• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGARUH KENAIKAN KERAPATAN ELEMEN BAKAR TERHADAP KESELAMATAN RADIOLOGI REAKTOR RSG-GAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS PENGARUH KENAIKAN KERAPATAN ELEMEN BAKAR TERHADAP KESELAMATAN RADIOLOGI REAKTOR RSG-GAS"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2. Data kerapatan penduduk untuk inputan  PC Cosyma  Radius, km Sektor  1 2  3  4  5  1  125 677  1497 3195 3215  2  134 1449 2900 3854 3283  3  116 1604 2394 4714 4585  4  210 3336 8530 6046 4910  5  398 2002 3701 5267 5425  6  393 1164 1914 2646 17
Tabel 3.  Parameter neutronik teras silisida [2]
Gambar 2. Dosis efektif individual (longterm dose)  selama 50 tahun,

Referensi

Dokumen terkait

Hasil program MCNP dilihat dalam arah dua dimensi yaitu bidang XY, bidang YZ atau bidang XZ, program MCNP berjalan di mode DOS prompt, hasil desain elemen bakar dan

IEBE sebagai salah satu fasilitas yang ada di PTBN bertugas untuk melakukan kegiatan pengembangan teknologi produksi elemen bakar reaktor daya, didesain agar

Salah satu aspek yang penting adalah mengetahui status atau kondisi sistem dan kinerja keselamatan operasi reaktor RSG-GAS setelah beroperasi selama 25 tahun yang

Nilai koefisien temperatur bahan bakar (KRTF) teras silisida 4,8 gU/cc lebih besar 13% jika dibanding dengan teras silisida RSG-GAS dengan kerapatan uranium 2,96 gU/cc seperti

Dari hasil perhitungan dan analisis yang dilakukan pada desain teras alternatif RSG- GAS berbahan bakar silisida 4,8 g U/cc menunjukkan bahwa apabila reaktor

Kajian keselamatan radiologi pada proses kegiatan iradiasi batu topaz mulai dari pemuatan batu topaz bahan ke tabung kelongsong, pemasukan (loading) tabung kelonsong ke

Koefisien reaktivitas void Nilai koefisien temperatur bahan bakar (KRTF) teras silisida 3,55 gU/cm 3 lebih besar jika dibanding dengan teras silisida RSG-GAS dengan

Perhitungan dilakukan pada awal siklus (BOC) dan akhir siklus (EOC) untuk melihat pengaruh densitas bakar terhadap parameter kinetik tersebut. Meningkatnya kerapatan