TARIAN HEDUNG SEBAGAI BENTUK IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT ADONARA STUDI DI KECAMATAN WITIHAMA KABUPATEN FLORES TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang
sebagai Salah Satu Prasyarat untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Oleh:
NURYANI BAREK RUPA NIM: 201510090311052
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2019
v
KATA PENGANTAR
Puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat serta hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Tarian Hedung Sebagai Bentuk Identitas Budaya Masyarakat Adonara Studi di Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur”.
Skripsi ini dibuat oleh penulis untuk memenuhi salah satu persyaratan tugas akhir dalam menempuh Jenjang Pendidikan Strata 1 pada Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang. Tentunya, dalam pembuatan Skripsi ini, banyak hambatan yang penulis hadapi. Penulis menyadari bahwa kelancaran dalam pembuatan skripsi ini tidak lain berkat bantuan dan dorongan dari beberapa pihak yang memotivasi penulis dalam menyelesaikannya, sehingga kendala-kendala yang dihadapi penulis dapat teratasi, dan beberapa ucapan terima kasih ingin penulis ucapkan kepada yang terhormat:
1. Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan kesempatan untuk menempuh perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Malang dengan berbagai fasilitas yang disediakan.
2. Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan izin penelitian dan semangat untuk maju.
3. Drs. M. Mansur, M.H. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan arahan dan semangat.
4. Dr. Budiono, M.Si. selaku Dosen Pembimbing I yang teah memberikan kesediaan, kesabaran dan keluangan waktunya dalam membimbing.
5. Dr. M. Syahri, M.Si. selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan kesabaran dan motivasi untuk tetap bergerak maju dalam membimbing. 6. Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan atas
ix
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
SURAT PERNYATAAN ... iii
LEMBAR PENGESAHAN ...iv
KATA PENGANTAR ... v
PERSEMBAHAN ... vii
MOTTO ... viii
DAFTAR ISI ...ix
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR BAGAN ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xv ABSTRACT ... xvi ABSTRAK ...xvii BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 5 1.3 Tujuan Penelitian ... 5 1.4 Manfaat Penelitian ... 6 1.4.1 Manfaat Teoretis ... 6 1.4.2 Manfaat Praktis ... 6 1.5 Batasan Masalah ... 7 1.6 Penegasan Istilah ... 7 1.6.1 Tarian Hedung ... 7 1.6.2 Identitas Budaya ... 7 1.6.3 Masyarakat Adonara ... 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 10
2.1 Budaya ... 10
2.1.1 Pengertian Budaya ... 10
2.1.2 Sifat dan Hakikat Kebudayaan ... 11
2.1.3 Wujud Kebudayaan ... 12
2.1.4 Unsur-unsur Kebudayaan ... 13
2.1.5 Ciri-ciri Kebudayaan ... 14
2.1.6 Fungsi Kebudayaan ... 15
2.1.7 Kebudayaan adalah Tradisi ... 16
2.2 Identitas Budaya ... 17
2.2.1 Pengertian Identitas Budaya ... 17
2.2.2 Pembentukan Identitas Budaya ... 18
2.2.3 Identitas Budaya di Tengah Era Globalisasi-Modernisasi ... 21
2.3 Masyarakat Adonara ... 23
2.3.1 Keragaman Etnis Adonara ... 24
x
2.4.1 Asal Mula Tari Hedung ... 27
2.4.2 Fungsi dan Makna Tari Hedung ... 27
2.4.3 Pertunjukan Tari Hedung ... 28
2.4.4 Pengiring Tari Hedung ... 28
2.4.5 Kostum Tari Hedung ... 28
2.4.6 Perkembangan Tarian Hedung ... 29
2.5 Penelitian yang Relevan ... 29
2.6 Kerangka Berpikir ... 31
BAB III METODE PENELITIAN ... 33
3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian ... 33
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 34
3.3 Prosedur Penelitian ... 34
3.3.1 Tahap Pra Lapangan ... 34
3.3.2 Tahap Pengerjaan Lapangan ... 35
3.3.3 Tahap Analisis Data ... 35
3.4 Subjek Penelitian ... 35
3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 35
3.5.1 Observasi ... 36
3.5.2 Wawancara ... 36
3.5.3 Dokumentasi ... 37
3.6 Instrumen Penelitian ... 38
3.7 Data dan Sumber Data ... 39
3.7.1 Data Primer ... 39
3.7.2 Data Sekunder ... 40
3.8 Teknik Analisis Data ... 40
3.8.1 Reduksi Data ... 41
3.8.2 Penyajian Data ... 41
3.8.3 Penarikan Kesimpulan ... 41
3.9 Keabsahan Data ... 43
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 45
4.1 Deskripsi Data Hasil Penelitian ... 45
