• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

67 A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

MIN 8 Hulu Sungai Tengah ini beralamat di jalan Sarigading RT. 06 RW. 02 Kelurahan Barabai Utara Kecamatan Barabai 71313.

1. Sejarah Singkat Berdirinya MIN 8 Hulu Sungai Tengah

MIN 8 Hulu Sungai Tengah merupakan madrasah yang sudah lama berdiri sejak tanggal 27 April 1965, dengan status swasta yang nama sekolah Madrasah ini dulunya bernama Madrasah Ibtidaiyah An Najah dan di negerikan pada tanggal 17 Mei 1997 dengan surat keputusan Menteri Agama RI No 107 tahun 1997 yang diresmikan oleh Bupati Kepala Daerah Tk II Kabupaten Hulu Sungai Tengah yaitu Bapak Drs.H.M. Arifin yang diberi nama MIN Barabai Utara, namun pada tahun 2016 nama madrasah ini berganti dengan MIN 8 Hulu Sungai Tengah sampai sekarang. Dalam perkembangannya tidak lepas dari peran serta warga masyarakat terutama warga jalan sarigading dan sekitarnya.

MIN 8 Hulu Sungai Tengah berlokasi di jalan Sarigading, yang hanya memiliki 10 ruang kelas dan kantor namun seiring berjalannya waktu sudah memiliki beberapa ruang tambahan sebagai pendukung sarana belajar mengajar.

Ada beberapa hal yang menjadi latar belakang sejarah berdirinya MIN 8 Hulu Sungai Tengah yang ada sekarang antara lain:

a. Realitas/kenyataan di masyarakat akan adanya keinginan yang kuat dan kesadaran yang tinggi dari tokoh-tokoh masyarakat jalan sarigading tentang pendidikan pada tingkat dasar, sehingga dengan bantuan berbagai

(2)

pihak serta partisipasi yang tinggi dari seluruh warga jalan sarigading dan sekitarnya maka didirikanlah lembaga pendidikan tersebut.

b. Adanya kemauan dan tekad yang kuat untuk generasi yang berkualitas dan memiliki nilai-nilai moral keagamaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan sumber daya manusia yang nantinya diharapakan dapat berperan positif di lingkungan masing-masing.

Dengan beberapa hal tersebut, maka MIN 8 Hulu Sungai Tengah dibangun dan didirikan di jalan sarigading dengan partisipasi masyarakat serta pihak-pihak yang mempunyai kepedulian terhadap pendidikan.

2. Visi dan Misi a. Visi

Terwujudnya peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlakul karimah, berprestasi, dan cinta lingkungan.

b. Misi

1) Menanamkan keteladanan bagi peserta didik yang beriman dan bertakwa.

2) Membiasakan diri berakhlak mulia.

3) Menggali dan mengembangkan potensi peserta didik. 4) Peduli terhadap sesama dan lingkungan.

c. Tujuan Madrasah

1) Menjadikan peserta didik yang beriman dan bertakwa. 2) Peserta didik mempunyai akhlak mulia.

3) Peserta didik mampu mengembangkan potensi dan keterampilan yang dimiliki.

(3)

4) Menumbuhkembangkan sikap cinta dan peduli terhadap sesama dan lingkungan.

3. Periode Kepemimpinan

Selama madrasah ini menjadi MIN 8 Hulu Sungai Tengah, telah beberapa kali mengalami pergantian kepemimpinan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel VII. Nama-nama Kepala MIN 8 Hulu Sungai Tengah

No. Nama Kepala Periode

1 HELMI BASERI, A.Ma 1997-1999

2 Hj. MUHJIAH, S.Ag 1999-2001

3 Drs. SYAMSU DHUHA 2001-2004

4 Dra. AINA FARIDAH, S.Pd.I 2004-2014

5 Drs. ABDUL HAMID, S.Pd.I 2014-Sekarang

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa Bapak Drs. Abdul Hamid,S.Pd.I yang sekarang menjadi kepala MIN 8 Hulu Sungai Tengah. Tempat tinggal beliau di Kompek Guntur Permai Barabai Hulu Sungai Tengah.

4. Keadaan Guru

Tabel VIII. Keadaan Guru MIN 8 Hulu Sungai Tengah

Pendidikan Guru Tetap (PNS) Guru Tidak Tetap

Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki Perempuan Jumlah

S2 - - - - S1 10 16 26 2 2 4 D3 - - - - D2 - - - - D1 - - - - Jumlah 10 16 26 2 2 4

(4)

5. Pegawai Administrasi

Tabel IX. Pegawai Administrasi MIN 8 Hulu Sungai Tengah

Pendidikan Guru Tetap (PNS) Guru Tidak Tetap

Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki Perempuan Jumlah

S2 - - - - S1 10 16 26 2 2 4 D3 - - - - D2 - - - - D1 - - - - Jumlah 10 16 26 2 2 4

6. Sarana dan Prasarana

Adapun sarana dan prasarana di MIN 8 Hulu Sungai Tengah antara lain: laptop 4 buah, komputer 1 buah, printer 3 buah, televisi 1 buah, LCD proyektor 2 buah, layar (screen) 1 buah, meja pegawai 26 buah, kursi pegawai 26 buah, lemari arsip 2 buah, kotak obat (P3K) 1 buah, pengeras suara 6 buah, wastafel 1 buah, kipas angin 5 buah, alat musik 1 buah, alat tari 1 buah.

