• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PEMILIHAN KEPALA DESA FINAL.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MAKALAH PEMILIHAN KEPALA DESA FINAL.docx"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

MAKALAH

PENDIDIKAN PANCASILA

PENDIDIKAN PANCASILA

DEMOKRASI

DEMOKRASI

Era Pengakuan Kedaulatan Rakyat Dalam Pemilihan Kepala Desa

Era Pengakuan Kedaulatan Rakyat Dalam Pemilihan Kepala Desa

Tanggeung Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur

Tanggeung Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur

ASEP SUNANDAR

ASEP SUNANDAR

 NPM :

 NPM :

SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

STISIP GUNA NUSANTARA

STISIP GUNA NUSANTARA

Jl. Raya Cibinong Kp. Warungtilu RT 15 RW 01 Sukajadi Cibinong - Cianjur 43271 Jl. Raya Cibinong Kp. Warungtilu RT 15 RW 01 Sukajadi Cibinong - Cianjur 43271

(2)

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

 Assalamu’alaiku

 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabam warahmatullahi wabarakatuh.rakatuh.  Alhamdulillahirabbilalam

 Alhamdulillahirabbilalaminin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi , banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yangsedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah SWT atas segala berkat, rahmat, taufik, kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah SWT atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Demokrasi ini

makalah Demokrasi ini dengan judul “dengan judul “Era Pengakuan Kedaulatan Rakyat DalamEra Pengakuan Kedaulatan Rakyat Dalam Pemilihan Kepala Desa Tanggeung Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur 

Pemilihan Kepala Desa Tanggeung Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur ”.”.

Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua, itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua, Para Dosen, Aparatul Pemerintah Desa Tanggeung dan segenap Rekan Mahasiswa yang Para Dosen, Aparatul Pemerintah Desa Tanggeung dan segenap Rekan Mahasiswa yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.

dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.

Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangu

yang membangun agar makalah ini dapat ln agar makalah ini dapat lebih baik lagi.ebih baik lagi.

Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Cianjur,

Cianjur, Februari Februari 20142014 Penyusun

Penyusun

ASEP SUNANDAR ASEP SUNANDAR

(3)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

KATA

KATA PENGANPENGANTAR TAR ... ... ii DAFTAR

DAFTAR ISI ISI ... ... iiii BAB

BAB I I LATAR LATAR BELAKANBELAKANG G ... ... 11 BAB

BAB II II TUJUAN TUJUAN PUSTAKA PUSTAKA ... ... 44 A.

A. Pengertian Pengertian DemokraDemokrasi si ... ... 44 B.

B. Kedaulatan Kedaulatan Rakyat Rakyat ... ... 99

BAB

BAB III III TINJAUAN TINJAUAN TERHADAP TERHADAP PEMILIHAN PEMILIHAN KEPALA KEPALA DESADESA TANGGEUNG KECAMATAN TANGGEUNG KABUPATEN TANGGEUNG KECAMATAN TANGGEUNG KABUPATEN CIANJUR

CIANJUR ... ... 1313 A.

A. Kondisi Kondisi Geografis Geografis dan dan DemograDemografis ...fis ... ... 1313 B.

B. PelaksanaaPelaksanaan n Pemilihan Pemilihan Kepala Kepala Desa Desa ... ... 1616

BAB IV

BAB IV PENUTUP PENUTUP ... ... 2222 A. A. Kesimpulan Kesimpulan ... ... 2222 B. B. Saran Saran ... ... 2323 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

(4)

BAB I BAB I

LATAR BELAKANG LATAR BELAKANG

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di daerah setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di daerah kabupaten. Desa juga memiliki kekuasaan untuk menyelenggarakan pemerintahannya kabupaten. Desa juga memiliki kekuasaan untuk menyelenggarakan pemerintahannya sendiri dalam Ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penyelenggaraan sendiri dalam Ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penyelenggaraan  pemerintah

 pemerintah desa desa merupakamerupakan n sub sub sistem sistem dari dari sistem sistem penyelenggapenyelenggaraan raan pemerintahapemerintahan,n, sehingga desa memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan sehingga desa memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya.

masyarakatnya.

Begitu pula dalam penyelenggaraan pemerintah desa harus sesuai dengan UU No.32 Begitu pula dalam penyelenggaraan pemerintah desa harus sesuai dengan UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Penyelenggaraan pemerintah desa tidak dapat Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Penyelenggaraan pemerintah desa tidak dapat lepas dari jabatan Kepala Desa. Pemerintah desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa lepas dari jabatan Kepala Desa. Pemerintah desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dipilih masyarakat desa yang sudah mempunyai hak memilih. Selanjutnya syarat yang dipilih masyarakat desa yang sudah mempunyai hak memilih. Selanjutnya syarat dan tata cara pemilihan kepala desa di Kabupaten Cianjur diatur dengan Peraturan Daerah dan tata cara pemilihan kepala desa di Kabupaten Cianjur diatur dengan Peraturan Daerah Kabupaten Cianjurg No. 05 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pemilihan, Pencalonan, Kabupaten Cianjurg No. 05 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pemilihan, Pencalonan, Pengangkatan, Pemberhentian dan Pelantikan Kepala Desa beserta petunjuk Pengangkatan, Pemberhentian dan Pelantikan Kepala Desa beserta petunjuk  pelaksanaa

 pelaksanaannya yang berpennya yang berpedoman pada Peradoman pada Peraturan Pemeturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 tentangrintah No. 72 Tahun 2005 tentang Desa. Kepala Desa ditetapkan melalui perolehan suara terbanyak, kecuali calon tunggal Desa. Kepala Desa ditetapkan melalui perolehan suara terbanyak, kecuali calon tunggal yang harus mendapat suara 50% + 1 dari pemilih yang menggunakan hak memilih dalam yang harus mendapat suara 50% + 1 dari pemilih yang menggunakan hak memilih dalam  pemilihan

 pemilihan yang yang nantinya nantinya dilantik dilantik oleh oleh Bupati Bupati paling paling lama lama 30 30 hari hari setelah setelah pemungutapemungutann suara.

suara.

Desa dibentuk atas prakarsa masyarakat dengan memperhatikan asal usul desa dan Desa dibentuk atas prakarsa masyarakat dengan memperhatikan asal usul desa dan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Pembentukan desa harus memenuhi kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Pembentukan desa harus memenuhi  persyarata

 persyaratan diantaranya jumlah penduduk, luas wilayah, bagian wilayan diantaranya jumlah penduduk, luas wilayah, bagian wilayah kerja, perangkat,h kerja, perangkat, dan sarana dan prasarana pemerintahan. Pembentukan desa dapat berupa penggabungan dan sarana dan prasarana pemerintahan. Pembentukan desa dapat berupa penggabungan  beberapa

 beberapa desa, desa, atau atau bagian bagian desa desa yang yang bersandingan, bersandingan, atau atau pemekapemekaran ran dari dari satu satu desadesa menjadi dua desa atau lebih, atau pembentukan desa di luar desa yang telah ada. menjadi dua desa atau lebih, atau pembentukan desa di luar desa yang telah ada. Pemekaran dari satu desa menjadi dua desa atau lebih ini dapat dilakukan setelah Pemekaran dari satu desa menjadi dua desa atau lebih ini dapat dilakukan setelah mencapai paling sedikit 5 (lima) tahun penyelenggaraan pemerintah desa. Desa yang mencapai paling sedikit 5 (lima) tahun penyelenggaraan pemerintah desa. Desa yang kondisi masyarakat dan wilayahnya tidak lagi memenuhi persyaratan dapat dihapus atau kondisi masyarakat dan wilayahnya tidak lagi memenuhi persyaratan dapat dihapus atau digabung. Salah satu persyaratan pembentukan desa yaitu adanya pemerintah desa, digabung. Salah satu persyaratan pembentukan desa yaitu adanya pemerintah desa,  pemerintah de

 pemerintah desa terdiri dari ksa terdiri dari kepala desa depala desa dan perangkan perangkat desa.at desa.

Kepala desa mempunyai tugas penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangunan, dan Kepala desa mempunyai tugas penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan dan dipilih langsung oleh dan dari penduduk desa Warga Negara kemasyarakatan dan dipilih langsung oleh dan dari penduduk desa Warga Negara Republik Indonesia yang memenuhi persyaratan, dengan masa jabatan 6 tahun dan dapat Republik Indonesia yang memenuhi persyaratan, dengan masa jabatan 6 tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Kemudian dalam dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Kemudian dalam menjalankan tugasnya, Kepala Desa pada dasarnya bertanggung jawab kepada rakyat, menjalankan tugasnya, Kepala Desa pada dasarnya bertanggung jawab kepada rakyat,

(5)

yang prosedur pertanggungjawabannya dilaksanakan kepada Bupati melalu Camat. Dan yang prosedur pertanggungjawabannya dilaksanakan kepada Bupati melalu Camat. Dan kepada BPD, Kepala Desa wajib menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada BPD, Kepala Desa wajib menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban serta desa menyampaikan informasi mengenai pokok-pokok pertanggungjawabannya. serta desa menyampaikan informasi mengenai pokok-pokok pertanggungjawabannya. Kepala Desa mempunya tugas, kewajiban, wewenang, dan berhak atas gaji dan Kepala Desa mempunya tugas, kewajiban, wewenang, dan berhak atas gaji dan tunjangan, jaminan kesehatan, bantuan hukum, cuti dan mendapat penghargaan atas tunjangan, jaminan kesehatan, bantuan hukum, cuti dan mendapat penghargaan atas  prestasi

 prestasi kerjanya, kerjanya, selanjutnya selanjutnya dalam dalam rangka rangka penguatan penguatan Pemerintah Pemerintah Desa, Desa, PemePemerintahrintah Kabupaten, dan Pemerintah Kecamatan wajib melaksanakan pembinaan kepada Kepala Kabupaten, dan Pemerintah Kecamatan wajib melaksanakan pembinaan kepada Kepala Desa dan penyelenggara pemerintah desa lainnya.

Desa dan penyelenggara pemerintah desa lainnya.

