A.
A. TaTahap hap PraInteraksiPraInteraksi 1.
1. Melakukan verifikasi Melakukan verifikasi data sebelumnya bidata sebelumnya bila adala ada 2.
2. Mencuci Mencuci tangantangan 3.
3. Menempatkan alat di Menempatkan alat di dekat pasien dekat pasien dengan benardengan benar B.
B. TaTahap hap rientasirientasi 1.
1. Memberikan salam Memberikan salam sebagai pendekatan sebagai pendekatan terapeutikterapeutik 2.
2. Men!elaskan Men!elaskan tu!uan tu!uan dan dan pr"sedur pr"sedur tindakan tindakan padapada keluarga#pasien
keluarga#pasien 3.
3. Menanyakan kesiapan Menanyakan kesiapan klien sklien sebelum kegiatanebelum kegiatan dilakukan
dilakukan $.
$. TaTahap hap %er!a%er!a 1.
1. Mengatur p"sisi pasiMengatur p"sisi pasien dan pilih vena en dan pilih vena dari arahdari arah distal
distal 2.
2. Memasang perlak Memasang perlak dan alasdan alasnyanya 3.
3. Membebaskan daerah Membebaskan daerah yang akan yang akan di in!eksidi in!eksi &.
&. Meletakkan t"urni'uet Meletakkan t"urni'uet ( cm ( cm pr"ksimal yang pr"ksimal yang akanakan ditusuk
ditusuk (.
(. Memakai Memakai hand hand sch""nsch""n ).
). Membersihkan kulit Membersihkan kulit dengan kapas dengan kapas alc"h"lalc"h"l *melingkar dari arah dalam ke luar+ biarkan
*melingkar dari arah dalam ke luar+ biarkan keringkering ,.
,. Mempertahankan vena Mempertahankan vena pada p"sisi pada p"sisi stabilstabil -.
-. Memegang spuit Memegang spuit dengan sudut dengan sudut 3/3/ 0.
0. Menusuk vena dengan Menusuk vena dengan kemiringan 3/ dan kemiringan 3/ dan lubanglubang !arum
!arum menghadap keatasmenghadap keatas
1. Melakukan aspirasi dan pastikan darah masuk spuit/ 1. Melakukan aspirasi dan pastikan darah masuk spuit/ ambil
ambil darah darah sesuai sesuai kebutuhankebutuhan 11. Membuka t"urni'uet 11. Membuka t"urni'uet
12. Memasukkan darah secara perlahan 12. Memasukkan darah secara perlahan
13. Mencabut spuit sambil menekan daerah tusukan 13. Mencabut spuit sambil menekan daerah tusukan dengan kapas
dengan kapas
1&. Menutup daerah tusukan dengan plester luka 1&. Menutup daerah tusukan dengan plester luka 1(. Memasukkan darah kedalam b"t"l specimen 1(. Memasukkan darah kedalam b"t"l specimen 1). Merapikan pasien
1). Merapikan pasien .
. Tahap Tahap TerminasiTerminasi 1.
1. Melakukan Melakukan evaluasi evaluasi tindakantindakan 2.
2. Berpamitan Berpamitan dengan kldengan klienien 3.
3. Membereskan Membereskan alat4alatalat4alat &.
&. Mencuci Mencuci tangantangan (.
(. Mencatat kegiatan Mencatat kegiatan dalam lembar dalam lembar catatancatatan keperawatan
keperawatan al
alam am kegkegiatiatan an penpengumgumpulpulan an samsampel pel dardarah ah dikdikenal enal ististilailahh phlebotomy phlebotomy yang yang berberartarti i pr"pr"sesses
mengeluarkan darah. alam praktek lab"rat"rium klinik/ ada 3 macam cara memper"leh darah/
mengeluarkan darah. alam praktek lab"rat"rium klinik/ ada 3 macam cara memper"leh darah/
yaitu 5 melalui tusukan vena *
yaitu 5 melalui tusukan vena *venipuncturevenipuncture+/ tusukan kulit *+/ tusukan kulit * skinpuncture skinpuncture+ dan tusukan arteri atau+ dan tusukan arteri atau
nadi. 6enipuncture adalah cara yang paling umum dilakukan/ "leh karena itu istilah phleb"t"my
nadi. 6enipuncture adalah cara yang paling umum dilakukan/ "leh karena itu istilah phleb"t"my
sering dikaitkan dengan venipuncture.
PENGAMBILAN DARAH VENA PENGAMBILAN DARAH VENA
Pada pengambilan darah vena *
Pada pengambilan darah vena *venipuncturevenipuncture+/ c"nt"h darah+/ c"nt"h darah
umumnya diambil dari vena
umumnya diambil dari venamedian cubital median cubital / pada / pada anteri"r lengan *sisi dalam lipatan anteri"r lengan *sisi dalam lipatan siku+. 6esiku+. 6enana
ini terletak dekat dengan permukaan
ini terletak dekat dengan permukaan kulit/ cukup besar/ dan tidak ada pas"kan kulit/ cukup besar/ dan tidak ada pas"kan saraf besar.saraf besar.
Apabila tidak memungkinkan/ vena
Apabila tidak memungkinkan/ venachepalicachepalicaatau venaatau vena basilicabasilica bisa men!adi pilihan bisa men!adi pilihan
berikutnya. 6
berikutnya. 6enipuncture pada vena basilica harus dilakukan dengan hati4hati karena letaknyaenipuncture pada vena basilica harus dilakukan dengan hati4hati karena letaknya
berdekatan dengan arteri
berdekatan dengan arteribrachialisbrachialisdan syaraf median.dan syaraf median.
7ika vena cephalica dan basilica ternyata tidak bisa digunakan/ maka pengambilan darah dapat
7ika vena cephalica dan basilica ternyata tidak bisa digunakan/ maka pengambilan darah dapat
dilakukan di vena di daerah pergelangan tangan. 8akukan pengambilan dengan dengan sangat
dilakukan di vena di daerah pergelangan tangan. 8akukan pengambilan dengan dengan sangat
hati4hati dan menggunakan !arum yang ukurannya lebih kecil.
hati4hati dan menggunakan !arum yang ukurannya lebih kecil.
Tujuan
Tujuan
1.
1. 9ntuk 9ntuk mendapamendapatkan tkan sampesampel dl darah arah vena vena yang yang baik baik dan dan memenumemenuhi hi syarat syarat untuk untuk dilakudilakukankan pemeriksaan.
pemeriksaan. 2.
2. 9ntuk 9ntuk menurunkan menurunkan resik" resik" k"ntaminasi k"ntaminasi dengan dengan darah darah *infeksi/ *infeksi/ needle needle stick stick in!ury+ in!ury+ akibat akibat venavena punctie bagi petugas maupun penderita.
punctie bagi petugas maupun penderita. 3.
3. 9nt9ntuk petuk petun!uun!uk bagi sek bagi setitiap petap petugas yugas yang melang melakuakukan penkan pengamgambilbilan daran darah *phah *phlebleb"t""t"my+my+
8"kasi yang tidak diperb"lehkan diambil darah adalah 5
8"kasi yang tidak diperb"lehkan diambil darah adalah 5
•
• 8engan pada sisi mastect"my8engan pada sisi mastect"my
•
• aerah edemaaerah edema
•
•
• aerah dimana darah sedang ditransfusikanaerah dimana darah sedang ditransfusikan
•
• aerah bekas lukaaerah bekas luka
•
• aerah dengan cannula/ fistula atau cangk"kan vascular aerah dengan cannula/ fistula atau cangk"kan vascular
•
• aerah intra4vena lines Pengambilan darah di daerah ini dapat menyebabkan darahaerah intra4vena lines Pengambilan darah di daerah ini dapat menyebabkan darah
men!adi lebih encer dan dapat meningkatkan atau menurunkan kadar ;at tertentu.
men!adi lebih encer dan dapat meningkatkan atau menurunkan kadar ;at tertentu.
Ada dua cara dalam pengambilan darah vena/ yaitu cara manual dan cara vakum. $ara manual
Ada dua cara dalam pengambilan darah vena/ yaitu cara manual dan cara vakum. $ara manual
dilakukan dengan menggunakan alat suntik *
dilakukan dengan menggunakan alat suntik * syring syring +/ sedangkan cara vakum dengan+/ sedangkan cara vakum dengan
menggunakan tabung vakum *
menggunakan tabung vakum *vacutainer vacutainer +.+.
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pengambilan darah vena adalah 5
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pengambilan darah vena adalah 5
•
• Pemasangan turniket *tali pembendung+Pemasangan turniket *tali pembendung+
o
o pemasangan dalam <aktu lama dan terlalu keras dapat menyebabkan pemasangan dalam <aktu lama dan terlalu keras dapat menyebabkan
hem"k"nsentrasi *peningkatan nilai hemat"krit#P$6 dan elemen sel+/ peningkatan
hem"k"nsentrasi *peningkatan nilai hemat"krit#P$6 dan elemen sel+/ peningkatan
kadar substrat *pr"tein
kadar substrat *pr"tein t"tal/ A=Tt"tal/ A=T/ besi/ k"lester"l/ lipid / besi/ k"lester"l/ lipid t"tal+t"tal+
o
o melepas turniket sesudah !arum dilepas dapat menyebabkan hemat"mamelepas turniket sesudah !arum dilepas dapat menyebabkan hemat"ma •
• 7arum dilepaskan sebelum tabung vakum terisi penuh sehingga mengakibatkan7arum dilepaskan sebelum tabung vakum terisi penuh sehingga mengakibatkan
masukknya udara ke dalam tabung dan merusak sel darah merah.
masukknya udara ke dalam tabung dan merusak sel darah merah.
•
• PenusukanPenusukan
o
o penusukan yang tidak sekali kena menyebabkan masukn penusukan yang tidak sekali kena menyebabkan masuknya cairan !aringanya cairan !aringan
sehingga dapat mengaktifkan pembekuan. i samping itu/ penusukan yang
sehingga dapat mengaktifkan pembekuan. i samping itu/ penusukan yang
berkali4kali !uga berp"tensi menyebabkan hemat"ma.
berkali4kali !uga berp"tensi menyebabkan hemat"ma.
o
o tutukan !arum yang tidak tepat benar masuk ke dalam vena menyebabkan darahtutukan !arum yang tidak tepat benar masuk ke dalam vena menyebabkan darah
b"c"r dengan akibat hemat"ma
b"c"r dengan akibat hemat"ma
•
• %ulit yang ditusuk masih basah "leh alk"h"l %ulit yang ditusuk masih basah "leh alk"h"l menyebabkan hem"lisis sampel akibatmenyebabkan hem"lisis sampel akibat
k"ntaminasi "leh alc"h"l/ rasa terbakar dan rasa nyeri yang berlebihan pada pasien ketika
k"ntaminasi "leh alc"h"l/ rasa terbakar dan rasa nyeri yang berlebihan pada pasien ketika
dilakukan penusukan.
