Kami mengajak rekan-rekan untuk berpartisipasi mengisi rubrik buletin SAPPA edisi- edisi selanjutnya, baik berupa berita, foto, artikel, dan hasil karya lainnya. Materi dapat dikirimkan ke [email protected]/ [email protected]
SALAM REDAKSI
01
CEO Menyapa
HUT & Peresmian Kantor Baru PT PPA
Sentra Vaksinasi Bersama BUMN
Data Covid-19 per 31 Maret 2021, Insan PPA sudah divaksin
04
Opini
07
Berita Utama
Kegiatan Korporasi Jan-Mar 2021, KPK dan 27 BUMN Tingkatkan Pencegahan Korupsi, MoU Klaster Danareksa PPA, MES
11
Liputan Kegiatan
19
Tata Nilai BUMN
20
KUIS
21
Training Yuk!
23
PKBL
25
BUMN Update
27
Covid-19 Update
31
Hobi & Kreasi
Semangat Baru Jajaki Babak Baru!Tidak terasa 17 tahun perjalanan PPA telah kita lewati, dan seiring dengan bertambahnya usia, layaknya remaja yang sedang berproses untuk mematangkan diri, mandiri, dan semangat mengejar mimpinya, PPA pun terus berpro- ses, bertransformasi melalui 3 Pilar Utamanya untuk lebih memantapkan diri, memperkuat posisi PPA ke depan agar dapat menciptakan nilai tambah, baik bagi pemegang saham maupun berkontribusi bagi perekonomian Indonesia. Kesuksesan PPA dari tahun ke tahun tentu saja tidak lepas dari kontribusi seluruh Insan PPA, “Great things in business are never done by one person. They’re done by a team of people.” – Steve Jobs
Mengawali transformasinya, kepindahan kantor PPA ke Gedung Mandiri II per-1 Maret 2021 pun menjadi momentum tepat dalam mengawali babak barunya, “New business model, new building, dan new spirit!” Semoga kantor baru ini mem-bawa inspirasi, harapan, serta semangat bagi Insan PPA dalam bekerja dan berkarya.
Akhir kata, redaksi SAPPA mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1442H. Semoga spirit Ramadan selalu tercermin dalam setiap aktivitas kita, dengan senantiasa selalu meningkatkan ketaqwaan dan terus membuktikan jati diri kita sebagai insan-insan yang kreatif dan produktif dalam bekerja.
Salam,
Corporate Secretary
DAFTAR ISI
SALAM REDAKSI
Assalammualaikum Wr Wb Salam Sejahtera
Om Swastiastu, Namo Budaya Salam Kebajikan,
Pertama-tama, kami panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, kita masih diberikan kesehatan dan kekuatan dalam meng- hadapi pandemi Covid-19 yang sudah satu tahun melanda negeri kita tercinta ini. Izinkan saya menyampaikan terima kasih kepada para tenaga medis yang telah berjuang tanpa rasa lelah dan bahkan sampai rela mempertaruhkan nyawa mereka untuk membantu kita melawan Covid-19 di garda terdepan.
Seperti kita ketahui bersama Covid-19 tidak hanya mempengaruhi ekonomi dunia tapi juga mengubah kebiasaan kita baik dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari. Saat ini, kita terbiasa dengan
meeting secara virtual dan bekerja dari
rumah. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak menjadi budaya baru dalam kehidupan kita sehari-hari, atau kita sebut “the new normal”. Begitu pula dengan acara ini yang tanpa mengurangi rasa hormat, kami adakan secara virtual dengan alasan demi menaati prosedur kesehatan.
27 Februari 2021 lalu, PT PPA genap berusia 17 tahun. Bila diibaratkan seorang manusia, usia 17 adalah usia remaja akhir yang mema-suki fase dewasa. Usia 17 merupakan usia yang krusial, usia pembentukan karakter, kematangan mental, rasa keingintahuan yang besar, semangat yang besar untuk mencoba hal-hal baru dan merupakan saat penentu-an jati diri seseorpenentu-ang. Di usia ypenentu-ang ke-17 ini, PT PPA telah beberapa kali mengalami transformasi model bisnis. Tahap-tahapnya adalah sebagai berikut:
Tahap pertama pada tahun 2004 sampai
dengan 2008, di periode tersebut PT PPA ber-peran sebagai pengelola aset eks BPPN untuk dan atas nama Menteri Keuangan.
Tahap kedua adalah periode 2008
sam-pai dengan 2020, di mana PT PPA menja-di BUMN going-concern yang sebelumnya hanya memiliki masa tugas selama 5 tahun. Di masa ini, PT PPA mulai mendapatkan mandat untuk melakukan restrukturisasi BUMN. PT PPA menjadi satu-satunya BUMN yang mendapatkan mandat sebagai agen restrukturisasi. Ruang lingkup tugas PT PPA pun ditambah, yang semula hanya menge-lola aset eks BPPN, saat itu diperluas untuk dapat melakukan restrukturisasi BUMN, pengelolaan aset BUMN dan investasi. Di fase ini PT PPA bertindak sebagai agen restrukturisasi BUMN dan kreditur.