B. Hasil Penelitian dan Pengembangan

Hasil utama dari penelitian dan pengembangan ini adalah penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan prosedur pengembangan menurut Sugiyono yang dilakukan dari tahap 1 sampai 5. Data hasil setiap tahapan prosedur penelitian dan pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

(5)

1. Potensi dan Masalah

Hasil penelitian yang diperoleh dari observasi di MIN 8 HST, wawancara dengan guru kelas yaitu Ibu Maimunah selaku guru kelas V MIN 8 Hulu Sungai Tengah bahwa penggunaan media pembelajaran pada proses pembelajaran masih jarang dilakukan di sekolah ini. Media pembelajaran di sekolah dasar ini masih terbatas dan media yang tersedia sudah ada beberapa yang mulai rusak.

Keterbatasan media di sekolah membutuhkan kreatifitas guru dalam upaya pengadaan media pembelajaran secara mandiri. Media pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. Lebih spesifik kepada mata pelajaran matematika mengenai geometri, khususnya materi bangun datar, upaya yang dilakukan pengajar terkait pengadaan media adalah dengan menggunakan alat peraga bangun datar yang dibuat menggunakan kertas karton dan menggunakan media gambar.

Ibu Maimunah menjelaskan bahwa penggunaan media gambar sebenarnya sudah cukup baik, hanya saja dalam proses pembelajaran terkadang siswa masih kurang semangat dan mudah jenuh sehingga perhatian siswa kurang dan masih banyak siswa yang ternyata sulit memahami materi bangun datar ketika pembelajaran berakhir. Hal tersebut dapat kita lihat dari hasil ulangan siswa kelas V MIN 8 Hulu Sungai Tengah pada materi bangun datar yakni siswa yang tuntas sebanyak 14 siswa atau 58% dari jumlah seluruh siswa dan yang belum tuntas sebanyak 10 siswa atau 42% dari jumlah seluruh siswa. Penyebab kesalahan yang sering dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal ulangan matematika materi

(6)

bangun datar ini adalah kesalahan menentukan rumus keliling dan luas bangun datar serta kesalahan dalam perhitungan.

Wawancara yang dilakukan dimaksudkan untuk mengetahui kondisi lapangan, yakni terkait dengan media yang digunakan, keadaan sekolah juga kondisi siswa itu sendiri. Sehingga masih diperlukan Pengembangan Media Pembelajaran Flash Card Materi Bangun Datar Siswa Kelas V MIN 8 Hulu Sungai Tengah.

2. Pengumpulan Data

Pengumpulan data berupa media yang akan dibuat dengan bantuan corel draw dengan materi bangun datar dari buku matematika kelas II, III, dan IV untuk

SD/MI. Pengumpulan beberapa buku matematika ini dikarenakan materi bangun datar yang diajarkan sudah ada sejak kelas II, III, dan IV SD/MI. Pada tahapan ini diperlukan pengumpulan data mengenai kebutuhan media flash card pada materi bangun datar yang praktis dan menarik untuk memotivasi dan membantu siswa dalam memahami materi. Data pendukung dalam pengumpulan data diperoleh dari sumber referensi skripsi-skripsi, jurnal-jurnal, dan buku-buku penunjang matematika dengan materi bangun datar. Kemudian dalam menentukan indikator memerlukan konsultasi dengan ahli materi matematika dan menyesuaikan KD yang diambil dengan buku yang sekolah pakai agar didapatkan indikator yang tepat yang kemudian akan dikembangkan dalam pembuatan media untuk pembelajaran. Kemudian pengumpulan gambar dilakukan dengan mengambil dokumentasi terhadap siswa MIN 8 Hulu Sungai Tengah. Berdasarkan wawancara

(7)

yang telah peneliti lakukan, serta potensi-potensi yang terdapat pada penelitian maka dibuatlah media pembelajaran flash card pada materi bangun datar.

3. Desain Produk

Tahap ini merupakan tahap dimana media pembelajaran dirancang agar bisa memenuhi kebutuhan siswa terhadap pembelajaran yang inovatif yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Selain itu, siswa juga belum pernah menggunakan media flash card dalam pembelajaran matematika. Media flash card ini dibuat semenarik mungkin dengan bagian depan flash card diberikan gambar bangun datar serta nama dari bangun datar tersebut. Bagian belakang flash card terdapat sifat-sifat bangun datar, rumus keliling bangun datar, dan rumus luas bangun datar. Seluruh komponen dari media pembelajaran flash card ini dibuat dengan menggunakan Corel draw yang dicetak pada kertas art atau matt paper yang berukuran 8 cm x 12 cm. Berikut tampilan bagian depan dari media pembelajaran flash card yang telah dibuat oleh peneliti.

Gambar IV: Tampilan Media Pembelajaran Falsh Card Bagian Depan.

Pada gambar IV bagian depan media flash card terdapat gambar bangun datar serta nama dari bangun datar tersebut. Setelah bagian depan flash card,

(8)

selanjutmya peneliti mendesain bagian belakang yang berisikan sifat-sifat bangun datar, rumus keliling bangun datar, dan rumus luas bangun datar. Penulisan pada bagian belakang media pembelajaran flash card menggunakan jenis tulisan Arial dengan ukuran font 11. Berikut tampilan bagian belakang media pembelajaran flash card yang telah dibuat oleh peneliti.

Gambar V: Tampilan Media Pembelajaran Flash Card Bagian Belakang.

Pada gambar V bagian belakang media pembelajaran flash card terdapat sifat-sifat bangun datar, rumus keliling bangun datar, dan rumus luas bangun datar.

