RUBBER FARMERS NEED FOR SIGNIFICANT CONDITIOANS IN THE VILLAGE PUDDING FENCE DISTRICT TEBO ULU
DISTRICT TEBO By:
Hermanto*, Slamet Rianto**, Loli Setriani **
The Geografhy Education Students of STKIP PGRI Wes Sumatra * The Teacher of Staff of Geography of STKIP PGRI Wes Sumatra **
ABSTRACT
This study in the background backs by the low price of rubber so that people in the District pagar puding tebo ulu diffcult to meet their basic needs. The purpose of this study was to describe the condition of basic needs in the review of the condition of the food (food), clothes (clothing) and housing (board) This type of research used in this study is qualitative. To obtain answers to the object in the required thorough research informants through the community and other agencies to research purposes. Informants were taken by means snow ball technique (snowball), and then process this snowball continues until researchers obtained data is needed. Informants in this study are rubber farmers and village leaders. Selection of informants is determined on the basis of researchers consider such information could provide information about the condition of basic necessities rubberfarmers in the village fence puding. Hasil showed that: 1) the condition of the food (food) rubber farmers in the village fence fence is still not enough food requirements 4 5 perfectly healthy. Because the average rubber farmers in the village fence pudding in on week was rare or nonexistent consumption of meat fruit and milk. 2) the condition of the clothes (clothing) rubber farmers in the village fence pudding insufficient because the average buy clothes in one year once that when widths. 3) housing conditions (board) rubber farmers in the village fence pudding is not in accordance with the terms of the ideal home. Because on average they do not have a bathroom or toilet as a place to urinate ad defecate where they use the river as a toolet.
KONDISI KEBUTUHAN POKOK PETANI KARET DI DESA PAGAR PUDING KECAMATAN TEBO ULU
KABUPATEN TEBO Oleh :
Hermanto*, Slamet Rianto**, Loli Setriani**
Mahasiswa Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatra Barat** Dosen Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatra Barat**
ABSTRAK
Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya harga karet sehingga masyarakat di Desa Pagar Puding Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo susah untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi kebutuhan pokok di tinjau dari kondisi makanan (pangan), pakaian (sandang) dan perumahan (papan).Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Untuk memperoleh jawaban terhadap objek yang di teliti maka diperlukan informan penelitian melalui masyarakat dan instansi tertentu terhadap tujuan penelitian. Informan penelitian diambil dengan cara teknik snow ball (bola salju), dan selanjutnya proses bola salju ini berlangsung terus sampai peneliti memperoleh data yang di butuhkan. Informan dalam penelitian ini adalah petani karet dan kepala desa. Pemilihan informan ini di tentukan atas dasar peneliti menganggap informasi tersebut bisa memberikan informasi mengenai kondisi kebutuhan pokok petani karet di desa pagar puding.Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) kondisi makanan (pangan) petani karet di Desa Pagar masih belum mencukupi syarat-syarat makanan 4 sehat 5 sempurna. Karena rata-rata petani karet di desa pagar puding dalam satu minggu itu jarang atau tidak ada sama sekali mengkonsumsi daging buah-buhan dan susu. 2) kondisi pakaian (sandang) petani karet di desa Pagar Puding belum mencukupi karena rata-rata beli baju dalam satu tahun satu kali yaitu ketika lebaran. 3) kondisi perumahan (papan) petani karet di desa Pagar Puding belum sesuai dengan syarat-syarat rumah yang ideal. Karena rata-rata mereka belum mempunyai kamar mandi atau WC sebagai tempat buang air kecil maupun tempat buang air besar masih menggunakan sungai sebagai MCK.
Kata Kunci : Kondisi Kebutuhan Pokok, Petani Karet.
PENDAHULUAN
Dari hasil observasi awal di desa Pagar Puding Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo. Sebagian besar penduduknya di sektor pertanian. Namun dalam akhir-akhir ini masyarakat petani karet di desa Pagar Puding pada umumnya berorientasi kepada petani karet yang hasilnya kadang-kadang pendapatannya mengalami penurunan, dan masih banyak
masyarakat petani karet yang mengeluh karena masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Selain dengan harganya yang tidak stabil faktor cuaca juga mempengaruhi tingkat penghasilan petani karet. Di mana jika curah hujan tinggi maka petani karet mengalami kesulitan melakukan penyadapan atau panen.
