• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEJARAH ASIA SELATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SEJARAH ASIA SELATAN"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

SEJARAH ASIA SELATAN

Oleh :

Kian Amboro, S.Pd. M.Pd.

(2)

Periodesasi Sejarah Asia Selatan

PETA KONSEP

Zaman Kuno Masa Pengaruh Islam Masa Pengaruh Barat

• Zaman Peradaban

Mohenjo Daro dan Zaman Weda sampai tahun 700 SM;

• Zaman kerajaan Arya, dan Pemerintahan Raja-raja Maurya sampai dengan tahun 185 SM;

• Zaman pemerintahan Raja-raja Andra, Pathi, dan Kushan 185 SM – 225 M; • Zaman Raja-raja Ghupta

320 – 606 M;

• Zaman Kerajaan Harsha 606 - 647 M;

• Zaman kerajaan India Utara, Dekkan dan India Selatan sampai dengan tahun 1200 M.

• Permulaan pengaruh Islam di kawasan Asia Selatan pada masa kerajaan Delhi 712 – 1526 M;

• Kerajaan Mughal 1256 – 1857 M.

• Kejayaan Islam di kawasan Asia Selatan • Hasil Budaya dan

Peradaban Islam di kawasan Asia Selatan.

• Kedatangan Bangsa Barat di Asia Selatan • Bangsa Prancis dan

Pemerintahan Inggris di India

• Perlawanan rakyat terhadap bangsa Barat • Bangkitnya Nasionalisme India dan beberapa organisasi pergerakan • India Merdeka • Perpecahan di India dan lahirnya Pakistan dan Bangladesh.

(3)

Kondisi & Letak Geografis

Kawasan Asia Selatan

(4)

Utara : Asia Tengah & Pegunungan

Himalaya

Timur : Pegunungan Himalaya

Selatan : Samudera Hindia, Laut Arab dan

Teluk Benggala

Barat : Pegunungan Hindu Kush di

Afganistan dan Pakistan Utara biasanya dianggap sebagai batas.

Gambar : Arus Migrasi Masuknya Ras Arya dari Asia

Tengah menyebar ke seluruh dunia, salah satunya ke Asia Selatan.

Wilayah Asia Selatan meliputi 10% luas benua Asia, kira-kira 4.480.000 km² tetapi populasinya

mencakup 40% populasi Asia. Kebanyakan dari daerah itu mendapat pengaruh budaya India. Kini kawasan Asia Selatan terdiri dari beberapa

negara yaitu, India, Pakistan, Bangladesh,

Srilanka, Nepal, Bhutan dan Maladewa.

(5)

Penduduk anak benua India terdiri atas beraneka ragam bangsa dan warna kulit sebagai akibat perkembangan sejarah, di mana India sejak berabad-abad sebelum masehi menjadi ajang serbuan

bangsa-bangsa asing, khususnya melalui celah Khybar Pass, oleh karena itu India sering kali dijuluki sebagai “salah

satu museum bangsa terbesar di dunia”.

Penduduk dan Latar belakang

Ethnologis

Pada umumnya para ahli sejarah India sepakat bahwa penduduk asli India adalah bangsa Dravida

dan Arya. Sesungguhnya pembagian tersebut didasarkan pada kajian linguistik bukanlah kesatuan etnis atau bangsa, jadi yang lebih tepat ialah bangsa yang berbahasa Dravida dan bangsa

(6)

Von Eickstedt mengemukakan teori bahwa penduduk

yang mendiami anak benua India, masuk dalam tiga gelombang, yakni :

Gelombang pertama dianggap sebagai penduduk

tertua, yakni bangsa yang sekeluarga rumpun Negroid di Afrika dan Melanesia di Samudera Pasifik;

Gelombang kedua bangsa yang serumpun dengan

bangsa di Srilanka. Kemudian timbul percampuran darah dari gelombang pertama dan kedua. Keduanya dapat diidentifikasi dengan ciri fisik tubuh kecil dan lebih pendek, kulit hitam, hidung pesek, dan bahasa yang digunakan adalah rumpun bahasa Dravida.