Setelah melakukan pembuatan desain produk berupa media pembelajaran flash card menggunakan Corel draw kemudian media pembelajaran flash card

dicetak pada kertas art atau matt paper berukuran 8 cm x 12 cm sebanyak 13 lembar, sesuai dengan banyaknya jenis-jenis bangun datar yang dimuat.

4. Validasi Desain Produk

Validasi desain pembuatan media pembelajaran flash card dengan menggunakan aplikasi corel draw pada materi bangun datar diuji oleh 4 orang

(9)

validator yang terdiri dari 2 ahli materi dan 2 ahli media. Instrumen validasi menggunakan skala Likert. Adapun hasil validasi ahli sebagai berikut:

a. Hasil Validasi Ahli Materi

Validasi ahli materi bertujuan untuk menguji kesesuaian materi SK dan KD, keakuratan materi, teknik penyajian dan pendukung penyajian. Adapun validator yang menjadi ahli materi bahan ajar terdiri dari 1 dosen Universitas Muhammadiyah Banjarmasin dan 1 guru kelas V MIN 8 HST. Hasil dari validasi materi tahap 1 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel X. Hasil Validasi Tahap 1 oleh Ahli Materi

Indikator Validator R1 R2 1 5 4 2 5 3 3 5 3 4 4 3 5 5 4 6 5 3 7 5 3 Jumlah 34 23 Rata-rata 4,86 3,29 Rata-rata 2 Validator 4,07 Kriteria Layak

Berdasarkan hasil validasi tahap 1 oleh ahli materi pada tabel X dari 2 validator dapat diketahui bahwa validasi ahli materi memperoleh nilai sebagai berikut, pada validator 1 diperoleh rata-rata sebesar 4,86 dengan kriteria “sangat layak” dimana semua indikator mendapat skor 5 kecuali indikator tentang keakuratan konsep dan definisi dengan skor 4. Pada validator 2 diperoleh rata-rata sebesar 3,29 dengan kriteria “cukup layak” dimana semua indikator mendapat skor 3 kecuali indikator mengenai kelengkapan materi dan keakuratan gambar

(10)

dengan skor 4, dan skor nilai rata-rata 2 validator 4,07 dengan kriteria “layak”. Selain dalam bentuk tabel hasil validasi tahap 1 oleh ahli materi disajikan juga data dalam bentuk grafik berikut untuk melihat penilaian ahli materi tahap 1 dari masing-masing validator.

Gambar VI: Grafik Hasil Validasi Tahap 1 oleh Ahli Materi.

Pada gambar VI dijelaskan bahwa pada penilaian untuk materi tahap 1, penilaian dari validator 1 lebih tinggi dibandingkan penilaian oleh validator 2. Terlihat dari grafik hasil validasi ahli materi pada tahap 1 nilai pada aspek penilaian validator 1 memperoleh nilai 4,86 dan pada aspek penilaian validator 2 memperoleh nilai 3,29.

Tabel XI. Hasil Validasi Tahap 2 oleh Ahli Materi

Indikator Validator R1 R2 1 5 4 2 5 4 3 5 4 4 5 4 5 5 4 6 5 4 7 5 4 Jumlah 35 28 Rata-rata 5 4 Rata-rata 2 Validator 4,5

Kriteria Sangat Layak

0.00 2.00 4.00 6.00 Validator 1 Validator 2

Penilaian

Penilaian

(11)

Berdasarkan hasil validasi tahap 2 oleh ahli materi pada tabel XI dari 2 validator dapat diketahui bahwa validasi ahli materi memperoleh nilai sebagai berikut, pada validator 1 diperoleh rata-rata sebesar 5 dengan kriteria “sangat layak” dimana semua indikator mendapat skor 5. Pada validator 2 diperoleh rata-rata sebesar 4 dengan kriteria “layak” dimana semua indikator mendapat skor 4, dan skor nilai rata-rata sebesar 4,5 dengan kriteria “sangat layak”. Selain dalam bentuk tabel hasil validasi tahap 2 oleh ahli materi disajikan juga data dalam bentuk grafik berikut untuk melihat penilaian ahli materi tahap 2 dari masing-masing validator.

Gambar VII: Grafik Hasil Validasi Tahap 2 oleh Ahli Materi.

Pada gambar VII dijelaskan bahwa pada penilaian untuk materi tahap 2. Penilaian dari validator 1 lebih tinggi dibandingkan penilaian oleh validator 2. Terlihat dari grafik hasil validasi ahli materi pada tahap 2 nilai pada aspek penilaian validator 1 memperoleh rata-rata nilai 5 dan validator 2 memperoleh rata-rata nilai 4 dari semua aspek mengalami peningkatan dan sudah masuk dalam kriteria layak, maka media sudah valid dan tidak dilakukan kembali perbaikan.

0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 Validator 1 Validator 2

Penilaian

Penilaian

(12)

Gambar VIII: Grafik Hasil Validasi Perbandingan antara Tahap 1 dan Tahap 2 oleh Ahli Materi.

Pada gambar VIII dijelaskan bahwa pada penilaian untuk materi dari tahap 1 ke tahap 2 mengalami peningkatan, baik dari validator 1 maupun validator 2.

b. Hasil Validasi Ahli Media

Validasi ahli media bertujuan untuk menguji aspek kelayakan kegrafikan dan aspek kelayakan bahasa. Adapun validator yang menjadi ahli media terdiri dari 2 dosen dari UIN Antasari Banjarmasin. Hasil data validasi media tahap 1 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel XII. Hasil Validasi Tahap 1 oleh Ahli Media.