Kepala Desa dipilih langsung oleh penduduk desa dari calon yang memenuhi syarat. Kepala Desa dipilih langsung oleh penduduk desa dari calon yang memenuhi syarat. Pemilihan Kepala Desa bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Pemilihan Kepala Desa bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Pemilihan Kepala Desa dilaksanakan melalui tahap

Pemilihan Kepala Desa dilaksanakan melalui tahap pencalonan dan tahap pemilihan.pencalonan dan tahap pemilihan. Pemilihan Kepala Desa dalam kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak Pemilihan Kepala Desa dalam kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan diakui keberadaannya berlaku ketentuan tradisionalnya sepanjang masih hidup dan diakui keberadaannya berlaku ketentuan hukum adat setempat, yang diterapkan dalam Peraturan Daerah dengan berpedoman pada hukum adat setempat, yang diterapkan dalam Peraturan Daerah dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah yang terdiri atas pemilih dalam pemilihan di Kecamatan Cisalak, Peraturan Pemerintah yang terdiri atas pemilih dalam pemilihan di Kecamatan Cisalak, hak pilih dalam pemilihan di Kecamatan Cisalak, adanya tempat pemungutan suara, hak pilih dalam pemilihan di Kecamatan Cisalak, adanya tempat pemungutan suara, kampanye pemilihan kepala desa dimana kampanye ini adalah kegiatan Calon Kepala kampanye pemilihan kepala desa dimana kampanye ini adalah kegiatan Calon Kepala Desa dalam rangka meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan Desa dalam rangka meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan  program,

 program, selanjutnya selanjutnya dalam dalam pemilihan pemilihan Kepala Kepala Desa Desa ini ini ditunjang ditunjang dengan dengan adanya adanya TimTim Pelaksana Kampanye yang bertanggung jawab atas pelaksanaan teknis penyelenggaraan Pelaksana Kampanye yang bertanggung jawab atas pelaksanaan teknis penyelenggaraan kampanye, kemudian ada pengawas pemilihan Kepala Desa, penjaringan yang kampanye, kemudian ada pengawas pemilihan Kepala Desa, penjaringan yang kegiatannya dilakukan oleh panitia pemilihan untuk menjaring bakal calon dari warga kegiatannya dilakukan oleh panitia pemilihan untuk menjaring bakal calon dari warga masyarakat desa

masyarakat desa

setempat, setelah adanya penjaringan, selanjutnya adanya penyaringan, dimana setempat, setelah adanya penjaringan, selanjutnya adanya penyaringan, dimana  penyaringan ini

 penyaringan ini adalah proses adalah proses seleksi terhadap seleksi terhadap Bakal Calon Bakal Calon yang dilakukan yang dilakukan oleh oleh panitiapanitia  pemilihan. Da

 pemilihan. Dari penjelasan di atari penjelasan di atas, maka muns, maka muncullah pertanyaancullah pertanyaan, apakah pem, apakah pemilihan Kepalailihan Kepala Desa ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau tidak?

Desa ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau tidak?

Pemilihan diawali dengan adanya persiapan yang matang, dimana BPD memberitahukan Pemilihan diawali dengan adanya persiapan yang matang, dimana BPD memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Desa mengenai akan berakhirnya masa jabatan kepala Desa secara tertulis kepada Kepala Desa mengenai akan berakhirnya masa jabatan kepala Desa 4 (empat) bulan sebelum berakhir masa jabatan Kepala Desa yang bersangkutan. Kepala 4 (empat) bulan sebelum berakhir masa jabatan Kepala Desa yang bersangkutan. Kepala Desa menyampaikan laporan akhir masa jabatan penyelenggaraan pemerintah desa Desa menyampaikan laporan akhir masa jabatan penyelenggaraan pemerintah desa kepada Bupati melalui Camat dan laporan keterangan pertanggungjawaban akhir masa kepada Bupati melalui Camat dan laporan keterangan pertanggungjawaban akhir masa  jabatan

 jabatan Kepala Kepala Desa Desa kepada kepada BPD BPD serta serta menginformmenginformasikan asikan laporan laporan penyelenggpenyelenggaraanaraan Pemerintah Desa kepada masyarakat. Dalam hal ini, apakah BPD mampu mengawasi Pemerintah Desa kepada masyarakat. Dalam hal ini, apakah BPD mampu mengawasi  jalannya pem

 jalannya pemilihan Kepala ilihan Kepala Desa?Desa?

1.1.

1.1. Rumusan masalahRumusan masalah

Berdasarka

Berdasarkan latar n latar belakang diatas, maka dapat dibelakang diatas, maka dapat diketahui rumusan masalah sebagaiketahui rumusan masalah sebagai  berikut.

(6)

1)

1) Apa yang dimaksud dengan demokrasi ?Apa yang dimaksud dengan demokrasi ? 2)

2) Bagaimana pengertian demokrasi ?Bagaimana pengertian demokrasi ? 3)

3) ApasajakaApasajakah ciri-ciri h ciri-ciri demokrasi ?demokrasi ? 4)

4) Apa saja jenis-jenis dan prinsip demokrasi di Indonesia ?Apa saja jenis-jenis dan prinsip demokrasi di Indonesia ? 5)

5) Bagaimana perkembangan serta pelaksanaan demokrasi di Indonesia ?Bagaimana perkembangan serta pelaksanaan demokrasi di Indonesia ? 6)

6) Pengertian kedaulatan rakyat ?Pengertian kedaulatan rakyat ? 7)

7) Tahapan-tahapan pemilihan kepala desa?Tahapan-tahapan pemilihan kepala desa?

1.2.

1.2. TujuanTujuan

Berdasarkan perumusan m

Berdasarkan perumusan masalah diatas asalah diatas maka maka dapat diketahui tujuan daridapat diketahui tujuan dari  pembuatan

 pembuatan makalamakalah ini adalah sebh ini adalah sebagai berikut.agai berikut. 1)

1) Untuk mengetahui yang Untuk mengetahui yang dimaksud dengan demokrasi.dimaksud dengan demokrasi. 2)

2) Untuk mengetahui Untuk mengetahui pengertian demokrasi.pengertian demokrasi. 3)

3) Untuk mengetahui ciri-ciri demokrasi.Untuk mengetahui ciri-ciri demokrasi. 4)

4) Untuk mengetahui jenis-jenis dan prinsip Untuk mengetahui jenis-jenis dan prinsip demokrademokrasi di si di Indonesia.Indonesia. 5)

5) Untuk mengetahui perkembangan serta pelaksanaan demokrasi di Indonesia.Untuk mengetahui perkembangan serta pelaksanaan demokrasi di Indonesia. 6)

6) Untuk mengetahui proses-proses atau tahapan-tahapan pemilihan kepala desa.Untuk mengetahui proses-proses atau tahapan-tahapan pemilihan kepala desa. 7)

7) Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. 8)

8) Sebagai sarana atau media pembelajaran bagi mahasiswa pada umumnya.Sebagai sarana atau media pembelajaran bagi mahasiswa pada umumnya.

1.3.

1.3. ManfaatManfaat

Adapun manfaat dari makalah ini adalah agar dapat dimanfaatkan sebaik mungkin Adapun manfaat dari makalah ini adalah agar dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga dapat memenuhi tugas pendidikan kewarganegaraan yang diberikan dan sehingga dapat memenuhi tugas pendidikan kewarganegaraan yang diberikan dan sebagai sarana media pembelajaran serta menambah wawasan pengetahuan.

(7)

BAB II BAB II

TUJUAN PUSTAKA TUJUAN PUSTAKA

A.

A. Pengertian DemokrasiPengertian Demokrasi

Demokrasi berasal dari kata Yunani demos dan kratos. Demos artinya rakyat. kata Demokrasi berasal dari kata Yunani demos dan kratos. Demos artinya rakyat. kata kratos berarti pemerintahan. Jadi, demokrasi berarti pemerintahan rakyat,yaitu kratos berarti pemerintahan. Jadi, demokrasi berarti pemerintahan rakyat,yaitu  pemerintahan y

 pemerintahan yang rakyaang rakyatnya memetnya memegang peranan ygang peranan yang sangang sangat menenentukat menenentukan.an. Kata demokrasi merujuk kepada konsep kehidupan negara atau masyarakat, Kata demokrasi merujuk kepada konsep kehidupan negara atau masyarakat, dimana warga negara dewasa turut berpartisipasi dalam pemerintahan melalui dimana warga negara dewasa turut berpartisipasi dalam pemerintahan melalui wakilnya yang diplih melalui pemilu. Pemerintahan di Negara demokrasi juga wakilnya yang diplih melalui pemilu. Pemerintahan di Negara demokrasi juga mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara, beragarna, berpendapat, mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara, beragarna, berpendapat,  berserikat

 berserikat setiap setiap warga warga Negara, Negara, menegakmenegakan an rule rule of of law, law, adanya adanya pemerintahapemerintahann menghormati hak-hak kelompok minoritas; dan masyarakat warga Negara memberi menghormati hak-hak kelompok minoritas; dan masyarakat warga Negara memberi  peluang yang

 peluang yang sama untuk msama untuk mendapatkan kendapatkan kehidupan yang ehidupan yang layak.layak. Pengertian demokra

Pengertian demokrasi menurut para si menurut para ahli adalah sebagai berikut.ahli adalah sebagai berikut.

 Abraham LincolnAbraham Lincoln, Demokrasi adalah pemerintahan dari, oleh dan untuk, Demokrasi adalah pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat.

rakyat.

 Kranemburg,Kranemburg, Demokrasi berasal dari kata Yunani demos dan kratos. DemosDemokrasi berasal dari kata Yunani demos dan kratos. Demos (rakyat) dan kratos (pemerintahan). Jadi, demokrasi berarti cara memerintah (rakyat) dan kratos (pemerintahan). Jadi, demokrasi berarti cara memerintah dari rakyat.

dari rakyat.

