TUGAS UAS
MATA KULIAH: HUMAN BEHAVIOR AND SOCIAL ENVIRONMENT (HBSE)
DOSEN: Dr. DIDIET WIDIOWATI, M.Si DAN Dr. TUKINO, M.Si
Disusun sebagai Ujian Akhir Semester
Oleh: Heru Sunoto (13.01.003)
PROGRAM PASCASARJANA SPESIALIS-1 PEKERJAAN SOSIAL
SEKOLAH TINGGI KESEJAHTERAAN SOSIAL (STKS)
BANDUNG
2 | P a g e A. Pertanyaan tentang faktor yang berpengaruh kepada sikap, perilaku, dan kepribadian:
1. FAMILY. Bagaimana bentuk interracial families berpengaruh terhadap pembentukan sikap
dan perilaku serta kepribadian anak?
JAWABAN:
Perilaku individu, baik sebagai individu maupun sebagai anggota keluarga dan anggota masyarakat dipengaruhi oleh latar belakang keluarga. Keluarga yang terdiri atas 2 ras yang berbeda, misalnya kulit hitam dengan kulit putih, berpengaruh besar pada sikap, perilaku, dan kepribadian anggotanya. Ras atau warna kulit, biasanya lekat dengan perbedaan habit/kebiasaan dan perbedaan culture/budaya.
Istilah interracial family berawal dari pernikahan Jim Richardson dan Edna Owell di Alabama, Amerika pada awal tahun 1914.1 Seluruh negara bagian di Amerika saat itu
melarang pernikahan antara kulit hitam dengan kulit putih. Kulih putih adalah superior dan kulit hitam adalah inferior. Sekolah juga demikian. Ada sekolahan khusus untuk kulit putih dan ada sekolah khusus untuk kulit hitam. Apabila ada pernikahan antara kulit hitam-kulit putih, maka dianggap sebagai tindak pidana, anak yang terlahir juga anak ilegal. Suami-isteri ini akan dihukum dengan kerja paksa dari 2 hingga 7 tahun. Orang kulih hitam jika ingin meningkat statusnya dan dihargai maka harus mengikuti berbagai perlombaan, seperti olah raga, lari, tinju, sepak bola, baseball, dan lain-lain.
Dengan pernikahan Jim Richardson-Edna Owell, dan diikuti oleh orang lain, maka mulai berlaku hukuman itu, bahkan sekolah pun ada sekolah untuk warga negara kelas tiga, yaitu mixed-family. Dengan adanya berbagai hukuman yang sangat rasial tersebut, dimana hukum berimbas kepada ranah pendidikan, sosial, pekerjaan, dan politik, maka hal ini sangat berpengaruh kepada sikap, perilaku, dan kepribadian. Keluarga yang lahir dari
interracial family, harus siap dengan cemoohan masyarakat, sanksi hukum dari negara.
Maka, lahirlah dari mereka orang-orang yang kuat, penuh perjuangan, dan mendobrak sistem yang ada. Akhirnya pada tahun 1970-an, Mahkamah Agung Amerika Serikat membolehkan pernikahan antar-ras. Kini di tahun 2000-an, dari 66 % pemilih di AS, 40 % lebih warga Amerika tetap menolak pernikahan antar-ras. Menyedihkan karena hal ini terjadi di negara yang mengaku paling demokratis di Dunia. Hebat, karena interracial
families terjadi di AS, artinya tidak perlu mengarahkan telunjuk kepada negara lain tapi tahi
1
W. Ralph Eubanks , The House of the End of Road: Three Generations of an Interracial Family in the American South.
3 | P a g e lalat ada dihidung sendiri. Perjuangan bangsa kulit hitam belum berakhir di AS. Efek ke
sikap, perilaku, dan kepribadian mereka adalah mereka tetap menjadi orang kuat, orang yang penuh perjuangan, tahan banting dan tahan uji.
2. GROUP. Jelaskan bagaimana Social Exchange Theory memberikan kontribusi dalam
memahami sikap dan perilaku kelompok?
JAWABAN:
Social Exchange Theory atau teori pertukaran sosial adalah teori yang menyatakan bahwa
hubungan antar manusia didasarkan atas pertimbangan tujuan yang ingin dicapai dan pertimbangan untung-rugi, serta memilih alternatif dari berbagai hal. Teori ini dibangun dari ilmu Ekonomi, Psikologi, dan Sosiologi. Teori ini dicetuskan oleh seorang Sosiolog tahun 1958, George Homans.2 Kemudian dikembangkan oleh Blau dan Emerson.
