1 v T y p e a q u o t e f r o m t h e d o c u m e n t o r t h e s u m m a r y
Jenis Laporan:Tengah Tahunan Tahunan v
LAPORAN AKHIR TAHUN
PROGRAM HIBAH KOMPETISI
PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DOKTER
(PHK PKPD)
Tahun 2013
(UNIVERSITAS JAMBI)
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Departemen Pendidikan Nasional
2014
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN IMPLEMENTASI PHK-PKPD
Periode Anggaran 2013
1.
Nama Perguruan Tinggi
: Universitas Jambi
2.
Fakultas
: Program Studi Pendidikan Dokter
2.
Penanggung Jawab
:
Prof. Dr. Drs. H. Aulia Tasman, M.Sc
3.
Direktur Eksekutif
N a m a
: Dr. Humaryanto, Sp.OT, M.Kes
Alamat
: Jl. Letjen Soeprapto Gedung Ex SLB samping
RSUD Raden Mattaher Telanaipura
Telepon Kantor
: (0741) 60246
Telepon Cellular
: 08127411411
Fax
: (0741) 60246
: [email protected]
4.
Skema
2:
Skema A, √ Skema B, Skema C
5.
Jenis Laporan
3:
Tengah Tahunan, v Tahunan
Jambi, Mei 2014
Menyetujui,
Mengesahkan,
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jambi
Direktur Eksekutif PHK-PKPD
Universitas Jambi
Dr. dr. H. Yuwono, M.Biomed
dr. Humaryanto, Sp.OT, M.Kes
NIP. 19711010 199802 1 001
NIP 19730209 200501 1 001
2 Berilah tanda
untuk skema yang diajukan. 3Berilah tanda
untuk jenis proposal yang sesuai.DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan...
2
Daftar Isi...
3
Daftar Tabel...
4
Daftar Gambar...
5
Daftar Lampiran...
6
Ringkasan Eksekutif...
7
Bab 1 Pendahuluan...
9
Bab 2 Implementasi dan Pengelolaan Program...
12
2.1 Mekanisme dan Monitoring Evaluasi Internal...…
11
2.2 Mekanisme Pengelolaan Keuangan...…
15
2.3 Mekanisme Pengelolaan Barang dan Jasa...…
15
2.4 Mekanisme Kemitraan...…
16
2.5 Mekanisme Monitoring dan Evaluasi Internal...…
16
Bab 3 Hasil yang Dicapai...
17
Bab 4 Rencana Selanjutnya...
42
Bab 5 Evaluasi Terhadap Desain dan Implementasi Aktivitas...…
44
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Kegiatan PIC I dari Tahun 2011-1013...…
18
Tabel 2. Kegiatan yang dilakasankan Aktivits II...
20
Tabel 3. Kegiatan yang dilakasankan Aktivits III Evaluasi Implementasi KBK...
24
Tabel 4. Kegiatan yang dilakasankan Aktivits IV... 29
Tabel 5. Pengukuran Pencapaian Indikator Kinerja PSPD...
34
Tabel 6. indikator Kinerja Tambahan... ...
36
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
Kemajuan Fisik Pelaksanaan Program Tahun 2011-2013...…
48
Realisasi Per Komponen Biaya Tahun 2011- 2013...
49
Lampiran Monev 3a. Pengembangan Staf Bergelar...
50
Lampiran Monev 3a. Pengembangan Staf Tidak Bergelar...
51
Lampiran Monev 3a. Buku dan Jurnal...
52
Lampiran Monev 3a. Pengadaan Peralatan...
52
Lampiran Monev 3a. Pengadaan Furniture...
53
Lampiran Monev 3a. TA Kemitraan...
54
Lampiran 1. Indikator Kinerja Utama Rata-rata IPS...
56
Lampiran 2. Indiakator Utama Rata-rata Nilai UKDI...
65
Lampiran 3. Indikator Kinerja Utama Rata-rata Iulus S.Ked...
66
Lampiran 4. Indikator Kinerja Utama Rata-rata Lulus dokter ...
69
Lampiran 5. Indikator Kinerja Pendukung Rata-rata NEM...
71
Lampiran 6. Indikator Kinerja Pendukung Rata-rata matrikulasi...
75
RINGKASAN EKSEKUTIF
Dalam tiga tahun pelaksanaan Health Professional Education Quality (HPEQ)
Project di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi dilaksanakan dalam
empat aktivitas yaitu perbaikan kualitas input, perbaikan dan evaluasi KBK, Evaluasi
implementasi KBK dan penguatan kelembagaan dan manajemen internal. Disamping aktivitas
berupa policy study, lokakarya, technical assistance, in house training, pendidikan berlanjut,
baik bergelar (S2/S3) maupun non-gelar/pemagangan, hibah pengajaran, terdapat pula
pengadaan barang guna menunjang proses pembelajaran. Pada tahun 2013 pengadaan barang
mengalami kemajuan yang sangat signifikan dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya,
dimana dari 8 paket pengadaan barang 5 paket pengadaan telah terselesaikan termasuk satu
renovasi gedung, dan barang-barang dari hasil pengadaan telah disalurkan ke setiap bagian
yang mengajukan untuk digunakan dalam mendukung proses pembelajaran. Dengan
terselesaikanya beberapa paket pengadaan barang tersebut mampu meningkatkan serapan
keuangan yang cukup signifikan, pada tahun 2013 saja HPEQ UNJA mampu menyerap dana
sebesar Rp. 6.095.824.727,- dari total anggaran pengadaan barang sebesar Rp.
7.376.083.127,- selama tiga tahun.
Hasil evaluasi secara garis besar dari keempat aktivitas tersebut dirasakan menunjang
peningkatan kualitas pembelajaran di Program Studi Pendidikan Dokter. Hal ini dapat dilihat
dari pencapaian indikator kinerja utama maupun tambahan yang meningkat di setiap
tahunnya, baik rerata indeks prestasi semester, jumlah kelulusan UKDI dan rerata nilai UKDI.
Saat ini PSPD FKIK Unja telah mengimplementasikan sistem kurikulum/KBK baru yang
merupakan hasil pengembangan dalam proyek ini, kemudian pada penerimaan mahasiswa
baru tahun ajaran 2013/2014 ini melalui proses matrikulasi sebagai hasil aktivitas PIC I.
Namun begitu masih ada indikator yang belum tercapai, seperti akreditasi yang belum dapat
dilaksanakan, walau skor kecukupan akreditasi secara mandiri meningkat (tahun 2011: 296,
2012: 305 dan 2013: 326). Sedang persentase kelulusan mahasiswa tepat waktu baik prodi
akademik dan profesi belum mencapai target. Perlu diakui bahwa walau banyak kegiatan
sebagai bagian aktivitas telah banyak dilaksanakan serta pengadaan barang penunjang
pembelajaran, namun masih ada kendala seperti SDM yang terbatas, lemahnya manajemen
internal baik di PIU PHK-PKPD, tingkat fakultas/PSPD maupun Universitas Jambi.
Kenyataan ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah bagi fakultas/PSPD untuk
mengejar ketertinggal ini walau proyek akan berakhir.
Adapun bentuk kemitraan antara FKIK Universitas Jambi, FK Universitas Riau dan
FK Universitas Gadjah Mada dalam proyek PHKI-PKPD ini mempunyai peran penting dalam
pengembangan FKIK Unja khususnya, hal ini menjadi dasar kesepakatan suitanibilitas dari
kemitraan tripartit setelah usainya proyek ini agar dilanjutkan dalam bentuk kerjasama
terutama di bidang penelitian, disamping pengembangan pendidikan lainnya.
Ditahun 2014 target utama dari Project HPEQ UNJA adalah penyelesaiaan
pengadaan jasa konsultasn pembangunan sistem informasi manajemen dan perpustakaan
digital yang saat ini pelaksanaanya mengunakan metode konsultan individu, serta beberapa
paket pengadaan yang diluncurkan seperti pengadaan furniture, alat lab dan komputer.
