RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh : Muhammad Huda, S.Pd.
Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Kandeman
Mata Pelajaran : Kerja Bengkel dan Gambar Teknik Kelas/Semester : X Teknik Audio Video / Genap
Tema : Penggunaan Beberapa Jenis Peralatan Kerja Bengkel
Sub Tema : Bagian-Bagian Multimeter Analog dan Fungsinya Pembelajaran ke : 4
Alokasi Waktu : 10 menit
I. Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengkaji berbagai sumber belajar, melalui pendekatan saintifik dengan model pembelajaran Problem Based Learning siswa dapat memahami bagian-bagian multimeter analog dan fungsinya dengan mengembangkan sikap kemandirian, jujur, penuh tanggung jawab, bekerja keras dan bekerja sama.
II. Kegiatan Pembelajaran:
Tahap/Sintaks Langkah-langkah Pembelajaran Alokasi Waktu
PENDAHULUAN 2 menit
Guru membuka pembelajaran dengan memberi salam.
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memimpin doa.
Guru menyiapkan kondisi fisik dan psikis siswa dengan mengecek kehadiran dan kesehatan siswa.
Guru memberi motivasi tentang materi yang akan dipelajari.
Guru memberi apersepsi dengan mengajukan pertanyaan tentang fungsi alat ukur elektronik multimeter.
Menyampaikan kompetensi yang akan dipelajari tentang alat ukur multimeter analog pada bagian- bagian multimeter analog dan fungsinya.
Menyampaikan tujuan pembelajaran:
Siswa mampu memahami bagian-bagian multimeter analog dan fungsinya.
Menyampaikan metode pembelajaran:
Ceramah, diskusi dan praktek.
Menyampaikan teknik penilaian:
Penilaian sikap.
Penilaian pengetahuan.
Penilaian keterampilan.
INTI 6 menit
Pemberian Rangsangan (Stimulation)
Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang bagian-bagian alat ukur multimeter analog dan fungsinya.
Siswa memperhatikan demonstrasi yang diperagakan oleh guru mengenai fungsi dari multimeter analog.
Pernyataan/Identi fikasi Masalah (Problem
Statement)
Guru mengorganisasikan siswa dengan menugaskan untuk mempelajari modul pada materi alat ukur multimeter analog dan berdiskusi dengan teman satu mejanya.
Pengumpulan data (Data
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang bagian-bagian alat ukur multimeter
Collection) analog dan fungsinya.
Melalui diskusi guru meminta siswa untuk memberikan pendapat cara menggunakan multimeter analog.
Pembuktian (Verification)
Setiap kelompok (1 meja/2 orang) mempraktikkan cara menggunakan alat ukur multimeter analog untuk mengukur tegangan AC, tegangan DC dan tahanan dengan benar.
Menarik
Simpulan/Genera lisasi
(Generalization)
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan tentang penggunaan multimeter analog untuk melakukan pengukuran.
Setiap kelompok (1 meja/2 orang) mempresentasikan hasil kesimpulannya di depan kelas secara bergantian dan ditanggapi kelompok lain.
PENUTUP 2 menit
Guru bersama siswa:
Membuat rangkuman hasil belajar.
Melakukan refleksi terhadap proses belajar yang sudah dilalui.
Memberikan umpan balik tentang hasil-hasil yang diperoleh selama diskusi kelas.
Guru melakukan:
Penilaian dan mengumumkan hasil penilaian kepada peserta didik.
Menyampaikan materi pembelajaran pada pertemuan yang akan datang yaitu tentang Soldering dan Desoldering.
Doa penutup pembelajaran.
III. Penilaian Pembelajaran:
1) Sikap : Observasi dan Jurnal dengan instrument sikap.
2) Pengetahuan : Tes Tertulis (Uraian).
3) Keterampilan : Praktik.
Batang, 21 April 2022 Guru Mata Pelajaran,
Muhammad Huda, S.Pd.