Pengambilan Darah Vena dengan Syring
Pengambilan darah vena secara manual dengan alat suntik * syring + merupakan cara yang masih la;im dilakukan di berbagai lab"rat"rium klinik dan tempat4tempat pelayanan kesehatan. Alat suntik ini adalah sebuah p"mpa pist"n sederhana yang terdiri dari sebuah sebuah tabung silinder/ pend"r"ng/ dan !arum. Berbagai ukuran !arum yang sering dipergunakan mulai dari ukuran
terbesar sampai dengan terkecil adalah 5 21>/ 22>/ 23>/ 2&> dan 2(>.
Pengambilan darah dengan suntikan ini baik dilakukan pada pasien usia lan!ut dan pasien dengan vena yang tidak dapat diandalkan *rapuh atau kecil+.
Pr"sedur 5
• Persiapkan alat4alat yang diperlukan 5 handskun/ syring/ perlak/ kapas alk"h"l ,?/ tali pembendung *turniket+/ plester/ tabung dan pend"kumentasian. 9ntuk pemilihan syring/ pilihlah ukuran#v"lume sesuai dengan !umlah sampel yang akan diambil/ pilih ukuran !arum yang sesuai/ dan pastikan !arum terpasang dengan erat.
• 8akukan pendekatan pasien dengan tenang dan ramah@ usahakan pasien senyaman mungkin * ase rientasi+.
• Identifikasi pasien dengan benar sesuai dengan data di lembar permintaan.
• 6erifikasi keadaan pasien/ misalnya puasa atau k"nsumsi "bat. $atat bila pasien minum "bat tertentu/ tidak puasa dsb.
• Minta pasien meluruskan lengannya/ pilih lengan yang banyak melakukan aktifitas. • Minta pasien mengepalkan tangan.
• Pasang tali pembendung *turniket+ kira4kira 1 cm di atas lipat siku.
• Pilih bagian vena median cubital atau cephalic. 8akukan perabaan *palpasi+ untuk memastikan p"sisi vena@ vena teraba seperti sebuah pipa kecil/ elastis dan memiliki dinding tebal. 7ika vena tidak teraba/ lakukan pengurutan dari arah pergelangan ke siku/ atau k"mpres hangat selama ( menit daerah lengan.
• Bersihkan kulit pada bagian yang akan diambil dengan kapas alc"h"l ,? dan biarkan kering. %ulit yang sudah dibersihkan !angan dipegang lagi.
• Tusuk bagian vena dengan p"sisi lubang !arum menghadap ke atas. 7ika !arum telah masuk ke dalam vena/ akan terlihat darah masuk ke dalam semprit *dinamakan flash+. 9sahakan sekali tusuk kena.
• =etelah v"lume darah dianggap cukup/ lepas turniket dan minta pasien membuka kepalan tangannya. 6"lume darah yang diambil kira4kira 3 kali !umlah serum atau plasma yang diperlukan untuk pemeriksaan.
• 8etakkan kapas di tempat suntikan lalu segera lepaskan#tarik !arum. Tekan kapas beberapa saat lalu plester selama kira4kira 1( menit. 7angan menarik !arum sebelum
turniket dibuka.
• apikan pasien dan lakukan pend"kumentasian
Pengambilan Darah Vena Dengan Tabung Vakum
Tabung vakum pertama kali dipasarkan "leh perusahaan A= B *Bect"n4ickins"n+ di ba<ah nama dagang 6acutainer. 7enis tabung ini berupa tabung reaksi yang hampa udara/ terbuat dari kaca atau plastik. %etika tabung dilekatkan pada !arum/ darah akan mengalir masuk ke dalam tabung dan berhenti mengalir ketika se!umlah v"lume tertentu telah tercapai.
7arum yang digunakan terdiri dari dua buah !arum yang
dihubungkan "leh sambungan berulir. 7arum pada sisi anteri"r digunakan untuk menusuk vena dan !arum pada sisi p"steri"r ditancapkan pada tabung. 7arum p"steri"r diselubungi "leh bahan dari karet sehingga dapat mencegah darah dari pasien mengalir keluar. =ambungan berulir berfungsi untuk melekatkan !arum pada sebuah h"lder dan memudahkan pada saat mend"r"ng
tabung menancap pada !arum p"steri"r.
darah ke dalam beberapa tabung. $ukup sekali penusukan/ dapat digunakan untuk beberapa tabung secara bergantian sesuai dengan !enis tes yang diperlukan. 9ntuk keperluan tes biakan kuman/ cara ini !uga lebih bagus karena darah pasien langsung dapat mengalir masuk ke dalam tabung yang berisi media biakan kuman. 7adi/ kemungkinan k"ntaminasi selama pemindahan sampel pada pengambilan dengan cara manual dapat dihindari.
%ekurangannya sulitnya pengambilan pada "rang tua/ anak kecil/ bayi/ atau !ika vena tidak bisa diandalkan *kecil/ rapuh+/ atau !ika pasien gemuk. 9ntuk mengatasi hal ini mungkin bisa
digunakan !arum bersayap *winged needle+.
7arum bersayap atau sering !uga dinamakan !arum kupu4kupu
hampir sama dengan !arum vakutainer seperti yang disebutkan di atas. Perbedaannya adalah/ antara !arum anteri"r dan p"steri"r terdapat dua buah sayap plastik pada pangkal !arum anteri"r dan selang yang menghubungkan !arum anteri"r dan p"steri"r. 7ika penusukan tepat mengenai vena/ darah akan kelihatan masuk pada selang * flash+.
Pr"sedur 5
• Persiapkan alat4alat yang diperlukan 5 handskun/ !arum/ kapas alk"h"l ,?/ tali pembendung *turniket+/ plester/ tabung vakum/ pend"kumentasian.
• Pasang !arum pada h"lder/ pastikan terpasang erat.
• 8akukan pendekatan pasien dengan tenang dan ramah@ usahakan pasien senyaman mungkin.
• 6erifikasi keadaan pasien/ misalnya puasa atau k"nsumsi "bat. $atat bila pasien minum "bat tertentu/ tidak puasa dsb.
• Minta pasien meluruskan lengannya/ pilih lengan yang banyak melakukan aktifitas. • Minta pasien mengepalkan tangan.
• Pasang tali pembendung *turniket+ kira4kira 1 cm di atas lipat siku.
• Pilih bagian vena median cubital atau cephalic. 8akukan perabaan *palpasi+ untuk memastikan p"sisi vena@ vena teraba seperti sebuah pipa kecil/ elastis dan memiliki dinding tebal. 7ika vena tidak teraba/ lakukan pengurutan dari arah pergelangan ke siku/ atau k"mpres hangat selama ( menit daerah lengan.
• Bersihkan kulit pada bagian yang akan diambil dengan kapas alc"h"l ,? dan biarkan kering. %ulit yang sudah dibersihkan !angan dipegang lagi.
• Tusuk bagian vena dengan p"sisi lubang !arum menghadap ke atas. Masukkan tabung ke dalam h"lder dan d"r"ng sehingga !arum bagian p"steri"r tertancap pada tabung/ maka darah akan mengalir masuk ke dalam tabung. Tunggu sampai darah berhenti mengalir. 7ika memerlukan beberapa tabung/ setelah tabung pertama terisi/ cabut dan ganti dengan tabung kedua/ begitu seterusnya.
• 8epas turniket dan minta pasien membuka kepalan tangannya. 6"lume darah yang diambil kira4kira 3 kali !umlah serum atau plasma yang diperlukan untuk pemeriksaan.
• 8etakkan kapas di tempat suntikan lalu segera lepaskan#tarik !arum. Tekan kapas beberapa saat lalu plester selama kira4kira 1( menit. 7angan menarik !arum sebelum
turniket dibuka.
• =egera rapikan pasien dan lakukan pend"kumentasian.
Menamung Darah Dalam Tabung
Beberapa !enis tabung sampel darah yang digunakan dalam praktek lab"rat"rium klinik adalah sebagai berikut 5
• Tabung !u!u merah. Tabung ini tanpa penambahan ;at additive/ darah akan men!adi beku dan serum dipisahkan dengan pemusingan. 9mumnya digunakan untuk pemeriksaan kimia darah/ imun"l"gi/ ser"l"gi dan bank darah *crossmatching test +
• Tabung !u!u kuning. Tabung ini berisi gel separat"r * serum separator tube/SST + yang fungsinya memisahkan serum dan sel darah. =etelah pemusingan/ serum akan berada di bagian atas gel dan sel darah berada di ba<ah gel. 9mumnya digunakan untuk pemeriksaan kimia darah/ imun"l"gi dan ser"l"gi
• Tabung !u!u hijau !erang. Tabung ini berisi gel separat"r * plasma separator tube/PST + dengan antik"agulan lithium heparin. =etelah pemusingan/ plasma akan berada di bagian atas gel dan sel darah berada di ba<ah gel. 9mumnya digunakan untuk pemeriksaan kimia darah.
• Tabung !u!u ungu a!au la"ender. Tabung ini berisi CTA. 9mumnya digunakan untuk pemeriksaan darah lengkap dan bank darah *crossmatch+
• Tabung !u!u biru. Tabung ini berisi natrium sitrat. 9mumnya digunakan untuk pemeriksaan k"agulasi *mis. PPT/ APTT+
• Tabung !u!u hijau. Tabung ini berisi natrium atau lithium heparin/ umumnya digunakan untuk pemeriksaan fragilitas "sm"tik eritr"sit/ kimia darah.
• Tabung !u!u biru gela. Tabung ini berisi CTA yang bebas l"gam/ umumnya digunakan untuk pemeriksaan trace element *;ink/ c"pper/ mercury+ dan t"ksik"l"gi.
