• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seagrass Percentage Cover

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Seagrass Percentage Cover"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

80%

Seagrass Percentage Cover

5

25

40

30

65

55

95

80

(2)

Ho

Halophila ovalis

! ! 12 or more cross veins No hairs on leaf surface

Halophila minor

! ! Less than 12 pairs of cross veins

Small oval leaf blade

Hu

Halodule uninervis

! ! !

trident leaf tip 1 central vein

Usually pale rhizome, with clean black leaf scars

Si

! ! !

Cylindrical in cross section Leaf tip tapers to a point Leaves 7-30cm long

Compiled by the Marine Plant Ecology Group, Northern Fisheries Centre CAIRNS,

AUSTRALIA July 2002

SEAGRASS SPECIES CODES

Syringodium isoetifolium

Hm

Cs

Cymodocea serrulata

! ! ! !

Serrated leaf tip

Wide leaf blade (5-9mm wide) Leaves 6-15cm long 13-17 longitudinal veins ! ! ! ! !

Rounded leaf tip

Narrow leaf blade (2-4mm wide)

Leaves 7-15 cm long 9-15 longitudinal veins Well developed leaf sheath

Cr

Cymodocea rotundata

Thalassia hemprichii

! ! ! !

Short black bars of tannin cells on leaf

”Sickle” shaped leaves Leaves 10-40 cm long

Thick rhizome with scars between shoots

Th

Enhalus acoroides

Ea

! ! !

Very long ribbon-like leaves with inrolled leaf margins

Thick rhizome with long black bristles and cord-like roots Leaves 30-150 cm long

Hp

Halodule pinifolia

! ! !

rounded leaf tip 1 central vein Usually pale

rhizome, with clean black leaf scars

(3)

5%

12%

25%

2%

15%

85%

40%

60%

1%

7%

15%

18%

25%

45%

60%

75%

(4)

Seagrass-Watch Indonesia

Source: McKenzie, L.J., Campbell, S.J. & Roder, C.A. (2001) Seagrass-Watch: Manual for Mapping & Monitoring Seagrass Resources by Community (citizen) volunteers. (QFS, NFC, Cairns) 100pp

Site layout

Tingkat Kesulitan: Mudah Peralatan: Dasar

50m 25m 25m 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Transect 1 Transect2 Transect3 50m 25m 25m 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Transect 1 Transect2 Transect3

Lamanya: 1-2 Jam Frekuensi: Kali/tahun

Definisi

Mengamati suatu perubahan/distribusi pada komunitas lamun lewat partisipasi masyarakat local secara aktif.

Tujuan

1. Untuk mengukur perubahanperubahan pada rumput laut dalam hal:

• Distribusi via posisi rumput laut pada kuadrat

• Komposisi jenis (species) koleksi sepanjang kuadrat sample • Kelimpahan untuk mengukur prosentasi tutupan pada

kuadrat.

2. Untuk mengembangkan suatu kelompok komunitas seagrass monitoring lewat pengenaian manual standart. Untuk dikembangkan sebagai pilot studi.

Kuadrat

Suatu alat (ukuran 50x50 cm) besi segai empat yang digunakan untuk mengsurvai distribusi organisme rumput laut pada suatu daerah yang dituju.

Quadrat code = site + transect+quadrat

e.g., MH1225 = Minahasa site 1, transect 2, 25m quadrat

Alat yang digunakan

3 x 50 meter pita pengukur

6 x 50 cm patok tenda piastik

kompas

lembaran/kertas data monitoring

standart

Klipboard, pinsil dan mistar 30cm

Lembaran/kertas identifikasi rumput laut

Label foto kuadrat

Lembaran/Kertas % luas tutupan

Kamera

Casa Pengamatan

Sampling Kuadrat

Dengan 50x50m ‘site’ (lokasi), letakkan 3 transek (masing-masing 50 m) parallel satu dengan

lainnya, 25m jauhnya dan tegak lurus dari pantai. (lihat contoh gambar); dimana tiap kuadrat

yanf ditempatkan sebagai sampling harus mengikut langkah-langkah dibawah ini:

1. Setelah lokasi disiapkan dan transek telah terpasangi/tersusun; segera diambil foto dokumentasi dengan prosedur; Foto dokumentasi diambil pada 5m, 25m, 45m kuadrat pada tiap transek; atau pada kuadrat-kuadrat tertentu yang dipilih khusus.

• Sebelum foto diambil, pertama-tama letakkan foto kuadrat yang ditandai (diberi label) disampling kuadrat menurut kode penomoran yang telah ditentukan .

• Ambil foto dokumentasi dengan sudut severtikal mungkin, sudah termasuk didalamnyaa keseluruhan rangka/frame kuadrat dan label kuadrat. Diusanhakan agar menghindari bayangan atau daerah refleksi/pantulan air di area pandang.

(5)

2. Cek kotak foto yang diambil pada lembaran data kuadrat.

3. Gambarkan komposisi sedimennya; Untuk memperoleh hasil tersebut, benamkan jari-jari anda pada dasar perairan/substrat tersebut dan raba teksturnya (susunannya). Jelaskan keadaan sedimen tersebut sesuai urutan dominannya; musalnya: pasir, pasir halus/beriumpur.

4. Estimasi/taksir prosentasi luas tutupan. Taksiran prosentasi luas tutupan rumput laut pada kuadrat menggunakan “foto lembaran persentase laus tutupan standar” sebagi penuntun.

