• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH KOMPENSASI MANAJEMEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MAKALAH KOMPENSASI MANAJEMEN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

1.

1. SISISTSTEM EM KOKOMPMPENENSASASISI

Menurut

Menurut Malayu S.P. HasibuanMalayu S.P. Hasibuan (2000 : (2000 : 124)124), , sistem pembaysistem pembayaran kompensaaran kompensasi yang si yang umumumum diterapkan diantaranya: sistem waktu, sistem hasil (output), dan sistem borongan. Untuk lebih diterapkan diantaranya: sistem waktu, sistem hasil (output), dan sistem borongan. Untuk lebih  elasnya mengenai system kompensasi ini akan diuraikan sebagai b

 elasnya mengenai system kompensasi ini akan diuraikan sebagai berikut :erikut :

1.

1. !is!istem"tem"akaktutu

#alam sistem waktu, kompensasi (gai$upah) itu besarnya ditetapkan berdasarkan #alam sistem waktu, kompensasi (gai$upah) itu besarnya ditetapkan berdasarkan st

stanandadar r wawaktktu u sesepepertrti i aam, m, hahariri, , mimingnggu gu atatau au bubulanlan. . !is!istem tem wawaktktu u ititu u adadmimininistrstrasasii  pengupahannya relati% mudah serta dapat diterapkan kepada kary

 pengupahannya relati% mudah serta dapat diterapkan kepada karyawan tetap maupun kepadaawan tetap maupun kepada  pekera harian.

 pekera harian.

!istem waktu ini biasanya ditetapkan ika prestasi kera sulit diukur per unitnya, dan !istem waktu ini biasanya ditetapkan ika prestasi kera sulit diukur per unitnya, dan  bagi

 bagi karyawan karyawan tetap tetap kompensasinya kompensasinya dibayar dibayar atas atas sistem sistem waktu waktu se&ara se&ara periodik periodik setiapsetiap  bulannya.

 bulannya.

!etiap waktu itu besarnya kompensasi hanya didasarkan kepada lamanya bekera !etiap waktu itu besarnya kompensasi hanya didasarkan kepada lamanya bekera  bukan dikaitkan dengan prestasi kerany

 bukan dikaitkan dengan prestasi keranya.a.

'e

'ebabaikikan an sisistestem m wawaktktu u iaialalah h adadmimininiststrarasi si pepengngupupahahan an mumudadah h dadan n bebesasarnyrnyaa kompensasi yang akan dibayarkan tetap. 'elemahan sistem waktu ialah yang malas pun kompensasi yang akan dibayarkan tetap. 'elemahan sistem waktu ialah yang malas pun kompensasinya tetap dibayar sebesar peranian.

kompensasinya tetap dibayar sebesar peranian.

2.

2. !istem !istem asil asil (outp(output)ut)

#alam sistem hasil, besarnya kompensasi$upah ditetapkan atas kesatuan unit yang #alam sistem hasil, besarnya kompensasi$upah ditetapkan atas kesatuan unit yang dihasilkan pekera, seperti per potong, meter, liter dan kilogram.

dihasilkan pekera, seperti per potong, meter, liter dan kilogram.

#alam sistem hasil (

#alam sistem hasil (output output ), besarnya kompensasi yang dibayar selalu didasarkan), besarnya kompensasi yang dibayar selalu didasarkan kepada banyaknya hasil yang dikerakan bukan kepada lamanya waktu mengerakannya. kepada banyaknya hasil yang dikerakan bukan kepada lamanya waktu mengerakannya. !istem hasil ini tidak dapat diterapkan kepada karyawan tetap (sistem waktu) dan enis !istem hasil ini tidak dapat diterapkan kepada karyawan tetap (sistem waktu) dan enis  pekeraan yang tidak mempuny

 pekeraan yang tidak mempunyai standar isik, seperti bagi karyawan administrasi.ai standar isik, seperti bagi karyawan administrasi.

'ebaikan sistem hasil ini memberikan kesempatan kepada karyawan yang bekera 'ebaikan sistem hasil ini memberikan kesempatan kepada karyawan yang bekera  bersungguh*sungguh

 bersungguh*sungguh serta serta berprestasi berprestasi baik baik akan akan memperoleh memperoleh balas balas asa asa yang yang lebih lebih besar.besar. +adi prinsip keadilan betul*betul diterapkan. !istem hasil ini perlu mendapat perhatian yang +adi prinsip keadilan betul*betul diterapkan. !istem hasil ini perlu mendapat perhatian yang  bersungguh*sungguh mengenai

 bersungguh*sungguh mengenai kualitas kualitas barang yang barang yang dihasilkan, dihasilkan, karena ada karena ada ke&enderunganke&enderungan dar

(2)

kualitasnya. Manager uga perlu memperhatikan angan sampai karyawan memaksa dirinya untuk bekera di luar kemampuannya sehingga kurang memperhatikan keselamannya.