Tahap Ketiga, di mana PT PPA akan
menja-di National Asset Management Company (NAMCO) dalam klaster Danareksa PPA, yang mana PT PPA sebagai center of excellence dalam restrukturisasi dan manajemen aset BUMN.
Model bisnis PT PPA ke depan bertumpu pada 3 pilar utama, yaitu penanganan BUMN restrukturisasi, Special Situation Fund (SSF) dan pengelolaan Non-Performing Loan (NPL) Perbankan. Menjadi NAMCO bukanlah tanpa alasan, beberapa negara di Asia telah mempunyai NAMCO, di India punya ARCIL yang berhasil menurunkan NPL India dari 10,4% menjadi 2,4% di tahun 2008. KAMCO di Korea Selatan berhasil menurunkan NPL dari 8,9% menjadi 2,4% di tahun 2002 dan CINDA di China yang berhasil menurunkan NPL China dari 20% menjadi <5% di tahun 2010.
Di tahun 2020, eksistensi PT PPA dalam melakukan retrukturisasi BUMN semakin diperluas melalui Surat Kuasa Khusus (“SKK”) yang dikeluarkan Menteri BUMN kepada PT PPA pada 30 September 2020. SKK ini tak lepas dari kebijakan strategis Menteri BUMN untuk mendukung pelaksanaan program rightsizing BUMN. Melalui SKK ini, Menteri BUMN selaku kuasa pemegang saham mem-berikan kewenangan dan/atau Hak Peme-gang Saham kepada PT PPA untuk melakukan tindakan penanganan terhadap 21 BUMN Titip Kelola, termasuk namun tidak terbatas pada pelaksanaan kegiatan Restrukturisasi dan/atau Revitalisasi.
CEO MENYAPA
“Model bisnis PT PPA ke
depan bertumpu pada 3
pilar utama, yaitu
penanganan BUMN
restrukturisasi, Special
Situation Fund (SSF) dan
pengelolaan
Non-Performing Loan
(NPL) Perbankan”
CEO MENYAPA
CEO MENYAPA
Sambutan Direktur Utama pada Acara Syukuran HUT ke-17 dan Peresmian Kantor PPA, Jumat, 12 Maret 2021
Kewenangan dan/atau Hak Peme-gang Saham yang dimaksud adalah sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan dengan beberapa batasan yak-ni perihal permodalan dan eksistensi BUMN masih sepenuhnya dalam kewenangan Menteri BUMN. Pemberian SKK ini berjalan beriringan dengan kebijakan transformasi BUMN yang dilakukan Kementerian BUMN melalui rencana pembentukan Holding Strategis, di mana PT Danareksa (Persero) akan menjadi Holding.
Untuk memperkuat struktur permodalan PT PPA dalam melakukan program restruk-turisasi BUMN, Pengelolaan NPL perbankan dan SSF, Pemerintah memberikan dukungan melalui PP nomor 51 tahun 2021 dengan mengimbrengkan saham milik Negara di Bank Bukopin, Indosat, Sokfin, PPLI dan Kawasan Industri Lampung kepada PT PPA.
Terkait dengan kinerja keuangan, walaupun pendapatan usaha selama 2020 mencapai 89% dari target RKAP revisi 2020 yaitu sebesar Rp4,39 triliun, namun Alhamdulilah, di tengah pandemi ini, PT PPA mampu membukukan laba bersih sebesar Rp105,8 miliar atau 138% dari target laba bersih RKAP Revisi 2020 sebesar Rp76,7 miliar.
Hal tersebut dapat kita capai dengan melaku-kan berbagai efisiensi biaya yang tercermin dari beban usaha yang hanya mencapai 88% dari RKAP Revisi 2020 sebesar Rp4,15 miliar.
Sedangkan untuk tingkat kesehatan peru-sahaan, PT PPA mendapatkan skor sebe-sar 83,25 atau kategori Perusahaan BUMN “Sehat” dengan klasifikasi kesehatan “AA“. Untuk mengakomodir pertumbuhan dan penambahan amanah dari Pemegang Saham kepada PT PPA, setelah 16 tahun kita ber- kantor di Gedung Sampoerna Strategic Square, kami menempati kantor baru di Gedung Menara Mandiri II. Dengan tagline “Semangat baru, jajaki babak baru” PT PPA bersama PT Danareksa berkomitmen menja-di Perusahaan Turn Around Terbesar menja-di Asia Tenggara. Seperti pepatah Mahatma Gandhi “You must be the change you wish to see in the world” kita harus menjadi agen perubahan untuk mewujudkan harapan dan mimpi kita.
Penulis adalah seorang profesional yang telah berkecimpung selama 30 tahun di bidang keuangan dan bisnis. Penulis mendalami berbagai sektor diantaranya perbankan, manajemen aset negara, pesawat terbang, strategis industri, TMT (Teknologi, Media & Telecom) dan memiliki kesepaka-tan pengalaman yang luas dengan proyek PPP (Public Private Partnership) melalui 3 perspektif: kebijakan pembuat, investor dan pemodal.
Penulis berpengalaman dan terlibat aktif terhadap seluruh spektrum dari awal hingga akhir proses bisnis BPPN dalam Asset
Management Credit (1999-2003).