NIP. 19781129 200502 1 002
Refleksi Diri Terhadap Praktik Pembelajaran Yang Telah Dilakukan:
1. Apakah ada kendala pada kegiatan pembelajaran?
2. Apakah semua siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran?
3. Apakah siswa mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran?
4. Apa saja kesulitan yang dialami siswa dalam mengikuti pembelajaran?
5. Apakah siswa yang mengalami kesulitan sudah teratasi dengan baik?
6. Apa level pencapaian siswa dalam mengikuti pembelajaran ini?
7. Apakah siswa sudah tuntas dalam kegiatan pembelajaran ini?
8. Apa strategi yang digunakan agar semua siswa dapat menuntaskan kompetensi dalam kegiatan pembelajaran ini?
Lembar Kegiatan:
1. Daftar hadir siswa.
2. Jurnal Pembelajaran.
3. Modul materi pelajaran.
4. Lembar Kerja Praktik.
5. Soal tes tertulis.
6. Lembar observasi penilaian sikap.
7. Lembar penilaian pengetahuan.
8. Lembar penilaian keterampilan.
1. MATERI PELAJARAN
1) Bagian-Bagian Multimeter Analog dan Fungsinya
Multimeter sering disebut multitester atau AVOmeter, memiliki fungsi untuk mengukur nilai resistansi (tahanan), tegangan DC (Direct Current), tegangan AC (Alternating Current) dan Arus DC.
Saat ini terdapat dua macam model multimeter yang umum digunakan yaitu multimeter analog dan multimeter digital. Masing-masing multimeter memiliki fungsi yang sama, namun memiliki cara yang berbeda dalam membaca nilai dan hasil ukur yang ditunjukkan pada layar skala.
Multimeter analog adalah multimeter yang menggunakan papan skala dan jarum pointer, sedangkan multimeter digital menggunakan layar berisi angka digital yang akan tampil saat pengukuran.
Berikut ini adalah bagian-bagian multimeter analog:
1) Kotak Meter (Meter Cover)
Merupakan bodi multimeter yang berfungsi sebagai tempat komponen- komponen multimeter. Kotak meter ini umumnya terbuat dari bahan plastik. Pada beberapa model multimeter, kotak meter ini ada yang terbungkus dengan bahan karet untuk mencegah slip atau faktor licin saat digunakan.
2) Skala
Berfungsi sebagai skala nilai pembacaan meter. Pada papan skala terdapat nilai-nilai pembacaan untuk masing-masing skala nilai pengukuran, seperti misalnya untuk nilai pengukuran tahanan, nilai pengukuran tegangan AC, nilai pengukuran tegangan DC, atau untuk nilai pengukuran arus listrik DC.
3) Jarum Penunjuk Meter (Knife-Edge Pointer)
Berfungsi sebagai penunjuk besaran nilai yang diukur. Pada multimeter analog kerap ditambahkan sebuah cermin pada papan skala agar pembacaan pada jarum penunjuk meter menjadi lebih akurat.
4) Zero Adjusting Screw
Disebut juga dengan sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk. Adalah komponen multimeter analog yang berfungsi untuk mengatur posisi jarum penunjuk dengan cara memutar sekrupnya ke kanan atau ke kiri dengan menggunakan obeng pipih kecil. Tujuannya adalah agar didapat posisi yang tepat antara nilai 0 pada skala dengan posisi jarum.
5) Zero Ohm Adjusting Knob
Adalah tombol pengatur kedudukan dan posisi jarum penunjuk pada posisi 0 untuk pengukuran ohm. Tombol pemutar ini digunakan saat melakukan pengukuran nilai ohm pada resistansi (tahanan), yaitu dengan cara menghubungkan kedua test
LAMPIRAN
lead, + (merah) yang dihubungkan ke test lead – (hitam) dan memutar tombol pengatur ke kanan atau ke kiri agar posisi jarum tepat berada di posisi nol.
6) Lubang Kutub Positif (+)
Adalah tempat untuk memasang test lead positif (+) yaitu kabel probe yang berwarna merah.
7) Saklar Pemilih (Range Selector Switch)
Adalah komponen multimeter yang berfungsi untuk memilih macam atau tingkat pengukuran sesuai dengan kebutuhan saat pengukuran. Biasanya setiap multimeter memiliki empat posisi pilihan pengukuran serta satu posisi untuk mematikan (OFF) multimeter tersebut.
Untuk memilihnya dengan cara memutar saklar pemilih ke kanan atau ke kiri, lalu posisikan saklar pilih pada macam dan tingkat pengukuran yang dibutuhkan.