Diharapkan pengadaan-pengadaan tersebut dapat terlaksana dengan ouput yang nantinya
benar-benar mampu meningkatkan kualitas Program Studi Pendidikan Dokter Universitas
Jambi.
BAB 1
PENDAHULUAN
Dalam usaha meningkatkan kualitas tenaga kesehatan di Indonesia, Pemerintah
bersama Bank Dunia menyelengarakan suatu proyek yang dinamakan Project Health
Professional Education Quality (HPEQ) atau Program Hibah Kompetisi Peningkatan Kualitas
Pendidikan Dokter (PHK-PKPD), selain itu juga dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan
kualitas institusi kesehatan saat ini dan perlunya tercapainya kompetensi profesi kesehatan
untuk memberikan pelayanan publik yang lebih terpadu, akutanbel dan berkualitas.
Pada tahun 2010 Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Jambi menjadi salah
satu Universitas yang mengajukan proposal dan telah diterima untuk mendapatkan Program
Hibah Kompetisi Peningkatan Kualitas Pendidikan Dokter skema B bersama FK UGM dan
FK Universitas Riau. Sebagai Program Studi yang masih berusia muda Proyek Health
Professional Education Quality (HPEQ) di Program Studi Pendidikan Dokter Universitas
Jambi lebih difokuskan untuk dapat meningkatkan fasilitas pembelajaran, pelatihan,
pembinaan, perbaikan implementasi KBK dan pengembangan kelembagaan dan peningkatan
manajemen di PSPD UNJA. Laporan ini dibuat dalam rangka sebagai pertangung jawaban
PIU UNJA kepada DIKTI yang telah memberikan kesempatan pada UNJA untuk dapat
meningkatkan kapasitas dan kualitas institusi di Program Studi Pendidikan Dokter Universitas
Jambi.
Secara ringkas Proyek Health Professional Education Quality (HPEQ) di Universitas
Jambi dilaksanakan dengan membagi empat aktivitas utama yaitu :
1. Perbaikan Kualitas Input
Perbaikan kualitas input bertujuan Pengembangan sistem seleksi mahasiswa baru
yang terstandar, objektif, transparan dan akuntabel akan dapat memperbaiki
kualitas input mahasiswa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih
baik. Namun dengan berjalannya waktu, dengan keluarnya peraturan menteri
mengenai sistem penerimaan mahasiswa secara nasional melalui jalur SNMPTN
kemudian SBMPTN, maka aktivitas ini dikembangkan untuk mencari sistem guna
perbaikan kualitas mahasiswa baru yang beragam, salah satunya melalui proses
matrikulasi.
2. Perbaikan dan Evaluasi Kurikulum
PSPD UNJA akhirnya mencoba untuk melaksanakan perencanaan, implementasi,
evaluasi, dan pengembangan KBK secara mandiri. Hal ini diakui menyebabkan
kurikulum yang telah disusun dan dijalankan selama ini masih perlu dibenahi agar
sesuai standar.
3. Evaluasi dan Implementasi KBK
Perencanaan, implementasi, dan evaluasi kurikulum yang baik akan lebih
menjamin lulusan Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Jambi untuk
memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku sebagai kompetensi
yang sesuai dengan standar nasional.
Implementasi kurikulum yang baik akan sangat berperan dalam meningkatkan
kualitas lulusan PSPD UNJA. Diharapkan hal tersebut dapat tergambar dari
meningkatnya perolehan nilai mahasiswa dan berkurangnya pengulangan mata
kuliah pada setiap semester.
4. Penguatan dan pengembangan kelembagaan Manajemen PSPD
Dengan adanya SOP dari masing-masing unit diharapkan kinerja tiap-tiap unit di
PSPD UNJA akan lebih optimal. Disamping itu pelaksanaan tupoksi dari
masing-masing unit yang telah berbasis ICT juga akan lebih meningkatkan kinerja dari
masing-masing unit. Berkaitan dengan hal diatas diperlukan sistem penjaminan
mutu yang berjalan dengan baik, karena dengan berfungsinya sistem penjaminan
mutu akan lebih memperlancar kinerja organisasi dan akan menjamin kualitas
pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan sehingga efisensi
dan efektivitas proses penyelenggaran pendidikan dapat tercapai.
Dari empat aktivitas tersebut dibagi menjadi beberapa kegiatan yang terdiri dari policy
study, lokakarya, Tehnical Assistant, In House Training, pengembangan staf bergelar dan
tidak bergelar, pengadaan barang dan jasa.
Sampai dengan tahun ketiga pelaksanaan Proyek HPEQ di Universitas Jambi tetap
berlandaskan proposal awal dan rencana implementasi program yang telah disusun, hanya
saja ada beberapa kegiatan yang tidak terlaksana yang dikarenakan sulitnya dalam
penyesuaiaan jadwal dengan mitra pembina ataupun dikarenakan keterbatasan sumber daya
manusia di PSPD UNJA. Perubahan dari Program Studi Pendidikan Dokter menjadi Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi yang pada awalnya diharapkan dapat
membantu terutama di bagian sarana dan prasarana serta menambah ketersediaan sumber
daya manusia tidak dapat berjalan dengan optimal. Tim Monev yang diharapkan sebagai
auditor internal juga tidak dapat berjalan secara maksimal, hal ini terlihat dengan
temuan-temuan yang didapat oleh BPKP Provinsi jambi dianggap sebagai kelalaian tim Monevin
yang tidak bekerja secara maksimal. Namun demikian komitmen yang telah disepakati harus
tetap dijalankan, dengan memanfaat sumber daya manusia dan sarana yang ada PIU tetap
berdaya upaya untuk mencapai tujuan HPEQ untuk membantu Program Studi Pendidikan
Dokter di Universitas Jambi menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas dan bermanfaat
dalam meningkatkan kualitas kesehatan di daerah Jambi khususnya.
BAB 2
IMPLEMENTASI DAN PENGELOLAAN PROGRAM
Dalam proses implementasi Program Hibah Kompetisi Peningkatan Kualitas
Pendidikan Dokter (PHK-PKPD) di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas
Jambi telah melibatkan berbagai pihak baik dosen maupun tenaga pendukung baik di tingkat
Universitas maupun Fakultas. Berdasarkan Panduan Pelaksanaan, tidak ada aturan baku untuk
susunan pengelola PIU PHK-PKPD tiap universitasnya. Susunan pengelola dapat dibentuk
dengan struktur susunan organisasi yang dianggap paling efektif dan efisien bagi
masing-masing universitas. Diharapkan dengan tidak adanya kekakuan setiap unit yang terlibat dapat
menjalankan fungsi-fungsi utamanya sesuai dengan kebijakan dan aturan pengelolaan proyek
yang berlaku di linglungan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.
2.1 Organisasi Pelaksana Kegiatan
Sebagai landasan pelaksanaan Project Health Profesional Education Quality di
UNJA, Rektor telah membentuk tim task force awal sesuai SK No 345/H21/KP/2009.
Selanjutnya, Program Hibah Kompetisi PSPD akan diimplementasikan oleh HPEQ-PIU
(Health Profesional Education Quality – Project Institution Unit) yang dalam hal ini di
Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Jambi (PSPD UNJA) yang menjadi
penanggungjawab kegiatan secara keseluruhan adalah Rektor. Selanjutnya, Ketua Program
Studi sebagai Ketua Pelaksana Program, yang dalam pengelolaan kegiatan sehari-hari dibantu
oleh seorang Direktur Eksekutif.
