• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Laporan Keuangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Laporan Keuangan"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS

ANALISIS

LAPORAN KEUANGAN

LAPORAN KEUANGAN

(2)
(3)

LAPORAN KEUANGAN

LAPORAN KEUANGAN

Empat jenis lap

Empat jenis laporan dalam laporan keuang

oran dalam laporan keuangan

an

perusahaan :

perusahaan :

1

1.. N

Ne

erra

acca

a ((

balance sheet 

balance sheet 

))

2

2.. LLa

ap

po

orra

an

n LLa

ab

ba

a R

Ru

ug

gi

i ((

income statement 

income statement 

))

3.

3. La

Lapo

porran

an P

Per

erub

ubah

ahan

an Mo

Moda

dal/

l/Ek

Ekui

uittas

as

((

statement of equity 

statement of equity 

))

4

(4)

NERACA

NERACA

Sisi kanan neraca disebut aktiva memuat

Sisi kanan neraca disebut aktiva memuat

inf

informasi mengenai semua

ormasi mengenai semua aset

aset

perusahaan.

perusahaan.

Sisi kiri ner

Sisi k

iri neraca d

aca disebut

isebut pasiv

pasiva

a memua

memuatt

inf

informasi mengenai hutang dan

ormasi mengenai hutang dan modal yang

modal yang

dimiliki perusahaan.

(5)

LAPORAN LABA RUGI

LAPORAN LABA RUGI

Laporan laba rugi merupakan rangk

Laporan laba rugi

merupakan rangkuman

uman

kinerja operasional perusahaan dalam

kinerja operasional perusahaan dalam

satu periode waktu (misa

satu periode waktu (misalkan setahun).

lkan setahun).

Dalam laporan laba rugi, bisa

Dalam laporan laba rugi, bisa diperoleh

diperoleh

infor

informasi m

masi mengenai semua pendapatan

engenai semua pendapatan

((

revenues

revenues

)),

, b

biia

ayya

a ((

expenses

expenses

), yang akan

), yang akan

menghasilkan laba atau rugi perusahaan

menghasilkan laba atau rugi perusahaan

pada suatu periode.

(6)

LAPORAN ARUS KAS

Laporan arus kas adalah suatu laporan

yang menunjukkan arus kas yang terjadi

sebagai akibat dari tiga aktivitas

perusahaan pada suatu periode akuntansi

yaitu:

1. aktivitas operasi

2. aktivitas investasi

(7)

LAPORAN PERUBAHAN

MODAL/EKUITAS

Laporan perubahan ekuitas berisi informasi

tentang perubahan yang terjadi pada

pos-pos akuntansi yang membentuk ekuitas

perusahaan.

Jenis laporan ini sangat berguna bagi para

pengguna informasi laporan keuangan

untuk mengetahui alasan terjadinya

(8)

KELEMAHAN LAPORAN KEUANGAN

Beberapa kelemahan laporan keuangan:

1. Kelemahan dalam eskpresi moneter

2. Faktor inflasi

3. Penyederhanaan dan peringkasan

4. Perbenturan kepentingan dalam pelaporan

informasi laporan keuangan.

5. Perbedaan asumsi-asumsi dalam

pelaporan akuntansi.

(9)

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Merupakan suatu proses pertimbangan dalam

rangka membantu

mengevaluasi posisi

keuangan

dan hasil operasi perusahaan pada

masa sekarang dan masa lalu,

dg tujuan untuk

estimasi dan prediksi

mengenai kondisi dan

(10)

TUJUAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Alat

screening

awal dlm memilih alternatif

investasi (Bagi Pihak Eksternal)

Alat

 forecasting

mengenai kondisi keuangan di

masa depan (Pihak Eksternal dan Internal)

Proses

diagnosis

thd masalah-masalah

manajemen (Bagi Pihak Internal)

Alat evaluasi kinerja manajemen (Bagi Pihak

(11)

PROSEDUR ANALISIS

1. Memahami latar belakang data keuangan

perusahaan

2. Memahami kondisi-kondisi yg berpengaruh

pd perusahaan.

3. Mempelajari dan mereview laporan

keuangan.

(12)

METODE DAN TEKNIK ANALISIS

Analisis Horisontal (dinamis) :

Membandingkan laporan keuangan dua periode atau lebih

misalnya metode Analisis Perbandingan (Komparatif),

Analisis Trend,

Benchmark 

.

