono, Tanon, Sragen yang distabilisasi dengan kapur 8% dengan penambahan abu ampas tebu 0%, 3%, 6 %, 9 %, 12%, 15% menunjukkan bahwa pada nilai
Metode penelitian melalui serangkaian pengujian, yaitu kadar air (water content), berat jenis (specific gravity), analisa saringan dan hydrometer (grain size analysis), CBR
Metode penelitian melalui serangkaian pengujian, yaitu batas batas Atterberg, berat jenis (specific gravity), kadar air (water content), analisa saringan dan hydrometer (grain
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gypsum dan abu ampas tebu pada tanah lempung dengan waktu pemeraman 7 hari (curing)mengakibatkan menurunnya batas cair serta nilai
Kemudian nilai kepadatan maksimum menurun.Nilai kuat tekan yang diperoleh meningkat seiring bertambahnya kadar abu ampas tebu hingga batas maksimum nilai kuat tekan terbesar
Lempung merupakan mineral asli yang mempunyai sifat plastis saat basah, dengan ukuran butir yang sangat halus dan mempunyai komposisi berupa hydrous aluminium dan magnesium
Tanah lempung pada penelitian ini termasuk pada tanah lempung anorganik dengan kadar air 40,49 %, berat spesifik 2,66%, batas cair 51,92% dan indeks plastisitas 27,58%, dan untuk