5. Identifikasi jenis-jenis rumput laut pada kuadrat lewat penetuan persentase kontribusi tiap spesies/jenis (total harus 100%). Gunakan kunci indentifikasi yang tersedia.

6. Pengukuran tinggi kanopi. Ukur tinggi kanopi rumput laut dengan mengabaikan 20% dari daun-duan tertinggi. Pergukuran dilakukan dari dasar hingga ujung-unjung daun. 7. Perikiraan prosentasi tutupan alga. Perkiraan prosentasi tutupan alga dalam kuadrat.

Alga bisa saja menutupi daun-daun dari rumput laut. Gunakan pertunjuk presentasi tutupan alga.

8. Catat dan hitung semua organisme lain. Catat dan hitung organisme lain yang mungkin penting (Contoh, jumlah dari moluska, teripang, bulu babi, bebas dari aktifitas makan dari penyu) yang ada dalam kuadran.

9. Ambil contoh dari rumput laut bila diperlukan. Contoh rumput laut harus ditempatkan dalam kantong plastik yang berisi air dan telah diberi label/kode lokasi. Pilih contoh rumput laut yang dapat mewakili setiap spesies dan pastikan bahwa semua bagian rumput laut terambil, termasuk rizoma akar. (Bila mungkin kumpulkan lamun beserta dengan buah daunnya).

Setelah pemantauan selesai lakukan prosedur bawah ini:

Langkah:

1. Cek lembaran data bila sudah terisi dengan benar. Pastikan semua kolom sudah terisi dengan benar.

2. Kumpulkan kembali semua peralatan dari lokasi pengamatan. 3. Semua peralatan dibersihkan.

4. Akhir transek (baca GPS)

www.seagrasswatch.org

Seagrass-Watch HQ

Northern Fisheries Centre

PO Box 5396

(6)

SEAGRASS-WATCH INDONESIA

MONITORING

PEN G AM A T :

Lidya R, Imelda M

TANG GAL:

2

/

Nopember

/

2002

NAMA LOK A SI (Kota/Kabupaten):

Blongko, Minahasa

Pro V ins i:

Sulawesi Utara

PUKUL:

12:10

SITE no. :

BH1

TRA N SE CT n o: 2 GPS A W AL - Lintang: ….……… °………..…….…’S Bujur:………...… °… ………… …… …… ….’ E KOMPOSISI SPESIES LAMUN (%) KUADRAT SEDIMEN KETERAN G AN TUTUPAN LAMUN (%)

EA

TH

HO

CR

TINGGI KANOPI (cm) TUTUPA N ALGA (%) 1 (0m) Pasir Berlumpur 80 2 55 0 23 14.2 0 2 (5m) Pasir Berlumpur

9

85 15 40 0 30 13.2 0 3 (10m) Pasir Berlumpur 95 10 50 0 35 13.2 0 4 (15m) Pasir Berlumpur Crusta cea (1x) 90 15 40 0 35 11.1 5 5 (20m) Pasir Berlumpur Crusta cea (1x) 70 5 40 0 25 9.5 0 6 (25m) Pasir Berlumpur

9

50 5 30 5 15 7.8 5 7 (30m) Pasir Berlumpur 40 8 10 10 12 7.9 0 8 (35m) Pasir Berlumpur 50 5 23 7 15 5.6 0 9 (40m) Pasir Berlumpur Crusta cea (1x) 50 5 25 0 20 6.4 0 10 (45 m ) Pasir Berlumpur Crusta cea (1x)

9

40 5 25 10 5.7 0 11 (50 m ) Pasir Berlumpur 80 5 45 0 30 14.2 0 (9 ) 1 0 8 .49 124 21.18 7 GPS AKHIR Lintang:… ………… …… °…… ………… …… …….… ’S Bujur:…… ………… …… °…… ………… …… …… ….’ E 1 0 8 .48 7 12 4 21.15 7

Referensi

Dokumen terkait

Telah dilakukan evaluasi potensi sebagai larvasida terhadap ekstrak air dan etanol dari biji jarak pagar (kulit biji dan endosperm biji), serta minyak biji jarak pagar hasil

Untuk dosen pembimbingku Pak Nanang, terimakasih bapak telah membimbing saya dalam penyusunan skripsi ini dan juga terimakasih atas ilmu yang sudah bapak berikan

Tawuran yang dilakukan pelajar merupakan reaksi dari komunikasi kekerasan yang kerap dilakukan di lingkungan sekolah yang sampai saat ini belum benar-benar dapat

Berdasarkan pengamatan dari survei awal yang dilakukan SMA Negeri 2 Sungai Lala Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau, diketahui beberapa bentuk kualitas kinerja,

Selain itu, cerita Das Parfum karya Patrick Süskind diapresiasi oleh masyarakat tidak hanya dalam bentuk aslinya yaitu roman, tapi juga dalam bentuk film, sehingga dengan

• Setelah melihat link video mengenai bioteknologi konvensional dan modern, peserta didik dapat Mengidentifikasi sumber-sumber agen bioteknologi dan produk yang dihasilkan

Menurut Kan elemen-elemen pokok dari konseling sebaya adalah; (a) pada umumnya individu mampu menemukan solusi dari berbagai kesulitan yang dialami, dan mampu

Gambar 1 Grafik daya rata-rata motor terhadap putaran mesin Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan