Melaksanakan Bimbingan Berbasis KKG sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Kelas dalam Penyusunan RPP Berkarakter di SDN 46 Mataram
Hj. Jamilan
Kepala SD Negeri 46 Mataram
Abstrak: Latar belakang diadakannya Penelitian ini adalah rendahnya kompetensi guru sasaran Di SD Negeri 46 Mataram dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berdasarkan KTSP yang berdampak kurang percaya diri dalam proses pembelajaran. Solusinya diadakan pendampingan baik secara kelompok maupun individu dalam penyusunan RPP berdasarkan KTSP. Tujuannya adalah untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan pendampingan berbasis KKG dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP berdasarkan KTSP, yang bermanfaat untuk meningkatkan profesionalisme sebagai kepala sekolah dan bagi guru untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus dua kali pertemuan. Tahapan setiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah; 1) hasil observasi Kepala Sekolah maupun observasi guru selama proses pendampingan telah memperoleh skor rata-rata > 4,0, 2) hasil kerja guru dalam penyusunan RPP mencapai > 85% dengan nilai rata-rata > 80,00. Hasil penelitian pada siklus I observasi Kepala Sekolah rata-rata (3,40), observasi guru rata-rata (3,33) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (68,78) dengan prosentase ketercapaian (0%). Pada siklus II observasi Kepala Sekolah rata-rata (4,10), observasi guru rata-rata (4,50) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (87,50) dengan prosentase ketercapaian (100%). Indikator keberhasilan telah tercapai, penelitian di nyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II. Kesimpulan; pelaksanaan pendampingan dapat meningkatkan kompetensi guru sasaran SD Negeri 46 Mataram dalam penyusunan RPP berdasarkan KTSP. Disarankan agar Kepala Sekolah lainnya melakukan penelitian sejenis dalam upaya peningkatan kompetensi guru, dan kepada guru mata pelajaran agar mampu menyusun RPP berdasarkan KTSP.
Kata Kunci: Pendampingan, Kompetensi Guru, RPP.
Pendahuluan
Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Dasar (SD) baik itu prestasi akademik dan non akademik, dibutuhkan kompetensi kepala sekolah yang sangat mumpuni. Dengan kompetensi tersebut apa yang diinginkan oleh masyarakat dan orang tua murid yakni tercapainya keberhasilan pendidikan di sekolah dasar (SD) dapat terwujud, sehingga sekolah dengan apa yang dimiliki dapat berjalan dari berbagai bidang. Untuk itu kecakapan yang diperlihatkan seorang kepala sekolah perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak yang berkepentingan. Kepala sekolah harus memahami visi dan misi sekolah serta memiliki integritas yang tinggi dalam upaya meningkatkan mutu
pendidikan di sekolah yang menjadi tanggung jawabnya.
Seorang kepala sekolah yang memliki dimensi kompetensi kepribadian sebagaimana disyaratkan dalam 6 (enam) kompetensi maka dijamin tidak akan ada korupsi dan kecurangan dalam penyelenggaraan pendidikan. Sebaliknya bila etos kerja kepala sekolah rendah, maka akan terjadi penurunan mutu pendidikan baik mutuguru maupun mutu peserta didik yang mengarah akan terjadinya kehancuran bertahap dalam proses menjalankan visi dan misi pendidikan di sekolah binaannya. Kompetensi kepribadian dapat diukur melalui psikotes, khususnya jiwa kepemimpinan dan diketahui sejauh mana seorang kepala sekolah memiliki jiwa kepemimpinan atau tidak. Sealain ini
kemampuan menghadapi masalah dapat diukur dengan “inventori pengukuran konflik” yang terjadi di sekolah baik secara internal maupun eksternal.
Kondisi nyata yang terjadi di SD Negeri 46 Mataram khususnya dalam proses supervisi tentang perangkat pembelajaran yang difokuskan pada penysusnan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) telah dilakukan pemantauan dan identifikasi terhadap RPP yang dibuat oleh 6 (enam) guru kelas I, II, III, IV, V, dan VI dapat dijelaskan sebagai berikut: ada yang masih mengcopy paste dari internet, ada juga yang sudah membuat sendiri tetapi masih perlu penyempurnaan.