 Charles Costello,Charles Costello, Demokrasi adalah sistem social dan politik pemerintahanDemokrasi adalah sistem social dan politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-kekuasaan emerintah yang dibatasi hukum dan diri dengan kekuasaan-kekuasaan emerintah yang dibatasi hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak perorangan warga negara.

kebiasaan untuk melindungi hak-hak perorangan warga negara.

 Koentjoro PoerbopranotoKoentjoro Poerbopranoto, Demokrasi adalah negara yang pemerintahannya, Demokrasi adalah negara yang pemerintahannya dipegang oleh rakyat. Hal ini berarti suatu sistem dimana rakyat diikut dipegang oleh rakyat. Hal ini berarti suatu sistem dimana rakyat diikut sertakan dalam pemerintahan negara.

sertakan dalam pemerintahan negara.

 Harris Soche,Harris Soche, Demokrasi adalah pemerintahan rakyat Demokrasi adalah pemerintahan rakyat karena itu karena itu kekuasaankekuasaan melekat pada rakyat.

melekat pada rakyat. Dapat disimpulkan bahwa

Dapat disimpulkan bahwa pengertian demokrasi adalahpengertian demokrasi adalah bentuk  bentuk pemerintahapemerintahann yang berasal dari rakyat, dilakukan oleh rakyat, dan dipergunakan untuk yang berasal dari rakyat, dilakukan oleh rakyat, dan dipergunakan untuk kepentingan rakyat.

kepentingan rakyat.

Dalam Negara demokrasi, kata demokrasi pada hakekatnya mengandung makna Dalam Negara demokrasi, kata demokrasi pada hakekatnya mengandung makna (Mas‟oed, 1997) adalah partisipasi rakyat dalam penyelenggar 

(Mas‟oed, 1997) adalah partisipasi rakyat dalam penyelenggar aan . (partisipasiaan . (partisipasi  politik), yaitu;

 politik), yaitu; a)

a) Penduduk ikut pemilu;Penduduk ikut pemilu;  b)

(8)

c)

c) Penduduk ikut kampanye pemilu;Penduduk ikut kampanye pemilu; d)

d) Penduduk jadi anggota parpol dan ormas;Penduduk jadi anggota parpol dan ormas; e)

e) Penduduk komunikasi langsung dengan pejabat Penduduk komunikasi langsung dengan pejabat pemerintahpemerintah

1.

1. Manfaat DemokrasiManfaat Demokrasi

Demokrasi dapat memberi manfaat dalam kehidupan masyarakat yang Demokrasi dapat memberi manfaat dalam kehidupan masyarakat yang demokratis, yaitu:

demokratis, yaitu: a)

a) Kesetaraan sebagai warga Negara. Disini demokrasi memperlakukanKesetaraan sebagai warga Negara. Disini demokrasi memperlakukan semua orang adalah sama dan sederajat. Prinsip kesetaraan menuntut semua orang adalah sama dan sederajat. Prinsip kesetaraan menuntut  perlakuan

 perlakuan sama sama terhadap terhadap pandangan-pandangan-pandangan pandangan atau atau pendapat pendapat dandan  pilihan setiap wa

 pilihan setiap warga Negarrga Negara.a.  b)

 b) Memenuhi kebutuhan-kebutuhan umum. Kebijakan dapat mencerminkanMemenuhi kebutuhan-kebutuhan umum. Kebijakan dapat mencerminkan keinginan rakyatnya. Semakin besar suara rakyat dalam menentukan keinginan rakyatnya. Semakin besar suara rakyat dalam menentukan semakin besar pula kemungkinan kebijakan itu menceminkan keinginan semakin besar pula kemungkinan kebijakan itu menceminkan keinginan dan aspirasi rakyat.

dan aspirasi rakyat. c)

c) Pluralisme dan kompromi. Demokrasi mengisyaratkan kebhinekaan danPluralisme dan kompromi. Demokrasi mengisyaratkan kebhinekaan dan kemajemukan dalam masyarakat maupun kesamaan kedudukan diantara kemajemukan dalam masyarakat maupun kesamaan kedudukan diantara  para

 para warga warga Negara. Negara. Dalam Dalam demokrasi demokrasi untuk untuk mengatasi mengatasi perbedaaperbedaan- n- perbedaan adalah

 perbedaan adalah lewat lewat diskusi, diskusi, persuasi, persuasi, kompromkompromi, i, dan dan bukan bukan dengandengan  paksanaan

 paksanaan atau pameatau pameran kekuaran kekuasaan.saan. d)

d) Menjamin hak-hak dasar. Demokrasi menjamin kebebasan-kebebasanMenjamin hak-hak dasar. Demokrasi menjamin kebebasan-kebebasan dasar tentang hak-hak sipil dan politis; hak kebebasan berbicara dan dasar tentang hak-hak sipil dan politis; hak kebebasan berbicara dan  berekspres

 berekspresi, i, hak hak berserikat berserikat dan dan berkumpul, berkumpul, hak hak bergerak, bergerak, dsb. dsb. Hak-hakHak-hak itu memungkinkan pengembangan diri setiap individu dan itu memungkinkan pengembangan diri setiap individu dan memungkinkan terwujudnya keputusan-keputusan kolektif yang lebih memungkinkan terwujudnya keputusan-keputusan kolektif yang lebih  baik.

 baik. e)

e) Pembaruan kehidupan social. Demokrasi memungkinkan terjadinyaPembaruan kehidupan social. Demokrasi memungkinkan terjadinya  pembawa

 pembawan n kehidupan kehidupan social. social. PenghapusaPenghapusan n kebijakan-kebijakakebijakan-kebijakan n yangyang telah usang secara rutin dan pergantian para politisi dilakukan dengan telah usang secara rutin dan pergantian para politisi dilakukan dengan cara yang santun, dan damai. Demokrasi memuluskan proses alih cara yang santun, dan damai. Demokrasi memuluskan proses alih generasi tanpa

generasi tanpa pergolakanpergolakan..

2.

2. Ciri-Ciri Sistem Ciri-Ciri Sistem DemokrasiDemokrasi

Ciri-ciri sistem demokrasi dimaksudkan untuk membedakan penyelenggaraan Ciri-ciri sistem demokrasi dimaksudkan untuk membedakan penyelenggaraan  pemerintahan

 pemerintahan Negara yNegara yang demokraang demokratis, yaitu:tis, yaitu: a)

(9)

 b)

 b) Anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama menempatiAnggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama menempati kedudukan dalam pemerintahan untuk masa jabatan tertentu, seperti; kedudukan dalam pemerintahan untuk masa jabatan tertentu, seperti;  presiden, m

 presiden, menteri, gubemuenteri, gubemur dsb;r dsb; c)

c) Adanya pengakuan dan anggota masyarakat terhadap kehadiran tokoh-Adanya pengakuan dan anggota masyarakat terhadap kehadiran tokoh-tokoh yang sah yang berjuang mendapatkan kedudukan dalam tokoh yang sah yang berjuang mendapatkan kedudukan dalam  pemerintahan

 pemerintahan; ; sekaligus sebagai tandingan sekaligus sebagai tandingan bagi pemerintah bagi pemerintah yang sedangyang sedang  berkuasa;

 berkuasa; d)

d) Dilakukan pemilihan lain untuk memilih pejabat-pejabat pemerintahDilakukan pemilihan lain untuk memilih pejabat-pejabat pemerintah tertentu yang diharapkan dapat mewakili kepentingan rakyat tertentu; tertentu yang diharapkan dapat mewakili kepentingan rakyat tertentu; e)

e) Agar kehendak masing-masing golongan dapat diketahui oleh pemenntahAgar kehendak masing-masing golongan dapat diketahui oleh pemenntah atau anggota masyarakat lain, maka harus diakui adanya hak menyatakan atau anggota masyarakat lain, maka harus diakui adanya hak menyatakan  pendapat

 pendapat (lisan, (lisan, tertulis, tertulis, pertemupertemuan, an, media media elektronik elektronik dan dan media media cetak,cetak, dsb);

dsb); f)

f) Pengakuan terhadap anggota masyarakat yang tidak ikut serta dalamPengakuan terhadap anggota masyarakat yang tidak ikut serta dalam  pemilihan um

 pemilihan umum.um. Ciri-ciri kepribadian yang

Ciri-ciri kepribadian yang demokratis:demokratis: (1) Menerima orang lain;

(1) Menerima orang lain;

(2) terbuka terhadap pengalaman dan ide-ide baru; (2) terbuka terhadap pengalaman dan ide-ide baru; (3)

(3) bertanggungbertanggungjawab;jawab;

(4) Waspada terhadap kekuasaan; (4) Waspada terhadap kekuasaan; (5)

(5) Toleransi terhadap perbedaan-perbedaanToleransi terhadap perbedaan-perbedaan;; (6)

(6) Emosi-emEmosi-emosinya terkendali;osinya terkendali; (7) Menaruh

(7) Menaruh kepercaykepercayaan terhadap lingkunganaan terhadap lingkungan

3.

3. Pelaksanaan Demokrasi di IndonesiaPelaksanaan Demokrasi di Indonesia

Dalam perjalanan sejarah bangsa, ada empat macam demokrasi di bidang Dalam perjalanan sejarah bangsa, ada empat macam demokrasi di bidang  politik

 politik yang yang pernah pernah diterapkan diterapkan dalam dalam kehidupan kehidupan ketatanegketatanegaraan araan Indonesia,Indonesia, yaitu:

yaitu:

1.

1. Demokrasi Parlementer (liberal)Demokrasi Parlementer (liberal)

Demokrasi ini dipraktikan pada masa berlakunya UUD 1945 periode Demokrasi ini dipraktikan pada masa berlakunya UUD 1945 periode  pertama

 pertama (1945-1949) (1945-1949) kemudian kemudian dilanjutkan dilanjutkan pada pada bertakunya bertakunya KonstitusiKonstitusi Republik Indonesia Serikat (UUD RIS) 1949 dan UUDS 1950. Demokrasi Republik Indonesia Serikat (UUD RIS) 1949 dan UUDS 1950. Demokrasi ini secara yuridis resmi berakhir pada tanggal 5 Juti 1959 bersamaan ini secara yuridis resmi berakhir pada tanggal 5 Juti 1959 bersamaan dengan pemberlakuan kembal UUD 1945.