Posisi pengukuran yang umum tersedia di multimeter analog:
Ohm (Ω) : pada posisi ini berarti multimeter berfungsi sebagai alat untuk mengukur nilai tahanan (ohmmeter), yang terdiri dari empat batas ukur (x1; x10;
x100; x1K Ω ).
ACV (tegangan AC) : pada posisi ini berarti multimeter berfungsi sebagai alat untuk mengukur tegangan AC (Voltmeter AC) yang terdiri atas empat batas ukur (10; 50: 250: 500 Volt).
DCV (tegangan DC) : pada posisi ini berarti multimeter berfungsi sebagai alat untuk mengukur tegangan DC (Voltmeter DC) yang terdiri dari tujuh batas ukur (0,25; 2,5; 5; 10; 50; 100; 500 Volt).
DcmA (miliampere DC) : pada posisi ini berarti multimeter berfungsi sebagai alat pengukur arus DC dengan satuan mili ampere (mili amperemeter) DC) yang terdiri dari tiga batas ukur (0,25; 25; 2,5 mA).
8) Lubang Kutub Negatif (-)
Adalah tempat untuk memasang test lead negatif (-) yaitu kabel probe yang berwarna hitam.
9) Test Lead Negatif (-)
Adalah kabel probe multimeter berwarna hitam yang mengindikasikan posisi negatif (-). Pada bagian ujungnya dipasangkan ke lubang kutub negatif (-) multimeter.
Test lead negatif (-) digunakan untuk pengukuran pada benda kerja.
10) Test Lead Positif (+)
Adalah kabel probe multimeter berwarna merah yang mengindikasikan posisi positif (+). Pada bagian ujungnya dipasangkan ke lubang kutub positif (+) multimeter.
Test lead positif (+) digunakan untuk pengukuran pada benda kerja.
2) Langkah-langkah Melakukan Pengukuran Menggunakan Multimeter Analog 1. Langkah-langkah pengukuran tegangan AC menggunakan multimeter analog:
a. Periksa posisi jarum penunjuk meter apakah berada tepat di posisi 0 pada skala.
b. Apabila posisi jarum penunjuk meter belum tepat di angka 0, lakukan pengaturan zero adjusting screw menggunakan obeng pipih ke kanan atau ke kiri hingga tepat di angka 0 skala ukur (sebelah kiri).
c. Posisikan saklar pemilih ke posisi ACV pada batas ukur yang lebih besar dari tegangan yang akan diukur
d. Hubungkan probe merah pada salah satu terminal tegangan AC yang akan diukur.
e. Hubungkan probe hitam pada salah satu terminal pada terminal tegangan AC yang akan diukur.
f. Bacalah hasil pengukuran pada skala dengan teliti.
g. Tuliskan hasil pengukuran pada lembar kerja.
h. Setelah selesai, posisikan saklar pemilih pada posisi OFF.
2. Langkah-langkah pengukuran tegangan DC menggunakan multimeter analog:
a. Periksa posisi jarum penunjuk meter apakah berada tepat di posisi 0 pada skala.
b. Apabila posisi jarum penunjuk meter belum tepat di angka 0, lakukan pengaturan zero adjusting screw menggunakan obeng pipih ke kanan atau ke kiri hingga tepat di angka 0 skala ukur (sebelah kiri).
c. Posisikan saklar pemilih ke posisi DCV pada batas ukur yang lebih besar dari tegangan yang akan diukur
d. Hubungkan probe merah pada terminal positif (+) tegangan DC yang akan diukur.
e. Hubungkan probe hitam pada terminal negatif (-) tegangan DC yang akan diukur.
f. Bacalah hasil pengukuran pada skala dengan teliti.
g. Tuliskan hasil pengukuran pada lembar kerja.
h. Setelah selesai, posisikan saklar pemilih pada posisi OFF.