• Tabung !u!u abu#abu !erang. Tabung ini berisi natrium flu"ride dan kalium "ksalat/ digunakan untuk pemeriksaan gluk"sa.
• Tabung !u!u hi!am @ berisi bufer s"dium sitrat/ digunakan untuk pemeriksaan 8C *C=+.
• Tabung !u!u ink @ berisi p"tassium CTA/ digunakan untuk pemeriksaan imun"hemat"l"gi.
• Tabung tutup putih @ p"tassium CTA/ digunakan untuk pemeriksaan m"lekuler#P$ dan bDA.
• Tabung tutupkuningdengan <arnahi!amdi bagian atas @ berisi media biakan/ digunakan untuk pemeriksaan mikr"bi"l"gi 4 aer"b/ anaer"b dan !amur
Beberapa hal penting dalam menampung sampel darah adalah 5
• arah dari syring atau suntikan harus dimasukkan ke dalam tabung dengan cara melepas !arum lalu mengalirkan darah perlahan4lahan melalui dinding tabung. Memasukkan darah dengan cara disempr"tkan/ apalagi tanpa melepas !arum/ berp"tensi menyebabkan hem"lisis. Memasukkan darah ke dalam tabung vakum dengan cara menusukkan !arum pada tutup tabung/ biarkan darah mengalir sampai berhenti sendiri ketika v"lume telah
terpenuhi.
• :"m"genisasi sampel !ika menggunakan antik"agulan dengan cara memutar4mutar tabung &4( kali atau memb"lak4balikkan tabung (41 kali dengan lembut. Meng"c"k sampel berp"tensi menyebabkan hem"lisis.
• 9rutan memasukkan sampel darah ke dalam tabung vakum adalah 5 pertama 4 b"t"l biakan *culture+ darah atau tabung tutup kuning4hitam kedua 4 tes k"agulasi *tabung tutup biru+/ ketiga 4 tabung n"n additive *tutup merah+/ keempat 4 tabung tutup merah atau kuning dengan gel separat"r atau cl"t activat"r/ tabung tutup ungu#lavendet *CTA+/ tabung tutup hi!au *heparin+/ tabung tutup abu4abu *Da dan Da "ksalat+
PENGAMBILAN DARAH $APILER
Pengambilan darah kapiler atau dikenal dengan istilah skinpuncture yang berarti pr"ses
pengambilan sampel darah dengan tusukan kulit. Tempat yang digunakan untuk pengambilan darah kapiler adalah 5
• 9!ung !ari tangan * fingerstick + atau anak daun telinga.
• 9ntuk anak kecil dan bayi diambil di tumit *heelstick + pada 1#3 bagian tepi telapak kaki atau ibu !ari kaki.
• 8"kasi pengambilan tidak b"leh menun!ukkan adanya gangguan peredaran/ seperti vas"k"nstriksi *pucat+/ vas"dilatasi *"leh radang/ trauma/ dsb+/ k"ngesti atau sian"sis setempat.
Pengambilan darah kapiler dilakukan untuk tes4tes yang memerlukan sampel dengan v"lume kecil/ misalnya untuk pemeriksaan kadar gluk"sa/ kadar :b/ hemat"krit *mikr"hemat"krit+ atau
analisa gas darah *capillary method +.
Pr"sedur
• =iapkan peralatan sampling 5 handskun/ lancet steril/ kapas alc"h"l ,?/ sediakan strip *gluk"sa/ :b dll+ untuk bahan u!i c"ba dan pend"kumentasian.
• Pilih l"kasi pengambilan lalu desinfeksi dengan kapas alk"h"l ,?/ biarkan kering.
• Peganglah bagian tersebut supaya tidak bergerak dan tekan sedikit supaya rasa nyeri berkurang.
• Tusuk dengan lancet steril. Tusukan harus dalam sehingga darah tidak harus diperas4 peras keluar. 7angan menusukkan lancet !ika u!ung !ari masih basah "leh alk"h"l. :al ini bukan sa!a karena darah akan diencerkan "leh alk"h"l/ tetapi darah !uga melebar di atas
kulit sehingga susah ditampung dalam <adah.
• =etelah darah keluar/ buang tetes darah pertama dengan memakai kapas kering/ tetes berikutnya b"leh dipakai untuk pemeriksaan.
• Pengambilan darah diusahakan tidak terlalu lama dan !angan diperas4peras untuk mencegah terbentuknya !endalan.
PENYIMPANAN SPESIMEN
SP% LAB%RAT%RI&M ' PEN(IMPANAN SPE)IMEN
Penger!ian *
=uatu tata cara penga<etan spesimen setelah dilakukan pemeriksaan dengan cara yang benar dan sesuai ketentuan.
Tujuan *
$ebijakan *
Penyimpanan specimen untuk tes yang ditunda harus sesuai standar pr"sedur "perasi"nal yang berlaku *sesuai dengan tentang %ebi!akan Instalasi 8ab"rat"rium.+
PR%SED&R *
8akukan penyimpanan specimen sebagai berikut 5
A+ &n!uk ,amel kimia ru!in- Imun.l.gi ,er.l.gi- ,amel yang dirujuk * 1. Pisahkan sampel darah dengan serum .
2. Masukkan serum ke dalam sumple cup. 3. Tempelkan label identitas pasien.
&. =impanlah#a<etkan sampel pada suhu 2E$ F -E$ selama 3 hari.
B+ &n!uk ,amel urine *
1. 8akukan penyimpanan urine selama 2 !am. 2. Buang urine setelah 2 !am.
)+ &n!uk ,amel darah lengka *
F 8akukan penyimpanan sampel darah 1 G 2& !am pada suhu ka mar.
PENGENDALIAN MUTU LABORATORIUM
PENGENDALIAN MUTU LABORATORIUM
II.1 PENGENDALIAN PRA ANALITIK II.1.1 Pengertian
Pengendalian pra analitik adalah serangkaian kegiatan laboratorium saat pelayanan dimulai pada pasien berupa penerimaan pasien, pengambilan spesimen, pelabelan spesimen, penerimaan spesimen, penilaian spesimen, pengolahan spesimen hingga pengiriman spesimen dengan maksud agar spesimen benar-benar representatif sesuai dengan keadaan pasien, tidak
terjadi kekeliruan jenis spesimen, dan mencegah tertukarnya spesimen-spesimen pasien satu sama lainnya.
II.1.2 Tujuan
Untuk menjamin bahwa spesimen-spesimen yang diterima benar dan dari pasien yang benar pula.
II.1.3 Cara Pengendaian
1. Menyediakan Katalog pemeriksaan, berisi informasi Persyaratan pasien ! "enis spesimen. #. $ara pengambilan ! %olume.
&. 'adah (pesimen
). Pengiriman ! Penyimpanan (pesimen
*. Menyediakan Prosedur +perasi aku (+P, antara lain (+P penanganan spesimen dan sampel.
/. Menyediakan pedoman-pedoman, antara lain Pengambilan spesimen yang benar, Persyaratan spesimen dan persiapan pasien, Persyaratan sampel
II.1.! Kegiatan Pra Anaiti"
II.1.!.1 Per#ia$an Pa#ien %e&ara U'u' dan (ang 'e'$engaru)i
a. Mempersiapkan pasien untuk pengambilan spesimen sesuai persyaratan umum dengan meminta pasien berpuasa antara 0 1# jam pada jam ##.22 dan pagi hari jam 23.22 24.22 dilakukan pengambilan spesimen.
b. Menghindari pemakaian obat-obatan sebelum spesimen diambil di laboratorium. c. Menghindari aktifitas fisik5olah raga sebelum spesimen diambil
d. Memperhatikan efek postur, pengambilan darah paling baik dengan duduk tenang dibandingkan berdiri karena keseimbangan cairan akan terganggu.
e. 6iet makan dan minum pasien dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium. f. Merokok dan minum alkohol mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium.
h. 6emam akan menyebabkan kenaikan dan penurunan beberapa parameter pemeriksaan, waktu demam yang tepat akan dapat membantu menegakkan diagnosis.
i. 7rauma dapat menyebabkan terjadi hemostasis hingga pengenceran darah.
j. 8ariasi $ircadian 9ythme merupakan perubahan dari waktu ke waktu pada tubuh yang dipengaruhi waktu, siklus dan umur.
k. Umur, ras, dan jenis kelamin paling berpengaruh terhadap hasil pengukuran dan nilai rujukan l. Kehamilan pada wanita perlu dipertimbangkan lama kehamilan yang berpengaruh pada
pengenceran.
II.1.!.2 Penga'*ian %$e#i'en
a. Peralatan yang digunakan harus memenuhi persyaratan tertentu - bersih, kering, tidak mengandung bahan kimia5deterjen,
- 7erbuat dari bahan yang tidak mempengaruhi spesimen. - Mudah dicuci atau dibersihkan dari sampel sebelumnya.
- Pengambilan spesimen untuk pemeriksaan biakan harus menggunakan peralatan yang steril. b. 'adah spesimen harus memenuhi
- 7erbuat dari gelas atau plastik. Untuk spesimen darah harus terbuat dari gelas. - 7idak bocor atau merembes.
- :arus dapat ditutup rapat dengan tutup berulir. - esar wadah disesuaikan dengan %olume spesimen - ersih dan kering
- 7idak mempengaruhi sifat ;at-;at dalam spesimen - 7idak mengandung bahan kimia atau deterjen.
- Untuk pemeriksaan ;at dalam spesimen yang mudah rusak atau terurai karena pengaruh sinar matahari, maka digunakan botol coklat.
c. Pengawet 6iberikan agar sampel yang akan diperiksa dapat dipertahankan kondisi dan jumlahnya dalam waktu tertentu. <ntikoagulan digunakan untuk mencegah pembekuan darah.
d. 'aktu Pada umumnya pengambilan spesimen dilakukan pada pagi hari, terutama untuk pemeriksaan Kimia klinik, :ematologi dan =munologi karena umumnya nilai normal ditetapkan pada keadaan basal.
e. >okasi (ebelum mengambil spesimen, harus ditetapkan terlebih dahulu lokasi pengambilan yang tepat sesuai dengan jenis pemeriksaan yang diminta. (pesimen untuk pemeriksaan menggunakan darah %ena umumnya diambil dari %ena cubiti daerah siku. (pesimen darah arteri umumnya diambil dari arteri radialis di pergelangan tangan atau arteri femoralis di daerah lipat paha. (pesimen darah kapiler diambil dari ujung jari tengah tangan atau jari manis tangan bagian tepi atau pada derah tumit 15& bagian tepi telapak kaki atau cuping telingan pada bayi. 7empat yang dipilih tidak boleh memperlihatkan gangguan peredaran darah seperti cyanosis atau pucat, bekas luka dan radang
f. 8olume 8olume spesimen yang diambil harus mencukupi kebutuhan pemeriksaan laboratorium yang diminta atau dapat mewakili objek yang diperiksa.
g. 7eknik Pengambilan Pengambilan spesimen harus dilaksanakan dengan cara yang benar, agar spesimen tersebut mewakili keadaan yang sebenarnya.