Adapun faktor penyebab rendahnya kompetensi guru SD Negeri 46 Mataram dalam penyusunan RPP antara lain : 1) guru belum pernah mendapatkan bimbingan secara khusus bagaimana menyusun RPP Berdasarkan KTSP berdasarkan KTSP oleh kepala sekolah, 2) guru belum pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) khusus penyusunan RPP, 3) kegiatan KKG (Kelompok Kerja Guru) di SD Negeri 46 Mataram belum dioptimalkan, yang terjadi selama ini KKG hanya forum guru kelas bertemu, bercanda, bergurau, dan makan-makan tidak pernah serius dalam melakukan kegiatan, 4) kepedulian guru dalam menyusun RPP berdasarkan KTSP masih rendah, 5) guru masih cuek akan keberadaan RPP yang penting ngajar dari pagi sampai siang dengan apapun metode sesuai dengan kesenangan guru itu sendiri.
Banyak solusi yang bisa dilakukan oleh kepala sekolahdalam upaya meningkatkan kompetensi guru kelas SD Negeri 46 Mataram dalam penyusunan RPP
berdasarkan KTSP (kurikulum 2006). Diantaranya yang dilakukan oleh kepala SD Negeri 46 Mataram selaku peneliti adalah diadakan pendampingan melalui kegiatan KKG bagi guru SD Negeri 46 Mataram dalam penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Beberap kelebihan pendampingan melalui kegiatan KKG antara lain: 1) melatih keberanian bagi guru SD Negeri 46 Mataram untuk berfikir yang demokratis, objektif dan praktis, 2) bentuk hubungan antar personal antara guru yang lebih berpengalaman dengan guru yang memerlukan bimbingan khusus, 3) dapat memotivasi guru guna meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam merencanakan, melaksanakan, dan membuat evaluasi terhadap RPP yang disusunnya, 4) untuk membantu guru memperoleh informasi tentang tata cara penyusunan RPP berdasarkan KTSP, dan 5) untuk saling berbagi informasi dan pengalaman dari hasil berinteraksi antar guru dalam forum KKG khususnya tentang penyusunan RPP berdasarkan KTSP.
Untuk membuktikan bahwa pelaksanaan pendampingan berbasis KKG dapat meningkatkan kompetensi guru SD Negeri 46 Mataram perlu diadakannya Penelitian Tindakan Sekolah (PTS)dengan judul “Melaksanakan Bimbingan Berbasis KKG Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Kelas SD Negeri 46 Mataram Dalam Penyusunan RPP Berkarakter”.
Metode Penelitian
Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilaksanakan di SD Negeri 46 Mataram yang pelaksanaannya melalui kegiatan pendampingan berbasis KKG bagi 6 (enam)
guru sasaran dalam penyusunan RPP Berdasarkan KTSP yang dilaksanakan dalam forum KKG sekolah. Adapun jenis tindakan yang dilakukan dalam penelitian tindakan sekolah (PTS) ini adalah sebagai berikut: 1) Kepala sekolah menginformasikan hasil pantauan, supervisi administrasi terhadap 6 (enam) guru sasaran bahwa guru-guru dimaksud masih belum mampu/mengalami kendala/hambatan-hambatan dalam penyusunan RPP Berdasarkan KTSP, 2) Kepala sekolah
menyampaikan perlunya
diadakanpendampingan berbasis KKG bagi guru sasaran dalam penyusunan RPP Berdasarkan KTSP, 3) Kepala Sekolah menyampaikan materi pendampingan sesuai dengan skenario pelaksanaan pendampingan berbasis KKG.
Pelaksanaan tindakan yang meliputi deskripsi tindakan yang dilakukan meliputi pelaksanaan rencana tindakan yang telah disiapkan, termasuk didalamnya langkah-langkah pelaksanaan atau praktik kepengawaasan di sekolah dalam setiap siklus (Suharjono, 2009). Adapun jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) Instrumen pengamatan/observasi kepala sekolah dilakukan oleh observer (pengawas selaku pembimbing), 2) Instrumen pengamatan/observasi guru peserta pendampingan dilakukan oleh peneliti (kepala sekolah), 3) Instrumen penilaian hasil kerja individual dalam penyusunan RPP Berdasarkan KTSP dilakukan oleh peneliti, ini sekaligus merupakan tolak ukur berhasil tidaknya dalam penyusunan RPP melalui pendampingan berbasis KKG sesuai
dengan indikator keberhasilan yang telah di tetapkan.