Gelombang ketiga adalah ras bangsa Indid yang

berbicara dalam rumpun bahasa Arya yang masuk

melalui jalur pegunungan atas, dan dapat diidentifikasi dengan ciri kulit jernih atau putih, hidung mancung, dan tubuh bervariasi antara tinggi dan sedang.

Penduduk dan Latar belakang

Ethnologis

(7)

Sumber-sumber dalam Kajian Sejarah Asia Selatan

Menurut V. A. Smith, ada lima sumber untuk mengetahui

sejarah Asia Selatan, yaitu

Prasasti atau bukti-bukti tertulis (inscription or epigraphic

evidence). Riwayat atau berita yang terkandung dalam peringatan

bersejarah diberitakan oleh satu generasi ke generasi berikutnya secara lisan (overlevering), dan pada waktu tertentu isi berita

tersebut ditulis sehingga muncul berbagai tulisan-tulisan.

Bukti-bukti berupa mata uang (numismatic evidence)

Monumen, bangunan dan karya seni atau benda-benda arkeologi, seperti candi, istana, stupa, barang kebudayaan yang

(8)

Sumber-sumber dalam Kajian Sejarah Asia Selatan

Penulisan Sejarah Kuno (ancient historical writing). Pada

umumnya berupa kitab-kitab yang ditulis oleh

pujangga-pujangga atas perintah raja tentang peristiwa yang terjadi selama raja itu memerintah.

Kesaksian dan catatan-catatan orang asing (foreign testimony). • Fa Hian ± tahun 408 yang pernah tinggal selama 15 hari di

India.

• Hiuen Tsang 638-645, kitab karangannya sangat berharga bagi sejarah India.

• I Tsing yang meninggalkan catatan mengenai agama Budha dan keadaan umum di India.

• Alberuni, seorang muslim pengiring Sultan Mahmud Ghazni, yang menulis tarikh India tahun 1030.

(9)

Peradaban Mohenjo Daro

hingga zaman Weda

(10)

Peradaban Lembah Sungai Indus Mohenjo Daro - Harappa

Peradaban Lembah Sungai Indus Mohenjo Daro-Harappa dibuktikan muncul sekitar ± 5000

tahun lalu sebagai komunitas yang telah memiliki peradaban tinggi. Keunikannya adalah

periodenya yang sejajar dengan peradaban Lembah Sungai Nil di Mesir dan peradaban Lembah Sungai Eufrat-Tigris di Mesopotamia.

Peradaban tinggi ini dapat diidentifikasi dari peninggalan yang tersisa, yakni ditemukannya puing-puing kota besar, dan perlengkapan hidup

manusia tak jauh berbeda seperti sekarang ini. Kesan yang didapat adalah sebuah kota besar

yang padat penduduk, maju serta telah mengenal sanitasi kesehatan dan kemewahan. Teknik tata kota pun telah dirancang sangat baik.

(11)

Peradaban Lembah Sungai Indus Mohenjo Daro - Harappa

Peradaban Lembah Sungai Indus pada akhirnya mengalami

keruntuhan dengan beberapa sebab :

Kesulitan mengontrol Sungai Indus bila banjir, sehingga kemudian ditinggalkan.

Penggundulan hutan oleh penduduk Lembah Sungai Indus.

Serbuan asing yang

diperkirakan dilakukan oleh bangsa-bangsa Arya.

(12)

Periode Weda

Zaman Weda Purba • ± 1500-1000 SM • Identifikasi masa ini

adalah berkembangnya kepercayaan. Pada

mulanya diduga ketika masuk bangsa Arya menganut

Monotheisme yang

kemudian berkembang menjadi Henotheisme (Tuhan dengan disebut banyak nama) yang diwujudkan dalam nama-nama dewa dan belum diwujudkan patung.