Seperti halnya tahun kedua ditahun ketiga pelaksanaan Project Health Profesional
Education Quality di UNJA, juga terdapat beberapa perubahan dalam susunan pengelola, hal
ini dikarenakan ada beberapa staf dosen yang sebelumnya menjadi PIC Aktivitas melanjutkan
studinya, namun demikian diharapkan perubahan susunan pengelola tidak menurunkan
kinerja dalam pencapaiaan indikator, mengingat tenaga pengganti bukan merupakan wajah
baru, tetapi tenaga lama yang sering membantu dalam kegiatan-kegiatan HPEQ di Universitas
Jambi. Kemudian dengan adanya perubahan status dari Program Studi Pendidikan Dokter
menjadi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi maka ketua pelaksana
program berubah dari Ketua Prodi menjadi Dekan. Adapun susunan pengelola PIU HPEQ
Unja adalah sebagai berikut :
PENANGUNG JAWAB PROGRAM (REKTOR)
Pror. Dr.Drs. Aulia Tasman, M.Sc
KETUA PELAKSANA DR. dr. Yuwono, M.Biomed
DIREKTUR EKSEKUTIF dr. Humaryanto, Sp.OT., M.Kes
SEKRETARIS dr. Amelia Dwifitri, M.Med.Ed UNIT KEUANGAN ZAINAL ABIDIN UNIT PROGRAM dr. Nindya Aryanty, M.Med.Ed UNIT PENGADAAN Ir. Teguh Sumarsono, M.si
PIC I dr. Angel PIC II dr. Mirna Marhami Iskandar PIC III dr. Aldi PIC IV Dr. Ir. Adriani, M.Sc M O N E V I N
Gambar 1. Struktur organisasi pengelola PHK PSPD UNJA 2013
Secara terperinci susunan pengelola dan wewenang komponen pengelola
PHK-PKPD adalah sebagai berikut:
1. Ketua Pelaksana Program/Dekan/Ketua Program Studi; bertugas mengkoordinasi
proyek HPEQ dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program, dan
melaporkannya kepada Rektor dan Dikti melalui HPEQ – CPU/Central Project Unit,
Jakarta.
2. Direktur Eksekutif; bertugas dalam pengelolaan kegiatan sehari-hari PHK-PSPD
UNJA dan bertanggung jawab terhadap personal bagian/unit dan program yang
dijalankan proyek. Direktur Eksekutip bertugas membuat laporan dan melaporkannya
kepada Ketua Pelaksana Program.
3. Sekretaris; bertugas dalam kesekretaritan dan membantu tugas-tugas Direktur
Eksekutip. Diantara tugasnya adalah ikut mengkoordinir program program kegiatan
dan membantu dalam penyiapan laporan. Sekretaris dibantu oleh staf pendukung untuk
menjalankan tugasnya.
4. Pengelolaan Keuangan: bertanggung jawab terhadap manajemen keuangan proyek,
kemudian melaporkan kepada Direktur Eksekutip terutama sebagai bahan penyusunan
laporan keuangan. Dalam rangka menuju sistem yang akuntabel, laporan keuangan,
harus memenuhi SAI dan bersifat auditable.
5. Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa: bertugas untuk menetapkan dan
menjalankan sistem (Kelembagaan, Manual & SOP, SDM) pengadaan barang dan jasa
yang berlaku untuk seluruh kegiatan pengadaan di perguruan tinggi tersebut. Sistem
tersebut harus mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku.
6. Monitoring dan Evaluasi: bertugas untuk mengembangkan dan menjalankan sistem
monitoring dan evaluasi internal sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu internal
yang berlaku di Universitas Jambi (Gambar 2). Laporan dari hasil monitoring dan
evaluasi internal yang dibuat dijadikan landasan bagi evaluasi otoritas terkait.
7. Pengelolaan Program Pengembangan (PIC); merupakan koordinator dari semua
program aktivitas proyek yang mempunyai tugas melaporkan kemajuan setiap aktivitas
yang dijalankan dan melaporkannya kepada Direktur Eksekutip. Program/Kegiatan ini
dilaksanakan terkait dengan kegiatan peningkatan mutu program akademik dan/atau
mutu manajemen perguruan tinggi, yang dilaksanakan pada unit terkait.
Antara pengelola di tingkat Program Studi diharuskan berkoordinasi dengan pengelola di
tingkat Universitas secara rutin, sementara aspek-aspek penyelengaraan proyek, seperti
pengadaan barang dan jasa, keuangan, penjamin mutu melalui monevin dapat terintegrasi
dengan unit-unit dan struktur-struktur yang telah ada di tingkat universitas.
2.2 Mekanisme Pengelolaan Keuangaan
Dalam proses pengelolaan keuangan terdapat beberapa kegiatan yang sangat vital
terutama dalam pencairan dana, dimana dalam dana berasal dari Bank Dunia. Universitas
Jambi sebagai salah satu Perguruan Tinggi yang berbentuk PTN, maka untuk pencairan
dananya melalui DIPA. Secara umum proses pencairan sama dengan mekanisme pencairan
dana pada DIPA pusat, pencairan dana dapat dilakukan pada KPPN daerah dari
masing-masing peguruan tinggi penerima hibah.
Dalam proses pencairan dananya bendahara selalu berusaha mengikuti dan mentaati
panduan pelaksanaan Program Hibah Kompetisi Peningkatan Kualitas Pendidikan Dokter
IBRD Loan No.7737-ID. Namun dari hasil audit BPKP pada tahun pertama ditemukan
beberapa hal yang menjadi perhatian pada pengelolaan keuangan sehingga masih perlu
penyempurnaan pembukuan keuangan di PIU PHK-PKPD Unja. Saat ini sudah dilakukan
perbaikan-perbaikan dengan harapan menjadi lebih baik lagi pada tahun berikutnya.
Perlu diakui mekanisme pencairan dana hibah melalui mekanisme DIPA/RKAKL
universitas yang ternyata memakan waktu dalam pembahasan, adanya pemberian tanda
bintang pada beberapa kegiatannya, serta pencairan dana itu sendiri di KPPN menyebabkan
pencairan dana aktivitas terhambat. Kondisi ini menyebaban relatif pada awal tahun anggaran
belum dapat melaksanakan kegiatan pada masing-masing PIC maupun pengadaan.Sebagai
efek domino, maka mau tidak mau terjadi penumpukan kegiatan di akhir tahun sehingga
harus melakukan luncuran pembiayaan pada tahun berikutnya.
2.3 Mekanisme Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa
Dalam rangka pelaksanaan pengadaan barang dan jasa untuk kegiatan PHK-PKPD
di PSPD UNJA, PIU telah menentukan kebutuhan barang yang dikelompokan menjadi alat
laboratorium termasuk manekin sebagai alat peraga ketrampilan klinis, alat multimedia dan
komputer, furniture serta pengadaan buku. Dalam pelaksanaan tugasnya PIU selalu
berkoordinasi dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Universitas Jambi serta Pejabat
Pembuat Komitmen Pengadaan Barang dan Jasa Universitas Jambi serta CPCU agar untuk
proses pengadaan yang berjalan tidak melanggar aturan-aturan yang berlaku.
2.4Mekanisme Program Kemitraan
Sesuai dengan ketentuan PHK-PKPD PSPD UNJA mendapatkan dana hibah dalam
skema B dan telah ditentukan dalam pelaksanaan kerjasama bermitra dengan Fakultas
Kedokteran Universitas Gadjah Mada dan FK UNRI.
Pengelolaan Program kerjasama kemitraan dimulai dengan penyusunan proposal
lengkap bersama antar intitusi, didalamnya termasuk penyusunan aktifitas, sub aktifitas dan
kegiatan yang bertujuan untuk penguatan fasilitas pembelajaran, pelatihan dan pembinaan
serta perbaikan implementasi KBK, serta penguatan kelembagaan dan manajemen di PSPD
UNJA. Dimana untuk kegiatan tersebut berbentuk Tehnical Assistant, Lokakarya, In House
Training. Dalam tahap awal kemitraan tersebut telah dibuat sesuatu MoU yang disepakati
dengan FK UGM mengenai kerjasama secara detail termasuk ruag lingkup, maksud dan
tujuan kerjasama, hak dan wewenang tiap pihak, serta pembiayaan kegiatan.