Iwan
W. Soemekto
D
engan dasar hukum PP 74/2020 tentang Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang merupakan pe- raturan turunan dari UU 11/2020 ten-tang Cipta Kerja, maka terbentuklah SWF Indonesia atau Indonesia InvestmentAuthority (INA). Tujuan pendirian INA
sesuai PP 74 adalah menciptakan nilai tambah dari investasi yang dikelola de-ngan horizon jangka panjang untuk men-dukung pembangunan yang berlanjutan. Karenanya, dalam konteks saat ini, maka INA diharapkan dapat berperan memban-tu pemulihan ekonomi nasional dengan menarik investasi pendamping dari luar negeri untuk membiayai pembangunan infrastruktur strategis di dalam negeri. Jika mengacu pada klasifikasi tradisional SWF menurut swfinstitute.org maka INA termasuk dalam kategori Strategic
Development Sovereign Wealth Funds
(SDSWF) dengan objektif investasi yang fokus pada pengembalian investasi yang moderat namun dapat berkontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi. Genre SDSWF yang dianut oleh INA ini secara konsep memang berbeda dengan tipikal SWF yang sudah lebih dulu dikenal seperti Norway Government Pension
Fund, China Investment Corporation, Abu Dhabi Investment Authority, Kuwait
Investment Authority maupun
Temasek Holding & GIC dari Singapore yang mengelola kekayaan negara yang
Catatan Untuk
SWF Indonesia
OPINI
CEO MENYAPA
berasal dari surplus perdagangan dan cadangan devisa dan kemudian diinves-tasikan di banyak perusahaan multi sektor di mancanegara (outward looking).
Sementara INA secara konsep lebih dekat dengan SWF seperti Russian Direct
Investment Fund (RDIF), The Sovereign Fund of Egypt (TSFE) Mesir & The National Investment and Infrastructure Fund (NIIF)
India yang menggunakan kapital yang di-milikinya untuk menarik investasi dari luar negeri yang kemudian diinvestasikan di da-lam negeri bersama investor global sebagai
co-investor dalam proyek-proyek yang
men-jadi target pembiayaan (inward looking).
Jika investasi RDIF lebih banyak dilakukan kepada perusahaan yang dominan mau-pun sedang berkembang di berbagai sektor termasuk start-up di bidang teknologi & kesehatan, sementara fokus TSFE adalah pada industri tradisional, renewable
ener-gy, pariwisata dan arkeologi. Maka fokus
in-vestasi yang dilakukan oleh NIIF & INA adalah untuk mendukung pembangunan & pengem-bangan berbagai proyek infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dengan dukungan modal Rp75 triliun, INA diharapkan mampu untuk dapat menarik investasi pendamping sehingga dapat melakukan pembiayaan inves-tasi sampai sebesar US$100 miliar atau
leverage hampir 18X sesuai harapan
Presiden Joko Widodo (Bloomberg, 19 Jan 2021) agar dapat digunakan untuk men-dorong pemulihan ekonomi untuk me-ngurangi dampak ekonomi akibat pan-demi covid-19. Target leverage 18X tentu merupakan hal yang cukup ambisius, paling tidak jika dibandingkan dengan RDIF yang selama 9 tahun beroperasi telah berhasil melakukan pembiayaan investa-si sampai sebesar 2 triliun rubel (US$26,2 miliar) di lebih dari 80 proyek di mana sumber dananya sebesar 1,7 triliun rubel (US$22,3 miliar) berasal dari investasi pendamping atau leverage hampir 9X.
Karenanya, untuk dapat mencapai target yang tinggi ini ada beberapa catatan yang dapat disampaikan untuk INA. Pertama, yaitu pemahaman bahwa aset utama INA bukanlah modal disetor namun berupa potensi ekonomi NKRI dengan 271 juta penduduknya yang membutuhkan banyak macam infrastruktur untuk melayani
kebutuhan mobilitas orang & barang.
Yang kedua adalah berpegang pada hukum besi investasi di mana kredibilitas penge-lola merupakan hal paling penting untuk mendapatkan kepercayaan investor dan ini semua harus dimulai dari pemilihan pengurus INA, baik Dewan Pengawas mau-pun Dewan Direksi yang sudah dikenal baik oleh pasar serta teruji profesionalisme & integritasnya.
Yang ketiga, Master Fund dapat diinves-tasikan pada pool of asset dengan resiko konservatif & tingkat pengembalian terukur yang merupakan kombinasi optimal dari brownfield & greenfield asset berupa multi infrastruktur agar dapat menarik bagi
anchor investor.
Yang keempat, untuk Thematic Fund, maka pool of asset-nya dapat berupa infra- struktur sejenis baik brownfield dan atau
greenfield project dengan profil risk-return
yang lebih agresif dari Master Fund sehingga menarik untuk specific investor. Yang kelima adalah agar secepatnya INA dapat menarik investor global top untuk
berinvestasi dalam Master atau Thematic
Fund agar dapat menjadi katalis untuk
menarik FDI selanjutnya.
Yang keenam, mendorong revitalisasi peran serta komitmen dan dukungan dari PT SMI, PT PII & LIMAN dalam persiapan & pe-nyusunan struktur proyek agar mendapatkan
brownfield & greenfield project yang layak
secara komersial sehingga dapat memper-oleh komitmen investasi dari INA.