Blau (1962) mengembangkan bahwa pertukaran sosial lebih kepada hubungan sukarela
yang dimotivasi oleh harapan mendapatkan sesuatu di masa mendatang dari orang lain, karena prinsip pertukaran sosial adalah seseorang berbuat sesuatu untuk mendapatkan kenikmatan dan mendapatkannya di masa mendatang dari orang lain.
Emerson menggabungkan pandangan Homans dan Blau. Ia mengatakan bahwa faktor
penting pertukaran sosial adalah power and social structure (kekuasaan dan struktur sosial).3 Menurutnya, kekuasaan adalah wujud hubungan yang saling membutuhkan satu
orang dengan orang lain, sehingga si A sebagai penguasa dan si B sebagai rakyatnya, maka kebutuhan si B kepada si A diwujudkan dalam relasi yang saling membutuhkan. Kedua hal ini memunculkan tata-nilai dan perilaku.
Berdasarkan teori pertukaran sosial ini, maka kita bisa memahami perilaku kelompok. Sebuah kelompok akan bersikap, baik kooperatif atau non-kooperatifnya tergantung kepada apakah mereka membutuhkan sesuatu dari pihak lain atau tidak. Ini menurut cara pandang George Homans yang sangat materialistik-pragmatistik. Namun, jika kita lihat pandangan Blau, maka sebuah kelompok akan baik relasinya dengan pihak lain karena didasari kerelaan atau ketulusan dan motivasi harapan memperoleh keuntungan di masa
2
Homans, G. C., Social Behavior and its Elementary Forms, New York: Harcourt, Brace and World, 1961.
3 Karen S. Cook and Eric Rice, Social Exchange Theory, Department of Sociology, Stanford University, Stanford,
California 94305, Handbook of Social Psychology, edited by John Delamater. Kluwer Academic/Plenum Publishers, New York, 2003.
4 | P a g e mendatang, jadi tidak melulu mendapatkan keuntungan saat ini. Agaknya pandangan Blau ini lebih logis untuk diterapkan dan bisa menjadi landasan seorang pekerja sosial dalam menangani masalah klien. Karena memunculkan harapan di masa mendatang adalah inti solusi buat klien. Klien akan mau dan mampu berbuat lebih baik jika ada harapan yang kelak bisa ia raih.
3. ORGANIZATION. Jelaskan bagaimana the Rational or Bearaucratic Model berpengaruh
terhadap pembentukan sikap dan perilaku serta kepribadian individu yang menjadi anggotanya?
JAWABAN:
Model rasional atau birokrasi dicetuskan oleh Max Weber, seorang Sosiolog German (1864 – 1920).4 Max Weber5 mengatakan bahwa model birokrasi atau rasional adalah
model yang terbaik karena dibangun di atas aturan, regulasi, dan statuta, dan atas dasar aturanlah seseorang diangkat menjadi pemimpin untuk kemudian mengeluarkan kebijakan dan instruksi, bukan pada kharismatik atau gaya tradisional.
Dengan model birokasi, prinsip hubungan dibangun di atas aturan. Hal ini memiliki tiga arti, yaitu6:
a. Aktivitas reguler diperlukan bagi struktur aturan yang birokratis, sebagai patokan resmi;
b. Kewenangan untuk memberikan perintah yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas ini didistribusikan secara stabil dan ketat, dibatasi oleh aturan tentang cara yang ilmiah dan sistematis, fisik, dan sebagainya, yang ditentukan oleh disposisi pejabat;
c. Ketentuan yang metodis dibuat untuk menjalankan secara optimal tugas yang reguler dan berkesinambungan dan untuk pelaksanaan hak-hak yang sesuai, hanya orang-orang yang memenuhi syarat di bawah aturan umum dipekerjakan.
Melihat model birokratis yang dikembangkan oleh Max Weber ini, maka seseorang di dalam organisasinya, ia akan diarahkan untuk bersikap, berperilaku, dan berkepribadian yang sangat prosedural, sesuai aturan, menghargai spesialisasi, dan tidak ada toleransi
4
http://en.wikipedia.org/wiki/Max_Weber, downloaded at Dec 22th 2013.
5 Max Weber: Reading and Comentary on Modernity, Blackwell Publishing, USA, editing by Stephen Calberg,
2005, hal 175.
6
5 | P a g e pada pelanggaran atau kebijaksanaan. Sikap inilah yang kemudian tumbuh dan berpengaruh kuat pada masyarakat Barat.