Zaman Brahmana • ± 1000-750 SM • Masa ini golongan

pendeta memiliki pengaruh semakin besar, sehingga dlm masyarakat kemudian lahir sistem kasta yang disebut Caturwarna. • Keagamaan semakin

berkembang dengan Weda yang terdiri dari empat bagian Weda.

Zaman Upanishad • ± 750-500 SM

• Pada masa Upanishad perkembangan

intelektual menjadi ciri utama, sehingga

pemikiran filsafat India semakin kompleks.

Periode Weda dimulai sejak masuknya bangsa berbahasa Arya ke India yang diperkirakan sekitar 1500 SM, sampai munculnya agama Budha sekitar 500 SM. Periode Weda dapat dibagi dalam tiga zaman :

(13)

Zaman Timbulnya Kerajaan Arya

dan Pemerintahan Raja-raja Maurya

(14)

Kerajaan-kerajaan Arya pada sekitar abad VII SM yang berada di India Utara antara lain Gandhara, Kosala, Kasi dan Magadha. Diantara kerajaan-kerajaan itu Kerajaan

Magadha yang paling terkemuka dan paling besar, kerajaan inilah yang nantinya menurunkan raja-raja Dinasti Maurya.

Kerajaan Magadha didirikan oleh Sisunaga sekitar 642 SM, dengan ibukota Giripraja. Dalam sejarahnya kerajaan ini diperintah oleh 5 dinasti. Dengan Dinasti Maurya sebagai masa

dinasti kejayaan dan pada Dinasti Kanwa yang pada akhirnya Kerajaan Magadha runtuh. Pada dinasti kedua

terjadi pula peristiwa Penyerbuan Iskandar Zulkarnain yang memperluas

wilayah kekuasaannya hingga Hindustan.

(15)

Dinasti Sisunaga ± 642-413 SM

•Pada masa dinasti ini berkembang agama Jainisme, ibukota Magadha dipindahkan ke Pataliputra di tepi Sungai Gangga, dinasti ini digulingkan oleh seorang menterinya Mahapadma Nanda yang kemudian mendirikan dinasti selanjutnya.

Dinasti Nanda ± 413-322 SM

• Pada masa dinasti ini banyak rakyat yang menderita karena banyak peraturan yang memberatkan rakyat. Dinasti ini digulingkan oleh Chandraghupta pendiri dinasti Maurya. Pada masa dinasti ini pula peristiwa Penyerbuan Iskandar Zulkarnain ke India terjadi.

Dinasti Maurya ± 322-185

• Rajanya yang sangat dikenal adalah Ashoka, dengan wilayah kekuasaan India Utara – Laut Arab dan Teluk Benggala.

Keberhasilannya banyak dinspirasi oleh kejayaan Iskandar Zulkarnain.

Dinasti Sungha ± 185-75 SM & Dinasti Kanwa ± 75-28 SM. Dua dinasti terakhir ini tidak banyak meninggalkan kejayaan besar dan akhirnya Magadha runtuh oleh serangan kerajaan Andhra.

(16)

Dampak dari ekspansi ini yaitu “Hellenisme”

& terbukanya pintu masuk hubungan Barat dan Timur.

Rangkaian Penyerbuan Iskandar Zulkarnain ke India

Iskandar Zulkarnain

Putra raja Macedonia yang memerintah kerajaan itu

sekitar 354-323 SM.

Murid dari Aristoteles, seorang filsuf Yunani

ternama.

Asia Kecil (Turki) tahun 334 SM, dan melaklukkan kota-kota

kecil disekitarnya.

Menjelang akhir 332 SM Iskandar Zulkarnain telah menguasai Palestina

hingga Mesir, termasuk Syria.

Tahun 331 SM mulai menyerbu Mesopotamia, dan 330 SM seluruh

Persia jatuh ke tangan Yunani.