Yang ketujuh, mendorong agar dapat diberi-kan skema insentif perpajadiberi-kan untuk inves-tasi dalam fund yang dikelola INA terutama untuk global investor, jika diperlukan. Yang kedelapan, memperkuat kedudukan hukum INA sehingga makin tidak mudah di-pailitkan dan yang kesembilan mendapatkan penegasan mengenai auditability INA oleh BPK. Dengan semua langkah-langkah ini, INA diharapkan dapat berkembang menjadi lembaga pengelola investasi sekaligus SWF kelas dunia yang profesional & kredibel untuk mengembangkan investasi dari global investor dalam proyek-proyek infra-struktur di tanah air.
OPINI
OPINI
Acara dimulai dengan pembukaan oleh
MC, sambutan-sambutan dari Bpk.
Yadi Ruchandi, Bpk. Krisna Wijaya, Bpk.
Hadiyanto, Bpk. Alex Denni, dan Bpk.
Saiful Manan, dilanjutkan dengan acara
puncak yaitu seremonial pemotongan
tumpeng HUT dan penekanan tombol
sebagai simbolisasi peresmian kantor
baru, kemudian ditutup dengan acara
hiburan.
Terima kasih kepada seluruh Insan
PPA yang telah berpartisipasi
menyuk-seskan acara ini dan selamat kepada
para pemenang doorprize.
Mari kita awali kesuksesan PPA
menja-jaki babak baru dengan semangat baru
di kantor baru!
A
cara syukuran dalam rangka Hari
Ulang Tahun (HUT) ke-17 bertema
“Semangat Baru Jajaki Babak Baru”
sekaligus peresmian kepindahan
PT PPA ke kantor baru di Menara
Mandiri II dilaksanakan secara virtual
Jumat, 12 Maret 2020.
Turut hadir secara fisik di ruang serba
guna, lantai 7 adalah jajaran Dewan
Komisaris dan Executive Board PT PPA
bersama Asisten Deputi Kementerian
BUMN Bpk. Priyatmo Hadi, Dirut PT PPA
periode 2014-2017 Bpk. Saiful Manan,
beserta beberapa pejabat yang hadir
secara virtual yaitu Dirjen
Perbenda-haraan Bpk. Hadiyanto, Deputi SDM,
Teknologi dan Informasi Kementerian
BUMN Bpk. Alex Denni, dan Komisaris
Danareksa Bpk. Robert Pakpahan.
Acara HUT yang baru pertama kali
di-adakan secara virtual ini mencatat
ke-hadiran sekitar 300 partisipan dari
berbagai instansi seperti diantaranya
Direksi dan karyawan dari anak dan
cucu perusahaan, perusahaan BUMN
klaster Danareksa PPA, Jamdatun, dan
tentu saja seluruh Insan PPA.
Syukuran HUT ke-17 &
Peresmian Kantor Baru PT PPA
BERITA UTAMA
BERITA UTAMA
BERITA UTAMA
BERITA UTAMA
LIPUTAN KEGIATAN
Direktur Utama PPA Bapak Yadi Jaya Ruchandi menjadi narasumber dalam virtual seminar dengan tajuk “Corporate Restructuring - Enhancing Economic
and Social Value” yang diselenggarakan oleh LPPI
ber-sama PPA, pada Kamis, 28 Januari 2021. Virtual semi-nar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk menyambut HUT PPA yang ke-17.
VIRTUAL SEMINAR
“
Corporate Restructuring
Enhancing Economic &
Social Value
“
Pada tanggal 29 Januari 2021 telah dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2021 antara Direksi PT PPA bersama Kementerian BUMN di ruang
Stewardship secara virtual.
LIPUTAN KEGIATAN
RUPS PENGESAHAN
RKAP TAHUN 2021
PT PPA
Sabtu, 27 Maret 2021 telah dilaksanakan
Workshop RJPP 2020-2024 bersama konsultan
PT PMG Sidharta Advisory (“KPMG“) yang di hadiri oleh seluruh Direksi, SEVP dan Kepala Divisi PT PPA secara fisik di The Alana Hotel & Conference Center, Bogor dan secara virtual melalui Zoom
Meeting dalam rangka penyelarasan RJPP PPA
2020-2024 yang sesuai tiga pilar bisnis PPA dengan hasil kajian dari KPMG.
PENANDATANGANAN
ADDENDUM I PERJANJIAN
FASILITAS PEMBIAYAAN
DENGAN PT ALIM
INVESTINDO
Penandatanganan Akta Otentik atas Adendum I Perjanjian Fasilitas Pem-biayaan Jangka Pendek dengan pla-fon sebesar Rp290.000.000.000,- (dua ratus sembilan puluh miliar Rupiah) antara PT PPA dan PT Alim Investindo dilaksanakan di kantor PT PPA Menara Mandiri II lantai 9 pada Selasa, 30 Maret 2021.
BERITA UTAMA
LIPUTAN KEGIATAN
Pada tanggal 24-27 Maret 2021 Direksi PT PPA melaksanakan kunjungan kerja ke beberapa BUMN Titip Kelola, yaitu ke PT Dok Perkapalan Surabaya (Perseo) dalam rangka pemeriksaan kapal tanker, ke PT Boma Bisma Indra (Persero) dan PT Barata Indonesia dalam rangka pembahasan Roadmap penanganan perusahaan.