'elemahan sistem hasil ialah kualitas barang yang dihasilkan kurang baik dan karyawan yang kurang mampu balas asanya ke&il, sehingga kurang manusiawi.

. !istem -orongan

!istem borongan adalah suatu &ara pengupahan yang penetapkan besarnya asa didasarkan atas %olume pekeraan dan lama mengerakannya. enetapan besarnya balas asa  berdasarkan sistem borongan ini &ukup rumit, lama mengerakannya, serta berapa alat yang

diperlukan untuk menyelesaikannya.

+adi dalam sistem borongan ini pekera biasa mendapat balas asa besar atau ke&il, tergantung atas ke&ermatan kalkulasi mereka.

KEBIJAKSANAAN KOMPENSASI

Menurut Malayu S.P. Hasibuan  (2000 : 12/), 'ebiaksanaan kompensasi baik besarnya, susunannya, maupun waktu pembayarannya dapat mendorong gairah kera dan keinginan karyawan untuk men&apai prestasi kera yang optimal sehingga membantu terwuudnya sasaran  perusahaan.

-esarnya kompensasi harus ditetapkan berdasarkan analisis pekeraan, uraian pekeraan, spesiikasi pekeraan, posisi abatan, konsistensi eksternal serta berpedoman kepada keadilan dan undang*undang perburuhan. #engan kebiaksanaan ini diharapkan akan terbina kera sama yang serasi dan memberikan kepuasan kepada semua pihak.

!usunan kompensasi yang ditetapkan dengan baik akan memberikan moti%asi kera bagi karyawan. 'ompensasi kita ketahui terdiri dari kompensasi langsung (gai$upah$insenti) dan kompensasi tidak langsung (keseahteraan karyawan), ika perbandingan kedua kompensasi ini ditetapkan sedemikian rupa maka kehadiran karyawan akan lebih baik.

(3)

Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2000 : 12), artinya kompensasi harus dibayar tepat pada waktunya, angan sampai teradi penundaan supaya keper&ayaan karyawan terhadap bonaiditas  perusahaan semakin besar ketenangan dan konsentrasi kera akan lebih baik. etapi ika  pembayaran kompensasi tidak tepat pada waktunya akibatnya disiplin, moral, gairah kera karyawan akan menurun bahkan turnoverkaryawan semakin besar. engusaha harus memahami  bahkan balas asa ini akan dipergunakan karyawan beserta keluarganya untuk memenuhi kebutuhan*kebutuhannya, di mana kebutuhan itu tidak dapat ditunda seperti kebutuhan makanan. 'ebiaksanaan waktu pembayaran kompensasi ini hendaknya berpedoman daripada menunda lebih baik mempercepatdan menetapkan waktu yang paling tepat.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BESARNYA KOMPENSASI

Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2000 : 144), aktor*aktor yang mempengaruhi besarnya kompensasi diantaranya yaitu :

1. enawaran dan ermintaan enaga 'era

+ika pen&ari kera (penawaran) lebih banyak daripada lowongan pekeraan (permintaan) maka kompensasi relati ke&il. !ebaliknya ika pen&ari kera lebih sedikit daripada lowongan pekeraan, maka kompensansi relati semakin besar.

2. 'emampuan dan 'esediaan erusahaan ermintaan

-ila kemampuan dan kesediaan perusahaan untuk membayar semakin baik maka tingkat kompensasi akan semakin besar. etapi sebaliknya ika kemampuan dan kesediaan  perusahaan untuk membayar kurang maka tingkat kompensasi relati ke&il.

. !erikat -uruh atau rganisasi 'aryawan

3pabila serikat buruhnya kuat dan berpengaruh maka tingkat kompensasi semakin  besar. !ebaliknya ika serikat buruh tidak kuat dan kurang berpengaruh maka tingkat

kompensasi relati ke&il.

4. rodukti%itas 'era 'aryawan

+ika produkti%itas kera karyawan baik dan banyak maka kompensasi akan semakin  besar. !ebaliknya kalau produkti%itas keranya buruk serta sedikit maka kompensasinya

(4)

. emerintah dengan Undang*Undang dan 'eppresnya

emerintah dengan undang*undang dan keppres menetapkan besarnya batas upah atau balas asa minimum. enetapan pemerintah ini sangat penting supaya pengusaha angan sewenang*wenang menetapkan besarnya balas asa bagi karyawan, karena pemerintah  berkewaiban untuk melindungi masyarakat dari tindakan sewenang*wenang.

/. -iaya idup (Cost of living )

-ila biaya hidup di daerah itu tinggi maka tingkat kompensasi atau upah semakin  besar. etapi sebaliknya ika tingkat biaya hidup di daerah itu rendah, maka tingkat

kompensasi atau upah relati ke&il. !eperti tingkat upah di +akarta lebih besar daripada di -andung.