(10)

Pada masa berlakunya demokrasi parlementer (1945-1959), kehidupan Pada masa berlakunya demokrasi parlementer (1945-1959), kehidupan  politik

 politik dan dan pemerintahpemerintahan an tidak tidak stabil, stabil, sehingga sehingga program program dari dari suatusuatu  pemerintahan tidak

 pemerintahan tidak dapat dapat dijalankan dijalankan dengan dengan baik baik dan dan berkesinamberkesinambungan.bungan. Timbulnya perbedaan pendapat yang sangat mendasar diantara partai Timbulnya perbedaan pendapat yang sangat mendasar diantara partai  politik yang ada pa

 politik yang ada pada saat itu.da saat itu. 2.

2. Demokrasi TerpimpinDemokrasi Terpimpin

Mengapa lahir demokrasi terpimpin?, yaitu lahir dari keinsyafan, Mengapa lahir demokrasi terpimpin?, yaitu lahir dari keinsyafan, kesadaran, dan keyakinan terhadap keburukan yang diakibatkan oleh kesadaran, dan keyakinan terhadap keburukan yang diakibatkan oleh  praktik

 praktik demokrasi demokrasi parlementeparlementer r (liberal) (liberal) yang yang melahirikan melahirikan terpecahnyterpecahnyaa masyarakat, baik dalam kehidupan politik maupun dalam tatanan masyarakat, baik dalam kehidupan politik maupun dalam tatanan kehidupan ekonomi.

kehidupan ekonomi.

Secara konsepsional, demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat Secara konsepsional, demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat. Hal itu dapat dilihat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat. Hal itu dapat dilihat dan ungkapan Presiden Soekarno ketika memberikan amanat kepada dan ungkapan Presiden Soekarno ketika memberikan amanat kepada konstituante tanggal 22 April 1959 tentang pokok-pokok demokrasi konstituante tanggal 22 April 1959 tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin, antara lain;

terpimpin, antara lain; a)

a) DemokraDemokrasi si terpimpin bukanlah dictatorterpimpin bukanlah dictator  b)

 b) Demokrasi terpimpin adalah demokrasi yang cocok denganDemokrasi terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia

kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia c)

c) Demokrasi terpimpin adalah demokrasi disegala soal kenegaraan danDemokrasi terpimpin adalah demokrasi disegala soal kenegaraan dan kemasy

kemasyarakatan yang meliputi bidang politik, arakatan yang meliputi bidang politik, ekonomi, dan socialekonomi, dan social d)

d) Inti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalahInti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalah  permusya

 permusyawaratan yawaratan yang dipimpin oleh hikmng dipimpin oleh hikmat kebijaksanaat kebijaksanaan.an. e)

e) Oposisi dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yangOposisi dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang membangun diharuskan dalam demokrasi terpimpin.

membangun diharuskan dalam demokrasi terpimpin.

Berdasarkan pokok pikiran tersebut demokrasi terpimpin tidak Berdasarkan pokok pikiran tersebut demokrasi terpimpin tidak  bertentangan

 bertentangan dengan dengan Pancasila Pancasila dan dan UUD UUD 1945 1945 serta serta budaya budaya bangsabangsa Indoesia. Namun dalam praktiknya, konsep-konsep tersebut tidak Indoesia. Namun dalam praktiknya, konsep-konsep tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya, sehingga seringkali menyimpang dan direalisasikan sebagaimana mestinya, sehingga seringkali menyimpang dan nilai-riilai Pancasila, UUD 1945, dan budaya bangsa. Penyebabnya adalah nilai-riilai Pancasila, UUD 1945, dan budaya bangsa. Penyebabnya adalah selain terletak pada presiden, juga karena kelemahan legislative sebagai selain terletak pada presiden, juga karena kelemahan legislative sebagai  patner

 patner dan dan pengontrol pengontrol eksekutiI eksekutiI serta serta situasi situasi social social poltik poltik yang yang tidaktidak menentu saat itu.

menentu saat itu. 3.

3. Demokrasi Pancasila Pada Era Orde BaruDemokrasi Pancasila Pada Era Orde Baru

Demokrasi Pancasila mengandung arti bahwa dalam menggunakan Demokrasi Pancasila mengandung arti bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi haruslah disertai rasa tanggung jawab kepada Tuhan Yang hak demokrasi haruslah disertai rasa tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut agama dan kepercayaan masing-masing, menjunjung Maha Esa menurut agama dan kepercayaan masing-masing, menjunjung tinggi nilal-nilal kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia, tinggi nilal-nilal kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia,

(11)

haruslah menjamin persatuan dan kesatuan bangsa, mengutamakan haruslah menjamin persatuan dan kesatuan bangsa, mengutamakan musyawarah dalam menyelesaian masalah bangsa, dan harus dimanfaatkan musyawarah dalam menyelesaian masalah bangsa, dan harus dimanfaatkan untuk mewujudkan keadilan social. Demokrasi Pancasila berpangkal dari untuk mewujudkan keadilan social. Demokrasi Pancasila berpangkal dari kekeluargaa

kekeluargaan dan n dan gotong royong. Semangat kekeluargaan itu sendiri gotong royong. Semangat kekeluargaan itu sendiri sudahsudah lama dianut dan berkembang dalam masyarakat Indonesia, khususnya di lama dianut dan berkembang dalam masyarakat Indonesia, khususnya di masyarakat pedesaan.

masyarakat pedesaan.

Mengapa lahir demokrasi Pancasila? Munculnya demokrsi Pancasila Mengapa lahir demokrasi Pancasila? Munculnya demokrsi Pancasila adalah adanya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang di alami adalah adanya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang di alami oleh bangsa Indonesia pada berlakunya demokrsi parlementer dan oleh bangsa Indonesia pada berlakunya demokrsi parlementer dan demokrasi terpimpin. Kedua jenis demokrasi tersebut tidak cocok demokrasi terpimpin. Kedua jenis demokrasi tersebut tidak cocok doterapkan diindonesia yang bernapaskan kekeluargaan dan gotong doterapkan diindonesia yang bernapaskan kekeluargaan dan gotong royong.

royong.

Sejak lahirnya orde baru di Indonesia diberlakukan demokrasi Pancasila Sejak lahirnya orde baru di Indonesia diberlakukan demokrasi Pancasila sampai saat ini. Meskipun demojrasi ini tidak bertentangan dengan prinsip sampai saat ini. Meskipun demojrasi ini tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi konstitusional, namun praktik demokrasi yang dijalankan pada demokrasi konstitusional, namun praktik demokrasi yang dijalankan pada masa orde baru masih terdapat berbagai peyimpangan yang tidak ejalan masa orde baru masih terdapat berbagai peyimpangan yang tidak ejalan dengan ciri dan

dengan ciri dan prinsip demokrasi pancasila, diantaranyaprinsip demokrasi pancasila, diantaranya:: a)

a) PenyelenggPenyelenggaraan pemilu yang tidak jaraan pemilu yang tidak jujur dan ujur dan adiladil  b)

 b) PenegakkPenegakkan kebebasan berpolitik bagi an kebebasan berpolitik bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS)Pegawai Negeri Sipil (PNS) c)

c) Kekuasaan kehakiman (yudikatif) yang tidak mandiri karena para hakimKekuasaan kehakiman (yudikatif) yang tidak mandiri karena para hakim adalah anggota

adalah anggota PNS PNS Departemen Departemen KehakimanKehakiman d)

d) Kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapatKurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat e)

e) System kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelahSystem kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelah f)

f) Maraknya praktik kolusi, korupsi, dan Maraknya praktik kolusi, korupsi, dan nepotismenepotisme g)

g) Menteri-mMenteri-menteri dan enteri dan Gubernur di angkat menjadi anggota MPRGubernur di angkat menjadi anggota MPR

4.

4. Demokrasi Pancasila Pada Era Orde ReformasiDemokrasi Pancasila Pada Era Orde Reformasi

Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi ini masih tetap demokrasi Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi ini masih tetap demokrasi  pancasila.

 pancasila. Namun Namun perbedaanya perbedaanya terletak terletak pada pada aturan aturan pelaksanpelaksanaan.aan. Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik pelaksanaan Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik pelaksanaan demokrasi, terdapat beberapa perubahan pelaksanaan demokrasi pancasila demokrasi, terdapat beberapa perubahan pelaksanaan demokrasi pancasila dari masa orde baru pelaksanaan demokrasi pada masa orde reformasi dari masa orde baru pelaksanaan demokrasi pada masa orde reformasi sekarang ini yaitu :

sekarang ini yaitu : a)

a) Pemilihan umum lebih Pemilihan umum lebih demokratisdemokratis  b)

 b) Partai politik lebih mandiriPartai politik lebih mandiri c)

c) LembaLembaga demokrasi ga demokrasi lebih lebih berfungsiberfungsi d)

d) Konsep trias politika (3 Pilar Kekuasaan Negara) masing-masingKonsep trias politika (3 Pilar Kekuasaan Negara) masing-masing  bersifat otonom

(12)

Adanya kehidupan yang demokratis, melalui hukum dan peraturan yang Adanya kehidupan yang demokratis, melalui hukum dan peraturan yang dibuat be\rdasarkan kehendak rakyat, ketentraman dan ketertiban akan dibuat be\rdasarkan kehendak rakyat, ketentraman dan ketertiban akan lebih mudah diwujudkan. Tata cara pelaksanaan demokrasi Pancasila lebih mudah diwujudkan. Tata cara pelaksanaan demokrasi Pancasila dilandaskan atas mekanisme konstitusional karena penyelenggaraan dilandaskan atas mekanisme konstitusional karena penyelenggaraan  pemeritah Ne

 pemeritah Negara Republik gara Republik Indonesia beIndonesia berdasarkan kordasarkan konstitusi.nstitusi.