KUNJUNGAN KERJA
DIREKSI PT PPA KE
SURABAYA
BERITA UTAMA
LIPUTAN KEGIATAN
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)
melakukan rapat koordinasi untuk meru-muskan rancangan program kerja.
Erick berharap MES dapat menjadi jembatan bagi seluruh pemangku kepentingan ekonomi syariah, khusus- nya antara regulator seperti Bank Indonesia, OJK, LPS, dan KNEKS dengan lembaga pemerintah dan lembaga lain-nya. Tak hanya itu, MES juga bisa bersinergi dengan BUMN dalam mendorong perkem-bangan industri syariah atau halal, seperti makanan, minuman, fashion, obat-obatan dan kosmetik, media, kesehatan, serta pariwisata.
W
akil Presiden Maruf Amin melantik Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai ketua dan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) lainnya untuk periode kepengurusan 2021-2023 pada Senin, 22 Maret 2021. Setelah mengumumkan susunan leng-kap Pengurus Pusat MES, Erick Thohir bersama anggota Badan Pengurus Hari-an MES lainnya secara intensif berkoor-dinasi dengan Ketua Dewan Pembina MES, K.H. Ma’ruf Amin untuk berdisku-si mendapatkan naberdisku-sihat dan arahan ter-kait rancangan program kerja unggulan Pengurus Pusat MES periode 1442-1445 H. Jajaran pengurus komite jugaSebanyak 21 BUMN klaster Danareksa dan Perusahaan Pengelola Aset (PPA) telah ber-komitmen untuk mengefisienkan rantai pasok melalui nota kesepahaman sinergi pembentukan holding. Kementerian BUMN menunjuk Danareksa sebagai perusahaan induk untuk membina dan memperbesar aset perusahan-perusahaan pelat merah agar bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap keuangan negara.
Tahun lalu, Menteri BUMN mengeluhkan sumbangan dividen sebesar 76 persen yang hanya bersumber dari 15 BUMN atau sekitar 10 persen dari total seluruh perusahaan milik negara.
Erick lantas menyiasati ketimpangan kontri-busi BUMN itu melalui strategi restrukturisasi dan klasterisasi, sehingga merampingkan pro-fil BUMN dari semula berjumlah 157
perusahaan kemudian menjadi 107 perusahaan saja, salah satunya penggabungan bank-bank sya-riah milik negara menjadi Bank Syasya-riah Indonesia. Merger perusahaan-perusahaan BUMN ini terbagi ke dalam 12 klaster dengan merujuk kesamaan sektor dan rantai pasok. Sejumlah perusahan BUMN yang memiliki aset dan
market capital yang kecil akan menginduk
ke Danareksa. Seluruh direktur utama dari 21 BUMN klaster Danareksa telah merepre-sentasikan insiatif usaha mereka untuk ber- sinergi melalui penandatanganan nota kes-epahaman yang dilakukan pada Senin dan Selasa.
Sumber: antaranews.com
MoU Klaster Danareksa PPA
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan 27 perusahaan BUMN bekerja sama terkait pencegahan korupsi melalui
Whistleblow-ing System (WBS) terintegrasi. Kerja sama
ini diharapkan bisa menghindari duplika-si, meningkatkan sinergi, dan monitor atas pengaduan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh BUMN.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan tak ada istilah pandang bulu pada kasus korup-si. Penilaian dan pelaporan yang dilakukan
terhadap seluruh perusahaan BUMN dilaku-kan secara transparan dan adil.
“Kami berkomitmen untuk terus melaku-kan transformasi, transparansi, dan pro-fesionalisme di Kementerian BUMN dan juga perusahaan BUMN. Saya juga komit kepada pimpinan BUMN bahwa penilaian-nya fair dan transparan bukan karena suka atau tidak suka,” kata Erick dalam Penan-datanganan Perjanjian Kerja Sama Upa-ya Pemberantasan Korupsi antara KPK dan BUMN secara virtual, Selasa (2/3/2021).
PPA dan 26 BUMN
Bersama KPK Tingkatkan
Pencegahan Korupsi
Beliau menegaskan bahwa kerja sama dengan KPK adalah wujud dari mendukung kinerja perusahaan BUMN.
Nantinya, kerja sama ini akan berlaku pada seluruh BUMN, di mana langkah ini sebelumnya telah dimulai dari dua BUMN yakni PT Angkasa Pura (Persero) dan PT Perkebunan Nusantara (Persero). Lainnya adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Taspen (Persero).
Lalu PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT INTI (Persero).
Selanjutnya ada PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Hutama Karya (Persero) dan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP).
Kemudian PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), PT Angkasa Pura I (Persero), PT Bahana Pembina Usaha Indonesia (Persero), dan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero). Terakhir ada PT Indonesia Asahan Alu- minium (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan Perhutani.
Sumber: cnbcindonesia.com
BERITA UTAMA
Ketentuan:
• Kirim jawabanmu via email melalui [email protected] paling lambat Jum’at, 16 April 2021 pukul 12.00 WIB
Pemenang diumumkan pada hari Senin, 19 April 2021 pukul 12.00 WIB • Berhadiah voucher Go-pay/Ovo/LinkAja senilai Rp100.000
bagi 3 peserta yang menjawab dengan benar dan mengirimkan jawaban tercepat.