. osisi +abatan

'aryawan yang mendapat abatan yang lebih tinggi maka akan menerima gai atau kompensasi yang lebih besar. !ebaliknya yang menabat abatan yang lebih rendah akan memperoleh gai atau kompensasi yang ke&il. al ini waar karena seseorang yang mendapat kewenangan dan tanggung awab yang besar harus mendapatkan gai atau kompensasi yang lebih besar pula.

5. endidikan dan engalaman 'aryawan

+ika pendidikan lebih tinggi dan pengalaman kera yang lebih lama gai atau balas  asanya akan semakin besar, karena ke&akapan serta keterampilannya lebih baik. !ebaliknya karyawan yang berpendidikan rendah dan pengalaman kera yang kurang maka tingkat gai atau kompensasinya lebih ke&il.

6. 'ondisi erekonomian 7asional

-ila kondisi perekonomian nasional sedang mau (boom) maka tingkat upah atau kompensasi akan semakin besar, karena akan mendekati kondisi ( full employment ). !ebaliknya ika kondisi perekonomian kurang mau (depresi) maka tingkat upah rendah, karena terdapat banyak penganggur (disqueshed unemployment ).

10. +enis dan !iat ekeraan

'alau enis dan siat pekeraan itu mengerakannya sulit atau sukar dan mempunyai risiko (inansial, keselamatannya) besar, maka tingkat upah atau balas asanya semakin

(5)

 besar, karena meminta ke&akapan serta ketelitian untuk mengerakannya. etapi ika enis dan siat pekeraan itu mengerakannya mudah dan risikonya (inansial, ke&elakaannya) ke&il, maka tingkat upah atau balas asanya relati rendah. Misalnya, pekeraan merakit komputer balas asanya lebih besar daripada mengerakan men&etak batu bata.

2. PENGERTIAN AN ARTI PENTING KOMPENSASI

'ompensasi dapat diartikan sebagai pemberian imbalan atas hasil kera yang dilakukan dengan melihat prestasi kera itu sendiri. restasi kera yang dilakukan dapat dinilai dan diukur   berdasarkan suatu penilaian yang telah ditentukan perusahaan se&ara obekti. andoko (1665)

menyatakan bahwa : “Kompensasi adalah pemberian kepada karyawan dengan pembayaran  finansial sebagai balas jasa untuk pekerjaan yang dilaksanakan dan sebagai motivator untuk   pelaksanaan kegiatan di waktu yang akan datang”.

!etiap pekera yang telah memberi atau mengorbankan tenaga dan pikirannya pada suatu  perusahaan, baik itu perusahaan swasta maupun perusahaan pemerintah akan mengharapkan

kontra prestasi atau balas asa berupa uang atau barang*barang yang disebut dengan &atu dalam  bentuk kebutuhan barang*barang pokok misalnya beras. 'ompensasi (8ai dan Upah) yang diberikan perusahaan kepada pekera merupakan salah satu aktor penting yang perlu diperhatikan pimpinan demi kelan&aran alannya perusahaan. 'ompensasi yang layak merupakan  pendorong bagi karyawan supaya bekera lebih giat serta lebih bertanggungawab dalam melaksanakan pekeraan yang diberikan perusahaan kepadanya. +adi dapat dikatakan bahwa kompensasi (gai dan upah) akan mempengaruhi perorman&e karyawan.

Menurut urnomo (1662) pengertian upah adalah sebagai berikut : Upah adalah umlah kesluruhan yang diterapkan sebagai pengganti asa yang telah dikeluarkan oleh tenaga kera meliputi masa atau syarat*syarat tertentu. +ika upah diperhitungkan meliputi masa seminggu dinamakan upah mingguan dan ika ditung meliputi masa sehari dinamakan upah harian. +ika menghitung besarnya upah dipergunakan kesatuan yang daimbil dari haril rata*rata setiap am atau meliputi waktu tertentu, maka upah itu dinamakan upah waktu.

'e&uali upah dan waktu terdapat uga upah potongan, yang didapatkan dengan memperhitungkan umlah potongan atau bagian tugas dikalikan kesatuan pengganti prestasi untuk tiap*tiap potongan. #alam bentuk*bentuk usaha pada umumnya yang dimaksudkan dengan upah adalah pengganti saa bagi tenaga kera yang melaksanakan tugas*tugas dalam perusahaan

(6)

yang siatnya tidak tetap. !edangkan gai dipergunakan sebagai pengganti asa bagi tenaga kera yang bersiat tetap.

!edangkan Moekiat (166) mengemukakan bahwa pengertian gai adalah : 9embayaran kepada pegawai, tata usaha, dan manaer. #ari pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan mengenai pengertian gai dan upah (kompensasi) yaitu upah merupakan kontra prestasi yang diterima oleh si pekera berdasarkan hasil yang di&apainya dan tidak mempunyai aminan kera tetap, lain halnya dengan gai merupakan kontra prestasi yang diterima oleh pekera dengan  aminan pekeraan yang siatnya lebih tetap.