Demokrasi pancasila hanya akan dapat dilaksanakandengan baik apabila Demokrasi pancasila hanya akan dapat dilaksanakandengan baik apabila nilai-nilai yang terkandung didalamnya dapat dipahami dan dihayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya dapat dipahami dan dihayati sebagai nilai-nilai budaya politik yang mempengaruhi sikap hidup politik sebagai nilai-nilai budaya politik yang mempengaruhi sikap hidup politik  pendukungnya

 pendukungnya.. Catatan penting :

Catatan penting : kegagalan Demokrasi Pancasila pada zaman orde baru,kegagalan Demokrasi Pancasila pada zaman orde baru,  bukan

 bukan berasal berasal dari dari konsep konsep dasar dasar demokrasi demokrasi pancasila, pancasila, melainkamelainkan n lebihlebih kepada praktik atau pelaksanaanya yang mengingkari keberadaan kepada praktik atau pelaksanaanya yang mengingkari keberadaan Demokrasi Pancasila.

Demokrasi Pancasila.

B.

B. KEDAULATAN RAKYATKEDAULATAN RAKYAT

Kedaulatan berasal dari bahasa Arab (daulah), yang berarti kekuasaan tertinggi. Kedaulatan berasal dari bahasa Arab (daulah), yang berarti kekuasaan tertinggi. Menurut Jean Bodin (tokoh ilmu negara), kedaulatan dalam negara ialah kekuasaan Menurut Jean Bodin (tokoh ilmu negara), kedaulatan dalam negara ialah kekuasaan tertinggi dalam negara yang tidak berasal dari kekuasaan lain. Berdasarkan tertinggi dalam negara yang tidak berasal dari kekuasaan lain. Berdasarkan  pengertian terse

 pengertian tersebut maka but maka kedaulatan mkedaulatan memiliki sifat :emiliki sifat : a.

a. asli, tidak terbagi bagi, mutlak, dan permanen. Karena kekuasaan yangasli, tidak terbagi bagi, mutlak, dan permanen. Karena kekuasaan yang tertinggi itu tidak

tertinggi itu tidak berasal dari pemberian kekuaberasal dari pemberian kekuasaan yang lebih tinggi.saan yang lebih tinggi.  b.

 b. tidak terbagi-bagi artinya utuh dimiliki oleh pemegang kedaulatan itu tanpatidak terbagi-bagi artinya utuh dimiliki oleh pemegang kedaulatan itu tanpa dibagi kepada pihak lain.

dibagi kepada pihak lain. c.

c. Permanen / abadi, artinya kedaulatan itu tetap, tidak berubah berada dalamPermanen / abadi, artinya kedaulatan itu tetap, tidak berubah berada dalam kekuasaan pemegang kedaulatan tersebut.

kekuasaan pemegang kedaulatan tersebut. d.

d. Tunggal berarti hanya ada satu kekuasaan tertinggi, sehingga kekuasaan ituTunggal berarti hanya ada satu kekuasaan tertinggi, sehingga kekuasaan itu tidak dapat dibagi-bagi. Dengan demikian, kedaulatan sebagai kekuasaan tidak dapat dibagi-bagi. Dengan demikian, kedaulatan sebagai kekuasaan tertinggi.

tertinggi.

Pengertian kedaulatan rakyat berhubungan erat dengan pengertian perjanjian Pengertian kedaulatan rakyat berhubungan erat dengan pengertian perjanjian masyarakat dalam pembentukan asal mula negara. Negara terbentuk karena adanya masyarakat dalam pembentukan asal mula negara. Negara terbentuk karena adanya  perjanjian

 perjanjian masyaramasyarakat. kat. Perjanjian Perjanjian masyamasyarakat rakat disebut disebut juga juga dengan dengan istilah istilah kontrakkontrak sosial. Ada beberapa ahli yang telah mempelajari kontrak sosial, antara lain sosial. Ada beberapa ahli yang telah mempelajari kontrak sosial, antara lain Thomas Hobbes, John Locke, dan Jean Jaques Rousseau. Kedaulatan adalah suatu Thomas Hobbes, John Locke, dan Jean Jaques Rousseau. Kedaulatan adalah suatu hak eksklusif untuk menguasai suatu wilayah pemerintahan, masyarakat, atau atas hak eksklusif untuk menguasai suatu wilayah pemerintahan, masyarakat, atau atas diri sendiri terdapat penganut dalam dua teori yaitu berdasarkan pemberian dari diri sendiri terdapat penganut dalam dua teori yaitu berdasarkan pemberian dari Tuhan atau

Tuhan atau MasyarakMasyarakat.at.

Beberapa pemikiran mengenai kedaulatan dan pemegang kedaulatan suatu negara Beberapa pemikiran mengenai kedaulatan dan pemegang kedaulatan suatu negara setelah revolusi Perancis dikemukakan oleh Jean-Jacques Rousseau dalam setelah revolusi Perancis dikemukakan oleh Jean-Jacques Rousseau dalam karyanya Du Contrat Social Ou Principes Du Droit Politique (Mengenai Kontrak karyanya Du Contrat Social Ou Principes Du Droit Politique (Mengenai Kontrak

(13)

Sosial atau Prinsip-prinsip Hak Politik) membagi tingkat kedaulatan menjadi dua Sosial atau Prinsip-prinsip Hak Politik) membagi tingkat kedaulatan menjadi dua yaitu de facto dan de jure.

yaitu de facto dan de jure.

Teori Kedaulatan yang Dianut oleh

Teori Kedaulatan yang Dianut oleh Negara Republik IndonesiaNegara Republik Indonesia

Berdasarka

Berdasarkan uraian tn uraian tentang jenis kedaulatan seperti yang entang jenis kedaulatan seperti yang telah di telah di jelaskan, Bangsajelaskan, Bangsa Indonesia diketahui menganut

Indonesia diketahui menganutkedaulatan rakyatkedaulatan rakyat. Dasar dari penjelasan tersebut,. Dasar dari penjelasan tersebut, dapat dilihat di dalam

dapat dilihat di dalam Pancasila sila ke-4Pancasila sila ke-4. Isinya adalah. Isinya adalah ”Kerakyatan yang”Kerakyatan yang dipimpin oleh

dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”..

Bukti lain bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dapat kita temukan di dalam Bukti lain bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dapat kita temukan di dalam isi Pembukaan UUD 1945 pada alinea ke-4, yang perumusannya sebagai berikut: isi Pembukaan UUD 1945 pada alinea ke-4, yang perumusannya sebagai berikut: ”….. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu ”….. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Undang-undang Dasar negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan

Negara Re

Negara Republipubli k Ik I ndonesndonesia yang bia yang beerrkedaulatan rkedaulatan r akyat akyat   dengan berdasar kepada  dengan berdasar kepada  Ketuhanan

 Ketuhanan Yang Yang Maha Maha Esa, Esa, Kemanusiaan Kemanusiaan yang yang adil adil dan dan beradab, beradab, persatuanpersatuan  Indonesia,

 Indonesia, dan dan kerakyatakerakyatan n yang yang dipimpin dipimpin oleh oleh hikmah hikmah kebijaksanaan kebijaksanaan dalamdalam  permusyawara

 permusyawaratan tan perwakilan, perwakilan, serta serta dengan dengan mewujudkan mewujudkan suatu suatu keadilan keadilan bagibagi  seluruh rakya

 seluruh rakyat Indonesia”.t Indonesia”.

Bagaimana di dalam pasal-pasal UUD 1945? Dalam UUD 1945 pasal 1 ayat 2, Bagaimana di dalam pasal-pasal UUD 1945? Dalam UUD 1945 pasal 1 ayat 2, ditegaskan bahwa kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut ditegaskan bahwa kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-undang Dasar.

Undang-undang Dasar.

Berdasarkan uraian tentang kedaulatan rakyat tersebut, jelaslah bahwa negara kita Berdasarkan uraian tentang kedaulatan rakyat tersebut, jelaslah bahwa negara kita termasuk penganut teori kedaulatan rakyat. Rakyat memiliki kekuasaan yang termasuk penganut teori kedaulatan rakyat. Rakyat memiliki kekuasaan yang tertinggi dalam negara, tetapi pelaksanaanya diatur oleh undang-undang dasar. tertinggi dalam negara, tetapi pelaksanaanya diatur oleh undang-undang dasar. Selain dari penganut jenis kedaulatan rakyat, ternyata UUD Negara RI Tahun Selain dari penganut jenis kedaulatan rakyat, ternyata UUD Negara RI Tahun 1945, juga menganut jenis kedaulatan hukum. Hal tersebut dapat ditemukan di 1945, juga menganut jenis kedaulatan hukum. Hal tersebut dapat ditemukan di dalam

dalam pasal 1 ayat 3 UUD 1945pasal 1 ayat 3 UUD 1945, isinya adalah, isinya adalah negara Indonesia adalah negaranegara Indonesia adalah negara hukum

hukum. Artinya negara kita bukan negara kekuasaan. Bahwa segala sesuatu yang. Artinya negara kita bukan negara kekuasaan. Bahwa segala sesuatu yang  berkaitan

 berkaitan dengan dengan kehidupan kehidupan bermasybermasyarakat, arakat, berbangsberbangsa a dan dan bernegara bernegara diaturdiatur menurut hukum yang berlaku. Misalnya peraturan berlalu lintas di

menurut hukum yang berlaku. Misalnya peraturan berlalu lintas di jalan raya diaturjalan raya diatur oleh peraturan lalu lintas. Menebang pohoh dihutan diatur oleh peraturan, supaya oleh peraturan lalu lintas. Menebang pohoh dihutan diatur oleh peraturan, supaya tidak terjadi penggundulan hutan yang berakibat banjir, dan contoh lainnya.

tidak terjadi penggundulan hutan yang berakibat banjir, dan contoh lainnya.