BERITA UTAMA
Ragam Aktivitas SDM Bulan
Januari-Maret 2021
1
Risk Management as Everybody’s BusinessS
haring Session “Risk Management as Everybody’s Business”dilak-sanakan pada hari Rabu tanggal 13 Januari 2021 dengan narasumber Bapak Alstair Bharata, Ivana Beatrice dan Nadia Gitta dari Delloite, dan diikuti oleh 62 peserta dari PT PPA, PPA Finance dan PPA Kapital. Sharing session ini membahas mengenai manfaat pelaksanaan manaje-men risiko, manajemanaje-men risiko untuk private
equity/asset management, hasil maturitas
manajemen risiko PT PPA, prinsip, kerang-ka kerja dan proses manajemen risiko.
2
Penyintas Covid-19 PT PPAF
riday Afternoon “Penyintas Covid-19 PPA” yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 22 Januari 2021 dengan narasumber Ibu Rita Herawati, Pak Joko Pitaryanto, Pak Yatna, Pak Salim dan Pak Marwata ini dihadiri oleh 76 peserta dari PPA, PPA Finance, PPA Kapital dan Outsource. Sharing session ini membahas mulai dari awal mula gejala terkena Covid-19, hal-hal yang dilakukan saat isolasi mandiri, stigma masyarakat sekitarnya mengenai Covid-19, pengobatan saat perawatan di Rumah Sakit dll.5
Mental & Konsistensi Orang Tua terhadap School From HomeS
haring Session “Mental & Konsistensi OrangTua terhadap School From Home” dilak-sanakan pada hari Selasa tanggal 23 Maret 2021 de-ngan narasumber Ayoe Sutomo (Psikolog) dan dihadiri oleh 39 peserta dari PPA, PPA Finance dan PPA Kapital.
Sharing session ini membahas mengenai fakta dan data
mengenai orang tua membagi pekerjaan WFH dan SFH, tantangan school from home, family resilency, menjaga mental dan konsistensi orang tua terhadap school from
home.
4
Model Pengembangan Bisnis NPLS
haring Session “Model PengembanganBisnis NPL” dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 3 Februari 2021 dengan narasumber Bapak Edy Irawan (Executive Director/Leader
of Deloitte Indonesia Financial Advisory), Bapak
Antonius Augusta (Executive Direc-tor Risk Advisory Deloitte Indonesia), dan
Mr. Chi-Nang Kong (Executive
Direc-tor/Asia Head of Portfolio Lead Advisory Services) dari Delloite, dihadiri oleh 99
peserta dari PT PPA, PPA Finance dan PPA Kapital. Sharing session ini memba-has mengenai Portfolio Lead Advisory
Services, Development of National AMCs, Key Is-sues in Establishing National AMCs, Approach dan Case Study in Ireland, Spain, Vietnam.
3
Risk Matrix Lembaga & Jasa Keuangan Non BankF
riday Afternoon “Risk Matrix Lembaga & Jasa Keuangan Non Bank” dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 19 Maret 2021 de-ngan narasumber Bapak Krisna Wijaya (Komisaris Utama PT PPA) dan dihadiri oleh 73 pe-serta dari PPA, PPA Finance dan PPA Kapital. FridayAfternoon ini membahas mengenai terminologi
manajemen risiko, deskripsi jenis risiko beserta dasar perhitungan kualitatif dan kualitatif, dan
risk matrix dashboard.
BERITA UTAMA
P
KBL PPA bersama dengan 11 BUMN yang tergabung dalam Klaster Danareksa-PPA menyalurkan bantuan dana kemanusiaan untuk bencana alam yang terjadi di Su-lawesi Barat dan Kalimantan Sela-tan pada Kamis, 18 Februari 2021 senilai Rp415.871.210,-. Bantuan yang diberikan akan dikelola oleh Badan Nasional Penanggulangan Ben-cana (BNPB) Pusat dan selanjut-nya dialokasikan untuk penang-gulangan serta kebutuhan para korban terdampak.Adapun BUMN yang tergabung dalam Klaster Danareksa-PPA, yaitu:
1. PT Danareksa (Persero)
2. PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)
3. Perum Jasa Tirta 1
4. PT Nindya Karya (Persero) 5. PT Kawasan Berikat Nusantara
(Persero)
6. PT Yodya Karya (Persero) 7. PT Balai Pustaka (Persero) 8. PT Virama Karya (Persero) 9. PT Barata Indonesia (Persero) 10. PT PANN (Persero)
11. PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)
12. PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma (Persero)
Bantuan Bencana Alam Mamuju
Dalam rangka memperingati Hari Down
Syndrome & Autism Awareness sedunia
PT PPA bekerja sama dengan Cagar
Foundation-Rumah Autis melaksanakan
acara inspiratif secara virtual bersama Insan Berkemampuan Khusus (IBK) dengan tema
“Kita bisa, Berdayakan IBK”. PT PPA me
dukung penyediaan sarana prasarana live
streaming dan operasional guna mendukung
terlaksananya acara tersebut.