4.1.1. Asal usul Pulau Adonara ... 45
4.1.1.1 Sistem Pemerintahan Suku di Adonara ... 46
4.1.2 Gambaran Umum Kecamatan Witihama ... 47
4.1.2.1 Visi Misi Kecamatan Witihama ... 48
4.1.2.2 Tujuan Kecamatan Witihama ... 49
4.1.2.3 Motto Kecamatan Witihama ... 49
4.2 Hasil Penelitian ... 49
4.2.1 Tarian Hedung Menjadi Identitas Budaya Masyarakat Adonara .. 50
4.2.2 Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Pelestarian Tarian Hedung ... 53
4.3 Pembahasan Hasil Penelitian ... 58
4.3.1 Tarian Hedung Menjadi Identitas Budaya Masyarakat Adonara .. 58
4.3.2 Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Pelestarian Tarian Hedung ... 61
xi BAB V PENUTUP ... 65 5.1 Kesimpulan ... 65 5.2 Saran ... 66 DAFTAR PUSTAKA ... 68 LAMPIRAN ... 71
xii
DAFTAR TABEL
xiii
DAFTAR BAGAN
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Analisis Data ... 42
Gambar 4.1 Peta Adonara ... 45 Gambar 4.2 Peta Kecamatan Witiahama... 47
xv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Izin Penelitian ... 71
Lampiran 2 Pedoman Observasi ... 77
Lampiran 3 Pedoman Dokumentasi ... 78
Lampiran 4 Pedoman Wawancara ... 79
Lampiran 5 Hasil Observasi ... 83
Lampiran 6 Hasil Dokumentasi ... 84
Lampiran 7 Hasil Wawancara ... 85
Lampiran 8 Lembar Persetujuan Informasi ... 100
Lampiran 9 Dokumentasi Wawancara ... 103
68
DAFTAR PUSTAKA
Daftar Rujukan Buku
Badan Pusat Statistik Kabupaten Flores Timur. 2014. Witihama Dalam Angka. Larantuka: BPS Kabupaten Flores Timur.
Bebe, Michael Boro. (2014). Panorama Budaya Lamaholot (Kekerabatan, Ritus Perjamuan, Adat Kematian, Rekonsiliasi, dan Bahasa Arkais). Larantuka, Flores Timur: YPPS Press.
Bebe, Michael Boro. (2018) Mengenal lebih dekat Etnis Lamaholot, Mengukuhkan Keindonesiaan kita. Maumere: PT Carol Maumere.
Bungin, Burhan. (2011) Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Koentjaraningrat. (2009) Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Kusumohamidjojo, B. (2000). Kebhinnekaan Masyarakat Indonesia: Suatu Proble-matik Filsafat Kebudayaan. Jakarta: Grasindo.
Kusumohamidjojo, Budiono. (2010). Filsafat Kebudayaan: Proses Realisasi Manusia. Yogyakarta: Jalansurta.
Liliweri, A. (2002) Makna budaya dalam komunikasih antar budaya. Yogyakarta: PT LKiS Yogyakarta.
Liliweri, A. (2001). Gatra gatra Komunikasi antar Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Lutan, Rusli. (2001). Keniscayaan Pluralitas Budaya Daerah: Analisis Dampak Sistem Nilai Budaya terhadap Eksistensi Bangsa. Bandung: PT Angkasa Bandung.
69
Maran, RR. (2007) Manusia dan Kebudayaan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Moleong, Lexy, J. (2014) Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Mulyana, Deddy. (2008) Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Samovar, L., Porter, Richard. dan McDaniel, Edwin R. (2010). Komunikasi Lintas Budaya. Jakarta: Salemba Humanika.
Silalahi Ulber (2012). Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukmadita, Nana Syaodih (2010), Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Tilaar, H.A.R (2007) Mengindonesiakan: Etnitas dan Identitas Bangsa. Jakarta: Rineka Cipta.
Zuriah. Nurul. 2009. Metode Penelitian Sosial dan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Daftar rujukan jurnal online
Dewi, Ashfarah karina (2014) Tari Batik Jlamprang Sebagai Identitas Budaya Kota Pekalongan, Jawa Tengah. S1 thesis, Universitas Negeri Yogyakarta. (Online), (http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/16467).
Hidayat, Rahmat. (2014). “Kebudayaan Daerah Masyarakat Adonara”. Online),
70
Prasetya, Hendri 2017 Komunikasi Dalam Mempertahankan Identitas Budaya Mahasiswa Perantau Pada Kebudayaan Baru. Jurnal Wacana; Volume 16 No. 1, Juni 2017, hlm. 102 – 112. (Online),
(http://journal.moestopo.ac.id/index.php/wacana/article/view/11).
Sindira, Rytma. (2013). Tari kretek sebagai Tari identitas budaya kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Skripsi S1. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Seni Tari, FBS UNY. (Online), (http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/27661).
Uring, Penina. (2015).” Makna Simbolik Seni Tari Perang (Kancet Pepatai) Sebagai Identitas Dayak Kenyah Di Desa Pampang Samarinda. (Online), http://ejournal.sos.fisip-unmul.ac.id/site/?p=831