Pada tahapan evaluasi dan refleksi, peneliti melakukan kajian dan penelitian proses tindakan dan hasil atau dampak tindakan terhadap perubahan perilaku sasaran (nana Sujana, 2009:39). Adapun kegiatan riilnya adalah: 1) membandingkan hasil pengamatan pelaksanaan kerja kelompok/diskusi yang difokuskan kegiatan penyusunan RPP Berdasarkan KTSP, 2) membandingkan hasil kerja individual dari 6 (enam) guru sasaran dalam penyusunan RPP dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini di rencanakan sebanyak 2 (duaa) siklus, masing-masing siklus 1 (satu) kali pertemuan dengan agenda 2 (dua) kegiatan secara terpadu yaitu pendampingan klasikal/kelompok besar dan pendampingan individual/kelompok kecil. Kegiatan masing-masing siklus terdiri dari 4 (empat) tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Untuk menganalisis data penelitian ini dilakukan melalui analisis deskriptif kuantitatif dengan mencocokkan tingkat keoptimalan terhadap capaian indikator keberhasilan yang ada. Adapun indikator keberhasilan penelitian ini antara lain yakni; (1) Hasil observasi kepala sekolah maupun observasi guru peserta pendampingan telah mencapai skor rata-rata > 4,0 (Kategori baik); dan (2) Hasil kerja secara individual penyusunan RPP Berdasarkan KTSP dinyatakan telah berhasil jika mencapai > 85% dengan nilai rata-rata > 80,00 (Kategori Baik).
Hasil Penelitian dan Pembahasan Deskripsi Siklus I
Perencanaan Tindakan.
Pada tahapan ini peneliti melakukan: 1) menyusun materi pendampingan, 2) menetapkan skenario dan langkah-langkah pendampingan yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pendampingan (RPP), 3) menyusun instrumen observasi kepala sekolah dan instrumen observasi guru, 4) menentukan jadwal kegiatan pendampingan, 5) menyusun pedoman analisis data.
Tahap Pelaksanaan
Pendampingan klasikal/kelompok; 1) menyampaikan materi tentang tata cara penyusunan RPP Berdasarkan KTSP, 2) melaksanakan diskusi kelompok kecil dalam penyusunan RPP, 3) memberikan bimbingan secara berkelompok, 4) memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh guru, 5) memberikan penguatan/reward, dan 6) memberikan tugas individual. Pendampingan individual, jenis kegiatannya adalah; 1) pada saat guru bekerja dalam kelompok/diskusi kelompok peneliti membimbing guru yang mengalami kesulitan dalam penyusunan RPP secara kelompok kecil/perorangan, 2) memberikan solusi/pemecahan terhadap kesulitan yang dirasakan secara individual, 3) kegiatan seterusnya sampai ke 6 (enam) guru peserta pendampingan mendapatkan giliran pendampingan secara individual
Tahap Observasi
Hasil Observasi kepala sekolah memperoleh skor rata-rata sebesar 3,40, hasil observasi guru memperoleh skor rata-rata sebesar 3,33 dan rata-rata nilai individual memperoleh nilai rata-rata sebesar 68,76.
Tahap Refleksi
Pada tahapan ini peneliti merenung atas perolehan data hasil observasi kepala
sekolah, observasi guru, dan nilai individual hasil penyusunan RPP Berdasarkan KTSP. Selanjutnya peneliti mengolah data dan hasilnya di cocokkan dengan indikator keberhasilan dengan rincian sebagai berikut: Hasil Observasi Kepala Sekolah (3,40), Hasil Observasi Guru (3,33), Rata-rata Nilai Individual (68,76). Karena perolehan hasil masih dibawah indikator keberhasilan yang direncanakan, maka pada siklus berikutnya akan diadakan perbaikan dan penyempurnaan dari serangkaian kegiatan pendampingan secara klasikal maupun secara individual, namun demikian peneliti tetap memberikan penguatan atas hasil yang diperolehnya dan penelitian dilanjutkan pada siklus II dengan mengoptimalkan semua jenis tindakan dalam pendampingan sehingga di peroleh hasil yang memuaskan.
