METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian dimaksudkan sebagai seperangkat teori, prosedur, dan asumsi yang diyakini tentang bagaimana peneliti melihat dunia. Pendekatan itu bersifat membatasi pandangan kita dan selektif. (Kriyantono, 2012:48). Setiap pendekatan penelitian memiliki tujuannya masing-masing. Pendekatan penelitian akan menentukan jenis metodologi riset yang akan digunakan. Terkait dengan penjelasan ini, penelitian ini akan dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif.
Menurut Kriyantono (2012), penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan. Pendekatan kuantitatif ini digunakan untuk meneliti populasi dan sampel tertentu dengan cara mengumpulkan data, analisis data bersifat angka atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian ini pada umumnya dilakukan pada populasi atau sampel tertentu yang mewakili. Proses penelitian bersifat deduktif, dimana penggunaan konsep atau teori dimaksudkan untuk dapat merumuskan hipotesis sehingga selanjutnya dapat diuji melalui pengumpulan data lapangan.
3.2. Tipe Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian yang bersifat deskriptif. Penelitian yang bersifat deskriptif adalah penelitian yang bertujuan utama untuk mendeskripsikan sesuatu, biasanya berupa karakteristik pasar atau suatu fungsi (Malhotra, 2010:106). Penelitian yang dilakukan berusaha untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Sponsorship terhadap Brand Image Zalora Indonesia dalam Event Indonesia Fashion Week 2014.
Penelitian ini termasuk ke dalam single cross-sectional design, yaitu penelitian yang dilakukan satu kali selama satu periode (Malhotra, 2010:108). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei kuesioner kepada laki-laki dan perempuan yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dan yang turut berpartisipasi
dalam Event Indonesia Fashion Week 2014. Data akan diolah dengan metode statistic dengan menggunakan software SPSS 19.
3.3. Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada ciri-ciri keilmuwan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan dapat diamati oleh indera manusia sehingga orang lain dapat mengamati cara-cara yang digunakan dan sistematis berarti cara-cara yang digunakan sudah sesuai dengan sistematika yang ada. (Sugiyono, 2012:2).
Metode penelitian kuantitatif ini memiliki desain yang spesifik, jelas, rinci serta ditentukan dengan pasti sejak awal dan menjadi panduan dalam setiap langkah penelitian. Tujuannya adalah menunjukkan hubungan antar-variabel, menguji teori dan mencari generalisasi yang memiliki nilai prediktif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey menggunakan alat kuesioner. Data yang dihasilkan bersifat kuantitatif dan merupakan hasil pengukuran variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini bersifat representatif dan ditentukan sejak awal. Kemudian, analisis dilakukan setelah selesai mengumpulkan data dengan cara deduktif dan menggunakan statistik untuk menguji hipotesis (Sugiyono, 2012:14).
3.4. Variabel Penelitian
Variabel adalah konsep dalam bentuk konkret atau konsep operasional. (Kriyantono, 2012). Menurut Mayer dalam Kriyantono (2012:20) Variabel adalah konsep tingkat rendah, yang acuan-acuannya secara relatif mudah diidentifikasikan dan diobservasi serta mudah diklasifikasi, diurut dan diukur. Jadi variabel adalah bagian empirirs dari sebuah konsep atau konstruk. Variabel itu sendiri berfungsi sebagai penghubung antara dunia teoritis dengan dunia empiris. Variabel terdiri dari berbagai macam jenis seperti variabel bebas, variabel terikat, variabel anteseden, variabel prediktor dan variabel kontrol. Namun dalam penelitian ini hanya digunakan dua jenis variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat (Kriyantono,
2012). Adapun jumlah variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu variabel bebas dan satu variabel terikat.
3.4.1. Variabel Bebas (Variabel Independen)
Variabel bebas didefinisikan sebagai variabel yang diduga sebagai penyebab atau pendahulu dari variabel lainnya (Kriyantono, 2012:21). Variabel ini secara siatematis divariasi oleh periset. Dalam penelitian ini ada satu variabel bebas yaitu Sponsorship.