Analisis Vertikal (statis) :

Membandingkan satu pos dengan pos lainnya dalam

lap.keuangan satu periode yg sama, misalnya metode

Analisis Common Size, Analisis Ratio.

Analisis Ratio : Membandingkan satu pos dg pos lainnya

(13)

ANALISIS HORISONTAL

Analisis Perbandingan/Komparatif :

Melakukan analisis dg membandingkan

lap.keuangan satu periode dg periode

sebelumnya.

Bisa juga dg membandingkan lap keuangan dg

lap keuangan perusahaan lain yg sejenis atau

dg rata2 industri.

(14)

ANALISIS HORISONTAL

Analisis Trend/Indeks :

Membandingkan lap.keuangan atau pos-pos

didalamnya selama beberapa periode (mis 3 th,

5 th atau 10 th)

(15)

14

Analisis Indeks

Metode analisis laporan keuangan untuk mengetahui

kecenderungan atau tendensi keadaan keuangan

suatu perusahaan baik naik, turun maupun tetap

Kecenderungan posisi keuangan tersebut dapat

diketahui dari laporan keuangan yang disusun untuk

tiga periode atau lebih. Untuk melihat trend tersebut

digunakan angka indeks 100 untuk tahun dasar

(16)

15

Analisis Indeks

Penyusunan laporan dengan indeks berikut ini :

 –

Menentukan Tahun Dasar, biasanya yang digunakan

sebagai tahun dasar adalah tahun awal atau tahun

yang dianggap normal/

representative

pada periode

tahun yang dianalisis.

 –

Menentukan angka indeks 100 pada tahun dasar

untuk masing-masing pos dalam tahun dasar.

 –

Pos-pos dari periode laporan yang dianalisis

dibandingkan dengan pos-pos yang sama dalam

laporan keuangan tahun dasar.

(17)

ANALISIS VERTIKAL

Analisis

Common-Size

(Prosentase per

Komponen) :

Metode analisis laporan keuangan ini

menyajikan laporan keuangan dalam bentuk

persentase masing-masing pos neraca

terhadap jumlahnya, dan masing-masing pos

rugi laba terhadap jumlah penjualan

(18)

17

2004 2005 % SUB TOTAL % TOTAL (Rp.000) (Rp.000) 2004 2005 2004 2005 AKTIVA Kas 3 5 1 1 1 1 Piutang dagang 130 164 36 38 23 26 Persediaan 210 235 58 55 37 38 Persekot biaya 20 25 5 6 4 4

Jumlah aktiva lancar 363 425 100 100

Tanah 15 15 7 8 3 2

Bangunan 147 109 72 57 26 18 Aktiva tetap lainnya 63 90 31 47 11 15 Cad. peny. Ak. Tetap (22) (24) (10) (12) (5) (4)

Jumlah aktiva tetap 203 190 100 100

Jumlah aktiva 566 619 100 100 HUTANG & MODAL

Hutang dagang 167 210 59 62 30 34 Hutang wesel 35 70 12 21 6 11 Hutang gaji 81 60 29 17 14 10

Jumlah hutang lancar 283 340 100 100

Hutang jangka panjang 10 10 4 2 2 2 Modal saham 50 50 18 19 9 8 Laba ditahan 223 219 78 79 39 35

Jumlah modal 283 279 100 100

PT WISTARINI

NERACA PERBANDINGAN COMMONSIZE

31 DESEMBER 2004 & 2005

(19)

18

2004

(Rp.000)

2005

(Rp.000)

Persentase Per

Komponen

Penjualan neto

700

898

100

100

Harga pokok penjualan

566

638

81

71

Laba

kotor

134

260

19

29

Biaya operasi :

Biaya penjualan

40

127

6

14

Biaya administrasi

22

68

Laba operasi

72

65

10

7

Biaya

lain-lain

5

11

1

1

Laba bersih sebelum pajak

67

54

9

6

Pajak

20

16

2,9

1,6

Laba bersih sebelum pajak

47

38

6,1

4,4

PT. WISTARINI

LAPORAN LABA RUGI PERBANDINGAN/COMMONSIZE

PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2004 DAN

(20)

19

Analisis Rasio Keuangan

Kondisi keuangan dapat dilihat dalam berbagai

aspek, yaitu :

Aspek likuiditas.

Aspek solvabilitas.

Aspek rentabilitas.

Aspek aktivitas usaha.