Kemajuan sebuah organisasi amat tergantung sekali kepada seberapa komitmen para anggotanya kepada aturan main yang sudah ditetapkan bagi organisasi dalam mencapai tujuannya. Maka, siapa yang ingin mencapai kemajuan, perkembangan yang optimal, dan meminimalisir kegagalan, maka hendaklah ia menjunjung tinggi aturan, kebijakan, regulasi, dan sistem yang ada di organisasi tersebut.
4. COMMUNITY. Jelaskan bagaimana tipe Komunitas Adat Terpencil (KAT) berpengaruh
terhadap pembentukan sikap dan perilaku serta kepribadian individu yang menjadi anggotanya.
JAWABAN:
Komunitas Adat Terpencil (KAT) adalah salah satu bentuk community yang masih mempertahankan definisi basic community. Komunitas didefinisikan sebagai sekelompok manusia yang erat hubungannya, hubungan interaksinya adalah langsung, ada dalam satu kawasan wilayah tertentu dan relatif kecil, memiliki aturan yang kuat dan ditaati oleh semua anggotanya.
Seorang Sosiolog German terkenal, Ferdinand Tonnies menyatakan: Gemeinschaft sering diterjemahkan menjadi komunitas dan Gesellschaft diterjemahkan menjadi society (masyarakat). Komunitas adalah entitas sosial yang lebih ketat dan lebih kohesif, karena adanya "kesatuan kehendak." Dia menambahkan bahwa keluarga dan kekerabatan adalah ekspresi sempurna dari Gemeinschaft, tetapi bahwa karakteristik bersama lainnya, seperti tempat atau kepercayaan, juga merupakan ciri komunitas.7
Dan KAT memiliki ketiga ciri komunitas tersebut. Maka, sebagai sebuah komunitas, mereka akan bisa mempengaruhi setiap sikap dan perilaku para anggotanya. Setiap sikap, perilaku, dan kepribadian anggota adalah wujudu dari tata nilai dan aturan yang ada di komunitas. Tidak ada perilaku anggota yang tidak sama dengan tata-nilai dari komunitasnya.
7
6 | P a g e Hal ini juga sejalan dengan definisi yang dikemukakan oleh Reitzes (1986). Menurut beliau, komunitas didefinisikan sebagai satu lokalitas dimana anggota masyarakatnya memiliki ikatan yang sama, dan terlibat dalam aktivitas interelasi. Anggota komunitas mengembangkan kesamaan ikatan pada berbagai institusi yang ada di dalamnya, saling berbagi, menggunakan barang dan jasa lokal, dan memiliki kepentingan dalam berbagai aspeknya (lowongan kerja, permukiman, sekolah, lahan, dan lingkungan budaya).
5. SOCIETY. Jelaskan bagaimana aspek Ras dan Perilaku Manusia berpengaruh kepada
pembentukan sikap, perilaku, dan kepribadian individu.
JAWABAN:
Emile Durkheim mendefinisikan Society sebagai Social Fact yang didalamnya terdiri atas beragam aktivitas, seperti pemenuhan kebutuhan hidup: makan, minum, pakaian, komunikasi, pertukaran, dan sistem nilai yang berlaku bersama, dan dalam wujud masyarakat luas. Di dalamnya ada acting (perilaku), thinking (berfikir), and feeling (merasakan) diantara para anggota society.8
Ras atau warna kulit di dunia ini beragam, ada ras kulit putih dan ada kulit berwarna (merah, hitam, coklat, dan kuning langsat). Setiap ras memiliki habit and rule, value and
ethic masing-masing. Satu habit and rule, value and ethic dari ras tertentu tidak bisa
dikatakan superior dan yang lainnya inferior, satu lebih baik daripada yang lain, tidak. Semua adalah unggul. Dari ras beserta habit and rule, value and ethic inilah memunculkan perilaku dari orang-orang yang ada di dalam ras tersebut. Suatu ras biasanya berusaha menjaga ciri-khas dari rasnya, baik kebiasaan, tata-nilai, value and ethic-nya. Maka, akan sangat mudah dikenali satu sikap dari ras tertentu dan terbedakan dari ras lainnya. Dan generasi yang datang kemudian, maka ia akan terus diajari dan ditanamkan (institutionalized and internalized) tentang habit, rule, value and ethics hingga ia menjadi dan merasa in-group dari rasnya.