3.4.2. Variabel Terikat (Variabel Dependen)
Variabel terikat adalah variabel yang diduga sebagai akibat atau yang dipengaruhi oleh variabel yang mendahuluinya. Variabel ini adalah diobservasi dan nilainya di asumsikan tergantung pada efek dari variabel bebas. Dengan kata lain, variabel terikat adalah apa yang periset inginkan untuk dijelaskan (Kriyantono, 2012:21). Variabel terikat dalam dalam penelitian ini adalah Brand Image.
3.5. Populasi dan Sampel 3.5.1. Populasi
Populasi merupakan keseluruhan objek atau fenomena yang diriset. Dalam metode penelitian kata populasi sangat sering digunakan untuk menyebut sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian. Menurut Sugiyono (dalam Kriyantono, 2012:153). Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pria atau wanita yang pernah turut berpartisipasi dalam Event Indonesia Fashion Week 2014.
3.5.2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2012: 81). Menurut Kriyantono (2012:153) Sampel merupakan sebagian dari keseluruhan objek atau fenomena yang akan dimati. Jadi yang dipelajari dari sampel akan diberlakukan untuk populasi, sehingga sampel yang
diambil harus memenuhi unsur representatif. Sampel harus mencerminkan semua unsur dalam populasi secara proporsional atau memberikan kesempatan yang sama pada semua unsur populasi untuk dipilih, sehingga dapat mewakili keadaan sebenarnya dalam keseluruhan populasi. (Kriyantono, 2012: 154). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pria atau wanita yang berdomisili di Jabodetabek yang pernah turut berpartisipasi dalam Event Indonesia Fashion Week 2014.
3.5.3. Teknik Pengambilan Sampel
Dalam mengambil sampel dari suatu populasi, ada teknik yang harus diperhatikan oleh peneliti. Metode sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dimana teknik pengambilan sampel tidak menggunakan prosedur kesempatan dalam memilih. Peneliti menggunakan metode convenience sampling, yaitu metode sampling dimana pemilihan responden diserahkan seluruhnya pada peneliti. Responden dipilih karena mereka berada pada waktu dan tempat yang tepat (Malhotra, 2010:377).
Dalam penelitian ini, teknik untuk menentukan ukuran sampel yang digunakan adalah rumus Slovin, yaitu: (Kriyantono, 2012:164)
n = N 1 + Ne 2 Keterangan :
n : ukuran sampel N : ukuran Populasi
E : kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir
Menurut Umar (dalam Kriyantono, 2012), batas kesalahan yang dapat ditelorir dalam setiap populasi adalah 1%, 2%, 3%, 4%, 5% atau 10%. Berdasarkan rumus Slovin tersebut, maka penghitungan sampel dalam penelitian ini adalah:
n = 80.000 1+80.000(10%)2
n = 80.000 1+800
n = 80.000
801
n = 99,87 responden dibulatkan menjadi 100 responden
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan signifikansi batas kesalahan yang dapat ditolerir adalah 0,10 karena penulis hanya memiliki level confidence sebesar 90% bahwa penelitian ini adalah benar. Sebuah penilaian dapat berubah-ubah yang dapat dipengaruhi oleh faktor lain, sehingga penulis mentolerir kesalahan pengambilan sampel sebesar 10%. Jumlah ini digunakan untuk memenuhi ketentuan jumlah minimal responden dan agar lebih aman maka dalam penelitian ini kuesioner akan disebar sebanyak 150 kuesioner.
3.6. Jenis dan Sumber Data 3.6.1. Jenis Data
3.6.1.1. Skala Pengukuran Data
Menurut Kriyantono (2012: 40), ada empat jenis skala yaitu skala nominal, skala ordinal, skala interval dan skala rasio. Dalam penelitian ini ada dua skala yang digunakan yaitu skala nominal dan skala interval. Skala nominal adalah skala yang paling sederhana dimana bilangan atau angka hanya sebagai simbol yang menandai suatu objek untuk membedakan dengan objek lainnya. (Kriyantono, 2012:136). Sedangkan skala interval adalah suatu skala yang menunjukkan jarak antara satu data dengan data lainnya dan mempunyai jarak atau interval yang sama (Kriyantono, 2012:137)
3.6.1.2. Skala Pengukuran Instrumen Penelitian
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang diperoleh melalui instrumen penelitian. Instrumen penelitian merupakan sebuah alat ukur untuk mengukur data dilapangan. Dalam skala pengukuran instrumen penelitian peneliti harus mampu mengklasifikasikan variabel yang akan
diukur supaya tidak terjadi kesalahan pada saat analisis data dan langkah riset selanjutnya. (Kriyantono, 2012:136). Penelitian ini menggunakan dua instrumen penelitian yaitu sponsorship dan brand image.
