• Tidak ada hasil yang ditemukan

LUQMAN KUMARA Dosen Pembimbing :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LUQMAN KUMARA Dosen Pembimbing :"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

Efek Polaritas dan Fenomena Stres

Tegangan Sebelum Kegagalan Isolasi

pada Sela Udara Jarum-Plat

™ Dosen Pembimbing :

• Dr.Eng Dr.Eng I Made I Made Yulistya Yulistya Negara, Negara, ST,M.ScST,M.Sc

LUQMAN KUMARA 2205 100 129

(2)

Latar Belakang

• Tingginya tingkat kerusakan isolasi

• Kebutuhan bahan isolasi yang baik.

(3)

Permasalahan

™ Karakteristik korona pada sela udara

™ Karakteristik tegangan tembus pada sela

udara

™ Karakteristik kegagalan isolasi udara

berdasarkan polaritas dan stres tegangan.

(4)

Batasan Masalah

• Elektroda Jarum-Plat

• Peristiwa Korona di sekitar Elektroda

Jarum

Tegangan Tembus (Streamer Breakdown)

(5)

Tujuan

• Studi awal mengenai fenomena korona

• Mengetahui pengaruh konfigurasi

elektroda jarum-plat terhadap karakteristik korona dan karakteristik tegangan tembus isolasi udara

(6)

Fenomena Korona

Korona merupakan proses dimana arus mungkin diteruskan. Muncul dari sebuah elektroda berpotensial tinggi di dalam sebuah fluida yang netral, biasanya udara,

dengan mengionisasi fluida hingga menciptakan plasma di sekitar elektroda

(7)
(8)

Corona Inception Voltage

Corona Inception Voltage atau tegangan

awal korona didefinisikan sebagai

tegangan yang terukur saat terjadi lucutan pertama kali waktu pengujian dilakukan.

• Definisi ini sebagai acuan untuk

mendapatkan nilai inception voltage

(9)

Streamer Brakdown Voltage

Nilai Tegangan Tembus atau Streamer

Breakdown Voltage adalah nilai tegangan

saat telah terjadi percikan secara kontinyu.

• Definisi ini sebagai acuan untuk

mendapatkan nilai Streamer Breakdown

(10)

Pengujian

Dua (2) Jenis Pengujian dalam Tegangan Tinggi :

Pengujian Merusak (Destructive test)

Pengujian Tidak Merusak (non-Destructive

(11)

Pengukuran Tegangan Tinggi

Pengukuran

Tegangan Tinggi DC Pengukuran

(12)

Peralatan Pembangkit Tegangan

Keterangan : 1. Peralatan Pengukuran Tegangan DC 2. Peralatan Pengukuran Tegangan 1 3 2

(13)
(14)

Pengujian Langsung

(15)
(16)
(17)
(18)

Hasil Pengujian Langsung (1)

No Sela (cm) Inception Voltage Korona (kV)

0.2mm 0.4mm 0.6mm Rod 50 mm

1 2 12.6 14.4 16.4 17.2 2 3 14.8 16.4 17.4 18.2 3 4 16.2 18.6 18.8 20

Rata-Rata Nilai dan Grafik Inception Voltage Korona Pada Isolasi Udara Tegangan AC

(19)

lanjutan

Rata-Rata Nilai dan Grafik Inception Voltage Korona Pada Isolasi Udara Tegangan DC Positif

No Sela (cm)

Inception Voltage Korona (kV)

0.2mm 0.4mm 0.6mm Rod 50 mm

1 2 18 20 26 36

2 3 32 36 42 48

(20)

Rata-Rata Nilai dan Grafik Inception Voltage Korona Pada Isolasi Udara Tegangan DC Negatif

No Sela (cm) Inception Voltage Korona (kV)

0.2mm 0.4mm 0.6mm Rod 50 mm

1 2 41.6 47 49.6 55.8 2 3 52.6 56.4 58.6 62.8 3 4 65 68.6 73.8 81

lanjutan

(21)

Hasil Pengujian Langsung (2)

Rata-Rata Nilai dan Grafik Streamer Breakdown Korona Pada Isolasi Udara Tegangan AC

No Sela (cm) Streamer breakdown (kV)

0.2mm 0.4mm 0.6mm Rod 50 mm

1 2 15 17.2 19 20 2 3 17.2 18.6 20 21.2 3 4 19.2 20.8 21.6 22.4

(22)

Rata-Rata Nilai dan Grafik Streamer Breakdown Korona Pada Isolasi Udara Tegangan DC Positif No Sela (cm) Streamer breakdown (kV) 0.2mm 0.4mm 0.6mm Rod 50 mm 1 2 20 22 31 40 2 3 34 40 46 52 3 4 36 46 44 56

lanjutan

(23)

Rata-Rata Nilai dan Grafik Streamer Breakdown Korona Pada Isolasi Udara Tegangan DC Negatif No Sela (cm) Streamer breakdown (kV) 0.2mm 0.4mm 0.6mm Rod 50 mm 1 2 43.4 50.4 51.2 58.2 2 3 53.6 57.4 59.6 65.4 3 4 66 70.4 75 82.8

lanjutan

(24)

Efek Polaritas dan Stress Tegangan Sebelum Kegagalan Isolasi

Grafik Perbandingan Inception Voltage Korona Elektroda 0.2 mm dengan Sumber Tegangan Berbeda

Grafik Perbandingan Inception Voltage Korona Elektroda 0.4 mm dengan Sumber Tegangan Berbeda

(25)

Grafik Perbandingan nilai Tegangan Tembus Elektroda 0.2 mm dengan Sumber Tegangan berbeda

Grafik Perbandingan nilai Tegangan Tembus Elektroda 0.4 mm dengan Sumber Tegangan berbeda

(26)

Kesimpulan

1. Semakin besar ujung permukaan elektroda (tip) menghasilkan nilai

Inception Voltage Korona dan nilai tegangan tembus semakin besar

karena semakin tebal media kerapatan udara sebagai media isolasinya.

