• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENILAIAN DISTRIBUTOR PRODUK MINUMAN KESEHATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENILAIAN DISTRIBUTOR PRODUK MINUMAN KESEHATAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENILAIAN DISTRIBUTOR PRODUK MINUMAN KESEHATAN K-LIQUID CHLOROPHYLL PADA POLA MLM TERHADAP KINERJA

MANAJEMEN PT. K-LINK INDONESIA

(Kasus Distributor Daerah Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara)

Oleh :

Ardhita Achmad Zibril A14105654

PROGRAM SARJANA EKSTENSI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009

(2)

RINGKASAN

ARDHITA ACHMAD ZIBRIL. Penilaian Distributor Produk Minuman Kesehatan K-Liquid Chlorophyll Pada Pola MLM Terhadap Kinerja Manajemen PT. K-Link Indonesia (Kasus Distributor Daerah Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara). (Dibawah bimbingan NETTI TINAPRILLA).

Bertambahnya produsen baru yang memproduksi minuman kesehatan Chlorophyll menyebabkan timbulnya persaingan untuk memperoleh pangsa pasar sehingga konsumen memiliki alternatif dalam memilih salah satuh merek untuk dikonsumsi inilah yang menyebabkan aspek pemasaran banyak ditentukan oleh peranan pola distribusi. Pola distribusi yang berperan dalam pemasaran minuman kesehatan Chlorophyll diantaranya adalah Multi Level Marketing (MLM).

PT. K-Link Indonesia dalam memasarkan produknya menggunakan pola pemasaran MLM. Dalam sistem MLM seorang member berperan sebagai distributor dimana promosi dilakukan oleh member dan biaya untuk melakukan promosi tersebut ditanggung oleh member yang bersangkutan. Selain itu, besar dan perubahan volume penjualan sangat tergantung kepada ke aktifan dan inisiatif member/distributor. Dari hal-hal tersebut maka sangat penting melakukan sebuah kajian mengenai kinerja manajemen perusahaan yang berpola MLM berdasarkan penilaian distributornya. Karena penilaian distributor terhadap pihak perusahaan memiliki efek psikologi, dimana dengan persepsi distributor cukup baik, maka keaktifan disrtributor akan tinggi.

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penilaian distributor aktif dan tidak aktif terhadap kinerja manajemen PT. K-Link Indonesia dan merumuskan rekomendasi terkait dengan perbaikan kinerja manajemen terhadap distributor.

Penelitian ini dilakukan pada lokasi yang telah ditentukan sebelumnya dengan sengaja (purposive), yaitu di stokist center Kelapa Gading PT. K-Link, Jln. Boulevard Barat Raya Blok F No.28 Jakarta Utara. Pelaksanaan penelitian dan pengambilan data dilakukan mulai bulan Agustus sampai Oktober 2008. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan untuk memperoleh informasi langsung tentang kondisi perusahaan secara keseluruhan, karakteristik distributor, keterlibatan/partisipasi distributor, persepsi langsung distributor terhadap perusahaan serta data lain yang perlu diamati secara langsung. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi litelatur, yaitu mempelajari data – data atau bahan – bahan informasi yang berkaitan dengan objek penelitian. Informasi data dari instansi terkait seperti Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), serta Badan Pusat Statistik (BPS).

Pemilihan responden dilakukan berdasarkan teknik non probability yaitu teknik convenient sampling. Pada metode ini, responden yang dipilih adalah distributor yang berkunjung ke stokist center K-Link kelapa gading dan membeli produk K-Liquid Cholorophyll minimal 100 Pbv setiap bulan selama tiga bulan berturut-turut dan sudah mengikuti modul pelatihan K-Link. Sedangkan untuk distributor tidak aktif dilihat dari daftar jaringan dan bertempat tinggal di wilayah kecamatan kelapa gading, distributor tidak aktif yang dipilih menjadi responden adalah distributor yang tidak melakukan pembelanjaan sama sekali selama tiga

(3)

ii bulan berturut-turut tetapi sudah mengikuti modul pelatihan K-Link. Pemilihan tersebut dilakukan karena distributor yang sudah mengikuti modul pelatihan K-link, akan dapat mendeskripsikan penilaian nya terhadap kinerja manajemen perusahaan. Responden yang diambil yaitu sebanyak 100 responden, karena telah mewakili penelitian ini. Terdiri dari 50 distributor aktif dan 50 distributor tidak aktif.