II.1.!.3 Pe'*erian Identita# %$e#i'en
Pemberian identitas pasien dan atau spesimen merupakan hal yang penting baik pada saat pengisian surat pengantar5formulir permintaan pemeriksaan, pendaftaran, pengisian label wadah spesimen. Pada surat pengantar5formulir permintaan pemeriksaan laboratorium sebaiknya memuat secara lengkap
- 7anggal permintaan
- 7anggal dan jam pengambilan spesimen
- =dentitas pasien nama, umur, jenis kelamin, alamat5ruang termasuk rekam medik. - =dentitas pengirim nama, alamat, nomor telepon
- ?omor laboratorium
- 6iagnosis.keterangan klinik.
- +bat-obatan yang telah diberikan dan lama pemberian. - Pemeriksaan laboratorium yang diminta.
- "enis spesimen
- 8olume spesimen
- Pengawet yang digunakan - ?ama pengambil spesimen.
II.1.!.! Peng+a)an %$e#i'en
(pesimen yang telah diambil dilakukan pengolahan untuk menghindari kerusakan pada spesimen tersebut. Pengolahan spesimen berbeda-beda tergantung dari jenis spesimennya masing-masing.
1. (erum
iarkan darah membeku terlebih dahulu pada suhu kamar selama #-&2 menit, lalu di sentrifuge &222 rpm selama *-1* menit. Pemisahan serum dilakukan dalam waktu # jam setelah pengambilan darah. (erum yang memenuhi syarat harus tidak kelihatan merah dan keruh.
#. Plasma
Kocok darah @67< atau citrat dengan segera secara perlahan-lahan.
Pemisahan plasma dilakukan dalam waktu # jam setelah pengambilan spesimen. Plasma yang memenuhi syarat harus tidak kelihatan merah dan keruh.
&. 'hole blood
6arah yang diperoleh ditampung dalam tabung yang telah berisi antikoagulan yang sesuai, lalu dihomogenisasi dengan cara goyang perlahan tabung.
). Urine
Urine yang didapatkan tidak perlu ada perlakuan secara khusus, kecuali pemeriksaan harus segera dilakukan sebelum 1 jam, sedangkan untuk pemeriksaan sedimen harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu dengan cara dimasukkan tabung dan sentrifuge selama * menit 1*22-#222 rpm, supernatan dibuang dan diambil sedimennya. (uspensi sedimen ini dicampur dengan cat Sternheirmer-Malbin Stain’s untuk menonjolkan unsur sedimen dan memperjelas strukturnya.
*. (putum
Masukkan sputum ke dalam tabung steril yang berisi ?a+: )A sama banyak. Kocok dengan baik. =nkubasi pada suhu kamar #*-&2+
$ selama 1*-#2 menit dengan pengocokan teratur tiap * menit. (entrifuge dengan kecepatan tinggi selama 0-12 menit. @ndapan diambil dan supernatan dibuang pada air lysol .
II.1.!., Meniai %$e#i'en -ang Tida" Me'enu)i %(arat 1. (pesimen diterima oleh petugas loket dan sampling.
#. Penilaian spesimen harus dilakukan sesuai dengan jenis pemeriksaan. &. Penilaian spesimen harus segera dilakukan setelah menerima spesimen.
). Petugas laboratorium wajib menolak dan mengembalikan spesimen yang tidak memenuhi syarat pemeriksaan.
*. (pesimen yang ditolak diberitahukan lewat %ia aiphone ruangan atau yang mengantar spesimen.
/. (pesimen untuk pemeriksaan Patologi <anatomi yang diantar ke laboratorium berupa jaringan biopsi dan operasi yang telah lebih 1 hari, tidak menggunakan pengawet, ditempatkan suhu ruang ditolak untuk pemeriksaan rujukan.
3. Kriteria penilaian dapat dilihat pada tabel dibawah ini
?o Pemeriksaan "enis (ampel Minimal %olume
Mutlak 6itolak Keterangan eku >isis Keruh
1 :ematologi rutin 6arah @67< & ml B B
-# Proteintotal (erum 2,#ml - B
-& <lbumin5glob (erum 2,#ml - B -) ilirubin 7otal (erum 2,* ml - B -* ilirubin 6irek (erum 2,* ml - B -/ ilirubin =ndirek (erum 2,* ml - B
-3 <(7C+7 (erum 2,*ml - B
-0 <>7CP7 (erum 2,*ml - B
-4 Ureum (erum 2,#ml - B
-12 $reatinine (erum 2,*ml - B
-11 <samUrat (erum 2,#ml - B
-1# Clukosa (erum5plasma 2,# ml - B
1) 7rigliserida (erum 2,#ml - B B 1* :6> (erum 2,*ml - B B 1/ >6> (erum 2,*ml - B B 13 ?atrium (erum 2,*ml - B -10 Kalium (erum 2,*ml - B B 14 $alcium (erum 2,*ml - B -#2 $hlorida (erum 2,*ml - B -#1 Magnesium (erum 2,*ml - B -## <lk. Phospatase (erum 2,* ml - B -#& :s<g (tick (erum5plasma 2,* ml - B -#) <nti :bs (tick (erum5plasma 2,* ml - B
-#* :s<g 7iter (erum 2,* ml - B - 6irujuk #/ <nti:s 7iter (erum 2,* ml - B - 6irujuk #3 <nti :bc =gM (erum 2,* ml - B - 6irujuk
#0 <nti:be (erum 2,*ml - B - 6irujuk
#4 :be<g (erum 2,*ml - B - 6irujuk
&2 <nti :$8 =gM (erum 2,* ml - B - 6irujuk &1 <nti:<8 (erum 2,*ml - B - 6irujuk &# <nti:$8 (erum 2,*ml - B - 6irujuk
&& :$8 (erum 2,*ml - B - 6irujuk
&) D7& (erum 2,*ml - B - 6irujuk
&* D7) (erum 2,*ml - B - 6irujuk
&/ 7(:s (erum 2,*ml - B - 6irujuk
&3 7& (erum 2,*ml - B - 6irujuk
&0 7) (erum 2,*ml - B - 6irujuk
&4 $@< (erum 2,*ml - B - 6irujuk
)2 <DP (erum 2,*ml - B - 6irujuk
)1 $-Peptida (erum 2,*ml - B - 6irujuk
)# esi (erum 2,*ml - B - 6irujuk
)) :b<1c (erum 2,*ml - B - 6irujuk )* $9P (erum 2,*ml - B - 6irujuk )/ 9<D (erum 2,*ml - B - 6irujuk )3 <(7+ (erum 2,*ml - B - 6irujuk )0 869> (erum 2,*ml - B - 6irujuk )4 7P:< (erum 2,*ml - B - 6irujuk *2 $a1#* (erum 2,*ml - B - 6irujuk
/1 $a1*.& (erum 2,*ml - B - 6irujuk
/# $a14.4 (erum 2,*ml - B - 6irujuk
/& Derritin (erum 2,*ml - B - 6irujuk
/) <nti : Pillory (erum 2,* ml - B - 6irujuk /* <nti 7oEoplasma (erum 2,* ml - B - 6irujuk // Progesteron (erum 2,* ml - B - 6irujuk /3 7estosteron (erum 2,* ml - B - 6irujuk /0 <nti 9ubella (erum 2,* ml - B - 6irujuk
/4 6-6imer (erum 2,*ml - B - 6irujuk
32 $M8 (erum 2,*ml - B - 6irujuk
31 >: (erum 2,*ml - B - 6irujuk
3# $KM (erum 2,*ml - B - 6irujuk
3& <nti7 (erum 2,#ml - B
-3) :=8(tick (erum 2,#ml - B
-3* <nalisa Cas 6arah 6arah <rteri & ml B B - 6irujuk 3/ 7roponin 7 (erum 2,* ml - B - 6irujuk
33 $K?<$ (erum 2,*ml - B - 6irujuk
30 >6: (erum 2,*ml - B - 6irujuk
34 a-<mylase (erum 2,*ml - B - 6irujuk
02 <P77 6arah $itrat 2,* ml B B - 6irujuk 01 7iter Dibrinogen 6arah $itrat 2,* ml B B - 6irujuk 0# Protrombin 7ime 6arah $itrat 2,* ml B B - 6irujuk 0& 7rombin 7ime 6arah $itrat 2,* ml B B - 6irujuk 0) 9ecalcifikasi 7ime 6arah $itrat 2,* ml B - - 6irujuk 0* Urine >engkap Urine pagi 12 ml - -
-0/ Urine @sbach Urine #) jam %olume - -
-03 PP7 Urinepagi *ml - -
-00 7<(P( (putum(P( (P( - -
-04 (perma Manisegar - - -
-42 >$( (egar &ml - -
-41 7ransudat-eksudat (egar & ml - - -4# Urine ?arkoba (egar di lab * ml - - -4& $reatinine klirens Urine #) jam %olume - - -4) lood (mear 6arah @67< 1 ml B B
-4* Malaria 6arah(lide 1ml - -
-4* Dilaria 1ml - -
-43 9eit;serum (lide - - -
-40 (pesimen C+ (lide5sekret - - -
-44 "amur $andida (lide5sekret - - - -12
2
(ediaanP< BDormalin - - - - 6irujuk
II.1.!. Pen(i'$anan %$e#i'en
(pesimen yang sudah diambil harus segera dikirim ke laboratorium untuk diperiksa, karena stabilitas spesimen dapat berubah. Daktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas spesimen antara lain
a. 7erjadi kontaminasi oleh kuman dan bahan kimia. b. 7erjadi metabolisme oleh sel-sel hidup pada spesimen. c. 7erjadi penguapan.
d. Pengaruh suhu.
e. 7erkena paparan sinar matahari.
eberapa spesimen yang tidak langsung diperiksa dapat disimpan dengan memperhatikan jenis pemeriksaan yang akan diperiksa. Persyaratan penyimpanan beberapa
spesimen untuk beberapa pemeriksaan laboratorium harus memperhatikan jenis spesimen, antikoagulan5pengawet dan wadah serta stabilitasnya. eberapa cara penyimpanan spesimen
a. 6isimpan pada suhu kamar
b. 6isimpan dalam lemari es suhu #-0+
$ c. 6ibekukan suhu -#2+
$, -32+
$ atau -1#2+
$ d. 6apat diberikan bahan pengawet
e. Penyimpanan spesimen darah sebaiknya dalam bentuk serum atau lisat.