Dalam menjalankan kemitraanya Program Studi Pendidikan Dokter Universitas
Jambi dan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada saling berinteraksi lewat
masing-masing sekertariat baik melalui surat maupun email, untuk merencanakan jadwal dan waktu
pelaksanaan kegiatan kemitraan, meskipun jadwal yang telah ditetapkan mengalami
penundaan dikarenakan penyesuaian jadwal dengan narasumbernya.
2.5Mekanisme Monitoring dan Evaluasi Internal
Tim Monevin pada dasarnya dibentuk untuk menjamin pelaksanaan program sesuai
dengan rencana termasuk dana yang dikeluarkan telah sesuai dengan panduan pelaksanaan
program hibah kompetisi peningkatan kualitas pendidikan dokter dan anggaran yang telah
ditetapkan.
Selain itu monevin juga bertugas melakukan pemantauan keseharian aktivitas PIU
dimulai dari menyusun persiapan kegiatan sampai proses evaluasi dan memberikan masukan
untuk kekurangan ataupun kelemahan dalam setiap pelaksanaan kegiatanya dan sebagai
masukan untuk kegiatan selanjutnya.
Selain itu aspek-aspek penyelengaraan proyek, seperti pengadaan barang dan jasa,
keuangan, penjamin mutu melalui monevin dapat terintegrasi dengan unit-unit dan
struktur-struktur yang telah ada di tingkat universitas, dengan kata lain monevin juga berfungsi
sebagai penghubung tingkat fakultas ke universitas.
BAB 3
HASIL YANG DICAPAI
Secara umum dampak dari implementasi Program Hibah Kompetisi Peningkatan
Kualitas Pendidikan Dokter di Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Jambi untuk
beberapa kegiatan telah telah bernilai positif bagi kegiatan pembelajaran di Program Studi
Pendidikan Dokter Universitas Jambi baik untuk dari unit program maupun unit pengadaan
secara rincinya untuk hasil yang dicapai akan kami jabarkan sebagai berikut :
3.1 Aktivitas I : Perbaikan Kualitas Input
Pada awalnya penerimaan mahasiswa baru PSPD UNJA hanya diselenggarakan
berdasarkan jalur ujian seleksi mandiri dan jalur kemitraan dengan PEMDA, hal ini sangat
mempengaruhi kualitas mahasiswa baru yang berasala dari sekolah menengah atas yang
bervariasi kualitasnya. Oleh karena itu dalam Project HPEQ ini salah satu bagian yang ingin
ditingkatkan dari PSPD UNJA adalah sistem penerimaan mahasiswa barunya. Namun di
tahun 2013 penerimaan mahasiswa baru di PSPD UNJA berdasarkan ketetapan Rektor
Universitas Jambi, merujuk kepada kebijakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Nasional telah menetapkan sistem penerimaan mahasiswa baru terdiri dari 3 jalur, yaitu
SMPTN yang merupakan jalur undangan, SBNMPTN jalur ujian tertulis dan Ujian Masuk
Bersama (UMB), sedang ujian mandiri lokal yang dilaksanakan PSPD Unja dihapus.
Perlu diakui adanya perubahan kebijakan ini aktivitas PIC I melakukan penyesuaian
dimana pada aktivitas ini tidak lagi menekankan pada SOP penerimaan mahasiswa baru,
namun dititikberatkan pada perencanaan serta justifikasi kegiatan matrikulasi bagi mahasiswa
baru, disamping tetap memberikan masukan kepada rektorat standar penerimaan mahasiswa
baru kedokteran sesuai dengan standar kompetensi dokter Indonesia oleh KKI.
Tabel 1 Kegiatan PIC I dari 2011- 2013
No.
Aktifitas
Tanggal Kegiatan
Narasumber
Hasil Kegiatan
1. Policy Study : Perbaikan KualitasInput
Januari 2011 – April 2011 Konsultasi dengan FK UGM sebagai mitra pembina
Rekomendasi peningkatan selektifitas seleksi penerimaan Mahasiswa Baru
2. TA. Pembinaan Jalur Mandiri 15 Oktober – 19 Oktober (I) 4 Desember – 9 Desember (II)
Dr. dr. djoko Prakosa 1. Draft SOP Penerimaan Mahasiswa Baru 2. Rancangan materi Matrikulasi
3. In House Training Pembimbing Akademik.
22-23 Oktober Drs. Yayi Suryo Dr. Mahar Agus
Diharapkan dengan kegiatan ini akan menghasilkan pembimbing akademik yang dapat membimbing mahasiswa untuk meningkatkan prestasi akademiknya
4.. TA. Sistem Seleksi Mahasiswa Baru
21 - 24 April 2013 17 - 21 Juni 2013
Drs. Yayi Suryo SOP sistem seleksi mahasiwa baru beserta instrumennya
3.2 Aktivitas II: Evaluasi dan Revisi Kurikulum Berbasis Kompetensi
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) merupakan suatu pendekatan baru dalam
dunia pendidikan yang dewasa ini semakin luas diterapkan oleh berbagai program studi
kedokteran diseluruh dunia. Di Indonesia penerapan KBK oleh berbagai program studi dokter
secara resmi baru dimulai sejak berlakunya Standar Pendidikan Profesi Dokter di Tahun
2006. PSPD UNJA sendiri baru memulai menerapkan KBK sejak tahun ajaran 2007/2008,
Oleh karena itu dari Project HPEQ ini diharapkan dapat dibentuk buku-buku panduan
ataupun modul yang menunjang proses pembelajaran KBK, dengan mengunakan sistem
kemitraan dengan FK UGM sebagai mitra Pembina. Kegiatan yang telah terlaksana untuk
aktifitas II ini adalah :
Tabel 2 kegiatan yang terlaksana dari Aktifitas II : Evaluasi dan Revisi KBK
No. Aktifitas Tanggal Kegiatan Narasumber Hasil Kegiatan
1. Policy Study Evaluasi dan Revisi KBK
Januari – April 2011 FK UGM Rumusan pengembangan Kurikulum tahap Sarjana Kedokteran dan Tahap Profesi 2. TA. Makro Meso Tahap S.Ked 24 – 29 Juli 2011
20 -25 Agustus 2011
dr. E. Suryadi SU PA(K) MHPE
Dokumen Kurikulum Makro meso tahap S.Ked
3. TA. Pengembangan Kurikulum Skill Lab Makro Meso
10 – 14 Oktober 2011 22 -27 November 2011
dr. Santosa Budiharjo, MKes., PA(K))
Dokumen kurikulum skill lab makro meso
4. TA. Pengembangan Kurikulum Mikro S.Ked
12 – 17 September 2011 14 -18 November 2011
dr. Siti Rokhmah Prodjosasmito, M.Ed
Dokumen Kurikulum mikro S. Ked (3 modul blok) dan manual prosedur
pengembangan blok 5. TA. Pengembangan Kurikulum
Tahap Profesi
4 – 8 Juni 2012 16 – 20 Juli 2012
Prof. dr. Harsono, Sp.S (K) 1. Dokumen Kurikulum Makro-meso tahap profesi
2. Modul bagian kurikulum tahap profesi (Mata, Obgyn, saraf dan penyakit dalam)