2. Nilai Inception Voltage Corona dan tegangan tembus untuk tegangan DC negatif lebih besar daripada nilai Inception Voltage Corona dan tegangan tembus tegangan AC dan DC Positif karena pengaruh kuat medan listrik disekitar elektroda jarum dan kuat medan listrik disekitar elektroda plat.

3. Karakteristik kestabilan korona dipengaruhi oleh besarnya permukaan elektroda uji. Dengan semakin besar permukaan elektroda maka

(27)
(28)
(29)

Mekanisme Kegagalan Streamer

• Mekanisme streamer menjelaskan mengenai

pengembangan pelepasan percikan langsung dari

banjiran tunggal di mana muatan ruang (space charge) yang terjadi karena banjiran itu sendiri mengubah

banjiran tersebut menjadi streamer plasma. Sesudah itu kehantaran naik dengan cepat, dan kegagalan terjadi dalam alur banjiran ini.

• Ada dua jenis streamer, yaitu :

Positif, atau streamer yang mengarah ke katoda. Negatif, atau streamer yang menuju anoda.

(30)

• Pada gambar kiri terlihat mekanisme Townsend, di mana kegagalan terjadi karena banjiran yang berturut-turut.

(31)

Trafo Uji

• trafo satu fasa yang mempunyai

perbandingan belitan yang jauh lebih besar dari trafo daya. Trafo uji tidak dirancang untuk pemakaian kontinu,

karena hanya digunakan hanya saat-saat pengujian berlangsung dalam waktu

(32)

Konstruksi Trafo Uji

(33)

Transformator ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut

1. Perbandingan Jumlah lilitannya (turn ratio N) lebih besar daripada perbandingan pada transformator tenaga, dikarenakan transformator penguji yang dipasang pada laboratorium diterapkan pada tegangan distribusi (127-220 volt), sedangkan tegangan output yang harus dihasilkan adalah tegangan uji beberapa ratus ribu volt.

2. Kapasitas kVA nya kecil dibandingkan dengan kapasitas trafo tenaga oleh karena untuk keperluan mengadakan lompatan api tidak diperlukan tenaga yang besar. Yang diperlukan hanyalah tegangan bukan tenaga.

3. Biasanya satu ujung lilitannya (terminal) ditanam dalam tanah (grounded) untuk keperluan pengamanan dan keamanan.

4. Pada waktu merencanakan isolasi untuk transformator penguji hanya diperhitungkan isolasi terhadap tegangan pengujian maksimum, oleh karena tidak diharapkan bahwa trafo tersebut mengalami tegangan lebih Pada Laboratorium tegangan tinggi teknik elektro ITS, tafo uji yang

Gambar

Grafik Perbandingan Inception Voltage Korona  Elektroda 0.2 mm dengan Sumber Tegangan Berbeda
Grafik Perbandingan nilai  Tegangan Tembus   Elektroda 0.2 mm dengan Sumber Tegangan berbeda

Referensi

Dokumen terkait

Apabila besar tegangan uji yang diterapkan pada suatu sela bola di dalam udara melampaui nilai tegangan tembus statisnya, maka dalam selang waktu akan

Multimeter sering disebut multitester atau AVOmeter, memiliki fungsi untuk mengukur nilai resistansi (tahanan), tegangan DC (Direct Current), tegangan AC

Konverter DC-DC adalah rangkaian elektronika daya untuk mengubah suatu masukan tegangan DC menjadi keluaran tegangan DC yang nilai tegangannya bisa lebih besar atau lebih

Ada beberapa metode yang digunakan untuk mengambil nilai tegangan AC dan DC pada sensor, untuk sensor tegangan AC menggunakan metode sampling sebanyak 300 buah

Nilai EVA > 0 atau EVA bernilai positif, menujukan telah terjadi proses nilai tambah pada perusahanaan dan berhasil menciptakan nilai bagi penyedia dana,

Keluaran penyearah AC-DC tidak sesuai untuk pengisian CC/CV Constant Current/Constant Voltage, sehingga diperlukan buck converter untuk menghasilkan nilai yang diinginkan.. Selain itu,

AC-DC voltage Multiplier Full Wave Prinsipnya sama seperti kejadian pada kapasitor botstrap Ketika tegangan potensial- di C1 bertambah akan tetapi beda tegangan C1 = tetap, maka

Konverter merupakan rangkaian elektronika daya yang berfungsi untuk mengubah tegangan sumber masukan arus bolak-balik (AC) menjadi bentuk tegangan searah (DC) yang besar tegangan keluarannya dapat diatur atau