II.1.!./ Pengiri'an %$e#i'en
(pesimen yang akan dikirim ke laboratorium lain, sebaiknya dikirim dalam bentuk yang reatif stabil. Untuk itu perlu diperhatikan persyaratan pengiriman spesimen antara lain
a. 'aktu pengiriman jangan melampaui masa stabilitas spesimen. b. 7idak terkena sinar matahari langsung
c. Kemasan harus memenuhi syarat keamanan kerja laboratorium termasuk pemberian label yang bertuliskan FBahan Pemeriksaan InfeksiusG atau FBahan Pemeriksaan Berbahaya G.
d. (uhu pengiriman harus memenuhi syarat.
II.1.! Me'$erta)an"an Mutu Pra Anaiti"
1. Mengerjakan proses5prosedur sesuai standar (P+ yang telah ditentukan. #. Melaksanakan dan menge%aluasi program H$.
&. Pengawasan dan monitoring kegiatan harian untuk mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin muncul.
). Ketersediaan anggaran dana dan personil yang memadai untuk kegiatan. *. Pendidikan dan pelatihan berkelanjutan staf laboratorium.
/. <danya dukungan penuh dari pihak manajemen dalam melakukan pelayanan yang standar dan bermutu.
1. Alur Pra Anali!ik Pemerik,aan Dahak
3. Pasien mengikuti alur pemeriksaan di tempat tersebut
&. Pada <aktu pasien datang pertama kali maka pasien dian!urkan untuk mengambil dahak se<aktu dengan memberikan <adah#p"t dahak yang sudah diberi identitas pasien.
(. Petugas mengarahkan ke tempat pengambilan dahak dan di!elaskan tentang bagaimana mengambil dahak yang benar/ menutup lalu memba<a specimen dahak.
). ilakukan pengamatan specimen dahak "leh petugas/ apabila dahak belum memenuhi kriteria maka pengambilan bisa diulang dengan tata cara pengeluaran dahak yang benar. ,. Petugas memberikan arahan agar pasien diharuskan datang kembali es"k hari dengan
memba<a <adah sampel untuk pengambilan sampel dahak pagi.
-. =etelah mendapat sampel/ maka sampel diba<a ke lab"rat"rium untuk dilakukan pemeriksaan.
1. Ma/am#ma/am dahak
ahak yang dikeluarkan "leh se"rang pasien hendaknya dapat dievaluasi sumber/ <arna/ v"lume/ dan k"nsistensinya/ karena k"ndisi dahak biasanya memperlihatkan secara spesifik pr"ses ke!adian pat"l"gik pada pembentukan dahak itu sendiri. %lasifikasi bentukan sputum dan
kemungkinan penyebabnya5
1. =putum yang dihasilkan se<aktu membersihkan tengg"r"kan/ kemungkinan berasal dari sinus/ atau saluran hidung/ bukan berasal dari saluran napas bagian ba<ah.
2. =putum banyak sekali H purulen pr"ses supuratif *eg. Abses paru+
3. =putum yg terbentuk perlahanHterus meningkat tanda br"nkhitis# br"nkhiektasis &. =putum kekuning4kuningan pr"ses infeksi.
(. =putum hi!au pr"ses penimbunan nanah. Jarna hi!au ini dikarenakan adanya verd"per"ksidase yg dihasikan "leh PMD dalam sputum. =putum hi!au ini sering ditemukan pada penderita br"nkhiektasis karena penimbunan sputum dalam br"nkus yang melebar dan terinfeksi
). =putum merah muda H berbusa tanda edema paru akut
,. =putum berlendir/ lekat/ abu4abu#putih tanda br"nkitis kr"nik. -. =putum berbau busuk tanda abses paru# br"nkhiektasis
1. Peralatan
1. Jadah specimen steril dengan penutup/ bermulut lebar/ bertutup ulir/ terbuat dari plastic/ steril/ tidak mudah pecah
2. =arung tangan disp"sable *bila membantu klien+/ 3. isinfektan dan alat pengusap/ atau sabun cair dan air/ &. :anduk kertas/
(. 8abel yang berisi lengkap/ meliputi 5
• Tanggal pengambilan spesimen
• Identitas pasien *terutama nama dan n"m"r urut+. • 7enis sampel
1. =lip permintaan lab"rat"rium yang terisi lengkap/ meliputi 5
• D"m"r urut
• D"m"r identitas sediaan dahak • Dama tersangka penderita • 9mur dan !enis kelamin • Alamat lengkap
• D"m"r registrasi lab"rat"rium 5 1. bat kumur.
2. Pr"sedur pengambilan sample
=ebelum melaksanakan pengambilan sample terlebih dahulu mentukan met"de pengumpulan dan kumpulkan peralatan yang sesuai. %emudian melakukan pengambilan sample yang pr"sedurnya meliputi 5
1. Memberikan pen!elasan kepada klien tentang pr"sedur yang akan dilakukan/ kemudian memberikan inf"rmasi dan memberikan instruksi kepada Tu!uan pemeriksaan/ perbedaan antara sputum dan saliva/ dan cara mendapatkan spesimen sputum/
Meliputi 5
• Tidak menyentuh bagaian dalam <adah specimen/
• Mengeluarkan sputum langsung ke dalam <adah sputum/
• 9ntuk men!aga bagian luar <adah tidak terkena sputum/ bila memungkinkan/
• $ara memeluk bantal secara kuat pada insisi abd"men bila klien merasa nyeri saat batuk/ • 7umlah sputum yang diperlukan *biasanya 142 send"k the *(41 ml+ sputum cukup
analisis+/
• $uci tangan dan "bservasi pr"sedur pengendalian infeksi lain yang sesuai. 1. Berikan privasi klien.
o Pengambilan dahak sebaiknya dilakukuan pada pagi hari/ dimana kemungkinan
untuk mendapat dahak bagian dalam lebih besar.
o Agar dahak mudah dikeluarkan/ pastinya dian!urkan meng"nsumsi air yang
banyak pada malam sebelum pengambilan dahak
o 7elaskan pada pasien apa yang dimaksud dengan dahak agar yang dibatukkan
benar4benar merupakan dahak/ bukan air liur#saliva ataupun campuran
o =ebelum mengeluarkan dahak/ pasien disuruh berkumur4kumur dengan air dan
pasien harus melepas gigi palsu *bila ada+
o ahak diambil dari batukan pertama *first c"ugh+
o $ara membatukkan dahak5 Tarik nafas dalam dan kuat*dengan pernafasan dada+
batukkan kuat dahak dari br"nkus/ trakea/ mulut/ <adah penampung.
Jadah penampung berupa p"t steril bermulut besar dan berpenutup *=cre< $ap Medium+
o Periksa dahak yang dibatukkan/ bila ternyata yang dibatukkan adalah air
liur#saliva/ maka pasien harus mengulangi membatukkan dahak.
o =ebaiknya/ pilih dahak yang mengandung unsur4unsur khusus/ seperti/ butir ke!u/
darah dan unsur4unsur lain.
o Bila dahak susah keluarkan/ lakukan pera<atan mulut
Pera<atan mulut dilakukan dengan "bat glyseril guayak"lat*eGpect"rant+ 2 mg atau dengan meng"nsumsi air teh manis saat malam sebelum pengambilan dahak.
o Bila dahak tidak dapat dikeluarkan dapat diambil secara Aspirasi transtracheal/
Br"nchial lavage/ 8ung bi"psy
2. Berikan bantuan yang diperlukan untuk mengumpulkan specimen.
• Bantu klien mengambil p"sisi berdiri atau duduk *mis./ p"sisi "<ler4tinggi atau4 semi atau pada tepi tempat tidur atau kursi+. P"sisi ini memungkinkan ventilasi dan ekspansi paru yang maksimum.
• Minta klien untuk memegang bagian luar <adah sputum/ atau/ untuk klien yang tidak dapat melakukannya/ pasang sarung tangan dan pegang bagian luar <adah tersebut untuk klien.
• Minta klien untuk bernapas dalam dan kemudian membatukan sekresi. Inhalasi yang dalam memberikan udara yang cukup untuk mend"r"ng sekresi keluar dari !alan udara ke dalam faring.
• Pegang <adah sputum sehingga klien dapat mengeluarkan sputum ke dalamnya/ pastikan sputum tidak k"ntak dengan bagian luar <adah. Memasukan sputum ke dalam <adah akan mencegah penyebaran mikr""rganisme ke tempat lain.
• Bantu klien untuk mengulang batuk sampai terkumpul !umlah sputum yang cukup. • Tutup <adah segera setelah sputum berada di dalam <adah. Menutup <adah akan
mencegah penyebaran mikr""rganisme secara tidak senga!a ke tempat lain.
• Bila sputum mengenai bagian luar <adah/ bersihkan bagian luar dengan disinfektan. Beberapa institusi mengan!urkan untuk membersihkan seluruh bagian luar <adah dengan sabun cair dan air dan kemudian mengeringkannya dengan handuk kertas.
• 8epas dan buang sraung tangan.
• Beri label dan ba<a spesimen ke lab"rat"rium.
• Patikan inf"rmasi yang benar tertulis pada label dan slip permintaan lab"rat"rium. Tempelkan label dan lampirkan perimintaan lab"rat"rium pada <adah spesimen.
Identifikasi dan#atau inf"rmasi yang tidak akurat pada <adah spesimen dapat membuat kesalahan diagn"sis atau terapi.