Indikator Validator R1 R2 1 5 5 2 5 5 3 5 5 4 5 5 5 5 4 6 5 5 7 5 5 8 5 4 9 5 5 10 5 4 11 5 5 Jumlah 55 52 Rata-rata 5 4,73 Rata-rata 2 Validator 4,86 Kriteria Sangat Layak 0 1 2 3 4 5 6 Tahap 1 Tahap 2 Validator 1 Validator 2

(13)

Berdasarkan hasil validasi tahap 1 oleh ahli media pada tabel XII dari 2 validator dapat diketahui bahwa validasi ahli media memperoleh nilai sebagai berikut, pada validator 1 diperoleh rata-rata nilai sebesar 5 dengan kriteria “sangat layak” dimana semua indikator mendapat skor 5. Pada validator 2 diperoleh rata-rata nilai sebesar 4,73 dengan kriteria “sangat layak” dimana semua indikator mendapat skor 5 kecuali indikator spasi antar baris susunan teks normal, kebakuan istilah, dan konsistensi penggunaan istilah mendapat skor 4, dan skor nilai rata-rata 2 validator 4,86 dengan kriteria “sangat layak”. Selain dalam bentuk tabel hasil validasi tahap 1 oleh ahli media disajikan juga data dalam bentuk grafik berikut untuk melihat penilaian ahli media tahap 1 dari masing-masing validator.

Gambar IX: Grafik Hasil Validasi Tahap 1 oleh Ahli Media.

Pada gambar IX dijelaskan bahwa pada penilaian untuk media tahap 1. Penilaian dari validator 1 lebih tinggi dibandingkan penilaian oleh validator 2. Terlihat dari grafik hasil validasi ahli materi pada tahap 1 nilai pada aspek penilaian validator 1 memperoleh nilai 5 dan pada aspek penilaian validator 2 memperoleh nilai 4,73. 4.5 4.6 4.7 4.8 4.9 5 5.1 Validator 1Validator 2

Penilaian

Penilaian

(14)

Tabel XIII. Hasil Validasi Tahap 2 oleh Ahli Media. Indikator Validator R1 R2 1 5 5 2 5 5 3 5 5 4 5 5 5 5 5 6 5 5 7 5 5 8 5 5 9 5 5 10 5 5 11 5 5 Jumlah 55 55 Rata-rata 5 5 Rata-rata 2 Validator 5

Kriteria Sangat Layak

Berdasarkan hasil validasi tahap 2 oleh ahli media pada tabel XIII dari 2 validator dapat diketahui bahwa validasi ahli media memperoleh nilai sebagai berikut, pada validator 1 diperoleh rata-rata nilai sebesar 5 dengan kriteria “sangat layak” dimana semua indikator mendapat skor 5. Pada validator 2 diperoleh rata-rata nilai sebesar 5 dengan kriteria “sangat layak” dimana semua indikator mendapat skor 5, dan skor nilai rata-rata 2 validator sebesar 5 dengan kriteria “sangat layak”. Selain dalam bentuk tabel hasil validasi tahap 1 oleh ahli media disajikan juga data dalam bentuk grafik berikut untuk melihat penilaian ahli media tahap 2 dari masing-masing validator.

(15)

Gambar X: Grafik Hasil Validasi Tahap 2 oleh Ahli Media.

Pada gambar X dijelaskan bahwa pada penilaian untuk media tahap 2, penilaian validator 1 dan validator 2 mempunyai nilai yang sama. Terlihat dari grafik hasil validasi ahli media pada tahap 2 nilai pada aspek penilaian validator 1 memperoleh rata-rata nilai 5 dan validator 2 memperoleh rata-rata nilai 5 dari semua aspek mengalami peningkatan dan sudah masuk dalam kriteria layak maka media sudah valid dan tidak dilakukan perbaikan kembali.

Gambar XI: Grafik Hasil Validasi Perbandingan antara Tahap 1 dan Tahap 2 oleh Ahli Media.

Pada gambar XI dijelaskan bahwa pada penilaian untuk media tahap 1 ke tahap 2 mengalami peningkatan, baik dari validator 1 maupun validator 2.

5. Revisi Desain Produk

Hasil validasi oleh para ahli terdapat beberapa saran mengenai media yang dibuat oleh peneliti, antara lain adalah tampilan background pada media, jenis font

0.00 2.00 4.00 6.00 Validator 1 Validator 2

Penilaian

Penilaian 4.50 4.60 4.70 4.80 4.90 5.00 5.10 Tahap 1 Tahap 2 Validator 1 Validator 2

(16)

yang digunakan, gambar dan keterangannya, ukuran tulisan, petunjuk pemakaian, dan kotak yang digunakan untuk mengemas media flash card. Komentar dan saran tersebut dijadikan acuan untuk merevisi media yang telah dibuat peneliti. Berikut adalah revisi produk berdasarkan saran ahli materi dan ahli media:

a. Ahli Materi I

Berdasarkan instrumen validasi yang telah diberikan peneliti kepada ahli materi I yaitu Ibu Maimunah, S.Pd.I selaku guru kelas V MIN 8 Hulu Sungai Tengah, diperoleh bahwa materi pada media pembelajaran flash card sudah lengkap karena mencakup jenis-jenis bangun datar, tetapi disarankan untuk menggunakan kotak agar mempermudah dalam mengemas media pembelajaran flash card.