Jika dilihat dari analisis IPA pada distributor aktif dan tidak aktif maka prioritas utama yang harus di lakukan perusahaan sama yaitu memperbaiki kinerja kemampuan dalam pengadaan barang di stokist, ketepatan dalam pembayaran bonus bagi distributor, kemampuan dalam memberikan fasilitas informasi perkembangan jaringan dan ketepatan dalam pengiriman bonus statement. Adanya kesamaan prioritas utama pada distributor aktif dan tidak aktif dikerenakan adanya kekecewaan terdahulu pada distributor tidak aktif terhadap atribut yang masuk dalam kuadran I sehingga membuat distributor memutuskan untuk tidak aktif sedangkan pada distributor yang masih aktif tetap bertahan dengan harapan adanya perbaikan pada kinerja manajemen perusahaan.

Pada hasil perhitungan analisis IPA didapati bahwa hasil X dan Y pada distributor tidak aktif lebih kecil dibandingkan dengan pada distributor aktif hal ini hal ini dikarenakan distributor tidak aktif merasa lebih kecewa dibandingkan dengan distributor yang aktif sehingga skor kinerja (Y) yang diberikan pada atribut yang dianggap kurang kinerjanya relatif lebih kecil dibandingkan dengan distributor yang aktif selain itu pada atribut kemampuan dalam memberikan fasilitas jadwal training/seminar dan kemampuan dalam memberikan seminar BOP dirasakan tidak penting oleh distributor tidak aktif namun dirasakan penting oleh distributor aktif sehingga hasil X pada distributor tidak aktif relatif lebih kecil dibandingkan dengan distributor yang aktif.

(4)

DAFTAR GAMBAR

No. Halaman

1. Pola Distribusi MLM ... 24

2. Saluran Pemasaran ... 26

3. Kerangka Pemikiran Operasional ... 31

4. Diagram Kartesius Performance dan Importance ... 39

5. Diagram Kartesius Performance dan Importance Pada Distributor Aktif ... 52

6. Diagram Kartesius Performance dan Importance Pada Distributor Tidak Aktif ... 60

DAFTAR LAMPIRAN No. Halaman 1. Uji Validitas ... 71

2. Tanda Keanggotaan PT. K-LINK INDONESIA ... 73

3. Karakteristik Distributor ... 74

4. Perhitunagan Metode Importance Performance Analysis (IPA) ... 75

(5)

DAFTAR TABEL

No. Halaman

1. Merek Produk Minuman Kesehatan Chlorophyll Yang Ada Di Pasaran...4

2. Jumlah Distributor PT. K-Link Indonesia Tahun 2005-2007………..………6

3. Matrik Tabel Penelitian Terdahulu………14

4. Dimensi Atribut Penilaian Distributor Terhadap Kinerja Manajemen PT. K-Link Indonesia...28

5. Variabel – Variabel Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja distributor...35 6. Skor Tingkat Kepentingan dan Tingkat Kinerja...36

7. Atribut Aspek – Aspek Kemampuan Kinerja Manajemen Perusahaan yang di Uji...42

8. Jumlah penduduk Kelapa Gading menurut jenis kelamin pada tahun 2003...47 9. Perhitungan Rata-rata Penilaian Kinerja dan Penilaian kepentingan Pada Atribut Kinerja Manajemen Distibutor Aktif ...51 10. Perhitungan Rata-rata Penilaian Kinerja dan Penilaian kepentingan Pada Atribut Kinerja Manajemen Distibutor Tidak Aktif ...59

(6)

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL...xi DAFTAR GAMBAR...xii DAFTAR LAMPIRAN...xii I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar belakang ... 1 1.2 Perumusan Masalah ... 5 1.3 Tujuan Penelitian ... 7 1.4 Kegunaan Penelitian ... 7 II TINJAUAN PUSTAKA ... 8 2.1 Pengertian Suplemen ... 8 2.2 Konsumsi Suplemen ... 9 2.3 Penelitian Terdahulu ... 11