Tahun 326 SM Iskandar mulai mendapat perlawanan berat (India)

ditambah dengan kejenuhan prajuritnya akan peperangan dan akhirnya kondisi tsb membawanya

pulang melalui rute perairan. Namun tahun 323 sebelum sampai

kembali ke Yunani Iskandar Zulkarnain meninggal dunia di Babilonia, dan mewariskan wilayah kekuasaan yang

sangat luas yang pada akhirnya terpecah-pecah.

(17)

Kekuasaan Iskandar Zulkarnain yang terlampau luas dan kurangnya pengawasan mengakibatkan terlepasnya daerah taklukan,

termasuk Magadha. Chandraghupta kemudian merebut kembali kekuasaan dari

tangan Jenderal kepercayaan Iskandar.

Kejayaan Dinasti Maurya

Kejayaan Dinasti Maurya

Dengan semangat yang sama Chandraghupta melakukan perluasan

atas wilayahnya. Hingga wafatnya di tahun 298 SM ia meninggalkan

wilayah kekuasaan yang luas. Terbentang dari India bagian utara –

antara Laut Arabia sampai Teluk Benggala. Penggantinya Bindusara (298-272 SM) melanjutnya perluasan wilayah hingga Pegunungan Vindhya.

Dinasti Maurya mencapai puncak kejayaannya pada masa Raja Ashoka

(18)

Ashoka Vardhana (272-232 SM)

Perluasan Wilayah & Memperkuat Angkatan

Perang.

Pengiriman pemuka agama Budha ke Syria, Mesir, Macedonia dsb.

Sebagai bentuk menyebarluaskan agama Budha ke luar, sedangkan

upaya ke dalam yaitu :

Memajukan perdagangan & Pendirian lembaga pendidikan. Mengadakan perjalanan ke

tempat suci agama Budha seperti Kapilawastu, Bodh Gaya dan Kusinagara.

Membuat maklumat tentang peraturan agama Budha di dinding, relief dsb. agar dapat ditaati oleh rakyatnya.

Membangun bangunan-bangunan stupa dan tugu-tugu, serta

muktamar agama Budha 240 SM di Pataliputra

Perdagangan

• Koloni Dagang di Khotan (kini salah satu wilayah Cina)

Pendidikan • Mendirikan universitas di Taxila, Pataliputra, Gaya dsb. Tahun 291-261 SM, Raja Ashoka memperluas wilayahnya sampai :

Barat : Afganistan & Baluchistan

Timur : wilayah Benggala

Selatan : batas kerajaan Andhra ujung selatan India

(19)
(20)

Kemunduran Dinasti Maurya

Sepeninggal Ashoka, Dinasti Maurya mengalami kemunduran, hal ini dikarenakan dua penyebab, yaitu :

Kebencian kaum Brahmana Hindu, karena sebelumnya Budha dijadikan agama

negara, & Ashoka melarang upacara

Asmavedha. Sebab Ashoka adalah

penganut Budha yang taat.

Masa sesudah Ashoka, luasnya kerajaan mjd terpecah-pecah karena lemahnya pemimpin.

(21)

Zaman Pemerintahan Raja-raja

Andhra, Parthi dan Kushan

(22)

Kerajaan Andhra mulai ternama ketika berhasil menaklukan Magadha yang dipimpin oleh dinasti terakhirnya (dinasti Kanwa). Penduduk asli kerajaan Andhra adalah suku bangsa yang berbahasa Dravida, terletak di tepi teluk Benggala. Pada masa kerajaan ini

kedudukan dan pengaruh Hindu dan Budha sama kuatnya, karena kerajaan ini tidak memihak secara ketat

salah satu ajaran agama tersebut.