6. Lokakarya Pengembangan Kurikulum Tahap Profesi
5 September 2012 Prof. dr. Harsono, Sp.S (K) Sosialisai ke semua bagian PSPD UNJA tentang Dokumen Kurikulum Makro-meso tahap profesi
7. TA. Pengembangan Learning Skills 2 Oktober – 6 Oktober 2012 31 Oktober – 4 November
dr. Ide Pustaka Dokumen kurikulum pengembangan Learning Skills
8. TA. Pengembangan Sistem Assesment
16-19 Oktober 2012 4-9 November 2012
dr. Efrayim Suryadi 1. Evaluasi dan revisi sistem assessment tahap S.Ked. yang akan dijalankan mulai T.A. 2012/2013
2. Evaluasi dan revisi sistem assessment untuk tahap profesi
9. Lokakarya Pengembangan Sistem Assement
10 November 2012 dr. Efrayim Suryadi 1. Lokakarya yang mencakup teknik pembuatan soal MCQ serta sosialisasi keluaran dari hasil TA. Pengembangan Sistem Assesment
2. Pembimbingan mengenai cara melaksanakan Item Review dan Analisis sistem assesment 10. TA. Pengembangan Kurikulum
Tahap Profesi II
2-6 Desember 2012 7-9 Desember 2012
dr. Sumadiono Sp.A(K) Panduan bagian Ilmu Bedah, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin serta Ilmu Penyakit THT 11. Lokakarya Pengembangan
Kurikulum Tahap Profesi II
15 Desember 2012 dr. Sumadiono Sp.A(K) Adanya kesepakatan dan dukungan dari seluruh bagian yang terlibat dalam tahap profesi untuk melaksanakan
pengembangan kurikulum tahap profesi. 12. TA. Pengembangan kurikulum
Mikro - 2
18 - 28 Agustus 2013 dr. Siti Rokhmah Projosasmitho. M.Ed
Panduan Modul Blok 3.1 , 3.2, 3.3, 4.1, 4.2 dan 4.3
13. TA. Pengembangan Kurikulum Mikro- 3
29 Agustus - 8 September 2013 dr. Siti Rokhmah Projosasmitho, M.Ed
Panduan Modul Blok 5.1 , 5.2, 5.3, 6.1, 6.2 dan 6.3
14. TA. Pengembangan Kurikulum Mikro- 4
27 Oktober - 1 November 2013 9 - 13 Desember 2013
dr. Siti Rokhmah Projosasmitho, M.Ed
Panduan Modul Blok 7.1, 7.2, 7.3, 2.1, 2.2 dan 2.3
Lab - 2 16 - 21 Oktober 2013 M.Sc 4.1, 4.2 dan 4.3 17. TA. Pengembangan Kurikulum Skill
Lab - 3
21 - 31 Oktober 2013 dr. Ide Pustaka Setiawan, M.Sc
Panduan Modul Skill Lab 5.1, 5.2, 5.3, 6.1,6.2 dan 6.3
18. TA. Pengembangan Kurikulum Skill Lab - 4
01 - 10 November 2013 dr. Ide Pustaka Setiawan, M.Sc
Panduan Modul Skill Lab 7.1, 7.2, 7.3, 2.1, 2.2 dan 2.3
3.3. Aktivitas III :Evaluasi dan Implementasi KBK
KBK merupakan kurikulum baru dan belum dipahami sepenuhnya bauik oleh
pengelola dan staf pendidikan di PSPD UNJA, sehingga menyebabkan seringkali menemui
kendala dalam implementasinya. Dalam Implementasinya KBK diterapkan dengan bentuk
strategi pembelajaran SPICES (Student centred, Probleme based learning, integrated
approach, Community oriented, Early clinical exposure, systematic). Pada tahap sarjana
kedokteranya bentuk pembelajaran terintegrasidalam 22 blok meliputi blok generic skill dan
ilmu kedokteran dasar pada dua tahu pertamadan dilanjutkan dengan blok sistem yang
terintergrasi pada tahun selanjutnya.
Tabel 3 kegiatan yang terlaksana dari Aktifitas III: Evaluasi Implementasi KBK
No. Aktifitas Tanggal Kegiatan Narasumber Hasil Kegiatan
1. Policy Study Januari 2011 – April 2011 FK UGM Rumusan dalam proses implementasi
KBK
2. IHT Pelatih Tutor 31 November – 1 Desember 2011
Dr. Siti Rokhmah Projosasmito, M.Med.Ed dan
dr. Santosa Budiharjo
Peningkatan pemahaman dan keterampilan fasilitasi tutorial di lingkungan PSPD
UNJA
3. IHT Pelatih Instruktur Skill Lab 21-22 November 2011 dr . Widyandana, MHPE, Ph.D dan dr.Ide Pustaka
Setiawan
Peningkatan kompetensi dosen untuk menjadi instruktur dalam pembelajaran keterampilan komunikasi, keterampilan pemeriksaan fisik, dan keterampilan procedural klinik pada pembelajaran di
skills laboratory 4. IHT Ketrampilan belajar dan
Praktikum
4 – 7 Oktober 2011 dr. Gandes Retno rahayu, M. Med. Ed,. Ph.D dan dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto., M.
Sc., Ph.D.
Peningkatan pemahaman dosen mengenai prinsip-prinsip pembelajaran dan penguasaan keterampilan memberi kuliah/praktikum, pembuatan media ajar, menyusun desain instruksional, hingga keterampilan memfasilitasi proses
pembelajaran.
5. IHT Pembimbing Klinik 17-18 November 2011 dr . Risanto Siswosudarmo, Sp. OG (K) dan dr. Rosadi
Seswandana, Sp.B.
meningkatkan pemahaman dosen klinik mengenai prinsip-prinsip pembimbingan klinik dan sistem assessment pada tahap profesi kedokteran
6. Hibah Pengajaran Dr Fadli dan dr. Mirna
Marhami Iskandar
Video dubbing Acland of Anatomy
7. TOT Advance 11-12 September 2012 1. dr. Siti Rokhmah
Projosasmito,M.Med.Ed 2. dr. Santosa Budiharjo,
M.Kes
Diperoleh sejumlah instruktur (trainer of tutor) yang berkompeten dalam memberikan pelatihan basic training of tutor
8. Hibah Pengajaran Dr. dr. Herlambang
Noerjasin, Sp.OG (K)
Video yang akan digunakan sebagai panduan dalam pembelajaran di stase Obgin.
9. TA. Lab Multimedia 16-20 Juli 2012
17-21 September 2012
Dr. Lutfan lazuardi Dokumen blue print yang akan menjadi panduan dalam pengadaan jasa setting ruang berbasis multimedia pada tahun 2013.
10. Pengembangan Tenaga Teknis
Laboratorium Ketrampilan Klinis 8 – 20 Juli 2012
Dr. Boby Suryawan & Jamaludin, Am.AK
- Perbaikan kemampuan dan ketrampilan bagi tenaga teknisi lab - Peningkatan indeks kepuasan
mahasiswa dalam pembelajaran praktikum
11. Pengembangan Manajemen Pengelola Tenaga Teknis Laboratorium
8 – 20 Juli 2012 Dr. Mirna Marhami Iskandar Perbaikan pengelolaan sistem Manajemen Lab
12. Pengembangan Manajemen Pengelola Studen Center
30 September – 14 Oktober 2012
Dr. Siska Nurlaela Perbaikan pengelolaan sistem Manajemen student center
13. Pengembangan Tenaga Teknis Student Center/Skill Lab.
30 September – 14 Oktober 2012
Dr. Ananti Purwakanthi & Agil Prambudi S, Am.AK
- Perbaikan kemampuan dan ketrampilan bagi tenaga teknisi lab - Peningkatan indeks kepuasan
mahasiswa dalam pembelajaran skill lab.