Pasal 27 ayat 1 UUD 1945 juga merupakan dasar bahwa negara kita menganut Pasal 27 ayat 1 UUD 1945 juga merupakan dasar bahwa negara kita menganut kedaulatan hukum isi lengkapnya adalah segala warga negara bersamaan kedaulatan hukum isi lengkapnya adalah segala warga negara bersamaan kedudukkany

kedudukkanya dalam hukum dan a dalam hukum dan pemerintahan serta wajib menjunjung hukum danpemerintahan serta wajib menjunjung hukum dan  pemerintahan dengan tidak

 pemerintahan dengan tidak ada kecualinya. Maknanya ada kecualinya. Maknanya bahwa setiap bahwa setiap warga negarawarga negara yang ada di wilayah negara kita kedudukan sama di dalam hukum, jika melanggar yang ada di wilayah negara kita kedudukan sama di dalam hukum, jika melanggar hukum siapapun akan mendapat sanksi. Misalnya rakyat biasa, atau anak pejabat hukum siapapun akan mendapat sanksi. Misalnya rakyat biasa, atau anak pejabat  jika mereka melangg

 jika mereka melanggar harus diberikan sanksi, mungkin berupa kurungan (penar harus diberikan sanksi, mungkin berupa kurungan (penjara)jara) atau dikenakan denda.

atau dikenakan denda.

MACAM

MACAM –  –  MACAM KEDAULATAN RAKYAT MACAM KEDAULATAN RAKYAT

Kedaulatan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: Kedaulatan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

(14)

a.

a. Kedaulatan ke dalam (internal sovereignity), yaitu negara berhak mengaturKedaulatan ke dalam (internal sovereignity), yaitu negara berhak mengatur segala kepentingan rakyat melalui berbagai lembaga Negara dan perangkat segala kepentingan rakyat melalui berbagai lembaga Negara dan perangkat lainnya tanpa campur tangan negara lain.

lainnya tanpa campur tangan negara lain.  b.

 b. Kedaulatan ke luar (external sovereignity) yaitu negara berhak untukKedaulatan ke luar (external sovereignity) yaitu negara berhak untuk mengadakan hubungan atau kerjasama dengan negara-negara lain, untuk mengadakan hubungan atau kerjasama dengan negara-negara lain, untuk kepentingan bangsa dan negara.

kepentingan bangsa dan negara.

CARA PANDANG TENTANG KEDAULATAN CARA PANDANG TENTANG KEDAULATAN

Ada dua ajaran atau faham yang memberikan pengertian tentang kedaulatan ini, Ada dua ajaran atau faham yang memberikan pengertian tentang kedaulatan ini, yaitu :

yaitu : 1.

1. Monisme, yang menyatakan bahwa kedaulatan adalah tunggal, tidak dapatMonisme, yang menyatakan bahwa kedaulatan adalah tunggal, tidak dapat dibagi-bagi, dan pemegang kedaulatan adalah pemegang wewenang tertinggi dibagi-bagi, dan pemegang kedaulatan adalah pemegang wewenang tertinggi dalam negara (baik yang berwujud persoon atau lembaga). Jadi wewenang dalam negara (baik yang berwujud persoon atau lembaga). Jadi wewenang tertinggi yang menentukan wewenang-wewenang yang ada dalam negara tertinggi yang menentukan wewenang-wewenang yang ada dalam negara tersebut

tersebut (Kompetenz-(Kompetenz-Kompetenz).Kompetenz). 2.

2. Pluralisme, ajaran yang menyatakan bahwa negara bukanlah satu-satunyaPluralisme, ajaran yang menyatakan bahwa negara bukanlah satu-satunya organisasi yang memiliki kedaulatan (Harold J Laski). Banyak organisasi yang memiliki kedaulatan (Harold J Laski). Banyak organisasi-organisasi lain yang „berdaulat„ terhadap orang

organisasi lain yang „berdaulat„ terhadap orang-orang dalam masyarakat.-orang dalam masyarakat. Sehingga, tugas negara hanyalah

Sehingga, tugas negara hanyalah mengkoordinir (koordineren) organisasi yangmengkoordinir (koordineren) organisasi yang  berdaulat

 berdaulat di di bidangnya bidangnya masing-mamasing-masing. sing. Keadaan Keadaan ini ini oleh oleh Baker Baker disebutkadisebutkann sebagai “Polyarchisme”. Di lingkungan ajaran Katholik dikenal dengan nama sebagai “Polyarchisme”. Di lingkungan ajaran Katholik dikenal dengan nama “subsidiaristeit beginsel” (prinsip subsidiaritas). Ajaran Pluralisme ini lahir “subsidiaristeit beginsel” (prinsip subsidiaritas). Ajaran Pluralisme ini lahir karena ajaran Monisme terlalu menekankan soal kekuatan atau menekankan karena ajaran Monisme terlalu menekankan soal kekuatan atau menekankan (force) hukum dalam melihat masyarakat negara, dan kurang menekankan soal (force) hukum dalam melihat masyarakat negara, dan kurang menekankan soal kehendak (will) dari rakyat seperti

kehendak (will) dari rakyat seperti yang diajarkan Rousseau.yang diajarkan Rousseau.

KEDAULATAN MENURUT UUD 1945 KEDAULATAN MENURUT UUD 1945 1.

1. Kedaulatan Menurut UUD 1945 Sebelum PerubahanKedaulatan Menurut UUD 1945 Sebelum Perubahan

Indonesia adalah salah satu negara yang menganut teori kedaulatan rakyat. Indonesia adalah salah satu negara yang menganut teori kedaulatan rakyat. Hal itu

Hal itu terlihat dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi: “...susunanterlihat dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi: “...susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat...”. selanjutnya negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat...”. selanjutnya dijelaskan pula dalam pasal 1 ayat (2) UUD 1945 hasil dekrit 5 juli 1959 dijelaskan pula dalam pasal 1 ayat (2) UUD 1945 hasil dekrit 5 juli 1959 atau sebelum perubahan yang berbunyi: “Kedaulatan

atau sebelum perubahan yang berbunyi: “Kedaulatan  adalah ditangan  adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”. rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”. Menurut pasal tersebut maka MPR adalah penjelmaan rakyat indonesia Menurut pasal tersebut maka MPR adalah penjelmaan rakyat indonesia sebagai satu-satunya lembaga yang memegang kedaulatan rakyat sebagai satu-satunya lembaga yang memegang kedaulatan rakyat sepenuhnya.

sepenuhnya.

2.

2. Kedaulatan Menurut UUD 1945 Setelah PerubahanKedaulatan Menurut UUD 1945 Setelah Perubahan

Perubahan UUD 1945 ketiga tahun 2001 yang diantaranya mengubah Perubahan UUD 1945 ketiga tahun 2001 yang diantaranya mengubah rumusan pasal 2 ayat (2) UUD 1945 yang bunyinya menjadi: “Kedaulatan rumusan pasal 2 ayat (2) UUD 1945 yang bunyinya menjadi: “Kedaulatan

(15)

adalah ditangan rakyat dan

adalah ditangan rakyat dan dilaksanakadilaksanakan menurut n menurut Undang-Undang-Undang Dasar”.Undang Dasar”. Perubahan rumusan pasal 2 ayat (2) UUD 1945 tersebut membawa Perubahan rumusan pasal 2 ayat (2) UUD 1945 tersebut membawa kosekuensi dan implikasi yang si

kosekuensi dan implikasi yang signifikan terhadap fungsi dan gnifikan terhadap fungsi dan kewenangkewenanganan dari lembaga negara, terutama pada lembaga MPR sebagai pelaksana dari lembaga negara, terutama pada lembaga MPR sebagai pelaksana kedaulatan rakyat sepenuhnya. Dengan demikian MPR tidak lagi sebagai kedaulatan rakyat sepenuhnya. Dengan demikian MPR tidak lagi sebagai satu-satunya lembaga yang melakukan kedaulatan rakyat. Kedaulatan tetap satu-satunya lembaga yang melakukan kedaulatan rakyat. Kedaulatan tetap dipegang oleh rakyat, namun pelaksanaanya dilakukan oleh beberpa dipegang oleh rakyat, namun pelaksanaanya dilakukan oleh beberpa lembaga negara yang memperoleh amanat dari rakyat dalam lembaga negara yang memperoleh amanat dari rakyat dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.

(16)

BAB III BAB III

TINJAUAN TERHADAP PEMILIHAN KEPALA DESA TANGGEUNG TINJAUAN TERHADAP PEMILIHAN KEPALA DESA TANGGEUNG

KECAMATAN TANGGEUNG KABUPATEN CIANJUR KECAMATAN TANGGEUNG KABUPATEN CIANJUR

A.

A. Kondisi Geografis dan Kondisi Geografis dan DemograDemografis fis Desa TanggeunDesa Tanggeungg

a.

a. Bidang PemerintahanBidang Pemerintahan 1.

1. UmumUmum

1. Luas dan Batas Wilayah 1. Luas dan Batas Wilayah

a.

a. luas luas Desa Desa : : 337 337 HaHa  b.

 b. Batas WilayaBatas Wilayahh 1.

1. Sebelah Sebelah Utara Utara : : CilongsongCilongsong 2.

2. Sebelah Sebelah Selatan Selatan : : SukajayaSukajaya 3.

3. Sebelah Sebelah Barat Barat : : MargaluyuMargaluyu 4.

4. Sebelah Sebelah Timur Timur : : KertajayaKertajaya

2. Kondisi

2. Kondisi GeografisGeografis a.

a. Ketinggian Ketinggian Tanah Tanah dari dari PemukPemukaan aan Laut Laut : : + + 400 400 dpldpl  b.

 b. Banyak CuraBanyak Curah Hujan h Hujan : : + 300 mm/Th+ 300 mm/Th c.

c. Topografi Topografi (Dataran (Dataran Rendah Rendah / / Tinggi Tinggi Pantai) Pantai) : : --c.

c. Suhu Suhu Udara Udara Rata-Rata Rata-Rata : : 404000CC

3. Orbitasi (Jarak dari Pusat Pemerintahan ) 3. Orbitasi (Jarak dari Pusat Pemerintahan )

a.

a. Jarak Jarak dari dari Pusat Pusat Pemerintahan Pemerintahan KecamatanKecamatan : : 0,2 0,2 KmKm

 b.

 b. Jarak dari PuJarak dari Pusat Pemerintasat Pemerintahan Kotahan Kota Administratif

Administratif

:

: - - KmKm

c.

c. Jarak Jarak dari dari Ibu Ibu Kota Kota Kabupaten Kabupaten : : 80 80 KmKm d.

d. Jarak Jarak dari dari Ibu Ibu Kota Kota Provinsi Provinsi : : 149 149 KmKm e.

e. Jarak Jarak dari dari Ibu Ibu Kota Kota Negara Negara : : 300 300 KmKm

2.