(17)

Pada gambar XII bagian depan kotak terdapat nama media yaitu Flash Card Materi Bangun Datar dan keterangan isi dari media pembelajaran flash card. Pada bagian belakang kotak terdapat penjelasan mengenai media pembelajaran flash card.

b. Ahli Materi II

Berdasarkan instrumen validasi yang telah diberikan peneliti kepada ahli materi II yaitu Bapak Arif Ganda Nugroho, M.Pd selaku dosen Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, diperoleh hasil agar setiap gambar bangun datar

Kotak kartu flash card bagian depan.

Kotak kartu flash card bagian belakang.

Gambar XII: Tampilan Desain Kotak Media Pembelajaran Flash Card Bangun Datar.

(18)

diberi keterangan gambar seperti simbol dan menyertakan keterangan simbol tersebut, serta konsistensi peletakan titik sudut di setiap bangun datar. Dan terakhir, sertakan petunjuk penggunaan media pembelajaran flash card.

Gambar XIII: Tampilan Depan Media Pembelajaran Flash Card Sebelum Revisi. Pada gambar XIII diminta untuk menambahkan keterangan gambar seperti simbol dan keterangan simbol, sehingga memudahkan siswa untuk mengetahui dan menentukan simbol-simbol pada gambar.

Gambar XIV: Tampilan Depan Media Pembelajaran Flash Card Setelah Revisi. Pada gambar XIV bagian depan media pembelajaran flash card sudah diberikan simbol dan keterangan simbol.

(19)

Gambar XV: Tampilan Depan Media Pembelajaran Flash Card Sebelum Revisi. Pada gambar XV peletakan titik sudut pada gambar masih belum konsisten, jadi diperlukan konsistensi dalam meletakkan titik sudut di setiap bangun datar.

Gambar XVI: Tampilan Depan Media Pembelajaran Flash Card Sesudah Revisi. Pada gambar XVI peletakkan titik sudut pada gambar sudah konsisten.

(20)

Gambar XVII: Tampilan Petunjuk Penggunaan Media Pembelajaran Flash Card Materi Bangun Datar.

Pada gambar XVII diminta untuk membuat petunjuk penggunaan media pembelajaran flash card agar memudahkan bagi guru dan siswa menggunakannya.

Flash Card Materi Bangun Datar

Media pembelajaran flash card materi bangun datar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1) Flash card materi bangun datar merupakan kartu bergambar.

2) Mempunyai dua sisi, sisi depan dan sisi belakang. 3) Sisi depan berisi nama dan gambar bangun datar.

4) Sisi belakang berisi sifat-sifat, rumus keliling dan luas bangun datar.

Flash card pertama kali ditemukan oleh Glenn Doman, seorang pendiri Lembaga Pencapaian Potensi Manusia di Philadelphia pada tahun 1995. Glenn merintis bidang pengembangan otak anak dan menemukan metode belajar dengan bermain untuk

menstimulasikan otak anak agar berkembang lebih baik dengan menggunakan media yang disebut bit of intelligence atau lebih dikenal dengan flash card.

Contoh penggunaan flash card untuk pembelajaran matematika:

a. Guru membagikan satu kartu flash card kepada setiap siswa dalam keadaan tertutup (bagian yang berisi tulisan menghadap ke bawah). (Siswa tidak diperbolehkan membuka sebelum aba-aba diberikan)

b. Guru memberikan aba-aba dan siswa membuka kartu secara bersamaan. c. Siswa mencari barisannya berdasarkan kartu yang dipegangnya (banyak barisan

ditentukan oleh guru berdasarkan kategori jumlah sudut, jumlah sisi, atau kategori lainnya). (Aktivitas mencari barisan berdasarkan kartu dilakukan tanpa suara)

d. Guru memberikan batas waktu. Jangan lupa hitung mundur ketika waktu sudah hampir selesai.

e. Guru mengajak siswa untuk mengecek setiap barisan, apakah semua siswa telah masuk ke barisan yang seharusnya.

f. Guru dapat memberikan apresiasi kepada barisan yang telah benar dan lengkap. Contoh lain penggunaan flash card:

a. Kartu-kartu yang sudah disusun dipegang setinggi dada dan menghadap ke siswa. b. Cabutlah satu persatu kartu tersebut setelah guru selesai menerangkannya. c. Berikan kartu-kartu yang telah diterangkan tersebut kepada siswa yang duduk di

dekat guru, mintalah siswa untuk mengamati kartu tersebut satu persatu, lalu teruskan kepada siswa yang lain sampai semua siswa kebagian.

Contoh penggunaan flash card dengan pembelajaran kelompok: a. Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok.

b. Setiap kelompok mendapatkan satu atau dua buah flash card.

c. Mintalah siswa untuk mengamati dan mengingat isi materi pada flash card kelompoknya masing-masing dengan waktu yang telah ditentukan oleh guru. d. Setelah waktu selesai, minta setiap kelompok untuk maju ke depan dan

menjelaskan kepada kelompok lain mengenai isi materi flash card kelompoknya masing-masing.

e. Ulangi kegiatan tersebut hingga semua kelompok kebagian untuk menjelaskan ke depan.

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan flash card materi bangun datar. Masih banyak lagi cara penggunaan flash card materi bangun datar yang dapat dilakukan oleh guru berdasarkan inovasi dan kreativitas guru.