Zaman Kerajaan Andhra

Meskipun raja-rajanya menganut agama Hindu, tetapi para Brahmana maupun Bhiksu diberi kebebasan mengatur golongannya masing-masing. Oleh karena

itu stabilitas dapat terwujud dan kemakmuran kerajaan Andhra terkenal. Akan tetapi sumber tentang kerajaan ini ketika memasuki abad ketiga makin sedikit, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada abad ini sejarah kerajaan ini makin kabur dan

(23)

Kerajaan ini terkenal ketika berhasil mengalahkan bangsa Bactria (Yunani) yang sedang melakukan misi perluasan wilayah ke Timur (122-88 SM). Dikemudian hari bangsa Parthi berperan penting dalam menjalin hubungan dengan Yunani. Raja Parthi yang terkenal adalah Gandhapares yang juga mengenalkan agama Kristen di India. Pusat pemerintahan kerajaan Parthi

berada di Takshasila

Zaman Kerajaan Parthi

Seperti kerajaan-kerajaan pendahulunya, kerajaan Parthi akhirnya runtuh dibawah serangan dan taklukan bangsa lain, yakni bangsa Yue Chi dari Tiongkok yang masuk melalui utara. Gandhara dan

Punjab tak luput dari upaya penaklukan, tak terkecuali Parthi. Bangsa ini akhirnya mendirikan kerajaan baru di bekas kerajaan taklukannya dengan

(24)

Raja Dinasti Kushan yang Terkemuka

Raja pertama ialah Kadphises I, wilayahnya dari India Utara, Punjab, India tengah, hingga

Gujarat.

Kadphises II, yang pada masanya menjalin hubungan baik dengan Romawi, bukti dapat dijumpai pada mata uang sezaman.

Raja Kanishka, pada masanya perdagangan sangat maju ditambah kerajaannya yang dilalui jalur sutra,

pembangunan bangunan suci, terkenal pula kegigihannya sbg pelindung dan mengembangkan agama Budha dgn upayanya membangun asrama dan vihara, serta

mengirimkan dharmaduta ke berbagai wilayah.

Vasudeva, ialah raja penghabisan dinasti Kushan, dimasanya kerajaan ini terpecah dan kehancuran, ditambah adanya serbuan dari bangsa Persia.

(25)

Zaman Raja-raja Ghupta (320-656 M)

Zaman Keemasan India

(26)

Zaman Raja-raja Ghupta 320-656 M

Sejak pecahnya kerajaan Kushan, sejarah India bagan utara seolah hilang dan lenyap. Namun pada abad ke-4 muncullah sebuah kerajaan besar yang kemashurannya menyamai kerajaan Maurya, yakni kerajaan Ghupta yang berkuasa hampir selama 200

tahun. Semula kerajaan ini merupakan kerajaan kecil, namun karena rajanya berhasil mempersunting seorang putri raja sehingga kemudian mewarisi daerah baru hingga lembah sungai Gangga. Raja-raja dinasti Ghupta yang diketahui berdasarkan sumber

adalah sbb : Chandraghupta I, 320-330 M Samudraghupta, 335-376 M Chandraghupta II Vikramaditya, 376-415 Kumaraghupta, 415-455 M Skandaghupta, 455-467 M Purughupta, 467-473 Kumaraghupta II, 473-476 M Budhaghupta, 476-495 M Narasimhaghupta Kumaraghupta III Vishnughupta Vainyaghupta Bhanughupta

(27)

Raja-raja Ghupta yang Termashur

335-376 M,

Samudraghupta

• Raja ini dikenal karena penaklukannnya yang gemilang, ia seringkali diibaratkan Napoleon India. raja-raja taklukannya kemudian wilayahnya dipersatukan, akan tetapi pemerintahan tetap diserahkan kepada ahli waris sah tetapi dengan status raja bawahan Ghupta

• Samudraghupta adalah penganut Hindu yang taat, tetapi ia juga menjunjung toleransi, hal ini dibuktikannya dengan mengangkat penasehat seorang Budhis yaitu Vasubandha, dan juga mendirikan asrama dan vihara di Bodh Gaya.

• Kekuasaan dilanjutkan oleh anaknya Ramaghupta, tetapi ia seorang raja yg lemah, sehingga kemudian diambil alih oleh saudaranya Chandraghupta.