1. Instrumen untuk mengukur variabel Sponsorship
Dalam penelitian ini digunakan pengukuran sponsorship dalm pembuatan kuesioner dengan mengelompokkan 3 aspek yaitu Event Image, Event Sponsor-Fit dan Event Commercialization.
2. Instrumen untuk mengukur variable Brand Image
Dalam penelitian ini digunakan pengukuran brand image dengan pembuatan kuesioner dengan mengelompokkan 3 aspek yaitu keuntungan asosiasi merek, kekuatan asosiasi merek dan keunikan asosiasi merek.
3.6.2. Sumber Data 3.6.2.1. Data Primer
Data primer adalah data yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan penelitian yang sedang dilakukan (Malhotra, 2010:73). Pada penelitian ini, data yang didapatkan dari penelitian lapangan (survey) menggunakan kuesioner yang terstruktur kepada responden yang dirancang untuk mendapatkan informasi yang spesifik. Pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan terstruktur (structured questions), yaitu kumpulan alternatif respon dan format respon, dengan tiga jenis struktur pertanyaan. Jenis struktur pertanyaan yang digunakan antara lain :
a. Dichotomous Question
Suatu bentuk pertanyaan yang hanya memberikan dua alternatif jawaban atau respon seperti “Ya” atau “Tidak”. Pertanyaan jenis ini digunakan pada bagian pertanyaan screening dalam kuesioner.
b. Scales Question
Suatu bentuk pertanyaan yang menggunakan skala dalam mengukur dan mengetahui sikap responden terhadap pertanyaan-pertanyaan di dalam kuesioner. Pada penelitian ini, kuesioner menggunakan satu item rating scales, yaitu skala Likert dengan 6 poin skala sebagai berikut:
1 = Sangat Tidak Setuju 2 = Tidak Setuju
3 = Agak Tidak Setuju 4 = Agak Setuju 5 = Setuju
6 = Sangat Setuju 3.6.2.2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang dikumpulkan untuk tujuan lain selain untuk tujuan menyelesaikan masalah yang sedang ditangani saat ini (Malhotra, 2010:73). Data yang dimaksud merupakan data penunjang yang diperoleh dari studi literatur, buku-buku, jurnal online, artikel-artikel dari majalah dan koran, berbagai situs komputer, dan studi kepustakaan lainnya yang terkait dengan komunikasi pemasaran, sponsorship, event image, event sponsor-fit, event commercialization, asosiasi merek, brand image terutama untuk mengetahui pengaruh sponsorship terhadap brand image dalam event Indonesia Fashion Week 2014.
3.7. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan periset untuk mengumpulkan data. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Kuesioner. Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh responden (Kriyantono, 2012:97). Kuesioner yang akan disebarkan akan dibuat dengan sistematis dan terfokus pada tujuan penelitian. Pada penelitian ini, kuesioner akan diisi sendiri oleh responden (self-administered questionnaire). Kuesioner akan dibagi menjadi beberapa tahapan yang bertujuan untuk memudahkan responden dalam melakukan pengisian, serta memudahkan peneliti dalam melakukan pengolahan data. Pertanyaan-pertanyaan kuesioner merupakan pertanyaan terstruktur (structured questions), yaitu pertanyaan dengan serangkaian alternatif jawaban yang merupakan adaptasi dari jurnal penelitian yang dirujuk peneliti.
Berikut ini merupakan bagan alur yang menunjukkan tahapan-tahapan yang terdapat di dalam kuesioner yang dibuat oleh peneliti, mulai dari tahap perkenalan sampai pada tahap akhir dari pengisian kuesioner.
a. Introduction
Bagian perkenalan ini menjelaskan maksud dan tujuan menyebarkan kuesioner, serta mencantumkan nama peneliti, judul penelitian, tingkat semester, dan asal universitas. Pada akhir bagian ini, peneliti meminta bantuan dari responden untuk kesediaannya mengisi kuesioner yang diajukan.