(21)

c. Ahli Media I

Berdasarkan instrumen validasi yang telah diberikan peneliti kepada ahli media I yaitu Bapak Moh. Iqbal Assyauqi, S.Pd, M.Pd selaku dosen UIN Antasari Banjarmasin, diperoleh hasil agar dilakukan perbaikan untuk jenis font pada nama bangun datar agar mudah dibaca. Sebelum revisi menggunakan jenis font Battleworld Extra-Expanded, sesudah revisi menggunakan jenis font ABeeZee.

Gambar XVIII:Tampilan Bagian Depan Media Pembelajaran Flash Card Sebelum Revisi.

Pada gambar XVIII diminta untuk mengganti jenis font pada nama bangun datar yang awalnya menggunakan Battleworld Extra-Expanded menjadi jenis font yang lain yang lebih jelas bentuk hurufnya.

(22)

Gambar XIX: Tampilan Bagian Depan Media Pembelajaran Flash Card Sesudah Revisi.

Pada gambar XIX jenis font pada nama bangun datar sudah diganti menjadi font AbeeZee dengan bentuk huruf yang lebih jelas.

d. Ahli Media II

Berdasarkan instrumen validasi yang telah diberikan peneliti kepada ahli media II yaitu Bapak Drs. M. Ramli, M.Pd selaku dosen UIN Antasari Banjarmasin, diperoleh hasil agar melakukan perbaikan pada background bagian depan media flash card. Background media pembelajaran flash card yang didesain peneliti mengandung dua buah bangun datar yang tidak dibahas pada media, jadi disarankan untuk tidak memuat bangun datar lain yang tidak terdapat pada pembahasan media pembelajaran flash card.

Gambar XX: Tampilan Background Media Pembelajaran Flash Card Sebelum Revisi.

Pada gambar XX diminta untuk mengganti desain background media pembelajaran flash card bagian depan, dimana terdapat dua buah bangun datar yang tidak termasuk dalam pembahasan pada media pembelajaran flash card.

(23)

Gambar XXI: Tampilan Background Media Pembelajaran Flash Card Sesudah Revisi.

Pada gambar XXI bangun datar yang terdapat pada background bagian depan media pembelajaran flash card sudah diganti dengan bangun datar yang semuanya terdapat dalam pembahasan pada media pembelajaran flash card.

6. Respon Siswa

Setelah produk melewati tahap validasi oleh ahli materi dan ahli media serta telah selesai diperbaiki, selanjutnya produk media diujicobakan untuk mengetahui respon siswa terhadap media yang dibuat dengan kelompok kecil yang terdiri dari 15 siswa dari kelas V dan kelompok besar yang terdiri dari 60 siswa kelas V A dan V C, adapun hasil respon siswa sebagai berikut:

a. Respon Siswa Skala Kecil

Respon siswa kelompok kecil dimaksudkan untuk mengetahui respon siswa terhadap produk yang dibuat, dalam respon kelompok kecil ini siswa diperkenankan untuk melihat media yang diberikan, yaitu berupa media flash card. Kemudian diakhiri respon produk dengan melibatkan 15 siswa yang dipilih

(24)

siswa diberi angket untuk memberikan respon terhadap media. Respon kelompok kecil dilakukan di MIN 8 Hulu Sungai Tengah.

Hasil respon siswa terhadap media flash card pada materi bangun datar diperoleh nilai rata-rata 4,63 dengan kriteria interpretasi yang dicapai yaitu “sangat baik”, hal ini menunjukkan bahwa media yang dibuat peneliti mempunyai kriteria sangat baik untuk digunakan sebagai media dalam kegiatan belajar mengajar pada materi bangun datar kelas V MIN 8 Hulu Sungai Tengah.

b. Respon Siswa Skala Besar

Setelah melakukan respon kelompok kecil, kemudian media diujicobakan kembali ke respon kelompok besar. Respon kelompok besar ini dilakukan untuk meyakinkan data dan mengetahui respon siswa terhadap media secara luas. Responden pada kelompok besar ini berjumlah 60 siswa MIN 8 Hulu Sungai Tengah kelas V dengan cara membagikan angket untuk mengetahui respon siswa terhadap media.

Hasil respon siswa kelompok besar memperoleh rata-rata 4,67 dengan kriteria interpretasi yang dicapai yaitu “sangat baik”, hal ini menunjukkan media yang dibuat oleh peneliti mempunyai kriteria sangat baik untuk digunakan sebagai media dalam kegiatan belajar mengajar pada materi bangun datar kelas V MIN 8 Hulu Sungai Tengah.

Tabel XIV. Hasil Rata-rata dari Angket Respon Siswa Tingkat Kepuasan. No. Uji Coba Skala Kecil Uji Coba Skala Besar

1. 4,63 4,67

Dari hasil respon siswa yang telah dilakukan di MIN 8 Hulu Sungai Tengah terlihat bahwa rata-rata respon siswa meningkat dimana pada respon skala

(25)

kecil rata-ratanya 4,63 dengan kriteria “sangat baik” dan respon skala besar 4,67 dengan kriteria “sangat baik”. Jadi produk media flash card tersebut layak digunakan. Selain dalam bentuk tabel hasil respon siswa juga dapat dilihat dalam bentuk grafik sebagai berikut:

Gambar XXII.: Grafik Hasil Respon Siswa.

Pada gambar XXII dijelaskan bahwa pada respon siswa skala besar lebih tinggi dibandingkan dengan respon siswa skala kecil.