3. Langkah-langkah pengukuran tahanan menggunakan multimeter analog:
a. Periksa posisi jarum penunjuk meter apakah berada tepat di posisi 0 pada skala.
b. Apabila posisi jarum penunjuk meter belum tepat di angka 0, lakukan pengaturan zero adjusting screw menggunakan obeng pipih ke kanan atau ke kiri hingga tepat di angka 0 skala ukur (sebelah kiri).
c. Posisikan saklar pemilih ke posisi Ω pada batas ukur yang sesuai dengan tahanan yang akan diukur.
d. Lakukan kalibrasi ohmmeter dengan menghubungkan probe merah dan hitam.
e. Apabila jarum penunjuk berada tepat di angka 0 skala ohm, pengukuran dapat dilanjutkan.
f. Apabila jarum penunjuk berada tidak tepat di angka 0 skala ohm, lakukan pengaturan dengan memutar zero ohm adjusting knob dengan memutar ke kanan atau ke kiri hingga jarum berada tepat di angka 0 ohm. Selanjutnya pengukuran dapat dilanjutkan
g. Hubungkan probe merah pada salah satu terminal tahanan yang akan diukur.
h. Hubungkan probe merah pada salah satu terminal tahanan yang akan diukur.
i. Bacalah hasil pengukuran pada skala dengan teliti.
j. Tuliskan hasil pengukuran pada lembar kerja.
k. Setelah selesai, posisikan saklar pemilih pada posisi OFF.
2. PENILAIAN
A. Instrumen Penilaian Sikap Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku siswa, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru.
Instrumen penilaian sikap:
No Nama Siswa
Sikap
spiritual Sikap sosial Jumlah
Skor Mensyukuri
1-4
Jujur 1-4
Tanggung Jawab 1-4
Disiplin 1-4
Percaya Diri 1-4 1
2 3 4 5 dst
Sikap Spiritual
Indikator sikap spiritual “mensyukuri”:
• Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran
• Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut.
• Saling menghormati, toleransi
• Memelihara hubungan baik dengan sesama teman sekelas.
Rubrik pemberian skor:
4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.
Sikap Sosial 1. Sikap jujur
Indikator sikap sosial “jujur”
• Tidak berbohong
• Mengembalikan kepada yang berhak bila menemukan sesuatu
• Tidak nyontek, tidak plagiarism
• Terus terang.
Rubrik pemberian skor
4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.
2. Sikap tanggung jawab
Indikator sikap sosial “tanggung jawab”
• Melaksanakan setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
• Melaksanakan tugas individu dengan baik.
• Mengakui dan minta maaf atas kesalahan yang dilakukan.
• Menepati janji.
Rubrik pemberian skor
4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.
3. Sikap Disiplin
Indikator sikap sosial “disiplin”
• Masuk kelas tepat waktu.
• Mengumpulkan tugas tepat waktu.
• Memakai seragam sesuai tata tertib.
• Tertib dalam mengikuti pembelajaran.
Rubrik pemberian skor
4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.
4. Sikap Percaya Diri
Indikator sikap sosial “percaya diri”
• Berani bertanya atau menjawab pertanyaan.
• Berani menyampaikan pendapat.
• Melakukan kegiatan tanpa ragu-ragu.
• Berani presentasi didepan kelas.
Rubrik pemberian skor
4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut.
b. Instrumen Penilaian Pengetahuan Test Uraian:
1. Jelaskan langkah-langkah pengukuran tegangan AC menggunakan multimeter analog!
2. Jelaskan langkah-langkah pengukuran tegangan DC menggunakan multimeter analog!
3. Jelaskan langkah-langkah pengukuran tahanan menggunakan multimeter analog!
Kunci Jawaban:
1. Langkah-langkah pengukuran tegangan AC menggunakan multimeter analog:
a. Periksa posisi jarum penunjuk meter apakah berada tepat di posisi 0 pada skala.
b. Apabila posisi jarum penunjuk meter belum tepat di angka 0, lakukan pengaturan zero adjusting screw menggunakan obeng pipih ke kanan atau ke kiri hingga tepat di angka 0 skala ukur (sebelah kiri).
c. Posisikan saklar pemilih ke posisi ACV pada batas ukur yang lebih besar dari tegangan yang akan diukur
d. Hubungkan probe merah pada salah satu terminal tegangan AC yang akan diukur.
e. Hubungkan probe hitam pada salah satu terminal pada terminal tegangan AC yang akan diukur.
f. Bacalah hasil pengukuran pada skala dengan teliti.
g. Tuliskan hasil pengukuran pada lembar kerja.
h. Setelah selesai, posisikan saklar pemilih pada posisi OFF.