14. Pengembangan Staf Pendidikan Bergelar S2/S3
dr. Maria Estela Karolina Dosen dengan gelar S2/S3 yang
berkompeten untuk pengembangan FKIK
15. Pengembangan Staf Pustakawan 26 November – 8 Desember 2012
Fadli Imam S.Kom 1. Perbaikan kemampuan dan
ketrampilan bagi tenaga pustakawan 2. Peningkatan indeks kepuasan
mahasiswa pelayanan kepustakaan
16. Hibah Pengajaran Dr. Amelia Dwi Fitri,
M.Med., Ed
Modul dan CD Multimedia digunakan untuk Panduan Praktikum Histologi
3.4 Aktivitas IV : Pengembangan Kelembagaan Peningkatan Manajemen
PSPD UNJA yang telah berdiri sejak tahun 2005 didalamnya terdiri dari beberapa
unit kerja yang membantu pelaksanaan tugas pendidikan, hanya saja dalam pelaksanaan
tupoksinya masih ada yang tumpang tindih dan masih ada standar kerja yang belum jelas,
kondisi ini menghambat kinerja manajemen internal. Melalui Project HPEQ ini diharapkan
PSPD UNJA dapat mengembangkan kelembagaan peningkatan manajemen.
Tabel 4. Aktivitas IV ; Penguatan dan Pengembangan Manajemen di PSPD UNJA
No.
Aktifitas
Tanggal Kegiatan
Narasumber
Hasil Kegiatan
1.
Policy Study
FK UGM
Laporan Perbaikan usulan Sistem
Internal Manajemen
2.
TA. Penyusunan Kebijakan
Mutu
5 – 9 Desember 2011
19-23 Desember 2011
Dr. Yudha Nurhantari
Dokumen draft kebijakan mutu
1. TA. Membangun Desain SIM dan Website PSPD UNJA
3-5 juli 2012
12-17 November 2012 Adityo Hidayat
1. Rancangan sistem informasi manajemen yang terintergrasi dengan basis komputer untuk administrasi, akademik dan keuanggan
2. Rancangan website PSPD Unja
2. TA. Penyusunan Draft Revisi Kebijakan SIM
29November -1 Desember 2012 17 -30 Desember 2012
Dr. Titi Savitri Dokumen draft revisi kebijakan Sistem internal manajemen
3. TA. Sistem Penjamin Mutu 20-24 November 2012 10-15 Desember 2012
Dr.Yudha Nurhantari Dokumen Sistem Penjamin Mutu 1. Dokumen Evaluasi Diri 2. Instruksi Kerja Amai 3. Manual Mutu UNJA 4. Manual Prosedur AMAI 5. Perumusan Standar Proses 4. Pengembangan Staf Pelatihan
Model Penjamin Mutu dan
23 September – 4 Oktober 2012 Pelatihan untuk persiapan pembentukan tim Penjaminan Mutu dan Audit Mutu
AMAI Akademik Internal 5. Pengembangan Staf Akademik,
Keuangaan Dan Administrasi
12-23 November 2012 Perbaikan kemampuan dan ketrampilan
bagi staf akademik, keuanggan dan Adminsitrasi
6. Technical Assistant Penyusunan SOP Unit-unit
29 September - 3 Oktober 2013 10 - 16 November 2013
Dr. Beta Ahlam Ghizela, Sp.F.,
Dokumen sop masing-masing unit di fkik unja
7. Lokakaryo SOP Unit-unit 15 November 2013 Dr. Beta Ahlam Ghizela, Sp.F.,
Sosialisasi standar operasional masing-masing unit
3.5 Unit Pengadaan
Tujuan dari kegiatan pengadaan HPEQ di Program Studi Pendidikan Dokter
Universitas Jambi adalah mendukung program yang telah digariskan. Kegiatan pengadaan
pada awalnya direncanakan dari tahun pertama yaitu pengadaan Buku dan Jurnal, Furniture,
komputer dan multimedia. Kegiatan pengadaan di tahun 2011 direncanakan ada empat
pengadaan yaitu furniture, komputer dan multimedia, alat lab dan buku, namun keempat
kegiatan pengadaan ini tidak terlaksana dikarenakan :
Untuk pengadaan komputer multimedia ada 3 rekanan yang mendaftar, tetapi
yang melengkapi/mengajukan penawaran hanya 1 (satu) rekanan, sehingga
proses selanjutnya tidak bisa dilakukan atau gagal, dan proses pelelangan harus
diulang. Sebagai catatatan kedua paket ini masuk dalam/akan diluncurkan tahun
2012.
Untuk paket NCB Furniture yang pengumumannya menjadi satu dengan paket
Komputer Multimedia, jumlah rekanan yang mendaftar 4 (rekanan) dan semua
memasukan penawaran. Hasil sementara evaluasi, 3 rekanan/bidder memenuhi
persyaratanya yaitu dan bisa satu diantaranya ditetapkan sebagai pemenang yaitu
CV. Bumi Lindung, namun untuk kegiatan pengadaan furniture ini berjalan
hanya sampai 25% dan tidak sampai mengadakan kontrak
Untuk paket NS Buku, yang pada awalnya tidak masalah termasuk rekanan yang
ditunjuk, ternyata dari hasil monitor HPEQ (Koordinator Pengadaan dan Monev)
ke ULP, muncul masalah baru yaitu sulitnya rekanan menyiapkan
item/spesifikasi buku (277 item; Tabel 1).
Paket NS Alat Lab karena tidak ada rekanan yang mau menawar atau bisa
dilaksanakan dengan syarat berbagai masalah harus dikondisikan/disesuaikan
dengan HPS yang katanya terlalu rendah. Disamping itu, karena NS Alat Lab ini
adalah Post review maka untuk pelaksanaannya harus menunggu proses NS
Buku selesai.
Sehingga di tahun pertama pengadaan untuk Project HPEQ tidak ada yang terlaksana.
Namun dana pengadaan yang dialokasikan oleh di tahun 2011 oleh PIU tetap
diluncurkan di tahun 2012, sehingga pagu dari pengadaan project HPEQ di tahun 2012
merupakan akumulasi anatara dana tahun 2011 dan tahun 2012. Untuk kegiatan pengadaan,
NOL WB Procument plan sudah diterima pada tanggal 1 Mei 2012. Pada surat tersebut ada
perubahan ketentuan World Bank dalam pengadaan paket barang dan jasa (dengan surat
terlampir). Dengan adanya perubahan ketentuan dari World Bank PIU mengirim revisi
procurement plan pada CPCU pada tanggal 1 Juni 2012 beserta dengan Bidding Document.
Pada tanggal 26 Juni 2012 PIU PSPD UNJA menerima kunjungan bagian pengadaan CPCU
untuk peninjauan kegiatan pengadaan di tahun kedua, pada kunjungan ini CPCU mengecek
data-data kelengkapan pengadaan PIU dan melakukan evaluasi persiapan yang telah
dilakukan dan memberikan solusi atas kendala yang di hadapi oleh PIU. Dalam pertemuan
tersebut intinya CPCU ingin agar kegiatan pengadaan dapat terlaksana dengan baik,
selanjutnya proses pengiklanan untuk pengadaan diterbitkan pada tanggal 30 Agustus 2012
untik pengadaan alat lab, pengadaan buku dan pengadaan alat multimedia. Tanggal 1 Oktober
2012 dilakukan proses lelang dari 3 pengadaan tersebut, dan Evaluasi dilakukan pada tanggal
6 Oktober 2012. Adapun pengadaan National Shoping Furniture telah melalui tahapan
penawaran dilanjutkan dengan evaluasi penawaran oleh pokja dan telah ditetapkan rekanan
pelaksana pengadaan langsung yaitu PT Sekawan Jaya Bersama.
Pada saat negocosting dengan CPCU disepakati untuk setiap pengadaan 2012
direncanakan untuk realisasi penyerapan sebesar 10% sebagai kontrak awal atau uang muka,
hanya saja dana tersebut telah terpotong namun realisasi kontrak tidak terlaksana. Dan dana
tersebut tidak diajukan sebagai luncuran. Hal ini mengakibatkan untuk pengadaan komputer
dan multimedia (luncuran 2012) kekurangan dana sebesar Rp. 17.000.000.