C. Pembahasan

Pada pembuatan media ini, peneliti menggunakan pengembangan Borg and Gall yang telah dimodifikasi oleh Sugiyono kemudian peneliti melakukan

pembatasan menjadi 5 langkah untuk menghasilkan produk akhir yang bisa terus dikembangkan dalam lembaga pendidikan. Berikut pembahasan hasil penelitian:

1. Potensi dan Masalah

Hasil penelitian yang diperoleh dari observasi di MIN 8 Hulu Sungai Tengah, wawancara dengan guru kelas yaitu Ibu Maimunah selaku guru kelas V MIN 8 Hulu Sungai Tengah bahwa penggunaan media pembelajaran pada proses pembelajaran masih jarang dilakukan di sekolah ini. Media pembelajaran di

4.6 4.62 4.64 4.66 4.68 Skala Kecil Skala Besar

Penilaian

(26)

sekolah dasar ini masih terbatas dan media yang tersedia sudah ada beberapa yang mulai rusak.

Keterbatasan media di sekolah membutuhkan kreatifitas guru dalam upaya pengadaan media pembelajaran secara mandiri. Media pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. Lebih spesifik kepada mata pelajaran matematika mengenai geometri, khususnya materi bangun datar, upaya yang dilakukan pengajar terkait pengadaan media adalah dengan menggunakan alat peraga bangun datar yang dibuat menggunakan kertas karton dan menggunakan media gambar. Ibu Maimunah menjelaskan bahwa penggunaan media gambar sebenarnya sudah cukup baik, hanya saja dalam proses pembelajaran terkadang siswa masih kurang semangat dan mudah jenuh sehingga perhatian siswa kurang dan masih banyak siswa yang ternyata sulit memahami materi bangun datar ketika pembelajaran berakhir. Hal tersebut dapat kita lihat dari hasil ulangan siswa kelas V MIN 8 Hulu Sungai Tengah pada materi bangun datar yakni siswa yang tuntas sebanyak 14 siswa atau 58% dari jumlah seluruh siswa dan yang belum tuntas sebanyak 10 siswa atau 42% dari jumlah seluruh siswa. Penyebab kesalahan yang sering dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal ulangan matematika materi bangun datar ini adalah kesalahan menentukan rumus keliling dan luas bangun datar serta kesalahan dalam perhitungan.

Wawancara yang dilakukan dimaksudkan untuk mengetahui kondisi lapangan, yakni terkait dengan media yang digunakan, keadaan sekolah juga kondisi siswa itu sendiri. Sehingga masih diperlukan Pengembangan Media

(27)

Pembelajaran Flash Card Materi Bangun Datar Siswa Kelas V MIN 8 Hulu Sungai Tengah.

2. Pengumpulan Data

Pengumpulan data berupa media yang akan dibuat dengan bantuan corel draw dengan materi bangun datar dari buku matematika kelas II, III, dan IV untuk

SD/MI. Pengumpulan beberapa buku matematika ini dikarenakan materi bangun datar yang diajarkan sudah ada sejak kelas II, III, dan IV SD/MI. Pada tahapan ini diperlukan pengumpulan data mengenai kebutuhan media flash card pada materi bangun datar yang praktis dan menarik untuk memotivasi dan membantu siswa dalam memahami materi. Data pendukung dalam pengumpulan data diperoleh dari sumber referensi skripsi-skripsi, jurnal-jurnal, dan buku-buku penunjang matematika dengan materi bangun datar. Kemudian dalam menentukan indikator memerlukan konsultasi dengan ahli materi matematika dan menyesuaikan KD yang diambil dengan buku yang sekolah pakai agar didapatkan indikator yang tepat yang kemudian akan dikembangkan dalam pembuatan media untuk pembelajaran. Kemudian pengumpulan gambar dilakukan dengan mengambil dokumentasi terhadap siswa MIN 8 Hulu Sungai Tengah. Berdasarkan wawancara yang telah peneliti lakukan, serta potensi-potensi yang terdapat pada penelitian maka dibuatlah media pembelajaran flash card pada materi bangun datar.

Pengumpulan informasi terkait penelitian dan pengembangan sebuah media pembelajaran yang akan dikembangkan, peneliti juga memperoleh referensi bersumberkan penelitian terdahulu seperti penelitian yang dilakukan oleh Ika Dyah Kurniawati mengungkapkan bahwa terdapat dampak positif dari

(28)

pembelajaran menggunakan media pembelajaran flash card, sebagaimana penelitian yang telah dilakukan mengenai pengembangan media pembelajaran flash card pada pembelajaran IPA materi cara tumbuhan menyesuaikan diri

terhadap lingkungannya. Kemudian pengumpulan gambar dilakukan dengan mengambil dokumentasi terhadap siswa MIN 8 Hulu Sungai Tengah.