(21)

20

RASIO LIKUIDITAS

Mengukur kemampuan melunasi kewajiban jangka pendek

Current Ratio

Mengukur kemampuan

memenuhi kewajiban yang jatuh

tempo/waktu

Quick Ratio

(Acid Test

Ratio)

Mengukur kemampuan

memenuhi kewajiban yg jatuh

tempo dari Quick Assets (melihat

kualitas dari aktiva lancar)

Net Working

Capital to

Sales

Mengukur peranan sumber

 jangka panjang yg terikat pada

aktiva lancar sehubungan dengan

pelaksanaan penjualan

Current Assets

to Sales

Menunjukkan peranan modal

kerja dalam mencapai penjualan

% 10 0 Lancar  Pasiva Persediaan -Lancar  Aktiva  x % 100 Penjualan Lancar  Aktiva  x % 100 Lancar  Pasiva Lancar  Aktiva  x % 10 0 Penjualan Bersih Kerja Modal  x

(22)

21

RASIO LEVERAGE / SOLVABILITAS

Mengukur sampai seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh modal pinjaman

Debt to Total

 Assets

Membandingkan total pinjaman

dengan aktiva utk mengetahui

berapa besarnya peranan modal

luar 

Times Interest

Earned

Mengukur pengaruh adanya

modal luar bagi perusahaan

Fixed Charged

Coverage

Mengukur kemampuan

perusahaan dalam menanggung

beban tetap

 Kali

...

Bunga

Biaya

Operasi

Laba

%

100

Aktiva

Jumlah

Hutang

Jumlah

 x Tetap Beban Tetap Beban Sebelum Pendapatan

(23)

22

RASIO AKTIVITAS

Mengukur efisiensi penggunaan dana yang tertanam dalam

perusahaan

Inventory Turnover

atau

Day’s Inventory

Mengukur efektivitas

 penggunaan dana yang

tertanam dalam persediaan

Average Collection

Period

Acc. Receivable

Turnover 

Mengukur waktu penerimaan

tagihan

Fixed Assets Turnover 

Mengukur efisiensi penggunaan

dana pada aktiva tetap dalam

rangka mencapai penjualan

Total Assets Turnover 

Mengukur efisiensi penggunaan

dana pada total aktiva dalam

rangka mencapai penjualan

 Persediaa n ualan aPokokPenj  H  atau arg Persediaan Penjalan  Hari ... Over  Turn Inventory 36 0 rnover  ceivabletu atau Re 360 Hari / Penjualan Tagihan rata -Rata Tetap Aktiva Penjualan

Aktiva

Total

Penjualan

(24)

23

RASIO PROVITABILITAS

Mengukur kemampuan dalam menghasilkan laba

Profit Margin

Mengukur laba yg dicapai

dibandingkan dengan

penjualan

Return on Investment/

Return on Total

Assets /

Earning Power 

Mengukur kemampuan

menghasilkan laba dari

total aktiva yang

digunakan

Return on Net Worth

atau Return on Equity

Mengukur return atas

modal sendiri

% 10 0 Penjualan Bersih Laba  X   % 100 Aktiva T o t a l Bersih Laba  X   % 10 0 Sendiri Modal Bersih Laba  X  

(25)

24

RASIO NILAI PASAR

Mengukur pengakuan pasar terhadap kondisi

perusahaan

Earning Per

Share(EPS)

Jumlah Laba per lembar

saham

Price Earning Ratio

(PER)

Mencerminkan pengakuan

pasar terhadap laba yang

dihasilkan perusahaan

perlembar saham

Market to book value

Pengakuan pasar terhadap

nilai buku saham

Dividend Payout ratio

Bagian laba perusahaan

yang dibayarkan dalam

bentuk dividen

Saham Perlembar Buku  Nilai Saham Perlembar Harga Saham Lembar Jumlah EA T kali ... EP S Saham Harga EA T Deviden Cash

(26)

25

Kekuatan dan Kelemahan

Analisis Rasio

Data pembanding

Distorsi data pembanding

Interpretasi dalam hasil

(27)

ANALISIS SUMBER DAN

PENGGUNAAN MODAL

KERJA

(28)

27

Analisis Sumber dan Penggunaan Dana

Sumber dan Penggunaan Dana Dalam

Pengertian Kas

(29)

28

Sumber dan Penggunaan Dana Dalam

Pengertian Kas

Langkah-langkah

 –

Membandingkan dua Neraca untuk menyusun perubahan

pada masing-masing elemen neraca.

