• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KOMBINASI JENIS PELARUT DAN PERBANDINGANNYA TERHADAP KARAKTERISTIK EKSTRAK BUAH PANDAN (Pandanus tectorius)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH KOMBINASI JENIS PELARUT DAN PERBANDINGANNYA TERHADAP KARAKTERISTIK EKSTRAK BUAH PANDAN (Pandanus tectorius)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Diagram alir pelaksanaan penelitian ekstraksi buah pandan.
Tabel 1. Nilai rata-rata rendemen ekstrak buah pandan (%)  Kombinasi Pelarut  Perbandingan Kombinasi Pelarut   Rata-rata  (1:1)  (1:2)  (1:3)  Aseton : Kloroform  1,41  1,73  1,73  1,62b  Aseton : Etanol  2,31  3,07  3,13  2,84a
Tabel 3. Nilai rata-rata tingkat kecerahan (L*) ekstrak buah pandan  Kombinasi Pelarut  Perbandingan Kombinasi Pelarut   Rata-rata  (1:1)  (1:2)  (1:3)  Aseton : Kloroform  8,31  7,67  7,22  7,74b  Aseton : Etanol  15,56  11,26  11,11  12,64a
Tabel 5. Nilai rata-rata tingkat kekuningan (b) ekstrak buah pandan  Kombinasi Pelarut
+2

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu ekstraksi terhadap karakteristik pewarna alami buah pandan dan untuk mendapatkan suhu dan waktu ekstraksi

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap karakteristik fitokimia dan toksisitas dari ekstrak buah ciplukan matang (Physalis angulata

Maksud dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik ekstrak teh hitam powder pada berbagai jenis mutu teh hitam dengan penggunaan berbagai rasio pelarut sehingga

pelarut air memiliki derajat kristalinitas lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak segar maupun ekstrak dengan pelarut etanol. Pada kemasan dengan bahan aktif

Pelarut yang memiliki daya melarutkan yang tinggi akan memberikan kontribusi warna merah yang lebih baik karena kandungan karotenoid yang dihasilkan semakin meningkat,

Berdasarkan hasil uji BNT pada taraf 5 % pada Gambar 1, perlakuan ekstrak daging buah bintaro menggunakan pelarut etil asetat (B2P1) adalah perlakuan yang

Total klorofil paling tinggi akibat perlakuan pemanasan 100 o C dengan pelarut ekstrak aseton 85 % dikarenakan pada proses ekstraksi pewarna daun suji

Total fenolik pada ekstrak Sargassum polycystum menunjukkan bahwa pelarut metanol memiliki tingkat kepolaran yang hampir sama dengan ekstrak sehingga lebih efektif