2. PertanahanPertanahan

1.

1. Tanah Tanah Kas Kas Desa Desa : : 32 32 HaHa 2.

2. Tanah Tanah BersertifikaBersertifikat t : : 8 8 HaHa 3.

3. Tanah Tanah yang yang belum belum Bersertifikat Bersertifikat : : 24 24 HaHa

3.

3. KependudukanKependudukan

1.

1. Jumlah Jumlah Penduduk Penduduk MenurutMenurut a.

a. Jenis Jenis KelaminKelamin 1. Laki

1. Laki –  – laki laki : : 2046 2046 OrgOrg 2.

(17)

 b.

 b. Kepala KeKepala Keluarga luarga : : 1121 1121 KKKK c. Kewarganegaraan

c. Kewarganegaraan 1.

1. WNI WNI : : 4121 4121 OrgOrg 2.

2. WNA WNA : : OrgOrg

2.

2. Jumlah Jumlah Penduduk Penduduk Menurut Menurut AgamaAgama a.

a. Islam Islam : : 4121 4121 OrgOrg  b.

 b. Kristen Kristen : : OrgOrg c.

c. Katholik Katholik : : OrgOrg d.

d. Hindu Hindu : : OrgOrg

e.

e. Budha Budha : : OrgOrg

3.

3. Jumlah Jumlah Penduduk Penduduk Menurut Menurut UsiaUsia a.

a. Menurut Menurut Kelompok Kelompok PendidikanPendidikan 1.

1. Usia Usia 0404 –  – 06 06 Tahun Tahun : : 102 102 OrgOrg 2.

2. Usia Usia 0707 –  – 12 12 Tahun Tahun : : 153 153 OrgOrg 3.

3. Usia Usia 1313 –  – 15 15 Tahun Tahun : : 136 136 OrgOrg 4.

4. Usia Usia 1616 –  – 19 19 Tahun Tahun : : 170 170 OrgOrg  b.

 b. Kelompok Kelompok KerjaKerja 1. 20

1. 20 –  – 26 26 Tahun Tahun : : 60 60 OrgOrg 2. 27

2. 27 –  – 40 40 Tahun Tahun : : 15 15 OrgOrg

4.

4. Jumlah Jumlah Penduduk Penduduk Menurut Menurut Tingkat Tingkat PendidikanPendidikan a.

a. Lulus Lulus Pendidikan Pendidikan Umum Umum : : 53 53 OrgOrg  b.

 b. Lulus PendidikaLulus Pendidikan Kejuruan n Kejuruan : : 11 11 OrgOrg

5.

5. Jumlah Jumlah Penduduk Penduduk Menurut Menurut Mata Mata PencahariaPencahariann a.

a. Karyawan Karyawan : : 119 119 OrgOrg  b.

 b. WiraswasWiraswasta ta : : 153 153 OrgOrg c.

c. Tani Tani : : 850 850 OrgOrg d.

d. Pertukangan Pertukangan : : 51 51 OrgOrg e.

e. Pensiunan Pensiunan : : 45 45 OrgOrg f.

f. Nelayan Nelayan : : OrgOrg g.

g. Pemulung Pemulung : : 30 30 OrgOrg h.

h. Jasa Jasa : : 68 68 OrgOrg i.

i. Buruh Buruh Tani Tani : : OrgOrg

6.

6. Jumlah Jumlah Penduduk Penduduk Menurut Menurut Mobilitas/Mutasi Mobilitas/Mutasi PendudukPenduduk a.

a. Lahir Lahir : : 66 66 OrgOrg  b.

 b. Mati Mati : : 27 27 OrgOrg c.

c. Datang Datang : : 9 9 OrgOrg d.

d. Pindah Pindah : : 30 30 OrgOrg

4.

(18)

a.

a. Kepala Kepala Urusan Urusan : : 5 5 OrgOrg  b. Kepala Dusu

 b. Kepala Dusun n : : 4 4 OrgOrg c.

c. Staff Staff : : 7 7 OrgOrg

5.

5. Pembinaan RT/RWPembinaan RT/RW

1.

1. Jumlah Jumlah RT RT : : 17 17 OrgOrg 2.

2. Jumlah Jumlah RW RW : : 5 5 OrgOrg

6.

6. Jumlah Pelayanan MasyarakatJumlah Pelayanan Masyarakat

1.

1. Pelayanan Pelayanan Umum Umum : : 5 5 OrgOrg 2.

2. Pelayanan Pelayanan Kependudukan Kependudukan : : 1 1 OrgOrg 3.

3. Pelayanan Pelayanan Legalisasi Legalisasi 1 1 OrgOrg

b.

b. Bidang PembangunanBidang Pembangunan 1.

1. AgamaAgama

Sarana Peribadatan Sarana Peribadatan a.

a. Jumlah Jumlah Masjid Masjid : : 7 7 BhBh  b.

 b. Jumlah MushoJumlah Mushola la : : 34 34 BhBh c.

c. Jumlah Jumlah Gereja Gereja : : - - BhBh d.

d. Jumlah Jumlah Vihara Vihara : : - - BhBh e.

e. Jumlah Jumlah Pura Pura : : - - BhBh

2.

2. PendidikanPendidikan a.

a. Kelompok Kelompok Bermain Bermain : : Gedung Gedung GuruGuru –  –    MuridMurid  b.

 b. TK TK : : 1 1 Gedung Gedung 2 2 Guru Guru 20 20 MuridMurid c.

c. Sekolah Sekolah Dasar Dasar Negeri Negeri / / MI MI : : 3 3 Gedung Gedung 21 21 Guru Guru 408 408 MuridMurid d.

d. SMPN/MTSN SMPN/MTSN : : 2 2 Gedung Gedung 48 48 Guru Guru 1379 1379 MuridMurid e.

e. SMA SMA : : 2 2 Gedung Gedung 58 58 Guru Guru 1125 1125 MuridMurid f.

f. Pendidikan Pendidikan Khusus Khusus Pondok Pondok Pesantren Pesantren : : 5 5 Gedung Gedung 10 10 Guru Guru 300 300 MuridMurid g.

g. Madrasah Madrasah : : 10 10 Gedung Gedung 250 250 Guru Guru MuridMurid h.

h. Sekolah Sekolah Luar Luar Biasa Biasa : : - - GedungGedung –  –   Guru  Guru –  –    MuridMurid i.

(19)

B.

B. Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Di Desa Tanggeung Kecamatan TanggeungPelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Di Desa Tanggeung Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur.

Kabupaten Cianjur.

Desa memiliki pemerintah desa yang terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa Desa memiliki pemerintah desa yang terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Menurut Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang otonomi Daerah, pasal 203, Menurut Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang otonomi Daerah, pasal 203, Kepala Desa dipilih langsung oleh dan dari penduduk desa warga negara Republik Kepala Desa dipilih langsung oleh dan dari penduduk desa warga negara Republik Indonesia yang syarat selanjutnya dan tata cara pemilihannya diatur dengan Indonesia yang syarat selanjutnya dan tata cara pemilihannya diatur dengan Peraturan Daerah yang berpedoman dengan Peraturan pemerintah. Selain itu juga Peraturan Daerah yang berpedoman dengan Peraturan pemerintah. Selain itu juga Kepala Desa mempunyai wewenang, kewajiban, dan hak kepala desa.

Kepala Desa mempunyai wewenang, kewajiban, dan hak kepala desa.

Pemilihan Kepala Desa dalam kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak Pemilihan Kepala Desa dalam kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan yang diakui keberadaannya berlaku tradisionalnya sepanjang masih hidup dan yang diakui keberadaannya berlaku ketentuan hukum adat setempat yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah dengan ketentuan hukum adat setempat yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah dengan  berpedom

 berpedoman pada Peraan pada Peraturan Pemeturan Pemerintah.rintah.

Dalam Peraturan Pemeritah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2005 tentang Dalam Peraturan Pemeritah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, menyebutkan bahwa Pemilihan Kepala Desa dipilih langsung oleh penduduk Desa, menyebutkan bahwa Pemilihan Kepala Desa dipilih langsung oleh penduduk desa dari calon yang memenuhi syarat, pemilihan Kepala Desa bersifat langsung, desa dari calon yang memenuhi syarat, pemilihan Kepala Desa bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan

umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil yang dilaksanakan melalui tahapadil yang dilaksanakan melalui tahap  pencalonan

 pencalonan dan dan tahap tahap pemilihan. pemilihan. Untuk Untuk pencalonapencalonan n dan dan pemilihan pemilihan Kepala Kepala Desa,Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) membentuk panitia pemilihan yang terdiri dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) membentuk panitia pemilihan yang terdiri dari unsur perangkat desa,

unsur perangkat desa, pengurus lembaga kemasyapengurus lembaga kemasyarakatan, dan trakatan, dan tokoh masyarakat.okoh masyarakat. Menurut Peraturan Daerah Kabupaten

Menurut Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 05 Tahun 2006Cianjur Nomor 05 Tahun 2006 tentang Tatatentang Tata Cara

Cara Pencalonan,Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa,Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa, dandan Keputusan Panitia Pemilihan Kepala Desa Nomor 01/KPTS/Pan.Pilkades/2013 Keputusan Panitia Pemilihan Kepala Desa Nomor 01/KPTS/Pan.Pilkades/2013 Tentang

Tentang Tata Tertib Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Tanggeung Tahun 2013Tata Tertib Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Tanggeung Tahun 2013 adalah :

adalah :

1.