c. Bagian I : Screening
Pertanyaan screening ini bertujuan untuk mengindentifikasikan dan mendapatkan responden yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan dalam penelitian, yaitu responden yang bermodisili di daerah Jabodetabek dan yang menghadiri event Indonesia Fashion Week. 2014. d. Bagian II : Event Image
Pada bagian ini, responden diminta untuk memberikan penilaian pada beberapa pertanyaan mengenai image dari event Indonesia Fashion Week 2014 dari sudut pandang responden. Bentuk pertanyaan pada bagian ini merupakan scales questions yang menggunakan skala Likert dengan rentang 1 sampai 6.
e. Bagian III : Event Sponsor-Fit
Pada bagian ini, responden diminta untuk memberikan penilaian pada beberapa pertanyaan mengenai Event Sponsor-Fit dari sudut pandang responden. Bentuk pertanyaan pada bagian ini merupakan scales questions yang menggunakan skala Likert dengan rentang 1 sampai 6. f. Bagian IV : Event Commercialization
Pada bagian ini, responden diminta untuk memberikan penilaian pada beberapa pertanyaan mengenai Event Commercialization dari sudut pandang responden. Bentuk pertanyaan pada bagian ini merupakan scales questions yang menggunakan skala Likert dengan rentang 1 sampai 6. g. Bagian V : Keuntungan asosiasi merek
Pada bagian ini, responden diminta untuk memberikan penilaian pada beberapa pertanyaan mengenai keuntungan asosiasi merek dari sudut pandang responden. Bentuk pertanyaan pada bagian ini merupakan scales questions yang menggunakan skala Likert dengan rentang 1 sampai 6.
h. Bagian VI : Kekuatan asosiasi merek
Pada bagian ini, responden diminta untuk memberikan penilaian pada beberapa pertanyaan mengenai kekuatan asosiasi merek dari sudut pandang responden. Bentuk pertanyaan pada bagian ini merupakan scales questions yang menggunakan skala Likert dengan rentang 1 sampai 6. i. Bagian VII : Keunikan asosiasi merek
Pada bagian ini, responden diminta untuk memberikan penilaian pada beberapa pertanyaan mengenai keunikan asosiasi merek dari sudut pandang responden. Bentuk pertanyaan pada bagian ini merupakan scales questions yang menggunakan skala Likert dengan rentang 1 sampai 6. j. Bagian X : Profil Responden
Bagian ini adalah bagian terakhir dari kuesioner. Pertanyaan-pertanyaan dalam bagaian ini terdiri atas jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan yang sedang ditempuh dan pengeluaran dalam sebulan. Bagian ini bertujuan untuk mengetahui tentang data responden yang diambil untuk penelitian ini.
3.8. Teknis Analisis Data
Metode analisis data merupakan metode yang digunakan dalam mengolah data. Metode analisis data terdiri dari proses-proses yang harus dilakukan untuk menghasilkan jawaban yang akan menjawab tujuan penelitian. Peneliti menggunakan software SPSS 19 untuk melakukan pengolahan data seperti menguji validitas, reliabilitas, normalitas, analisis regresi dan pengujian hipotesis.
3.8.1. Analisis Awal
Pada tahap ini, peneliti akan melakukan pemeriksaan terhadap kuesioner. Hal ini dilakukan agar dapat menentukan layak atau tidaknya kuesioner untuk diproses lebih lanjut yang melibatkan pengecekan dari semua kelengkapan kuesioner. Menurut Malhotra (2010:453), terdapat beberapa hal yang menyebabkan kuesioner tidak layak, yaitu:
a. Kuesioner dijawab oleh orang yang tidak sesuai kualifikasi b. Tidak semua pertanyaan dalam kuesioner diisi
c. Pola jawaban dari responden mengindikasikan bahwa responden tidak sepenuhnya memahami pertanyaan atau instruksi dalam kuesioner
d. Jawaban respon responden tidak cukup bervariasi atau menunjukkan central tendency. Contoh: responden hanya memilih angka 3 saja pada rangkaian pertanyaan yang memiliki 6 skala.
e. Kuesioner yang dikembalikan tidak lengkap secara fisik, seperti adanya halaman yang hilang.