Deskripsi Siklus II Tahap Perencanaan
Tahapan perencanaan pada siklus II jenis kegiatannya masih sama dengan siklus I, bedanya pada siklus II ini lebih memfokuskan perbaikan/penyempurnaan dalam proses pendampingan klasikal maupun pendampingan individual, yang jenis kegiatannya adalah: 1) menyempurnakan materi pendampingan, 2) menetapkan skenario pendampingan, 3) menetapkan instrumen observasi kepala sekolah maupun observasi guru, 4) menetapkan jadwal kegiatan pendampingan, 5) menyusun pedoman analisis data hasil observasi dan tugas individu.
Tahap Pelaksanaan
Pendampingan klasikal/kelompok; 1)menyampaikan/merefleksi hasil perolehan data pada siklus I, 2) menjelaskan ulang tata
cara penyusunan RPP Berdasarkan KTSP secara lebih rinci, 3) perbaikan RPP secara berkelompok/diskusi kelompok, 4) memberikan refleksi terhadap hasil kerja kelompok yang mengalami kendala, 5) memberikan penghargaan/reward dan 6) memberikan tugas individual. Pendampingan individual/kelompok kecil; 1) pada saat proses kerjasama dalam kelompok, peneliti mengamati/mencermati hasil kerja secara individual, 2) memberikan bimbingan/merefleksi terhadap hasil kerja individual yang masih mengalami kendala, 3) begitu seterusnya sampai semua guru peserta pendampingan mendapatkan pendampingan secara individual.
Tahap Observasi/Pengumpulan Data Hasil Observasi kepala sekolah memperoleh skor rata-rata sebesar 4,10, hasil observasi guru memperoleh skor rata-rata sebesar 4,50 dan rata-rata nilai individual memperoleh nilai rata-rata sebesar 87,50.
Tahap Refleksi
Pada tahapan ini peneliti merenung atas perolehan data hasil observasi kepala sekolah, observasi guru, dan nilai individual hasil penyusunan RPP Berdasarkan KTSP. Kemudian di olah engan menggunakan rumus yang telah ditetapkan. Hasil perolehan data di cocokkan dengan indikator keberhasilan dengan perolehan data sebagai berikut: Hasil Observasi Kepala Sekolah (4,10), Hasil Observasi Guru (4,50), Rata-rata Nilai Individual (87,50). Karena perolehan hasil siklus II sudah melebihi indikator keberhasilan, maka tidak perlu ada perbaikan/penyempurnaan dalam penyusunan RPP Berdasarkan KTSP, selanjutnya peneliti memberikan penghargaan/reward kepada semua guru
peserta pendampingan karena dari 6 (enam) guru sasaran 100% sudah memperoleh nilai rata-rata > 80,00. Penelitian dinayatakan berhasil dan tindakan dihentikan pada siklus II.
Pembahasan SIKLUS I
Tahap Perencanaan
Dalam penyusunan materi pendampingan, menetapkan skenario dan langkah-langkah pendampingan, dan perencanaan penyusunan instrumen observasi kepala sekolah dan instrumen observasi guru peneliti mengalami beberapa kendala yaitu dalam pendampingan klasikal maupun pendampingan individual. Faktor penyebabnya adalah karena peneliti masih belum menemukan strategi yang tepat dan diterima oleh peserta. Solusi yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan meminta petunjuk dari pengawas pembimbing, sekolah diberikan petunjuk dan arahan nyata maka pendampingan klasikal dan individualpun terlaksana dengan baik.
Tahap Pelaksanaan
Kegiatan nyata dalam pelaksanaan pendampingan dapat dijabarkan sebagai berikut: pada saat menyampaikan materi tentang tata cara penyusunan RPP berdasarkan KTSP mengalami kendala yang disebabkan peneliti masih kekurangan sumber/buku literatur, sehingga berdampak tertundanya dalam penyusunan, solusi yang dilakukan peneliti mencari beberapa buku literatur terkait dengan tata cara penyusunan RPP termasuk mencari di internet, akhirnya materi pendampingan dapat tersusun dengan baik.
Dalam pelaksanaan bimbingan pada saat peserta pendampingan melakukan diskusi/kerjasama dalam kelompok, peneliti berkeliling memberikan bimbingan dan solusi terhadap peserta yang mengalami kesulitan. Pada kegiatan ini peneliti tidak mengalami hambatan/permasalahan artinya berjalan sesuai dengan rencana.
Pelaksanaan pendampingan secara individual, dilaksanakan bersamaan pada kegiatan pendampingan klasikal, bedanya pada pendampingan individual ini peneliti mendekati peserta secara perorangan untuk memberikan solusi terhadap kesalahan/kesulitan yang dialami oleh peserta secara individual dan bergiliran hingga semua peserta mendapatkan bimbingan secara khusus/pribadi dalam penyusunan RPP berdasarkan KTSP.