!alah satu ungsi manaemen personalia yang paling sulit adalah penentuan tingkat kompensasi moneter. al ini tidak hanya merupakan salah satu tugas yang paling rumit, tetapi  uga yang paling penting, baik bagi organisasi maupun karyawan. enentuan tingkat kompensasi moneter penting bagi organisasi karena upah dan gai seringkali merupakan satu*satunya biaya  perusahaan terbesar. !epanang menyangkut organisasi, ;lippo (166) menyatakan bahwa  program*program kompensasi karyawan diran&ang untuk melakukan tiga hal, yaitu :

1. Untuk menarik para karyawan yang &akap ke dalam organisasi.

2. Untuk memoti%asi mereka men&apai prestasi yang unggul.

. Untuk men&iptakan masa dinas yang panang.

!elanutnya #essler (1662) menyatakan bahwa : 9enyusunan suatu ren&ana penggaian merupakan upaya menge%aluasi nilai pekeraan se&ara relati (melalui teknik e%aluasi pekeraan), dan kemudian menetapkan harga pekeraan dengan menggunakan garis upah dan kelas gai.

'ompensasi uga penting bagi organisasi, karena umlah pembayaran kepada karyawan dalam  bentuk pengupahan dan balas asa lainnya sering merupakan komponen*komponen biaya paling  besar dan penting (andoko, 1665). -agi manaemen, masalah kompensasi karyawan mungkin merupakan masalah personalia yang membingungkan dan paling sulit. "alaupun pengupahan harus mempunyai dasar yang logis dan dapat dipertahankan, hal ini men&akup banyak aktor* aktor emosional dari sudut pandangan para karyawan. #i samping itu, kompensasi mempunyai dampak penting terhadap perekonomian. !umber pendapatan nasional sebagian datang dari kompensasi. endapatan karyawan adalah bagian terbesar dari daya belinya yang digunakan untuk membeli barang*barang dan asa*asa hasil produksi perusahaan*perusahaan.

(7)

!etiap peabat korporat, ke&uali <=, bertanggung awab sebagian atas kinera seluruh  perusahaan. ara peabat korporat ini dimoti%asi oleh dan berhak untuk menerima, suatu bonus untuk kinera yang baik. Untuk menstimulasi moti%asi, <= biasanya mendasarkan penghargaan  pada penilaian terhadap kinera masing*masing orang. enilaian ini tentu saa bersiat subyeti. -eberapa perusahaan menggunakan manaemen berdasarkan tuuan (M-) dimana tuuan tertentu disetuui bersma di awal tahun dan pen&apaianya dinilai oleh <=.

'ompensasi <=

'ompensasi <= biasanya didiskusikan oleh komite kompensasi dewan komisaris setelah <= tersebut mempresentasikan rekomendasi untuk kompensasi bawahannya. !ikap umum <= terhadap persentase yang sesuai untuk kompensasi insenti di suatu tahun sangatlah elas dari  persentase ini. #alam kondisi umum, komite tersebut mungkin hanya menerapkan persentase

yang sama untuk kompensasi <= tersebut.

!. Ins"n#i$ un#u% Mana&"' Uni# bisnis 1. +enis >nsenti

-eberapa insenti besiat keuangan, sementara lainnya bersiat psikologis dan sosial. >nsenti keuangan men&akup kenaikan gai, bonus, dan asilitas (mobil, peralananan wisata, keanggotaan klub dll). >nsenti psikologis dan sosial meliputi kemungkinan promosi, tambahan tanggung awab, otonomi yang lebih besar, lokasi geograis yang lebih baik dan  pengakuan (piala, partisipasi dalam program pengembangan eksekuti dan sema&amnya). 2. Ukuran -onus ?elati terhadap 8ai

3da dua paham pemikiran mengenai &ara untuk membaurkan pengharagaan tetap (gai dan tunangan) dengan penghargaan %ariabel (bonus insenti) dalam total kompensasi manaer. aham pertama menyatakan bahwa perusahaan merekrut orang*orang yang baik, membayarnya dengan baik dan kemudiaan mengharapkan kinera yang baik. aham ini menekan pada gai, bukan insenti. al ini disebut dengan sistem pembayaran tetap. 'ompensasi tidak terkait dengan kinera dan oleh karena itu tidak berisiko. ada paham kedua menyatakan bahwa perusahaan merekrut orang yang baik, mengharapkan mereka untuk   berkinera dengan baik, dan membayar mereka dengan baik ika kinerannya benar*benar 

aktual. erusahaan yang menganut ilosoi ini mempraktikkan pembayaran berdasarkan kinera, mereka menekankan pada bonus insenti, bukan pada gai.