8
7 | P a g e
6. CULTURE. Jelaskan bagaimana Budaya dan Sosialisasi berpengaruh kepada sikap,
perilaku, dan kepribadian individu.
JAWABAN:
Edward Burnet Tylor9 mendefinisikan culture/budaya sebagai suatu fenomena yang
terkait dengan hukum --metode dalam mengklasifikan sesuatu hal dan mendiskusikan fakta-fakta— hubungan antara tahapan pergantian budaya, baik secara permanen, modifikasi, dan pertahanannya.
Tidak ada satu kehidupan alamiah manusia pun yang terbebas dari pengaruh budaya.10 Saleebey mengatakan bahwa budaya adalah menciptakan sesuatu yang
bernilai/bermakna adalah inti dari hidup manusia. Tidak ada sesuatu yang bernilai/bermakna jika tidak ada budaya. Perkembangan makna itu adalah untuk sesuatu yang lebih besar, untuk masyarakat luas dan saling berbagi. Budaya dipengaruhi oleh nilai/makna bersama dari segala sesuatu, seperti nilai-nilai, ideologi, kepercayaan, mitos, dan ritual. Di dalam budaya juga ada aturan dan perintah untuk menegosiasikan berbagai perbedaan makna. Pada titik inilah kita berpartisipasi dalam budaya, dan ini memberi kita sumber daya dan alat-alat simbol (seperti bahasa dan cerita) yang mengarahkan untuk perkembangan nilai/makna tersebut.11
Oleh karena itu, manusia adalah makhluk yang pasti berbudaya, karena manusia memiliki fikiran dan perasaan. Maka, budaya adalah hasil cipta rasa, karya, dan karsa manusia yang secara kodrati terbentuk dan dibentuk bersama untuk mencapai tujuan peradaban, yaitu lestari, alamiah, maju, menguasai alam, dan kemaslahatan bersama. Dan sosialisasi adalah kebutuhan manusia. Untuk pemenuhan kebutuhan, baik kebutuhan sosial, fisik, emosional, politik, dan semuanya, manusia membutuhkan kerjasama dan komunikasi. Dari aspek ini, manusia butuh akan sosialisasi. Sosialisasi adalah proses penanaman nilai sosial manusia. Maka, dari hal ini, ia membentuk sikap, perilaku, dan kepribadian manusia.
9
Erward Burnet Tylor, Primitive Culture, Reserach Into the Development, of Mythology, Philosophy, Religion,
Language, Art, and Curtom, 4th Ed., John Murray, Albemarle street, London, UK, 1903. Edisi pertama buku
ini adalah pada tahun 1865. Di dalam buku ini, Tylor meneliti budaya dunia, termasuk Indonesia pada abad 19 yang diteliti pada wilayah Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra.
10 Clifford Geertz, The Interpretation of Cultures, NY, AS, 1973.
11 Dennis Saleebey, Human Behavior and Social Environment: a Biopsychosocial approach, Columbia Univ.
8 | P a g e B. Pertanyaan terkait assesment klien dalam tugas 8 (delapan) tahap perkembangan manusia
menurut Erik Erikson:
1. Apakah klien anda (inisial) memiliki kecenderungan berhasil atau sebaliknya gagal melaksanakan tugas-tugas perkembangan sesuai tahapan usianya dalam kehidupannya sekarang? Mengapa demikian.
JAWABAN:
Klien saya (Al, 13 tahun) kemungkinan besar akan berhasil menjalani ―krisis perkembangan‖ sebagaimana yang disampaikan oleh Erik Erikson. Erikson menyatakan tentang perkembangan Adolescence bahwa agar remaja menapaki perkembangan dengan baik, maka sebaiknya ia mengikuti budaya yang baik dan diarahkan oleh orang tua dan sistem lingkungannya.12
Dari arahan Erikson ini, maka lingkungan dan budaya yang ada di keluarganya adalah lingkungan dan budaya yang baik, karena klien Al senantiasa dibiasakan ke masjid untuk shalat jamaah dan belajar tahsin tilawah Al-Qur’an (belajar membaca Al-Qur’an sesuai kaidah baca/tajwid), berkawan dengan teman sebaya yang juga terbiasa dengan masjid.
2. Apa yang dapat anda lakukan untuk kehidupan klien anda agar kehidupannya lebih baik dari kondisinya saat ini? (Kaitkan klien dengan sistem micro, mezzo, dan macro).
