• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BISKUIT DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG IKAN TERI NASI (Stolephorus spp.)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BISKUIT DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG IKAN TERI NASI (Stolephorus spp.)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Hasil Uji Organoleptik Biskuit  Proporsi Tepung Ikan Teri Nasi :
Gambar 1.Histogram Rerata Kesukaan  Terhadap Warna Biskuit
Gambar 4.Histogram Rerata Kesukaan  Terhadap Tekstur Biskuit

Referensi

Dokumen terkait

Laut) melalui teknik remote sensing untuk. penangkapan ikan Teri (Stolephorus

Non flaky crackers substitusi tepung sukun dan tepung ikan teri nasi 20%:10% memiliki kualitas paling baik ditinjau dari sifat kimia, fisik, mikrobiologis, dan

Berdasarkan penelitian Aisiyah (2012), penambahan tepung ikan teri nasi sebanyak 10% meningkatkan kandungan protein pada crackers ubi jalar kuning sehingga crackers

Analisis, Anava, dan DMRT Kadar Protein Non Flaky Crackers dengan Substitusi Tepung Sukun dan Tepung Ikan Teri Nasi. Tabel

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung tapioka dan tepung gandum pada pembuatan kerupuk ikan teri nasi berpengaruh sangat nyata terhadap kadar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kemunduran mutu organoleptik dan oksidasi lemak yang terjadi pada ikan teri nasi setengah kering selama penyimpanan

(2018) tingginya penambahan tepung ikan teri dalam formulasi biskuit, menghasilkan nilai rata-rata hedonik terhadap rasa semakin rendah; Pitunani, et al

Hasil Uji Organoleptik Terhadap Aroma Biskuit dari dari Substitusi Tepung Terigu dan Tepung Mocaf Aroma biskuit yang dihasilkan pada perlakuan D tepung terigu 0 g dan tepung Mocaf 100