Pada tahun 2013 ada 5 pengadaan barang dan jasa yang telah terealisasi yaitu
pengadaan furniture 2012, Buku, Jurnal 2012, Alat Lab. 2012, komputer dan multimedia dan
Renovasi Gedung. Pengadaan tersebut telah teselesaikan sepenuhnya disertai dengan
pembayaran untuk furniture sebesar Rp. 215.900.000, sedangkan untuk Buku dan jurnal 2012
senilai Rp.447.000.000,- Alat Lab. 2012 senilai 4.348.219.000 dan Pengadaan Komputer dan
multimedia senilai Rp. 565.000.000,-, serta Renovasi Gedung senilai Rp. 105.002.727,-
Dengan terselesaikanya beberapa paket pengadaan barang tersebut mampu meningkatkan
serapan keuangan yang cukup signifikan, pada tahun 2013 saja HPEQ UNJA mampu
menyerap dana sebesar Rp. 6.095.824.727,- dari total anggaran pengadaan barang sebesar
Rp. 7.376.083.127,- selama tiga tahun.
Untuk pengadaan tahun 2014 terdapat 3 pengadaan yaitu Alat Laboratorium,
Komputer dan Multimedia dan Furniture. Untuk furniture sebenarnya ini merupakan luncuran
pengadaan furniture tahun 2011 karena proses lelang pada saat itu gagal Di samping itu
dilaksanakan juga pengadaan jasa konsultan melalui adanya perubahan mekanisme CQS
menjadi IC. Saat ini sedang dilaksanakan tahapan pengadaannya walau terkendala di pihak
universitas karena tenaga yang berpengalaman sangat terbatas.
3.6 Pencapaian Indikator Utama dan Indikator Tambahan
Program Hibah Kompetis Peningkatan Kualitas Pendidikan Dokter di Universitas
Jambi telah berjalan sesuai dengan proposal awal dalam pengajuan Project HPEQ, yang
kemudian diturunkan menjadi rencana implementasi proyek (RIP) setiap tahunnya.
Keberhasilan proyek ini tidak luput dari adanya beberapa kendala yang menghambat usaha
PIU dalam mencapai sasaran indikator kinerja. Namun demikian PIU tetap berdaya upaya
untuk mencapai sasaran indikator kinerja yang telah ditetapkan. Sampai dengan Bulan
Desember 2013 berikut pencapaian yang telah didapat oleh PIU Program Studi Pendidikan
Dokter Universitas Jambi:
Tabel 5. Pengukuran pencapaian indikator kinerja Tahun 2013.
Indikator Kinerja Utama
Base
Line
2011
2012
2013
Target
Capaian
Target
Capaian
Target
Capaian
1. Rata-rata IPS
2.42 2.50 2,50 2,7 3.19 3.00 2,9Indek prestasi kelulusan komulatif rata-rata seluruh mahasiswa yang dihitung pada setiap semester. Rerata Indeks prestasi semester telah mencapai target yang telah ditentukan. Pencapaian indikator ini tidak lepas dari usaha maksimal dari peserta didik itu sendiri, manajemen internal (prodi/FK) serta sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia, termasuk kurikulum, proses pendidikan dan evaluasi, panduan modul/blok, keterampilan klinis dan praktikum, ketersediaan tenaga pengajar/dosen. Adapun proyek HPEQ yang sudah berjalan tiga tahun ini bisa menjadi akselerasi pencapaian indikator di tahun berikutnya.
2. Jumlah kelulusan uji kompetensi; % - - - - 96,5% 75 95%
Indikator ini belum bisa dihitung baselinenya karena pada tahun 2010/2011belum meluluskan sarjana maupun profesi kedokteran. Pada tahun 2013 prosentase jumlah kelulusan uji kompetensi sudah mencapai target, namun bila dilihat dari tahun sebelumnya terjadi penurunan minimal, hal ini dikarenakan jumlah peserta UKDI mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, disamping itu pada tahun 2013 ini UKDI sudah disertai dengan OSCE nasional.
3. Rata-rata nilai ujian kompetensi lulusan; % - - - 51 70,62
Indikator ini belum bisa dihitung baselinenya karena pada tahun 2010/2011 belum meluluskan sarjana maupun profesi kedokteran. Pada tahun 2013 Rerata nilai ujian kompetensi lulusan FKIK Unja cukup tinggi dibanding dengan target, hal ini menunjukkan bahwa kurikulum serta muatan dalam proses pembelajaran sudah di jalurnya walau belum sempurna. Harapannya pencapaian ini dapat ditingkatkan lagi pada tahun berikutnya setelah proyek HPEQ berakhir mengingat sudah banyak usaha penyempurnaan kurikulum, sarana dan prasarana agar tercapai kompetensi yang telah ditentukan.
4. Akreditasi Program Studi - C C C C B B (internal audit) Saat ini telah dimulai persiapan berkas borang akreditasi, sambil menunggu kesiapan akreditasi, di PSPD FKIK UNA telah dilakukan audit internal dengan berpedoman pada borang akreditasi dan mendapatkan nilai pada tahun 2012 skor 305 dan 2013 skor 326.
5. Persentase mahasiswa yang lulus S.ked tepat
waktu (%) 0 15 1,33 60 2,5 75 48,5
Persentase mahasiswa lulus S.Ked tepat waktu belum maksimal mencapai target yang telah ditentukan. Sampai dengan tahun 2013 terdapat 32 dari 66 mahasiswa yang dapat menyelesaikan pendidikan tahap sarjana tepat waktu, sehingga capaian yang diperoleh adalah 48,5%. Ketidaktercapaian target ini disebabkan karena kurikulum yang sudah ada masih belum sempurna, beban pembelajaran serta sistem KBK perlu diakui merupakan hal baru bagi mahasiswa. Kelulusan setiap modul/blok tidak hanya ditentukan oleh satu ujian namun dari beberapa bentuk ujian (MCQ, OSCE, SOCA). Ketersediaan panduan modul/blok, keterampilan klinis, buku pustaka, alat laboratorium dirasakan masih kurang. Kemudian jumlah tenaga pengajar serta pemahaman dosen terhadap sistem pembelajaran KBK yang masih kurang. Namun begitu melalui proyek HPEQ, telah dilakukan penyempurnaan kurikulum, termasuk evaluasi kegiatan pembelajaran, perencanaan dan pelaksanaannya, mengadakan pelatihan bagi para dosen, melengkapi panduan modul dan keterampilan klinis, termasuk alat laboratorium dan manikin, buku, furniture dan alat komputer-multimedia, walau karena ada kendala teknis, pengadaan baru bisa dilaksanakan pada tahun ketiga (2013) dan sebagian diluncurkan kembali pada tahun 2014 ini. Semua ini diharapkan pada tahun berikutnya jumlah mahasiswa lulus S.Ked tepat waktu akan lebih maksimal lagi.
6. Persentase mahasiswa yang lulus tahap
profesi dokter tepat waktu (%) - - - -
Indikator utama ini tidak dapat tercapai karena masih ditemukan kelemahan pada sistem pendidikan pada tahap profesi. Kesiapan bagian/departemen terkait dengan jumlah tenaga pengajar/dosen klinis, sarana dan prasarana terbatas, modul pembelajaran, jumlah serta keragaman pasien di RS
pendidikan yang masih terbatas menyulitkan dalam pengaturan penjadwalan rotasi. Disamping itu perlu diakui bila jumlah kelulusan mahasiswa pada setiap bagian/ departemen yang belum maksimal sehingga menambah beban bagi bagian tersebut dan mempengaruhi jadwal masuk kelompok
mahasiswa berikutnya. Untuk menjawab masalah ini, FKIK Unja telah menjalin kerjasama baru dengan RS pendidikan jejaring lainnya disamping menambah jumlah dosen pendidik klinis melalui workshop/pelatihan. Dalam proyek HPEQ ini juga telah melengkapi ketersediaan alat laboratorium termasuk manikin sebagai wahana pembelajaran mahasiswa walaupun masih terbatas, juga menyempurnakan panduan modul dan keterampilan klinis pada setiap bagian/departemen. Hal ini diharapkan kedepannya dapat memperbaiki capaian target walau proyek HPEQ ini akan berakhir.