1. Persiapan pemilihanPersiapan pemilihan

BPD memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Desa mengenai akan BPD memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Desa mengenai akan  berakhirnya

 berakhirnya masa masa jabatan jabatan kepala kepala Desa Desa 4 4 (empat) (empat) bulan bulan sebelum sebelum berakhir berakhir masamasa  jabatan Kepa

 jabatan Kepala Desa yala Desa yang bersangkng bersangkutan.utan. 2.

2. PembentukPembentukan an Panitia PemilihanPanitia Pemilihan

BPD membentuk paanitia pemilihan, dalam rapat lengkap BPD yang dihadiri BPD membentuk paanitia pemilihan, dalam rapat lengkap BPD yang dihadiri oleh Perangkat Desa, Pengurus Lembaga Kemasyarakatan di Desa dan Tokoh oleh Perangkat Desa, Pengurus Lembaga Kemasyarakatan di Desa dan Tokoh Masyarakat

Masyarakat 3.

3. Susuna Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi Susuna Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi Panitia PemilihanPanitia Pemilihan

Setelah dilaksanakan pelantikan anggota panitia pemilihan, anggota Panitia Setelah dilaksanakan pelantikan anggota panitia pemilihan, anggota Panitia Pemilihan menyusun kelengkapan panitia pemilihan.

(20)

4.

4. Pendaftaran PemilihPendaftaran Pemilih

Panitia pemilihan mengumumkan waktu pendaftaran calon pemilih Panitia pemilihan mengumumkan waktu pendaftaran calon pemilih selambat-lambatnya 10 hari

lambatnya 10 hari sebelum pendaftaran calon pemilih dilaksanakan.sebelum pendaftaran calon pemilih dilaksanakan. 5.

5. Penyusunan Daftar Pemilih SementaraPenyusunan Daftar Pemilih Sementara Hasil Pendaftaran calon pemilih

Hasil Pendaftaran calon pemilih ditetapkan sebagai daftar pemilih ditetapkan sebagai daftar pemilih semensementara.tara. REKAPITULASI HAK PILIH SEMENTARA

REKAPITULASI HAK PILIH SEMENTARA PEMILIHAN KEPALA DESA

PEMILIHAN KEPALA DESA

DESA TANGGEUNG KECAMATAN TANGGEUNG KABUPATEN CIANJUR DESA TANGGEUNG KECAMATAN TANGGEUNG KABUPATEN CIANJUR

TAHUN 2013 TAHUN 2013 NO RT

NO RT JUMLAHJUMLAH JUMLAH HAKJUMLAH HAK PILIH PILIH LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN 1 1 2 2 3 3 4 4 55 1 1 PASANGGRAHAN PASANGGRAHAN I I 65 65 65 65 130130 2 2 PADANG PADANG 94 94 97 97 191191 3 3 WANGUNSARI WANGUNSARI 73 73 65 65 138138 4 4 WANGUN WANGUN 108 108 119 119 227227 5 5 BOJONGNANGKA BOJONGNANGKA 88 88 79 79 167167 6 6 BOJONGSARI BOJONGSARI 99 99 101 101 200200 7 7 BOJONGSIRNA BOJONGSIRNA 87 87 83 83 170170 8 8 SUKAMULYA SUKAMULYA 67 67 63 63 130130 9 9 KAUM KAUM 82 82 74 74 156156 10 10 SIRNAGALIH SIRNAGALIH 61 61 76 76 137137 11 11 PASANGGRAHAN PASANGGRAHAN II II 89 89 95 95 184184 12 12 PEUNDEUY PEUNDEUY 54 54 59 59 113113 13 13 ANGGUYUN ANGGUYUN 83 83 74 74 157157

PANITIA PEMILIHAN KEPALA DESA PANITIA PEMILIHAN KEPALA DESA

DESA TANGGEUNG KECAMATAN TANGGEUNG DESA TANGGEUNG KECAMATAN TANGGEUNG

KABUPATEN CIANJUR KABUPATEN CIANJUR

1.

1. Iip Iip Sarip, Sarip, SP SP Ketua Ketua merangkmerangkap ap anggotaanggota 2.

2. Kusnadi, Kusnadi, S.KM S.KM Wakil Wakil Ketua Ketua merangkap merangkap anggotaanggota 3.

3. Pria Pria Supriatna, Supriatna, S.Pd S.Pd Sekretaris Sekretaris 1 1 merangkmerangkap ap anggotaanggota 4.

4. Mahpudin Mahpudin Sekretaris Sekretaris 2 2 merangkmerangkap ap anggotaanggota 5.

5. Ida Ida Nur Nur Fajar Fajar Bendahara Bendahara merangkap merangkap anggotaanggota 6.

6. Drs. Drs. Ahmad Ahmad AnggotaAnggota 7.

7. Ledi Ledi Ginanjar, Ginanjar, S.Pd S.Pd AnggotaAnggota 8.

8. Watini, Watini, S.Pd S.Pd AnggotaAnggota 9.

9. Densyu Densyu SP, SP, S.Sos S.Sos AnggotaAnggota 10.

10. H. H. Dimyati, Dimyati, A.Ma A.Ma AnggotaAnggota 11.

11. Agus Agus Darmawan, Darmawan, S.Pd S.Pd AnggotaAnggota 12.

12. Bunyamin Bunyamin AnggotaAnggota

13.

(21)

14 14 SUKALAKSANA SUKALAKSANA 97 97 110 110 207207 15 15 PASIRLEMO PASIRLEMO 82 82 90 90 172172 16 16 LAYUNGSARI LAYUNGSARI 116 116 136 136 252252 17 17 MEKARWANGI MEKARWANGI 92 92 116 116 208208 JUMLAH JUMLAH 1437 1437 1502 1502 29392939 Tanggeung, 08 Mei 2013 Tanggeung, 08 Mei 2013 Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa

ttd ttd

IIP SARIP, SP IIP SARIP, SP

6.

6. Penyusunan Daftar Pemilih TetapPenyusunan Daftar Pemilih Tetap

Panitia menetapkan daftar pemilih sementara menjadi daftar pemilih tetap dalam Panitia menetapkan daftar pemilih sementara menjadi daftar pemilih tetap dalam Rapat Panitia dan dapat dihadiri oleh Calon Kepala Desa atau saksi yang ditunjuk Rapat Panitia dan dapat dihadiri oleh Calon Kepala Desa atau saksi yang ditunjuk oleh Calon Kepala Desa yang bersangkutan, selambat-lambatnya 2 (dua) hari oleh Calon Kepala Desa yang bersangkutan, selambat-lambatnya 2 (dua) hari setelah berakhirnya kurun pengumuman daftar

setelah berakhirnya kurun pengumuman daftar pemilih sementara.pemilih sementara. REKAPITULASI HAK PILIH TETAP REKAPITULASI HAK PILIH TETAP

PEMILIHAN KEPALA DESA PEMILIHAN KEPALA DESA

DESA TANGGEUNG KECAMATAN TANGGEUNG KABUPATEN CIANJUR DESA TANGGEUNG KECAMATAN TANGGEUNG KABUPATEN CIANJUR

TAHUN 2013 TAHUN 2013 NO RT

NO RT JUMLAHJUMLAH JUMLAHJUMLAH HAK PILIH HAK PILIH LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN 1 1 2 2 3 3 4 4 55 1 1 PASANGGRAHAN PASANGGRAHAN I I 65 65 65 65 130130 2 2 PADANG PADANG 94 94 97 97 191191 3 3 WANGUNSARI WANGUNSARI 72 72 65 65 137137 4 4 WANGUN WANGUN 108 108 119 119 227227 5 5 BOJONGNANGKA BOJONGNANGKA 89 89 79 79 168168 6 6 BOJONGSARI BOJONGSARI 99 99 101 101 200200 7 7 BOJONGSIRNA BOJONGSIRNA 85 85 82 82 167167 8 8 SUKAMULYA SUKAMULYA 67 67 61 61 128128 9 9 KAUM KAUM 80 80 73 73 153153 10 10 SIRNAGALIH SIRNAGALIH 61 61 77 77 138138 11 11 PASANGGRAHAN PASANGGRAHAN II II 89 89 94 94 183183 12 12 PEUNDEUY PEUNDEUY 54 54 59 59 113113 13 13 ANGGUYUN ANGGUYUN 83 83 74 74 157157 14 14 SUKALAKSANA SUKALAKSANA 96 96 107 107 203203 15 15 PASIRLEMO PASIRLEMO 82 82 90 90 172172 16 16 LAYUNGSARI LAYUNGSARI 115 115 135 135 250250 17 17 MEKARWANGI MEKARWANGI 92 92 114 114 206206 JUMLAH JUMLAH 1431 1431 1492 1492 29232923 Tanggeung, 06 Juni 2013 Tanggeung, 06 Juni 2013 Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa

ttd ttd

IIP SARIP, SP IIP SARIP, SP

Referensi

Dokumen terkait

Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan merekrut sumber daya manusia dengan latar belakang pendidikan yang sesuai bidang pekerjaan, melakukan pengawasan terhadap prestasi kerja

Seperti yang dijelaskan dalam amar putusan, terlihat bahwa hukum mengambil pertimbangan dalam menjatuhkan putusan terhadap terdakwa sudah sangat tepat. Dasar pertimbangan

Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul: “Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan

Dalam Disain Grafis yang digunakan untuk melambangkan suatu menu / perintah yang juga kita bisa dengan mudah mengenali perintah dengan cepat disebut

Pengaruh penambahan karaginan terhadap karakteristik pasta tepung garut dan kecambah kacang tunggak sebagai bahan baku bihun.. Jurnal Pangan

Menurut Rhoades dan Eisenberger (2002) dalam Lusdiyanti (2011) terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan atau menurunkan dukungan yang dirasakan dari organisasi maupun

Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia Fasilitas Penerapan Budidaya Padi Fasilitas Penerapan Budidaya Minapadi Melaksanakan Penyaluran Fasilitas Sarana Produksi

menunjukan bahwa pada masa inflamsi pada post cateterisasi jantung setelah diberi tindakan aff sheath radialis didapatkan 47% responden dengan hasil tidak mengalami