3.8.2. Distribusi Frekuensi
Distribusi frekuensi adalah distribusi secara matematis yang bertujuan untuk menghitung jumlah respon yang memiliki asosiasi dengan nilai yang berbeda dari satu variabel dan untuk menunjukkan nilai tersebut ke dalam suatu persentase (Malhotra, 2010:484). Pada penelitian ini, distribusi frekuensi digunakan untuk menjelaskan tentang profil responden seperti jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, serta rata-rata pengeluaran per bulan.
3.8.3. Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji validitas adalah pengujian yang dilakukan dengan analisis faktor berdasarkan variabel-variabel yang ada di dalam penelitian ini (Malhotra, 2010:320). Sementara itu, Menurut Kriyantono (2012), uji validitas adalah uji yang dilakukan untuk mengukur sejauh mana instrumen akan mengukur apa yang ingin diukur. Dalam penelitian kali ini, peneliti akan melakukan uji reliabilitas dan validitas terhadap setiap item dari variabel. Tingkat validitas akan dilihat dari nilai r hitung yang didapat dilihat dari Corrected Item-Total Correlation, dimana suatu item pertanyaan dianggap valid apabila r hitung > r tabel. R tabel untuk sampel 125 adalah 0,176.
Uji reliabilitas adalah suatu pendekatan yang dilakukan untuk mengukur keandalan (reliabilitas) dimana responden termasuk dalam cakupan skala yang sama pada dua waktu yang berbeda, dengan kondisi yang dianggap sama (Malhotra, 2010:318). Peneliti melakukan uji reliabilitas untuk mengukur konsistensi dan reliabilitas pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner terhadap variabelnya. Menurut Malhotra (2010), sebuah kuesioner dianggap reliabel, konsisten, dan relevan terhadap variabel atau faktor dalam penelitian apabila uji Cronbach’s alpha mencapai angka 0,6 atau lebih (≥0,6).
3.8.4. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Data yang baik dan layak untuk membuktikan penelitian adalah data yang memiliki distribusi normal. Cara untuk mendeteksi normalitas distribusi data, salah satunya menggunakan uji Kolmogorov-Smimov. Pengambilan keputusan yang diajukan adalah :
1. Jika angka signifikansi uji Kolmogorov-Smimov > 0,05 maka data berdistribusi normal.
2. Jika angka signifikansi uji Kolmogorov-Smimov < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.
Angka Sig. atau signifikansi dapat diperoleh dengan perhitungan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test melalui alat bantu SPSS 19 dengan tingkat kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan 5%.
Selain itu uji normalitas juga dilakukan dengan menggunakan analisis grafik. Deteksi normalitas dapat dilakukan dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Atau dapat juga melihat Probability Plot yang membandingkan distribusi komulatif dari distribusi normal.
Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal, dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Dengan dasar pengambilan keputusan :
1. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
2. Jika data menyebar jauh dari diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
3.8.5. Analisis Regresi Sederhana
Dikarenakan penelitian ini ditujukan untuk menguji pengaruh dimensi sponsorship terhadap brand image, maka untuk pengujian hipotesisnya digunakan analisis regresi sederhana.
Malhotra (2010:568) menjelaskan bahwa ada dua macam analisis regresi yaitu analisis regresi sederhana (simple regression) dan analisis regresi berganda (multiple regression). Analisis regresi sederhana atau simple regression terutama digunakan untuk melihat adanya hubungan antara satu variabel bebas (independen) terhadap satu variabel terikat (dependen). Regresi sederhana digunakan untuk tujuan memprediksi seberapa besar pengaruh variabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen). Sedangkan analisis regresi berganda atau multiple regression digunakan untuk melihat adanya hubungan antara dua atau lebih variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Analisis regresi berganda juga dapat digunakan untuk memprediksi seberapa besar pengaruh variabel-variabel bebas tersebut terhadap variabel terikat. Analisis regresi berkaitan dengan sifat dan tingkat hubungan antara variabel-variabel tetapi tidak menunjukkan atau mengasumsikan adanya hubungan sebab akibat. Analisis regresi dapat digunakan dalam beberapa cara, antara lain:
a. Menentukan apakah variabel-variabel bebas dapat menjelaskan secara signifikan variasi dari variabel terikat (whether a relationship exists)
b. Menentukan seberapa besar variasi pada variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh variabel-variabel bebas (strength of the relationship)
c. Menentukan struktur atau bentuk dari hubungan (the mathematical equation) d. Memprediksi besarnya nilai dari variabel terikat.