376-415 M,

Chandraghupta II Vikramaditya

• Ketika menjadi raja, ia memindahkan ibukota kerajaan dari Pataliputra ke

Ayodhya, dengan tujuan membangkitkan kembali semangat Hinduisme, karena Ayodhya salah satu kota suci Hindu. • Politik perluasan yang dilakukannya

termasuk unik, yaitu dengan jalan damai melalui perkawinan politik dengan

kerajaan lainnya, yang kedua dengan jalan militer.

• Dalam sejarah India, masa

Chandraghupta II adalah masa emas Hindu, dalam perkembangan

kebudayaan, khususnya kesenian, literatur dan ilmu pengetahuan yang berbahasa Sansekerta bangkit kembali.

(28)
(29)

Setelah wafatnya Chandraghupta II, kerajaan Ghupta mengalami kemunduran. Hal ini paling utama

disebabkan kurang cakapnya penerus Chandraghupta II dalam mempertahankan kerajaannya. Serangan bangsa Huna yang tak

henti-hentinya juga turut mempercepat disintegrasi dan kemunduran Ghupta.

Sekitar tahun 600 M Dinasti Ghupta dipastikan telah lenyap dari panggung sejarah India.

Kemunduran Kerajaan

Ghupta

(30)

Zaman Pemerintahan

(31)

Sumber Berita Tentang Raja Harsha Vardhana

Sumber berita tentang Raja

Harsha , 606-647 M

Catatan Hiuen Tsang, 630-644 M

• Seorang musafir Tiongkok yang

mengunjungi India pada saat masa

keemasan Raja Harsha

Harsha Carita

• Suatu kumpulan peristiwa yang ditulis

oleh seorang Brahmin dan pujangga

istana yang bernama Bana.

(32)

Bentangan Wilayah Kerajaan Harsha Vardhana

Panggung sejarah India utara kembali terkuak ketika munculnya Raja Harsha

Vardhana. Pada awalnya Harsha adalah penguasa kerajaan Thanesar. Atas permintaan rakyat Kanauj ia diminta menjadi

raja Kanauj. Harsha merupakan raja Budha yang terakhir di India

Utara yang memiliki kekuasaan besar.

(33)

Pemerintahan Raja Harsha

Vardhana

Harsha Vardhana Inspeksi kenegaraan Penaklukan daerah baru Memperkuat tentara Pembagian negeri secara administratif Pemerintaha n bersifat feodalistik Pengaturan hukum dan etika Pendidikan dan keagaamaan Toleransi keagamaan

(34)

Hiuen Tsang melaporkan keadaan yang kacau

terjadi pada saat kematian Raja Harsha.

Karena terjadinya pemberontakan oleh dua

orang menteri kerajaan.

Raja Harsha wafat pada tahun 647 M, setelah

memerintah selama 41 tahun. Namanya

tetap terkenang di India, karena beliau

adalah raja yang membawa keamanan dan

kemakmuran serta membangkitkan kembali

India yang tertinggal dan jatuh dalam

penderitaan karena penindasan bangsa

Huna.

Berakhirnya pemerintahan

Raja Harsha Vardhana

(35)

Berkat jasa Raja Harsha, India

makmur kembali dan bebas dari

ancaman musuh dari luar, namun

tidak lama setelah wafat, timbullah

permusuhan-permusuhan diantara

raja-raja yang berada dibawah

kekuasaan Raja Harsha. Persatuan

India berakhir sampai zaman Islam.

Pada lima abad berikutnya, India

mengalami perpecahan dan

kekacauan yang luar biasa.

Berakhirnya pemerintahan

Raja Harsha Vardhana

(36)

Gambar

Gambar : Arus Migrasi Masuknya Ras Arya dari Asia  Tengah menyebar ke seluruh dunia, salah satunya ke  Asia Selatan.

Referensi

Dokumen terkait