!uatu ren&ana bonus mungkin memiliki tingkat batas atas dan batas bawah. -atas atas adalah tingkat kinera dengan mana bonus maksimum di&apai. -atas bawah adalah tingkat  bawah dimana tidak ada penghargaan bonus yang akan diberikan. 'etika manaer unit bisnis

(8)

menyadari bahwa bonus maksimum telah di&apai atau tidak ada bonus sama sekali, maka sistem bonus dapat bekera berlawanan dengan &ita*&ita korporat.

. #asar -onus

-onus insenti seorang manaer unit bisnis dapat didasarkan hanya pada total laba korporat atau pada laba unit bisnis atau &ampuran keduanya. !alah satu argumen untuk  mengaitkan bonus ke kinera unit adalah bahwa keputusan dan tindakan manaer tersebut lebih berdampak se&ara langsung pada unitnya sendiri dan bukan pada unit bisnis yang lain. #alam suatu perusahaan industri tunggal yang unit bisnisnya sangat tergantung satu sama lain, bonus manaer terutama dikaitkan dengan kinera korporat karena kerasama antar unit adalah penting. #alam suatu konglomerasi dipihak lain, unit bisni bersiat otonom. 3kan menadi kontraprodukti ika mendasarkan bonus manaer unit bisnis terutama pada laba  perusahaan. 3lternatinya, di tahun laba yang buruk untuk perusahaan, suatu unit yang menghasilkan kinera yang luar biasa tidak akan memperoleh penghargaan se&ara memadai. leh karena itu, dalam suatu konglomerasi, adalah lebih baik untuk menghargai manaer unit  bisnis terutama berdasarkan pada kinera unit bisnis sehingga memelihara semangat

kewirausahaan. 4. 'riteria 'inera

a. 'riteria 'euangan

+ika unit bisnisnya adalah pusat laba, kriteria keuangan dapat men&akup: margin kontribusi, laba langsung unit bisnis, laba unit bisnis yang dapat dikendalikan, laba sebelum paak dan laba besih.

+ika unit bisnisnya adalah pusat in%estasi, maka keputusan dibuat di tiga area: (1) deinisi laba@ (2) deinisi in%estasi@ () pilihan antara tingkat pengembalian =A3.

 b. enyesuaian untuk ;aktor*;aktor yang tidak dapat #ikendalikan

1) Menghilangkan beban yang diakibatkan oleh keputusan yang dibuat oleh eksekuti  diatas tingkat unit bisnis.

2) Menghilangkan dampak dari kerugian yang diakibatkan oleh keadian alam (gempa  bumi, banir, kebakaran) dan ke&elakaan yang tidak disebabkan oleh kelalaian

manaer tersebut.

&. Manaat dan 'ekurangan arget 'euangan +angka endek.

8agasan bagus untuk mengaitkan bonus manaer unit bisnis ke pen&apaian target keuangan tahunan. atapi hanya mengandalkan pada kriteria keuangan dapat menyebabkan beberapa dampak disungsional:

1) al yang akan mendorong tindakan angka pendek yang tidak sesuai dengan kepentingan angka panang perusahaan.

(9)

2) Manaer tidak mungkin mengambil in%estasi angka panang menanikan yang merugikan hasil keuangan angka pendek.

) Manaer mungkin termoti%asi untuk memanipulasi data guna memenuhi target  periode sekarang.

d. Mekanisme untuk Mengatasi -ias +angka endek 

Melengkapi kriteria keuangan dengan tambahan mekanisme insenti dapat mengatasi orientasi angka pendek dari &ita*&ita keuangan tahunan. "alaupun memiliki keunggulan tetapi terdapat kelemahan:

1) Manaer memiliki kesulitan melihat hubungan antara usaha dan penghargaan mereka.

2) +ika seorang manaer pensiun atau ditranser selama periode multitahunan, penerapan ren&ana tersebut menadi lebih kompleks.

) 'emungkinan aktor*aktor di luar kendali manaer akan mempengaruhi pan&apaian dari target angka panang.

e. olok Ukur erbandingan

'inera seorang manaer unit bisnis dapat dinilai dengan membandingkan hasil aktual dengan anggaran laba, kinera masa lalu, atau kinera pesaing.

. endekatan penentuan bonus

anya mengandalkan pada rumus yang obekti memiliki beberapa keuntungan, sistem penghargaan dapat dispesiikasikan dengan tepat, ada sedikit ketidakpastian atau ambiguitas mengenai standar kinera, dan atasan tidak dapat menggunakan bias atau a%oritisme dalam menilai kinera manaer bawahan. !alah satu kerugian utama adalah  bahwa rumus yang obekti kemungkinan besar akan mendorong manaer kurang memperhatikan kinera dari unit bisnis. !ehingga sebagian subekti%itas dalam menentukan bonus lebih dipilih hampir semua unit, ika dalam situasi sema&am itu maka indikator numerik dari kinera unit bisnis menadi kurang %alid. +enis situasi ini kemungkinan besar teradi dalam kondisi*kondisi berikut:

1) 'etika manaer unit bisnis mewarisi masalah yang di&iptakan oleh pendahulunya.