• Atur agar specimen dikirim segera ke lab"rat"rium atau d i dinginkan. %ultur bakteri
harus segera dimulai sebelum "rganisme yang mengk"ntaminasi tumbuh dan berkembang baik sehingga memberikan hasil p"sitif palsu.
"kumentasikan pengumpulan spesimen sputum pada catatan klien. Pend"kumentasian meliputi !umlah/ <arna/ k"nsistensi *kental/ lengket/ atau encer+/ adanya hem"ptisis *darah pada sputum+/ bau sputum/ tibdakan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan sputum *mis./ drainase p"stural+/ !umlah sputum yang dihasilkan secara umum/ adanya ketidaknyamanan yang dialami klien.
1. Jaktu pengambilan sputum
Jaktu yang diperlukan untuk pengambilan sputum adalah 3 kali pengambilan sputum dalam 2 kali kun!ungan/ yaitu =putum se<aktu *=+/ yaitu ketika penderita pertama kali datang@ =putum pagi *P+ / kees"kan harinya ketika penderita datang lagi dengan memba<a sputum pagi * sputum pertama setelah bangun tidur+/ =putum se<aktu *=+/ yaitu saat penderita tiba di lab"rat"rium/ penderita diminta mengeluarkan sputumnya lagi.
1. Teknik Pengambilan =putum
Pengambilan sputum pada pasien tidak b"leh menyikat gigi. Agar sputum mudah dikeluarkan/ dian!urkan pasien meng"nsumsi air yang banyak pada malam sebelum pengambilan sputum. =ebelum mengeluarkan sputum/ pasien disuruh untuk berkumur4kumur dengan air dan pasien harus melepas gigi palsu *bila ada+. =putum diambil d ari batukkan pertama *first c"ugh+. $ara membatukkan sputum dengan Tarik nafas dalam dan kuat *dengan pernafasan dada+ batukkan kuat sputum dari br"nkus trakea mulut <adah penampung. Jadah penampung berupa p"t steril bermulut besar dan berpenutup *=cre< $ap Medium+.
Periksa sputum yang dibatukkan/ bila ternyata yang dibatukkan adalah air liur#saliva/ maka pasien harus mengulangi membatukkan sputum. =ebaiknya/ pilih sputum yang mengandung
unsur4unsur khusus seperti 5 darah dan unsur4unsur lain. Bila sputum susah keluarkan lakukan pera<atan mulut Pera<atan mulut dilakukan dengan "bat glyseril guayak"lat *eGpect"rant+ 2
mg atau dengan meng"nsumsi air teh manis saat malam sebelum pengambilan sputum. 1. )ara Penyimanan Dahak
1. Penyimpanan5 K 2& !am pada suhu ruang. 2. Penyimpanan pada p"t steril berpenutup 3. Penyimpanan pada p"t steril berpenutup.
&. ahak ditangani pada bagian sit"l"gi dan termasuk dalam kriteria kental/ sel cukup banyak sehingga langsung dibuat preparat hapusnya.
(. ahak langsung dihapus ke "b!ek gelas dan langsung difiksasi dengan Alk"h"l (4,?/ dengan met"de fiksasi pelapis*c"ating fiGative+.
Baik spesimen yang dikirim dalam p"t maupun <adah harus disertai dengan data#keterangan/ baik mengenai kriteria spesimen maupun pasien. Ada 2 data yang harus disertakan/ yaitu5
ata 1* P"t#<adah dilabel dengan menempelkan label pada dinding luar p"t. Pr"ses direct
labelling yang berisi data5 nama/ umur/ !enis kelamin/ !enis spesimen/ !enis tes yang diminta dan tanggal pengambilan.
ata 25 "rmulir#kertas#buku yang berisi data keterangan klinis5 d"kter yang mengirim/ ri<ayat anamnesis/ ri<ayat pemberian antibi"tik terakhir *minimal 3 hari harus dihentikan sebelum pengambilan spesimen+/ <aktu pengambilan spesimen/ dan keterangan lebih lan!ut mengenai bi"data pasien. 7adi/ data mengenai spesimen harus !elas5 label dan f"rmulir. =pesimen tidak
akan diterima apabila5
F Tidak dilengkapi dengan data yang sesuai.
F 7umlah yang dibutuhkan untuk pemeriksaan kurang. F $ara pengambilan tidak sesuai dengan pr"sedur yang ada
PEMERI$SAAN SP&T&M
Su!um
=putum adalah cairan yang dipr"duksi dalam alve"li dan br"nki"li. =putum
yang memenuhi syarat pemeriksaan harus betul4betul dari trakea dan br"nki bukan
berupa air ludah. =putum dapat dibedakan dengan ludah antara lain 5 ludah biasa
akan membentuk gelembung4gelembung !ernih di bagian atas permukaan
cairan/sedang pada sputum hal ini !arang ter!adi. =ecara mikr"sk"pis ludah akan
menun!ukan gambaran sel4sel gepeng sedang pada sputum hal ini tidak
ditemukan . *Jidman/ 100&+
=putum paling baik untuk pemeriksaan adalah sputum pagi hari/ karena
sputum pagi paling banyak mengandung kuman. =putum pagi di kumpulkan
sebelum mengg"s"k gigi/ tetapi sudah berkumur dengan air untuk membersihkan
sisa makanan dalam mulut yang tertinggal. *B. sand!a!a/ 1002+.
$la,i0ika,i Su!um
=putum yang dikeluarkan "leh se"rang pasien hendaknya dapat dievaluasi
sumber/ <arna/ v"lume/ dan k"nsistensinya/ karena k"ndisi sputum biasanya
memperlihatkan secara spesifik pr"ses ke!adian pat"l"gik pada pembentukan
sputum itu sendiri.
klasifikasi bentukan sputum dan kemungkinan penyebabnya 5
berasal dari sinus/ atau saluran hidung/ bukan berasal dari saluran napas bagian
ba<ah.
L sputum banyak sekaliHpurulen pr"ses supuratif *eg. Abses paru+
L =putum yg terbentuk perlahanHterus meningkat taanda br"nkhitis#
br"nkhiektasis.
L =putum kekuning4kuningan pr"ses infeksi.
L =putum hi!au pr"ses penimbunan nanah. Jarna hi!au ini dikarenakan adanya
verd"per"ksidase yg dihasikan "leh PMD dlm sputum. =putum hi!au ini sering
ditemukan pada penderita br"nkhiektasis karena penimbunan sputum dalam
br"nkus yang melebar dan terinfeksi.
L sputum merah mudaHberbusa tanda edema paru akut.
L =putum berlendir/ lekat/ abu4abu#putih tanda br"nkitis kr"nik.
L =putum berbau busuk tanda abses paru# br"nkhiektasis.
Pemerik,aan Su!um
Pemeriksaan sputum biasanya diperlukan !ika diduga adanya penyakit paru.
Membran muk"sa saluran pernapasan beresp"ns terhadap inflamasi dengan
meningkatkan keluaran sekresi yang sering mengandung "rganisme penyebab.
Perhatikan dan catat v"lume/ k"nsistensi/ <arna dan bau sputum. Pemeriksaan
sputum mencakup pemeriksaan 5
1. Pe<arnaan >ram/biasanya pemeriksaan ini memberikan cukup inf"rmasi tentang
"rganism yang cukup untuk menegakkan diagn"se presumtif.
2. %ultur =putum mengidentifikasi "rganisme spesifik untuk menegakkan diagn"se
definitif. 9ntuk keperluan pemeriksaan ini/ sputum harus dikumpulkan sebelum
dilakukan terapi antibi"tic dan setelahnya untuk menentukan keman!uran terapi.
3. Basil Tahan Asam *BTA+ menentukan adanya mik"bacterium tubercul"sis/ yang
setelah dilakukan pe<arnaan bakteri ini tidak mengalami perubahan <arna "leh
alc"h"l asam.
Pengumulan Su!um
=ebaiknya klien diinf"rmasikan tentang pemeriksaan ini sehingga akan
dapat dikumpulkan sputum yang benar4benar sesuai untuk pemeriksaan ini.
Instruksikan pasien untuk mengumpulkan hanya sputum yang berasal dari dalam
paru4paru. *%arena sering kali !ika klien tidak di !elaskan demikian/ klien akan
sputum untuk suatu pemeriksaan lab"raturium. Implikasi kepera<atan untuk
pengumpulan sputum termasuk 5
1. %lien yang kesulitan dalam pembentukan sputum atau mereka yang sangat banyak
membentuk sputum dapat mengalami dehidrasi/ perbanyak asupan cairan klien.
2. %umpulkan sputum sebelum makan dan hindari kemungkinan muntah karena
batuk.
3. Instruksikan klien untuk berkumur dengan air sebelum mengumpulkan specimen
untuk mengurangi k"ntaminasi sputum.
&. Instruksikan klien untuk mengingatkan d"kter segera setelah specimen terkumpul
sehingga specimen dapat dikirim ke lab"raturium secepatnya.
1.Pengambilan =pesimen
Pengumpulan sputum yang terbaik adalah sputum pagi hari atau sputum
semalam dengan !umlah yang terkumpul sebanyak 34( ml setiap <adah
penampung sputum.
$ara pengambilan sputum 5
Pasien berkumur dengan air garam dahulu/ kemudian di beri <adah yang
bermulut lebar/ mempunyai tutup berulir/ suci hama/ tidak mudah pecah/ tidak
b"c"r/ sekali pakai dibuang *disp"sible+. Pasien dalam p"sisi berdiri/ !ika tidak
memungkinkan dapat dengan duduk agak membungkuk. Pagi hari setelah bangun
tidur biasanya rangsangan batuk sangat kuat/ tetapi penderita di an!urkan untuk
menahanya dan menarik nafas dalam4dalam. %emudian segera di suruh batuk
sekuat4kuatnya sehingga merasakan dahak yang dibatukkan keluar dari
tengg"r"kan. =putum yang keluar di tampung dalam <adah yang di sediakan/
mulut <adah penampung dibersihkan dari tetesan dahak lalu di tutup. Jadah diberi
label yang yang berisi nama/ alamat/ tanggal pengambilan serta nama pengirim.