Tabel 6.Indikator Kinerja Tambahan
Indikator Kinerja Tambahan
Base Line
2011 2012 2013
Target Capaian Target Capaian Target Capaian
1. Peningkatan nilai TPA 72 - 72 15% - 30% -
Kegiatan TPA sudah dilaksanakan berturut-turut namun belum mencapai target. Nilai rata-rata TPA tahun 2012 rata-rata 70 sedang pada tahun 2013 nilai rata-rata 75 sehingga belum terdapat peningkatan prosentasenya. Perlu diakui bahwa kondisi ini diakibatkan karena TPA ini dilaksanakan pada mahasiwa baru yang telah diterima, bukan merupakan salah satu prasyarat ujian penerimaan mahasiswa baru. Kemudian ujian TPA yang baru dilaksanakan masih mencari bentuk ujian yang terbaik sehingga masih belum terstandar. Hal ini menjadi catatan khusus sehingga diharapkan kedepannya dapat dilaksanakan secara baik lagi.
2. Peningkatan nilai matrikulasi NA - - 15% - 30% -
Indikator peningkatan proesentase peningkatan nilai matrikulasi tidak dapat ditentukan karena kegiatan matrilkulasi baru dilaksanakan pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2013 dengan kelulusan mencapai 63% dari seluruh mahasiswa baru 2013.
3. Rata-rata NEM mahasiswa baru 7,8 7,9 8,27 8,0 8,25 8,2 8,3
Nilai rerata NEM mahasiswa baru dapat mencapai target.
Tingkat ketetatan seleksi tahun 2012 dan 2013 dihitung secara akumulatif dari jumlah pendaftar melalui jalur penerimaan SNMPTN, UMB (2012) dan SMBPTN (2013) karena sesuai ketentuan Rektor berdasar kebijakan kementerian DIKBUD, prodi pendidikan dokter/FKIK tidak lagi
melakukan ujian penerimaan mahasiswa baru secara lokal/mandiri.
5. Jumlah modul blok 0 3 3 15 3 18 21
Jumlah modul blok pada tahun ketiga dapat mengejar ketertinggalan pencapaian target pada tahun kedua karena terdapat penyesuaian jadwal kegiatan TA pada tahun kedua dialihkan menjadi tahun ketiga.
6. Jumlah skenario per blok 3 4 4 5 5 6 8
7. Jumlah panduan skills lab 0 3 3 15 3 18 28
Jumlah panduan skill lab pada tahun ketiga dapat mengejar ketertinggalan pencapaian target pada tahun kedua karena terdapat penyesuaian jadwal kegiatan TA pada tahun kedua dialihkan menjadi tahun ketiga.
8. Persentase jumlah panduan Learning Skills
Mahasiswa yang diselesaikan NA NA - 40 50 75 75
Meskipun TA learning skills telah berakhir ditahun kedua proyek dengan capaian hasil 50% panduan telah diselesaikan, namun kegiatan
pengembangan panduan learning skills tetap dilanjutkan hingga tahun ketiga project. Hingga akhir desember 2013 telah diselesaikan 95% panduan learning skills.
9. Jumlah panduan pendidikan klinik 0 4 - 8 8 8 8
TA. Pengembangan kurikulum learning skills diselengarakan pada tahun pertama dan kedua project dengan capaian indikator akhir tahun kedua yaitu sejumlah 8 panduan pendidikan klinik telah tercapai. Pada tahun ketiga project kegiatan ini tidak diselengarakan lagi. Sehingga capaian indikator tetap mengacu pada tahun kedua.
10. Persentase Soal Yang Sudah terstandarisasi NA NA - 40% 15% 75% 75%
Sejak bulan Februari 2013 unit assesment telah di bentuk di FKIK UNJA, salah satu tugas pokok unit assesment tersebut adalah melakukan standarisasi soal-soal yang akan dikeluarkan pada ujian blok. Oleh karena itu sampai dengan bulan Juni 2013, berdasarkan hasil review yang dilaksanakan 75% soal telah terstandarisasi.
pembelajaran tutorial, skala 1-5 NA 2,5 3,38 2,8 3,27 3 3,5 Tingkat kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran tutorial berdasarkan skala 1-5 yang dihitung dengan cara kumulasi nilai kepuasan semua mahasiswa yang mengikuti tutorial dibagi jumlah mahasiswa yang mengikuti proses tutorial selama satu tahun ajaran. Indikator ini dihitung pada setiap akhir tahun ajaran.
12. Rerata Indeks kepuasan mahasiswa dalam
pembelajaran keterampilan klinik, skala 1-5 NA 2,5 3,16 2,8 3,51 3 3,6
Tingkat kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran keterampilan klinis berdasarkan skala 1-5 yang dihitung dengan cara kumulasi nilai kepuasan semua mahasiswa yang mengikuti keterampilan klinis dibagi jumlah mahasiswa yang mengikuti proses keterampilan klinis selama satu tahun ajaran. Indikator ini dihitung pada setiap akhir tahun ajaran.
13. Rerata Indeks kepuasan mahasiswa dalam kelengkapan sarana dan sumber
pembelajaran (textbook, computer-assisted learning, fasilitas internet), skala 1-5
NA 2,5 4,05 2,8 2,78 3 4,5
Tingkat kepuasan mahasiswa dalam kelengkapan sarana dan sumber pembelajaran berdasarkan skala 1-5 yang dihitung dengan cara kumulasi nilai kepuasan semua mahasiswa dibagi jumlah mahasiswa yang mengikuti proses pembelajaran selama satu tahun ajaran. Indikator ini dihitung pada setiap akhir tahun ajaran.
14. Rerata Indeks kepuasan mahasiswa dalam
pembelajaran rotasi klinik, skala 1-5 NA 4,05 2,8 2,8 3,48 3 3,5
Tingkat kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran rotasi klinik berdasarkan skala 1-5 yang dihitung dengan cara kumulasi nilai kepuasan semua mahasiswa yang mengikuti pembelajaran rotasi klinik dibagi jumlah mahasiswa yang mengikuti proses pembelajaran rotasi klinik selama satu tahun ajaran. Indikator ini dihitung pada setiap akhir tahun ajaran.
15.Jumlah Summary - 3 3 4 4 5 10
Kegiatan pengumpulan summary dilakukan pada setiap blok dalam bentuk tugas kelompok ke mahasiswa. Masing-masing kelompok ditugaskan untuk membuat rangkuman dalam bahasa inggris topik tertentu sesuai dengan topik blok
16. Skor Kecukupan Akreditasi Program Studi khusus program pendidikan dokter yang mandiri
NA 250 296 300 305 361 326
Skor kecukupan akreditasi prodi pendidikan dokter secara mandiri pada tahun ketiga belum mencapai target. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini seperti jumlah penelitian dosen, jumlah dosen S2 dan S3, belum adanya guru besar. Hal ini merupakan catatan khusus yang diharapkan
17. Jumlah Dokumen mutu NA NA - 3 3 5 5
Sejak bulan Februari 2013 unit penjamin mutu telah di bentuk di FKIK UNJA, sejumlah 5 dokumen mutu telah dibuat meliputi penerimaan mahasiswa baru (2), Assesment (1) dan akademik (2)
18. Kelengkapan data base
akademik,keuangan,SDM dan sarana prasarana (%)
NA NA - 50 - 80 75