Yang bisa Pekerja Sosial lakukan untuk memastikan klien Al menjadi pribadi yang unggul adalah:
a. Micro system
Selalu memberikan arahan, encouragement kepada responde “Al” agar selalu menjadi remaja yang unggul, terbaik, dan bisa dibanggakan oleh kedua orang tuanya, dan saudara-saudaranya.
Tentang minat kepada pelajaran di sekolah, khususnya IPA, IPS, dan Matematika, dimana terlihat dari mimik wajah responden “Al” yang biasa-biasa saja jika dibandingkan dengan olahraga, maka peran peksos adalah memahamkan kepada responden “Al” bahwa memang belajar itu ada kalanya menyenangkan dan adakalanya menjemukan karena rutinitas. Namun, karena demi masa depan yang baik bagi responden “Al” maka semangat dari sendiri harus tetap kuat, dan dukungan dari kedua orang tua juga sangat diharapkan. Peksos memberikan trik dalam belajar agar
12 Vimala Pillari, Human Behavior in the Social Environment: the Development Person in a Holistic
9 | P a g e tidak jenuh adalah jangan terlalu lama belajar, selingi dengan aktivitas lain seperti bermain dengan kawan-kawan, dan olah raga.
Berikutnya, peksos perlu mulai mengenalkan kepada responden “Al” tentang cita-citanya, karena hal itu juga bisa memotivasi semangat belajarnya. Cita-cita juga bisa membantu mengarahkan kemana setelah lulus SMP.
b. Mezzo system
Peran peksos dalam sistem messo adalah:
Sebagai tahap preventif, peksos perlu memberikan informasi kepada kedua orang tua repsonden agar pengawasan tetap dilakukan karena bagaimanapun berbagai kemungkinan sangat mungkin terjadi jika lemah pengawasan.
Hendaknya orang tua memastikan anak tetap tidak suka berbohong, dan yakinkan bahwa bohong adalah kesalahan besar, responden boleh keliru, boleh salah, tapi tidak boleh bohong, apalagi kepada orang tua. Diantara bentuk bohong yang tidak disadari adalah anak sudah bisa fecebook-an, padahal usia belum 17 tahun. Padahal diantara ketentuan dari FB adalah usia diatas 17 tahun, maka jika ada anak usia di bawah 17 tahun sudah main FB, berarti ia sudah berbohong dalam pengakuan usia. Ini tidak boleh. Apabila klien Al memahami betul bahayanya sifat bohong, dan bisa selalu jujur, maka itu merupakan pintu awal kebaikan dan kesuksesannya. Hendaknya orang tua selalu memberikan contnohyang baik, keteladanan
dalam sikap dan perbuatan, mengisahkan kisah-kisah orang-orang yang hebat dan shalih sehingga memotivasi klien Al untuk mencontohnya. Hendaknya orang tua mulai memberikan arahan dan pilihan cita-cita
secara logis kepada anaknya. Apa yang bisa dan sebaiknya klien Al raih, apa keuntungan dan kelebihannya sehingga klien Al bisa merancang sejak dini langkah hidup dalam belajar lebih giat dan terarah. Semoga responden kelak menjadi anak yang shalih, berguna bagi agama, kedua orang tua, masyarakat, dan bangsa.
10 | P a g e c. Macro system
Peran pekerja sosial lainnya yang secara indirect berpengaruh kepada responden “Al” adalah memalui sistem makro, yaitu:
Perlunya peran Rukun Tetangga (RT) agar tetap menjamin lingkungan yang “nyaman buat anak dan remaja”;
Perlunya peran RT agar tetap menjamin lingkungan yang “kondusif buat hak belajar remaja, belajar dalam arti yang luas, baik belajar untuk persiapan sekolah maupun belajar mengaji, agama, dan sosialisasi secara positif”
Lingkungan perlu memberikan reward kepada remaja yang tetap bisa mengindahkan tata-nilai di lingkungan dengan kesantunan, keunggulan, dan kesolehan. Reward bisa berupa uang atau sesuatu yang bernilai bagi remaja sehingga memotivasi remaja dan generasi di bawahnya agar dalam perkembangannya bisa optimal sesuai life span dan mengindahkan norma dan tata nilai masyarakat.
Mendorong ke-RT-an untuk menciptakan beragam wahana dan kegiatan positif bagi remaja sehingga bakat dan minat mereka tersalurkan, dan terkembangkan secara optimal dan positif.
Mendorong ke-RT-an untuk menetapkan aturan bagi warnet yang ada di sekitar Dago Tengah untuk peduli dengan anak dan remaja dengan “internet yang sehat dan mendidik” disertai reward and punishment.