• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Penyakit Halitosis dengan Sensor Gas menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Metode Pembelajaran Backpropagation

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Identifikasi Penyakit Halitosis dengan Sensor Gas menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Metode Pembelajaran Backpropagation"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2 berikut ini merupakan gambar rangkaian  pembagi tegangan :
Gambar 2. Arsitektur Backpropagation
Tabel 2. Sampel Data Training

Referensi

Dokumen terkait

Nilai-nilai gray yang ternormalisasi yang telah didapatkan pada proses sebelumnya kemudian dijadikan nilai input pada jaringan syaraf tiruan untuk ditraining agarselanjutnya

Dibandingkan pembelajaran JST Self Organizing Map melalui data sinyal gas yang dialirkan ke dalam deret sensor berupa tanggapan sinyal keluaran tegangan sensor menunjukkan

Proses pengambilan data kopi yaitu dengan meletakan kopi pada chamber yang telah disiapkan, aroma yang akan keluar akan ditangkap menggunakan sensor E-Nose dan diteruskan

Dengan merancang data pelatihan yang berupa pasangan pola input dan target output yang diinginkan, maka jaringan syaraf tiruan Propagasi balik (Backpropagation) akan

Pada proses pengujian ini, menggunakan algoritma feedforward. Untuk input yang digunakan adalah berupa data periksa dari pasien berdasarkan dari gejala-gejala

Nilai fitur tersebut kemudian dinormalisasi ke interval [0.1, 0.9], lalu dijadikan sebagai input pada proses jaringan syaraf tiruan backpropagation untuk mengetahui

Dibandingkan pembelajaran JST Self Organizing Map melalui data sinyal gas yang dialirkan ke dalam deret sensor berupa tanggapan sinyal keluaran tegangan sensor menunjukkan

Dengan merancang data pelatihan yang berupa pasangan pola input dan target output yang diinginkan, maka jaringan syaraf tiruan Propagasi balik (Backpropagation) akan