2.3.1 Kontribusi Penelitian Terdahulu ... 15

III KERANGKA PEMIKIRAN ... 16

3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis ... 16

3.1.1 Konsep Persepsi ... 16

3.1.2 Jasa ... 17

3.1.3 Penilaian Kualitas Jasa ... 17

3.1.4 Harapan Terhadap Kualitas Jasa ... 17

3.1.5 Kepuasan ... 19

3.1.6 Kepuasan Pelanggan ... 19

3.1.7 Faktor-Faktor Pendorong Kepuasan ... 20

3.1.8 Kualitas Pelayanan ... 21

3.2 Multi Level Marketing (MLM)... 22

3.2.1 Konsep Distributor Dalam MLM ... 22

3.2.2 Konsep Multi Level Marketing (MLM) ... 22

3.2.3 Saluran Distribusi ... 25

3.2.4 Analisis Kepentingan Kinerja (Importance Performance Analysis) ... ... 26

3.3 Bauran Pemasaran (4P) ... 26

3.4 Kerangka Pemikiran Operasional ... 29

IV METODE PENELITIAN ... 32

4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 32

4.2 Pengumpulan Data dan Penarikan Sampel ... 32

4.3 Metode Analisis Data ... 34

4.3.1 Analisis Deskriptif Kuantitatif ... 34

4.3.2 Metode Importance Performance Analysis (IPA)... 34

(7)

x

4.4 Pengujian Kuisioner ... 41

4.4.1 Uji Validitas ... 41

V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 44

5.1 Gambaran Umum Perusahaan ... 44

5.1.1 Visi dan Misi Perusahaan ... 45

5.1.2 Sertifikat Resmi dan Penghargaan Perusahaan ... 45

5.2 Gambaran Umum Daerah Penelitian ... 46

VI HASIL DAN PEMBAHASAN ... 48

6.1 Analisis Persepsi Distributor Terhadap Kinerja Manajemen ... 48

6.1.1 Karakteristik Responden Distributor ... 48

6.1.2 Analisis Kepentingan Kinerja (Importance Performance Analysis) 48 6.2 Perhitungan Important Performance Analysis ... 49

6.2.1 Analisis IPA Distributor Aktif ... 50

6.2.2 Analisis IPA Distributor Tidak Aktif ... 58

VII KESIMPULAN DAN SARAN ... 67

7.1 Kesimpulan ... 67

7.2 Saran ... 68

DAFTAR PUSTAKA ... 69

(8)

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia dengan jumlah penduduk sebesar 226 juta jiwa dan tingkat pertumbuhan sebesar 1,43 persen per tahun (Badan Pusat Statistik, 2006) merupakan pasar yang sangat potensial untuk berbagai jenis produk untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kemajuan sosial ekonomi dan perkembangan informasi saat ini menyebabkan perubahan segala sesuatunya ke arah yang lebih praktis dan efisien. Perubahan tersebut berdampak pada perubahan gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat.

Berdasarkan warta konsumen (1995), masyarakat Indonesia mulai meninggalkan pola makan tradisional dan beralih pola makan serba instan yang dianggap praktis, tanpa mengindahkan keseimbangan gizinya, sebagai kompensasi masyarakat mulai melirik kepada produk suplemen yang dianggap bisa memenuhi kebutuhan gizi.

Peningkatan permintaan akan suplemen makin mendorong meningkatnya industri dan pasar produk suplemen. Pada tahun 2000 menurut Sampurno dan Fardiaz (2001), jumlah produk suplemen makanan yang didaftarkan di badan pengawasan obat dan makanan adalah 3236 jenis, 74 persen diantaranya adalah produk impor. Perkembangan pasar produk suplemen erat kaitannya dengan perubahan gaya hidup dan kesadaran akan hidup sehat.

(9)

2 Konsumsi suplemen dibutuhkan oleh tubuh jika sering berada atau melewati lingkungan yang tercemar polusi, mengalami gangguan kesehatan yang diduga kuat karena kekurangan zat gizi dalam makanan sehari-hari dengan frekuensi sering, tubuh dalam kondisi masa penyembuhan yang memerlukan tambahan suplemen, kondisi tubuh yang selalu dituntut prima dengan pekerjaan yang sering diluar batas kewajaran (lembur), harus menjalankan operasi besar, menjalani diet keras, stress berkepanjangan selain itu pada wanita dengan kondisi tertentu seperti hamil, menyusui, mulai menopause, pengikut vegetarian ketat dan mangalami gangguan metabolisme termasuk kelompok yang memerlukan suplemen makanan (Gunawan, 1999).