2) 'etika unit bisnis sangat bergantung satu sama lain, sehingga kinera dipengaruhi oleh keputusan indi%idu*indi%idu dari luar.

(10)

) 'etika strategi tersebut memerlukan perhatian yang lebih besar pada perhatian  angka panang.

4. TEORI AGENSI

eori agensi mengeskplorasi bagaimana kontrak dan insenti dapat ditulis untuk  memoti%asi indi%idu*indi%idu untuk men&apai keselarasan tuuan. eori ini berusaha untuk  menggambarkan aktor*aktor utama yang sebaiknya dipertimbangkan dalam meran&ang kontrak insenti.

1. 'onsep

ubungan agensi ada ketika salah satu pihak (prinsipal) menyewa pihak lain (agen) untuk melaksanakan suatu asa dan dalam melakukan hal itu, mendelegasikan wewenang untuk membuat keputusan kepada agen tersebut. antangannya adalah bagaimana &aranya untuk memoti%asi agen sedemikian rupa, sehingga mereka akan menadi sama  produktinya seperti ika mereka adalah pemilik.

!alah satu elemen kun&i dari teori agensi adalah bahwa prinsipal dan agen memiliki  preerensi atau tuuan yang berbeda. 'ontrak insenti akan mengurangi perbedaan  preerensi ini.

3gen diasumsikan akan menerima kepuasan tidak hanya dari kompensasi keuangan tetapi uga dari tambahan yang terlibat dalam hubungan suatu agensi, seperti waktu luang yang banyak, kondisi kera yang menarik, keanggotaan klub dan am kera yang leksibel. !edangkan prinsipal diasumsikan hanya tertarik pada pengembalian keuangan yang diperoleh dari in%estasi mereka di perusahaan tersebut.

2. Mekanisme engendalian a. emantauan

rinsipal dapat meran&ang sistem pengendalian yang memantau tindakan agen, menghalangi tindakan yang meningkatkan kekayaan agen dengan mengorbankan kepentingan prinsipal.

<ontoh dari sistem pemantauan adalah laporan keuangan audit.  b. 'ontrak >nsenti 

rinsipal mungkin men&oba untuk membatasi perbedaan preerensi dengan menetapkan kontrak insenti yang sesuai. !emakin besar penghargaan agen  bergantung pada ukuran kinera, semakin banyak insenti yang ada bagi agen tersebut

untuk memperbaiki ukuran. 'etika kontrak yang diberikan memoti%asi agen untuk   bekera bagi kepentingan perusahaan, maka kontrak tersebut dianggap selaras dengan

tuuan.

(11)

!uatu perusahaan yang membayarkan suatu bonus kepada <=*nya dalam  bentuk opsi saham merupakan &ontoh dari biaya agensi yang ada dalam kompensasi insenti. 3gen sudah siap untuk menghindari risiko, menghadapi tambahan risiko ika gainya didasarkan pada kinera harga saham.

d. Manaer Unit -isnis dan >nsenti -erdasarkan 3kuntansi.

ubungan antara usaha manaer unit bisnis dan harga saham lebih auh dibandingkan dengan hubungan antara usaha <= dan harga saham. 3dalah hal yang sulit untuk mengisolasi kontribusi yang diberikan oleh unit bisnis indi%idual terhadap  peningkatan dalam harga saham perusahaan. 'arena alasan ini, suatu perusahaan

mungkin mendasarkan bonus manaer unit bisnis berdasarkan laba bersih unit bisnis tersebut.

e. 'ritik 

eori agensi mengimplikasikan bahwa manaer di organisasi nirlaba dan  pemerintah, yang tidak dapat menerima kompensasi insenti, kurang memiliki moti%asi yang diperlukan untuk keselarasan tuuan. -eberapa orang telah mempelaari teori agensi menyatakan bahwa model tersebut tidak lebih dari sekedar   pernyataan atas akta yang terlihat elas yang dinyatakan dalam simbol*simbol

matemastis. 3dapula yang berpendapat bahwa elemen*elemen dalam model tersebut tidak dapat dikuantiikasi.

(12)

3nita lamont pendiri dan <= dari 3nitaBs 3pparel, pertiel pakaian wanita bisnis kelas tinggi. Camont senang dengan kemauan perusahaannya tapi ia prihatin terhadap umlah keluhan pelanggan yang semakin bertambah dan rendahnya penualan perkaki persegi dibandingkan dengan beberapa  pesaingnya yang lebih terkenal.