Petani karet susah memenuhi kebutuhannya karena bisa dilihat dalam
kehidupan sehari-hari banyak masyarakat yang mengeluh dengan harga karet yang saat ini tidak stabil sehingga mereka mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari, perumahan yang kurang memenuhi syarat, tidak bisa mendapatan makanan 4 sehat 5 sempurna, tidak bisa memiliki pakaian yang layak dan masyarakat berusaha mencari sampingan agar bisa memenuhi kebutuhan mereka. Hal ini di sebabkan oleh faktor cuaca dan faktor harga.
Hal ini berkaitan erat dengan kesejahteraan petani karet, karena masalah tersebut bisa dilihat dari kondisi pangan,sandang maupun kebutuhan papan. Berdasarkan penyataan diatas maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ”Kondisi kebutuhan pokok
Petani Karet di Desa Pagar Puding Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo ”.
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Bogdan dan Taylor (1975:5) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang- orang yang diamati. Melalui penelitian kualitatif peneliti dapat mengenali subjek, merasakan apa yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari (Basrowi, 2008).
Lokasi penelitian dilakukan di Desa Pagar Puding Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo. Dilakukan Pada tanggal 27 Mei s/d 27 juni 2015. Untuk memperoleh jawaban terhadap objek yang diteliti maka diperlukan informasi penelitian melalui masyarakat dan instansi tertentu terhadap tujuan penelitian. Informan penelitian diambil dengan cara teknik snow ball (bola salju), dan selanjutnya proses bola salju ini berlangsung terus sampai peneliti memperoleh data yang cukup sesuai dengan kebutuhan (Arikunto, 2006). Informan dalam penelitian ini adalah petani karet dan
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
Pada pembahasan ini akan dibahas hasil penelitian Kondisi Kebutuhan Pokok
Petani Karet di Desa Pagar Puding Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo yang meliputi: kondisi pangan, kondisi sandang dan kondisi papan.
Pertama, Kondisi pangan keluarga petani karet di Desa Pagar Puding yaitu masih sebatas mengkonsumsi makanan pokok beras. Kalau untuk mengkonsumsi daging, susu serta buah-buahan dalam satu minggu rata-rata kebanyakan mereka menjawab jarang atau tidak ada sama sekali, mereka hanya bisa meng konsumsi sayur-sayuran, ikan asin atau ikan teri sebagai makanan pokok mereka. Hal ini tidak terlepas dari kondisi harga karet yang saat ini harganya sangat rendah sekali sehingga mereka tidak bisa memenuhi makanan 4 sehat 5 sempurna.
Jadi kondisi pangan ini di dukung oleh pendapat Sukarni dalam Utami (2009) yang menyatakan bahwa makanan yang baik adalah dasar utama dari kesehatan. Makanan merupakan unsur terpenting bagi anak karena tidak hanya menentukan kesehatan pada masa sekarang akan tetapi juga berpengaruh terhadap keadaannya ditahun-tahun selanjutnya, semakin tua umur seseorang semakin penting arti makanan baginya. Sejak janin manusia memerlukan makan bergizi dengan jumlah yang cukup karena makanan merupakan kunci utama kesehatan.
Kedua, Kondisi sandang Petani karet di Desa Pagar Puding yaitu belum mencukupi atau masih rendah karena bisa dilihat dari mereka membeli pakaian dalam satu tahun mereka hanya satu kali yaitu ketika lebaran saja sedangkan ganti baju dalam satu hari rata- rata mereka ganti baju satu kali sampai dua kali. Kemudian untuk memenuhi kebutuhan sandang, mereka membelinya secara kes bahkan ada yang kredit di cicil satu minggu satu kali.
Selanjunya tabungan atau perhiasan yang dimiliki oleh petani karet yaitu rata-rata mereka tidak mempunyai tabungan. Karena penghasilan yang mereka dapat dari hasil panen karet hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka tidak bisa untuk menyisihkan sebagian uang mereka untuk tabungan. Karena disebabkan harga karet yang saat ini tidak stabil kadang-kadang naik kadang-kadang-kadang-kadang turun.
Pakaian merupakan alat pelindung tubuh dari iklim, keamanan, kesehatan,
kesusilaan, dan peradapan. Jika syarat tersebut tidak masuk atau tidak terpenuhi maka jasmani dan rohani manusia akan terganggu. Pakaian merupakan kebutuhan primer bagi manusia yang beradap sehingga dalam perkembangan dasar, warna jenis mengalami kemajuan yang pesat.