 –

Mengelompokkan perubahan-perubahan tersebut dalam

kelompok perubahan yang memperbesar kas dan

kelompok yang memperkecil jumlah kas.Mengelompokkan

elemen-elemen dalam Laporan Laba/Rugi atau Laporan

Laba Ditahan ke dalam kelompok yang memperbesar kas

dan kelompok yang memperkecil jumlah kas.

 –

Mengadakan konsolidasi dari semua informasi tersebut ke

(30)

29

Sumber dan Penggunaan Dana Dalam

Pengertian Kas

Elemen-elemen dari neraca yang selalu

diperhatikan

 –

Elemen-elemen aktiva lancar selain kas

 –

Elemen-elemen aktiva tetap

 –

Elemen-elemen dari modal baik dari modal sendiri

maupun modal asing

(31)

30

Sumber dan Penggunaan Dana Dalam

Pengertian Kas

Sumber dana

 –

Berkurangnya aktiva lancar selain kas

 –

Berkurangnya aktiva tetap

 –

Bertambahnya hutang-hutang

 –

Bertambahnya modal 

 –

 Adanya keuntungan dari operasi perusahaan.

Penggunaan dana

 –

Bertambahnya aktiva lancar selain kas

 –

Bertambahnya aktiva tetap

 –

Berkurangnya hutang

 –

Berkurangnya modal 

 –

Pembayaran dividen tunai 

 –

 Adanya kerugian

(32)

31 Keterangan 2004 (Rp 0000) 2005 (Rp 000) AKTIVA Kas 32.000 30.000 Surat-surat berharga 75.000 70.000 Piutang 250.000 200.000 Persediaan 650.000 400.000

Jumlah aktiva lancar 1.007.000 700.000

Aktiva Tetap

Pabrik dan Perlengkapannya 2.000.000 2.300.000 Akumulasi penyusutan ( 400.000 ) ( 500.000 )

Jumlah Aktiva Tetap Bersih 1.600.000 1.800.000 Total Aktiva 2.607.000 2.500.000 PASIVA Hutang dagang 97.000 40.000 Hutang wesel 210.000 150.000 Hutang bank 400.000 425.000 Hutang lainnya 25.000 25.000 Hutang pajak 125.000 120.000

Jumlah hutang lancar 847.000 780.000

Hutang jangka panjang 600.000 540.000 Saham biasa 700.000 700.000 Laba yang ditahan 460.000 500.000

(33)

32

Keterangan

 

2004

(Rp 000)

2005

(Rp 000)

Penjualan

3.500.000

3.600.000

Harga pokok penjualan

2.600.000

2.700.000

Laba kotor

900.000

900.000

Biaya operasi (penjualan, administrasi, umum)

180.000

200.000

Laba sebelum bunga dan pajak

720.000

700.000

Bunga

160.000

150.000

Laba sebelum pajak

560.000

550.000

Pajak (40%)

224.000

220.000

Laba bersih setelah pajak 

336.000

330.000

Laporan Laba Rugi PT PERMANA 

Th. 2004 dan 2005

(34)

33

Keterangan

2004

2005

Sumber

Penggunaan

Kas

32.000

30.000

2.000

Surat

 – 

surat berharga

75.000

70.000

5.000

Piutang

250.000

200.000

50.000

Persediaan

650.000

400.000

250.000

Aktiva tetap

2.000.000

2.300.000

300.000

Akum. penyusutan

( 400.000)

( 500.000 )

100.000

Total aktiva tetap

2.607.000

2.500.000

Hutang dagang

87.000

40.000

47.000

Hutang wesel

210.000

150.000

60.000

Hutang bank

400.000

425.000

25.000

Hutang pajak

125.000

120.000

5.000

Hutang lainnya

25.000

25.000

Hutang Jk. panjang

600.000

540.000

60.000

Saham biasa

700.000

700.000

Laba yang ditahan

460.000

500.000

 

40.000

Total pasiva

2.607.000

2.500.000

Jumlah

472.000

472.000

PT PERMANA 

LAPORAN PERUBAHAN NERACA 

(dalam Jutaan Rupiah)

(35)

34

Laba ditahan awal 2005 (akhir 2004)

Rp. 460.000.000

Laba bersih 2005

Rp 330.000.000

Laba ditahan yg tersedia 2005

Rp. 790.000.000

Laba ditahan 2005

Rp. 500.000.000

Dividen tunai 2005

Rp 290.000.000

Langkah 2

Menghitung dana yang digunakan untuk membayar

dividen

(36)