'etika ia hanya mempunyai satu toko yang dimiliki dan dioperasikan sendiri, ia dapat mengendalikan hampir semua rin&ian bisnisnya. #engan meningkatnya umlah dan ukuran toko saa, keluhan pelanggan semakin tinggi dan penualannya perkaki persegi hanya D220 dari yang sebelumnya adalah D20. >ni sangat memprihatinkan lamont karena ren&ana ekspansinya untuk anita apparel telah melambat karena toko toko tersebut tidak menghasilkan tingkat pengembalian yang dia harapkan.

#alam kunungannya ke !eattle, lamont mempunyai kesempatan untuk berbelana di nordstrom dan ia sangat terkesan atas tingkat layanan yang diberikan oleh klerek penualan yang sangat &eria dan sangat membantu, sangat berbeda dengan tingkat layanan yang diberikan klerek   penualannya di toko 3nitaBs 3pparel. Maka kemudian Camont mempelaari bisnis 7orldstrom. #ia

memba&a he 7ordstrom "ay (&ara 7ordstrom) oleh ?obert !pe&tor dan atri&k M&<arthy.

 7ordstrom didirikan pada tahun 1601 sebagai toko sepatu "allinE7ordstrom oleh <arl ;. "allin dan +hon ". 7ordstrom. !elama 64 tahun &ampur tangan dari pendiri, 7ordstrom telah menadi peritel khusus ashion terbesar yang dimiliki se&ara independen di 3merika !erikat, yang  7ordstrom telah mengembangkan seumlah sistem spesiik yang didesain untuk men&iptakan

menawarkan berbagai %ariasi yang bagus dari pakaian, sepatu dan aksesori. 7ordstrom menguasai sepertiga pasar <aliornia selatan dalam waktu 10 tahun.

lingkungan pelayanan pelanggan 7ordstrom, yaitu meliputi penerapan manaemen piramida terbalik, sistem komisi, adanya retur tanpa syarat, penghargaan kepada karyawan, pengakuan, serta tindakan*tindakan heroik.

 7amun pada bulan 7o%ember 1656, teradi protes besar*besaran dari tenaga penual  7ordstrom di wilayah !eattle yang tergabung dalam serikat buruh U;<" (nited !ood and 

Commercial "orkers#. Mereka mengaukan keluhan kepada -agian =!3< dan #epartemen enaga 'era dan >ndustri 7egara -agian "ashington terkait berbagai kebiakan 7ordstrom yang membuat tenaga kera tertekan dan kompensasi yang tidak sesuai dengan am kera. !ehingga diputuskan bahwa  praktek bisnis 7ordstrom melanggar hukum.

'etika 3nita Camont mempertimbangkan tentang apa yang telah dipelaari mengenai  7ordstrom, ia memokuskan kepada akta bahwa meskipun dia membayar gai kepada karyawan  peram kera. 7amun 3nita 3pparel hanya memiliki sedikit ren&ana insenti bagi klerek penualannya

(13)

dan kebiakan retur yang sangat ketat. #isamping itu bahwa meskipun banyak keunggulan dari  pendekatan 7ordstrom terhadap kompensasi komisi dan intensi gai, tetapi akan meningkatkan biaya

dan risiko yang relati besar.

PERTANYAAN

-agaimana anda akan menge%aluasi kompensasi 7ordstrom dan !istem yang lain yang mendukung strateginyaF

-agaimana anda akan menasihati 3nita Camont mengenai kompensasi karyawannyaF

JAWAB Ealuasi

ada dasarnya, komisi merupakan salah satu &ara paling eekti untuk memoti%asi orang lain. #ari uraian tersebut diketahui bahawa sebenarnya kompensasi yang diterima karyawan 7ordstrom &ukup  baik. #ari tari komisi standar pada tahun 166 berkisar antara /,G untuk pakaian dan 1G untuk 

sepatu anak anak, 7ordstom menggunakan 10G komisi untuk karyawannya. 7ordstrom uga memberikan hadiah kepada karyawan yang terbaik teramah dan ter&epat. 7ordstrom telah membuat komisi menadi suatu aang untuk berkompetisi sehingga karyawan menadi termoti%asi untuk  melakukan yang terbaik. 7amun adanya sistem komisi ini uga dapat menadi tekanan tersendiri bagi karyawan yang tidak siap sehingga pada akhirnya memi&u adanya protes. !elain itu, diterapkannya sistem komisi ini &enderung akan mendorong manaer pemasaran untuk melakukan segala &ara demi men&apai target, misalnya seperti yang teradi pada 7ordstrom bahwa manaer menyuruh bawahannya untuk mengakui am kera se&ara minimal dan hal ini sangat merugikan buruh karena kompensasi yang diterima menadi tidak sesuai. leh karena itu dalam penerapan sistem komisi ini manaemen  pun&ak perlu meningkatkan sistem pengendalian internal dan pengawasan untuk meminimalisasi

adanya ke&urangan karyawan $ kepala toko.

'emudian dilihat dari sistem yang lain yang mendukung, ada beberapa kelebihan dan kekurangan yaitu sebagai berikut.