2. Langkah-langkah pengukuran tegangan DC menggunakan multimeter analog:
a. Periksa posisi jarum penunjuk meter apakah berada tepat di posisi 0 pada skala.
b. Apabila posisi jarum penunjuk meter belum tepat di angka 0, lakukan pengaturan zero adjusting screw menggunakan obeng pipih ke kanan atau ke kiri hingga tepat di angka 0 skala ukur (sebelah kiri).
c. Posisikan saklar pemilih ke posisi DCV pada batas ukur yang lebih besar dari tegangan yang akan diukur
d. Hubungkan probe merah pada terminal positif (+) tegangan DC yang akan diukur.
e. Hubungkan probe hitam pada terminal negatif (-) tegangan DC yang akan diukur.
f. Bacalah hasil pengukuran pada skala dengan teliti.
g. Tuliskan hasil pengukuran pada lembar kerja.
h. Setelah selesai, posisikan saklar pemilih pada posisi OFF.
3. Langkah-langkah pengukuran tahanan menggunakan multimeter analog:
a. Periksa posisi jarum penunjuk meter apakah berada tepat di posisi 0 pada skala.
b. Apabila posisi jarum penunjuk meter belum tepat di angka 0, lakukan pengaturan zero adjusting screw menggunakan obeng pipih ke kanan atau ke kiri hingga tepat di angka 0 skala ukur (sebelah kiri).
c. Posisikan saklar pemilih ke posisi Ω pada batas ukur yang sesuai dengan tahanan yang akan diukur.
d. Lakukan kalibrasi ohmmeter dengan menghubungkan probe merah dan hitam.
e. Apabila jarum penunjuk berada tepat di angka 0 skala ohm, pengukuran dapat dilanjutkan.
f. Apabila jarum penunjuk berada tidak tepat di angka 0 skala ohm, lakukan pengaturan dengan memutar zero ohm adjusting knob dengan memutar ke kanan atau ke kiri hingga jarum berada tepat di angka 0 ohm. Selanjutnya pengukuran dapat dilanjutkan
g. Hubungkan probe merah pada salah satu terminal tahanan yang akan diukur.
h. Hubungkan probe merah pada salah satu terminal tahanan yang akan diukur.
i. Bacalah hasil pengukuran pada skala dengan teliti.
j. Tuliskan hasil pengukuran pada lembar kerja.
k. Setelah selesai, posisikan saklar pemilih pada posisi OFF.
Rubrik Penilaian Pengetahuan:
Soal No:
1. Jelaskan langkah-langkah pengukuran tegangan AC menggunakan multimeter analog!
Item penilaian Nilai Keterangan
Menyebutkan 1 langkah dengan tepat 10 Remidial Menyebutkan 2 langkah dengan tepat dan urut 20 Remidial Menyebutkan 3 langkah dengan tepat dan urut 30 Remidial Menyebutkan 4 langkah dengan tepat dan urut 40 Remidial Menyebutkan 5 langkah dengan tepat dan urut 50 Remidial Menyebutkan 6 langkah dengan tepat dan urut 75 Tuntas Menyebutkan 7 langkah dengan tepat dan urut 85 Tuntas Menyebutkan 8 langkah dengan tepat dan urut 100 Tuntas
Soal No:
2. Jelaskan langkah-langkah pengukuran tegangan DC menggunakan multimeter analog!
Item penilaian Nilai Keterangan
Menyebutkan 1 langkah dengan tepat 10 Remidial Menyebutkan 2 langkah dengan tepat dan urut 20 Remidial Menyebutkan 3 langkah dengan tepat dan urut 30 Remidial Menyebutkan 4 langkah dengan tepat dan urut 40 Remidial Menyebutkan 5 langkah dengan tepat dan urut 50 Remidial Menyebutkan 6 langkah dengan tepat dan urut 75 Tuntas Menyebutkan 7 langkah dengan tepat dan urut 85 Tuntas Menyebutkan 8 langkah dengan tepat dan urut 100 Tuntas
Soal No: 3. Jelaskan langkah-langkah pengukuran
tahanan menggunakan multimeter analog!