35

Sumber

Penggunaan

Dana diperoleh dari operasi

Laba bersih

330.000

Dividen

290.000

Penyusutan

100.000

Tambahan aktiva tetap

300.000

Berkurangnya surat berharga

5.000

Berkurangnya hutang dagang

47.000

Berkurangnya piutang

50.000

Berkurangnya hutang wesel

60.000

Berkurangnya persediaan

250.000

Berkurangnya hutang pajak

5.000

Kenaikan hutang bank

25.000

Berkurangnya hutang

Jangka panjang

60.000

Penurunan Kas

2.000

Jumlah

762.000

Jumlah

762.000

PT PERMANA 

LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA 

PERIODE 2005

(37)

36

SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA

Pengertian modal kerja disini adalah modal kerja

netto yaitu kelebihan aktiva lancar (

current assets

) di

atas hutang lancar (

current liabilities

)

Apabila pada suatu saat modal kerja lebih besar

daripada modal kerja sebelumnya berarti terjadi

kenaikan modal kerja. Ini berarti sumber modal kerja

lebih besar dari penggunaannya, demikian pula

sebaliknya.

Aktiva lancar dan hutang lancar dikategorikan

sebagai

current account 

, sedangkan aktiva tetap,

hutang jangka panjang dan modal sendiri

(38)

37

SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA

Sumber-sumber modal kerja

1.

Berkurangnya aktiva tetap

2.

Bertambahnya hutang jangka panjang

3.

Bertambahnya modal

4.

Keuntungan dari operasi

Penggunaan modal kerja

1.

Pembayaran dividen tunai (

cash dividend 

)

2.

Bertambahnya aktiva tetap

3.

Berkurangnya hutang jangka panjang

4.

Berkurangnya modal

(39)

38

Sumber dan Penggunaan Modal Kerja

Langkah-langkah dalam penyusunan laporan sumber

dan penggunaan modal kerja

1. Menyusun laporan perubahan modal kerja

2. Mengelompokkan perubahan unsur-unsur

non current

account

yang dapat memperbesar dan memperkecil modal

kerja

3. Mengelompokkan unsur-unsur dalam laporan laba/rugi dan

laba ditahan kedalam kelompok perubahan yang

memperbesar atau memperkecil modal kerja

(40)

39

Sumber dan Penggunaan Modal Kerja

Dengan kembali melihat laporan keuangan PT

PERMANA maka pertama dapat dihitung perubahan

modal kerja sebagai berikut:

Modal kerja 2004 sebesar Rp 160 juta (Rp 1.007 juta - Rp 847

 juta ). Modal kerja 2005 Rp - 60 juta (Rp 700 juta

 –

Rp 760

 juta). Dengan demikian, selama 2004 -2005 terjadi penurunan

modal kerja sebesar Rp 220 juta.

Ini menunjukkan bahwa penggunaan modal kerja lebih besar

dari pada sumbernya. Laporan sumber dan penggunaan

modal kerja dapat disusun dengan melihat kembali laporan

peubahan neraca dan perhitungan dana dari operasi dan

cash

(41)

40

Sumber

Penggunaan

Dana dari operasi

Laba bersih

330.000

Dividen

290.000

Penyusutan

100.000

Penambahan

aktivaTetap

300.000

Penurunan modal kerja

220.000

Penurunan hutang

Jangka Panjang

60.000

Jumlah

650.000

Jumlah

650.000

PT PERMANA 

LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA 

PERIODE 2004

 –

2005

(42)

41

Analisis Market Value Added (MVA) dan

Economic Value Added (EVA)

Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan

kemakmuran pemegang.

Kemakmuran pemegang saham di maksimalkan

dengan dengan memaksimalkan kenaikan nilai pasar

dari modal perusahaan di atas nilai modal yang

disetor pemegang saham. Kenaikan ini disebut

Market Value Added 

(MVA).

MVA = Nilai Pasar Ekuity - Modal Ekuity yg Disetor Pemegang Saham

= (Jumlah Saham Beredar)/(Harga saham)

 – 

Total Nilai Ekuity

(43)

42

Analisis Market Value Added (MVA) dan

Economic Value Added (EVA)

Economic Value Added (EVA) menitik beratkan pada efektivitas

manajerial tertentu.