PT PPA berpartisipasi dalam penyeleng-garaan acara Webinar dan Talk Show bekerja sama dengan PT Bahana Artha Ventura (BAV) dengan tema “UMKM Hebat, Indonesia Kuat”. Melalui acara terse-but diharapkan BUMN dapat mewu-judkan UMKM menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan survive dengan kondisi pandemi saat ini. Dalam kesempatan terse-but PT PPA berpartisipasi menyalurkan bantuan sebesar Rp90 juta guna terlaksananya acara tersebut.
UMKM Hebat, Indonesia Kuat
Hari Down
Syndrome &
Autism Awareness
BERITA UTAMAPemerintah menggelar sentra vaksinasi virus corona (Covid-19) di Istora Senayan. Hal itu dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Indonesia Healthcare Corporation (IHC).
Saat ini sentra vaksin akan difokuskan ke-pada target masyarakat lanjut usia (lansia). Selain lansia, target vaksinasi pada tahap kedua ini juga dilakukan kepada pekerja di sektor publik.
Ditargetkan dari sentra vaksinasi terse-but akan dilakukan 5.000 vaksinasi per hari. Vaksinasi akan dilakukan setiap hari selama 4 bulan ke depan. Saat ini sentra vaksinasi masih dilakukan di DKI Jakarta. Erick tak menutup kemungkinan bahwa nantinya pembuatan sentra vaksinasi juga akan dilakukan di sejumlah daerah.
Pendataan masyarakat yang akan di- vaksin dilakukan melalui pendaftaran dan pendataan oleh Kementerian BUMN dan Kementerian Kesehatan. Selain itu ada pula pendataan melalui komunitas.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, hingga Minggu (7/3) kemarin sebanyak 2,88 juta masyarakat telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Angka tersebut masih jauh dari target 181,5 juta untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan data terbaru jumlah orang yang sudah divaksinasi Covid-19 di Indonesia. Hingga Minggu (28/3) pukul 15.00 WIB, 7.243.202 orang sudah meneri-ma vaksin Covid-19 dosis pertameneri-ma.
Jumlahnya bertambah 64.188 dari data Sabtu (27/3) yang menunjukkan baru 7.179.014 orang sudah divaksin Covid-19 dosis pertama.
Penerima vaksin Covid-19 dosis kedua juga meningkat. Data sebelumnya, baru 3.233.810 orang yang menerima vaksin Covid-19 dosis kedua. Hari ini naik menjadi 3.246.455 orang. Ada peningkatan 12.645 orang.
Demikian disampaikan Kementerian Kesehatan melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Data ini juga bisa diakses melalui kemkes.go.id.
Sentra Vaksinasi
Bersama BUMN
Vaksinasi Covid-19 sendiri dibagi menjadi empat tahap. Tahap pertama untuk tenaga kesehatan, targetnya mencapai 1,46 juta orang.
Tahap kedua untuk petugas pelayanan publik dan lansia di atas 60 tahun. Target vaksinasi Covid-19 petugas pelayanan publik sebanyak 16,9 juta, sedangkan lansia di atas 60 tahun capai 21,5 juta orang.
Tahap ketiga untuk masyarakat rentan di daerah dengan risiko penularan Covid-19 tinggi, target sasaran 63,9 juta orang. Terakhir untuk masyarakat umum dengan pendekatan klaster, total target 77,7 juta orang.
Sumber: kementerianbumn Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari
Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi Covid-19 merupa-kan langkah pemerintah untuk membentuk
herd immunity atau kekebalan komunitas
di lingkungan masyarakat guna mengakhiri pandemi. Target sasaran vaksinasi Covid-19 di Indonesia mencapai 181.554.465 orang.
BERITA UTAMA
Pemerintah telah merancang program vaksinasi nasional sebagai upaya penanganan pandemi virus corona. Sejumlah produsen vaksin telah merilis data efektivitas vaksin Covid-19 yang di- produksi. Bahkan, sejumlah negara sudah melaku-kan vaksinasi dan penggunaan darurat.
Sebanyak 1,2 juta dosis tiba awal Desember 2020, 1,8 juta dosis lain dari vaksin yang sama, Sinovac, juga telah tiba di Tanah Air melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 31 Desember 2020.
7 jenis vaksin Covid-19 untuk Indonesia
Jika sebelumnya Indonesia menyetujui penggunaan 6 produk vaksin Covid-19: Moderna, Bio Farma, Oxford/AstraZeneca, Sinovac, Sinopharm, dan Pfizer/BioNTech untuk program vaksinasi nasio-nalnya, kini ada satu lagi produk vaksin yang akan digunakan. Produk vaksin terakhir yang masuk daftar adalah Vaksin Novavax. Hal ini ditetapkan oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin melalui Kepmen-kes No. HK.01.07/MenKepmen-kes/12758/2020. Namun tetap, penggunaannya harus setelah mendapat-kan izin penggunaan darurat dari BPOM. Ragam jenis vaksin yang akan digunakan pun bisa beru-bah lagi di kemudian hari, tergantung rekomenda-si dari Komite Penarekomenda-sihat Ahli Imunisarekomenda-si Narekomenda-sional (Indonesian Tehnical Advisory Group in
Immuniza-tion).