3.9. Hipotesis
Hipotesis berguna untuk menguji hubungan antar variabel dan melihat adakah pengaruh dari variabel bebas pada variabel terikat. Selain itu juga untuk menguji signifikansi dari pengaruh yang diberikan oleh masing-masing variabel bebas tersebut kepada variabel terikat (Malhotra, 2010:489). Hipotesis merupakan pendapat atau pernyataan yang masih belum tentu kebenarannya karena masih bersifat sementara maka harus diuji terlebih dahulu. Sesuai dengan tujuannya, maka akan digunakan metode analisis regresi untuk pengujiannya.
Penelitian ini akan meneliti beberapa hipotesis diantaranya:
Ha : Sponsorship berpengaruh signifikan terhadap Brand Image Zalora Indonesia
H0 : Sponsorship tidak berpengaruh signifikan terhadap Brand Image Zalora Indonesia
3.10. Operasionalisasi Konsep
Operasional variabel konsep adalah tahap mengubah konsep agar menjadi variabel yang dapat dikur. Tahap operasionalisasi konsep merupakan landasan membuat kuesioner (Kriyantono, 2012:85). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua buah variabel yang masing-masing adalah variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Adapun variabel bebas merupakan Sponsorship dengan dimensi yaitu event image, event sponsor-fit, dan event commercialization (Journal of Business Research, 2013) Sedangkan variabel terikat Brand Image diukur dengan keuntungan asosiasi merek, kekuatan asosiasi merek, dan keunikan asosiasi merek (Keller, 2013).
Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel (X) Sponsorship
Indikator Deskriptor Nomor
Pertanyaan
Skala
Event Image
Indonesia Fashion Week itu menyenangkan dari
segi keseluruhan acaranya 1
L I K E R T Indonesia Fashion Week itu keren dari segi
fashion shownya 2
Indonesia Fashion Week itu original berbeda
dari event yang lain 3
Indonesia Fashion Week itu unik dari segi
susunan acaranya 4
Indonesia Fashion Week itu premium dari segi peserta yang turut berpartisipasi dalam event
tersebut
5 Indonesia Fashion Week itu meriah karena
dihadiri oleh fashion designer ternama 6
Indonesia Fashion Week nyaman karena susunan
acaranya teratur 7
Indonesia Fashion Week itu gaul dilihat dari
orang-orang yang menghadiri event tersebut 8
Event Sponsor-Fit
Terdapat kecocokan antara sponsor dan event 9
Image/Citra event dengan image/citra sponsor
sama atau mirip dalam hal yang positif 10
Tema sponsor dan event sesuai satu sama lain 11
Sponsor dan event memiliki tujuan yang sama 12
Menurut saya masuk akal bila Zalora
mensponsori IFW 2014 13
Event Commercialization
Saya merasa event menjadi komersil karena para
sponsor 14
Karena para sponsor Indonesia Fashion Week
menjadi lebih dikenal masyarakat 15
Para sponsor seharusnya tidak menggunakan Indonesia Fashion Week untuk kepentingan promosi mereka
16
Iklan para sponsor membuat IFW 2014 menjadi
lebih komersil 17
Para sponsor tersebut terlalu menjadi fokus
Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel (Y) Brand Image
Indikator Deskriptor Nomor
Pertanyaan Skala
Keuntungan asosiasi merek
Zalora menyediakan produk-produk sesuai
dengan kebutuhan saya 19
L I K E R T Zalora menyediakan produk-produk sesuai
dengan kebutuhan saya 20
Harga produk yang dijual oleh Zalora
relatif terjangkau 21
Saya dapat dengan mudah mengakses
zalora untuk melakukan pembelian 22
Zalora melakukan respon yang cepat
dalam proses pembelian 23
Kekuatan asosiasi merek
Produk yang dijual Zalora memiliki
inovasi yang dapat menarik perhatian saya 24 Kualitas produk yang dijual oleh Zalora
sudah terjamin 25
Zalora melakukan promosi agar mereknya
lebih dikenal oleh masyarakat 26
Zalora selalu berupaya untuk melakukan kontak dengan konsumen sehingga mereknya mudah diingat
27
Keunikan asosiasi merek
Zalora memiliki fitur-fitur unik dalam
websitenya 28
Saya dapat dengan mudah mengakses