EVA mampu menghitung laba ekonomi yang sebenarnya atau

true economic profit suatu persahaan pada tahun tertentu dan

sangat berbeda jika dibandingkan laba akuntans

EVA memberikan pengukuran yang lebih baik atas nilai tambah

yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham. Oleh

karena itu manajer yang menitikberatkan pada EVA dapat

diartikan telah beroperasi pada cara-cara yang konsisten untuk

memaksimumkan kemakmuran pemegang saham

EVA = Laba Bersih Operasi Setelah Pajak (NOPAT)

 – 

Biaya Modal

Setelah Pajak Yang Diperlukan Untuk Mendukung Operasi

= EBIT(1-Pajak Perusahaan)

 – 

(biaya Operasi)(Biaya Modal

(44)

43

Analisis Market Value Added (MVA)

dan Economic Value Added (EVA)

EVA memberikan pengukuran yang lebih baik

atas nilai tambah yang diberikan perusahaan

kepada pemegang saham

Nilai yang positif, karenta

Net present value

yang positif akan memberikan

economic value

added 

kepada pemegang saham. Berikut di

berikan ilustrasi ilustrasi perhitungan MVA

dan EVA.

(45)

44

PT WISTAWAN

MARKET VALUE ADDED (MVA)

(Dalam Jutaan Rupiah)

2005

2004

Perhitungan MVA

Harga per Lembar Saham

23

26

Jumlah Saham Beredar (juta)

50

50

Market value of Equity

1.150

1.300

Book Value of Equity

896

840

MVA = Market Value

– 

  Book 

Value

(46)

45

PT WISTAWAN

ECONOMIC VALUE ADDED (EVA)

(Dalam Jutaan Rupiah)

2005

2004

Perhitungan EVA

EBIT

283

263

Pajak

(t)

40%

40%

 NOPAT = EBIT(1-t)

170,30

157,80

Total Investor Supplied Operating Working

Capital

1800

1.455

Biaya Modal Setelah Pajak (5)

11%

10,8%

Biaya Modal (Rp)

198

157,10

(47)

46

Pengamatan MVA dan EVA

Ada hubungan antara MVA dan EVA namun

sifatnya tidak selalu searah. Jika suatu

perusahaan memiliki EVA negatif , maka EVA

mungkin saja akan bernilai negatif atau

sebaliknya jika suatu perusahaan memiliki EVA

positif, maka EVA akan bernilai positif.

Harga saham sebagai salah satu komponen MVA

akan lebih banyak ditentukan oleh kinerja masa

depan dan bukan kinerja masa lalunya. Sehingga

perusahaan dengan EVA negatif dapat saja

memiliki MVA positif jika investor memiliki

harapan akan perubahan yang lebih baik pada

perusahaan di masa depan.

(48)

EVA secara umum lebih bermanfaat dibanding MVA

untuk mengevaluasi kinerja manajerial dengan

alasan:

 –

EVA menunjukkan

value added 

yang terjadi pada

tahun tertentu

 –

EVA dapat diterapkan pada tingkat divisi atau unit

dari perusahaan besar secara individual,

sedangkan MVA harus diterapkan pada tingkat

divisi atau unit dari perusahaan besar secara

keseluruhan.

 –

Karena alasan ini MVA lebih banyak digunakan

untuk mengevaluasi kinerja top manajemen

selama jangka waktu yang panjang

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan syarat uji t dan kriteria penerimaan dan penolakan pada bab III dengan taraf signifikan 5% maka dapat disimpulkan ditolak dan H a diterima yang berarti

Dalam kedudukannya sebagai pengelola barang, dan dihubungkan dengan amanat pasal 6 ayat (2) Undang-undang nomor 17 tahun 2003, Gubernur juga berwenang mengajukan usul untuk

Pengelompokan turbin angin berdasarkan prinsip aerodinamik pada rotor yang dimaksud yaitu apakah rotor turbin angin mengekstrak energi angin memanfaatkan gaya drag

Dengan input nilai BVW sebesar 0,0842 yang diperoleh dari rata- rata nilai BVW pada semua sumur, dan peta sebaran porositas yang didapat pada proses sebelumnya,

(1) Penyelenggaraan pengembangan SPAM dapat dilaksanakan secara terpadu dengan pengembangan Prasarana dan Sarana Sanitasi untuk menjamin keberlanjutan fungsi

PT. Uratmas Sejahtera didirikan atas pemikiran ibu Impolana Sihombing pada awal tahun 2010, perusahan ini beralamat di Jl. Seiring berkembangnya PT. Uratmas

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menggambarkan tingkat kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat (TA 2013-2017) dengan

Organizational Citizenship Behavior (OCB), dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Hasil analisis bahwa secara simultan variabel bebas (Organizational Citizenship