Item penilaian Nilai Keterangan
Menyebutkan 1 langkah dengan tepat 10 Remidial Menyebutkan 2 langkah dengan tepat dan urut 20 Remidial Menyebutkan 3 langkah dengan tepat dan urut 30 Remidial Menyebutkan 4 langkah dengan tepat dan urut 40 Remidial Menyebutkan 5 langkah dengan tepat dan urut 50 Remidial Menyebutkan 6 langkah dengan tepat dan urut 60 Remidial Menyebutkan 7 langkah dengan tepat dan urut 65 Remidial Menyebutkan 8 langkah dengan tepat dan urut 75 Tuntas Menyebutkan 9 langkah dengan tepat dan urut 85 Tuntas Menyebutkan 10 langkah dengan tepat dan urut 95 Tuntas Menyebutkan 11 langkah dengan tepat dan urut 100 Tuntas
Hasil Penilaian Pengetahuan:
No. Nama Siswa Nilai Catatan (Remidi/Tuntas)
1.
2.
3.
4.
5.
dst
c. Istrumen Penilaian Ketrampilan Soal Praktik:
1. Lakukan pengukuran tegangan AC 220 Volt pada stop kontak!
2. Lakukan pengukuran tegangan DC 1,5 Volt pada baterei!
3. Lakukan pengukuran tahanan pada resistor 100 Ω!
Rubrik Penilaian Keterampilan:
Soal 1. Lakukan pengukuran tegangan AC 220 Volt pada stop kontak!
No Item Penilaian Nilai Keterangan
1. Memeriksa posisi jarum penunjuk meter.
10 Posisi jarum penunjuk meter tepat di angka 0 pada skala (sebelah kiri).
2. Memposisikan saklar pilih pada ACV 220 VOLT.
20 Posisi saklar pilih tepat di ACV 250 Volt.
3. Mengukur tegangan. 30 Probe merah pada salah satu terminal stop kontak.
Probe hitam pada salah satu terminal stop kontak.
4. Membaca dan menuliskan hasil pengukuran tegangan.
25 Nilai standar tegangan AC pada stop kontak dari PLN adalah 210 – 220 Volt.
Menuliskan satuan dengan benar (ACV).
5. Selesai ≤ 5 menit 15 Cantumkan waktu penyelesaian
Total Nilai 100
Soal 2. Lakukan pengukuran tegangan DC 1,5 Volt pada baterei!
No Item Penilaian Nilai Keterangan
1. Memeriksa posisi jarum penunjuk meter.
10 Posisi jarum penunjuk meter tepat di angka 0 pada skala (sebelah kiri).
2. Memposisikan saklar pilih pada DCV 2,5 VOLT.
20 Posisi saklar pilih tepat di DCV 2,5 Volt.
3. Mengukur tegangan. 30 Probe merah pada kutub positif baterei.
Probe hitam pada kutub negatif baterei.
4. Membaca dan menuliskan hasil pengukuran tegangan.
25 Nilai standar tegangan DC pada Baterei 1,5 V adalah 1,5 Volt.
Menuliskan satuan dengan benar (DCV).
5. Selesai ≤ 5 menit 15 Cantumkan waktu penyelesaian
Total Nilai 100
Soal 3. Lakukan pengukuran tahanan pada resistor 100 Ω!
No Item Penilaian Nilai Keterangan
1. Memeriksa posisi jarum penunjuk meter.
10 Posisi jarum penunjuk meter tepat di angka 0 pada skala (sebelah kiri).
2. Memposisikan saklar pilih pada Ω x10 Ω.
10 Posisi saklar pilih tepat di Ω x10 Ω.
3. Melakukan kalibrasi Ohmmeter
15 Probe merah dihubungkan dengan probe hitam.
Jarum penunjuk meter tepat di angka 0 skala ohmmeter.
Melakukan pengaturan zero ohm adjusting knob apabila belum pada posisi nol.
4. Mengukur tahanan. 25 Probe merah pada salah satu kaki resistor.
Probe hitam pada salah satu kaki resistor.
5. Membaca dan menuliskan hasil pengukuran tegangan.
25 Nilai standar tahanan pada resistor 100 Ω adalah 98 Ω.
Menuliskan satuan dengan benar
(Ω).
Selesai ≤ 5 menit 15 Cantumkan waktu penyelesaian
Total Nilai 100
Hasil Penilaian Keterampilan:
No. Nama Siswa Nilai Catatan (Remidi/Tuntas)
1.
2.
3.
4.
5.
dst
Batang, 21 April 2022 Guru Mata Pelajaran,
Muhammad Huda, S.Pd.
NIP. 19781129 200502 1 002