SITUASI COVID-19 DI INDONESIA
Kasus positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah. Tercatat pada 31 Maret 2021 bertambah 5.937 kasus. Sehingga akumulasi positif Covid-19 per 31 Maret 2021 seban-yak 1.511.712 kasus. Keseluruhan data tersebut langsung disampaikan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.
Untuk kasus sembuh bertambah 5.635 orang, dengan begitu di Indonesia hingga saat ini, total akumulatif ada 1.348.330 pasien yang sudah berhasil sembuh dan dinya-takan negatif Covid-19. Sementara itu, kasus meninggal dunia per 31 Maret 2021 terdapat penambahan 104 orang. Jadi, total akumulatifnya ada 40.858 orang di Indonesia meninggal dunia akibat virus Covid-19.
7 JENIS VAKSIN COVID-19
Source: Kompas.com
BERITA UTAMA
Insan PPA Sudah Divaksin!
Seluruh Insan PT PPA (Persero) Grup telah menjalani vaksinasi Covid-19 dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 di lingkungan perusahaan serta sebagai bentuk komitmen perseroan dalam mendukung program vaksinasi nasional. Program vaksinasi dilakukan di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN (SVB) pada 29 Maret 2021 bertempat di Tennis Indoor Senayan.
Sentra Vaksinasi Bersama BUMN (SVB) merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian BUMN dengan Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah dan Indonesia Healthcare Corporation (IHC) selaku holding BUMN kesehatan. Program akselerasi vaksinasi melalui SVB ini akan terus di-hadirkan sebagai bentuk peran nyata Kementerian BUMN dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Sehat sesegara mungkin. Mari kita sukseskan program vaksinasi ini sebagai bentuk ikhtiar diri dan negeri untuk keluar dari pandemi Covid-19. Yuk ajak mama, papa, kakek, nenek, bude, pakde dengan kriteria kelompok lanjut usia ke Sentra Vaksinasi terdekat di kotamu ya! Gratis!
BERITA UTAMA
Koleksiku, Hobiku
BERITA UTAMA
HOBI & KREASI
H
obi merupakan suatu kegiatan yang ketika kita lakukan akan memberi rasa happy, tenang, dan biasanya dilakukan saat kita memiliki waktu senggang. Menurut ahli psikologi, hobi bisa membantu mengurangi keje- nuhan dan tingkat stres seseorang.Selain melakukan suatu kegiatan seperti membaca, olah raga, melukis, dan lainnya, kegiatan mengoleksi atau mengumpulkan suatu benda misal-nya barang antik/vintage, buku, main-an action figure, kartu pos, permain-angko, uang kuno, gantungan kunci, pensil, korek api, lukisan, hingga mobil tua pun termasuk hobi. Setiap orang punya alasan tersendiri untuk mengoleksi benda tertentu.
Pasti banyak juga di antara Insan PPA yang memiliki hobi mengoleksi sesuatu. Dalam kesempatan ini SAPPA mewawan-carai salah satu Insan PPA, Yollie Wauran.
Yuk, baca deh apa sih koleksinya?
Yollie mengoleksi gantungan kunci dari segala jenis bentuk, ukuran, dan bahan. Ketika ditanya alasan mengapa memilih gantungan kunci, dengan mantap Yollie menjawab, ”Karena murah, meriah dan ringan!” Yollie pun ber- cerita tentang asal usul ketertarikannya mengoleksi gantungan kunci tersebut, “Saat travelling kira-kira waktu kuliah dulu, aku hampir selalu membeli gantungan kunci sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan teman, tapi lama- lama kok tertarik juga untuk membeli dan mengumpulkannya sedikit demi sedikit sebagai koleksi pribadi. Gemes dengan
bentuk-bentuknya yang menarik dan praktis dibawa karena kecil, selain itu gantungan kunci kan mudah ditemukan di berbagai tempat, termasuk di banda-ra-bandara.”
Jadilah sampai sekarang Yollie asik ‘berburu’ gantungan kunci setiap kali
travelling. Tak tanggung-tanggung mulai
dari pelosok daerah di Indonesia hingga luar negeri. Ada pula yang diperolehnya dari oleh-oleh maupun titip keluarga dan teman. Sampai saat ini jumlahnya sekitar 200-an buah.
Adakah dari koleksinya yang paling di-sayangi dan mengapa? Yollie menjawab pertanyaan SAPPA dengan bersema- ngat “Koleksi gantungan kunci dari Hard
Rock seluruh dunia! Karena yaaaa…
kepuasan tersendiri aja bisa sampai cafenya, walaupun memang harganya nggak murah juga..hahaha...”
SAPPA penasaran dengan bagaimana cara Yollie menyimpan dan merawat koleksinya. “Disusun dalam frame khusus, tapi masih ada sebagian yang belum sempat disusun. Kalau perawatan-nya cukup dengan mencuci dan langsung mengeringkannya supaya nggak karatan atau berjamur”, jelas Yollie menutup wawancara dengan SAPPA.
Nah, siapa lagi Insan PPA yang punya hobi mengoleksi benda-benda? Seru kan punya hobi yang terus membuat kita semangat dan happy…