 Manaemen piramida terbalik yang mendorong para manaer untuk memoti%asi dan memberikan saran kepada para bawahannya yang mengalami kesulitan. 7amun kebiakan ini uga &enderung memerlukan pengawasan yang maksimal dari atasan.

(14)

?etur tanpa syarat, meningkatkan perasaan aman dalam diri konsumen karena adanya garansi purna  ual. +adi ketika merasakan masalah pada barang yang dibeli dapat mengembalikannya dengan &epat.  7amun dengan retur tanpa syarat ini memiliki dampak risiko yang &ukup besar ika tidak dikelola dengan baik, misalnya dapat memi&u ke&urangan konsumen. leh karena itu, dalam penerapan kebiakan ini 7ordstrom perlu menetapkan standar retur.

enghargaan dan pengakuan, sama seperti komisi penghargaan dan pengakuan akan membuat para karyawan termoti%asi. Hang diperlukan 7ordstrom disini adalah menaga agar iklim kera tetap nyaman dalam persaingan. 'arena pada dasarnya manusia akan &enderung lebih termoti%asi untuk   bergerak dalam kondisi nyaman. #engan adanya pengakuan, karyawan akan merasa lebih per&aya diri

karena mendapat umpat balik dari apa yang dia lakukan.

eroik, sikap ramah, ringan tangan, dan menyenangkan yang dimiliki karyawan sebagai salah satu &ara untuk mendekatkan karyawan kepada konsumennya, yang pada akhirnya konsumen selalu mengingat karyawan tersebut dan membuatnya kembali ke perusahaan untuk berbelana.

R"%"n/asi

Melihat kasus 3nitaBs 3pperal, untuk menerapkan kebiakan seperti yang dilakukan 7ordstrom, Camont perlu memerhatikan beberapa e%aluasi. Misalnya dalam memberikankompensasi tetap harus sesuai dengan kinera karyawan. erusahaan uga perlu menerapkan sistem komisi sebagai  penghargaan bagi karyawan yang dapat melampaui target penualan. 7amun dalam penerapan sistem komisi ini uga perlu meningkatkan pengawasan sehingga, meminimalisasi adanya tindakan ke&urangan dari karyawan yang akan merugikan perusahaan atau bahkan karyawan lain. !elain itu, adanya pengakuan terhadap kinera karyawan dan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi  baik dalam pen&apaian target maupun pelayanan uga akan mendorong karyawan untuk bekera

dengan maksimal dan men&iptakan iklim kera yang nyaman.

'emudian terkait adanya banyak keluhan dari pelanggan dapat diminimalisasi dengan meningkatkan kualitas dari segi pelayanan maupun kualitas produk yang diual serta meningkatkan pelayanan purna  ual misalnya adanya garansi dan penerimaan retur yang sesuai. Manaemen perlu meningkatkan  pelatihan dan mensosialisasikan program*program kepada karyawan. 3danya komisi dan penghargaan dapat mendorong karyawan untuk memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen. Manaer uga  perlu memberikan &ontoh dan pengawasan dengan se&ara kontinyu dilapangan.

(15)

SUMBER 

!istem engendalian Manaemen ( $anagement Control %ystems& 11th)$?obert 7. 3nthony, Aiay

Referensi

Dokumen terkait

Manfaat yang diperoleh pada penelitian ini adalah mengetahui model yang lebih baik dalam melakukan prediksi besarnya nilai transaksi jual beli saham, sekaligus

Karena pukulan smash merupakan suatu teknik pukulan yang bertujuan untuk mematikan pertahanan lawan, dan juga pada saat bermain lawan sering melakukan kesalahan

Dengan melihat hasil pengujian yang diperoleh, maka pembuatan sistem ini telah memenuhi tujuan awal dari penelitian, yaitu membuat sistem navigasi gedung SMK Pancasila

- d adalah diameter kayu bulat.. Pengukuran diameter kayu bulat rimba untuk kayu bulat yang berasal dari hutan tanaman dengan panjang sampai dengan 5 m. 1) Pengukuran diameter

Akhirnya emansipasi wanita jangan disalah artikan, atau diterjemahkan dalam bentuk yang kasar, wanita adalah sama dengan pria, yup wanita tak boleh dihinakan, karena wanita

Keragaan faktor-faktor pengembangan kredit usaha sapi potong meliputi : pokok kredit, bunga kredit, pendapatan, jumlah ternak, lama beternak, usia peternak, dan jumlah

29 Eriyanto , Analisis Framing, Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media , (Yogyakarta: LkiS, 2002,) hal.37.. Berita politik yang dimaksud adalah berita yang telah ditetapkan

Setelah melihat ibunya mengambil kain untuk mengeringkan lantai dengan cara menyeret kakinya yang dialasi dengan kain untuk mengeringkan lantai, Afif pun