Tahap Observasi/Pengumpulan Data Hasil perolehan skor selama pendampingan pada siklus I peneliti memperoleh skor rata-rata (3,40) dari indikator keberhasilan yang direncanakan yaitu > 4,0. Ini artinya peneliti masih belum berhasil membimbing 6 (enam) guru peserta pendampingan. Walaupun dalam pelaksanaan pendampingan peneliti tidak mengalami hambatan tetapi masih belum di optimalkan karena perolehan hasil observasi masih belum mampu mendekati angka > 4,0.
Perolehan skor rata-rata aktifitas peserta pendampingan pada siklus I yaitu (3,33) dari indikator keberhasilan ( > 4,0 ). Artinya bahwa selama pendampingan klasikal maupun pendampingan individual peserta masih belum fokus, dan belum memahami secara mendetail akan arti dan makna pendampingan. Perolehan hasil ini
akan terus di optimalkan pada pelaksanaan pendampingan pada siklus berikutnya.
Perolehan nilai rata-rata hasil kerja guru dalam penyusunan RPP berdasarkan KTSP secara individual memperoleh rata-rata (68,76) dari indikator keberhasilan > 80,0 (kategori baik). Dari 6 (enam) guru peserta pendampingan pada siklus I belum ada satu guru pun yang dinyatakan memperoleh nilai rata-rata > 80,00. Ini artinya pada siklus I presentasi pencapaian hasil kerja individual masih 0%, dalam arti belum ada yang tuntas sesuai indikator yang telah ditetapkan. Pada kegiatan siklus berikutnya peneliti harus mampu memotivasi peserta pendampingan dalam upaya mencapai indikator keberhasilan sebagai dampak nyata dari hasil pendampingan.
Tahap Refleksi
Perolehan skor rata-rata hasil observasi kepala sekolah selama proses pendampingan baru memperoleh skor rata-rata (3,40), sementara perolehan hasil observasi peserta pendampingan sebagai aktifitas peserta selama pendampingan baru memperoleh skor rata-rata (3,33), dan nilai rata-rata hasil penyusunan RPP berdasarkan KTSP baru mencapai nilai rata-rata (68,76). Dari perolehan hasil dimaksud peneliti merenung mencari faktor kendala dan penyebab sehingga hasil masil belum optimal.
SIKLUS II
Tahap Perencanaan
Kesalahan-kesalahan yang terjadi pada siklus I sudah diperbaiki pada siklus II, sehingga pada tahapan ini peneliti bisa melakukan dengan baik. Kegiatan pada tahap perencanaan ini meliputi; 1)
penyempurnaan penyusunan materi pendampingan, 2) perbaikan skenario/strategi/langkah-langkah
pendampingan yang mengarah kepada peserta aktif, 3) menetapkan instrumen observasi kepala sekolah dan instrumen observasi guru, 4) menentukan jadwal kegiatan dan menetapkan pedoman analisa data hasil observasi dan hasil kerja individual.
Tahap Pelaksanaan
Pada tahapan ini, peneliti terlebih dahulu melakukan refleksi atas capaian hasil yang diperoleh pada siklus I. Kendala-kendala dan permasalahan yang terjadi dibahas sampai semua peserta pendampingan memahami dan menyadari akan kekurangan, kesalahan dan hal-hal yang bersifat krusial dapat dipecahkan pada saat kegiatan refleksi.
Tahap Observasi
Pada siklus II perolehan skor rata-rata hasil observasi kepala sekolah adalah (4,10) dari indikator keberhasilan > 4,00, ini artinya menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan bila dibandingkan dengan perolehan hasil pada siklus I. Skor rata-rata hasil observasi guru yaitu aktifitas selama pendampingan dalam forum KKG memperoleh skor rata-rata (4,50) dari indikator keberhasilan > 4,00. Dari hasil ini nampak nyata bahwa aktifitas peserta pendampingan pada siklus II mengalami peningkatan yang sangat tajam karena sudah mampu melampaui indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Nilai rata-rata hasil kerja individual dalam penyusunan RPP
berdasarkan KTSP yakni (87,50) dari indikator keberhasilan (> 80,00).