3. Desain Produk

Produk yang dikembangkan berupa media pembelajaran flash card pada materi bangun datar. Materi dalam media disesuaikan dengan Indikator, KI dan KD pada Kurikulum 2013. Pemilihan media flash card sebagai bahan ajar yang dibuat menggunakan bantuan corel draw dikarenakan perkembangan teknologi, sehingga bisa memenuhi kebutuhan siswa terhadap pembelajaran yang inovatif yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

4. Validasi Desain

Data hasil validasi media pembelajaran flash card diperoleh dari beberapa validator, yang terdiri dari 1 guru sekolah MIN 8 Hulu Sungai Tengah, 1 dosen Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, dan 2 dosen UIN Antasari Banjarmasin, data yang diperoleh berupa data kuantitaif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa angket penilaian dan data kualitatif berupa tanggapan, saran, kritik, dan kesimpulan secara umum terhadap media pembelajaran flash card yang dibuat. Data kuantitatif dianalisis dengan perhitungan nilai rata-rata dari angket yang berupa skala penilaian 1, 2, 3, 4, 5. Nilai dari 4 validator dirata-rata untuk setiap aspek indikatornya kemudian dirata-rata kembali untuk memperoleh nilai validitas akhir. Nilai ini selanjutnya dirujukan pada interval penentuan

(29)

tingkat kevalidan produk hasil pengembangan sehingga diperoleh kriteria validator terhadap media pembelajaran flash card.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, media flash card materi bangun datar yang telah dibuat sudah layak digunakan/diterapkan pada proses pembelajaran dengan data validasi yang diisi oleh ahli media dan ahli materi sebagai validator, maka media flash card ini dinyatakan memenuhi persyaratan untuk layak digunakan sebagai bahan ajar dengan dibuktikan nilai skor pada tahap 1 dengan rata-rata 4,07 (Layak) dan tahap 2 dengan rata-rata 4,5 (Sangat Layak) dari ahli materi nilai skor pada tahap 1 dengan rata-rata 4,86 (Sangat Layak) dan tahap 2 dengan rata-rata 5 (Sangat Layak) dari ahli media.

5. Revisi Desain

Hasil revisi desain diperoleh dari angket ahli materi dan ahli media sebagai acuan dalam melakukan revisi desain. Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), kriteria kelayakan bahan ajar yang baik dapat ditinjau dari kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan kegrafikan, dan kelayakan bahasa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, bahan ajar media flash card pada materi bangun datar yang telah dibuat sudah layak digunakan/ditetapkan pada proses pembelajaran dengan data validasi yang diisi oleh ahli media dan ahli materi sebagai validator, maka bahan ajar ini dinyatakan memenuhi persyaratan untuk layak digunakan sebagai media pembelajaran.

6. Respon Siswa

Hasil angket yang dilakukan pada respon kelompok kecil dengan responden sebanyak 15 siswa didapatkan rata-rata penilaian sebesar 4,63 (Sangat

(30)

Baik). Respon kelompok besar dengan responden sebanyak 60 siswa didapatkan rata-rata penilaian sebesar 4,67 (Sangat Baik). Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran flash card ini memenuhi kriteria “Sangat Baik”.

Produk hasil pembuatan media pembelajaran flash card materi bangun datar ini memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:

a. Media pembelajaran flash card yang dibuat lebih mempermudah guru dalam memberikan pembelajaran terhadap siswa.

b. Media pembelajaran flash card yang dibuat lebih kreatif dan inovatif sehingga membuat siswa lebih tertarik dalam pembelajaran matematika dengan materi bangun datar.

Media pembelajaran flash card ini memiliki kekurangan sebagai berikut: media dapat digunakan dengan berbagai macam cara, sehingga guru harus kreatif dan inovatif dalam menggunakan media flash card, hal tersebut dilakukan agar siswa tidak merasa bosan jika menggunakan media flash card.

D. Keterbatasan Penelitian

Terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut: 1. Tahap pembuatan media pembelajaran flash card hanya sampai pada revisi

desain produk dan belum melakukan uji coba produk serta produksi masal karena keterbatasan peneliti dan waktu yang ada.

2. Penentuan standar kualitas media pembelajaran flash card pada penelitian ini sebatas melalui penilaian oleh 2 ahli materi dan 2 ahli media, serta 60 siswa. Kualitas media pembelajaran flash card dapat berubah apabila dibagikan pada skala yang lebih luas.

Gambar

Tabel VIII.  Keadaan Guru MIN 8 Hulu Sungai Tengah
Tabel IX. Pegawai Administrasi MIN 8 Hulu Sungai Tengah
Gambar IV: Tampilan Media Pembelajaran Falsh Card   Bagian Depan.
Gambar V: Tampilan Media Pembelajaran Flash Card  Bagian Belakang.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Peserta didik dapat melakukan identifikasi komponen mekanisme katup melalui praktikum di bengkel dengan job sheet sesuai standar operasional prosedur 4.. Peserta didik

Selain harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerjasama atau kooperatif, sebagai manajer, kepala sekolah harus menunjukkan

c) Guru melaksanakan pembelajaran dengan metode Index Card Match sedangkan peneliti mengamati, menilai melalui lembar observasi atau pengamatan berkaitan dengan keaktifan

Pengaruh Metode Pembelajaran card sort terhadap Hasil Belajar Murid Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia kelas V Sekolah Dasar Negeri 84 Bolli. Berdasarkan hipotesis

Semakin tinggi kadar karotenoid (Tabel 2) maka semakin tinggi pula tingkat kemerahannya, namun pada hasil ekstrak perlakuan kombinasi pelarut aseton dan kloroform mendapat

Kesimpulan dari penelitian tersebut yaitu pencapaian dan peningkatan kemampuan komunikasi dan penalaran serta disposisi matematik siswa dengan pendekatan

Pendekatan yang interaktif dengan fasilitator unggulan dalam bidang ERM (Enterprise Risk Management) akan memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh

Dengan menerapkan penjualan beras dengan menggunakan e-commerce maka dibutuhkan perancangan sebuah sistem e-commerce untuk jual beli hasil pertanian berupa beras,