Syarat- syarat pakaian yang baik Menurut Katin (2012) adalah :
1. Memenuhi syarat kesehatan kondisi iklim.
2. Memenuhi persyaratan peradapan dan kesusilaan sesuai dengan kepribadian bangsa dengan pemakaiannya yang disesuaikan dengan umur, tempat, waktu dan keadaan.
3. Memenuhi rasa indah sehingga serasi, menarik dan dapat menutupi
kekurangan.
4. Warna dasar dan tempat harus di sesuaikan. Bagi orang mampu mungkin tidak terjadi persoalan, bagi yang tidak mampu berapa lembar pakaian menjadi multi fungsi.
Ketiga, Kondisi Perumahan petani karet di Desa Pagar Puding menunjukkan bahwa jenis rumah yang mereka miliki masih semi permanen, bentuk rumah mereka sebagian rumah panggung, dengan dinding batu bata yang belum di plaster, batu bata batako dan dinding papan. kemudian kondisi lantai semen kasar yang belum di beri keramik sedang kamar mandi dan WC mereka belum mempunyai mereka masih menggunakan sungai sebagai MCK. Jenis penerangan yang mereka miliki sudah menggunakan listrik meskipun sebagian mereka mendapatkan listrik masih menyambung sama tetangga yang berdekatan rumah.
Jadi dari uraian diatas maka keadaan perumahan di Desa Pagar puding masih belum mencukupi karena dilihat dari pendapat Gunawan dalam Utamai (2009) bahwa syarat-syarat rumah adalah:
1. Ruang tidur hendaknya terpisah antara orang dewasa dengan anak-anak pria dan wanita.
2. Ruang tamu berada di depan sehingga kehadiran tamu tidak mengganggu keluarga.
3. Ruang makan untuk makan keluarga. 4. Ruang dapur untuk tempat memasak
dan menyiapkan makanan.
5. Ruang mandi untuk tempat mandi dan juga biasa nya memiliki WC untuk tempat buang hajat keluarga. 6. Halaman perkarangan untuk tempat
bermain anak-anak dan tempat menanam bunga dan sebagian apotik hidup
KESIMPULAN DAN SARAN
Dari hasil penelitian terhadap Kondisi Kebutuhan Pokok Petani Karet di Desa Pagar Puding Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Kondisi makanan (pangan) keluarga petani karet di Desa Pagar Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Puding masih belum mencukupi atau masih rendah. Karena bisa dilihat dari mereka mengkonsumsi daging, susu dan buah-buahan dalam satu minggu mereka menjawab rata-rata jarang atau tidak ada sama sekali.
2. Kondisi pakaian (sandang) petani karet di Desa Pagar Puding Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo masih belum mencukupi kerena bisa dilihat dari mereka membeli baju dalam satu tahun hanya satu kali yaitu ketika lebaran saja. 3. Kondisi perumahan (papan) petani karet
di Desa Pagar Puding Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo masih belum mencukupi atau masih belum mempunyai syarat-syarat rumah yang ideal.
Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa kondisi kebutuhan pokok petani karet di Desa Pagar Puding Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo dilihat dari hasil penelitian masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan.
Adapun saran yang penulis kemukakan dalam penelitian adalah
1. Diharapkan kepada petani karet di Desa Pagar Puding agar dapat mengatur bantuan pemerintah seperti BLT, Raskin supaya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan, sandang dan papan. 2. Disarankan kepada petani karet di Desa
Pagar Puding agar dapat mengatur pendapatannya agar dapat memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan.
3. Diharapkan kepada peneliti berikutnya dapat melanjutkan penelitian ini untuk meneliti tentang variabel-variabel lain yang belum diketahui, sehingga informasi tentang Kondisi Kebutuhan Pokok Petani Karet di Desa Pagar Puding lebih sempurna.
DAFTAR PUSTAKA
Adiwilaga, Anwas. 1979. Ilmu Usaha Tani. Bandung: Alumni
Almatsier, Sunita. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
A.T.Mosher. 1991. Menggerakkan dan membangun pertanian. Jakarta: CV. Yasaguna
Basrowi dan Suwandi. 2008. Memahami penelitian kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta
Buckle, dkk. 1987. Ilmu Pangan. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press) Bastian, Loli. 2011. Studi Tentang Petani
Karet di Kenegarian Pulau Punjung Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dhamasraya. Skripsi. Padang Stkip Pgri Sumatra Barat.