Tahap Refleksi
Berdasarkan hasil akhir perolehan skor rata-rata observasi kepala sekolah dan observasi guru serta hasil kerja individual penyusunan RPP berdasarkan KTSP semuanya telah melampaui indikator keberhasilan maka dapat disimpulkan bahwa: 1) upaya untuk menyempurnakan materi pendampingan dinyatakan berhasil, 2) pelaksanaan untuk memperbaiki strategi penyampaian materi tata cara penyusunan RPP dan strategi pendampingan telah mampu meningkatkan motivasi dan kinerja guru sehingga perolehan hasil yang diharapkan dapat tercapai, 3) upaya untuk mengoptimalkan pelaksanaan pendampingan individual telah membawa dampak positif terhadap perolehan hasil dalam penyusunan RPP berdasarkan KTSP.
Karena semua indikator keberhasilan telah tercapai maka penelitian tindakan sekolah dihentikan pada siklus II dan dinyatakan berhasil memotivasi guru untuk lebih bergairah dan lebih bersemangat dalam upaya penyusunan RPP berdasarkan KTSP. Penelitian Tindakan Sekolah dengan judul “Melaksanakan Bimbingan Berbasis Kkg Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Kelas SD Negeri 46 Mataram Dalam Penyusunan RPP Berkarakter”, dinyatakan “BERHASIL”`
Simpulan
Perolehan data selama penelitian dapat dipaparkan sebagai berikut:
No Jenis Kegiatan Indikator Keberhasilan
Perolehan
Peningkatan Ket Siklus I Siklus II
1. Hasil Observasi
2. Hasil Observasi Guru > 4,00 3,33 4,50 1,17 Tuntas 3. Hasil Kerja Individual > 80,00 68,76 87,50 18,74 Tuntas
Pelaksanaan pendampingan berbasis KKG sangat efektif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan RPP berdasarkan KTSP bagi guru sasaran 6 (enam) guru SD Negeri 46 Mataram dalam penyusunan RPP berdasarkan KTSP. Hal ini dibuktikan meningkatnya perolehan hasil observasi dan hasil kerja individual dari siklus I ke siklus II. Penelitian tindakan sekolah (PTS) ini dinyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II.
Saran
Disarankan kepada rekan kepala sekolah lain untuk melakukan pendampingan dengan semua guru mata pelajaran dibawah binaan pada sekolah masing-masing dalam upaya meningkatkan kompetensinya khususnya dalam penyusunan RPP berdasarkan KTSP yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas senyatanya. Dampak yang diharapkan yaitu meningkatnya kualitas/mutu peserta didik di sekolah binaan melalui proses pembelajaran yang dilandasi dengan penyusunan RPP berdasarkan KTSP.
Kepada seluruh guru SD Negeri 46 Mataram disarankan untuk membiasakan melakukan musyawarah bersama dalam forum KKG mata pelajaran yang diampunya, khususnya dalam penyusunan RPP berdasarkan KTSP, sehingga berdampak meningkatnya kompetensi guru dalam proses pembelajaran di kelas senyatanya dan pada gilirannya prestasi belajar peserta didik dapat ditingkatkan.
Daftar Pustaka
Kementrian Pendidikan Nasional, 2010,
Kepemimpinan Pembelajaran, Dirjen
PMPTK
Nana Sujana, 2009, Pendidikan Tingkat
KePenelitian Konsep Dan
Aplikasinya Bagi Peneliti Sekolah,
Jakarta: LPP Bina Mitra.
Purnadi Pungki, M.W., 2009, Kompetensi-Faktor Kunci Keberhasilan, dalam http://vibizconsulting.com. Diakses tanggal 11 Agustus 2015 pukul 19.35 wita
Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Suharjono, 2009, Melaksanakan Sekolah
Sebagai Kegiatan Penelitian
Tindakan Sekolah Sebagai Kegiatan
Pengembangan Profesi Penelitia
Sekolah, Jakarta: Bumi Aksara.
Suharjono, 2012, Publikasi Ilmiah Dalam
Kegiatan Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan Bagi
Guru, Jakarta: Cakrawala Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia, No. 14
Tahun 2005 , Guru dan Dosen Daftar Pustaka
Winsolu, 2009, Pengertian Kompetensi, dalam
http://my.opera.com/winsolu/blog/pe ngertian-kompetensi Diakses tanggal 11 Juli 2013 pukul 19.35 wita