ABSTRAK. Kata Kunci : Metode Geolistrik, Konfigurasi Dipole-dipole, Resistivitas
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
lintasan kedua yang terdapat lubang resapan biopori, bila ditinjau sebaran resistivitas secara horizontal yaitu dari jarak 0,3 m sampai dengan 8,40 m terlihat adanya nilai
Pada lintasan ketujuh lapisan batuan karbonat berbentuk seperti lorong yang berada pada kedalaman sekitar 60 meter dari permukaan dengan jarak 280-360 meter dari pusat
Hasil pemodelan balik pada lintasan 3 memperlihatkan adanya zona batas kedua formasi pada meter ke 960 m, dengan pada Formasi Tondo yang berada di sebelah barat berada pada
Lapisan kedua dengan nilai resistivitas 38,4 – 56,2 Ωm dengan ketebalan berkisar 5 meter di bawah permukaan (original ground surface) pada ujung utara dari lintasan ,
Pada Gambar III.3 ketebalan lapisan laterit di bagian barat daya hingga timur laut yang mengarah ke tenggara berkisar 34 meter hingga 56 meter. Sedangkan di bagian
Ditinjau dari kedalaman, sudut kemiringan lereng dan sudut kemiringan bidang gelincir lintasan 1 dan lintasan 3 dapat diketahui bahwa potensi bahaya longsor yang
> 57,90 19,45 Tanah lanau pasiran Pada lintasan 1 berdasarkan hasil interpretasi data pengukuran geolistrik, menunjukkan terdapat enam lapisan batuan yaitu pada kedalaman 0 – 0,31 m;
Dari hasil inversi pada lintasan 1, lapisan pertama pada kedalaman 0 – 18,5 meter tersebar pada jarak 10 – 90 meter dan jarak 100 – 210 meter memiliki nilai resistivitas tinggi yakni