2. Pembuatan =ediaan
a. Pembuatan Preparat
>elas kaca di beri n"m"r k"de/ n"m"r pasien/ nama pasien/ pada sisi kanan
kaca "byek baru. Pilih bagian sputum yang kental/ <arna kuning kehi!auan/ ada
pus atau darah/ ada perke!uan. Ambil sedikit bagian tersebut dengan menggunakan
"se yang sebelumnya dibakar dulu sampai pi!ar/ kemudian didinginkan. atakan
diatas kaca "byek dengan ukuran 243 cm. :apusan sputum yang dibuat !angan
terlalu tebal atau tipis. %eringkan dalam suhu kamar. se sebelum dibakar
dicelupkan dulu kedalam b"t"l berisi campuran alk"h"l ,? dan pasir dengan
perbandingan 2 5 1 dengan tu!uan untuk melepaskan partikel yang melekat pada
"se *untuk mencegah ter!adinya percikan atau aer"s"l pada <aktu "se dibakar yang
dapat menularkan kuman tuberkul"sis+.ekatkan # fiksasi dengan cara melakukan
mele<atkan preparat diatas lidah api dengan cepat sebanyak 3 kali selama 34(
detik. =etelah itu sediaan langsung di<arnai dengan pe<arna Niehl Deelsen.
b. Pembuatan Niehl Deelsen.
Pada dasarnya prinsip pe<arnaan myc"bacterium yang dinding selnya tahan
asam karena mempunyai lapisan lemah atau lilin sehingga sukar ditembus cat.
leh pengaruh phen"l dan pemanasan maka lapisan lemak dapat ditembus cat
basic fuchsin. Pada pengecatan Niehl Deelsen setelah BTA mengambil <arna dari
basic fuchshin kemudian dicuci dengan air mengalir/ lapisan lilin yang terbuka
pada <aktu dipanasi akan merapat kembali karena ter!adi pendinginan pada <aktu
dicuci. =e<aktu dituangi dengan asam sulfat dan alk"h"l ,? atau :$I alk"h"l/
<arna merah dari basic fuchsin pada BTA tidak akan dilepas#luntur.Bakteri yang
tidak tahan asam akan melepaskan <arna merah/ sehingga men!adi pucat atau tidak
be<arna. Akhirnya pada <aktu dicat dengan Methylien Blue BTA tidak mengambil
<arna biru dan tetap merah/ sedangkan bakteri yang tidak tahan asam akan
mengambil <arna biru dari Methylien Blue.
c. $ara Pengecatan Basil Tahan Asam
8etakkan sediaan diatas rak pe<arna/ kemudian tuang larutan $arb"l
uchsin sampai menutupi seluruh sediaan. Panasi sediaan secara hati4hati diatas
api selama 3 menit sampai keluar uap/ tetapi !angan sampai mendidih. Biarkan
selama ( menit *dengan memakai pinset+. $uci dengan air mengalir/ tuang :$8
alk"h"l 3? *alc"h"l asam+ sampai <arna merah dari fuchsin hilang. Tunggu 2
menit. $uci dengan air mengalir/ tuangkan larutan Methylen Blue /1? tunggu 14
2 detik. $uci dengan air mengalir/ keringkan di rak pengering.
d. $ara Melakukan Pemeriksaan
=etelah preparat ter<arnai dan kering/ dilap bagian ba<ahnya dengan kertas
tissue/ kemudian sediaan ditetesi minyak imersi dengan 1 tetes diatas sediaan.
=ediaan dibaca mikr"sk"p dengan perbesaran kuat. Pemeriksaan dimulai dari
u!ung kiri dan digeser ke kanan kemudian digeser kembali ke kiri *pemeriksaan
system benteng+. iperiksa 1 lapang pandang *kurang lebih 1 menit+.
Pembacaan dilakukan secara sistematika/ dan setiap lapang pandang dilihat/ kuman
BTA ber<arna merah berbentuk batang lurus atau bengk"k/ terpisah/ berpasangan
atau berkel"mp"k dengan latar belakang biru.
3. Pelap"ran :asil
Pembacaan hasil pemeriksaan sediaan dahak dilakukan dengan
menggunakan skala Internati"nal 9ni"n Against Tubercul"sis *I9AT+
.Pemeriksaan sputum untuk Basil Tahan Asam biasanya dilakukan pemeriksaan
terhadap sputum se<aktu/ sputum pagi dan sputum se<aktu *=P=+. :asil yang
p"sitif ditandai dengan sekurang F kurangnya 2 dari 3 spesimen sputum se<aktu/
pagi/ se<aktu adalah p"sitif ditemukannya Basil Tahan Asam *BTA+.Pemeriksaan
Met"de yang dipakai biasanya dengan pengecatan langsung *met"de pe<arnaan
Niehl Delsen +/ dan met"de penghitungan BTA dengan skala I9AT *Intrenati"nal
9ni"n Against Tubercul"sis+ yaitu dalam 1 lapang pandang tidak ditemukan
BTA disebut negatif. itemukan 5
1. 140 BTA dalam 1 lapang pandang/ ditulis !umlah kuman yang ditemukan.
2. 1400 BTA dalam 1 lapang pandang disebut atau *1+.
3. 141 BTA dalam 1 lapang pandang/ disebut atau *2+.
&. O 1 BTA dalam 1 lapang pandang/ disebut atau *3+.
Penulisan gradasi hasil bacaan penting/ untuk menun!uk keparahan penyakit dan
tingkat penularan penderita. *epartemen %esehatan I 21+.
APD DAN K3
1. $e,elama!an $erja Dalam Lab.ra!.rium $linik
Beker!a dalam lab"rat"rum klinik mempunyai resik" terkena bahan kimia maupun bahan yang bersifat infeksius. esik" tersebut dapat ter!adi bila kelalaian dan sebab4sebab lain
diluar kemampuan manusi. Men!adi suatu tanggung !a<ab bagi manusia untuk mempela!ari kemungkinan adanya bahaya dalam peker!aan agar mampu mengendalikan bahaya serta
mengurangi resik" sekecil4kecilnya melalui pemahaman mengenai berbagai aspek bahaya dalam lingkungan lab"rat"rium/ mengarahkan para peker!a dalam melaksanakan keselamatan dan kesehatan ker!a.
8ab"rat"rium harus merupakan tempat yang aman bagi peker!anya/ terhadap setiap kemungkinan ter!adinya kecelakaan/ sakit maupun gangguan kesehatan. :anya dalam lab"rat"rium yang bebas dari rasa kekha<atiran akan kecelakaan dan keracunan sese"rang dapat bekera!a dengan pr"duktif dan efisien. %eadaan yang sehat dalam lab"rat"rium/ dapat diciptakan
kesadaran dan tanggung !a<ab/ bah<a kecelakaan dapat berakibat pada diri sendiri dan "rang lain serta lingkungannya.
Tanggung !a<ab m"ral dalam keselamatan ker!a memegang peranan penting dalam pencegahan kecelakaan disamping dislipin setiap individu terhadap perautran !uga memberikan
andil besar dalam keselamatan ker!a.
2. Penanganan Se,imen
alam penanganan spesimen perlu diperhatikan cara pemeliharaan#mempertahankan kualitas ker!a *perf"mance+ pada setiap taraf#langkah dalam keseluruhan rantai pr"sesnya.
Pengambilan#pengumpulan spesimen/ transp"rtasi dan pr"ses merupakan mata rantai yan g penting/ tetapi !ustru sebagian besar menganggap tidak perlu dia<asi secara khusus.
Masing4masing lab"rat"rium mempunyai cara ker!a yang bervariasi/ "leh karena itu perlu adanya ke<aspadaan terhadap spesimen4spesimen kiriman #ru!ukan. Paling tepat adalah bila lab"rat"rium ru!ukan memberi petun!uk kepada lab"rat"rium peru!uk *yang meru!uk+
mengenai cara persiapan/ pengambilan/ penanganan dan pengiriman spesimen/ !enis spesimen dan diagn"sa penderita bila perlu/ agar tidak ter!adi kesalahan apabila hasil yang diper"leh tidak sesuai dengasn klinis.
Idealnya petun!uk ini disusun secara sistematis per !enis pemeriksaan#parameter yang mudah dimengerti "leh petugas di semua lab"rat"rium peru!uk. =elain petun!uk berdasarkan parameter/ perlu !uga ditambahkan petun!uk umum tentang sampling berdasarkan !enis
terhadap diagn"sa penyakit yang berbahaya seperti berlabel bulatan merah biala terinfeksi :I6#AI=.
3. Ri,ik. Pemakaian Ala! Pelindung Diri Bagi Pe!uga, Lab.ra!.rium $e,eha!an+
%ecelakaan ker!a adalah ke!adian yang tidak terduga dan tidak diharapkan. Biasanya kecelakaan menyebabkan kerugian material dan penderitaan dari yang paling ringan sampai pada yang paling berat.
9ntuk menghindari risik" dari kecelakaan dan terinfeksinya petugas lab"rat"rium khususnya pada lab"rat"rium kesehatan sebaiknya dilakukan tindakan pencegahan seperti
pemakaian alat pelindung diri/ apabila petugas lab"rat"rium tidak menggunakan alat pengaman/ akan semakin besar kemungkinan petugas lab"rat"rium terinfeksi bahan berbahaya/ khususnya berbagai !enis virus.
&. Ala! Pelindung Diri 1APD2
Alat Pelindung iri *AP+ merupakan peralatan pelindung yang digunakan "leh se"rang peker!a untuk melindungi dirinya dari k"ntaminasi lingkungan. AP dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Pers"nal Pr"tective C'uip ment *PPC+. engan melihat kata pers"nal pada kata PPC terebut/ maka setiap peralatan yang dikenakan harus mampu memper"teksi si pemakainya. =ebagai c"nt"h/ pr"teksi telinga *hearing pr"tecti"n+ yang
melindungi telinga pemakainya dari transmisi kebisingan/ masker dengan filter yang menyerap dan menyaring k"ntaminasi udara/ dan !as lab"rat"rium yang memberikan perlindungan
AP dapat berkisar dari yang sederhana hingga relatif lengkap/ seperti ba!u yang menutup seluruh tubuh pemakai yang dilengkapi dengan masker khusus dan alat bantu
pernafasan yang dikenakan dikala menangani tumpahan bahan k imia yang sangat berbahaya. AP yang sering dipakai a.I./ pr"teksi kepala *mis./ helm+/ pr"teksi mata dan <a!ah *mis./
pelindung muka/ kacamata pelindung+/ respirat"r *mis./ masker dengan filter+/ pakaian pelindung *mis./ ba!u atau !as yang tahan terhadap bahan kimia+/ dan pr"teksi kaki *mis./ sepatu tahan
bahan kimia yang menutupi kaki hingga mata kaki+.