Kebiasaan mengkonsumsi suplemen makanan menjadi trend masyarakat perkotaan (Anonymous, 2002). Fenomena ini di Indonesia mengakibatkan semakin gencarnya promosi tentang produk-produk suplemen yang dilakukan dengan disertai klaim bombatis yang mengindikasikan ke arah pengobatan dan kesehatan. Berbagai klaim suplemen diantaranya dapat mengembalikan energi/stamina yang terkuras setelah melakukan aktivitas, memberikan energi tambahan, membuat rambut atau kulit lebih sehat, meningkatkan daya fikir dan membantu pencegahan dan penanggulangan stress (Sudarisman, 1996).

Bentuk fisik dari suplemen cukup beragam, ada yang berupa bubuk, kapsul, tablet, butiran, sirup dan cairan. Suplemen terdiri dari dua jenis yaitu yang berasal dari alam dan buatan (sintetis). Para konsumen mempunyai alasan-alasan tersendiri mengapa mereka mengkonsumsi suplemen, umumnya mereka mengharapkan produk-produk tersebut dapat meningkatkan kesehatan mereka.

(10)

3 Salah satu produk suplemen bentuk cair dari alam yang sudah beredar dipasaran adalah K-Liquid Chlorophyll yang diproduksi oleh PT. K-Link Indonesia. K-Liquid Chlorophyll di buat dari tumbuhan alfalfa (Medicago Sativa) yang memiliki fungsi sebagai antioksidan dimana kandungan Chlorophyll yang terdapat dalam tumbuhan alfalfa mengandung anti-oksida yang dapat mengurangi radikal bebas dalam tubuh. Tanaman Alfalfa banyak tumbuh liar di dataran gurun, akarnya dapat mencapai kedalaman 30 meter dan lebar akar dapat mencapai 10 meter. Pada saat ini lebih dari 80 juta hektar tanaman Alfalfa di seluruh dunia, dan 27 juta hektar terdapat di Amerika Serikat. (http://misinomorsatu.blogspot.com/2008/10/bae-synergy-alfalfa-concentrated.html).

K-Liquid Chlorophyll dilihat dari proses pengolahan merupakan salah satu produk Agribisnis yang termasuk ke dalam Sub sistem Agribisnis Hilir dimana K-Liquid Chlorophyll merupakan diversifikasi produk hilir tanaman alfalfa dan merupakan salah satu produk yang sangat prospektif untuk dikembangkan pada sektor agribisnis. (http://misinomorsatu.blogspot.com/2008/10/bae-synergy-alfalfa-concentrated.html)

Potensi pasar dalam negeri cukup besar untuk mendukung perkembangan industri minuman kesehatan chlorophyll seiring dengan meningkatnya pendapatan perkapita dan banyaknya penduduk kelas menengah keatas di Indonesia. Berdasarkan data BPS (2008), pendapatan perkapita masyarakat Indonesia tahun 2007 naik menjadi USD 1946.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam dosis tertentu kadar penghambatan terhadap asam lambung pada umumnya lebih kuat dari pada obat golongan antagonis reseptor H25. Yang termasuk  golongan obat

bahwa dengan adanya perubahan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang otomotif, perlu dilakukan pengaturan kembali ketentuan pemberian pembebasan bea masuk dan cukai atas barang

data yang diperoleh adalah anak dapat menunjukkan menunjukkan huruf b pada kata bola, balon, cabe, labu, jilbab dan rabab, huruf p pada kata pintu, payung, apel, sapu,

Program untuk Proses Menentukan Pembangkit Kunci... Program untuk Proses

Dalam hal calon peserta tidak dapat mengikuti diklat, ND konfirmasi harap ditembuskan kepada Kepala Biro Sumber Daya Manusia disertai alasan yang jelas.. Pusdiklat

Penghargaan-penghargaan yang diterima oleh Bank BSM merupakan hasil dari kinerja yang mumpuni dari jajaran pegawai yang ada di Bank BSM. Kinerja tersebut tentu

Pada penampang 1D dari hasil pengolahan surfer diketahui sebaran nilai potensial yang semakin tinggi hingga >100 mV pada daerah utara (menjauhi base), nilai

Era berean, interesa, alor horretan ikasketak jarraitzeko eta lana aurki- tzeko aukerei lotua dago, kontuan izanik giza- eta gizarte-zientzietan baino lanpostu gehiago eta