1. Perlindungan Mata dan Ja!ah.
Pr"teksi mata dan <a!ah merupakan persyaratan yang mutlak yang harus dikenakan "leh pemakai dikala beker!a dengan bahan kimia. :al ini dimaksud untuk melindungi mata dan <a!ah dari kecelakaan sebagai akibat dari tumpahan bahan kimia/ uap kimia/ dan radiasi. =ecara umum perlindungan mata terdiri dari 5
• %acamata pelindung
• >"ggle
• Pelindung <a!ah
• Pelindung mata special *g"ggle yang menyatu dengan masker khusus untuk melindungi mata dan <a!ah dari radiasi dan bahaya laser+. Jalaupun telah banyak m"del/ !enis/ dan bahan dari perlindungan mata tersebar di pasaran hingga saat ini/ Anda tetap harus
berhati4hati dalam memilihnya/ karena bisa sa!a tidak c"c"k dan tidak cukup aman melindungi mata dan <a!ah Anda dari k"ntaminasi bahan kimia yang berbahaya.
2. Perlindungan Badan
Ba!u yang dikenakan selama beker!a di lab"rat"rium/ yang dikenal dengan sebutan !as lab"rat"rium ini/ merupakan suatu perlengkapan yang <a!ib dikenakan sebelum memasuki
lab"rat"rium. 7as lab"rat"rium yang kerap sekali dikenal "leh masyarakat pengguna bahan kimia ini terbuat dari katun dan bahan sintetik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika Anda menggunakan !as lab"rat"rium/ kancing !as lab"rat"rium tidak b"leh dikenakan dalam k"ndisi tidak terpasang dan ukuran dari !as lab"rat"rium pas dengan ukuran badan pemakainya.
7as lab"rat"rium merupakan pelindung badan Anda dari tumpahan bahan kimia dan api sebelum mengenai kulit pemakainya. 7ika !as lab"rat"rium Anda terk"ntaminasi "leh
tumpahan bahan kimia/ lepaslah !as tersebut secepatnya.
=elain !as lab"rat"rium/ perlindungan badan lainnya adalah Apr"n dan 7umpsuits. Apr"n sering kali digunakan untuk mempr"teksi diri dari cairan yang bersifat k"r"sif dan mengiritasi. Perlengkapan yang berbentuk seperti celemek ini biasanya terbuat dari karet atau plastik.9ntuk apr"n yang terbuat dari plastik/ perlu digarisba<ahi/ bah<a tidak dikenakan pada
area larutan yang mudah terbakar dan bahan4bahan kimia yang dapat terbakar yang dipicu "leh elektrik statis/ karena apr"n !enis ini dapat mengakumulasi l"ncatan listrik statis.
7umpsuits atau dikenal dengan sebutan ba!u parasut ini direk"mendasikan untuk dipakai pada k"ndisi beresik" tinggi *mis./ ketika menan gani bahan kimia yang bersifat karsin"genik dalam !umlah yang sangat ban yak+. Ba!u parasut ini terbuat dari material yang dapat didaur ulang. Bahan dari peralatan perlindungan badan ini haruslah mampu memberi
perlindungan kepada peker!a lab"rat"rium dari percikan bahan kimia/ panas/ dingin/ uap lembab/ dan radiasi.
3. Pelindungan Tangan
%"ntak pada kulit tangan merupakan permasalahan yang sangat penting apabila Anda terpapar bahan kimia yang k"r"sif dan beracun. =arung tangan men!adi s"lusi bagi Anda. Tidak hanya melindungi tangan terhadap karakteristik bahaya bahan kimia tersebut/ sarung tangan !uga dapat memberi perlindungan dari peralatan gelas yang pecan atau rusak/ permukaan benda yang kasar atau ta!am/ dan material yang panas atau dingin.
Bahan kimia dapat dengan cepat merusak sarung tangan yang Anda pakai !ika tidak dipilih bahannya dengan benar berdasarkan bahan kimia yang ditangani. =elain itu/ kriteria yang lain adalah berdasarkan pada ketebalan dan rata4rata daya tembus atau ter"b"s bahan kimia ke kulit tangan. =arung tangan harus secara peri"dik diganti berdasarkan frekuensi pemakaian dan permeabilitas bahan kimia yang ditangani. 7enis sarung tangan yang sering dipakai di
lab"rat"rium/ diantaranya/ terbuat dari bahan karet/ kulit dan pengis"lasi *asbest"s+ untuk temperatur tinggi.
7enis karet yang digunakan pada sarung tangan/ diantaranya adalah karet butil atau alam/ ne"prene/ nitril/ dan P6$ *P"livinil kl"rida+. =emua !en is sarung tangan tersebut dipilih berdasarkan bahan kimia yang akan ditangani. =ebagai c"nt"h/ sarung tangan yang terbuat dari
karet alam baik apabila Anda beker!a dengan Amm"nium hidr"Gida/ tetapi tidak baik bila beker!a dengan ietil eter.
%"ntaminasi bahan kimia yang paling sering masuk ke dalam tubuh manusia adalah le<at pernafasan. Banyak sekali partikel4partikel udara/ debu/ uap dan gas yang dapat
membahayakan pernafasan. 8ab"rat"rium merupakan salah satu tempat ker!a dengan bahan kimia yang memberikan efek k"ntaminasi tersebut.
leh karena itu/ para peker!anya harus memakai perlindungan pernafasan/ atau yang lebih dikenal dengan sebutan masker/ yang sesuai. Pemilihan masker yang sesuai didasarkan pada !enis k"ntaminasi/ k"sentrasi/ dan batas paparan. Beberapa !enis perlindungan pernafasan
dilengkapi dengan filter pernafasan yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk. ilter masker tersebut memiliki masa pakai. Apabila tidak dapat menyaring udara yang terk"ntaminasi lagi/ maka filter tersebut harus diganti.
ari inf"rmasi mengenai beberapa AP diatas/ maka setiap pengguna bahan kimia haruslah mengerti pentingnya memakai AP yang sesuai sebelum beker!a dengan bahan kimia. =elain itu/ setiap AP yang dipakai harus sesuai dengan !enis bahan kimia yang ditangani. =emua hal tersebut tentunya mempunyai dasar/ yaitu kesehatan dan keselamatan ker!a di lab"rat"rium.
9ngkapan mengatakan bah<a 8ebih baik mencegah daripada meng"bati. AP merupakan s"lusi pencegahan yang paling mendasar dari segala macam k"ntaminasi dan bahaya akibat bahan kimia. 7adi/ tunggu apa lagi. >unakanlah AP sebelum beker!a dengan bahan kimia.
PEMANTAPAN MUTU LAB
PEMANTAPAN MUTU
Pemantapan mutu quality assurance laboratorium adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk menjamin ketelitian dan ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium. Kegiatan ini
terdiri atas empat komponen penting, yaitu pemantapan mutu internal PM=, pemantapan mutu eksternal PM@, %erifikasi, %alidasi, audit, dan pendidikan dan pelatihan.
1. Pe'anta$an Mutu Interna 0PMI
Pemantapan mutu internal adalah kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh setiap laboratorium secara terus-menerus agar diperoleh hasil pemeriksaan yang tepat. Kegiatan ini mencakup tiga tahapan proses, yaitu pra-analitik, analitik dan paska analitik.
eberapa kegiatan pemantapan mutu internal antara lain persiapan penderita, pengambilan dan penanganan spesimen, kalibrasi peralatan, uji kualitas air, uji kualitas reagen, uji kualitas media, uji kualitas antigen-antisera, pemeliharaan strain kuman, uji ketelitian dan ketepatan, pencatatan dan pelaporan hasil.
2. Pe'anta$an Mutu E"#terna 0PME
PM@ adalah kegiatan pemantapan mutu yang diselenggaralan secara periodik oleh pihak lain di luar laboratorium yang bersangkutan untuk memantau dan menilai penampilan suatu laboratorium di bidang pemeriksaan tertentu. Penyelenggaraan PM@ dilaksanakan oleh pihak pemerintah, swasta atau internasional dan diikuti oleh semua laboratorium, baik milik pemerintah maupun swasta dan dikaitkan dengan akreditasi laboratorium kesehatan serta peri;inan laboratorium kesehatan swasta.
PM@ harus dilaksanakan sebagaimana kegiatan pemeriksaan yang biasa dilakukan oleh petugas yang biasa melakukan pemeriksaan dengan reagen5peralatan5metode yang biasa digunakan sehingga benar-benar dapat mencerminkan penampilan laboratorium tersebut yang sebenarnya. (etiap nilai yang diperoleh dari penyelenggara harus dicatat dan die%aluasi untuk
mempertahankan mutu pemeriksaan atau perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk peningkatan mutu pemeriksaan.
3. erii"a#i
8erifikasi adalah tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam melakukan kegiatan laboratorium mulai dari tahap pra-analitik, analitik sampai dengan pasca-analitik. (etiap tahapan tersebut harus dipastikan selalu berpedoman pada mutu sesuai dengan bakuan mutu yang ditetapkan.
!. aida#i )a#i
8alidasi hasil pemeriksaan merupakan upaya untuk memantapkan kualitas hasil pemeriksaan yang telah diperoleh melalui pemeriksaan ulang oleh laboratorium rujukan. 8alidasi dapat mencegah keragu-raguan atas hasil laboratorium yang dikeluarkan.
,. Audit
<udit adalah proses menilai atau memeriksa kembali secara kritis berbagai kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium. <udit ada dua macam, yaitu audit internal dan audit eksternal.
<udit internal dilakukan oleh tenaga laboratorium yang sudah senior. Penilaian yang dilakukan haruslah dapat mengukur berbagai indikator penampilan laboratorium, misalnya kecepatan pelayanan, ketelitian laporan hasil pemeriksaan laboratorium dan mengidentifikasi titik lemah dalam kegiatan laboratorium yang menyebabkan kesalahan sering terjadi.
<udit eksternal bertujuan untuk memperoleh masukan dari pihak lain di luar laboratorium atau pemakai jasa laboratorium terhadap pelayanan dan mutu laboratorium. Pertemuan antara